Daftar Informasi
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KAB.KUTIM TAHUN 2021
Diterbitkan oleh PEMKAB KUTIM pada 10 Okt 2023.
- Kategori
- RPJP, RPJMD, DAN RKPD
- Unit
- PEMKAB KUTIM
- Tanggal terbit
- 10 Okt 2023
- Format
- Ukuran berkas
- 19,5 MB
- Jumlah unduhan
- 7
Pratinjau Dokumen
Pratinjau di halaman hanya tersedia pada layar lebar. Di ponsel, berkasnya dibuka penampil PDF peramban Anda.
Versi Teks Dokumen
Tampilkan isi dokumen sebagai teks
LAMPIRAN
DAFTAR ISI
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
i
DAFTAR ISI
ii
DAFTAR TABEL
iv
DAFTAR GAMBAR
viii
BAB 1
PENDAHULUAN
1 –
1
1.1.
Latar Belakang
1 –
1
1.2.
Dasar Hukum Penyusunan
1 –
6
1.3.
Hubungan Antar Dokumen
1 –
10
1.4.
Maksud dan Tujuan
1 –
1 1
1.5.
Sistematika Dokumen Perubahan RKPD
1 –
1 2
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 –
1
2.1.
Kondisi Umum Daerah
2 –
1
2.1.1
Aspek Deografi dan Demografi
2 –
1
2.1.1.1
Karakteristik Wilayah
2 –
1
2.1.1.2
Potensi Pengembangan Wilayah
2 –
7
2.1.1.3
Wilayah Rawan Bencana
2 –
1 6
2.1.1.4
Aspek Demografis
2 –
1 7
2.1.2
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2 –
2 1
2.1.2.1
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
2 –
2 1
2.1.2.2
Fokus Kesejahteraan Masyarakat
2 –
34
2.1.2.3
Fokus Kesejahteraan Seni Budaya dan Olahraga
2 –
4 0
2.1.3
Aspek Pelayanan Umum
2 –
41
2.1.3.1
Fokus Layanan Urusan Wajib Pelayanan Dasar
2 –
41
2.1.3.2
Fokus Layanan Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar
2 –
6 1
2.1.3.3
Fokus Layanan Urusan Pilihan
2 –
74
2.1.3.4
Fokus Layanan Urusan Penunjang Pemerintahan
2 –
8 3
2.1.4
Aspek Daya Saing Daerah
2 –
8 7
DAFTAR ISI
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
iii
2.1.4.1
Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
2 –
8 7
2.1.4.2
Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur
2 –
8 9
2.1.4.3
Fokus Iklim Berinvestasi
2 –
90
2.1.4.4
Fokus Sumber Daya Manusia
2 –
9 2
2.2.
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
2 –
9 3
2.3.
Permasalahan Pemban g unan Daerah
2 –
12 4
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 –
1
3.1.
Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
3 –
2
3.1.1
Kondisi Perekonomian Global
3 –
3
3.1.2
Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional
3 –
4
3.1.3
Kondisi Perekonomian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur
3 –
5
3.1.4
Kondisi Ekonomi Kutai Timur 2019/2020 dan Perkiraan Tahun 2021
3 –
8
3.1.5
Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2021 dan 2022
3 –
1 0
3.2.
Arah Kebijakan Keuangan Daerah
3 –
1 6
3 .2.1
Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
3 –
1 7
3.2. 2
Arah Kebijakan Belanja Daerah
3 –
24
3.2.3
Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
3 –
2 9
BAB 4
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH
4 –
1
4.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan
4 –
1
4. 2
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Tahun 2021
4 –
3
BAB 5
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH
5 –
1
5.1.
Rencana Kerja dan Pendanaan Daerah
5 –
1
BAB 6
KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
6 –
1
BAB 7
PENUTUP
7
–
1
7.1 Kaidah - kaidah Pelaksanaan
7 –
1
7.2 Kaidah - kaidah Pendanaan Pembangunan
7
–
3
DAFTAR TABEL
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa di Kabupaten Kutai Timur
2 –
3
Tabel 2.2
Penyebaran Fisiografi Kabupaten Kutai Timur
2 –
6
Tabel 2. 3
Potensi Di Setiap Kecamatan Kabupaten Kutai Timur
2 –
8
Tabel 2. 4
Jumlah Penduduk, Pertumbuhan dan Persebaran serta
Kepadatan Penduduk Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
1 7
Tabel 2. 5
Jumlah dan Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
1 8
Tabel 2. 6
Pe rse baran Penduduk Menurut Kecamatan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
19
Tabel 2. 7
Persebaran Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur Berdasarkan Kelompok Umur
T ahun 2017 - 2019
2 –
2 0
Tabel 2. 8
Perkembangan PDRB Dan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Tahun 2015 - 2019
2 –
2 4
Tabel 2. 9
PDRB
Atas Dasar Harga
Berlaku Menurut Lapangan Usaha T ahun
20 1 5 – 201 9
(Juta Rp)
2 –
2 7
Tabel 2.1 0
PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2015 - 2019
2 –
29
Tabel 2.1 1
Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
3 0
Tabel 2.1 2
Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD
2 –
3 2
Tabel 2 . 1 3
Tabel 2.1 4
Tabel 2.1 5
Katego ri Desa di Kabupaten Kutai Timur 2015 dan 2017
Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
Rata - rata Lama Sekolah Penduduk di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
3 2
2 –
3 4
2 –
3 5
Tabel 2. 1 6
Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
3 8
Tabel 2. 1 7
Angka Kelahiran dan Kematian, Usia Harapan Hidup, dan Rasio Ketergantungan Tahun 2017 - 2019
2 –
39
Tabel 2. 1 8
Jumlah Tenaga Kerja Di Kabupaten Kutai Timur Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama
Tahun 2017 - 2019
2 –
4 0
Tabel 2. 1 9
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pendidikan 2017 - 2019
2 –
4 2
Tabel 2. 20
Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
4 3
Tabel 2. 21
Rasio Guru Terhadap Murid Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
4 4
DAFTAR TABEL
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
v
Tabel 2. 2 2
Angka Kelulusan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
4 6
Tabel 2. 2 3
Angka Melanjutkan Sekolah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
4 7
Tabel 2. 2 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Kesehatan
Tahun 2017 - 2019
2 –
4 8
Tabel 2. 2 5
Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu per Satuan Penduduk
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
49
Tabel 2. 2 6
Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
5 0
Tabel 2. 2 7
Rasio Dokter, Tenaga Kesehatan per Satuan Penduduk
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
5 0
Tabel 2. 2 8
Jumlah Posyandu dan Balita Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
5 2
Tabel 2. 2 9
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
5 5
Tabel 2. 30
Sarana Peribadatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
5 7
Tabel 2. 31
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Perumahan
Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
59
Tabel 2. 32
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
6 0
Tabel 2. 33
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Kinerja Urusan Sosial Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
6 1
Tabel 2. 34
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Kinerja Urusan Ketenagakerjaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
6 1
Tabel 2.3 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2017 - 2019
2 –
6 4
Tabel 2. 36
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
6 4
Tabel 2. 37
Regulasi Ketahanan Pangan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
6 5
Tabel 2.38
Tabel 2.3 9
Tabel 2. 40
Tabel 2. 41
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2017 - 2019
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Administrasi Kependudukan dan pencatatan Sipil Tahun 2017 - 2019
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tahun 2017 - 2019
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pengendalian Penduduk dan K B
Tahun 2017 - 2019
2 –
6 6
2 –
6 6
2 –
6 7
2 –
6 7
DAFTAR TABEL
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
vi
Tabel 2. 42
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2019
2 –
68
Tabel 2. 43
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Komunikasi dan Informatika Tahun 2017 - 2019
2 –
69
Tabel 2. 44
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Koperasi , Usaha Kecil
dan M enengah
Tahun 2017 - 2019
2 –
70
Tabel 2.4 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Penanaman Modal Tahun 2017 - 2019
2 –
7 1
Tabel 2.4 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Kepemudaan dan Olahraga Tahun 2017 - 2019
2 –
7 2
Tabel 2.4 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Ke budayaan Tahun 2017 - 2019
2 –
7 3
Tabel 2.4 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Perpustakaan
Tahun 2017 - 2019
2 –
7 3
Tabel 2.4 9
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Kearsipan Tahun 2017 - 2019
2
–
7 4
Tabel 2. 50
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2019
2 –
7 4
Tabel 2. 51
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pertanian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
7 5
Tabel 2. 52
Luas Lahan , Produksi dan Produktivitas
Hasil Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
7 7
Tabel 2.5 3
Luas Lahan, Produksi dan Produktivitas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
79
Tabel 2. 5 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Perindustrian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 1
Tabel 2. 5 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 1
Tabel 2. 5 6
Tabel 2.57
Jumlah Produksi dan Konsumsi Ikan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
Capaian Urusan Administrasi Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 2
2 –
8 3
Tabel 2.5 8
Capaian Urusan Pengawasan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 4
Tabel 2.59
Capaian Urusan Perencanaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 5
Tabel 2. 60
Capaian Urusan Keuangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
85
Tabel 2. 61
Capaian Urusan Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 6
Tabel 2. 6 2
Capaian Urusan Penelitian dan Pe ngembangan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
86
DAFTAR TABEL
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
vii
Tabel 2. 6 3
Pengeluaran Per Kapita
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 8
Tabel 2. 6 4
Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe r tani an
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
8 8
Tabel 2. 6 5
Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe rindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
2 –
8 9
Tabel 2. 6 6
Capaian Aspek Daya Saing Daerah Urusan Penataan Ruang Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 2019
2 –
90
Tabel 2. 6 7
Capaian Aspek Daya Saing Daerah Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019
2 –
90
Tabel 2. 68
Angka Kriminalitas Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 2019
2 –
9 1
Tabel 2. 69
Capaian Indikator Fokus Sumber Daya Manusia
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
2 –
9 3
Tabel 2. 70
Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah sampai dengan Tahun Berjalan
2 –
96
Tabel 2.71
Permasalahan Pembangunan Daerah Tahun 202 1
2 –
124
Tabel 3. 1
Nilai Sektor dalam PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 201 9
3 –
9
Tabel 3. 2
Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 - 20 19
3 –
22
Tabel 3. 3
Proyeksi/Target Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun
2020 - 20 2 1
3 –
23
Tabel 3. 4
Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 - 20 19
3 –
27
Tabel 3. 5
Proyeksi/Target Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 - 20 21
3 –
28
Tabel 3. 6
Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun
2017 - 20 19
3 –
30
Tabel 3. 7
Proyeksi/Target Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 - 20 2 1
3 –
31
Tabel 4.1
Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
4
–
2
Tabel 5.1
Rancangan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah dan Prakiraan Maju Tahun 2022
5 –
3
Tabel 6.1
Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
6 –
3
DAFTAR GAMBAR
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1
Bagan Alir Tahap Penyusunan RKPD Kabupaten
1 –
5
Gambar 1.2
Hubungan Antar Dokumen
Perencanaan
Pembangunan
1 –
10
Gambar 2. 1
Peta Kabupaten Kabupaten Kutai
Timur
2 –
2
Gambar 2. 2
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 20 1 5 - 201 9
2 –
2 5
Gambar 2. 3
PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 20 1 5 - 201 9
2 –
2 6
Gambar 2. 4
Rata - rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Dengan Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha Tahun 20 1 5 - 201 9
2 –
28
Gambar 2. 5
PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 20 1 5
-
201 9
2 –
29
Gambar 2. 6
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM )
Kabupaten
Kutai
Timur
Tahun 201 5 - 201 9
2 –
3 1
Gambar 2. 7
Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 201 7 - 201 9
2 –
36
Gambar 2. 8
Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 201 7 - 201 9
2 –
37
Gambar 2. 9
Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 201 7 - 201 9
2 –
4 3
Gambar 2.1 0
Angka Putus Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
2 –
45
Gambar 3.1
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 - 2020/Tw - II (%)
3
–
6
Gambar 4 .1
Mekanisme Peningkatan Nilai Tambah
4
–
23
Gambar 4.2
Klasterisasi Industri Prioritas Unggulan
4
–
24
Gambar 4.3
Keterpaduan Prioritas Pembangunan Nasional dan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
4
–
31
Gambar 4. 4
Keterpaduan Prioritas
Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
4
–
3 2
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021 kini telah memasuki tahun terakhir pelaksanaannya. Rencana pembangunan T ahun 2021 sebagai tahun terakhir pelaksanaan pembangunan jangka menengah daerah, menjadi tahun terakhir penyusun an R encana Kerja P emerintah
Daerah (RKPD)
Kabupaten Kutai Timur dalam mencapai target dari visi dan misi pe mbangunan dengan mempertimbangkan dan mengevaluasi sejauh mana pencapaian pembangunan dari tahun 2016 hingga Tahun 2020 pada masing - masing pelaksanaan dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah. Berbagai hasil pembangunan yang merupakan target pembangunan ja ngka menengah daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur , mulai dari pemenuhan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga peningkatan taraf perekonomian makro dan mikro, telah dirasakan oleh masyarakat. Untuk menindaklanjuti setiap upaya pembangunan yang telah berjalan selama ini, perlu dirumuskan kembali Rencana Kerja Pem erintah Daerah (RKPD) Tahun 2021
sebagai langkah akhir menuju pencapaian pembangunan jangka menengah periode tahun 201 6 - 20 21.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 menyatakan bahwa Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
Se lanjutnya , dalam peraturan yang sama pada pasal 4
menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan Daerah mengacu pada
prinsip - prinsi p : a) merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; b) dilakukan pemerintah Daerah bersama para
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 2
pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing - masing; c) mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan Daerah; dan d) dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing - masing Daerah, sesuai dengan dinamika perkembangan Daerah dan
nasional.
Perencanaan
pembangunan d aerah sebagai pedoman pelaksanaan dan evaluasi pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan .
Pada prinsipnya, pelaksanaan pembangunan daerah selalu diarahkan agar selalu terjadi perubahan - perubahan m endasar dalam segenap aspek kehidupan di daerah. Adanya kelangkaan dan keterbatasan sumberdaya, mengharuskan pemerintah daerah berupaya menggunakan sumberdaya tersebut secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan perubahan - perubahan yang telah ditetapk an. Menurut Luo, dkk (2012) dalam konsep Resources Based View (RBV)
dinyatakan bahwa sumberdaya tertentu merupakan modal dalam menciptakan keberlanjutan pembangunan daerah .
Pemerintah
Kabupaten Kutai Timur dalam m erumus k an perencanaan pembangunan
daerah melibatkan seluruh
pemangku kepentingan ( stakeholder ). Perencanaan pembangunan daerah
tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 ( lima) tahun dan Rencana Kerja
Pem erintah
Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
Antara satu perencanaan de ngan pe rencanaan lainnya harus memiliki keterkaitan dan kesinambungan untuk menjamin terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kuta i Timur.
Rencana
Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
merupakan dokumen perencanaan tahunan sebagai implementasi dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan juga mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang memuat Kerangka Ekonomi Daerah, Prioritas
Pembangunan Daerah, Rencana Kerja dan pendanaannya baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 3
mendorong partisipasi masyarakat .
Dokumen RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 merupakan
implementasi tahun terakhir dari RPJMD
2016 - 2021.
Dokumen ini berfungsi sebagai :
a) r eferensi penyusunan program/kegiatan P erangkat D aerah (PD)
dan/atau lintas PD Tahun 202 1 ; b) p erwujudan program dan pemenuhan pencapaian sasaran RPJMD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021;
dan c) d asar penyusunan KUA dan PPAS T ahun 202 1
guna menyusun RAPBD T ahun Anggaran 202 1 .
RKPD mempunyai kedudukan yang strategis
dalam perencanaan pembangunan , yaitu menjembatani p erencanaan s trategis j angka m enengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan.
Ol eh karena itu proses penyusunan RKPD harus
dilakukan secara terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan yang penyusunannya dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan, serta mewujudk an efisiensi
dan alokasi sumberdaya dalam
pelaksanaan
pembangunan daerah
di Kutai Timur .
RKPD merupakan
penjabaran RPJMD yang memuat
rancangan
kerangka
ekonomi
daerah, prioritas
pembangunan
daerah, serta
rencana
kerja
dan
pendanaan
untuk
jangka
waktu 1 (satu) tahun yang disusun
dengan
berpedoman
pada
Rencana
Kerja
Pemerintah
(RKP)
dan program strategis
nasional yang ditetapkan
oleh
Pemerintah
pusat.
Pendekatan yang digunakan untuk p enyusunan tersebut ,
terdiri dari:
(1) P endekatan politik ,
p endekatan politik digunakan untuk mengakomodasi program - program pembangunan yang ditawarkan oleh kepala daerah ; 2)
P endekatan teknokratik ,
p endekatan teknokratik menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah yang dilakukan oleh perencana profesional atau lembaga/u nit organisasi ;
(3) P endekatan partisipatif , p endekatan partisipatif mengakomodir masukkan stakeholders
melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) . Musrenbang secara partisipatif dilakukan mulai dari Tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan , F orum Perangkat Daerah
dan selanjutnya diformulasikan melalui F orum Musrenbang RKPD Kabupaten.
Musrenbang berfungsi sebagai forum untuk penghimpunan usulan masyarakat dan pemerintahan paling dasar (Desa/Kelurahan) berdasarkan kebutuhan
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 4
mendasar
atau prioritas di tengah masyarakat. Berdasar dari usulan - usulan tersebut, Musrenbang diharapkan akan mampu menjaring aspirasi masyarakat dilevel dasar dan akan diselaraskan dengan program kegiatan di masing - masing Perangkat Daerah
sehingga menghasilkan k esepakatan antara pelaku pembangunan mengenai RKPD yang menitikberatkan pada pembahasan untuk penyelarasan antara rencana kerja P erangkat D aerah
dan kebutuhan masyarakat ; (4) Pendekatan bottom up
dan T op down ,
p endekata n
bottom up merupakan proses yang
dilakukan secara berjenjang mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional ,
sedangkan pendekatan
top down
dapat
diimplementasikan dalam bentuk dedicated program .
Penyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur
perlu memperhatikan keselarasan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Kutai Timur
maupun rencana tahunan nasional. Oleh karena itu, penyusunan RKPD dilakukan melalui 6 (enam) tahapan, sebagai berikut:
1) Persiapan Penyusunan RKPD Ka bupaten Kutai Timur ;
2) Penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Kutai Timur ;
3) Penyusunan Rancangan RKPD Kabupaten Kutai Timur ;
4) Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Kutai Timur ;
5) Perumusan Rancangan Akhir RKPD Kabupaten Kutai Timur ; dan
6) Pen etapan RKPD Kabupaten Kutai Timur .
T ahapan penyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur tahun 20 21
dituangkan pad a Gambar 1.1 sebagai berikut:
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 5
Gambar 1.1
Bagan
Alir
Tahapan
Penyusunan RKPD Tahun 202 1
Kabupaten Kutai Timur 2021
2021
2021
2021
Persiapan Penyusunan RKPD 2021
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 6
1.2
Dasar
Hukum
Penyusunan
1.
Undang - undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2.
Undang - undang Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang di Prov insi Kalimantan Timur. (Lembaran Negara Rep ublik Indonesia Nomor 3896);
3.
Undang - undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4.
Undang - undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5.
Undang - undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
6.
Undang - undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksanaan, Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Repu blik Indonesia Nomor 4400);
7.
Undang - undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
8.
Undang - undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 7
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
9.
Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2007 te ntang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
10.
Undang - undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Re publik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
11.
Undang - undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112);
12.
Undang - undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang P erlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
13.
Undang - undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
14.
Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana tela h diubah dengan Undang - undang Nomor 2 Tahun 2016
tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang - undang (Lembaran Negara R epublik Indonesia Tahun 2016
Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);
15.
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
150);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Peraturan
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 8
Pelaksanaan Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa sebagaimana telah diubah yang kedua dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 0 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
17.
Pe raturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 144);
18.
Peraturan
Pemerintah No mor
12
T ahun 20 19
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia tahun 20 19
Nomor 42 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322 );
19.
In s truksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010;
20.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ;
21.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia;
22.
Per aturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 - 2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3) ;
23.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah
beberapa kali, terakhir dengan
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21
Tahun 20 11
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310 ) ;
24.
Peraturan Menteri Dalam
Negeri
Nomor 40 Tahun
2020 tentang
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 9
Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 590) ;
25.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86
Tahun 201 7
tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan
Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah
Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata
Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah, Dan Rencana
Kerja Pemerintah Daerah
26.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
27.
Perat uran Ment e ri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019
tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (Berita Negara Republi k Indonesia Tahun 2014 Nomor 1114 );
28.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang R encana T ata R uang W ilayah Provinsi
Kal imantan Timur
Tahun 2016 - 2036
(Lembaran Daerah Provinsi Kali mantan Timur Tahun 2016 Nomor 1);
29.
Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2006 - 2025 (Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 4);
30.
Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 1 Tahun
2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 - 2035;
31.
Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 8 Tahun 20 16 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 6 - 20 2 1 .
32.
Peraturan
Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Timur ; dan
33.
Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 8 Tahun 2016
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 10
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021, revisi RPJMD Kabupaten Kutai Timur Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (P - RPJMD) Kabupa ten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021;
34.
Peraturan Daerah P rovinsi Kalimantan Timur Nomor 42 Tahun 2020
tentang
Penyusunan
Rencana Ke rja Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021.
1.3
Hubungan
Antar
Dokumen
Hubungan antar dokumen terkait perencanaan pembangunan Kabupaten Kutai Timur harus memperhatikan sinkronisasi dan konsistensi den gan perencanaan pembangunan pro v insi dan nasional. Keterkaitan antar dokumen perencanaan tersebut digambarkan pada G ambar 1.2.
Sumber: UU SPPN No mor
25 Tahun 2004
Gambar 1.2
Hubungan Antar Dokumen Perencanaan
Pembangunan
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 11
R encana
P embangunan
J angka
P anjang
Nasional (RPJPN) ,
mendasari
penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
M enengah
Nasional (RPJMN) dan R encana
K erja
P emerintah (RKP) . K etiga dokumen nasional tersebut
menjadi acuan
penyusunan RPJPD, RP JMD, dan RKPD Provinsi Kalimantan Timur.
Dokumen perencanaan nasional dan provinsi
menjadi pedoman penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD Kabupaten
Kutai Timur . RPJMD dan RKPD Kabupaten Kutai Timur, selanjutnya menjadi acuan penyusunan Renstra dan Renja P erangkat D aerah .
Perencanaan dalam RKPD harus dituangkan lebih lanjut dalam p enganggaran
melalui dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas & Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
P enyusunan RKPD
merinci penetapan program dan kegiatan
beserta indikator dan target kinerja s erta perkiraan kebutuhan dana untuk mendukung pelaksana an masing - masing program dan ke giatan .
1.4
Maksud dan Tujuan
P enyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 1
dimaksudkan untuk mewujudkan sinergitas dan menjamin konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan , pengendalian, dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumberdaya dalam pembangunan daerah.
Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan dokumen RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 ,
yai tu :
1.
Penyusunan Renja
P erangkat D aerah , Kebijakan Umum APBD ( KUA ), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara ( PPAS ) , serta penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD )
Tahun 202 1 ;
2.
Penyusunan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
Tahun 20 2 1
untuk kesinambungan RPJMD 2016 - 2021 ;
3.
F asilitasi berbagai potensi sumberdaya masyarakat ,
swasta atau institusi non pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Kabupaten
Kutai Timur
Tahun 202 1 .
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 12
1.5
Sistematika
D okumen RKPD
Sistematika p enyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 1
adalah
sebagai berikut:
1.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Latar belakang m enyajikan
ringkas an , proses penyusunan, dan kedudukan RKPD tahu n rencana dalam periode RPJMD. Bagian ini juga memuat
keterkaitan antar
dokumen RKPD dengan dokumen RPJMD, Renstra OPD , Ren cana Kerja OPD
serta tindaklanjutnya dengan proses penyusunan R APBD.
1.2
Dasar Hukum
Penyusunan
Bagian ini memuat dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan RK PD, baik yang berskala nasional, regional (Kalimantan Timur)
maupun Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur .
1.3
Hubungan antar dokumen
Bagian
ini
men jelaskan
keterkaitan antar
dokumen yang digunakan
dalam
penyusunan RKPD .
1.4
Maksud
dan Tujuan
Bagian ini m enjelaskan maksud dan tujuan
penyusunan RKPD
Kabupaten Kutai Timur
tahun 202 1
dalam kaitannya dengan dokumen RPJMD tahun 2016 - 2021 serta
isu strategis dan kaitannya dengan Visi dan Misi Kepala Daerah.
1.5
Sist e matika
Dokumen RKPD
Bagian ini menjabarkan
sistematika
penyusunan dokumen RKPD
beserta isinya .
2.
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1
Kondisi Umum Kondisi Daerah
Bagian ini menjabarkan kondisi umum daerah yang terdiri dari:
aspek geografi dan demografi, kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah .
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 13
2.2
Evaluasi
Pelaksanaan Program
dan Kegiatan RKPD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
Bagian ini menjabarkan hasil evaluasi pelaksanaan perencanaan daerah berupa program dan kegiatan, indikator kinerja program serta capaian kinerja RPJMD hingga tahun 201 9 .
Hal ini dilakukan untuk:
a)
Mengetahui tingkat
kema juan atas
target kinerja yang ditetapkan dalam
RPJMD
Kabupaten Kutai Timur.
b)
Mengetahui realisasi capaian program dan kegiatan sampai tahun berjalan (tahun 201 9 ) .
2.3
Permasalahan Pembangunan Daerah
Bagian ini menjabarkan identifikasi
dan analisis permasalahan pembangunan daerah meliputi :
a)
Permasalahan yang terkait
dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah .
b)
P ermasalahan terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah .
3.
K ERANGKA EKONOMI
DAERAH
DAN KEUANGAN DAERAH
Bagian ini menjabarkan kondisi ekonomi tahun lalu (201 9 ) dan
perkiraan tahun berjalan
(20 20
dan 202 1 ) , mencakup: a) Indikator Pertumbuhan E konomi Daerah; b) Sumber - sumber
Pendapatan dengan perincian, sumber pendapatan tahun lalu
dan satu tahun sebelumnya, tahun berjalan, tahun rencana dan satu tahun setelah tahun rencana sebagai prakiraan maju pendapatan; dan c) Kebijakan Pemerintah Daerah yang diperlukan dalam Pembangunan Perekonomian Daerah meliputi Pendapatan Daerah, Belanja D aerah dan Pembiayaan Daerah, yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
3.1
Arah Kebijakan
Ekonomi Daerah
Bagian ini menjabarkan a rah kebij akan ekonomi makro daerah , yang meliputi:
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 14
a)
Asumsi indikator makro ekonomi daerah
b)
Kesesuaian
asumsi butir a. dengan berbagai isu lingkungan eksternal serta tujuan dan sasaran pembangunan daerah tahun 202 1 .
3.2
Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Bagian ini menjabarkan kebijaka n yang akan dilaksanakan
oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur sesuai dengan pendapatan, pembiayaan serta belanja daerah .
3.2.1
Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Bagian ini menjabarkan analisis
dan
perkiraan
sumber - sumber
pendapatan
daerah
berdasarkan
realisasi
tahun - tahun
sebelumnya, yang mencakup
Pendapatan
Asli Daerah, Dana Perimbangan
dan Lain - lain Pendapatan Yang Sah.
Arah
kebijakan
pendapatan
daerah
meliputi :
a)
Kebijakan
perencanaan
pendapatan
daerah ; b) Uraian
arah
kebijakan
berkaitan
dengan target pendapatan
daerah
dan c)
Upaya - upaya
pemerintah
Kabupaten
Kutai
Timur
dalam
mencapai target.
3.2.2
Arah Kebijakan Belanja Daerah
Bagian ini menjabarkan kebijakan
dan pengelolaan
Belanja (Belanja
Langsung
maupun
Belanja
Tidak
Langsung) dalam APBD .
3.2.3
Arah Kebijakan Pemb iayaan
Daerah
Bagian ini menjabarkan kebijakan
pene rimaan
dan
pengeluaran
pembiayaan
daerah.
Kebijakan yang akan
dilakukan
terkait
dengan
kondisi
keuangan
daerah,
baik dalam kondisi d efisit
maupun dalam
kondisi s urplus a nggaran.
4.
SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
Bagian ini menjabarkan program prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 15
RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD
2016 - 2021.
4.1
Tujuan dan Sasaran Pembangunan
Bagian ini m en j abarkan tujuan dan sa saran pembangunan tahun 202 1
serta keterkaitannya dengan visi/misi Kepala Daerah Kabupaten.
4.2
Prioritas
dan Sasaran Pembangunan Tahun 202 1
Bagian ini menjabarkan prioritas pembangunan daerah tahun rencana ( 202 1 ) dan kaitannya dengan program pembangunan daerah (RPJMD) .
5.
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN
DAERAH
Bagian ini menjabarkan rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.
6.
KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
DAERAH
Bagian ini menjabarkan penetapan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk memberi panduan dalam pencapaian kinerja tahunan yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada akhir tahun perencanaan.
7.
PENUTUP
Bagian ini memuat arahan Kepala Daerah bagi OPD
dalam rangka menyusun dokumen Ren cana Kerja Organisasi P erangkat D aerah , meliputi: a) Prinsip - prinsip penyusunan dan pelaksanaan Renja P erangkat D aerah
untuk mencapai tujuan - tujuan pembangunan daerah dalam RKPD ; b)
Keterpaduan dan sinkronisasi penyusunan program dan kegiatan di dalam dan di antara P erangkat D aerah
dengan memperhatikan peran/
tanggung jawab/
tugas P erangkat
BAB 1
PENDAHULUAN
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 1 - 16
D aerah ; c) Keterpaduan dan sinkronisasi program dan kegiatan dilakukan melalui Musrenbang, forum diskusi, dan for um - forum konsultasi publik; d) Peranan masyarakat dan dunia usaha dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebija kan, program, dan kegiatan
RKPD; e) Penegasan RKPD sebagai acuan penyu sunan Kebijakan Publik dan APBD; dan f) Penegasan tentang kewajiban pemerintah daerah untuk mengevaluasi pelaksanaan program /kegiatan RKPD.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 1
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1
Kondisi Umum Daerah
Gambaran k ondisi
umum daerah berisikan
gambaran
tentang kondisi
geografi , demografi dan
indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dalam pembangunan di Kabupaten Kutai Timur . Indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan meliputi : aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah. Dalam pro ses perumusan dan perencanaan pembangunan daerah dibutuhkan gambaran kondisi umum daerah. Berikut aspek - aspek yang menggambarkan kondisi daerah Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut:
2.1.1
Aspek Geografi d an Demografi
Aspek Geografi meliputi k arakterisit ik lokasi wilayah, potensi dan pengembangan wilayah, serta kerentanan wilayah terhadap bencana. Selain dari aspek geografi , perubahan jumlah dan komposisi penduduk secara keseluruhan atau kelompok dalam waktu tertentu ; disajikan dalam aspek demografi .
2.1.1.1
Karakteristik Lokasi dan Wilayah
Karakteristik lokasi dan wilayah Kabupaten Kutai Timur dapat ditinjau dari beberapa aspek:
1.
Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Kabupaten Kutai Timur yang terdiri dari 18 kecamatan dengan 13 9
desa dan 2 kelurahan. B atas wil ayah Kabupaten Kutai Ti mur secara administratif sebagai berikut :
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 2
Sebelah Utara
:
Berbatasan dengan Kecamatan Kelay, Kecamatan Tabalar, Kecamatan Biatan, Kecamatan Talisayan ,
Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Biduk - Biduk
(Kabupaten Berau)
Sebelah selatan
:
Berbatasan dengan Kecamatan Bontang Utara (Kota Bontang)
dan Kecamatan Marang Kayu (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Sebelah Timur
:
Berbatasan dengan Selat Makasar
Sebelah Barat
:
Berbatasan dengan Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang (Kabupaten Kutai Kartanegara)
serta Kabupaten Malinau .
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20
Gambar 2. 1
Peta Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Kutai Timur
mempunyai luas wilayah sebesar
35.747,50 km² .
Luas ini
sekitar 17 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur. L uas wilayah per kecamatan d ari Kabupaten Kutai Timur disajikan dalam Tabel 2.1 berikut ini.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 3
Tabel 2. 1
Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan
di Kabupaten Kutai Timur
Kecamatan
Banyaknya
Luas
Desa
Kelurahan
Km 2
%
Muara Ancalong
9
2.739,30
7,66
Busang
6
3.721,62
10,41
Long Mesangat
7
526,98
1,47
Muara Wahau
10
5.724,32
16,01
Telen
8
3.129,61
8,75
Kongbeng
7
581,27
1,63
Muara Bengkal
7
1.522,80
4,26
Batu Ampar
7
204,5
0,57
Sangatta Utara
3
1
1.262,59
3,53
Bengalon
11
3.196,24
8,94
Teluk Pandan
6
831
2,32
Rantau Pulung
3
1.660,85
4,65
Sangatta Selatan
9
1
143,82
0,4
Kaliorang
15
3.322,58
9,3
Sangkulirang
7
438,91
1,23
Sandaran
9
3.419,30
9,57
Kaubun
8
257,45
0,72
Karangan
7
3.064,36
8,57
Total
139
2
35.747,50
100,00
Sumber:
BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20
2.
Letak dan Kondisi Geografis
Kabupaten Kutai Timur secara astronomis terletak di koordinat 115°5 8 ’ 37 ” Bujur Barat sampai
118°5 9 ’ 31.37 ” Bujur Timur dan 1°5 0 ’ 42 ” Lintang Utara sampai
0°0’ 32 ” Lintang Selatan.
Letak geografis ini memberi banyak p otensi strategis bagi Kabupaten Kutai Timur, khususnya dalam berinteraksi dengan dunia luar. Pembangunan fasilitas transpo rtasi yang memadai akan mendukung Kabupaten Kutai Timur dalam ber interaksi wilayah dengan wilayah luar, baik dalam skal a nasional maupun internasional.
Potensi posisi strategis tersebut terlihat dari posisinya yang dikaitkan dengan wilayah le bih luas adal ah sebagai berikut :
a)
Kabupaten Kutai Timur berada pada jalur regional lintas Trans Kalimantan . Jalur ini menghubungkan jalur Tarakan (Kota Orde II) -
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 4
Tanjung Redeb ke Samarinda (Kota Orde I - Ibu Kota Provinsi) -
Balikpapan (Kota Orde I) -
Kabupaten Penajam Pasir Utara - Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Keberadaan jalur regional Trans Kalimantan ini akan menunjang
kelancaran distri busi
barang dan jasa dari dan kedalam Kabupaten Kutai Timur.
Distribusi barang dan jasa yang lancar akan memicu aktivitas ekonomi, yaitu produksi dan konsumsi yang semakin tinggi .
b)
Wilayah perairan Kabupaten Kutai Timur memiliki
garis pantai sepanjang 152 km.
W ilayah perairan ini berbatasan dengan Selat Makasar dan Laut Sulawesi .
B agian Laut Kalimantan Timur merupakan bagian dari Alur Lau t Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Hal ini yang menyebabkan
posisi Kutai Timur menjadi
posisi
strategis ;
karena berada pada
jalur transportasi laut internasional.
Posisi strategis yang dimiliki Kabupaten Kutai Timur merupakan tantangan dan sekaligus peluang . Peluang dari posisi strategis ini harus dimanfaatkan dengan baik .
Posisi strategis harus menjadi
pendorong dalam upaya m eningkatkan laju pertumbuhan perekonomian daerah .
3.
Topografi
Kondisi topografi wilayah Kabupaten Kutai Timur bervariasi , yang terdiri dari:
dataran, berbukit hingga pegunungan serta pantai . Wilayah daratan mempunyai ketinggian tanah
yang
bervariasi antara 0 - 7 meter hingga lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut . Sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur mempunyai kelerengan di atas 15 persen,
dengan total luas wilayah 2.516.233 Ha (76,37 persen dari total luas lahan). Sebagain besar
w ilayah di Kabupaten Kutai Timur berupa lereng . Rata - rata wilayah memiliki luas lereng di atas 40 persen . Kondisi ini tersebar di seluruh wilayah, khususnya terk onsentrasi di bagian barat laut. Di bagian wilayah ini, rata - rata ketinggian lebih 500 meter d i atas permukaan laut. K arakteristik topografi seperti ini termasuk dalam kategori lahan kritis . Hal ini disebabkan oleh karena area - area ini berpotensi
mengalami degradasi lingkungan berupa erosi tanah.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 5
W ilayah Kabupaten Kutai
Timur yang
memiliki ke lereng an
di bawah 15 persen (<2 s/d
15) merupakan k awasa n yang relatif datar dan landai.
Kabupaten Kutai Timur memiliki wilayah dataran se luas 778.686 Ha (23,63 persen). Kawasan ini terdapat di Kecamatan Sangatta, Muara Bengkal, Muara Ancalong dan sebagian Muara Wahau dan Sangkulirang. Muara Wahau dan Muara Ancalong merupakan daerah pegunungan kapur. Di sisi lain, w ilayah daerah pegunungan d an perbukitan mempunyai areal paling luas yaitu 1.608.915 Ha dan 1.429.922,25 Ha.
Kabupaten
Kutai Timur memiliki gunung sebanyak 9 buah. Gunung yang tertinggi adalah G unung M enyapa ,
dengan ketinggian mencapai 2000
m. Selain pegunungan dan perbuki t an, wilay ah ini juga memiliki dataran/landai seluas 536.212,5 Ha yang terdiri dari daratan, rawa dan perairan umum (sungai dan danau). Daerah Aliran Sungai (DAS) terdapat di seluruh kecamatan, sedangkan danau hanya ada di Kecamatan Muara Bengkal yaitu D anau Ngayau dengan
luas 1.900 Ha dan Danau Karang
dengan luas 750 Ha. Wilayah pantai berada di sebelah timur kabupaten, yang mempunyai ketinggian antara 0 - 7 m di atas permukaan laut. Kawasan pantai yang memiliki potensi wisata bahari adalah Pantai Teluk Lombok dan Pan tai Sekerat.
4.
Geologi
Jenis tanah di wilayah daratan Kabupaten Kutai Timur didominasi oleh tanah podsolik merah kuning, latosol dan litosol. Jenis tanah lainnya adalah aluvial, organosol, latosol, podsol, dan padsolik merah kuning dengan tingkat kesuburan yang rendah.
Secara geologi Kabupaten Kutai Timur hampir sebagian besar didominasi oleh Formasi Pemaluan yang tersebar di bagian tengah dan timur serta alluvium
yang tersebar di sepanjang pantai. T erdapat pula kandungan batuan endapan tersier dan batuan en dapan kwarter. Formasi batuan endapan terutama terdiri dari batuan kwarsa dan batuan liat. Berdasarkan aspek geologi, wilayah daratan Kabupaten Kutai Timur tersusun dari 21 jenis formasi.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 6
Tabel 2. 2
Penyebaran Fisiografi
Kabupaten Kutai Timur
Fisiografi
Luas (Ha)
Dataran Alluvium
19.097
Dataran
1.505.176
Jalur Kelokan
14.161
Lembah
12.372
Rawa
138.994
Rawa Pasang Surut
25.84
Perbukitan
534.765
Pegunungan
975.938
Teras - teras
70.105
Sumber: RTRW Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 15 - 2035
Banyak faktor yang mempengaruhi t ingkat kemampuan tanah . Semakin banyak faktor penghambat seperti
kondisi
lereng
yang
terjal,
akan mempengaruhi
ketersediaan air kurang . Kondisi ini juga mudah
memicu
terjadi nya
erosi . Hal ini menyebabkan
kemampuan tanah pada wilayah tersebut rendah. W ilayah daratan Kabupaten Kutai Timur didominasi oleh tanah
jenis:
podsolik merah kuning, latosol dan litosol. Jenis tanah lainnya adalah aluvial, organosol, latosol, podsol, dan podsolik merah kuni ng . Tanah - tanah dalam jenis ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah.
5.
Hidrologi
Wilayah perairan di Kabupaten Kutai Timur berupa laut/pantai, sungai dan danau. Daerah Aliran Sungai (DAS ) terdapat di seluruh kecamatan.
S ungai terpanjang adalah Sungai Keda ng Kepala yang terletak di Kecamatan Muara Wahau ,
dengan panjang 319 km. Terdapat dua d anau yang terletak di
Kecamatan Mura Bengkal yaitu Danau Ngayau dengan
luas 1.900 Ha dan Danau Karang
se luas 750 Ha. Wilayah pantai berada di
sebelah timur k abupaten, yang mempunyai ketinggian antara 0 - 7 m diatas permukaan laut. Kawasan pantai yang memilki potensi wisata bahari adalah Pantai Teluk Lombok dan Pantai Sekerat. Selama ini, wilayah Pantai Teluk Lombok dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai medi a perairan marikultur komoditi
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 7
perikanan seperti tambak ikan dan udang, budidaya rumput laut dan budidaya ikan dalam K aramba Jaring A pung (KJA).
6.
Klimatologi
Kabupaten Kutai Timur berada di wilayah yang beriklim tropis mempunyai musim yang hampir sama denga n wilayah Indonesia pada umumnya yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kabupaten Kutai Timur memiliki suhu udara rata - rata 26°C dengan perbedaan suhu terendah dengan suhu tertinggi mencapai 5° sampai 7°C. Jumlah curah hujan antara 2 . 000 hingga 4 . 000 mm/ tahun, dengan jumlah hari hujan rata - rata adalah 130 hingga
150 hari/tahun.
7.
Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan di Kabup aten Kutai Timur cukup bervariasi. S ebanyak 43,08
persen
merupakan kawasan hutan, meliputi Hutan Mangrove, Hutan Primer, Hutan Rawa, Hutan Sekunder dan Hutan Tanaman. Hutan Primer sebagian besar berada
pada daerah pegunungan yang tersebar pada bagian barat Kabupaten Kutai Timur, yaitu Kecamatan Muara Wahau, Tel en, dan Busang. Kawasan tidak berhutan di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 56,14
persen
yang didominasi oleh belukar dan belukar raw a . Luas wilayah
masing - masing sebesar 37,65
persen dan 5,76
persen .
Lahan pertanian sebanyak 9,28
persen
atau sekitar 296.119,33 Ha ;
meliputi perkebunan, sawah dan lahan pekarangan. P enggunaan lahan untuk perikanan masih sangat kecil meskipun mempunyai potensi yang sangat besar baik budidaya kolam maupun perairan umum. Penggunaan
lahan untuk kegiatan
lainnya adalah pertambangan batubar a sebesar 0,70
persen
atau sekitar 22.410,51 Ha.
2.1.1.2
Potensi Pengembangan Wilayah
Pusat - pusat kegiatan di wilayah Kabupaten Kutai Timur dibagi dalam p engembangan S ub
S atuan W ilayah P engembangan (SSWP) .
Sistem
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 8
perwilayahan ini menggambarkan satuan wilayah kabupaten yang memiliki pusat di suatu kota kecamatan , dan dijadikan sebagai pusat kegiatan perwilayahan tersebut. SSWP di Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut:
a)
S S WP Pusat
meliputi Kecamatan Teluk Pandan, Sangatta
Selatan, Sangatta Utara, Rantau Pulung dan Bengalon ;
b)
S S WP Timur
meliputi
Kecamatan Karangan, Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang, dan Sandaran ;
c)
S S WP Utara
meliputi Kecamatan Kongbeng, Telen dan Muara Wahau;
d)
S S WP
Selatan
meliputi Kecamatan Batu Ampar, Busang, Long Mesangat, Muara Ancalong dan Muara Bengkal .
Potensi masing - masing kawasan di 18 kecamatan Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada Tabel 2.3. berikut:
Tabel 2. 3
Potensi di setiap Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur
No
Kecamatan
Potensi
1.
Muara Ancalong
-
Perkebunan kelapa sawit
-
Perikanan tangkap dan budidaya darat
-
Food estate
-
Konservasi Fauna: buaya supit dan bodas
-
Plasma nutfah buah lokal
2.
Busang
-
Perkebunan kelapa sawit
-
Pertanian tanaman pangan dengan komoditas padi ladang dan sawah
-
Sektor Perkebunan dengan komoditas utama kakao, Holtikultura: jeruk dan pisang
-
Wisata budaya
-
Konservasi Fauna: Orangutan (Restorasi Habitat Orang Utan Indonesia)
-
Terdapat potensi bahan galian dan tambang berupa emas dan besi
3.
Long Mesangat
-
Perkebunan kelapa sawit, karet, padi, palawija
-
Budidaya perikanan darat
4.
Muara Wahau
-
Perkebunan kelapa sawit
-
Wisata Budaya dan Hutan Lindung Wehea
-
Tambang Batubara
-
HPH
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 9
No
Kecamatan
Potensi
5.
Telen
-
Perkebunan kelapa sawit, kakao dan karet
-
Teridentifikasi sebagai salah satu wilayah yang memiliki kandungan logam mulia berupa emas
6.
Kongbeng
-
Terdapat pertanian tanaman pangan dengan komoditas utama padi
-
Perkebunan kelapa, kakao, lada, karet, kelapa sawit
-
Peternakan
-
Wisata budaya dan wisata geologi (Karst)
7.
Muara Bengkal
-
Perkebunan kelapa sawit, karet
-
Perikanan tangkap dan budidaya
-
Wisata danau gelumbang
8.
Batu Ampar
-
Perkebunan kelapa sawit, karet dan lada
-
Potensi HTI (Hutan Tanaman Industri) yang cukup luas untuk sentra produksi hutan.
9.
Sangatta Utara
-
Tambang batubara
-
Perdagangan dan jasa.
-
Kawasan wisata konservasi orang utan dan ekowisata
10.
Bengalon
-
Tambang batubara
-
Perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao
-
Perikanan tangkap dan budidaya
-
Wisata bahari dan geologi
11.
Teluk Pandan
-
Aren genjah
-
Padi sawah, pisang, dan Kakao.
-
Budidaya perikanan
12.
Rantau Pulung
-
Perkebunan kelapa sawit, pertanian tanaman pangan dan peternakan
13.
Sangatta Selatan
-
Memiliki potensi wisata bahari dan ekowisata
-
Budidaya perikanan dan perikanan tangkap
-
Pertanian tanaman pangan dan peternakan
14.
Kaliorang
-
Perkebunan kelapa Sawit, kakao, kelapa dan pisang
-
Wisata bahari dan ekowisata
-
Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK)
-
Berada di sepanjang garis pantai, sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang tumbuh dan berkembang dengan baik dengan komoditas perikanan tangkap
-
Peternakan sapi sebagai penopang kebutuhan daging Kabupaten Kutai Timur
-
Terdapat potensi bahan galian berupa besi, gipsum dan pasir kuarsa
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 10
No
Kecamatan
Potensi
15.
Sangkulirang
-
Letak geografis kecamatan ini bisa menjadi potensi untuk produksi perikanan laut serta outlet barang dan jasa
-
Potensi perikanan laut
-
Perkebunan kelapa sawit dan karet
-
Ternak besar
16.
Sandaran
-
Perikanan laut,
-
Wisata Bahari dan geologi (Karst)
-
Perkebunan
-
Kehutanan
17.
Kaubun
-
Perkebunan kelapa sawit
-
Pertanian pangan
-
Ternak besar
18.
Karangan
-
Perikanan darat
-
Wisata geologi (Karst)
-
Perkebunan kakao, sawit, pisang
-
Kehutanan dan hasil hutan
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20
Berikut beberapa potensi - potensi pengembangan kawasan - kawasan di Kabupaten Kutai Timur:
1.
Kawasan Pertanian Tanaman Pangan
Kawasan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur terbagi menjadi 2 bagian yaitu kawasan budidaya tanaman pangan la han basah dan kawasan budidaya tanaman pangan lahan kering.
Berdasarkan kriteria kesesuaian lahan untuk kawa s an budidaya tanaman pangan lahan kering
yang meliputi derajat kemiringan
lahan, jenis tanah, kedalaman solum, tekstur tanah, dan tingkat erosi, maka untuk kegiatan pertanian lahan kering berada di sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur dan tersebar di semua kecamatan yang ada. Sedangkan kesesuaian lahan budidaya tanaman pangan lahan basah berada di sebagian kecil wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Timur dengan luas yang cukup signifikan, terutama di kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong.
Hasil produksi tanaman pangan
di Kutai Timur , ditinjau dari sisi permintaan, b er potensi
dapat memenuhi permintaan di dalam negeri, terutama
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 11
lokal kabupaten
dan Provinsi Kalimantan Timur . Berdasarkan peluang dan pesaing dalam pasokan hasil produksi pertanian tanaman pangan, terutama komoditas unggulan kedelai dan jagung dapat berpera n serta dalam pemenuhan kebutuhan dalam lingkup nasional.
Penggunaan tanah untuk pertanian khususnya tanah sawah tiap tahun mengalami penyusutan
luasan atau alih fungsi . Kondisi ini apabila dibiarkan dan tidak dilakukan upaya pencegahan alih fungsi, akan m enjadi ancaman (hambatan) pembangunan sektor pertanian dimasa akan datang yang meliputi berkurangnya jumlah produksi dan produktivitas padi yang berpotensi mengakibatkan hambatan dalam mewujudkan swasembada pangan. Usaha - usaha yang harus dilakukan adalah m engembangkan area pertanian tanaman pangan dengan menyusun strategi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian secara berkelanjutan dan pencegahan berkurangnya lahan sawah produktif, terutama untuk lahan beririgasi teknis yang sudah dikembangkan dan lahan prod uktif lainnya.
Kegiatan budidaya pertanian lahan basah dan food estate
merupakan lahan sawah, baik yang beririgasi teknis, setengah teknis, maupun irigasi perdesaan yang telah diusahakan secara intensif. Kawasan lahan pertanian diharapkan dapat tetap dipe rtahankan dalam rangka ketahanan pangan dan ketahanan budaya. Kawasan budidaya pertanian lahan basah di wilayah perencanaan selain dikembangkan untuk produksi pangan juga diarahkan sebagai kawasan penyangga ( buffer zone ) untuk menjaga kualitas lingkungan d alam bentuk jalur hijau atau ruang terbuka hijau.
Kawasan budidaya pertanian lahan basah terutama yang telah terlayani jaringan irigasi merupakan kawasan yang tetap dipertahankan dengan meminimasi alih fungsi ke kegiatan budidaya lainnya. Lahan food estat e
yang merupakan areal lahan pertanian pangan berkelanjutan dicadangkan di 4 (empat) kecamatan yaitu Busang, Karangan, Muara Ancalong dan Sandaran dengan luas 63.202,78 ha, sementara itu lahan pertanian pangan direncanakan seluas lebih kurang 107.755,37 ha
yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur merupakan lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 12
tanaman pangan semusim dan atau tanaman tahunan y a ng dicirikan pengelolaannya relatif tidak memerlukan air irigasi.
P emanfaatan pertanian lahan ke ring adalah untuk tegalan, tanaman sayur mayur (ho r tikultura), dan kebun campuran. Pertanian lahan kering yang tidak intensif merupakan cadangan pengembangan kawasan perkotaan.
2.
Kawasan
Perkebunan
Pembangunan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan, antara lain ditandai dengan semakin meningkatnya luas areal, produksi dan produktivitas. Komoditas yang banyak dikembangkan dalam perkebunan rakyat antara lain kakao, karet, lada, dan kelapa sawit .
Kawasan perkebunan di kawasan perencanaan yang makin dekat ke pusat - pusat kegiatan dan merupakan potensi pengembangan kawasan perkotaan. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan perkebunan meliputi: a) Pengembangan kegiatan lahan perkebunan diupayak an untuk meningkatkan produkti vitas tanaman yang ada saat ini;
b) Pemanfaatan lahan perkebunan untuk sistem tumpang sari dengan kegiatan budidaya pertanian lahan kering;
c) Pemilihan jenis komoditi unggulan sesuai dengan potensi lahan ; dan
d) Pengembangan lahan perkebunan pada lahan - lahan yang memiliki kesesuaian lahan sebagai lahan perkebunan melalui intensifikasi dan pemilihan teknologi tepat guna.
Kawasan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur tersebar pada 16 (enam belas) kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta
Utara, Rantau Pulung, Bengalon, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, Karangan dan Sandaran.
3.
Kawasan Peternakan
Hasil produksi peternakan
di Kabupaten Kutai Timur
mencakup:
peternakan kecil
( seperti unggas )
maupun peternakan besar ( seperti : kambing,
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 13
sapi, dan lain lain). Beberapa spot lokasi wilayah perencanaan terdapat usaha kegiatan peternakan dalam skala kecil terutama peternakan ayam. Kebijaksanaan pengelolaan
kawasan budidaya peternakan diarahkan untuk: a) Meningkatkan kualitas S umber D aya M anusia (SDM) petani ternak;
b) Peningkatan teknologi, pro duktivitas, dan kualitas ternak;
c) Pengendalian limbah peternakan agar tidak mengganggu lingk ungan permukiman dan sumber air;
serta d) Pengembangan sinergi antara kegiatan peternakan dan usaha pertanian lainnya.
4.
Kawasan Perikanan
Kawasan perikanan tangkap ada l ah kawasan bagi kegiatan memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau c ara apapun . Kegiatan ini juga
termasuk menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kawasan pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Kutai Timur diarahkan dan dibagi dalam tiga jalur dengan klasifikasi area dan peralatan.
Sementara itu kawasan perikanan budidaya adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan seta memanen hasilnya dalam lingkungan terkontrol, termasuk kegiatan yang meng gunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kriteria penetapan kawasan perikanan budidaya meliputi: a) P erairan laut pasang surut yang terlindung pasir, kerakal dan atau berbatu;
b) Peraira n lautyang semi terlindung dan atau perairan yang terlind ung dari aksi gelombang ekstrim;
c) Di luar kawasan pelabuhan dan atau jalur pelayaran ;
d) Salinitas air relatif konsta n dalam kisaran normal air laut;
e) Aksesibilitas kawasan mudah dicapai, dekat p emukiman masyarakat pesisir dan tida k dalam pengaruh oeh air limbah;
f) Perairan laut di luar
zona inti kawasan perlindungan; serta
g) Perairan laut di luar areal terumbu karang dan Padang Lamun, h) Kualitas air memenuhi baku mutu air laut untuk budidaya i kan. Sedangkan kawasan budidaya laut yang
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 14
direncanakan dikembangkan berada di perairan laut Kecamatan Sangatta Selatan berupa budidaya perikanan tangkap laut dan budidaya rumput laut.
5.
Kawasan Pertambangan
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus mempertahankan kawasan lindung yang ada. Kawasan pertambangan yang ada saat ini sangat dimungkinkan menjadi kawasan lindung di masa yang akan datang . Oleh karena itu upaya rehabilitasi dan revitalisasi kawasan bekas pertambangan
menjadi keharusan agar tida k terjadi kerusakan ekologis yang sangat serius dan berdampak fatal dikemudian hari.
Kawasan pertambangan, dimana produksi yang dihasilkan oleh sektor ini memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian regi o nal Kutai Timur. Produksi tambang yang dih asilkan oleh beberapa perusahaan lokal, nasional dan internasional diharapkan mampu menjadi penggerak utama ( prime mover ) bagi perekonomian Kabupaten Kutai Timur . Ak an tetapi potensi peruntukan kawasan pertambangan dalam rencana tata ruang kabupaten tahun 201 5 - 203 5
berdasarkan ijin konsesi pertambangan sebagai kawasan tambang sebagian besar masih dalam proses Feasibility Study yang lebih lanjut untuk kesesuaian lahannya. Ijin konsesi kawasan yan g memiliki potensi pertambangan di Kabupaten Kutai Timur memili ki luas sebesar lebih kurang 1.602.653 Ha.
6.
Kawasan Pariwisata
Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial menciptakan
P endapatan A sli D aerah (PAD) serta mampu memberikan multiplier effect
bagi berkembangnya sektor - sektor terkait, seperti pertanian (bunga, buah, perikanan), industri kerajinan, perdagangan (misalnya rumah makan), dan jasa (penginapan, pemandu wisata, transportasi, dan sebagainya). B erkembangnya sektor ini
diharapkan dapat me ningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata .
Kekayaan alam
di Kabupaten Kutai Timur seperti
hutan, pantai, goa merupakan aset berharga yang potensial untuk dikembangkan. Kondisi alam
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 15
Kabupaten Kutai Timur mena warkan ragam produk wisata yang dapat dikembangkan, antara lain Geowisata (lokasi Karst Sangkulirang - Gua Pengadan), Wisata Pantai (beberapa lokasi yang berada di zona Sangatta), Wisata Bahari (pulau Birah - Birahan), Ekowisata (berbagai lokasi di Taman Nasio nal Kutai), Wisata Budaya Tradisional (desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian (Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko), Keunggulan daya tarik wisata, lukisan - lukisan berupa gambar negatif cap tangan tga susun, perhiasan, peralatan, patung bahkan guci - guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan sejauh ini merupakan satu - satunya gua alami di Indonesia yang memiliki peninggalan pra sejarah.
Kegiatan yang dikembangkan dengan fungsi
untuk mendukung kegiatan pariwisata ini adalah: a) Peningkatan program sadar wisata kepada masyarakat me lalui penerangan dan penyuluhan; serta
b) Peningkatan promosi obyek wisata, penataan dan pengembangan terhadap obyek - obyek wisata yang ada sehingga leb ih representatif.
7.
Kawasan Pemukiman
Kabupaten Kutai Timur memiliki kawasan pemukiman perkotaan dan kawasan pemukiman perdesaan.
Kebijakan pengembangan permukiman pedesaan dilakukan dengan menciptakan sentra - sentra produksi yang prospektif dalam penyerapan
tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. Sejalan dengan itu perlu diciptakan saling keterhubungan antara sentra produksi dengan pusat pemasarannya sehingga dapat saling menunjang s i stem perwilayahan. Kawasan permukiman pedesaan di Kabupaten Kutai Timur di rencanakan lebih kurang 70.588,63 h a yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur.
Ka wasan permukiman perkotaan terletak di 3 (tiga) Kecamatan antara lain: Kecamatan Sangatta Utara , Sangatta Selatan, dan Kaliorang. Kecamatan Sangatta Utara
sebagai pusat kegiatan wilayah dan sentra pemerintahan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 16
dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup besar. Kecamatan Sangatta Selatan juga merupakan bagian dari pusat kegiatan wilayah
dan
areal Taman Nasional Kutai
(TNK) . Permukiman perkotaan lainnya ya ng direncanakan di Kabupaten Kutai Timur berada di Kecamatan Kaliorang sebagai perwujudan dari konsep Kota Terpadu Mandiri (KTM), yang dialokasikan seluas lebih kurang 126,04 ha.
2.1.1.3
Wilayah Rawan Bencana
Berikut adalah h asil identifikasi kawasan rawan be ncana di Kabupaten Kutai Timur :
1)
Kawasan Rawan Bencana Banjir
Kawasan rawan bencana banjir adalah lokasi yang secara rutin mengalami genangan lebih dari enam jam pada saat musim hujan. Kawasan rawan bencana banjir memerlukan penanggulangan. Rencana penanggulangan banjir dan pelestarian alam yang lebih berorientasi pada kelangsungan hidup ekologi dapat disebutkan sebagai berikut:
a)
Penyuluhan
perlindungan dan pelestarian alam serta penyuluhan bahaya banjir ;
b)
Gerakan penghijauan lingkungan ; dan
c)
Manajemen
pengelolaan dan penanggulangan banjir .
2)
Rawan Bencana Gerakan Tanah (Longsor)
Kawasan rawan bencana alam rawan longsor merupakan zona yang mudah bergerak akibat adanya patahan atau pergeseran batuan induk pembentuk tanah.
Beberapa kecamatan merupakan kawas an rawan bencana longsor karena mempunyai kelerengan lebih dari 40 persen dan daerah yang berada di aliran sungai dengan arus deras. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah bencana longsor adalah:
a)
Membatasi eksploitasi bahan galian ;
b)
Gerakan penghijauan lingkungan dengan tanaman yang tepat ; dan
c)
Manajemen pengelolaan dan penanggulangan longsor .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 17
3)
Rawan Bencana Kebakaran Lahan dan Pemukiman
Kabupaten Kutai Timur adalah satu daerah yang dikategorikan rawan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan hasil pemantauan satelit, di wilayah Kutai Timur mulai banyak ditemukan adanya daerah rawan kebakaran. Oleh sebab itu, diperlukan keter libatan semua pihak untuk pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran. Selain itu, diperlukan peningkatan kesiagaan, mengefektifkan kegiatan pemantauan dan pengawasan, serta mengambil langkah - langkah konkret secara terkoordinasi dan terpadu untuk mengatas i bahaya kebakaran.
2.1.1.4
Aspek Demografis
Penggalian batubara dan hasil perkebunan di Kabupaten Kutai menjadi salah satu potensi aktivitas ekonomi yang menciptakan banyak lapangan kerja. Kabupaten Kutai Timur sebagai tempat yang baik untuk mencari kerja atau mengembangkan usaha penunjang industri batubara, dan pengelolaan perkebunan.
Konsekuensi dari hal tersebut, banya k tenaga kerja dari luar daerah yang datang ke Kabupaten Kutai Timur. Hal ini secara tidak la ngsung akan mempengaruhi jumlah penduduk. Jumlah perkembangan pendudu k Kabupaten Kutai Timur selama 3
tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 2.4 berikut:
Tabel 2. 4
Jumlah Penduduk, Pertumbuhan dan Persebaran serta
Kepadatan Pend uduk Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Uraian
Satuan
2017
2018
2019
Jumlah Penduduk
Jiwa
418.625
420.760
422.905
Pertambahan Jumlah Penduduk
Jiwa
3.072
2.135
2.145
Pertumbuhan Penduduk
(%)
0,73
0,51
0,51
Kepadatan Penduduk
Jiwa/
11,71
11,77
11,83
km 2
Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab upaten
Kutai Timur Tahun 2020
J umlah penduduk
di
Kabupaten Kutai Timur
pada tahun 201 9
mencapai
422.905
jiwa.
Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 2.1 4 5 jiwa dari tahun sebelumnya
se banyak
420.760
jiwa . P ertumbuhan
penduduk cenderung
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 18
tetap selama 2 tahun terakhir (Tabel 2.4). Secara umum, apabila d itinjau dari sisi rasio jenis kelamin, secara umum Kabupaten Kutai Timur mempunyai penduduk laki - laki lebih banyak dibanding penduduk perempuan. A pabila ditinjau dari pola sebaran penduduk, Tabel 2.5
menunjukkan bahwa terdapat 6 (enam )
k ecamatan yang
mempunyai jumlah pend uduk lebih dari 10.000 jiwa . Kecamatan yang dimaksud adalah
Muara Wahau,
Sangatta Utara,
Sangkulirang, Kongbeng, Bengalon,
dan Sangatta Selatan.
Tabel 2. 5
Jumlah dan Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 – 2019
Kecamatan
2017
2018
2019
L
P
L
P
L
P
Muara Ancalong
7.069
6.308
7.525
6.753
7.671
6.903
Muara Wahau
15.193
12.821
15.749
13.438
16.151
13.946
Muara Bengkal
7.504
6.674
7.544
6.802
7.599
6.888
Sangatta Utara
65.837
55.118
67.721
57.068
66.063
57.082
Sangkulirang
12.298
10.608
12.282
10.792
12.578
11.013
Busang
3.294
2.887
3.312
2.868
3.248
2.805
Telen
6.231
5.244
5.976
4.990
5.935
4.971
Kongbeng
15.257
13.187
15.385
13.351
15.807
13.908
Bengalon
23.643
18.959
22.530
18.262
22.633
18.634
Kaliorang
7.780
6.668
7.782
6.649
8.024
6.833
Sandaran
6.898
5.347
6.503
5.209
6.583
5.343
Sangatta Selatan
17.211
14.374
17.047
14.432
16.718
14.38 0
Teluk Pandan
8.998
7.180
8.662
7.048
8.336
6.95 0
Rantau Pulung
5.858
5.143
6.110
5.350
6.333
5.594
Kaubun
8.676
7.049
8.408
6.860
8.466
7.067
Karangan
8.044
6.332
7.336
5.932
7.175
5.912
Batu Ampar
3.977
3.409
4.216
3.616
4.325
3.727
Long Mesangat
4.058
3.491
3.890
3.362
3.893
3.411
Jumlah
227.826
190.799
227.978
192.782
227.538
195.367
Jumlah L + P
418.625
420.760
422.905
Rasio Jenis Kelamin
119,41
118,25
116
Pertumbuhan (%)
0,73
0,51
0,51
Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
Pada tahun 201 9
jumlah penduduk laki - laki sebesar 227.538
jiwa dan penduduk perempuan sebesar 19 5.367
jiwa den gan rasio jenis kelamin 116 . Rasio jenis kelamin di Kabu paten Kutai Timur terus mengalami penurunan.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 19
Perubahan demografis ini mungkin disebabkan oleh karena migrasi masuk ke Kabupaten Kutai Timur lebih banyak didominasi oleh laki - laki. Hal ini sebagai implikasi dari lapangan pekerjaan yang tersedia untuk pendud uk laki - laki lebih banyak dibanding lapangan pekerjaan untuk perempuan.
Tabel 2.6 menyajikan sebara n
jumlah penduduk di Kabupat en Kutai Timur selama tahun 201 7 - 201 9 . Rata - rata s ebaran penduduk
yang tertinggi
di dominasi oleh tiga kecamatan , yaitu: Kecamat an Sangatta Utara ( 29,22
persen), Kecamatan Bengalon ( 9,87
persen), dan Kecamatan Sangatta Selatan (7, 4 5
persen).
Tabel 2. 6
Persebaran Penduduk Menurut Kecamatan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 – 2019
Kecamatan
Persebaran Penduduk (%)
2017
2018
2019
Muara Ancalong
3,20
3,39
3,45
Muara Wahau
6,69
6,49
7,12
Muara Bengkal
3,39
3,41
3,43
Sangatta Utara
28,89
29,66
29,12
Sangkulirang
5,47
5,48
5,58
Busang
1,48
1,47
1,43
Telen
2,74
2,61
2,58
Kongbeng
6,79
6,83
7,03
Bengalon
10,18
9,69
9,76
Kaliorang
3,45
3,43
3,51
Sandaran
2,93
2,78
2,82
Sangatta Selatan
7,54
7,48
7,35
Teluk Pandan
3,86
3,73
3,61
Rantau Pulung
2,63
2,72
2,82
Kaubun
3,76
3,63
3,67
Karangan
3,43
3,15
3,09
Batu Ampar
1,76
1,86
1,90
Long Mesangat
1,80
1,72
1,73
Jumlah
100,00
100,00
100,00
Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
Komposisi jumlah penduduk menurut kelompok umur disajikan dalam Tabel 2.7. Penyajian
data penduduk berdasarkan
kelompok umur berguna untuk pe nghitungan angka ketergantungan atau D ependency Ra tio
(DR).
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 20
Angka DR diunakan untuk memprediksikan berapa beban (penduduk non produktif) yang harus ditanggung oleh penduduk usia pro duktif. K utai Timur merupakan daerah terbuka
yang terkenal adanya potensi sumber daya alam yang melimpah . Hal tersebut
menyebabkan mobilitas penduduk yang terjadi cukup tinggi, terutama penduduk yang datang untuk bekerja/mencari kerja,
dimana sebagian besar berusia produktif (usia 16 - 40
tahun ).
Tabe l 2. 7
Persebaran Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur
Berdasarkan Kelompok Umur
T ahun 20 1 7 – 2019
Kelompok Umur
201 7
2018
2019
0 –
4
20.195
21.584
23.105
5 –
9
43.506
42.302
42.603
10 –
14
41.215
42.256
43.328
15 –
19
36.567
38.336
38.903
20 –
24
37.199
37.377
38.365
25 –
29
44.144
41.412
38.624
30 –
34
45.129
42.337
39.655
35 –
39
41.130
40.336
38.699
40 –
44
32.803
33.761
34.160
45 –
49
26.954
27.043
27.642
50 –
54
18.792
20.382
21.208
55 –
59
12.529
13.116
14.082
60 –
64
7.960
8.604
9.762
65 –
69
5.036
5.703
5.681
70 –
74
2.665
2.999
3.375
75 +
2.832
3.212
3.713
Jumlah
418.625
420.760
422.905
Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
Berdasarkan kelompok umur pada tahun 201 9 , tampak
bahwa
jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur terbanyak berada pada kelompok umur 10 - 1 4
tahun , yaitu
sebanyak 43.328
jiwa. Selanjutnya diikuti oleh kelompok umur 5 - 9 tahun sebanyak 42.603 jiwa dan kelompok umur 30 - 3 4 tahun sebanyak 39.655
jiwa. Kelompok umur 30 - 3 4 tahun
merupakan kelompok umur yang setiap tahunnya menempati peringkat tiga teratas d a lam katagori jumlah penduduk. Komposisi ini menunjukkan adanya potensi dan sekaligus tantangan bagi Kabupaten Kutai Timur
utamanya dalam hal penyediaa n lapangan kerja yang
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 21
dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah banyak . Hal ini
dise babkan oleh
komposisi juml ah penduduk usia produktif
atau usia kerja
yang p aling banyak.
B esarnya harapan bahwa penduduk yang ada di Kabupaten Kutai Timur menjadi pelaku pembangunan dan penikmat hasil pembangunan
merupakan manfaat dari integrasi dimensi kependudukan dalam perencanaan pembangunan . Hal ini berarti pembangunan berwawasan kependudukan lebih berdampak besar pada peningkatan kesejahteraan penduduk secara keselur uhan dibanding dengan orientasi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan (growth) . Pembangunan berwawasan kependudukan menekankan pada pembangunan lokal, dimana perencanaan berasal dari bawah (bottom up planning) , disesuaikan dengan kebutuhan
dan kondisi masyarakat lokal, dan yang lebih penting adalah melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
2.1.2
ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Aspe k kesejahteraan masyarakat menjabarkan pemerataan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta seni budaya dan olahraga.
2.1.2.1
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
A.
Pertumbuhan PDRB
PDRB merupakan nilai pasar dari barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk suatu wilayah dalam satu tahun. Semakin tinggi nilai PDRB, semakin sejahtera sejahtera masyarakat yang bersangkutan. Nilai pasar barang dan jasa adalah kuantitas barang dan jasa dikalikan dengan harga pasar yang berlaku. Hal ini menyebabkan PDRB menjadi indikator kesejahteraan obyektif yang dapat diperbandingkan antar wilayah dan antar bangsa. Oleh karena PDRB merupakan jumlah dari kuantitas dikalikan dengan harga pasar yang berla ku, maka peningkatan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dalam suatu tahun belum tentu mengindikasikan adanya peningkatan kesejateraan masyarakat. Peingkatan PDRB bisa saja disebabkan oleh faktor kenaikan harga tanpa diikuti oleh kenaikan volume barang da n jasa. Untuk menghindari
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 22
kondisi ini, maka PDRB juga
dihitung dengan harga konstan; yaitu menggunakan harga pada tahun tertentu, yang disebut dengan tahun dasar. Perhitungan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) akan menghasilkan nilai ri i l PDRB. Perubah an PDRB ADHK dari tahun ke tahun disebut dengan pertubuhan output atau pertumbuhan ekonomi.
Hal lainnya tentang PDRB adalah bahwa PDRB hanya memperhitungkan aktivitas ekonomi yang mempunyai konsekuensi nilai pasar, sedangkan aktivitas yang tidak membawa k onsekuensi nilai pasar, seperti pekerjaan ibu rumah tangga, anak - anak yang sedang sekolah,serta aktivitas ekonomi yang digolongkan underground economy .
Perkembangan perekonomian kabupaten Kutai Timur selama 5 tahun terakhir tidak terlepas dari kontribusi sektor – sektor ekonomi yang mendukungnya, diantaranya sektor Pertambangan dan Galian, serta sektor Pertanian. Sektor pertambangan dan penggalian terutama subsektor pertambangan nonmigas (batubara) masih merupakan sektor pendukung utama perekonomian Kabupate n Kutai Timur. Dominasi subsektor ini ditandai dengan masih tingginya peranan sektor pertambangan khususnya batubara tahun 2015 - 2019.
Perkembangan PDRB - ADHB Kabupaten Kutai Ti mur dengan migas pada tahun 201 5 - 201 9
dengan migas dan batubara
selalu mengalami kenaikan
berturut - turut dari Rp93.492.172,43 juta
(2015) menjadi
p133.725.073,9 (2019). Adapun perkembangan PDRB - ADHK pada periode yang sama cenderung mengalami kenaikan walaupun sempat turun ketika tahun 2016 . Laju pertumbuhan ekonomi t anpa migas dan batubara pada periode yang sama cenderung
meningkat juga
dari 2,86
persen tahun 201 5
menjadi 4,53
persen (angka sangat sementara) pada tahun 201 9
(Tabel 2.8).
K omoditi pertambangan khususnya batubara memiliki
rata - rata kontribusi
mencapai 80,84
persen dari nilai PDRB tahun 2015 - 2019 . Batubara menjadi andalan Kabupaten Kutai Timur karena produksi dari komoditas tersebut sebagian besar diekspor ke luar negeri . Hal ini
menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu andalan Provinsi Kalimantan Timu r. Namun harga komoditas batubara pernah mengalami penurunan drastis
khususnya tahun
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 23
2016 , maka berakibat pada pertumbuhan ekonomi Kutai Timur yang semakin melambat.
Selanjutnya mulai tahun 2017
hingga 2018
pertumbuhan Kutai Timur mulai mengalami pertumbuh an positif.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 24
Tabel 2. 8
Perkembangan PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kutai Timur
Tahun 2015 - 201 9
Tahun
Dengan Migas (Juta Rp)
Tanpa Migas (Juta Rp)
Tanpa Migas & Batubara
(Juta Rp)
Laju Pertumbuhan (%)
Harga Berlaku
Harga Konstan 2010
Harga Berlaku
Harga Konstan 2010
Harga Berlaku
Harga Konstan 2010
Dengan Migas
Tanpa Migas
Tanpa Migas & Batubara
2015
93.492.172,43
84.707.482,11
93.063.274,62
84.348.324,35
24.748.577,65
18.491.713,40
1,33
1,35
2,86
2016
94 .9 21 . 969 , 38
8 3 . 795 . 053 , 74
94 . 529 . 316 , 25
8 3 . 445 . 708 , 60
2 6 . 582 . 533 , 13
1 8 . 750 . 494 , 62
1,07
- 1,07
1,41
2017
117.816.985,40
86.458.545,40
117.453.051,42
86.163.714,88
31.065.953,33
19.444.194,28
3 , 18
3 , 26
3 , 70
2018 *
127.779.585,0
88.545.266,4
127.343.063,9
88.228.628,8
31.130.389,3
20.353.474,7
2,34
2,35
5,34
2019 **
133.725.073,9
95.604.475,0
133.298.867,0
95.284.358,3
32.927.032,6
21.276.188,8
7,97
8 ,00
4,53
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020
Keterangan: * )
BP S Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)
** )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 25
Gambar 2.2 menyajikan informasi yang sama dengan Tabel 2.8; hanya saja ilustrasi gambar akan memberikan nuansa informasi yang lebi h mudah dipahami. Perbandingan nilai PDRB ketika ketergantungan pada migas dan batubara terlihat jelas harus menjadi alarm, bahwa sektor lain harus berkembang cepat menggantikan kontribusi migas dan batubara.
Sumber: BPS Pro vinsi Kalimantan Timur Tahun 2020
Keterangan: * )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)
** )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)
Gambar 2. 2
PDRB Atas
Dasar Harga Berlaku (Rp Juta) Tahun 201 5 – 201 9
Informasi yang tersaji dalam
Gambar 2.2 dan 2.3
menunjukkan bahwa
peranan sektor migas dan pertambangan (batubara) sangat
dominan dalam
pembent ukan PDRB Kabupaten Kutai Timur . Si tuasi ini cukup lemah secara struktural, karena tingginya ketergantungan PDRB pada sumbe r daya yang tidak dapat diperbaharui ( non - renewable resources ).
K ebijakan dan strategi khusus diperlukan dalam upaya melepaskan secara bertahap dari ketergantungan terhadap subsektor pertambangan khususnya dari batubara.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 26
Sumber: BPS Pro vinsi Kalimantan Timur Tahun 2020
Keterangan: * )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)
** )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)
Gambar 2. 3
PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 201 5 – 201 9
B.
Struktur Ekonomi
Peranan sektor Pertambangan dan Galian masih menjadi sektor yang dominan pada perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Namun, k ontribusi sektor ini terhadap PDRB Kabupaten Kutai Timur adalah dalam 5 (lima )
tahun terakhir bergerak turun dari 8 0,31
persen
tahun 201 5 , turun menjadi 81,52
persen pada tahun 201 9 . Hal yang sama terjadi
pula
pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Jasa Pertanian. Sektor ini memberikan kontribusi terbesar kedua setelah Pertambangan dan Penggalian. Kontribusi sektor
ini menyumbang sebesar 8,11
persen pada tahun 201 5 , kemudian menurun menjadi 7,65
persen pada tahun 201 9 . Selanjutnya , pada
urutan ketiga sektor Industri pengolahan
menyumbang sebesar 2, 74
persen tahun 201 5
meningkat menjadi 2,92
persen pada tahun 201 9 . Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Jasa Pertanian
diharapkan
dapat mengurangi dominasi peranan sektor Pertambangan dan Galian secara berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kutai Timur menuju Kabupaten yang maju dal am sekt or agribisnis dan agroindustri.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 27
Tabel 2. 9
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
M enurut Lapangan Usaha Tahun 201 5 – 201 9
(Juta Rp)
No
Sektor Usaha
Tahun
2015
2016
2017
2018 *)
2019 **)
1
Pertanian, Kehutanan,
Perikanan
7.583.997,54
8.225.267,10
9.129.987,80
9.731.513,4
10.233.186,6
2
Pertambangan dan Penggalian
75.081.902,86
75.207.223,14
96.064.874,80
104.293.209,6
109.015.241,9
3
Industri Pengolahan
2.559.942,56
2.826.950,49
3.585.906,20
3.770.792,1
3.860.822,4
4
Pengadaan Listrik dan Gas
6.443,58
8.608,66
10.468,30
12.352,3
13.662,9
5
Pengadaan Air
11.576,19
12.666,34
13.975,30
14.296,8
15.430,7
6
Konstruksi
2.168.447,77
2.225.632,40
2.248.188,90
2.420.007,3
2.504.525,6
7
Perdagangan, Hotel & Restoran
1.737.050,29
1.796.686,19
1.891.655,70
2.205.001,4
2.395.583,0
8
Transportasi dan Pergudangan
1.076.100,03
1.123.716,30
1.188. 112,00
1.337.537,1
1.439.980,7
9
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
207.689,21
219.976,90
244.767,10
281.520,8
306.518,6
10
Informasi dan Komunikasi
249.920,85
270.654,44
287.943,80
317.298,9
336.875,9
11
Jasa Keuangan
141.343,41
151.173,43
161.293,60
176.845,0
187.387,4
12
Real Estate
297.288,72
301.354,54
318.881,50
346.176,1
366.152,9
13
Jasa Perusahaan
73.897,00
76.436,35
80.051,20
84.294,0
89.829,6
14
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
1.111.635,72
1.145.704,39
1.121.053,40
1.164.269,4
1.175.706,2
15
Jasa Pendidikan
926.064,47
1.021.754,96
1.119.270,20
1.239.355,3
1.360.796,3
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
118.368,98
134.649,51
152.251,20
169.756,8
186.520,7
17
Jasa Lainnya
140.503,24
173.508,24
198.304,40
215.358,6
236.852,5
Jumlah
93.492.172,43
94.921.969,38
117.816.985,40
127.779.585,0
133.725.073,9
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020
Keterangan: * )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)
** )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 28
R ata - rata selama lima tahun
(2014 - 2018) ,
kontribusi terbesar pada S ektor P ertambangan
dan Penggalian
telah menyumba ng
nilai PDRB sebesar 80, 67
persen. Sedangkan k ontribusi S ektor Pertanian , Kehutanan dan Perikanan sebesar 8 0 , 84
persen . Selanjutnya, Industri Pengolahan menyumbang
sebesar 2 , 92
persen, diikuti S ektor
K onstruksi
2, 07 p ersen ; S ektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar
1, 09
persen ; sek tor transportasi dan perguda ngan sebesar 1,77
persen . Sementara s ektor - sektor yang
lainnya
(12 sektor)
mempunyai kontribusi
dibawah 1 persen.
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur, 2020 (diolah)
Gambar 2. 4
Rata - rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Dengan Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2015 - 2019
C.
PDRB Per Kapita
R ata - rata produktivitas yang dihasilkan oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu daerah
digambarkan dengan adanya nilai PDRB Per Kapita . PDRB Per Kapita Kabupaten Kutai Timur selama periode 201 5 - 201 9
yang dihitung berdasarkan tahu n dasar 2010 cenderung menurun tahun 2016.
Kemudian tahun 2017 dan 2018 terus meningkat kembali. Data PDRB P er
K apita yang dipisahkan antara PDRB dengan migas dan PDRB tanpa miga s dan batubara
dapat dilihat pada Tabel 2.10 berikut .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 29
Tabel 2. 10
PDRB Per kapita Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 5 – 201 9
(juta rup i ah)
Tahun
Dengan Migas
Tanpa Migas
Tanpa Migas dan Batubara
2015
292,06
290,72
77,31
2016
266, 40
265,52
76,88
2017
344,38
343,31
90,80
2018 * )
353,30
352,10
85,07
2019 ** )
355,55
354,41
87,55
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 201 9
Keterangan: * )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)
** )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)
Data yang tersaji dalam Tabel 2.10 di atas memberi informasi yang sama dengan tabel 2.8 dan tabel 2.9, hanya saja data dalam tabel 2.10 telah diboboti dengan jumlah penduduk. Secara umum indikator kesejahteraan penduduk nampak selalu meningkat selama lima tahun terakhir, kecuali tahun 2017 dimana perekonomian nampak mempunyai aktivitas yang luar biasa. Tingginya kontribusi migas dan batubara pada perekonomian memberi indikasi betapa timpangnya nilai tambah sektor lain. Hal ini tercermin dari nilai PDRB per kapita dengan tiga katagori di atas.
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 201 9
Keterangan: * )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)
** )
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)
Gambar 2. 5
PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 201 5 – 201 9
(juta rupiah)
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 30
D.
Kemiskinan
Kemiskinan terjadi secara umum disebabkan oleh pendapatan penduduk dibawah standard hidup layak. Dalam konsep kemiskinan ada dimensi lain yang harus diperhatikan, yaitu tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Selain upaya memperkecil jumlah penduduk mi skin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga perlu fokus pada pengurangan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
P enanggulangan kemiskinan secara sinergis dan sistematis terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Dalam tiga tahun terakhir; 2017 - 2019, kondisi kemiskinan baik dilihat dari jumlah penduduk miskin (jiwa) maupun persentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan menunjukkan adanya tren peningkatan. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi kemiskinan meningkat, diantaranya perub ahan struktur ekonomi. Sektor - sektor yang terkait IT mulai bangkit seiring dengan era industri 4.0; sementara sektor - sektor yang selama ini dominan (migas - batubara dan pertanian) belum siap mengadopsi tehnologi secara cepat. Perubahan arah perdagangan duni a, perubahan pola pasar minyak dan perubahan iklim turut menyumbang tingginya angka kemiskinan di Indonesia, khususnya yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur.
Tabel 2. 11
P ersentase
Penduduk M iskin
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Tahun
Penduduk Miskin
(Jiwa)
Penduduk Miskin
(%)
201 7
31.950
9,29
2018
33.024
9,2 2
2019
35.314
9,48
Sumber:
BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20
Sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan, p ada tahun 201 8
pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengalokasikan dana bantuan sebagai stimulan perumahan swadaya. Bantuan tersebut ditujukan untuk peningkatan kualitas rumah penduduk miskin sejumlah 409
unit yang tersebar di 5
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 31
kecamatan, yaitu Sangatta Selatan, Rantau Pul ung, Bengalon, Kaliorang dan Karangan. Alokasi dana stimulan ini tidak hanya meningkat dalam jumlah rumah yang dibangun, namun juga cakupan wilayah.
E.
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM)
I ndeks P embangunan M anusia ( IPM )
merupakan
indeks komposit hasil agregasi tiga jenis indeks yang masing - masing mewakili dimensi pembangunan manusia, yakni indeks kesehatan, indeks pendidikan, dan indeks standar hidup. Peningkatan IPM di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan adanya peningkatan dalam
pe mbangunan sosial ekonomi yang berimplikasi pada peningkatan kualitas
hidup
masyarakat ;
baik dari segi kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.
Angka - angka yang tersaji dalam Gambar 2.6 menunjukkan bahwa selama periode tahun 201 5 - 201 9 , kinerja pemba ngunan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kutai Timur telah berjalan cukup baik. Setiap tahun IPM selalu mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan keberhasilan yang dicapai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Pada perkembangan dua (2) tahun terakhir yakni, pada t ahun 2018
angka IPM Kabupaten Kutai Timur mencapai 72,56 dan tahun 2019 menjadi 73,49 . Kenaikan angka IPM ini sangat dipengaruhi oleh naiknya variabel pembentuknya seperti variabel kesehatan dan pendidikan.
Sumber: B PS Provinsi Kalimantan Timur,
2020
(diolah)
Gambar 2. 6
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 201 4 - 2019
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 32
F.
Indeks
Pembangunan Desa
Desa
Membangun adalah program pembangunan yang difokuskan dan dilaksanakan mulai dari desa dengan harapan akan mewujudkan desa mandiri. Kinerja pembangunan di suatu desa diukur dengan menggunakan Indeks Pembangunan Desa (IPD) . Berdasarkan nilai IPD , desa di kel ompok kan menjadi tiga, yaitu :
Desa Mandiri, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal. Ukuran
IPD dikembangkan dengan angka indeks komposit. Angka indeks ketiga kelompok desa berdasarkan ukuran IPD seperti tabel berikut.
Tabel 2. 12
Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD
Kategori Desa
Skor IPD
IPD
Desa Tertinggal
< 50
Indeks < 0, 5 0
Desa Berkembang
50 - 74
Indeks 0, 5 0 –
0,74
Desa Mandiri
>75
Indeks > 0,75
Sumber: Bappenas
Pada tahun 2017 IPD Kabupaten Kutai Timur
sebesar 60,67 meningkat signifikan menjadi 63,97 pada tahun 2019. Peningkatan nilai IPD tersebut diikuti dengan pergeseran kategori desa yang semaki n membaik, seperti pada T abel 2.13.
Penurunan jumlah desa tertinggal dari tahun 2015 ke tahun 201 9
sebanyak 16
desa. Sebaliknya, peningkatan terjadi pada katagori desa berkembang dan desa mandiri. Desa berkembang meningkat sebanyak 9
desa dan desa mandiri meningkat sebanyak 11
desa. J umlah desa di Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan sebanyak 4
desa
dari ta hun 2015 ke tahun 2017.
Tabel 2. 13
Kategori Desa di Kabupaten Kutai Timur 2015, 2017, dan 2019
Kategori Desa
Jumlah Desa
2015
2017
2019
Desa Tertinggal
23
12
7
Desa Berkembang
108
119
117
Desa Mandiri
4
8
15
Jumlah Desa
13 5
139
139
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 33
Terdapat 5 (lima) variabel atau dimensi
utama yang diukur dalam IPD, yaitu:
1.
Pelayanan Dasar. Dimensi ini
mewakili aspek pelayanan dasar untuk memenuhi
kebutuhan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Variabel penyusun Pelayanan Dasar adalah: 1) Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas pendidikan;
serta
2) Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas kesehatan . Fasilitas kecehatan mencakup:
rumah sakit , rumah sakit bersalin, puskesmas/pustu, tempat praktek dokter, poliklinik/balai pengobatan, tempat praktek bidan, poskesdes, polindes dan apotek.
2.
Kondisi Infrastruktur, mewakili aspek Kebutuhan Dasar, Sarana, Prasarana, Pengembangan Ekonomi Lokal dan Pem anfaatan Sumberdaya Alam secara berkelanjutan. Variabel penyusun kondisi infrastruktur adalah:
1) Ketersediaan infrastruktur ekonomi seperti: kelompok pertokoan, minimarket, toko kelontong, pasar, restoran, rumah makan, warung/kedai makanan, akomodasi hote l/penginapan, serta bank; 2) Ketersediaan infrastruktur energi seperti: listrik, penerangan jalan, dan bahan bakar untuk memasak; 3) Ketersediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi seperti: sumber air minum, sumber air mandi/cuci, dan fasilita s buang ai r besar;
4) Ketersediaan dan kualitas infrastruktur komunikasi dan informasi seperti: komunikasi menggunakan telepon seluler, internet, dan pengiriman pos/barang.
3.
Aksesibilitas dan sarana Transportasi. Hal ini mencakup
kekhususan dan prioritas pembangunan
desa sebagai penghubung kegiatan sosial ekonomi antar
desa. Variabel penyusun aksesibilitas/transportasi adalah:
1) Ketersediaan dan akses terhadap sarana transportasi seperti: lalu lintas dan kualitas jalan, aksesibilitas jalan;
serta
2) Ketersediaan dan
operasional angkutan umum dan aksesibilitas transportasi seperti: waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor camat, biaya per kilometer transportasi ke kantor camat, waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor bupati dan biaya per kilometer t ransportasi ke kantor bupati.
4.
Pelayanan Umum . Hal ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan atas barang, jasa dan atau pelayanan administratif dengan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 34
tujuan memperkuat demokrasi, kohesi sosial, perlindungan lingkungan dan sebagainya. Variabel peny usun pelayanan umum adalah:
1) penanganan kesehatan masyarakat seperti: penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB)
pada beberapa jenis penyakit, diantaranya wabah diare,
dan penanganan gizi buruk; 2) ketersediaan fasilitas olah raga seperti: ketersediaan lapangan olah raga, dan kelompok kegiatan olah raga.
5.
Penyelenggaraan Pemerintahan . Hal ini
menggambarkan
kinerja pemerintahan desa dalam
bentuk pelayanan administratif.
Variabel - variabel penyusun penyeleng garaan pemerintahan adalah: 1) K emandirian seperti: kelengkapan pemerintahan desa, otonomi desa, dan aset/kekayaan desa; 2) Kualitas sumber daya manusia seperti: kualitas SDM kepala desa dan sekretaris desa.
2.1.2.2
Fokus Kese jahteraan Masyarakat
Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan masyarakat mencakup
indikator
dari bidang pendidikan, kesehatan, pertanahan, dan ketenagakerjaan.
A.
Pendidikan
Kinerja
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam
urusan
pendidikan pada
tahun 201 7 - 201 9
disajikan dalam Tabel 2.14. Dari enam indikator capaian kinerja urusan pendidikan, empat diantaranya selalu mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Dua indikator capaian yang mengalami fluktuasi adalah Angka Parsipasi Kasar (APK) SMP/MTs
dan An gka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs.
Tabel 2. 14
Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
201 7
201 8
2019
Rata - rata lama sekolah
(%)
8,72
9,06
9,0 8
Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI
(%)
125,28
126,29
127,60
Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs
(%)
99,20
98,90
104,43
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 35
Indikator
Satuan
201 7
201 8
2019
Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI
(%)
109,58
11 8,68
114,47
Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs
(%)
72,11
74,26
75,21
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timu r Tahun 2020
1)
Rata - Rata Lama Sekolah
Rata - rata lama sekolah adalah rata - rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indiaktor ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tin gkat pendidikan yang sedang diduduki. Standar yang ditetapkan oleh UNDP
adalah rata - rata lama sekolah
minimal 0 tahun dan maksimal 15 tahun.
Tabel 2. 15
Rata - rata Lama Sekolah Penduduk
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Tahun
Rata - rata Lama Sekolah (Tahun)
2017
8,72
2018
9,06
2019
9,08
Sumber: Dinas Pendidikan Kab .
Kutai Timur Tahun 2020
(diolah)
Capaian rata - rata lama sekolah penduduk Kutai Timur menunjukkan trend
peningkatan . Apab ila angka - angka
ini dikonversikan ke jenjang pendidikan, rata - rata keseluruhan penduduk Kabupaten Kutai Timur sudah m e njalani pendidikan setara
kelas 3
SMP .
Kondisi
ini berarti sudah melampaui angka 6 tahun (lulus SD)
dan meningkat satu tahun dari tahun 2017 .
2)
Angka Partisipasi Kasar (APK)
Angka Partisipasi Kasar (APK) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah murid pada jenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA dan sebagainya) dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase. Hasil perhitungan APK i ni digunakan untuk
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 36
mengetahui banyaknya anak yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada wilayah tertentu. Angka
APK
yang lebih tinggi
bermakna
semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan pada suatu wilayah.
Sumber: Dinas
Pendidikan Kab upaten
Kutai Timur , 2020
(diolah)
Gambar 2. 7
Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan
Tahun 201 7 - 201 9
Berdasarkan
Gambar 2.7, APK SD/MI di Kabupaten Kutai Timur
tahun 201 7
sebesar 114,65
persen meningkat menjadi 127,6
persen pada tahun 201 9 .
Hal Ini berarti bahwa rasio antara jumlah anak yang bersekolah ditingkat sekolah dasar lebih besar daripada jumlah anak usia, sekolah di tingkat sekolah dasar (7 - 12 tahun), yaitu selisih 27,6 persen pada tahun 2014. Hal ini bisa diartikan bahwa ada sekitar
27,6 persen anak yang bersekolah di sekolah dasar atau yang setara merupakan anak dibawah atau diatas usia 7 - 12 tahun. Pencapaian nilai APK SD/MI di Kabupaten Kutai Timur sampai dengan tahun 2019 telah melebihi target yaitu sebesar minimal 112,19 persen p ada tahun 2019.
APK SMP/MTs
juga mengalami peningkatan, dari 95,62 persen (2017) menjadi 104,43 persen (2019). Hal Ini berarti bahwa rasio antara jumlah anak yang bersekolah ditingkat SMP/MTs lebih besar daripada jumlah anak usia, sekolah di tingkat SMP/MT s (13 - 15 tahun), yaitu selisih 4,43 persen
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 37
pada tahun 2019. Hal ini bisa diartikan bahwa ada sekitar 4,43 persen anak yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) atau yang setara merupakan anak dibawah atau diatas usia 13 - 15 tahun.
3)
Angka
Partisip asi Murni (APM)
Angka Partisipasi Murni (APM) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah siswa kelompok usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase. Indikator APM
digunakan untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan yang sesuai.
Semakin tinggi APM berarti banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu daerah pada tingkat pendidikan tertentu.
Sumber: Dinas Pendidikan Kab upaten
Kutai Timur , 2020
(diolah)
Gambar 2. 8
Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan
Tahun 201 7 - 201 9
Gambar 2. 8 menunjukkan tren APM SD /MI
dan S MP/MTs
di Kabupaten Kutai Timur dari tahun 201 7
sampai
201 9 .
Pada pe riode tersebut tren APM SD/MI dan APM SMP/MTs meningkat . Tahun 201 7
ke 201 9
terjadi pe ningkatan angka APM pada jenjang pendidikan SD /MI
dan SLTP /MTs . APM SD naik
sebesar 4,89
persen
dan APM S MP/MTs
naik
sebesar 3,1
persen.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 38
B.
Kesehatan
1)
Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB)
Angka K elangsungan H idup B ayi (AKHB) adalah probabilitas bayi hidup sampai dengan usia 1 tahun. Angka kelangsungan hidup bayi = (1 - angka kematian bayi). AK H B dihitung dengan jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun dalam kurun waktu setahun ,
per 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.
A K H B merupakan salah satu indikator dari status kesehatan masyarakat yang terkait dengan berbagai indikator kesehatan dan indikator pembangunan lainnya.
AK H B dipengaruhi oleh indika tor - indikator :
tingkat morbiditas (kesakitan) dan status gizi anak dan Ibu. Secara empiris , AK H B di suatu daerah berkaitan
den gan angka pendapatan daerah per
kapita . Namun, di level rumah tangga; AKHB sangat berkaitan dengan:
pendapatan keluarga, jumlah a nggota keluarga, pendidikan ibu d an keadaan gizi keluarga sehingga AK H B memiliki keterkaitan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga .
Tabel 2.16 menyajikan AK H B di Kabupaten Kutai Timur
selama tahun
2017 - 201 9 . AK H B
di Kabupaten Kutai Timur selama period e
201 7 - 201 9
relatif sang at baik; yaitu pada kisaran 988 bayi per 1000 kelahiran
hidup .
Tabel 2. 16
Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Kesehatan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
201 7
2018
2019
Angka Kelangsunga n Hidup Bayi (AKHB) (per 1000 kelahiran hidup )
988,45
991
992
Sumber: Dinas Kesehatan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
2)
Angka Harapan Hidup (AHH)
Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan suatu negara dan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan program kesehatan . AHH juga sebagai
indikator penilaian kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan derajat kesehatan pada khususnya. Oleh karena itu, upaya peningkatan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 39
derajat kesehatan, diantaranya difokuskan untuk m eningkatkan AHH yaitu rata - rata tahun hidup yang akan dijalani oleh seorang bayi saat lahir sampai pada tahun tertentu saat ia meninggal.
Tabel 2. 17
Angka Kelahiran dan Kematian, dan Usia
Harapan Hidup
Tahun 201 7 - 201 9
Variabel
Satuan
2017
2018
2019
Angka Kelahiran Total /TFR
Per Wanita
2,33
7.058 (per bayi)
7.995 (per bayi
Angka Kematian B ayi/IMR
Per 1000 kelahiran hidup
11,55
9
8
Angka Harapan Hidup /AHH
Tahun
72,45
72,51
72, 76
Sumber:
Dinas Kesehatan Kab upaten Kutai Timur Tahun 2020
Tabel 2.1 7
meyajikan indikator kesehatan yang mencakup: T otal F ertility R ate
(TFR), I nfant M ortality R ate
(IMR) dan A ngka H arapan H idup (AHH) selama tahun 201 7 - 201 9
di Kabupaten Kutai Timur. Dua indikator yang terakhir, yaitu IMR dan AHH menunjukkan kondisi yang menggembirakan, dimana IMR mengalami penurunan yang cukup signifikan; IMR turun hampir 100 persen pada tahun 201 8
dibanding kondisi tahun 201 7
dan 2019 . Di s isi yang lain, AHH meningkat sebesar 0,0 6
tahun dan 0,25
tahun
selama tahun 2017 - 2019 . AHH Kutai Timur sedikit lebih tinggi dari rata - rata AHH nasional, yang masih bertahan pada angka 71,20 tahun (BPS, 2020) .
C.
Pertanahan
A nalisis kesesuaian lahan dikaitkan dengan
aspek - aspek lain seperti :
tujuan pembangunan Kabupaten Kutai Timur, peraturan perundang - undangan terkait, serta kon disi dan kecenderungan yang ada .
P ola pemanfaatan ruang secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kawa san lindung dan kawasan budidaya. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang tersebut, perlu dilakukan penatagunaan tanah dalam rangka menjamin penguasaan tanah, penggunaan tanah, dan pemanfaatan tanah sesuai arahan fungsi kawasan.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 40
D.
Ketenag akerjaan
Pertumbuhan penduduk di suatu daerah memiliki konsekuensi bagi pembangunan
yaitu bertambahnya sumber daya manusia sebagai tenaga kerja. Di sisi yang lain , pertumbuhan penduduk
yang
tidak terkendali dapat
membawa dampak yang kurang baik . Pertambahan penduduk yang besar bila tidak disertai dengan kualitas penduduk yang baik dan penyediaan lapangan pekerjaan
hanya akan menciptakan pengangguran di masa yang akan datang.
P erkembangan jumlah tenaga kerja yang terserap
per sektor disajikan dalam Tabel 2.1 8 .
J umlah tenaga kerja yang diserap di sektor pertanian menempati posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi yang
lain.
Dalam tiga tahun terakhir jumlah tenaga kerja yang terserap selalu mengalami peni ngkatan ,
n amun jika ditinjau dari persentase serapan tenaga kerja, sektor pertanian mengalami fluktuasi.
Tabel 2. 18
Jumlah Tenaga Kerja di Kabupaten Kutai Timur
Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama Tahun 201 7 - 201 9
Sektor/
Lapangan Pekerjaan Utama
2017
201 8
2019
Jumlah
%
Jumlah
%
Jumlah
%
Pertanian
52.820
35,36
44.075
28,49
52.738
33,97
Pertambangan
17.234
11,54
20.554
13,29
32.902
21,19
Industri Pengolahan
-
-
4.634
3,00
3.807
2,45
Listrik, Gas dan Air Bersih
10.743
7,19
759
0,49
628
0,40
Bangunan
1.758
1,18
6.504
4,20
9.467
6,10
Perdagangan, Hotel dan Restoran
10.332
6,92
12.324
7,97
23.931
15,42
Pengangkutan dan Komunikasi
3.065
2,05
5.630
3,64
3.417
2,20
Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan
654
0,44
6.170
3,99
244
0,16
Jasa - jasa
-
-
8.692
5,62
2.198
1,42
Bidang Lainnya
52.759
35,32
45.372
29,33
25.904
16,69
Total
149.365
100,00
154.714
100,00
155.236
100,00
Sumber:
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kutai Timur Tahun 2020
Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipili
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
(diolah)
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 41
2.1.2.3
Fokus
Seni Budaya dan Olahraga
Pembangunan kebudayaan bertujuan
untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah serta mempertahankan jati diri dan nilai - nilai budaya daerah . Upaya pelestarian budaya penting untuk dilakukan mengingat
semakin derasnya arus informasi dan pengaruh negatif budaya global. Pembangunan
seni dan budaya di Kutai Timur terus diupayakan agar dapat meningkat kan
pemahaman terhadap nilai budaya. U paya peningkatan jati diri masyarakat Kutai Timur dalam hal
solidaritas sosial, kekeluargaan, budaya dan perilaku positif seperti kerja keras, gotong
royong, penghargaan terhadap nilai budaya dan bahasa masih perlu
untuk
terus ditingkatkan.
Perkembangan arus informasi yang semakin baik dan penggunaan media sosial yang semakin intensif, berkaitan dengan semakin memudarnya nilai - nilai keb ersamaan dan kemandirian . Hal ini menunjukkan perlunya mengembalikan dan menggali kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan k epemudaan dan olahraga pembinaan generasi muda dilaksanakan melalui penyelenggaraan upacara bendera, penyelenggaraan pemuda produktif,
kegiatan pemuda pelopor.
Pembinaan olahraga dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat yang meliputi pengadaan sarana dan prasarana olahraga, penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), kegiatan l omba gerak jalan, bimbingan teknis personal, lomba senam dan kegiatan senam masal, tes kesegaran jasmani bagi SMP dan SMA, penyelenggaraan gerak jalan santai.
2.1.3
A SPEK PELAYANAN UMUM
2.1.3.1
Fokus Layanan Urusan Wajib Pelayanan Dasar
A.
Pendidikan
S alah satu aspek pembangunan di suatu wilayah adalah
adanya
S umber Daya Manusia (SDM). SDM yang dimaksud adal ah sumber daya yang berkualitas. SDM yang berkualitas merupakan SDM yang memiliki pendidikan,
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 42
skill , maupun kemauan untuk maju demi kesejahteraan hidupnya, masyarakat dan negara. Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengedepankan peningkatan kualitas SDM melalui program pembangunan yang berorientasi pada pendidikan, baik forma l maupun non formal yang tepat sasaran.
Tabel 2. 19
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pendidikan
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD
%
117,15
118,68
120,06
Angka Partisipasi Sekolah (APS) SLTP
%
81,06
52,91
76,66
Angka putus sekolah SD
%
0,07
0,10
0,05
Angka putus sekolah SLTP
%
0,13
0,82
1,01
Angka Kelulusan (AL) SD
%
100
100
100
Angka Kelulusan (AL) SLTP
%
100
100
100
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
%
76,04
81,60
75,73
Jumlah guru yang memenuhi kualifikasi S1/D - IV
%
90,93
93,20
94,40
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk (SD)
57,10
57,34
57,29
Rasio ketersediaan sekolah/penduduk (SMP)
53,42
52,91
54,66
Rasio guru/murid (SD)
17,98
17,99
17,41
Rasio guru
murid (SMP)
16,99
15,28
14,04
Angka melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs
%
92,17
84,11
85,27
Angka melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA
%
94,20
na
na
Sumber: Dinas Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
1)
Angka Partisipasi Sekolah (APS)
Angka Partisipasi Sekolah (APS) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah murid kelompok usia sekolah tertentu yang bersekolah pada berbagai jenjang pendidikan dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase . APS dihitung
berdasarkan jumlah murid kelompok usia pendidikan yang masih menem p uh pendidikan dasar per 1.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar. Ind i kator ini digunakan untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang telah bersekolah di semua jenjang pendidikan.
Makin tinggi APS berarti makin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu daerah.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 43
Sumber: Dinas Pendidikan Kab upaten
Kutai Timur, 2020
(diolah)
Gambar 2. 9
Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat
Pendidikan
Tahun 201 7 - 201 9
Data yang tersaji dalam Gambar 2.9
membandingkan APS SD /MI
dan APS S MP/MTs
selama tahun 201 7 - 201 9 . Secara umum tingkat APS
SD mengalami
peningkatan dari 117,15 persen pada tahun 2017 menjadi 120,06 persen pada tahun 2019 .
Namun, di sisi yang lain, tingkat APS SMP/MTs
cenderung mengalami flu k tuasi antara 81 - 77
persen
pada periode yang sama.
2)
Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah (SD/SLTP)
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator untuk mengukur kemampuan jumlah sekolah dalam menampung penduduk usia pendidikan. Rasio ini bisa diartikan
sebagai
jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 penduduk usia pendidikan .
Tabel 2. 20
Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah
Tahun
2017
2018
2019
SD
57,10
57,34
57,29
S MP
53,42
52,91
54,66
Sumber: Dinas Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur, 2020
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 44
Tabel
2.20 menyajikan rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah di tingkat SD dan S MP
tahun 2017 - 2019 . J enjang pendidikan
SD/MI relatif mengalami fluktuasi
selama
tiga tahun terakhir
sedangkan SMP/MTs terus meningkat rasionya.
3)
Rasio Guru Terhadap Murid (SD/SLTP)
Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah murid pada
tingkat pendidikan
tertentu . Rasio ini mengindikasikan k etersediaan tenaga pengajar , dan sekaligus
mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran.
Perkembangan Rasio Guru terhadap Murid selama tahun 201 7 - 201 9
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. 21
Rasio Guru Terhadap Murid
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Rasio Guru Terhadap Murid
Tahun
201 7
2018
2019
SD
17,98
17,99
17,41
S MP
16,99
15,28
14,04
Sumber: Dinas Pendid ikan Kabupaten Kutai Timur, 2 020
Tabel 2. 2 1 menunjukkan bahwa r asio guru terhadap murid
ditingkat SD dan SMP selama 201 7 - 2019 . Pada tingkat SD, rasio guru selalu mengalami
fluktuasi namun pada tingkat SMP menurun . Pada tingkat SMP dari satu guru melayani 17 murid menjadi satu guru melayani 14
murid.
Semakin rendah nil ai rasio ini mengindikasikan bahwa
semakin bertambah nya
tingkat pengawasan dan perhatian guru terhadap murid sehingga mutu pengajaran bisa meningkat dari tahun sebelumnya.
4)
Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar . PAUD
merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 45
dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Di Kabupaten Kutai Timur selama tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi hasil capaian tidak semakin memb aik. Hal tersebut dimungkinkan karena pembinaan dan sosialisasi PAUD belum dilakukan secara merata di seluruh lapisan masyarakat utamanya kepada ibu - ibu yang memiliki anak usia di bawah 6 tahun.
5)
Angka Putus Sekolah (SD/SLTP)
Angka Putus Sekolah didefinisi kan sebagai perbandingan antara jumlah murid putus sekolah pada jenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA dan sebagainya) dengan jumlah murid pada jenjang pendidikan tertentu dan dinyatakan dalam persentase. Hasil perhitungan Angka Putus Sekolah ini digu nakan untuk mengetahui banyaknya siswa putus sekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada wilayah tertentu.
Sumber: Dinas Pendidi kan Kabupaten Kutai Timur, 2020
(diolah)
Gambar 2. 10
Angka Putus Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Gambar 2.10 menyajikan Angka P utus S ekolah
(AP T S) tingkat SD dan S MP
selama kurun waktu 201 7 - 201 9 . AP T S pendidikan setingkat SD
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 46
mengalami fluktuasi
dan
setingkat SMP
men galami peningkatan ya ng signifikan . Beberapa penyebab adanya angka putus sekolah disinyalir disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kondisi geografis tempat tinggal yang biasanya jauh dari lokasi sekolah sehingga menyebabkan siswa tersebut enggan untuk melanjutkan sekolah. Selain itu, faktor ekonomi dan rendahnya partisipasi orang tua menjadi faktor lain yang menyebabkan angka putus sekolah semakin tinggi ke jenjang SMP.
6)
Angka Kelulusan (SD/SLTP)
Tabel 2. 22
Angka Kelulusan (AL)
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
(%)
AL
Tahun
201 7
201 8
2019
SD
100,00
100,00
100,00
S MP
100,00
100,00
100,00
Sumber: Dinas Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
Angka kelulusan adalah rasio antara murid yang lulus pada jenjang pendidikan tertentu terhadap murid kelas tertinggi pada jenjang yang sama. Indikator ini digunakan untuk memantau kemajuan siswa dalam menamatkan pendidikannya di suatu jenjang pendidikan. T abel 2.22 menyajikan Angka Kelulusan pada jenjang pendidikan SD dan SLTP selama tahun 201 7 - 201 9 . Angka Kelulusan pada jenjang SD dan SMP sudah mencapai 100 persen.
7)
Angka Melanjutkan Sekolah
Angka melanjutkan ke S MP
adalah perbandingan antara jumlah lulusan jenjang SD/MI/Paket A/setara SD terhadap jumlah siswa baru tingkat 1 pada jenjang SMP, termasuk MTs, dan paket B setara SMP .
Tabel 2.23 menunjukkan capaian indikator Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs dan SMP /MTs ke SMA/MA/SMK pada tahun 201 7
hingga 201 9 . A ngka AMS
SD/MI ke SMP/MTs
menunjukkan
adanya
trend
penurunan .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 47
Tabel 2. 23
Angka Melanjutkan Sekolah
Kabupaten Kutai Timur
Tahun 201 7 - 201 9
(%)
Angka Melanjutkan Sekolah
Tahun
2017
2018
2019
SD /MI ke SMP/MTs
92,17
84,11
85,27
SMP/MTs ke SMA/MA/SMK
94,20
na
na
Sumber : Dinas Pendidikan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
8)
Jumlah Guru Yang Memenuhi Kualifikasi S - 1/D - IV
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 20 1 7 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru dit etapkan bahwa : “ Setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional ” . Kualifikasi Akademik
merupakan pendidikan minimal
yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik. Pendidikan minimal ini dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang sesuai dengan ketentuan perundang - undangan yang berlaku. Setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi ak ademik
dan kompetensi
guru
yang berlaku secara nasional. Guru merupakan salah satu pendidik yang memegang peran esensial dalam sistem pendidikan.
Capaian p ersentase guru yang mem enuhi kualifikasi pendidikan S - 1/ D - IV dalam tiga
tahun terakhi r mengalami peningkatan . Pada tahun 2017 , capaian persentase guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan S - 1/ D - IV
sebesar
90,93
persen
menjadi 94,4 0 persen
pada tahun 20 19 .
Peningkatan
ini dikarenakan
adanya
tuntutan kebutuhan dan
sistem sertifikasi guru . Hal tersebut yang membuat seorang guru
harus meningkatkan kualifikasi akademik dan profesinalisme guru serta meningkatkan pemerataan distribusinya.
B.
Kesehatan
Kesehatan merupakan salah satu faktor utama untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karen a itu, pemerintah senantiasa meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan diantaranya
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 48
pemerataan pelayanan kesehatan serta sarana prasarana yang memadai.
T abel 2. 24
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Kesehatan
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk
0,51
0,44
0,49
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
0,02
0,02
0,02
Rasio dokter per 100.000 penduduk
0,3 6
0,27
0,23
Rasio tenaga medis per satuan penduduk
0,5 9
0,56
0,39
Rasio Posyandu per satuan balita
8,7
8,00
8,00
Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan
%
100
100
100
Cakupan puskesmas
%
116,67
116,67
116,67
Cakupan puskesmas pembantu
%
75
77,30
80,14
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
%
na
na
na
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
%
61,06
63,17
68,87
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
%
83,19
85,77
84,07
Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization
(UCI)
%
80,14
78
83,07
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA
%
43,47
76,69
68,26
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD
%
100
100
100
Cakupan kunjungan bayi
%
91,44
88,17
89,9
Sumber: Dinas Kesehatan
Kab upaten Kutai Timur, 2020
Indikator d erajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kutai Timur secara umum relatif cukup baik. Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dapat
ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya:
lingkungan sehat, pel ayanan kesehatan, faktor genetik
dan perilaku hidup sehat. Di antara empat faktor tersebut, pelayanan kesehatan memiliki peranan yang sangat strategis karena pelayanan kesehatan
lebih terkait dengan
upaya kesehatan bersifat preventif,
rehabilitasi, dan edukatif. Pada
sisi yang lain, p ermasalahan yang muncul pada sektor kesehatan secara umum mencakup: (1) dana kesehatan yang terbatas, (2) terbatasnya dan rendahnya profesionalisme tenaga medis dan paramedis, (3) rendahnya mutu layanan me dis, (4) sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki sangat terbatas, (5) belum terpenuhinya mutu gizi masyarakat yang
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 49
layak, dan (6) wilayah yang harus dilayani sangat luas sebarannya.
1)
Rasio puskesmas, poliklinik, dan pustu per satuan penduduk
Puskesmas, Poliklinik dan Pustu merupakan salah satu sarana penunjang pelayanan kesehatan dasar dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Semakin banyak jumlah ketersediannya, maka semakin memudahkan masyarakat dalam mengkases pelayanan Keseh atan dasar .
Tabel 2. 25
Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu per Satuan Penduduk
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
No
Uraian
201 7
201 8
2019
1
Jumlah Puskesmas
21
21
21
2
Jumlah Poliklinik
61
63
74
3
Jumlah Pustu
108
109
113
4
Jumlah nomor 1 sampai dengan 3
1 90
193
208
5
Jumlah Penduduk
418.625
420.760
422.905
6
Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu
per satuan penduduk
0,51
0,44
0,49
Sumber: Dinas Kesehatan
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Tabel 2.25 menyajikan rasio ketersediaan fasilitas kesehatan dasar di Kabupaten Kutai Timur. Selama tahun 201 7 - 201 9 , jumlah puskesmas tetap
namun
jumlah puske smas pembantu dan
jumlah poliklinik mengalami peningkatan.
Bertambahnya puskesmas pembantu dan poliklinik tidak sebanding deng an pertambahan jumlah penduduk. Pertambahan penduduk tersebut terutama berasal dari adanya migrasi tenaga kerja beserta keluarganya yang masuk ke wilayah Kutai Timur. Kondisi ini berakibat rasio puskesmas, poliklinik dan pustu per satuan penduduk berfluktu asi
dan bahkan menjadi lebih kecil . Kondisi
ini diperparah dengan persebaran penduduk yang belum merata, sehingga masih ada masyarakat yang domisilinya jauh dari sarana pelayanan Kesehatan dasar.
2)
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
Salah satu upaya peme rintah dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat adalah dengan membangun atau memperbaiki fasilitas kesehatan , diantaranya
k etersediaan berbagai sarana kesehatan (misal:
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 50
Rumah Sakit)
di Kutai Timur. Rumah sakit merupakan pelayanan Kesehatan
rujukan
pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif . Semakin banyak jumlah ketersediaan rumah sakit akan semakin mudah bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
Tabel 2. 26
Rasio Rumah Sakit per satuan
penduduk
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
No
Uraian
201 7
201 8
2019
1.
Rumah Sakit
8
8
8
2.
Jumlah Penduduk
418.625
420.760
422.905
3.
Rasio
0,02
0,02
0,02
Sumber: Dinas Kesehatan
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Tabel 2.26 menyajikan jumlah rumah sakit, jumlah penduduk dan rasio rumah sakit per penduduk selama tahun 201 7 - 201 9 . Secara umum, kondisi tahun 201 9
menunjukkan rasio rumah sakit
per penduduk yang cenderung tetap .
Jumlah pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Kutai Timur akan berimplikasi pada rasio jumlah rumah sakit per satuan penduduk. Kondisi ini masih membutuhkan upaya - upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terkait dengan penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang memadai.
Tabel 2. 27
Rasio Dokter , Tenaga Kesehatan per Satuan Penduduk
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
No
Uraian
201 7
201 8
2019
1
Jumlah Dokter Umum
130
111
99
2
Jumlah Dokter Gigi
38
29
28
3
Jumlah Dokter Spesialis
38
39
40
4
Bidan
561
592
575
5
Perawat
794
839
848
6
Tenaga Farmasi
113
119
127
7
Tenaga Sanitarian
27
23
31
8
Kesehatan Masyarakat
88
60
54
9
Tenaga Gizi
22
28
34
10
Tenaga Terapi Fisik
6
8
11
11
Tenaga Keteknisan Medis
156
9
20
12
Jumlah Penduduk
418.625
420.670
422.905
13
Rasio dokter terhadap penduduk
1:3.320
1:3.789
1:4.271
14
Rasio dokter gigi terhadap penduduk
1:11.016
1:14.505
1:15.103
15
Rasio dokter spesialis terhadap 1:11.016
1:10.786
1:10.572
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 51
No
Uraian
201 7
201 8
2019
penduduk
1 6
Rasio tenaga gizi terhadap penduduk
1:19.028
1: 15.023
1:12.372
1 7
Rasio tenaga bidan terhadap penduduk
1:746
1 :501
1:498
18
Rasio tenaga kesehatan masyarakat terhadap penduduk
1:4.757
1 :3.535
1:3.330
19
Rasio tenaga medis per satuan penduduk
4,20
0,56
0,39
Sumber: Dinas Kesehatan
Kabupaten Kutai Timur, 2020
(diolah)
Indikator kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik kesehatan, namun juga ketersediaan tenaga medis kesehatan. Tabel 2.27 menyajikan rasio dokter dan rasio tenaga kesehatan lainnya di Kabupaten Kutai Timur. Angka yang tersaji dalam tabel tersebut mengindikasikan j umlah dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis mengalami fluktuasi, namun ada trend peningkatan pada tahun 201 8 . Di sisi yang lain, tenaga bidan, perawat, tenaga farmasi dan tenaga ahli gizi mulai mengalami peningkatan selama tahun 201 7 - 201 9 .
3)
Rasio dokter per satuan penduduk
Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam pe mbangunan sumber daya
manusia. Manusia yang sehat dan produktif akan meningkatkan daya saing suatu bangsa. Ketersediaan tenaga kesehatan khususnya, dokter di Kabupaten Kutai Timur tahun 201 7
hingga 2019
masih belum ideal berdasarkan rasio ideal perbandingan dengan jumlah penduduk berdasarkan standar Indonesia sehat dan WHO ( 1 dokter untuk 2500 jiwa ) . Namun, dalam kurun waktu 3
tahun terakhir terjadi pe ningkatan
rasio jumlah do kter terhadap penduduk dari 1 dokter : 3. 320
jiwa menjadi 1 dokter : 4.271
jiwa.
Kondisi ini menunjukkan ketersediaan dokter belum dapat mengikuti peningkatan jumlah penduduk.
4)
Rasio tenaga medis per satuan penduduk
Rasio tenaga medis per jumlah penduduk
( 1.000 penduduk ) . Rasio ini mengukur ketersediaan akses penduduk terhadap tenaga medis. Di Kabupaten Kutai Timur, rasio tenaga medis per satuan penduduk
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 52
Kabupaten Kutai Timur menunjukkan p enurunan
dari 4,20
tahun 201 7
menjadi 0,39
pada tahun 201 9 .
5)
Rasio posyandu per satuan balita
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya
pelayanan
kesehatan yang bersumber dari dukungan
masyarakat . Posyandu
dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat . Posyandu
memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar .
Tabel 2 . 28
Jumlah Posyandu dan Balita
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
No
Uraian
2017
201 8
2019
1
Jumlah Posyandu
310
307
316
2
Jumlah Balita
41.096
25.317
30199
3
Rasio
7,54
12,13
10,46
Sumber: Dinas Kesehatan
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Data R asio posyandu per satuan balita pada tahun 201 7 - 2019 tersaji pada Tabel 2.28.
Upaya awal yang dilakukan
Kabupaten Kutai Timur
dalam rangka untuk update
data perkembangan rasio posyandu adalah melakukan pendataan wilayah kerja posyandu termasuk jumlah balita. Sehingga dapat diketahui apakah jumlah posyandunya memang kurang atau jumlah balita yang terus meningkat.
6)
Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
Gizi buruk adalah bentuk terparah dari kondisi
terjadinya kekurang an gizi menahun. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan adalah balita gizi buruk yang mendapat penanganan
di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan selama tahun 201 7 - 201 9
sudah mencapai 100 persen
(Tabel 2.24) .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 53
7)
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani adalah
jumlah ibu yang mengalami
komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu . Cakupan komplikasi kebidanan
sebaiknya
mendapat penanganan definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan (Polindes, Puskesmas, Puskesmas PONED, Rumah Bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK).
Target cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani adalah 100 persen .
Hal ini berarti
setiap ibu yang mengalami komplikasi kebidanan mendapat penanganan oleh tenaga kesehatan. Pada tahun 201 7 , cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani telah mencapai 61,06
persen ,
kemudian meningkat
menjadi
68,87
persen
tahun 201 9 .
Peningkatan
cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani harus
mendapat perhatian yang serius sehingga dapat
terus dilakukan penin gkatan
capaian ini .
8)
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan ol eh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 201 7
mencapai sebesar 8 3 , 19
persen
namun kemudian meningkat
menjadi
8 4,07
persen pada tahun 201 9 (Tabel 2.24) .
Meskipun capaian ini masih fluktuatif namun tetap pada posisi sudah on - track
sehingga masih perlu adanya peningkatan cakupan pelayanan dengan dibarengi mutu pelayanan yang
adekuat .
9)
Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization
(UCI)
Pencapaian UCI pada dasarnya merupakan proksi terhadap cakupan atas imunisas i secara lengkap pada jumlah
bayi. P emerintah daerah selalu
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 54
berupaya menargetkan pencapaian UCI pada wilayah administrasi desa/kelurahan. Suatu desa/kelurahan telah mencapai target UCI apabila
diperoleh
>80 persen bayi di desa/kelurahan tersebut mendapat imunisasi lengkap dalam satu tahun.
Capaian cakupan desa/Kelurahan UCI mencapai 8 0 ,1 4
persen pada tahun 201 7
m en ingkat
menjadi sebesar 8 3,07
persen pada tahun 201 9 .
Kondisi peningkatan yang masih kecil ini perlu diperhatikan
adalah apakah semua bayi yang berkunjung ke pelayanan kesehatan termasuk posyandu dan pustu mendapatkan pelayanan imunisasi . Artinya , pada
sa at kunjungan bayi, apakah kader atau tenaga kesehatan sudah
memberikan informasi tentang manfaat dan jadwal imunisasi yang lengkap.
10)
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA
Upaya dalam menanggulangi TB C
baru di Kabupaten Kutai Timur , dapat dilihat dari c apaian
pada tahun 201 7
sebesar 43,47
persen, sedangkan pada tahun 201 9
meningkat menjadi 68,26
persen
(Tabel 2.24) .
Menurut h asil penelitian Pasaribu (2005) , dilaporkan bahwa faktor yang mempengaruhi rendahnyan CDR pada program TBC adal ah : kondisi
kemiskinan, kurangnya penyuluhan kesehatan ,
dan perlunya peningkatan infrastruktur dan sumber daya. Mitos yang terkait dengan penularan TB C
masih dijumpai di masyarakat .
Sebagai contoh, studi mengenai perjalanan pasien TB C
dalam mencari pelayan an di Yogyakarta telah mengidentifikasi berbagai penyebab TB C
yang tidak infeksius, misalnya merokok, alkohol, stres, kelelahan, makanan gorengan, sering tidur di lantai, dan tidur larut malam (Kemenkes, RI, 2011).
11)
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD
Demam B erdarah D engue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus , famili Flaviviridae . Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi - silang dan wabah yang
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 55
disebabkan beberapa serotipe ( hiperendemisitas ) dapat terjadi. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara nyamuk Aedes aegypti
dan Aedes albopictus .
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyak it DBD adalah p ersentase penderita DBD yang ditangani sesuai standar di satu wilayah dalam waktu 1 (satu) tahun dibandingkan dengan jumlah penderita DBD yang ditemukan/dilaporkan dalam kurun waktu satu tahun yang sama.
Capaian penemuan dan penanganan pende rita penyakit DBD di Kabupaten Kutai Timur sebesar 100 persen pada tahun 201 7
hingga tahun 2019 (Tabel 2.24) .
12)
Cakupan kunjungan bayi
Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar layanan
dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali di
s u atu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Cakupan kunjungan bayi di kabupaten Kutai Timur pada tahun
2017
mencapai 91,44 persen, namun capaian ini turun me njadi
89,9
persen
pada tahun 2019 .
C.
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Indikator capaian bidang pekerjaan umum dan penataan ruang
mencakup
kondisi jalan raya, rasio tempat ibadah, rasio tempat pemakaman, rasio tempat pembuangan sampah dan beberapa indikator lainnya.
Tabel 2. 29
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
2017
201 8
2019
Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik
%
59 , 5 0
45,41
66,59
Rasio tempat ibadah per satuan penduduk
0,209
0,0084
0,13
Rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk
na
na
na
T urap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai
na
na
na
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 56
Indikator
Satuan
Tahun
2017
201 8
2019
rawan longsor lingkup kewenangan kota
Persentase Luas Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik
%
54,9 4
57,42
60,52
Rasio Ruang Terbuka Hijau Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB
na
na
na
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur, 2020
Capaian
indikator dalam urusan pekerjaan umum disajikan di bawah ini :
1)
Proporsi Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Jalan
Pembangunan transportasi di Kabupaten Kutai Timur memiliki arti terpenting dan strategis untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Di samping akses transportasi yang relatif terbatas, pola seb ara n
penduduk yang tidak merata dapat memicu kesenjangan dalam proses pembangunan dan
menciptakan
disparitas regional . Pembangunan transportasi sangat berperan sebagai langkah awal dalam
upaya pemerataan pembangunan di semua sektor.
Kondisi permukaan jal an di Kabupaten Kutai Timur dibedakan menjadi permukaan jalan mantap dan tidak mantap. Kondisi jalan mantap dibedakan menjadi kondisi baik dan sedang.
Berdasarkan data dari Dinas Perkerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur, pda tahun 2019 jumlah jalan dengan kon disi baik sepanjang 125,423 km (11,34 persen); kondisi sedang sepanjang 442,953 km (40,06 persen); kondisi rusak ringan sepanjang 171,486 km (15,51 persen); kondisi rusak berat sepanjang 365,891 km (33,09 persen). Peningkatan panjang jalan dalam kondisi ba ik ini masih harus terus ditingkatkan, mengingat Kabupaten Kutai Timur akan menjadi kabupaten penyangga untuk Ibu Kota Negara yang baru.
2)
Rasio tempat ibadah per satuan penduduk
Rasio tempat ibadah dinyatakan dalam
jumlah ketersediaan tempat ibadah per 1.000 penduduk. Beribadah sangat berguna untuk membentuk
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 57
kualitas manusia seutuhnya. Untuk itu diperlukan tempat sarana ibadah dalam mewujudkan hal tersebut bagi masing - masing pemeluk agama.
Tabel 2. 30
Sarana Peribadatan d i Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 6 - 201 9
Sarana Peribadatan
Tahun
201 6
201 7
2018
2019
Masjid/Musholla/Langgar
825
800
815
818
Gereja Kristen Protestan
163
166
187
199
Gereja Kristen Katolik
54
54
55
56
Pura
20
2 1
21
21
Vihara
na
na
1
1
Jumlah
1.0 62
1.04 1
1.079
1.095
Sumber: Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20
Keterangan*) Data KUA Kecamatan yang dihimpun di Kementerian Agama Kab. Kutai Tim ur
Untuk Vihara sudah terbangun 1 vihara tetapi
belum diresmikan .
3)
Rasio tempat pemakaman umum ( TPU) per satuan penduduk
Rasio tempat pemakaman umum per 1.000 jumlah penduduk
di Kabupaten Kutai Timur
telah memadai.
Pada saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah memiliki TPU yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. Untuk mengantisipasi kebutuhan terhadap TPU yang semakin meningkat seiring dengan bertamba hnya jumlah penduduk, perlu didorong part isipasi swasta dalam menyediakan lahan pemakaman. Data c apaian rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk
pada tahun
pada tahun 201 6
sebesar 1,2 1 .
4)
Turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota
Pada tahun 20 1 7
capaian turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota sebesar 1, 99
persen. Sementara itu, tahun 2018 - 2019 belum tersedia data.
5)
Luas Irigasi Kabupaten dalam kondisi baik
Pembangunan irigasi ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani . P embangunan irigasi juga memberikan dampak atau pengaruh terhadap aspek sosial.
Jaringan irigasi diperlukan untuk
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 58
pengaturan air, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya.
K ete r s ediaan jaringan irigasi yang cukup akan meningkatkan produktivitas pertanian .
Peningkatan jumlah saluran irigasi mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kutai Timur.
Kabupaten Kutai Timur memiliki Daerah Irigasi (DI) sebanya 3 (tiga) unit. DI 1 terletak di daerah Pesap (Kecamatan Kongbeng). DI ini sudah mampu mengairi sawah seluas 365 ha dari target area persawahan seluas 430 ha (84,88 persen). DI yang kedua terletak di Kecamatan Kaubun. DI ini suda h mampu mengairi 1.400 ha dari target luas sawah 2.030 ha (68,97 persen). Selanjutnya, DI yang ketiga adalah DI Tanah Abang (Kecamatan Long Mesangat). DI ini sudah mampu mengairi 100 persen target sawah yang ada di wilayah target, yaitu seluas 215 ha.
Sek tor pertanian menjadi tumpuan Kabupaten Kutai Timur untuk menuju kemandirian pangan. Oleh karena itu pembangunan irigasi sebagai pendukung utama sektor pertanian harus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang memiliki potensi cetak sawah baru.
6)
Rasio Ruang Tebuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB
Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang seng aja ditanam. Tujuan penyelenggaraan RTH adalah 1) menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air; 2) menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang brguna untuk kepentingan masyarakat; 3) meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah, dan bersih.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 59
D.
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja sebagai berikut:
Tabel 2. 31
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perumahan
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
2017
201 8
2019
Persentase rumah tinggal bersanitasi
%
90,70
90,70
na
Rasio rumah layak huni
0,20
0,30
0,27
Sumber: Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab .
Kutai Timur, 2020
1)
Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi
Persentase rumah tinggal bersanitasi adalah proporsi rumah tinggal bersanitasi terhadap jumlah rumah tinggal . Sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. F asilitas sanitasi adalah sarana air minum/air bersih, sarana pembuangan kotoran kakus/jamban, sarana pembuangan limbah cair, limbah padat, limbah gas/debu dan sarana pembuangan sampah . Rumah tangga berakses sanitasi sekurang - kurangnya mempunyai akses untuk memperoleh layanan sanit asi, sebagai berikut: 1) fasilitas air bersih; 2) pembuangan air besar/tinja; 3) pembuangan air limbah (air bekas); dan 4) pembuangan sampah. Pada kurun waktu dua tahun terakhir
persentase rumah tinggal bersanitasi
di Kabupaten Kutai Timur
memiliki jumlah yang sama yaitu sebesar 90,70 persen
sejak tahun 2017 hingga 2018 .
2)
Rasio Rumah Layak Huni
Sejak tahun 2017 Kabupaten Kutai Timur tidak melaksanakan program pembangunan rumah layak huni seperti tahun anggaran sebelumnya, namun program yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas rumah layak huni yang sudah ada. Jumlah unit rumah yang menjadi sasaran program
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 60
sebesar 280 rumah
dengan rasio sebesar 0,20 .
Sementar a itu, p ada tahun 2019 rasio meningkat menjadi 0,27 walaupun tahun 2018 sempat menca pai angka 0,30 . Lokasi pelaksanaan program tersebut berada pada enam desa yang tersebar dalam tiga kecamatan, yaitu Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Kaliorang. Program tersebut diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur
yang didukung oleh pihak be rbagai
untuk mensukseskan program tersebut, dimana salah satu program tersebut diarahkan untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur.
E.
Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyaraka t
Urusan Ketentraman Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat
di Kabupten Kutai Timur telah menunjukkan kondisi yang baik. Hal ini diindikasikan dari aktivitas LSM, Ormas dan OKP serta adanya pembinaan lembaga keagamaan.
Kegiatan Lembaga Keagamaan/FKUB di Kabupaten Kutai Timur jumlahnya semaki n meningkat. Setiap tahun, rata - rata ada tiga kegiatan keagamaan baru yang diadakan oleh Lembaga Keagamaan/FKUB. Namun LSM, Ormas dan OKP yang masih aktif mengalami penurunan tiap tahunnya
seperti tampak pada Tabel 2.32.
Tabel 2. 32
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Ke tentraman, Ketertiban Umum,
dan Perlindungan Masyarakat
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
LSM, Ormas dan OKP
yang aktif
Orang
345
178
179
Persentase pengurus dan anggota keagamaan yang dibina
%
80
85
75
Jumlah kegiatan Lembaga Keagamaan/
F orum K omunikasi U mat B eragama
Keg
15
18
18
Sumber: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Kabupaten Kutai Timur, 2020
F.
Sosial
Perlindungan sosial tidak hanya sebatas pemenuhan hak, tetapi juga
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 61
sebagai syarat terlaksananya pembangunan ekonomi dan pertumbuhan yang setara dan berkelanjutan.
Tabel 2. 33
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Sosial
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
Uraian
Satuan
201 7
2018
2019
P enyandang masalah kesejahteraan sosial yang tertangani
%
34,49
78,88
82,21
Sumber:
Dinas Sosial
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Tabel 2.33 menyajikan bahwa rasio PMKS tertangani di Kabupaten Kutai
Timur terus
mengalami kenaikan dari 34,49 persen (2017) menjadi 82,21 persen (2019) . D iharapkan penanganan PMKS
pada tahun - tahu berikutnya
dapat ditingkatkan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM.
Peningkatan perlindungan dak kesejahteraan sosial merupakan salah s atu prioritas pembangunan bidang so s ial terutama perlindungan terhadap mereka yang termasuk dalam kelompok penduduk miskin dan rentan. Berbagai upaya yang telah dilakukan adalah memberikan bantuan dan jaminan sosial, meningkatkan pemberdayaan sosial, menyediakan sarana dan prasarana pelayana n dan rehabilitasi sosial serta meningkatkan kemampuan dan keberdayaan mereka melalui pendidikan.
2.1.3.2
Fokus Layanan Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar
A.
Ketenagakerjaan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Ketenagakerjaan
dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja sebagai berikut :
Tabel 2. 34
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Ketenagakerjaan
Tahun 20 1 7 – 20 1 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Tingkat P artisipasi A ngkatan K erja
(TPAK)
%
69,09
58,54
61,95
Tingkat P engangguran
T erbuka
(TPT)
%
1,01
1,12
0,95
Angkatan Kerja
Jiwa
21 6.736
1 77.202
1 86.535
Pencari kerja yang ditempatkan
%
1. 620
1.346
973
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 62
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Angka pengangguran
Jiwa
2.192
1.992
1.772
Sumber:
Dinas Tenaga Kerja da n
Transmigrasi
Kabupaten Kutai Timur, 2020
1)
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah suatu indikator ketenagakerjaan yang memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif secara ekonomi dalam kegiatan sehari - hari merujuk pada sua tu waktu dalam periode survei. Pada tahun 201 7
TPAK Kabupaten Kutai Timur sebesar 69,09
persen kemudian mengalami penurunan menjadi 58,54
persen pada tah un 201 7
dan kembali meningkat menjadi 61,95
persen
pada tahun 201 9 . TPAK Kabupaten Kutai Timur yang cenderung rendah di karena kan
pada usia ini mereka lebih banyak masuk kategori bukan angkatan kerja (sekolah), demikian juga pada kelompok umur tua (diatas 65 tahun), TPAK rendah dikarenakan mereka masuk pada masa purnabakti (pensiun). TPAK perempuan jauh l ebih rendah dibandingkan laki - laki. Hal ini kemungkinan di Indonesia, tanggung jawab mencari nafkah pada umumnya laki - laki dan perempuan hanya bertugas untuk mengurus rumah. Hal ini mengakibatkan perempuan yang masuk ke dalam angkatan kerja semakin sedikit .
2)
Tingkat Pengangguran Terbuka
Tingkat Pengangguran Ter buka adalah persentase penduduk; 1)
yang
sedang
mencari pekerjaan, 2) yang mempersiapkan usaha, 3) yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak
mungkin mendapatkan pekerjaan dan 4) yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Indikator ini bermanfaat untuk melihat keterjangkauan pe kerjaan (kesempatan kerja).
Besarnya angka pengangguran terbuka mempunyai implikasi sosial yang luas karena mereka yang tidak bekerja tidak mempunyai pendapatan.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 63
Semakin tinggi angka pengangguran terbuka maka semakin besar potensi kerawanan sosial yang aka n ditimbulkan , contohnya kriminalitas. Sebaliknya ,
semakin rendah angka pengangguran terbuka maka semakin stabil kon disi sosial
masyarakat. Oleh karena itu, indikator TPT digunakan
sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.
Pe rsentase TPT Kabupaten Kutai
Timur Tahun 201 7
sebesar 1,0 1
persen, kemudian meningkat
pada tahun 201 8
menjadi sebesar 1, 12
persen namun pada tahun 2019 menurun
menjadi
0,95
persen di tahun 201 9 .
3)
Jumlah Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja
yang tersedia
tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan
yang dapat
menyerapnya. Pengangguran adalah salah satu
variabel yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi secara
umum. Apabila tingkat pengangguran tinggi maka dapat menurunkan tingkat produktivitas dan berujung pada akhirnya menurunnya pendapatan masyarak at dan meningkatkan angka kemiskinan.
Berdasarkan capaian
dalam
tiga tahun terakhir ,
terdapat
tren penurunan
jumlah pengangguran , dimana pada tahun 201 7
sebesar 2.192
jiwa menjadi sebesar 1.992
jiwa pada tahun 201 8
dan pada tahun 201 9 sebesar 1.772
jiwa .
Hal ini menunjukkan keberhasilan program pembangunan di Kabupaten Kutai Timur dalam menekan jumlah angka pengangguran.
4)
Pencari kerja yang ditempatkan
Pencari kerja yang ditempatkan adalah persentase jumlah pencari kerja yang ditempatkan dibagi dengan jumlah pencari kerja yang mendaftar. Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 201 7
hi ngga tahun 201 8
mengalami penurunan
jumlah tenaga kerja yang ditempatkan .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 64
B.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kabupaten Kutai Timur telah berhasil melindungi perempuan dan anak dari tindakan kekerasan yang diindikasikan dari penyelesaian penang anan perkara
tersebut. Hal ini menunjukkan K abupaten Kutai Timur adalah kabupaten yang berkomitmen dalam mengembangkan kabupaten yang ramah anak dan wanita.
Pelaksanaan UU jaminan Sosial sangatlah penting untuk mencapai tujuan perlindungan sosial.
Regulasi tersebut
di harapkan dapat
menghapus kekerasan dan dikriminasi di berbagai kehidupan. Adapun penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan keke rasan tercatat selama tahun 2017
hingga tahun 2019
tercapai 100 persen sesuai den gan target RPJMD. Akan tetapi kondisi tahun 2018 baru mencapai 92 persen dan pada tahun 2019 belum tersedia data.
Tabel 2. 35
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan
%
100
9 2
na
Sumber: Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan PA
Kab .
Kutai Timur, 2020
C.
Pangan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Ketahanan Pangan dapat dilihat dari capaian beberapa indikator sebagai berikut :
Tabel 2. 36
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pangan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Regulasi ketahanan pangan
Ada/
Tidak A da
Tidak Ada
Ada
Tidak Ada
Ketersediaan pangan utama
%
52,26
59,99
42,82
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur, 2020
1)
Ketersediaan Pangan Utama
Pangan merupakan urusan wajib Pemerintah Kabupaten. Ketersediaan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 65
pangan utama di wilayah Kutai Timur masih berfluktuasi da ri tahun ke tahun .
Pada tahun 2019, ketersediaan pangan utama untuk Kabupaten Kutai Timur hanya menc apai 42,82
ton . Hal ini
memberi in dikasi P emerintah Kabupaten Kutai Timur sebaiknya lebih fokus pada pel a yanan umum urusan pangan, agar indikator ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur semakin baik dan potensi atau kondisi rawan pangan dapat diturunkan.
2)
Regulasi Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan merupakan urusan wajib Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai ada dan tidak adanya regulasi ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur selama kurun waktu tahun 20 1 7 - 201 9 .
Tabel 2. 37
Regulasi Ketahanan Pangan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
No
Uraian
2017
2018
2019
1.
Regulasi Ketahanan Pangan dalam Bentuk Perda ;
-
Ada
-
Tidak Ada
2
Regulasi Ketahanan Pangan dalam Bentuk Perkada ;
-
Ada
-
Tidak Ada
Sumber: Dinas
Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur , 2020
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur
sejak tahun 201 2 , terdapat regulasi yang mengatur tentang Ketahanan pangan , diantaranya diterbitkan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pada Badan Ketahanan Pangan dan Badan
Penyuluhan Kabupaten Kutai Timur.
Kerangka regulasi dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi serta kewenangan dan penjabaran peran organisasi dalam mencapai sasaran strategis serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi daerah.
D.
Lingkungan Hidup
Pelayanan umum Urusan Lingk ungan Hidup selama tahun 201 7 - 201 9
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 66
mencakup persentase penegakan h u kum lingkungan, penetapan kelas air, upaya penurunan gas emisi , serta
pemantauan evaluasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca. Secara umum indikator capaian pelayanan umum lingkungan hidup s emakin baik . Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah penegakan h u kum lingkungan dan pemantauan evaluasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca yang meningkat di tahun 201 7 - 201 9.
Tabel 2. 38
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Lingkungan Hidup
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Penegakan hukum lingkungan
%
57,14
75
107,7
P enetapan kelas air
sungai
2
na
na
Penurunan emisi total (dalam juta)
CO2 - Eq/th
0,884
0,12
n a
Pe mantauan evaluasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca
%
100
100
na
Sumber: Badan Lingkungan Hidup
Kabupaten Kutai Timur, 2020
E.
Kependudukan dan Catatan Sipil
Pelayanan umum bidang kependudukan dan catatan sipil mencakup jumlah penduduk yang memiliki KTP elektronik
dan kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk. Tabel 2.39 menyajikan indikator capaian
bidang kependudukan
selama tahun 201 6 - 201 8
yang
sudah semakin baik . Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kepemilikan KTP elektronik dan akte kelahiran yang meningkat di tahun 2018 .
Tabe l 2. 39
Capaian Urusan Administrasi Kependudukan dan Penc atatan Sipil
Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Kepemilikan KTP
elektronik
orang
230.285
278.191
245.240
Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk
orang
140.881
197.260
185.225
Rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk
%
78.97
96,08
84,83
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab .
Kutai Timur, 2020
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 67
F.
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki. Pemberdayaan masyarakat kemungkinan
besar akan terhambat oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang relatif masih rendah. Tabel 2.40 menunjukkan adanya kegiatan yang bersifat rutin terkait dengan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa
di tahun 201 7 - 2019 .
Tabel 2. 40
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Pemberdayan Masyarakat dan D esa
Tahun 20 1 7 - 2019
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa
keg
6
6
6
Sumber: Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kab .
Kut ai Timur, 2020
G.
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Penduduk merupakan komponen utama dalam pelaksanaan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang berkualitas dapat diperoleh melalui proses peraencanaan pertumbuhan penduduk. Hal ini dapat dipenuhi melalui program keluarha berencana dan upaya pencapaian keluarga sejahtera. Gambaran umum kondisi daerah terkait den gan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
Tabel 2. 41
Capaian Aspek Pelayana n
Umum
Urusan Pengendalian Penduduk dan KB Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Cakupan peserta KB aktif
%
48,78
61
na
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 68
Rata - rata jumlah anak per keluarga
Anak
na
na
1,3 (1)
Rasio Akseptor KB
na
na
68,62
Sumber: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab .
Kutai Timur, 2020
H.
Perhubungan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Perhubungan dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja sebagai berikut:
Tabel 2. 42
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perhubungan Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Terminal
dan subterminal
Unit
12
na
na
Pelabuhan Laut
Unit
3
3
3
Pe rsentase
rambu - rambu
yang terpasang
%
100
na
9,22
Jumlah terminal penumpang dan barang yang dikelola
U nit
12
na
na
Sumber: Dinas P erhubungan Kab. Kutai Timur, 2020
1)
Jumlah Terminal/ Pelabuhan Laut/ Pelabuhan Udara
Perkembangan jumlah pelabuhan laut, udara, serta terminal darat tidak mengalami pertumbuhan signifikan, namun dapat dipastikan tingkat mobilitasnya semakin tinggi dengan lonjakan jumlah penumpang yang meningkat setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Kutai Timu r telah menargetkan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan baik darat, laut dan udara guna mengantisipasi perkembangan jumlah penumpang y ang meningkat setiap tahunnya.
2)
Persentase
Pemasangan Rambu - Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas
merupakan salah s atu alat perlengkapan
jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambing, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan,
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 69
larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Pemasangan rambu - rambu lalu lintas
bertujuan untuk mengatur lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga hal ini dapat meminimalisir jumlah kecelakaan yang terjadi.
I.
Komunikasi dan Informatika
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sangat potensial, terutama dalam pengumpulan data maupun diseminasi informasi penyelenggaraan peme rinta han . Bidang layanan ini juga mencakup
hasil pembangunan berbasis data mutakhir kepada masyarakat luas.
Jaring an komunikasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur berperan dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat serta menunjang peningkatan kinerja penyelengaraan pemerintahan.
Tabel 2. 43
Capaian Urusan K omunikasi dan Informatika
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Cakupan layanan komunikasi
%
na
30
75
Persentase Penduduk menggunakan HP/Telepon
%
na
68
75
Proporsi rumah dengan akses
na
25
35
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika , Persandian, dan Statsistik
Kab .
Kutai Timur, 2020
Selama periode 2017 - 2019 data untuk semua indikator urusan komunikasi dan informatika hanya tersedia di tahun 2019. Tiga indikator tersebut adalah: (i) cakupan layanan komunikasi; (ii) persentase penduduk menggunakan HP dan telepon; dan (iii) proporsi rumah tangga yang mempunyai a kses internet. Diantara ketiga akses ini, cakupan layanan komunikasi dan persentase penduduk yang menggunakan telepon/HP yang sudah di atas 50 persen sedangkan proporsi rumah dengan akses masih
di bawah 30 persen.
J.
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM)
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 70
Tabel 2. 44
Capaian Urusan Koperasi ,
U saha K ecil dan M enengah
Tahun 20 1 7 - 20 19
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Persentase koperasi aktif
%
59,68
55,21
56,00
Jumlah UKM
Unit
7.618
8.248
6.178
Sumber:
Dinas Koperasi
dan UMKM Kabupaten Kutai Timur, 2020
1)
Persentase Koperasi Aktif
Koperasi merupakan salah satu usaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat, menurunkan
angka
kemiskinan dan memperluas lapangan pekerjaan. Semakin banyak jumlah koperasi yang aktif, diharapkan semakin berdaya ekonomi kerakyatan, menurunnya angka
kemiskinan dan menurunnya jumlah pengangguran. Kop erasi yang mampu menyelenggarakan RAT
(Rapat Anggota Tahunan)
menunjukan keaktifan riil dalam menjalankan koperasi sesuai asas koperasi. T abel
2. 44
menunjukkan p ersentase koperasi aktif yang cenderung mengalami
penurunan dari 59,68
persen pada tahun 201 7 m enjadi 56,00
persen pada tahun 2018
namun angka ini sempat meningkat di tahun 2018 menjadi 55,21 persen .
2)
Jumlah UKM
Usaha kecil dan menengah merupakan suatu peluang usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan. Semakin banyak jumlah UKM non BPR/LKM akan menunjukkan semakin besar kapasitas pelayanan pe ndukung dan “lokomotif perekonomian” yang dimiliki Kutai Timur dalam meningkatkan ekonomi daerah , bahkan dapat menekan angka pengangguran. Pada tahun 2017 - 2019
jumlah UMKM
mengalami fluktuasi .
K.
Penanaman Modal
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan U r usan Penanaman Modal dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagai berikut:
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 71
Tabel 2. 45
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Penanaman Modal
Tahun 20 1 7 – 20 20
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)
P royek
11
121
241
Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA)
Rupiah
(M)
8 . 61 0
3,835
6,150 (T)
Sumber:
Dinas Penanaman Modal dan PTSP
Kab upaten Kutai Timur Tahun 2020
1)
Jumlah Investor Berskala Nasional (PMDN/PMA)
Hampir semua kabupaten/kota membutuhkan modal dalam negeri maupun modal asing dalam rangka melaksanakan program/kegiatan pembangunan.
Dalam tiga tahun terakhir ,
Kabupaten
Kutai Timu r mendapatkan tambahan jumlah investor berskala nasional dalam bentuk proye k . Hing ga 201 9 , total sudah masuk 241
proyek
be r skala nasional yang masuk ke Kabupaten Kutai Timur . Jumlah tersebut
meningkat tajam dari tahun 2017
yang h anya terdapat 11 proyek.
2)
Jumlah Nilai Investasi Berskala Nasional (PMDN/PMA)
Ketersediaan pelayanan penunjang yang dimililiki daerah dapat mengundang ketertarikan investor untuk menanamkan investasinya di daerah tersebut. Semakin banyak realisasi proyek maka menggambarkan keberhasilan daerah dalam memberi fasilitas penunjang pada i nvestor untuk merealisasikan investasi yang telah direncanakan. Tabel 2.4 5
menunjukkan bahwa pada tahun - tahun terakhir, terutama tahun 201 7
terdapat kenaikan jumlah nilai inve stor (PMDN/PMA ) yang menggembirakan, hingga mencapai Rp 8 . 610
M .
Angka tersebut terus meningkat hingga 2019 menjadi 6,150 Triliun.
L.
Kepemudaan dan Olah Raga
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Kepemudaan dan Olah Raga dapat dilihat dari jumlah organisasi kepemudaan dan olahraga serta kegiatan yang dilaksa nakannya.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 72
Tabel 2. 46
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Urusan Kepemudaan dan Olahraga Tahun 20 1 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Jumlah organisasi pemuda
buah
38
76
76
Jumlah organisasi olahraga
buah
380
5
5
Jumlah Kegiatan Kepemudaan
kali
4
2
4
Jumlah Kegiatan olahraga
kali
12
4
13
Gelanggang/Balai Remaja (selain milik swasta)
Unit
1
1
1
Jumlah Lapangan Olahraga
Unit
180
37
156
Persentase organisasi pemuda yang aktif
%
76
76
76
Presentase wirausaha muda
%
15
15
27
Jumlah Prestasi Olahraga
Prestasi
33
206
519
Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Selama tiga
tahun terakhir jumlah prestasi olahraga mengalami
peningkatan .
Peningkatan prestas i olahraga ini ditandai dengan diselenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur Tahun 2018 yang diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur . Kabupaten Kutai
Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan Porprov
meraih juara umum dengan mempertandingkan 52 cabor yang terdiri dari 755 nomor tanding. Peningkatan prestasi yang diraih
mengindikasikan bahwa Kabupaten Kutai Timur telah memasyarakatkan Olahraga.
M.
Kebudayaan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Kebudayaan dapat dilihat dari sejumlah indikator: Pertama , jumlah sarana dan penyelenggaraan seni budaya. Kedua , jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya daerah dan yang dilestarikan.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 73
Tabel 2. 47
Capaian Urusan kebudayaan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 2019
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
Keg
5
6
7
Sarana penyelenggaraan seni dan budaya
Unit
9
15
3
Jumlah benda, situs
dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan
%
46
51
42
Sumber: Dinas Kebudayaan Kab upaten
Kutai Timur, 2020
Ketiga indikator terkait urusan kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur cenderung fluktuatif. Indikator pertama di tahun 201 7
hingga 2019 cenderung berkisar 5 sampai 7 kegiatan. Indikator kedua sempat meningkat jumlahnya di tahun 2018 sebanyak 15 unit sarana, namun menurun drastis di tahun 2019 menjadi hanya 3 unit sarana saja. Indikator ketiga hanya meningkat 5 persen di tahun 2018.
N.
Perpustakaan
Perpustakaan milik Kabupaten Kutai Timur telah menunjukkan upaya mendorong masyarakat gemar membaca . Hal ini dilakukan
dengan
menambah jumlah koleksi buku - buku perpustakaan . Upaya tersebut perlu dikembangkan dengan meningkatkan jangkauan nya mendekati k ha layak sasarannya agar tumbuh budaya literasi di kalangan masyarakat luas.
Tabel 2. 48
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perpustakaan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan
judul
9.113
9.508
9.508
Sumber: Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
Keberadaan perpustakaan harus ditunjang dengan pengelolaan manajemen secara memadai. Pengelolaan manajemen yang memadai, selain memiliki koleksi pustaka sesuai kebutuhan penggunanya juga harus memiliki dokumentasi aktivitas pokoknya yang bermanfaat untuk m enilai kinerja
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 74
perpustakaan dan minat baca masyarakat.
O.
Kearsipan
Kearsipan, bank data ataupun dokumen merupakan salah satu instansi yang memiliki fungsi yang cukup penting, mengingat fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan dokumen kearsipan yang dimiliki kabupaten. Hal ini tentu membutuhkan tenaga pengelola yang professional dalam mengatur tata laksana kearsipan daerah, sehingga peningkatan pengelolaan SDM pengelola Arsip dipandang sangan penting. Tercatat hingga tahun 2017, sebanyak 63,64 persen SKPD yang dapat mengelola arsip secara baku.
Tabel 2. 49
Capaian Urusan Kearsipan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Persentase SKPD yang mengelola arsip secara baku
%
63,64
54,9
100
Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab .
Kutai Timur, 2020
2.1.3.3
Fokus Layanan Urusan Pilihan
Urusan Pemerintahan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah. Layanan U rusan P ilihan Pemerintah an
Daerah di Kabupaten Kutai Timur terdiri dari:
A.
Pariwisata
Pembangunan sektor pariwisata dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah
karena pariwisata memberikan dukungan ekonomi yang kuat terhadap suatu wilayah. Industri ini dapat menghasilkan pendapatan besar bagi ekonomi lokal. Sektor ini memberikan peluang bergeraknya berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Tabel 2. 50
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pariwisata
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 75
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2 01 7 - 2019
Indikator
Satuan
Tahun
2017
201 8
201 9
Kunjungan wisata
Orang
25.625
13.330
68.532
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, 2020
Pem bangunan sektor pariwisata suat u
daerah dapat dilihat dari kunjungan wisata ke tujuan wisata daerah yang bersangkutan.
P ada tahun 201 9 , terjadi peningkatan
signifikan kunjungan wisata ke Kabupeten Kutai Timur sebesar 55.202
orang
atau lebih dari dua lipat .
Informas i tentang perbandingan wisatawan asing dan domestik, rata - rata lama tinggal dan rata - rata pengeluaran wisatawan dibutuhkan untuk memprediksi nilai tambah yang diciptakan oleh sektor ini.
B.
Pertanian
Sektor pertanian memegang peran penting di Kutai Timur, mengingat sektor tersebut menjadi bagian dari program pemerintah kabupaten yang mengedepankan pengembangan sektor agribisnis.
Tabel 2. 51
Capaian Indikator Kinerja Urusan Pertanian
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar
kw/ha/tahun
37,86
37,89
37,15
Cakupan Bina Kelompok Tani
%
23,43
28
na
Produksi Pangan Utama:
a.
Padi
Ton
32.916
34.150
26.766
b.
Palawija
Ton
7.275
10.706
16.620
Populasi Sumber Pangan Hewani:
a.
Ternak Besar
(sapi)
Ekor
17.376
18.856
19.769
b.
Ternak Kecil
(kambing)
Ekor
9.768
18.750
8.914
c.
Unggas : Ayam ras pedaging
(Dalam Ribuan)
Ekor
2.508
2.734
2.364
Produksi:
a.
Daging
(sapi)
Ton
3.635
3.695
726,69
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 76
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
b.
Telur
Kg
9.035
9.600
419
c.
Susu
Liter
23,94
24,96
na
Konsumsi daging
Kg/kap/th
10,60
11,56
na
Luas areal sawah tadah hujan dan sawah beririgasi
Ha
5.498
8.716
na
Luas Perkebunan
Ha
470.413,81
473.317,93
483.728,89
Sumber: Dinas Pertanian , Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur, 2020
1)
Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar
Hasil produksi tanaman pangan
di Kutai Timur , ditinjau dari sisi permintaan, ber potensi
dapat memenuhi permintaan di dalam negeri, terutama
kebutuhan
lokal kabupaten
dan Provinsi Kalimantan Timur . Berdasarkan
analisis
peluang dan pesaing dalam pasokan hasil produksi pertanian tanaman pangan, terutama komoditas unggulan kedelai dan jagung dapat berperan serta dalam pemenuhan kebutuhan dalam lingkup nasional. Pada beberapa
komoditas lainnya, seperti padi, palawija dan buah - buahan juga mempunyai potensi dapat memenuhi permintaan lokal dalam jangka pendek,
dan dapat memenuhi permintaan pada lingkup yang lebih luas (nasional maupun ekspor) pada jangka menengah dan jangka panjang.
Kegiatan budidaya dalam skala kecil yang telah dilakukan di Kutai Timur mencakup kegiatan pertanian tanaman pangan, dengan hasil produksi berupa padi sawah, padi ladang, palawija, sayur - sayuran dan buah - buahan.
Kabupaten Kutai Timur dalam periode 201 7 - 201 9
memiliki total lahan pertanian yang mengala mi fluktuasi . Tahun 201 7
total luas lahan pertanian sebesar 20.276 Ha menurun
pada ta hun 2017 menjadi 16.212
Ha dan
meningkat
kembali
pada tahun 2019
menjadi
19.881
Ha. Selama tiga tahun terakhir, j umlah luas lahan
jangung dan ubi jalar selalu mengalami peningkatan sebaliknya kacang hijau selalu mengalami penurunan.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 77
terbanyak dibandingkan tanaman pangan lainnya
Hal yang sama terjadi total produksi pertanian
yang juga
mengalami fluktuasi. Peningkatan total produksi terjadi di tahun 2018 sebesar 35.831 Ton sedangkan tahun 2019 terjadi penurunan sebesar 5.442 Ton. Pada Tahun 2017 hingga 2019, tanaman jagung selalu mengalami peningkatan. Kondisi ini diikuti pula dengan peningkatan jumlah lahan jagung yang terus meningkat.
Secara umum selama tahun 2017 - 2019 produktivitas setiap pertanian tanaman pangan mengalami fluktuasi.
Pada tahun 2018, produktivitas tanaman pangan lebih banyak mengalami penurunan, hanya tanaman jagung, kedelai dan ubi kayu saja yang mengalami peningkatan. Sedangkan tahun 2019 tanaman pangan lebih banyak tetap dan turun. Namun demikian produktivitas tana man ubi jalar di tahun 2019 mengalai kenaikan 0,28 kw/ha.
Tabel 2. 52
Luas Lahan , Produksi dan Produktivitas H asil Pertanian
Tanaman Pangan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
No
Uraian
Tahun
201 7
2018
2019
Luas Lahan (Ha)
1
Padi Sawah
8.716
7.312
8.716
2
Padi Ladang
4.451
4.274
4.851
3
Jagung
525
640
2.352
4
Ubi Kayu
390
369
350
5
Ubi Jalar
90
103
125
6
Kacang Tanah
113
108
102
7
Kedelai
10
6
6
8
Kacang Hijau
16
12
3
9
Sayuran
945
1.406
1.282
10
Buah - buahan
5.020
1.982
2.024
Total
20.276
16.212
19.811
Produksi (Ton)
1
Padi Sawah
21.770
15.744
16.925
2
Padi Ladang
11.455
12.507
9.841
3
Jagung
1.131
3.651
6.581
4
Ubi Kayu
5.460
14.644
8.758
5
Ubi Jalar
1.262
1.429
1.201
6
Kacang Tanah
133
132
70
7
Kedelai
11
12
8
8
Kacang Hijau
17
13
2
9
Sayuran
945
6.081
5.625
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 78
No
Uraian
Tahun
201 7
2018
2019
10
Buah - buahan
60.555
84.357
84.117
Total
102.739
138.570
133.128
Produktivitas (Kw/Ha)
1
Padi Sawah
50,05
35,05
35,05
2
Padi Ladang
25,85
25,63
25,63
3
Jagung
21,53
50,79
50,86
4
Ubi Kayu
139,71
227,24
277,17
5
Ubi Jalar
140,38
119,88
120,16
6
Kacang Tanah
11,80
9,32
9,32
7
Kedelai
11,22
14,81
14,29
8
Kacang Hijau
10,56
6,15
6,15
9
Sayuran
-
43,25
43,88
10
Buah - buahan
-
-
-
Sumber: Dinas Pertanian dan Pe ternakan Kabupaten Kutai Timur, 2020
Berdasarkan hasil capaian bidang pertanian Kabupaten Kutai Timur tahun 201 7 - 201 9 , Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tetap berupaya mempertahankan bahkan terus meningkatkan luasan tanam dan produktivitas tanaman padi .
Selain fokus
pada tanaman padi, Pemerintan Kabupaten Kutai Timur juga perlu berkomitmen dalam upaya
mencegah penurunan luasan dan produksi tanama n umbi - umbian, palawija maupun hortikultura dengan mencegah lua san lahan yang dialihfungsikan . Demi mewujudkan target Kabupaten Kutai Timur menuju kemandirian pangan , maka penting
untuk melakukan upaya - upaya terobosan yang
inovatif untuk mengembangkan tanaman hortiku ltura dan tanaman palawija .
Ba nyak faktor yang mempengaruhi produktivitas padi dan tanaman pangan la innya, di antaranya: kesuburan tanah, jenis bibit, musim, d an l ain - lain . Upaya peningkatan produktivitas produksi pertanian, erat kaitannya dengan intensifikasi pertanian. Untuk itu, peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, serta pengembangan teknologi da n metode pertanian menjadi penting untuk pelaksanaan program yang dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
2)
Produksi padi ( T on)
Hasil capaian produksi padi, terutama padi sawah di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 201 7
hingga 201 9
belum menunjukkan adanya
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 79
peningkatan yang konsisten seiring dengan peningkatan luas lahan sawah. Namun demikian jika dibandingkan antara capaian dengan target RPJMD maka, kenaikan tersebut masih belum cukup untuk mencapai targe t yang ditetapkan dalam RPJMD. J ika
tidak dilakukan terobosan program yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan produksi padi, maka sulit untuk merealisasikan target akhir tahun.
3)
Luas Perkebunan
Kontribusi tertinggi sektor pertanian terhadap PDRB adalah pada subsektor perkebunan. Hasil
produksi perkebunan yang mempunyai potensi pengembangan dipandang dari sisi permintaan, baik dilihat dari peluang pasar maupun pesaingnya, serta mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah kelapa sawit, karet, coklat, nanas, tanaman serat dan lada. Komoditas u nggulan tersebut mempunyai peluang untuk pasar luar negeri , kare na tingginya kebutuhan domesti k.
Kegiatan budidaya perkebunan telah dilakukan dengan produksi berupa cengkeh, coklat, lada, kopi, kelapa dan karet.
Tabel 2. 53
Luas Lahan, Produksi dan Produktivitas Perkebunan
201 7 - 201 9
No
Uraian
Tahun
201 7
201 8
2019
Luas Lahan Perkebunan (Ha):
1
Karet
13.545,49
13.291,58
18.754,27
2
Kelapa
1.352,85
1.296,10
1.296,10
3
Kopi
121,35
98,85
98,85
4
Lada
407,18
418,75
418,75
5
Vanili
6,68
6,68
6,68
6
Kakao
4.009,51
3.415,43
3.415,43
7
Kelapa Sawit
453.556,18
453.490,69
459.526,26
8
A r e n
286,17
318,07
318,07
9
Kemiri
32,52
30,80
30,80
Jumlah
473.317,93
472.374,70
472.366,95
Produksi perkebunan (Ton):
1
Karet
970,73
907,21
954,70
2
Kelapa
1.094,40
911,91
937,00
3
Kopi
48,74
45,56
41,69
4
Lada
127,34
119,01
108,99
5
Vanili
0,66
0,62
1,57
6
Kakao
1.468,36
1.372,30
1.255,65
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 80
No
Uraian
Tahun
201 7
201 8
2019
7
Kelapa Sawit
5.874.980,93
5.275.877,28
5.329.823,74
8
A r e n
32,60
30,47
27,89
9
Kemiri
4,92
4,60
4,21
Jumlah
5.878.728,68
5.276.336,71
5.333.155,44
Produktivitas (Kg/Ha)
Produksi/Luas Lahan yang Menghasilkan:
1
Karet
1.150,42
951,45
984,37
2
Kelapa
1.099,96
916,55
941,76
3
Kopi Robusta
591,18
552,59
505,61
4
Lada
774,50
719,44
658,90
5
Vanili
240,29
224,30
569,93
6
Kakao
611,01
571,01
522,49
7
Kelapa Sawit
18.595,23
16.890,54
15.331,64
8
A r e n
341,93
319,53
292,49
9
Kemiri
220,63
159,77
146,25
Sumber: Dinas Per kebunan K abupaten Kutai Timur, 2020
S ub sektor perkebunan menunjukkan peningkatan dalam luas lahan perkebunan. Dala m tiga tahun terakhir
(2017 - 2019 ) l uas lahan
perkebunan
m engalami pengurangan sebesar 950,98
Ha. Namun demikian h al tersebut tidak
terjadi pada produksi perkebun an
yang mengalami fluktuasi . Total Produksi perkebunan di tahun 201 7
mencapai 5.878.728,68
Ton menurun menjadi 5.279.052,80 Ton di tahun 2018
dan meningkat kembali menjadi 5.333.155,44 Ton di Tahun 2019 .
Selanjutnya , secara umum produktivitas di tahun 2018 m engalami penurunan di semua jenis hasil perkebunan sedangkan tahun 2019 hanya komoditas karet, kelapa dan vanili yang mengalami kenaikan.
C.
Perindustrian
Daya saing yang tinggi pada sektor pertanian, merupakan prasyarat dalam pengembangan agroindustri, d an daya saing tersebut merupakan interaksi keseluruhan subsistem dalam sistem agribisnis. Dengan proses produksi yang efisien dan biaya produksi yang semakin rendah, sektor industri, termasuk industri pengolahan akan mampu meningkatkan daya saing yang pada
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 81
gilirannya akan dapat berkontribusi terhadap PDRB. Sebagai salah satu contoh capaian i ndikator kinerja, disajikan pada T abel berikut:
Tabel 2. 54
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Prindustrian
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
Kontribusi sektor industri terhadap PDRB
%
2,98
3,08
na
Pertumbuhan industri
%
38,10
38,30
na
Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Kutai Timur, 2020
D.
Kelautan dan Perikanan
Ikan adalah sumber protein yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan manusia, dan sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini dikarenakan usaha perikanan, mempunyai kaitan luas baik ke industri hulu ( backward lingkage ) maupun hilir ( fo reward lingkage ), dan menyerap banyak tenaga kerja. Perkembangan selama kurun waktu 2 tahun yaitu 201 7
hingga 201 9 , menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan, dimana capaian konsumsi ikan cenderung mengalami penurunan . Gambaran umum kondisi daerah
terkait dengan urusan Kelautan dan Perikanan dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
Tabel 2. 55
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Kelautan dan Perikanan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Produksi perikanan
Ton
n.a
9.896,28
10.842,90
Konsumsi Ikan
%
102,73
62,26
62,26
Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur , 2020
Total
jumlah rumah tangga perikanan mengalami kenaikan sejak 2017 hingga 2019 .
Sa mpai dengan
tahun 201 9 , total rumah tangga perikanan sebanyak 6.1 83
rumah tangga. Rumah tangga perikan an laut menyumbang sekitar 66,69
persen dari total rumah tangga perikanan. Jumlah produksi perikanan juga disumbang paling banyak oleh perikanan laut sebe sar 5.030,84
Ton . Total produksi hasil perikanan secara keseluruhan mengalami
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 82
peningkatan dari 8.724,21
Ton pada tahun 201 7
menjadi 10.842,90
Ton
tahun 2019 . Meningkatnya RT dan hasil perikanan diikuti pula oleh nilai produks i hasil perikanan. Peningkatan nilai produksi hasil perikanan dari tahun 201 7
hingga 2018 sebesar Rp 325.287.000 .
Meskipun sub sektor perikanan secara umum mempunyai potensi yang besar sebagai andalan pendapatan daerah maupun masyarakat dan telah terbukti ketangguhannya dalam menghadapi
krisis, namun kenyataannya dalam pengembangan sektor perikanan ke depan masih cukup banyak masalah dan tantangan yang harus akan dihadapi, diantaranya pemanfaatan sumberdaya perikanan umumnya masih rendah, ketersediaan prasarana perikanan masih terbatas, lemahnya pelaksanaan sistem MSC ( Monitoring, Control dan Surveilance ) .
Oleh karena itu ,
mengingat capaian beberapa indikator kinerja dalam optimali sasi
pemanfaatan sumberdaya perikanan dan produkti v itas pada umumnya masih rendah, sehingga diperlukan perhatian yang lebih .
Tabel 2. 56
Jumlah Produksi dan Konsumsi Ikan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9
No
Uraian
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Rumah Tangga Perikanan
1
Perikanan Laut
RT
4.112
4.124
3.690
2
Perikanan Perairan Umum
RT
974
976
1.820
3
Tambak
RT
384
384
21
4
Kolam
RT
301
312
673
5
Keramba
RT
215
224
14
6
Budidaya Pantai / Sawah
RT
161
163
42
Rumput Laut
135
Jaring Apung Tawar
1
Jaring Tancap
4
Jumlah
RT
6.141
6.183
6.400
Produksi Hasil Perikanan
1
Perikanan Laut
Ton
4.928,44
5.030,84
5.086
2
Perikanan Perairan Umum
Ton
954,67
1.184,34
1.200
3
Tambak
Ton
529,36
901,85
920
4
Kolam
Ton
843,55
1.213,47
1.284
5
Keramba
Ton
36,48
72,69
84
6
Budidaya Pantai / Sawah
Ton
1.431,71
1.493,09
1.389
Rumput Laut
774,90
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 83
No
Uraian
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Jaring Apung Tawar
35
Jaring Tancap
70
Jumlah
Ton
8.724,21
9.896,28
10.842,90
Nilai Produksi Hasil Perikanan
1
Perikanan Laut
Ribu Rp
147.853.200
150.925.200
152.580.000
2
Perikanan Perairan Umum
Ribu
Rp
26.253.425
28.023.875
36.000.000
3
Tambak
Ribu Rp
28.161.952
47.978.420
27.600.000
4
Kolam
Ribu Rp
25.306.500
36.404.100
38.520.000
5
Keramba
Ribu Rp
1.094.400
2.180.700
2.520.000
6
Budidaya Pantai / Sawah
Ribu Rp
44.278.000
4.461.406
41.670.000
Rumput Laut
23.247.000
Jaring Apung Tawar
1.050.000
Jaring Tancap
2.100.000
Jumlah
Ribu Rp
232.947.477
269.973.701
325.287.000
Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur, 2020
2.1.3.4
Fokus Urusan Penunjang Pemerintahan
A.
Administrasi Pemerintahan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Administrasi Pemerintahan
dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :
Tabel 2. 57
Capaian Urusan Administrasi Pemerintahan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
201 9
Jumlah SOP yang dimiliki Setda
SOP
293
456
454
Tersedianya rencana kerja tahunan pada setiap alat - alat kelengkapan DPRD Kabupaten
Ada/tidak ada
Ada
Ada
Ada
Sumber: Sekretariat Daerah dan DPRD Kabupaten Kutai Timur Tahun
2020
Pada perkembangan tahun 2017 dan 2018 menunjukkan bahwa capaian jumlah SOP yang dimiliki Sekretariat Daerah semakin meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, capaian urusan seketariat dewan selalu tersedia. Ini berarti pel ayanan yang diberikan Sek retariat DPRD relatif sudah optimal.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 84
B.
Pengawasan
Opini atas penilaian laporan keuan g an dari Badan Pem e riksa Keuangan (BPK) selama tiga tahun berturut - turut adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini menunjukkan penggunaan keuangan
daerah berlangsung sangat transparan dan akuntabel.
Opini
Badan Pemeriksa Keuangan merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungka pan, kepatuhan terhadap peraturan perundang - undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern . Tahun
2017 - 201 9 , Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencapai predikat WTP dari BPK. Peringkat ini diharapkan dapat tetap dipertahankan pada tahun - tahun mendatan g.
Tabel 2. 58
Capaian Urusan Pe n gawasa n
Kabupaten K utai Timur Tahun 2017 - 2019
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Opini BPK
Opini
WTP
WTP
WTP
Sumber: Inspektorat Daerah
Kabupaten Kutai Timur Tahun
2020
C.
Perencanaan
Dokumen perencanaan daerah diantaranya terdiri dari: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis OPD , Rencana Kerja Pem erintah
(RKPD)
dan Rencana Kerja OPD.
Kinerja perencanaan pembangunan
Kutai Timur dapat dilihat dari penjabaran program RPJMD ke dalam RKPD. S elama tahun 201 7
hingga 201 9 , indikator ini memliki rata - rata
mencapai 99, 07
persen.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 85
Tabel 2. 59
Capaian U rusan Perencanaan
di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA
Ada/tidak
ada
ada
ada
Tersedianya dokumen perencanaan : RPJMD yang telah ditetapkan dengan PERDA
Ada/tidak
ada
ada
ada
Tersedianya dokumen perencanaan RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA
Ada/tidak
ada
ada
ada
Penjabaran program RPJMD ke dalam RKPD
%
100
100
97,20
Sumber: Bappeda Kabupat en Kutai Timur, 2020
Adanya konsistensi dalam perencanaan pembangunan daerah akan menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif karena adanya proses pembangunan daerah yang berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga jalan panjang upaya pemerintah untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat akan dapat terwujud secara nyata. Pelaksana an perencanaan pembangunan daerah juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
D.
Keuangan
Kinerja bidang keuangan pemerintah Kabupaten Kutai Timur menunjukkan kondisi semakin membaik. Pada tahun 201 9 , pendataan aset daerah telah terdata seluruhnya serta pertumbuhan
pendapatan daerah menjadi 25,69
persen
turun sebesar 10,99 persen .
Tabel 2. 60
Capaian Urusan Keuangan
Kabupaten K utai Timur Tahun
201 7 - 2019
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Persentase Aset Daerah Yang Terdata
%
100
100
na
Pertumbuhan Pendapatan Daerah
%
(2 5,93 )
36,58
25,59
Sumber: BPKAD
dan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur, 2020
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 86
E.
Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan
Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di K abupaten Kutai Timur, pegawai pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus diberikan pelatihan dan peningkatan jenjang pendidikan.
Tabel 2. 61
Capaian Urusan Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Persentase distribusi ASN
%
100
91
93
Peningkatan SDM
ASN
%
86
72
80
Sumber: Sekretariat Daerah, Bandiklat,
BKD Kabupaten Kutai Timur, 2020
Pendayagunaan aparatur pada hakekatnya merupakan upaya pembinaan, penyempurnaan dan pengendalian manajemen pemerintahan secara terencana, sistematis, bertahap, komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja selur uh aparatur negara dalam rangka menuju tata pemerintahan yang baik ( good governance ). Upaya reformasi aparatur salah satunya ditempuh dengan penataan kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
F.
Penelitian dan Pengembangan
J umlah produk kelitbangan
turun
tahun 201 8 . Ha sil produk kelitbangan sangat penting, agar
dapat memberikan saran atau solusi guna memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah dalam menetapkan kebijakan .
Oleh karena itu, upaya harus ditingka tan pada tahun - tahun berikutnya.
Tabel 2. 62
Capaian Urusan Penelitian dan Pengembangan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Jumlah produk kelitbangan yang dihasilkan
B uku
1
0
0
Sumber: Ba dan dan Pendidikan dan Pelatihan
Kabupaten Kutai Timur, 2020
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 87
2.1.4
ASPEK DAYA SAING DAERAH
Daya saing antar daerah merupakan komponen penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam hal kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhannya.
Penguatan daya saing daerah tidak lepas dari kontribusi seluruh sektor pembentuk PDRB daerah itu sendiri.
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Aspek Daya Saing Daerah
dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
2.1.4.1
Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
A.
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Perkapita
Angka konsumsi rumah tangga per kapita adalah rata - rata pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita. Angka ini dihitung berdasarkan pengeluaran penduduk untuk makanan dan bukan makanan per jumlah penduduk. Makanan mencakup seluruh jenis makanan termasuk m akanan jadi, minuman, tembakau, dan sirih, bukan makanan mencakup perumahan, sandang, biaya kesehatan, sekolah dan seterusnya.
Pola konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumah tangga/keluarga. Selama ini berkembang pengertian b ahwa besar kecilnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran kesejahteraan rumah tangga tersebut. Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran yang lebih besar untuk konsumsi makanan mengin dikasikan rumah tangga yang berpenghasilan rendah. Makin tinggi tingkat penghasilan rumah tangga, makin kecil proporsi pengeluaran untuk makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga.
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa rumah tangga/keluarga akan se makin sejahtera bila persentase pengeluaran untuk makanan jauh lebih kecil dibandingkan persentase pengeluaran untuk non - makanan.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 88
Tabel 2. 63
Pengeluaran Per Kapita Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita
Ribu Rupiah
10.273
10.558
na
Sumber:
BPS Kabupaten Kutai Timur, 2020
B.
Pertanian
Pembangunan pertanian pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup petani. Salah satu indikator yang dapat menggambarkan tingkat kualitas hidup petani adalah besaran pendapatan petani .
Pembangunan pertanian dilaksanakan untuk mendorong partisipasi petani dan masyarakat agar mampu menjalankan dan mengembangkan usahanya secara profesional, ef isien serta berdayaguna dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi secara tepat dan ramah lingkungan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi akan dapat meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani
sebagaimana disajikan pada t abel berikut:
Tabel 2. 64
Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe r tani an
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Nilai Tukar Petani
Indeks
na
na
na
Panjang Jalan Usaha Tani
km
63
90
na
Sumber: Dinas Pertanian
Kabupaten Kutai Timur, 2020
Rata - rata pendapatan petani secara makro dijadikan sebagai indikator kesejahteraan petani. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya disparitas yang tinggi antar - masyarakat terutama petani dalam struktur ekonomi secara keseluruhan . Sudah jamak dimengerti dalam benak semua orang bahwa ketersediaan bahan pangan kerap dikaitkan dengan keterjangkauan harga pangan itu sendiri. Namun demikian, semakin
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 89
murah harga barang pangan maka semakin kecil pendapatan yang didapatkan oleh petani den gan asumsi margin rantai distribusi bahan makanan adalah tetap. Dengan dasar pemikiran tersebut, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan petani. Dalam hal ini, bagaimana pemerintah dapat mengatur harga panen menjadi tidak te rlalu jatuh, namun harga akhir bahan pangan juga harus dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
C.
Per industrian dan Perdagangan
Salah satu indikator yang dapat menggambarkan daya saing daerah adalah jumlah produk unggulan daerah yang mempunyai sertifikat. Hal ini disajikan dalam Tabel 2.6 5 . Jumlah produk unggulan yang bersertifikat belum terdata pada tah un 201 9 .
Tabel 2. 65
Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe rindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Produk Unggulan Bersertifikat
Unit
63
0
0
Sumber: Dinas Per industrian dan Perdagangan
Kab .
Kutai Timur, 2020
2.1.4.2
Fasilitas Wilayah/Infrastruktur
Gambaran umum kondisi Daya Saing Daerah terkait Fasilitas Wilayah/Infrastruktur dapat diliha t dari indikator kinerja
berikut.
A.
Penataan Ruang
Gambaran umum kondisi Fasilitas Wilayah/Infrastruktur terkait dengan Penataan Wilayah
adalah sebagai berikut :
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 90
Tabel 2. 66
Capaian Aspek Daya Daerah Saing Urusan Penataan Ruang
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Ketaatan terhadap RTRW
%
98,96
98,96
98,96
Sumber: Dinas Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur, 2 020
Tabel di atas menunjukkan ketaatan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur terha dap RTRW pada tahun 201 7 - 201 9
telah optimal.
B.
Energi dan Sumberdaya Mineral
Terkait dengan pembangunan energi , diawali dengan upaya meningkatkan rasio elektrifikasi penduduk. Selama tahun 201 7 - 201 9 , upaya untuk meningkatkan rasio listrik semakin baik. Hal ini karena listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar. Tanpa daya listrik yang stabil, produktivitas kerja rumah tangga sulit untuk ditingkatkan.
Tabel 2. 67
Aspek Daya Saing Daerah Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Produksi Listrik
Juta KWh
54,30
143,13
na
Listrik Terjual
Juta KWh
11.588,87
131,27
na
Dipakai sendiri
Juta KWh
10,57
na
na
Jumlah Pelanggan
Pelanggan
36.927
45.380
na
Sumber:
Kutai Timur Dalam Angka, 2019
2.1.4.3
Fokus Iklim Berinvestasi
Kondisi suatu daerah, seperti tingkat keamanan, kecepatan proses pelayanan perijinan serta ada tidaknya pungutan berkaitan dengan minat
dan daya tarik investor untuk
menanamkan modalnya untuk berusaha di wilayah tersebut. Iklim investasi yang positif dibangun dari kondusifnya wilayah dari segi keamanan, demokrasi, politik, hingga unsur sosial budaya.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 91
1)
Angka Kriminalitas
T indak kriminal yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur
d ari tahun ke tahun terjadi peningkatan angka kriminalitas yang cukup tinggi . Kasus pencurian merupakan tindak kriminal tertinggi setiap tahunnya . Adanya peningkatan gangguan keamanan, perl u mendapat perhatian lebih serius agar dapat lebih menjamin kantibmas agar kondusif untuk berinvestasi.
Tabel 2. 68
Angka Kriminalitas
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
2018
2019
Angka Kriminalitas
yang tertangani
%
66,11
na
na
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020
(diolah)
Menurut data BPS (2018), dari 9 (Sembilan) sektor kepolisian yang ada di Kabupaten Kutai Timur, empat sektor diantaranya yaitu: sektor Muara Wa ha u, sektor Sangatta Utara, sektor Bengalon dan sektor Sangkulirang; relatif menerima laporan kejadian kriminalitas lebih banyak dibanding sektor lainnya. Relatif tingginya angka kriminalitas di wilayah resort kepolisian ini mungkin terkait dengan luas wilayah kerja r elatif dengan jumlah polisi. Secara administrasi tiga dari empat kecamatan yang dimaksud mempunyai luas wilayah di atas 3.000 km 2 .
Indikator keamanan merupakan salah satu prasyarat dari daya tarik iklim investasi disamping tersedia tidaknya infrastruktur penunjang. Agar iklim investasi dan masuknya PMDN dan PMA di Kabupaten Kutai Timur dapat ditingkatkan, maka efisiensi tugas kepolisian hendaknya ditingkatkan tanpa ha rus menambah jumlah polisi dalam waktu singkat. Salah satu cara yang dapat diambil adalah memanfaatkan te k nologi informasi dalam membantu pelaksanaan tugas polisi .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 92
2)
Kemudahan Pe ri zinan
Perizinan merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan publik. Proses perizinan, khususnya perizinan usaha, secara langsung akan berpengaruh terhadap keputusan calon pengusaha maupun investor untuk menanamkan modalnya. Demikan pula sebaliknya, jika proses perizinan tidak efisien, berbelit - belit, dan tidak transparan baik dalam hal waktu, biaya, maupun prosedur akan berdampak terhadap menurunnya keingina n orang untuk mengurus perizinan usaha, dan mereka mencari tempat investasi lain yang prosesnya lebih jelas dan transparan. Hal ini tentu saja selanjutnya akan berdampak terhadap ketersediaan lapangan kerja dan masalah - masalah ketenagakerjaan lainnya yang berujung pada terhambatnya pembangunan ekonomi.
Dalam era otonomi daerah memberikan ruang yang cukup besar bagi daerah untuk mengatur dan mengurus pelayanan publiknya, termasuk dalam hal perizinan.
Diharapkan semua jenis perizinan ditempatkan kepada Pelay anan Terpadu Satu Pintu (PTSP). PTSP diharapkan dapat memberikan kemudahan perijinan usaha dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada gilirannya dapat membuka lapangan kerja serta menurunkan kemiskinan. Oleh karena itu, dalam rangka memberi kan pelayanan publik yang semakin baik diperlukan infrastruktur dan sistem yang baik pula.
2.1.4.4
Fokus Sumberdaya Manusia
Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pembangunan, selain sebagi obyek pembangunan juga sebagai subyek pelaksanaan pembangunan. Perbaikan dalam sumber daya manusia tidak lepas dari usaha pemerintah melalui perbaikan tingkat pendidikan, kesehat an dan peningkatan pendapatan masyarakat. Gambaran umum kondisi daerah aspek daya saing daerah terkait dengan Sumber Daya Manusia d apat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 93
Tabel 2. 69
Capaian Indikator Fokus Sumber Daya Manusia
Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9
Indikator
Satuan
Tahun
201 7
201 8
2019
Rasio ketergantungan
%
38
39
40,45
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipi l
Kab .
Kutai Timur Tahun 2020
(diolah)
Tingkat ketergantungan penduduk suatu wilayah menggambarkan komposisi kelompok umur produktif yang diwakili oleh P enduduk D ewasa/PD (diasumsikan penduduk dewasa adalah penduduk yang bekerja) akan menanggung kelompok umur yang tida k produktif yang diwakili oleh Penduduk Muda/PM dan Penduduk T ua/PT. Semakin tinggi tingkat ketergantungan penduduk suatu wilayah maka semakin berat beban penduduk dewasa menanggung penduduk yang tidak bekerja, dan sebaliknya.
Berdasarkan data pada tabel 2.69, Rasio Ketergantunga n Kabupaten Kutai Timur terus mengalami peningkata n . Kondisi ini mengindikasikan bahwa semakin banyak beban yang ditanggung oleh penduduk produktif atau penduduk usia kerja.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 93
2 . 2
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD digunakan untuk melihat capai a n tingkat kemajuan dan kesesuai an dengan RPJMD. Hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tersebut
dapat dilihat berdasarkan Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program. Urusan Pemerintahan Daerah terdiri dari :
a)
Urusan Wajib
Pelayanan Dasar , yaitu:
1)
Pendidikan;
2)
Kesehatan;
3)
Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang ;
4)
Sosial;
5)
Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman;
6)
Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat
b)
Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar , yaitu:
1)
Tenaga Kerja;
2)
Pem berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
3)
Pangan;
4)
Pertanahan;
5)
Lingkungan Hidup;
6)
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
7)
Pemberdayaan Masyarakat Desa;
8)
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;
9)
Perhubungan;
10)
Komunikasi dan Informatika
11)
Koperasi dan UKM;
12)
Penanaman Modal;
13)
Kepemudaan dan Olah raga;
14)
Statistik;
15)
Persandian;
16)
Kebudayaan;
17)
Perpustakaan;
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 94
18)
Arsip .
c)
Urusan Pilihan , yaitu:
1)
Kelautan dan Perikanan ;
2)
Pariwisata;
3)
Pertanian;
4)
Perdagangan;
5)
Perindustrian.
d)
Urusan Penunjang Pemerintahan , yaitu
1)
Administrasi Pemerintahan ;
2)
Pengawasan
3)
P erencanaan ;
4)
Keuangan ;
5)
Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan ;
6)
Pe nelitian dan Pengembangan .
Evaluasi pelaksanaan program RKPD Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 201 9
dapat dilihat pada T abel 2. 70
di bawah
ini:
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 96
Tabel 2. 70
Evaluasi Hasil Pelaksanaan
Perencanaan Daerah s ampai d engan Tahun Berjalan
Kabupaten Kutai Timur
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
1 .01
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
1.01 .01
Pendidikan
1.01.1.01.01.01.15
Program Pendidikan Anak Usia Dini
Angka Rata - Rata Lama Sekolah
12,48
12,78
102,40
Dinas Pendidikan
1.01.1.01.01.01.18
Program Pendidikan Non
Formal
Pendidikan Usia Dini (PAUD)
78,04
75,73
97,04
Dinas Pendidikan
1.01.1.01.01.01.20
Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A
112,19
127,60
113,74
Dinas Pendidikan
1.01.1.01.01.01.22
Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs/Paket B
106,67
104,43
97,90
Dinas Pendidikan
1.01.1.01.01.01.23
Program Wajib Belajar 12 Tahun Pendidikan Dasar dan Menengah
Angka Partisipasi Murni SD/MI/Paket A
96,81
114,47
118,24
Dinas Pendidikan
1.01.1.01.01.01.28
Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga
Angka Partisipasi Murni SMP/MTs/Paket B
80,26
75,21
93,71
Dinas Pendidikan
Angka Partisipasi Sekolah SD/MI 7 - 12 Thn
105,18
120,06
114,15
Dinas Pendidikan
Angka Partisipasi Sekolah SMP/Mts 13 - 15 Thn
97,77
76,66
78,41
Dinas Pendidikan
Angka Putus Sekolah SD/MI
0,04
0,05
125,00
Dinas Pendidikan
Angka Putus Sekolah SMP/MTs
0,10
1,01
1010,00
Dinas Pendidikan
Angka Kelulusan SD/MI
100
100,00
100,00
Dinas Pendidikan
Angka Kelulusan SMP/MTs
100
100,00
100,00
Dinas Pendidikan
Angka Melanjutkan SD/MI Ke SMP/MTs
94,17
85,27
90,55
Dinas Pendidikan
Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi Bangunan Baik
100,00
90,14
90,14
Dinas Pendidikan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 97
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Sekolah Pendidikan SMP/MTs Kondisi Bangunan Baik
100,00
88,73
88,73
Dinas Pendidikan
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
61,34
57,29
93,40
Dinas Pendidikan
Rasio Ketersediaan SMP/MTs Per Penduduk
56,91
54,66
96,05
Dinas Pendidikan
Rasio Guru Dan Murid SD/MI
20,00
17,41
87,05
Dinas Pendidikan
Rasio Guru Dan Murid SMP/MTs
20,00
14,04
70,20
Dinas Pendidikan
Angka Melek Huruf Penduduk Usia 15 - 24 Tahun perempuan dan laki - laki
100
98,67
98,67
Dinas Pendidikan
Penduduk yang Berusia >15 Tahun melek huruf (tidak buta aksara)
98,99
99,05
100,06
Dinas Pendidikan
1.02 .01
Kesehatan
1.02.1.02.01.01.15
Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
Angka Kematian Bayi (AKB) Per 1000 Kelahiran Hidup
11,26
8
71,05
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.17
Program Pengawasan Obat dan Makanan
Angka Kelangsungan Hidup Bayi
989,66
992
100,24
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.19
Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Angka Kematian Balita per 1000 Kelahiran Hidup
14,08
8
56,82
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.20
Program Perbaikan Gizi Masyarakat
Angka Kematian Neonatal Per 1000 Kelahiran Hidup
9,64
6
62,24
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.21
Program Pengembangan Lingkungan Sehat
Angka Kematian Ibu Per 100.000 Kelahiran Hidup
254,49
126
49,51
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.22
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
Rasio Posyandu Per Satuan Balita
7,60
8,00
105,26
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.23
Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
Rasio Pukesmas, Poliklinik Dan Pustu Per Satuan Penduduk
0,46
0,49
106,52
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.25
Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
0,02
0,02
100,00
Dinas Kesehatan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 98
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskemas Pembantu dan Jaringannya
1.02.1.02.01.01.26
Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru - Paru/Rumah Sakit Mata
Rasio Dokter Per satuan Penduduk
0,29
0,23
79,31
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.28
Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Masyarakat
Rasio Tenaga Medis Per Satuan Penduduk
0,52
0,39
75,00
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.32
Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak
Cakupan Komplikasi Kebidanan Yang Ditangani
80
68,87
86,09
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.34
Program Manajemen dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan
Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Yang Memiliki Kompetesi Kebidanan
85
84,07
98,91
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.36
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
92
83,07
90,29
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.42
Program Peningkatan Sistem Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
100
100
100,00
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.44
Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Kesehatan Jiwa
Persentase anak usia 1 tahun yang dimunisasi campak
100
91
91,00
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.45
Program Peningkatan Kesehatan Kerja dan Olahraga
Cakupan Penemuan Dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA
85,00
68,26
80,31
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.46
Program Kesehatan Tradisional
Tingkat prevalensi Tuberkolosis (per 100,000 Penduduk)
251
157
62,55
Dinas Kesehatan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 99
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
1.02.1.02.01.01.16
Program Upaya Kesehatan Masyarakat
Tingkat Kematian Karena Tuberkulosisi (per 100,000 Penduduk)
1
3
300,00
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.01.01.33
Program Upaya Kesehatan Perorangan
Proporsi jumlah kasus Tuberkolosis Yang Terdeteksi dalam program DOTS
85
68,26
80,31
Dinas Kesehatan
1.02.1.02.02.01.48
Program Peningkatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
Proposi Kasus tuberkolosis yang diobati dan sembuh dalam program DOTS
95,00
95,15
100,16
Dinas Kesehatan
Cakupan Penemuan Dan Penanganan Penderita Penyakit DBD
100
100
100,00
Dinas Kesehatan
Penderita diare yang ditangani
100
76,2
76,20
Dinas Kesehatan
Angka Kejadian Malaria
<1
0,6
Dinas Kesehatan
Tingkat kematian akibat malaria
<1
0
Dinas Kesehatan
Prevalensi HIV/AIDS (persen) dari total populasi
<2
1
Dinas Kesehatan
Cakupan Kunjungan Bayi
100
89,9
89,90
Dinas Kesehatan
Cakupan Pukesmas
116,67
116,67
100,00
Dinas Kesehatan
Cakupan Puskesmas Pembantu
75
80,14
106,85
Dinas Kesehatan
Cakupan Kunjungan ibu hamil K4
82
80,08
97,66
Dinas Kesehatan
Cakupan pelayanan nifas
85
78,14
91,93
Dinas Kesehatan
Cakupan neonatus dengan Komplikasi yang ditangani
100
63,3
63,30
Dinas Kesehatan
Cakupan pelayan anak balita
75
70,4
93,87
Dinas Kesehatan
Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 - 24 bulan keluarga 80,00
80,00
100,00
Dinas Kesehatan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 100
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
miskin
Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
100
98,4
98,40
Dinas
Kesehatan
Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam
100
100
100,00
Dinas Kesehatan
1.03
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
1.03.1.03.01.01.16
Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong - Gorong
Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik
53,62
66,59
124,19
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.17
Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong
Persentase Jalan Kabupaten dalam Kondisi baik (>49 KM/jam)
85,60
66,59
77,79
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.20
Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan
persentase jalan yang memiliki trotoar dan drainase/saluran pembuangan air (minimal 1,5m)
0,96
-
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.24
Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya
persentase drainase dalam kondisi baik/pembuangan aliran air tidak tersumbat
85,68
-
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.26
Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, danau dan Sumber Daya Air Lainnya
Persentase irigasi kabupaten dalam kondisi baik
48,20
0,55
1,14
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.30
Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan
Rasio jaringan irigasi
16,35
2,169
13,27
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.32
Pembangunan Infrastruktur Perkotaan
Persentase penduduk berakses air minum
30,68
57
185,79
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.33
Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemerintahan
Proposi rumah tangga dengan akses berkelanjutan 32,56
6,77
20,79
Dinas Pekerjaan Umum
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 101
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
terhadap air minum layak,perkotaan dan perdesaan
1.03.1.03.01.01.34
Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Umum
Rasio Tempat ibadah per satuan penduduk
0,259
0,13
50,19
Dinas Pekerjaan Umum
1.03.1.03.01.01.35
Program Pembangunan Jalan
1.03.1.03.01.01.36
Program Pembangunan Jembatan
1.03.1.03.01.01.41
DAK Subbidang Air Minum Kabupaten / Kota
1.03.1.03.01.01.43
Preservasi Jalan Dan Jembatan
1.03.1.03.01.01.44
Perencanaan Jalan Dan Jembatan
1.03.1.03.01.01.46
Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Air Bersih Kecamatan
1.03.1.03.01.01.53
Program Pertanahan
1.03.1.03.01.01.59
Program Penyediaan Air Bersih dan Air Minum
1.03.1.03.01.01.63
Program Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya
1.03.1.03.01.01.83
Program Sarana dan Prasarana Olahraga
1.03.1.03.01.01.84
Program Pembangunan Jaringan Listrik
1.03.1.03.01.01.91
Program Pengaturan Masyarakat Jasa Konstruksi
1.03.1.03.01.01.93
Program Pelayanan Administrasi Jasa Konstruksi
1.03.1.03.01.01.94
Program Informasi Jasa Konstruksi
1.03.1.03.01.01.97
Program Pembebasan Tanam Tumbuh Untuk Jalur Listrik di Desa Long Tesak Kecamatan Muara Ancalong
Rasio Ruang Terbuka Hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
30
-
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
1.03.1.03.02.01.100
Program Pertanahan
Luasan RTH publik sebesar 20% dari luas wilayah 20
34,25
171,25
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 102
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
kota/kawasan perkotaan
1.03.1.03.02.01.53
UPTD Survey & Pemetaan Dinas Pertanahan
Rasio luas kawasan tertutup pepohonan berdasarkan hasil pemotretan citra satelit dan survei foto udara terhadap luas daratan
65
60
92,31
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
1.03.1.03.02.01.88
Program Prioritas Pembangunan
ketaatan terhadap RTRW
100,00
98,96
98,96
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
Penyelesaiaan Kasus tanah Negara
80
-
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
Penyelesaiaan izin lokasi
100,00
-
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
1.04
Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
1.04.1.04.01.01.21
Program Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman
Rasio Rumah layak huni
0,27
0,27
100,00
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
1.04.1.04.01.01.22
Program Gerbang Desa Madu
Persentase luasan pemukiman kumuh di kawasan perkotaan
1,77
2,62
148,02
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
1.04.1.04.01.01.23
Operasional dan Pemeliharaan
Perumahan dan Kawasan Permukiman
1.04.1.04.01.01.24
Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman Pedesaan
1.04.1.04.01.01.25
DAK Subbidang Sanitasi Kabupaten/Kota
1.04.1.04.01.01.26
Program Penyediaan Air Bersih dan Air Minum
1.04.1.04.01.01.27
Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman Pedesaan (Bantuan Keuangan Provinsi)
1.04.1.04.01.01.28
Program Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Pedesaan 2019
1.04.1.04.01.01.29
UPTD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 103
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
1.05
Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
1.05.1.05.01.01.32
Program Penanganan Pelanggaran K3 (Ketertiban, Kenyamanan, Ketentraman)
Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan)
100
100
100,00
Satpol PP
1.05.1.05.02.01.15
Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
Cakupan pelayanan bencana kebakaran kabupaten/kota
0,42
0.05
11,90
DINAS DAMKAR
1.05.1.05.02.01.31
Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran
Tingkat waktu tanggap (response time rate) daerah layanan wilayah manajemen kebakaran (WMK)
88,89
95.58
107,52
DINAS DAMKAR
1.05.1.05.02.01.32
Program Penanganan Pelanggaran K3 (Ketertiban, Kenyamanan, Ketentraman)
Persentase penegakan PERDA
62,86
0,19
0,30
Satpol PP
1.05.1.05.03.01.30
Program Kedaruratan Logistik dan Peralatan
1.05.1.05.03.01.33
Program Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan
1.05.1.05.03.01.34
Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam
1.05.1.05.04.01.17
Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
1.05.1.05.04.01.19
Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan
1.05.1.05.04.01.25
Program Ketahanan Ekonomi
1.05.1.05.04.01.27
Penguatan Peraturan Perundang - undangan dan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 104
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Kapasitas Kelembagaan
1.06
Sosial
1.06.1.06.01.01.15
Program Pemberdayaan
Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial
78,79
59,14
75,06
Dinas Sosial
1.06.1.06.01.01.16
Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
Persentase PMKS yang tertangani
86,79
82,21
94,72
Dinas Sosial
1.06.1.06.01.01.17
Program Pembinaan Anak Terlantar
persentase PMKS skala yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar
10,07
7,05
70,01
Dinas Sosial
1.06.1.06.01.01.18
Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma
Keluarga Berencana
1,37
1,3
94,89
Dinas Sosial
1.06.1.06.01.01.19
Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo
persentase korban bencana yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat
100
100
100,00
Dinas Sosial
1.06.1.06.01.01.20
Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya)
persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan social
55,59
49,68
89,37
Dinas Sosial
1.06.1.06.01.01..21
Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial
1.06.1.06.01.01.22
Program Utama Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial
1.06.1.06.01.01.29
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 105
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
1.06.1.06.01.01.34
Program Penanggulangan Bidang Kemiskinan Bidang Kesejahteraan Sosial Untuk Mengukur
Indeks Kedalaman Kemiskinan
2 . 00
Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar
2.01
Tenaga Kerja
2.01.2.01.01.01.16
Program Peningkatan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Informasi Ketenagakerjaan
Angka sengketa pengusaha - pekerja per tahun
26,69
15,07
56,46
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2.01.2.01.01.01.18
Program Pembukaan, Pengembangan dan Pemberdayaan Wilayah Transmigrasi
Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian Bersama (PB)
92,54
45,87
49,57
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2.01.2.01.01.01.21
Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja (BLK Mandiri)
Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan
57,54
35,45
61,61
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2.01.2.01.01.01.22
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran (BLKI Mandiri)
Besaran pekerja /Buruh yang menjadi peserta program jam sostek
35,63
75,01
210,52
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2.01.2.01.01.01.26
Program Peningkatan Profesinalisme Tenaga Kerja Melalui Pemagangan Uji Kompetensi
Rasio lulusan S1/S2/S3
3,70
11,26
304,32
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2.01.2.01.01.01.27
Program Pembinaan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
2.02
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
2.02.2.02.01.01.16
Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak
Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah
40
2,54
6,35
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
2.02.2.02.01.01.17
Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan
proposi kursi yang diduduki perempuan di DPR
30
15
50,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
2.02.2.02.01.01.35
Program Pemenuhan Hak Anak
Rasio KDRT
1,5
0,01
0,67
Dinas Pemberdayaan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 106
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Perempuan dan Perlindungan Anak
2.02.2.02.01.01.36
Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan. Kualitas Keluarga, Data dan Informasi
Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayan terpadu
100
100
100,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapat layanan kesehatan oeh tenaga kesehatan terlatih di pukesmas mampu tatalaksana KtP/A/PPT/PKT di
rumah sakit
30
0
0,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial trlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan didalam unit pelayanan terpadu
25
0
0,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyelidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus - kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
100
100
100,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum
100
100
100,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan
2
0
0,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan
20
0
0,00
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 107
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
2.03
Pangan
2.03.2.03.01.01.20
Program Peningkatan Ketahanan Pangan
Ketersediaan Pangan Utama (dalam persen)
93,00
42,82
46,04
Dinas Ketahanan Pangan
Ketersediaan energi dan protein perkapita
Dinas Ketahanan Pangan
Energi
2.442
2.663
109,05
Dinas Ketahanan Pangan
Protein
77,00
72,60
94,29
Dinas Ketahanan Pangan
Ketersediaan energi dan protein perkapita
80
98,36
122,95
Dinas Ketahanan Pangan
Regulasi ketahanan pangan
2
0
0,00
Dinas Ketahanan Pangan
2.05
Lingkungan Hidup
2.05.2.05.01.01.15
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
Hasil pengukuran indeks kualitas air
70
58
82,85
Dinas Lingkungan Hidup
2.05.2.05.01.01.16
Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Hasil pengukuran indeks kualitas Udara
70
77,72
111,03
Dinas Lingkungan Hidup
2.05.2.05.01.01.19
Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Hasil pengukuran indeks kualitas Tutupan Lahan
70,00
77,50
110,71
Dinas Lingkungan Hidup
2.05.2.05.01.01.28
Program Peningkatan Administrasi Perkantoran
Pembinaan dan pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PPU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten /K ota
20,00
78,90
394,50
Dinas Lingkungan Hidup
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 108
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
2.05.2.05.01.01.30
Program Penurunan Emisi Total (dalam Juta)
Terverifikasinya MHA dan kearifan lokal atau pengetahuan tradisional
1
0
0,00
Dinas Lingkungan Hidup
Penetapan hak MHA
1
0
0,00
Dinas Lingkungan Hidup
Terlaksananya Pemberian penghargaan lingkungan hidup
25
10
40,00
Dinas Lingkungan Hidup
Pengaduan masyarakat terkait izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH yang diterbitkan oleh Pemerintah daerah Kabupaten/kota, lokasi usaha dan dampaknya di Daerah kabupaten/kota.
50
108
216,00
Dinas Lingkungan Hidup
Timbulan sampah yang ditangani
80
80
100,00
Dinas Lingkungan Hidup
Persentase jumlah sampah yang terkurangi melalui 3R
5
5
100,00
Dinas Lingkungan Hidup
Persentasi cakupan area pelayanan
5
5
100,00
Dinas Lingkungan Hidup
Operasionalisasi TPA/TPST/SPA di kabupaten/kota
75
70
93,33
Dinas Lingkungan Hidup
2.06
Administrasi Kependudukan dan Capil
2.06.2.06.01.01.29
Program Bidang Pelayanan Administrasi Kependudukan
Rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk
85,00
82,78
97,39
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
2.06.2.06.01.01.30
Program Pelayanan Pendaftaran Penduduk
Rasio Pasangan berakte nikah Non Muslim
86,00
97,51
113,38
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
penerapan KTP Nasional berbasis NIK
100,00
100
100,00
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Cakupan penerbitan akta kelahiran 0 -
18
99,70
92,12
92,40
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
2.07
Pemberdayaan Masyarakat Desa
2.07.2.07.01.01.15
Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan
Cakupan sarana prasarana perkantoran pemerintahan 57,06
57,86
101,40
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 109
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
desa yang baik
2.07.2.07.01.01.16
Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan
Cakupan Penyelenggaraan pemerintah desa
68,49
60
87,60
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
2.07.2.07.01.01.17
Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa
Swadaya Masyarakat Terhadap program pemberdayaan masyarakat
45,70
45
98,47
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
2.07.2.07.01.01.18
Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa
Pemeliharaan pasca program pemberdaan masyarakat
45,70
40
87,53
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
2.07.2.07.01.01..21
Program Penanggulangan Kemiskinan dan Kerentanan
Persentase lembaga kemasyarakatan desa yang aktif
100
100
100,00
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
2.07.2.07.01.01.27
Program Peningkatan Kemandirian dan Keunggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2.07.2.07.01.01.32
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah
2.07.2.07.01.01.36
Program Peduli Desa Gerakan Pembanguan Desa MandirI Terpadu (Gerbang Madu)
2.07.2.07.01.01.37
Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas Pembantu dan Jaringan Pedesaan
2.08
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
2.08.2.08.01.01.15
Program Keluarga Berencana
Laju pertumbuhan penduduk (LPP)
2,30
3,99
173,48
DPPKB
2.08.2.08.01.01.17
Program Pelayanan Kontrasepsi
Total fertility Rate (TFR)
2,28
2,43
106,58
DPPKB
2.08.2.08.01.01.20
Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KR
Persentase perangkat Derah (dinas/badan)yang berperan aktif daam pembangunan daerah melalui kampung KB
72
28,13
39,07
DPPKB
2.08.2.08.01.01.28
Program Orientasi Lini Lapangan
Rata - rata jumlah anak per keluarga
2,8
1,3
46,43
DPPKB
2.08.2.08.01.01.31
Program Meningkatkan Dukungan Operasional Program KKBPK Lini Lapangan ( DAK )
Rasio akseptor KB
44
68,62
155,95
DPPKB
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 110
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
2.08.2.08.01.01.33
Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)
Angka pemakaiaan kontrasepsi /CPR bagi perempuan menikah usia 15 - 49
64,87
68,62
105,78
DPPKB
2.08.2.08.01.01.34
Program Peningkatan Penyuluh dan KIE
Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15 - 19) per 1.000 perempuan usia 15 - 19 tahun (ASFR 15 - 19)
35
20,91
59,74
DPPKB
2.08.2.08.01.01.40
Program Operasional Pembinaan Program KB Bagi Masyarakat Oleh Kader (PPKBD & Sub PPKBD)
Cakupan pasangan Usia subur (PUS) yang istrinya dibawah 20 tahun
1,04
3,59
345,19
DPPKB
Cakupan PUS yang ingin ber - KB tidak terpenuhi (unmet need)
14,85
18,83
126,80
DPPKB
persentase penggunaan kontrasepsi Jangka panjang (MKJP)
14,5
15,10
104,14
DPPKB
Persentase tingkat keberlangsungan pemakaian kontrasepsi
27,17
39
143,54
DPPKB
Cukupan anggota Bina keluarga Balita (BKB) ber - KB
92
64
69,57
DPPKB
Cakupan anggota bina keluarga Remaja (BKR) ber - KB
76,40
47
61,52
DPPKB
Cakupan anggota Bina keluarga Lansia (BKL)ber - KB
17
7,8
45,88
DPPKB
Pusat pelayanan keluarga sejahtera (PPKS) di setiap kecamatan
18
0
0,00
DPPKB
Cakupan remaja dalam pusat informasi dan konseling Remaja / mahasiswa
70
133
190,00
DPPKB
Cakupan PUS peserta KB anggota usaha peningkatan pendapatan Keluarga sejahtera (UPPKS) yang ber - KB mandiri
90
42
46,67
DPPKB
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 111
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Cakupan ketersediaan dan distribusi alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat
64,87
162
249,73
DPPKB
rata - rata usia kawin pertama wanita
19
<21
DPPKB
Presentasi Pembiayaan Program Kependudukan/keluarga Berencana dan pembangunan keluarga melalui APBD dan APBDes
0,0085
0,0028
32,94
DPPKB
2.09
Perhubungan
2.09.2.09.01.01.15
Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan
Jumlah arus penumpang angkutan umum
143.227
76.680
53,54
Dinas Perhubungan
2.09.2.09.01.01.16
Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ
Rasio ijin trayek
0,00022
0,00014
63,64
Dinas Perhubungan
2.09.2.09.01.01.17
Program Peningkatan Pelayanan Angkutan
Jumlah uji kir angkutan umum
7.936
6.295
79,32
Dinas Perhubungan
2.09.2.09.01.01.18
Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembangunan
Jumlah pelabuhan laut/udara/terminal bis
Dinas Perhubungan
2.09.2.09.01.01.19
Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas
- Pelabuhan laut
3
3
100,00
Dinas Perhubungan
2.09.2.09.01.01.20
Program Peningkatan Kelaikan Pengoprasian Kendaraan Bermotor
- Pelabuhan Udara
2
2
100,00
Dinas Perhubungan
- Terminal Bis
12
12
100,00
Dinas Perhubungan
Persentase Layanan Angkutan darat
22,70
6,17
27,18
Dinas Perhubungan
Persentase Kepemilikan KIR angkutan umum
26,19
35,93
137,19
Dinas Perhubungan
Pemasangan rambu - rambu
69,04
9,22
13,35
Dinas Perhubungan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 112
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum
Dinas Perhubungan
- Jumlah orang
203.187
91,573
0,05
Dinas Perhubungan
- Jumlah barang
786
1.467
186,64
Dinas Perhubungan
Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/terminal
Dinas Perhubungan
- Jumlah orang melalui dermaga/bandara/terminal
102,510
91.573
Dinas Perhubungan
- Jumlah barang melalui dermaga/bandara/terminal
786
1.467
186,64
Dinas Perhubungan
2.10
Komunikasi dan Informatika
2.10.2.10.01.01.19
Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa
Cakupan pengenbangan dan pemberdayaan kelompok informasi Masyarakat di Tingkat kecamatan
10
0
0,00
Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik
2.10.2.10.01.01.20
Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi
Cakupan layanan telekomunikasi
40
30
75,00
Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik
2.10.2.10.01.01.22
Program Publikasi dan Kemitraan Media
Persentase Penduduk yang menggunakan HP/telepon
83
68
81,93
Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik
2.10.2.10.01.01.24
Program Pengelolaan Media Komunikasi dan Informasi
proporsi rumah dengan akses internet
40
25
62,50
Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik
2.10.2.10.01.01.26
Program Publikasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan
2.10.2.10.01.01. 27
Program Sistem Informasi Statistik Daerah
2.10.2.10.01.01.30
Program Penyelenggaraan Urusan Persandian
2.11
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
2.11.2.11.01.01.17
Program Pengembangan Sistem Persentase Koperasi Aktif
65,90
56,00
84,98
Dinas Koperasi dan UKM
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 113
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah
2.11.2.11.01.01.18
Program Peningkatan Kualitas
Kelembagaan Koperasi
Jumlah UKM
5.972
6.178
103,45
Dinas Koperasi dan UKM
2.11.2.11.01.01.23
Program Peningkatan Usaha dan Daya Saing Koperasi
2.12
Penanaman Modal
2.12.2.12.01.01.15
Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
Jumlah investor Berskala Nasional (PMDN/PMA)
28
241
860,71
Dinas Penanaman Modal dan PTSP
2.12.2.12.01.01.16
Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi
Realisasi Nilai inventaris Berskala Nasional (PMDN/PMA)
25.482,00
6,150 (T)
Dinas Penanaman Modal dan PTSP
2.12.2.12.01.01.17
Program Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana dan Prasarana Daerah
Rasio daya serap tenaga kerja
25.784
Dinas Penanaman Modal dan PTSP
2.12.2.12.01.01.19
Program Pengawasan dan Pengendalian Perijinan
2.12.2.12.01.01.22
Program Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana dan Prasarana Daerah Peduli Desa
2.12.2.12.01.01.23
Program Persiapan Pelayanan Administrator KEK MBTK (Maloy)
2.13
Kepemudaan dan Olah Raga
2.13.2.13.01.01.16
Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan
Persentase organisasi pemuda yang aktif
73
76
104,11
Dinas Pemuda dan Olahraga
2.13.2.13.01.01.20
Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga
Persentase wirausaha muda
60
15
25,00
Dinas Pemuda dan Olahraga
2.13.2.13.01.01.21
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga
Jumlah presentasi olahraga
185
298
161,08
Dinas Pemuda dan Olahraga
2.13.2.13.01.01.22
Program Pengembangan dan Pembinaan Organisasi Kepemudaan Pemuda dan Olahraga
2.13.2.13.01.01.23
Program Pengembangan dan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 114
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Keserasian Pemuda
2.16
Kebudayaan
2.16.2.16.01.01.15
Program Pengembangan Nilai Budaya
Penyelenggaraan Festival Seni Dan Budaya
15
7
46,67
Dinas Kebudayaan
2.16.2.16.01.01.17
Program Pengelolaan Keagamaan Budaya
Jumlah Benda, Situs, Dan Kawasan Cagar Budaya Yang Dilestarikan
55
42
76,36
Dinas Kebudayaan
2.16.2.16.01.01.25
Program Pengembangan Kekayaan Cagar Budaya
Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya
4
3
75,00
Dinas Kebudayaan
2.16.2.16.01.01.28
Fasilitas Sarana Kesenian Kelompok Masyarakat/Seni
2.17
Perpustakaan
2.17.2.17.01.01.07
Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan
Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun
0,14
0,73
521,43
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan
0,33
0,35
106,06
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
Rasio perpustakaan persatuan penduduk
0,25
0,16
64,00
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
Jumlah rata - rata pengunjung perpustakaan/tahun
40.500
27.657
68,29
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
Jumlah koleksi judul buku perpustakaan
32.708
31.603
96,62
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
2.18
Kearsipan
2.18.2.17.01.01.15
Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan
Persentase Perangkat Daerah Yang mengelola arsip secara baku
0,19
0,08
42,11
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
2.18.2.17.01.01.16
Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah
Peningkat SDM pengelola kearsipan
1
1
100,00
Dinas Perpustakaan dan Kersipan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 115
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
Statistik
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
Ada
Ada
Ada
BAPPEDA
buku"kabupaten dalam angka"
Ada
Ada
Ada
BAPPEDA
Buku "PDRB"
Ada
Ada
Ada
BAPPEDA
3.00
Urusan Pilihan
3.01
Kelautan dan Perikanan
3.01.3.01.01.01.20
Program Pengembangan Budidaya Perikanan
Produksi Perikanan (Dalam Ribuan)
11.466
10.843
94,56
Dina Kelautan dan Perikanan
3.01.3.01.01.01.21
Program Pengembangan Perikanan Tangkap
Konsumsi Ikan
43,57
62,26
142,90
Dina Kelautan dan Perikanan
3.01.3.01.01.01.23
Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan
Cakupan Bina Kelompok Nelayan
14,72
15,38
104,48
Dina Kelautan dan Perikanan
3.01.3.01.01.01.25
Program Pengembangan dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan
3.02
Pariwisata
3.02.3.02.01.01.15
Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Kunjungan Wisata
27.206
68.532
251,90
Dinas Pariwisata
3.02.3.02.01.01.16
Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
3.03
Pertanian
3.03.3.03.01.01.17
Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan
Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB
8,70
7,65
87,93
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.18
Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan
Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB
0,66
2,89
437,88
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.19
Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
a.
Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 116
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
3.03.3.03.01.01.22
Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
b.
a. padi
37,25
3 2,09
86,15
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01..23
Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perternakan
b. Jagung
21,59
50,79
235,25
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01..25
Program Pengembangan Agribisnis
c. Ubi Kayu
140,60
277,2
197,16
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.29
Program Peningkatan Pemanfaatan Potensi Lahan
Produksi padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per tahun
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.38
Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Reguler)
a. Padi
38.000
26.766
70,44
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.41
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluhan
b. jagung
1.300
8.361
643,15
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.42
Program Optimalisasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian
c. Ubi kayu
5.490
10.071
183,44
Dinas Pertanian
3.03.3.03.01.01.45
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan UPTD Pertanian
Cakupan bina Kelompok Tani
27,02
14,54
53,81
Dinas Pertanian
3.03.3.03.02.01.17
Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan
Kontribuksi sektor perkebunan (tanaman keras)
5,97
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.19
Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
Produksi sektor Perkebunan (Karet,Lada,Kakao,Sawit,Aren
dan kelapa)
6.481.298
5.276.285.92
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.28
Program Peningkatan Perlindungan Tanaman
Luas Lahan Perkebunan (Ha)
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.30
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia
1. Karet
16.645,49
18.754,27
112,67
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.36
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkebunan
2. Lada
467,18
418,75
89,63
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.39
Program Peduli Desa
3. Kakao
4.049,41
3.415,43
84,34
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.43
Program Optimasi Lahan
4. Sawit
484.056,18
459.526,27
94,93
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.46
Program Penanganan Konflik Usaha Perkebunan
5. Aren
326,17
318,07
97,52
Dinas Perkebunan
3.03.3.03.02.01.47
Program Perluasan Komoditi Perkebunan
6. Kelapa Dalam
1.372,85
1.296,10
94,41
Dinas Perkebunan
Produksi Perkebunan (Ton/Ha)
1. Karet
16.645,49
954,70
5,74
Dinas Perkebunan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 117
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
2. Lada
467,18
108,99
23,33
Dinas Perkebunan
3. Kakao
1.618,87
1.255,65
77,56
Dinas Perkebunan
4. Sawit
6.477.166,48
5.329.823,74
82,29
Dinas Perkebunan
5. Aren
35,94
27,89
77,60
Dinas Perkebunan
6. Kelapa Dalam
1.138,62
937,00
82,29
Dinas Perkebunan
Produktivitas Perkebunan (Kg/Ha)
1. Karet
1.321,34
984,37
74,50
Dinas Perkebunan
2. Lada
821,67
658,90
80,19
Dinas Perkebunan
3. Kakao
648,79
522,49
80,53
Dinas Perkebunan
4. Sawit
20.501,24
15.331,64
74,78
Dinas Perkebunan
5. Aren
367,98
292,49
79,49
Dinas Perkebunan
6. Kelapa Dalam
1.166,95
941,76
80,70
Dinas Perkebunan
Cakupan Bina Kelompok Tani Perkebunan (Tanaman Keras)
16,38
1,32
8,06
Dinas Perkebunan
Populasi Ternak (Ekor)
1.Sapi
Dinas Pertanian
- Sapi potong
17.647,00
0,00
Dinas Pertanian
-
Sapi perah
17.566,00
19.769,00
112,54
Dinas Pertanian
2. Babi
81,00
69,00
85,19
Dinas Pertanian
3. Kambing
10.243,00
9.963,00
97,27
Dinas Pertanian
4. Ayam
9.825,00
8.914,00
90,73
Dinas Pertanian
- Ayama Ras Pedaging
3.380.062,00
2.695.100,00
79,74
Dinas Pertanian
- Ayama buras (kampung )
467,00
330,46
70,76
Dinas Pertanian
3.07
Perdagangan dan Perindustrian
3.07.3.07.01.01.09
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Ekspor bersih perdagangan/usaha informal
109.353.118,00
33.540.948,22
30,67
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
3.07.3.07.01.01.16
Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal
2
0
0,00
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 118
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
3.07.3.07.01.01.20
Program Perlindungan
Konsumen dan Pengamanan Perdagangan
Rekapitulasi pertumbuhan IKM Kab. Kutim
1.369
257
18,77
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
3.07.3.07.01.01.21
Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri
Rekapitulasi IKM yang mendapatkan Bantuan peralatan/sarana dan prasarana
30
0
0,00
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
3.07.3.07.01.01.24
Program Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah
Rekapitulasi IKM yang mendapatkan pembinaan/pelatih
150
0
0,00
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
4.00
Fungsi Penunjang Urusan
4.01
Administrasi Pemerintahan
4.01.03 . 03
Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi
Tersedianya Rencana Kerja Tahunan pada setiap Alat - alat Kelengkapan DPRD Provinsi/Kab/Kota
ada
ada
ada
Sekretariat DPRD
4.01.03 .03
Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH
Tersusun dan terintegrasinya Program - program kerja DPRD untuk melaksanakan Fungsi pegawaan, Fungsi pembentukan Perda, dan fungsi Anggaran dalam dokumen rencana lima tahunan (RPJM)maupun dokumen rencana Tahunan (RKPD)
ada
ada
ada
Sekretariat DPRD
4.01.03 .03
Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
Terintegrasi program - program DPRD untuk melaksanakan fungsi pengawasan, pembentukan perda dan anggaran kedalam dokumen perencanaan dan dokumen Anggaran Setwan DPRD
ada
ada
ada
Sekretariat DPRD
4.01.03 .03
Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah
4.01.03 .03
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 119
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
4.01.03 .03
Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
4.01.03 .03
Program Penataan Daerah
Otonomi Baru
4.01.03 .03
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
4.01.03 .03
Program Peningkatan dan Pengembangan Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa
4.01.03 .03
Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi Kebutuhan
Penyusunan Dokumen Perencanaan
4.01.03 .03
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.01.03 .03
Program Pengembangan Data / Informasi
4.01.03 .03
Program Perlindungan & Konservasi SDA
4.01.03 .03
Program Peningkatan Pelayanan Ritual/Keagamaan
4.01.03 .03
Program Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia
4.01.03 .03
Program Peningkatan Sumber Daya Manusia
4.01.03 .03
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
4.01.03 .03
Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
4.01.03 .03
Program Publikasi Penyelengaraan Penerintahan dan Pembangunan
4.01.03 .03
Program Penataan Peraturan Perundang - Undangan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 120
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
4.01.03 .03
Program Peningkatan Kesadaran Hukum dan Hak Asasi Manusia
4.01.03 .03
Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang Perekonomian
4.01.03 .03
Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan
4.01.03 .03
Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerarah
4.01.03 .03
Program Percepatan Proses Penetapan Regulasi
4.02
Pengawasan
4.02.4.02.01.01.19
Program Implentasi SPI (Sistem Pengendalian Internal Pemerintah)
Persentase Tindak Lanjut Temuan
85,00
87,75
103,24
Inspektorat Daerah
4.02.4.02.01.01.21
Kampanye Bebas Korupsi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi bagi Penyelenggara Pemerintahan
Persentase Pelanggaran Pegawai
0,32
0,00
0,00
Inspektorat Daerah
4.02.4.02.01.01.24
Upaya pencegahan Korupsi serta Penguatan Sistem Integritas
Jumlah Temuan BPK
47,00
30,00
63,83
Inspektorat Daerah
4.03
Perencanaan
4.03.4.03.01.01.15
Program Pengembangan Data/Informasi
Tersedianya dokumen perencanan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA
ada
Ada
Ada
Bappeda
4.03.4.03.01.01.21
Program Perencanaan Pembangunan Daerah
Tersedianya dokumen perencanaan: RPJMD yang telah ditetapkan dengan PERDA/PERKADA
ada
Ada
Ada
Bappeda
4.03.4.03.01.01.22
Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi
Tersediayan dokumen perencanaan: RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA
ada
Ada
Ada
Bappeda
4.03.4.03.01.01.23
Program Perencanaan Sosial dan Budaya
Tersedianya dokumen RTRW yang telah ditetapkan dengan ada
Ada
Ada
Bappeda
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 121
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
PERDA
4.03.4.03.01.01.31
Program Perencanaan Pembangunan Fisik dan Prasarana Wilayah
Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD
100
97,20
97,20
Bappeda
4.04
Keuangan
4.04.4.04.01.01.15
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
Opini BPK terhadap laporan keuangan
WTP
WTP
WTP
BPKAD
4.04.4.04.01.01.16
Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota
Persentase SILPA terhadap APBD
1
1
100,00
BPKAD
4.04.4.04.01.01.17
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah
Persentase program/kegiatan yang tidak terlaksana
3
3
100,00
BPKAD
4.04.4.04.01.01.19
Program Peningkatan Evaluasi dalam Pengesahan APBD Kabupaten Kutai Timur
persentase belanja pendidikan (20%)
min 10
20
BPKAD
4.04.4.04.01.01.20
Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan
Persentase belanja kesehatan (10%)
min 5
10
BPKAD
4.04.4.04.01.01.21
Program Penataan Barang Milik Daerah
Perbandingan antara belanja langsung dengan belanja tidak langsung
na
66 / 34
BPKAD
4.04.4.04.01.01.22
Program Perencanaan Barang Milik Daerah
Bagi hasil kabupaten/kota dan desa
min 5
11
BPKAD
4.04.4.04.02.01.15
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
Penetapan APBD
tepat waktu
tepat waktu
tepat waktu
BPKAD
4.04.4.04.02.01.16
Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 122
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
4.05
Kepegawaian
4.05.4.05.01.01.15
Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
Rata - rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan
28
113
403,57
BKPP
4.05.4.05.01.01.16
Program Database Kepegawaian
Persentase ASN yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
1,37
0,11
8,03
BKPP
Persentase pejabat ASN yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan struktural
10,69
8,5
79,51
BKPP
Jumlah jabatan pimpinan tinggi pada instansi pemerintah
1076
23
2,14
BKPP
Jumlah Jabatan administrasi pada Instansi Pemerintah
39
448
1148,72
BKPP
Jumlah pemangku jabatan fungsional tetentu pada instansi pemerintah
67
8
11,94
BKPP
4.07
Penelitian dan Pengembangan
4.07.4.07.01.01.16
Program Penelitian dan Pengembangan Bidang Kemasyarakatan dan Hukum
Jumlah Produk Kelitbangan yang Dihasilkan
53,49
11,11
20,77
Badan Litbang
4.07.4.07.01.01.18
Program Penelitian dan Pengembangan Bidang SDA dan Teknologi
4.07.4.07.01.01.19
Program Penelitian dan Pengembangan Bidang Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, Sosial dan Kependudukan
4.07.4.07.01.01.20
Program Penelitian dan Pengembangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 123
Kode
Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program
Indikator Kinerja Program (Outcome)
Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019
Perangkat Daerah Penanggung Jawab
Target
Realisasi
Tingkat Realisasi (%)
4.07.4.07.01.01.21
Program
Penelitian dan Pengembangan Bidang Inovasi dan Teknologi
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kab upaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 124
2.3
Permasalahan Pembangunan Daerah
Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur ditandai dengan tercapainya beberapa indikator kinerja utama.
Namun demikian, dalam perjalanan proses pembangunan di Kabupaten Kutai Timur masih menyisakan berbagai permasalahan. Oleh karena itu, guna menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, perlu dilakukan identifikasi guna optimalisasi pencapaian sasaran pemb angunan.
2.3.1
Permasalahan Daerah yang Berhubungan dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah
Apabila ditinjau dari prioritas pembangunan Kabupaten Kutai Timur tahun 20 21 dapat
diidentifikasi isu strategis pembangunan. Isu strategis tersebut selanjutnya dijabarkan dalam isu fokus sebagaimana pada tabel berikut. Perumusan isu fokus ini dan hasil sinkronisasi isu strategis Kutai Timur dengan Kalimantan Timur dan nasional menjadi d asar untuk ditetapkan
program pada
seluruh P erangkat D aerah
terkait.
Tabel 2.7 1
Permasalahan Pembangunan Daerah
Kabupaten Kutai Timur
Tahun 20 21
No
Prioritas
Masalah/Isu Strategis
1
SDM dan Pelayanan Dasar
a.
aksesibilitas, pemerataan ,
dan kualitas pendidikan
belum merata
dan meningkat ;
b.
aksesibilitas, pemerataan, dan kualitas kesehatan
belum merata
dan meningkat ;
c.
ketrampilan pekerja sektor non tambang masih kurang ;
d.
pengembangan
seni budaya
kurang optimal khususnya pelestarian budaya lokal.
2
Produksi Pangan
a.
penyediaan pangan berbasis sumberdaya lokal (intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi)
masih kurang ;
b.
kelembagaan pertanian sebagai pondasi pertanian
belum optimal;
c.
kapasitas produksi dan produktivitas produk pangan
utama dan komoditi agribisnis unggulan masih kurang .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 125
No
Prioritas
Masalah/Isu Strategis
3
Infrastruktur Dasar
a.
Pengembangan sistem jaringan irigasi
belum optimal dan drainase .
b.
akses infrastruktur dasar: air baku , air bersih,
listrik
dan pengembangan sanitasi lingkungan
belum optimal ;
c.
aksesibilitas dan mobilitas transportasi serta keterhubungan antar desa
masih kurang ;
4
Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Unggulan
a.
K omoditas agribisnis
potensi
unggulan daerah menuju daya saing daerah
belum dioptimalkan dan disosialisasikan;
b.
Keterampilan SDM berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) belum dioptimalkan ;
c.
Kurangnya p emanfaatan keanekaragaman budaya dan hayati sebagai wisata
terintegrasi (ekowisata) .
5
Pelayanan Publik dan Penyelenggaraan Pemerintahan
a.
Komptensi SDM ASN belum optimal ;
b.
T ata kelola pemerintahan d aerah
berbasis IT
belum optimal ;
2.3.2
Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan pembangunan masih menghadapi berbagai
permasalahan yang menjadi kendala
dalam pencapaian target
yang direncanakan .
Salah satu permasalahan besar yang dihadapi Kutai Timur adalah pandemi Covid - 19. Pandemi ini sangat memengaruhi aktivitas baik pemerintahan maupun masyarakat pada umumnya sekaligus menjadi kendala dan tantangan bagi Kab upaten Kutai Timur dalam melaksanakan pembangunan . Identifikasi
permasalahan
pembangunan masing - masing bidang urusan dilakukan dengan mempertimbangkan layanan dasar dan tugas serta fungsi tiap Perangkat Daerah. Berikut identifikasi permasalaha n
pada masing - masing bidang urusan:
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kab upaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 126
A.
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
1.
Pendidikan
a.
Masih kurangnya kompetensi SDM tenaga pendidik dan kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di Kabupaten Kutai Timur;
b.
Penyebaran tenaga pendidik
dan kependidikan kurang merata;
c.
Terbatasnya akses pendidikan di daerah - daerah terpencil khususnya tingkat sekolah dasar SD dan SLTP;
d.
Belum meratanya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan formal maupun non formal yang
menjangkau seluruh masyarakat;
e.
Belum siapnya
SDM dan sarana prasarana
untuk pemanfaatan te knologi dalam
mendukung pembelajaran secara
online
(terutama dalam menghadapi pandemi Covid - 19) .
2.
Kesehatan
a.
Aksesibil i tas layanan dokter dan tenaga medis belum merata khususnya dokter dengan spesialisasi tertentu ;
b.
Belum tersedianya tenaga kesehatan secara memadai untuk mengantisipasi pandemi atau endemi;
c.
Belum optimal dan meratanya a kses serta
mutu layanan kesehatan
dengan menggunakan pendekatan siklus hidup ;
d.
Belum meratanya sarana dan prasarana pelayanan
kesehatan di wilayah pedalaman, perbatasan dan terpencil ;
e.
Cakupan imunisasi balita yang belum meny eluruh;
f.
Penanganan kasus gizi buruk dan bayi lahir dengan berat badan rendah belum optimal ; dan
g.
Belum optimalnya upaya pengurangan risiko krisis kesehatan b erdasarkan upaya kesiapsiagaan.
3.
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
a.
Kurangnya pemerataan infrastruktur dasar: air minum , listrik , dan kualitas jalan terutama di wilayah pedesaan ;
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 127
b.
Kurangnya kualitas keterhubung an (konektivitas) antar wilayah;
c.
Pengembangan pedestrian dan kelengkapan jalan, khususnya penerangan jalan u mum kurang memadai ;
d.
Kurang memadainya jaringan drainase, khususnya yang terkait penanganan air limpasan dan lokasi genangan air/ banjir (penanganan air limpas an dan air genangan sa at hujan);
e.
Jaringan irigasi kurang mendukung tersedianya air khususnya di wilayah sentra produksi pangan;
dan
f.
Pemanfaatan bendungan di Kecamatan Kaubun belum optimal dan proses pembangunan bendungan di Kecamatan Kaliorang sebaiknya dipercepat, mengingat ke dua kecamatan ini sebagai sentra tanaman padi.
4.
Perumahan Rakyat da n
Kawasan Pe r mukiman
a.
Penanganan rumah layak huni belum berkesinambungan ;
b.
Masih terdapatnya kawasan kumuh khususnya di perkotaan ; dan
c.
Belum memadainya sanitasi
di wilayah permukiman .
5.
Keten te raman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
a.
Operasi patroli wilayah masih terbatas, baik dalam hal cakupan dan intensitasnya ;
b.
Masih kurangnya penegakan Perda terkait ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat ;
c.
Sarana dan pras arana ( early warning system ) penanggulangan bencana, serta penanganan pasca bencana belum memadai ; dan
d.
Meningkatkan status dan “Desa Tangguh Bencana” di beberapa kecamatan yang rawan mengalami rawan kebakaran hutan dan lahan (kahutla); khususnya Kecamatan Bengalon dan Rantau Pulung .
e.
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kab upaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 128
6.
Sosial
a.
Belum memadainya data base
Penyandang Masa lah Kesejahteraan Sosial (PMKS);
b.
Kuantitas dan kual itas panti sosial belum memadai;
c.
Koordinasi antar instansi terkai t penanganan PMKS belum optimal;
d.
Pembinaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan manajemen pelayanan PMKS belum optimal ; dan
e.
P rogram - program
pemberdayaan PMKS belum optimal .
B.
Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar
1.
Tenaga Kerja
a.
Belum optimalnya BLK dan lembaga ketenagakerjaan lainnya dalam upaya menin gkat kan kompetensi tenaga kerja;
b.
Kurangnya
koordinasi dan sinergitas kerjasama antar instansi terkait ketenagakerjaan beserta stakeholders ;
c.
Belum adanya Grand Design tentang Man Power Plannning;
d.
Masih rendahnya kompetensi pencari kerja terhadap kualifikasi lapangan kerja yang dibutuhkan; dan
e.
Masih belum adanya sinkronisasi antara bidang ketenagakerjaan dan bidang pendidikan.
2.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a.
Belum optimalnya upaya pe ncegahan dan penanganan KDRT dan perlindungan anak akibat masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya melaporkan
masalah
KDRT;
b.
Belum optimalnya upaya untuk mewujudkan Kabupaten Kuta i Timur sebagai kota layak anak; dan
c.
Belum optimalnya pengarusutamaan gender .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 129
3.
Pangan
a.
Kapasitas p roduksi
dan produktivitas produk
pangan
utama
kurang optimal ;
b.
Tingkat diversifikasi sumber bahan pangan masih rendah ; dan
c.
Belum optimalnya program ketahanan pangan dalam mendukung ketersediaan dan kecukupan pangan
utama .
4.
Lingkungan Hidup
a.
Belum optimalnya pemantauan kualitas lingkungan ; dan
b.
Belum optimalnya penanganan potensi residu dari sektor perkebunan dan pertambangan.
5.
Administrasi Kependudukan dan Capil
a.
Belum optimalnya koordinasi antar instansi yang menangani
urusan kependudukan dan pencatatan sipil terkait akurasi data ;
b.
Belum optimalnya kualitas layanan administrasi kependudukan ;
c.
Belum optimalnya registrasi kependudukan di tingkat desa;
d.
Adanya keterbatasan SDM dalam bidang IT kependudukan; dan
e.
Belum adanya G rand Design
Pembangunan dan Kependudukan.
6.
Pemberdayaan Masyarakat Desa
a.
Belum optimalnya upaya penyiapan dan peningkatan kemampuan aparatur Desa dalam pe nyelenggaraan Pemerintahan Desa;
b.
Belum optimalnya upaya penguatan peran lembaga - lembaga yang ada di desa
dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangu nan dan pemberdayaan masyarakat; dan
c.
Belum optimalnya penggalian potensi, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya di desa serta penggunaan
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kab upaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 130
teknologi tepat guna untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) desa .
7.
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
a.
Belum optimalnya upaya penyiapan dan peningkatan sumber daya manusia dalam upaya penyelenggaraan program penunjang pembangunan Keluarga B erencana dan Keluarga Sejahtera;
b.
Belum terwujudnya pembangunan berwawa san
kependudukan;
c.
Belum optimalnya ketersediaan layanan Keluarga B erencana;
d.
Belum optimalnya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan manajemen usaha k hususnya keluarga pra sejahtera;
e.
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pendewasaan usia perkawinan .
f.
Terbatasnya tenaga pelayanan PLKB
8.
Perhubungan
a.
Peran Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penggunaan transportasi kendaraan di atas air belum optimal khususnya di daerah pedalaman yang dilalui o leh DAS, belum optimal;
b.
Kurangnya moda transportasi massal
antar kecamatan dan desa; dan
c.
Ketersediaan database Urusan Perhubungan kurang optimal .
9.
Komunikasi dan Informatika
a.
Belum meratanya pengembangan sarana dan prasarana telekomunikasi (BTS) khususnya di wilayah perdesaan ; dan
b.
Layanan masyarakat berbasis ICT ( Information and Communication Technology ) belum optimal .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 1 31
10.
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
a.
Kompetensi k ewirausahaan perlu ditingkatkan;
b.
Pemantauan aktivitas koperasi belum optimal ;
c.
Terbatasnya kelembagaan peningkatan kapasitas UKM (inovasi) dalam menumbuhkan wirausaha baru ;
d.
Rendahnya kualitas SDM pengelola Koperasi dan UKM ;
e.
Kurangnya pembinaan UKM ; dan
f.
Rendahnya akses perbankan bagi Koperasi dan UKM .
11.
Penanaman Modal
a.
Informasi dan promosi tenta ng peluang investasi di Kabupaten Kutai Timur belum optimal ;
b.
Belum optimalnya kualitas layanan perizinan terpadu ; dan
c.
Iklim da n minat investasi di Kutai Timur masih rendah .
12.
Kepemudaan dan Olahraga
a.
Sarana dan prasarana olahraga baik yang disediakan oleh pemerintah daerah maupun swasta belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung atlet potensial asal Kabupaten Kutai Timur .
13.
Kebudayaan
a.
Belum optimalnya pengelolaan budaya sebagai sumberdaya wisata ; dan
b.
Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menciptak an ekonomi kreatif berbasis budaya lokal .
14.
Perpustakaan
dan Kearsipan
a.
Kurangnya budaya l iterasi (penumbuhan minat baca);
b.
Kurangnya inovasi pelayanan perpustakaan berbasis teknologi ; dan
c.
P engelolaan kearsipan (digitalisasi) kurang inovatif .
C.
Urusan Pilihan
1.
Kelautan dan Perikanan
a.
Masih kurangnya produksi budidaya ikan air tawar;
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kab upaten
Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 132
b.
Belum optimalnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI);
dan
c.
Kurangnya kualitas dan kuantitas SDM penyuluh .
2.
Pariwisata
a.
Pengembangan destinasi wisata belum menjadi prioritas;
dan
b.
Pengelolaan wisata masih sektoral .
3.
Pertanian
a.
Komoditas unggulan masih kurang disosialisasikan;
b.
Penyediaan pangan utama masih kurang optimal;
dan
c.
Dukungan sektor terkait pengembangan agribisnis masih kurang .
4.
Perdagangan dan Perindustrian
a.
Banyak produk UMKM yang belum ter sertifikasi;
b.
Penyediaan sarpras pasar di wilayah kecamatan dan desa kurang memadai
ditinjau dari aspek kesehatan ;
c.
Pemantauan harga kebutuhan pokok, gas rumah tangga dan BBM belum dilakukan secara kontinu ;
d.
Belum optimalnya pemantauan perizinan usaha dan koordinasi dengan instansi terkait terutama untuk peningkatan PAD ; dan
e.
Pemasaran produk koperasi dan UKM belum optimal .
D.
Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang
1.
Administrasi Pemerintahan
a.
Belum optimalnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Good Government Governance ; dan
b.
Belum optimalnya upaya peningkatan kualitas dan inovasi pelayanan sektor publik di Kabupaten Kutai Timur .
2.
Pengawasan
a.
Belum optimalnya asistensi kepada OPD dalam pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban APBD .
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 2 - 133
3.
Perencanaan
a.
Kurang optimalnya dukungan dari OPD dalam menyusun perencanaan ;
dan
b.
Kurangnya s inkronisasi antara bidang perencanaan dengan bidang penganggaran.
4.
Keuangan
a.
Sistem informasi pengelolaan keuangan
berbasis IT
belum sepenuhnya didukung oleh SDM yang memadai ;
b.
Kurangnya sinkronisasi antara bidang penganggaran dengan bidang perencananaan; dan
c.
Lemahnya penerapan standarisasi belanja .
5.
Kepegawaian
a.
Kurangnya pertimbangan analisis beban kerja sebagai acuan a lokasi SDM ; dan
b.
Kurangnya kesesuaian pelatihan SDM menurut ke butuhan.
6.
Penelitian dan Pengembangan
a.
Kurang optimalnya pemanfaatan h asil penelitian dan pengembangan dalam
mendukung pengambilan keputusa n dan atau penyusunan kebijakan ;
b.
Kurang optimalnya pemanfaatan hasil rapat dan atau diskusi dengan tenaga ahli dalam mendukung pengambilan keputusan dan atau penyusunan kebijakan .
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 3 - 1
B AB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
Rancangan kerangka ekonomi daerah Pemerintah Kabupaten Ku t ai Timur tahun 2021 meliputi kerangka ekonomi secara makro dan kerangka pendanaan dalam RKPD Tahun 2021. Kerangka ekonomi makro memberi gambaran tentang perkiraan kondisi ekonomi makro Kabupaten Kutai Timur baik yang dipengaruhi faktor inter nal maupun eksternal. Faktor - faktor tersebut memengaruhi perekonomian global, nasional dan regional secara signifikan.
Kerangka pendanaan merupakan komponen penting yang digunakan untuk menapai target kinerja daerah yang telah ditetapkan. Hal ini berarti
kerangka pendanaan memberikan fakta dan analisis terkait perkiraan sumber - sumber pendapatan. Kerangka pendanaan memberikan gambaran besaran pendapatan dari sektor - sektor potensial, perkiraan kemampuan pembelanjaan dan pembiayaan untuk pembangunan tahun 20 21 di Kabupaten Kutai Timur. Kerangka pendanaan ini menjadi basis kebijakan anggaran untuk mengalokasikan secara efektif dan efisien dengan perencanaan anggaran berbasis kinerja.
Perencanaan tahunan mencerminkan kemampuan daerah dalam memproyeksikan kapas itas pendanaan secara akurat. Rancangan kerangka ekonomi tahun 2021 harus mampu memediasi perencanaan dan penganggaran yang efektif dan efisien dalam menuju tercapainya target kinerja pembangunan serta dapat mengatasi permasalahan dan isu - isu strategis yan g telah terindentifikasi di Kabu paten Kutai Timur. Dalam perenc a naan tahunan diperlukan gambaran kondisi ekonomi daerah tahun rencana dengan mempertimbangkan kondisi tahun sebelumnya. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa rancangan kerangka ekonomi dan ke bijakan keuangan
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 3 - 2
daerah merupakan hasil dari strategi pembangunan yang telah berjalan sekaligus menjadi dasar asumsi dasar kebijakan di tahun rencana.
Adapun arah kebijakan ekonomi dan keuangan daerah Kabupaten Kutai Timur diantaranya mencakup: (i) kebijak an pendapatan daerah, dan (ii) kebijakan belanja dan (iii) pembiayaan daerah.
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Timur tetap mengacu pada RKP pemerintah pusat tahun 2021 dengan mengambil tema “ Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformas i Sosial ”. RKP pemerintah pusat ini dijabarkan dalam 7
( tujuh ) pilar prioritas P embangunan N asional (PN). Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial , yaitu: (1) Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan ; (2) Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan ; (3) Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing ; (4) Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan ; (5) Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan E konomi dan Pelayanan Dasar ;
(6) Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim;
dan
(7)
Memperkuat Stabilitas Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukhankam) dan Transformasi Pelayanan Publik.
Berdasarkan paparan Musre n bang RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2018 - 2023 yang disampaikan di Samarinda tanggal 17 Januari
2019, disebutkan ada 3
(tiga) sk enario pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga skenario tersebut adalah: pertama, skenario normal atau business as usual . Dalam skenario ini Provinsi Kalimantan Timur mempertahankan pembangunan melalui kebijakan dan program pembangunan yang sudah ada. Kedua, menggunakan skenario moderat. Dalam skenario ini, Provinsi Kaliman tan Timur mendorong akselerasi
( pe rcepatan )
pembangunan melalui kebijakan dan program percepatan pembangunan. Selanjutnya, skenario ketiga adalah skenario optimis. Skenario ini melakukan transformasi (perubahan) dan akselerasi pembangunan melalui pelaksanaan sistem dan manajemen berbasis k inerja, penajaman kebijakan dan program, pengendalian dan evaluasi, pengembangan daya saing daerah, serta peningkatan investasi.
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 3 - 3
K erangka ekonomi makro dan kebijakan keuangan daerah Kabupaten Kutai Timur juga berisikan tentang dinamika ekonomi makro hingg a semester satu tahun 2021, dan estimasi tahun 2022. Kebijakan ini juga menyajikan sasaran - sasaran yang akan dicapai pada tahun 2021, serta menguraikan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang diperlukan.
3.1
Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
Pandemi Covid - 19 tidak hanya membahayakan kesehatan penduduk dunia, namun juga dapat mengganggu kestabilan perekonomian dunia, termasuk ekonomi Indonesia dan Provinsi Kalimantan Timur. Banyak kalangan menyatakan bahwa kontraksi perekonomian dunia sebagai a kibat dari pandemi Covid - 19 adalah lebih buruk dibandingkan dengan krisis global 1998. Pandemi Covid - 19 memengaruhi sisi supply
(pelaku produsen) dan sisi demand
(pelaku rumah tangga). Arah kebijakan ekonomi daerah harus mampu memulihkan fluktuasi ekonomi pandemi Covid - 19. Berikut adalah uraian pengaruh kondisi perekonomian global, nasional, dan regional terhadap perekonomian Kabupaten Kutai Timur.
3.1.1
Kondisi
Perekonomian Global
Berbagai institusi internasional, diantaranya Bank Dunia dan Dana Moneter Interna sional ( International Monetary Fund /IMF) memperkirakan perekonomian dunia akan mengalami ketidakpastian sepanjang 2020. Hal ini disamping disebabkan oleh ketidakseimbangan ekonomi dunia tahun 2019, dilain sisi juga disebabkan oleh wabah pandemi Covid - 19 yang berkembang pada awal tahun 2020. Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa disamping mengalami ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang dengan negara mitra (Cina), juga cukup terganggu dengan banyaknya kasus penduduk yang positif virus corona akibat
pandemi Covid - 19.
International Monetary Fund
(IMF) memproyeksi kerugian perekonomian global akibat pandemi virus corona mencapai 12 triliun dollar AS atau setara dengan 168.000 triliun
rupiah
(kurs Rp14.000)
( www.ko mpas.com , diunduh: 6/8/2020). Sementara itu, biaya ekonomi dan sosial yang harus ditanggung oleh dunia terlkait penanganan pandemi Covid - 19, menyebabkan pertumbuhan
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 3 - 4
ekonomi global tahun 2020 diperkirakan turun sampai level minus 3 persen. Pertumbuhan negat if ini bahkan jauh lebih parah dibanding dampak resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2008 - 2009. IMF memprediksi bahwa jika pandemi Covid - 19 berakhir tahun 2020 dan ada upaya program pemulihan dengan berbagai insentif fiskal di masing - masing negara, maka proyeksi optimis IMF menyebutkan ekonomi dunia akan tumbuh 5,8 persen pada tahun 2021.
Laporan Bank dunia yang dirilis akhir bulan Mei 2020 menyebutkan bahwa dengan banyaknya korban dari pandemi Covid - 19 , menyebabkan beberapa negara memutuskan melakukan k ebijakan menutup kegiatan secara total atau lockdown . Kebijakan ini berdampak pada lesunya aktivitas ekonomi dunia, terutama aktivitas bisnis yang terkait dengan: hotel, perjalanan, retail, mall, properti, entertaimenmen, persewaan kantor, MICE ( Meeting, I ncentive, Convention and exhibition ), dan restoran. Dampak kumulatif dari kebijakan ini adalah turunnya kepercayaan bisnis ( Business Confidence ).
Level business confidence
turun hingga 6 persen telah terjadi di Amerika, dan di kawasan Eropa penurunan ini mencapai 7 persen. Di kawasan Asia, ekonomi Jepang diprediksikan turun hingga 8 persen. Kebijakan lockdown
berdampak pada Transportation Security Administration
(TSA) khusu snya lalu lintas penumpang selama 7 Maret -
23 Mei 2020. Lalu lintas penumpang dilaporkan turun hingga mendekatai 0 (nol) penumpang. Bila dibandingkan dengan kondisi normal akhir Desember 2019, dimana rata - rata mencapai 2,5 juta penumpang. (Sumber: Bloomb erg; Haver Analytics; Homebas; Federal Reserve Bank of St. Louis; Transportation Security Administration; World Bank).
3.1.2
Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional
Asian Development Bank
(ADB) melaporakan bahwa negara - negara berkembang di Asia tidak akan tumbuh pada tahun 2020 karena langkah - langkah penanggulangan untuk mengatasi pandemi covid - 19 menghambat kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. Asian Development Outlook
(ADO) tahun 2020 diperkirakan ADB tumbuh 0,1 persen untuk wilayah Asia. Kondisi ini menjadi pertumbuhan paling lambat untuk kawasan ini sejak 1961. Pada
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 3 - 5
tahun 2021
diperkirakan kawasan tersebut akan tumbuh menjadi 6,2 persen. Tahun 2021 Produk Domestik Br uto (PDB) diperkirakan tetap dibawah tren sebelum krisis. Negara berkembang Asia diperkirakan akan tumbuh 0,4 persen pada tahun 2020 dan sebesar 6,6 persen pada 2021.
Perekonomian Asia dan Pasifik akan terus terdampak pandemi Covid - 19 meskipun transisi keh idupan normal baru telah diberlakukan. Negara kawasan Asia Timur diproyesikan akan tumbuh 1,3 persen pada 2020 dan 6,8 persen pada tahun 2021. Disisi lain, Negara - negara Asia Selatan diperkirakan mengalami penurunan pertumbuhan hingga tiga persen selama 20 20 dan diprediksikan tumbuh 4,1 persen pada tahun 2021. Prospek pertumbuhan ekonomi untuk 2021 direvisi turun menjadi 4,9 persen dari enam persen .
Pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara diperkirakan turun sebesar 2,7 persen tahun 2020 dan tumbuh sebesar 5, 2 persen pada tahun 2021.
ADB memperkirakan penurunan ekonomi di beberapa negara ASEAN karena tindakan pengendalian memengaruhi konsumsi dan investasi domestik. Ekonomi di Filipina turun 3,8 persen, dan Thailand turun 6,5 persen, akan tetapi di Vietnam dip erkirakan akan tumbuh sebesar 4,1 persen pada 2020 sekaligus merupakan pertumbuhan tercepat yang diharapkan di Asia Tenggara.
Korea Selatan pada kuartal II tahun 2020, mengalami resesi akibat merosotnya ekspor sebagai dampak pandemi Covid - 19. Penyusutan ek onomi di Korea Selatan diperkirakan sebesar 3,3 persen pada kuartal II tahun 2020 (Reuters, 23 Juli 2020). Pertumbuhan PDB Korea Selatan diperkirakan merosot 2,9 persen. Singapura juga mengalami resesi. Untuk mengurangi dampak ekonomi lebih mendalam, Singapura membuka kembali sebagian besar toko dan restoran, seiring menurunnya kasus Covid - 19
( www.medcom.id/ ,
diunduh 6/08/2020)
3.1.3
Kondisi Perekon omian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur
Tahun 2020 triwulan II, akibat pandemi Covid - 19 telah menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kontraksi sebesar minus 5,32 persen (y.o.y) atau menurun dibandingkan dengan capaian triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen (y.o.y). Perkembangan ini merupakan pengaruh melemahnya
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Bab 3 - 6
ekonomi global sejalan dengan pandemi Covid - 19 dan menurunnya aktivitas ekonomi domestik sebagai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid - 19.
Sumber: BPS, 2020
Gambar 3.1
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Tahun 2019 - 2020/Tw - II (%)
Pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51 persen (y.o.y), jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja triwulan I 2020 sebesar 2,83 persen (y.o.y). Investasi mencatat kontraksi 8,61 persen (y.o.y), tur un dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya 1,70 persen (y.o.y). Selain itu, kinerja ekspor juga terkontraksi 11,66 persen (y.o.y) akibat pelemahan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Seiring dengan kontraksi permintaan domestik dan ekspor, kinerja impor juga mengalami kontraksi sebesar 16,96 persen (y.o.y) ( https://www.bi.go.id/id/ ruang - media ; diunduh 06/08/2020).
Perekonomian Kalimantan secara umum dilihat dari tahunan, semeste r, dan kuartalan tidak menunjukkan tanda pertumbuhan atau semunya mengalami kontraksi. Laju e konomi Kalimantan pada triwulan 2/2020 minus 4,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (y.o.y). Demikian juga bila dibandingkan triwulan sebelum nya (q.o.q). Kinerja ekonomi Pulau Kalimantan triwulan 2/2020 turun sebesar 5,81 persen.
Ekonomi Kal imantan T im ur
menurut Bank Indonesia kantor perwakilan provinsi Kalimantan Timur bahwa Kalimantan Timur tetap tumbuh positif di tengah pandemi Covid - 19 mesk ipun mengalami koreksi 0,60 persen dari
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOM
Teks dipotong karena dokumen ini sangat panjang. Unduh berkasnya untuk versi lengkap.
