Situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Daftar Informasi

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KAB.KUTIM TAHUN 2021

Diterbitkan oleh PEMKAB KUTIM pada 10 Okt 2023.

Kategori
RPJP, RPJMD, DAN RKPD
Unit
PEMKAB KUTIM
Tanggal terbit
10 Okt 2023
Format
PDF
Ukuran berkas
19,5 MB
Jumlah unduhan
7

Pratinjau Dokumen

Buka PDF di tab baru

Pratinjau di halaman hanya tersedia pada layar lebar. Di ponsel, berkasnya dibuka penampil PDF peramban Anda.

Versi Teks Dokumen

Tampilkan isi dokumen sebagai teks

LAMPIRAN

DAFTAR ISI

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR TABEL

iv

DAFTAR GAMBAR

viii

BAB 1

PENDAHULUAN

1 –

1

1.1.

Latar Belakang

1 –

1

1.2.

Dasar Hukum Penyusunan

1 –

6

1.3.

Hubungan Antar Dokumen

1 –

10

1.4.

Maksud dan Tujuan

1 –

1 1

1.5.

Sistematika Dokumen Perubahan RKPD

1 –

1 2

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2 –

1

2.1.

Kondisi Umum Daerah

2 –

1

2.1.1

Aspek Deografi dan Demografi

2 –

1

2.1.1.1

Karakteristik Wilayah

2 –

1

2.1.1.2

Potensi Pengembangan Wilayah

2 –

7

2.1.1.3

Wilayah Rawan Bencana

2 –

1 6

2.1.1.4

Aspek Demografis

2 –

1 7

2.1.2

Aspek Kesejahteraan Masyarakat

2 –

2 1

2.1.2.1

Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

2 –

2 1

2.1.2.2

Fokus Kesejahteraan Masyarakat

2 –

34

2.1.2.3

Fokus Kesejahteraan Seni Budaya dan Olahraga

2 –

4 0

2.1.3

Aspek Pelayanan Umum

2 –

41

2.1.3.1

Fokus Layanan Urusan Wajib Pelayanan Dasar

2 –

41

2.1.3.2

Fokus Layanan Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar

2 –

6 1

2.1.3.3

Fokus Layanan Urusan Pilihan

2 –

74

2.1.3.4

Fokus Layanan Urusan Penunjang Pemerintahan

2 –

8 3

2.1.4

Aspek Daya Saing Daerah

2 –

8 7

DAFTAR ISI

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

iii

2.1.4.1

Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah

2 –

8 7

2.1.4.2

Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur

2 –

8 9

2.1.4.3

Fokus Iklim Berinvestasi

2 –

90

2.1.4.4

Fokus Sumber Daya Manusia

2 –

9 2

2.2.

Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD

2 –

9 3

2.3.

Permasalahan Pemban g unan Daerah

2 –

12 4

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

3 –

1

3.1.

Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

3 –

2

3.1.1

Kondisi Perekonomian Global

3 –

3

3.1.2

Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional

3 –

4

3.1.3

Kondisi Perekonomian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur

3 –

5

3.1.4

Kondisi Ekonomi Kutai Timur 2019/2020 dan Perkiraan Tahun 2021

3 –

8

3.1.5

Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun 2021 dan 2022

3 –

1 0

3.2.

Arah Kebijakan Keuangan Daerah

3 –

1 6

3 .2.1

Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

3 –

1 7

3.2. 2

Arah Kebijakan Belanja Daerah

3 –

24

3.2.3

Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah

3 –

2 9

BAB 4

PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

4 –

1

4.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan

4 –

1

4. 2

Prioritas dan Sasaran Pembangunan Tahun 2021

4 –

3

BAB 5

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH

5 –

1

5.1.

Rencana Kerja dan Pendanaan Daerah

5 –

1

BAB 6

KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

6 –

1

BAB 7

PENUTUP

7

1

7.1 Kaidah - kaidah Pelaksanaan

7 –

1

7.2 Kaidah - kaidah Pendanaan Pembangunan

7

3

DAFTAR TABEL

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa di Kabupaten Kutai Timur

2 –

3

Tabel 2.2

Penyebaran Fisiografi Kabupaten Kutai Timur

2 –

6

Tabel 2. 3

Potensi Di Setiap Kecamatan Kabupaten Kutai Timur

2 –

8

Tabel 2. 4

Jumlah Penduduk, Pertumbuhan dan Persebaran serta

Kepadatan Penduduk Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

1 7

Tabel 2. 5

Jumlah dan Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

1 8

Tabel 2. 6

Pe rse baran Penduduk Menurut Kecamatan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

19

Tabel 2. 7

Persebaran Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur Berdasarkan Kelompok Umur

T ahun 2017 - 2019

2 –

2 0

Tabel 2. 8

Perkembangan PDRB Dan Laju Pertumbuhan Ekonomi

Tahun 2015 - 2019

2 –

2 4

Tabel 2. 9

PDRB

Atas Dasar Harga

Berlaku Menurut Lapangan Usaha T ahun

20 1 5 – 201 9

(Juta Rp)

2 –

2 7

Tabel 2.1 0

PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2015 - 2019

2 –

29

Tabel 2.1 1

Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

3 0

Tabel 2.1 2

Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD

2 –

3 2

Tabel 2 . 1 3

Tabel 2.1 4

Tabel 2.1 5

Katego ri Desa di Kabupaten Kutai Timur 2015 dan 2017

Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

Rata - rata Lama Sekolah Penduduk di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

3 2

2 –

3 4

2 –

3 5

Tabel 2. 1 6

Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

3 8

Tabel 2. 1 7

Angka Kelahiran dan Kematian, Usia Harapan Hidup, dan Rasio Ketergantungan Tahun 2017 - 2019

2 –

39

Tabel 2. 1 8

Jumlah Tenaga Kerja Di Kabupaten Kutai Timur Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama

Tahun 2017 - 2019

2 –

4 0

Tabel 2. 1 9

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pendidikan 2017 - 2019

2 –

4 2

Tabel 2. 20

Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

4 3

Tabel 2. 21

Rasio Guru Terhadap Murid Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

4 4

DAFTAR TABEL

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

v

Tabel 2. 2 2

Angka Kelulusan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

4 6

Tabel 2. 2 3

Angka Melanjutkan Sekolah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

4 7

Tabel 2. 2 4

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Kesehatan

Tahun 2017 - 2019

2 –

4 8

Tabel 2. 2 5

Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu per Satuan Penduduk

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

49

Tabel 2. 2 6

Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

5 0

Tabel 2. 2 7

Rasio Dokter, Tenaga Kesehatan per Satuan Penduduk

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

5 0

Tabel 2. 2 8

Jumlah Posyandu dan Balita Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

5 2

Tabel 2. 2 9

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

5 5

Tabel 2. 30

Sarana Peribadatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

5 7

Tabel 2. 31

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Perumahan

Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

59

Tabel 2. 32

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

6 0

Tabel 2. 33

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Kinerja Urusan Sosial Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

6 1

Tabel 2. 34

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Kinerja Urusan Ketenagakerjaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

6 1

Tabel 2.3 5

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2017 - 2019

2 –

6 4

Tabel 2. 36

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

6 4

Tabel 2. 37

Regulasi Ketahanan Pangan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

6 5

Tabel 2.38

Tabel 2.3 9

Tabel 2. 40

Tabel 2. 41

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2017 - 2019

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Administrasi Kependudukan dan pencatatan Sipil Tahun 2017 - 2019

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tahun 2017 - 2019

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pengendalian Penduduk dan K B

Tahun 2017 - 2019

2 –

6 6

2 –

6 6

2 –

6 7

2 –

6 7

DAFTAR TABEL

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

vi

Tabel 2. 42

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2019

2 –

68

Tabel 2. 43

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Komunikasi dan Informatika Tahun 2017 - 2019

2 –

69

Tabel 2. 44

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Koperasi , Usaha Kecil

dan M enengah

Tahun 2017 - 2019

2 –

70

Tabel 2.4 5

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Penanaman Modal Tahun 2017 - 2019

2 –

7 1

Tabel 2.4 6

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Kepemudaan dan Olahraga Tahun 2017 - 2019

2 –

7 2

Tabel 2.4 7

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Ke budayaan Tahun 2017 - 2019

2 –

7 3

Tabel 2.4 8

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Perpustakaan

Tahun 2017 - 2019

2 –

7 3

Tabel 2.4 9

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Kearsipan Tahun 2017 - 2019

2

7 4

Tabel 2. 50

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2019

2 –

7 4

Tabel 2. 51

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pertanian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

7 5

Tabel 2. 52

Luas Lahan , Produksi dan Produktivitas

Hasil Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

7 7

Tabel 2.5 3

Luas Lahan, Produksi dan Produktivitas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

79

Tabel 2. 5 4

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Perindustrian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 1

Tabel 2. 5 5

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 1

Tabel 2. 5 6

Tabel 2.57

Jumlah Produksi dan Konsumsi Ikan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

Capaian Urusan Administrasi Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 2

2 –

8 3

Tabel 2.5 8

Capaian Urusan Pengawasan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 4

Tabel 2.59

Capaian Urusan Perencanaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 5

Tabel 2. 60

Capaian Urusan Keuangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

85

Tabel 2. 61

Capaian Urusan Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 6

Tabel 2. 6 2

Capaian Urusan Penelitian dan Pe ngembangan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

86

DAFTAR TABEL

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

vii

Tabel 2. 6 3

Pengeluaran Per Kapita

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 8

Tabel 2. 6 4

Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe r tani an

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

8 8

Tabel 2. 6 5

Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe rindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

2 –

8 9

Tabel 2. 6 6

Capaian Aspek Daya Saing Daerah Urusan Penataan Ruang Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 2019

2 –

90

Tabel 2. 6 7

Capaian Aspek Daya Saing Daerah Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2019

2 –

90

Tabel 2. 68

Angka Kriminalitas Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 2019

2 –

9 1

Tabel 2. 69

Capaian Indikator Fokus Sumber Daya Manusia

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

2 –

9 3

Tabel 2. 70

Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah sampai dengan Tahun Berjalan

2 –

96

Tabel 2.71

Permasalahan Pembangunan Daerah Tahun 202 1

2 –

124

Tabel 3. 1

Nilai Sektor dalam PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 201 9

3 –

9

Tabel 3. 2

Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 - 20 19

3 –

22

Tabel 3. 3

Proyeksi/Target Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun

2020 - 20 2 1

3 –

23

Tabel 3. 4

Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 - 20 19

3 –

27

Tabel 3. 5

Proyeksi/Target Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 - 20 21

3 –

28

Tabel 3. 6

Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun

2017 - 20 19

3 –

30

Tabel 3. 7

Proyeksi/Target Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 - 20 2 1

3 –

31

Tabel 4.1

Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

4

2

Tabel 5.1

Rancangan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah dan Prakiraan Maju Tahun 2022

5 –

3

Tabel 6.1

Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

6 –

3

DAFTAR GAMBAR

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1

Bagan Alir Tahap Penyusunan RKPD Kabupaten

1 –

5

Gambar 1.2

Hubungan Antar Dokumen

Perencanaan

Pembangunan

1 –

10

Gambar 2. 1

Peta Kabupaten Kabupaten Kutai

Timur

2 –

2

Gambar 2. 2

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 20 1 5 - 201 9

2 –

2 5

Gambar 2. 3

PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 20 1 5 - 201 9

2 –

2 6

Gambar 2. 4

Rata - rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Dengan Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha Tahun 20 1 5 - 201 9

2 –

28

Gambar 2. 5

PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku

Tahun 20 1 5

-

201 9

2 –

29

Gambar 2. 6

Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM )

Kabupaten

Kutai

Timur

Tahun 201 5 - 201 9

2 –

3 1

Gambar 2. 7

Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 201 7 - 201 9

2 –

36

Gambar 2. 8

Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 201 7 - 201 9

2 –

37

Gambar 2. 9

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 201 7 - 201 9

2 –

4 3

Gambar 2.1 0

Angka Putus Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

2 –

45

Gambar 3.1

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 - 2020/Tw - II (%)

3

6

Gambar 4 .1

Mekanisme Peningkatan Nilai Tambah

4

23

Gambar 4.2

Klasterisasi Industri Prioritas Unggulan

4

24

Gambar 4.3

Keterpaduan Prioritas Pembangunan Nasional dan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

4

31

Gambar 4. 4

Keterpaduan Prioritas

Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

4

3 2

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar

Belakang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021 kini telah memasuki tahun terakhir pelaksanaannya. Rencana pembangunan T ahun 2021 sebagai tahun terakhir pelaksanaan pembangunan jangka menengah daerah, menjadi tahun terakhir penyusun an R encana Kerja P emerintah

Daerah (RKPD)

Kabupaten Kutai Timur dalam mencapai target dari visi dan misi pe mbangunan dengan mempertimbangkan dan mengevaluasi sejauh mana pencapaian pembangunan dari tahun 2016 hingga Tahun 2020 pada masing - masing pelaksanaan dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah. Berbagai hasil pembangunan yang merupakan target pembangunan ja ngka menengah daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur , mulai dari pemenuhan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga peningkatan taraf perekonomian makro dan mikro, telah dirasakan oleh masyarakat. Untuk menindaklanjuti setiap upaya pembangunan yang telah berjalan selama ini, perlu dirumuskan kembali Rencana Kerja Pem erintah Daerah (RKPD) Tahun 2021

sebagai langkah akhir menuju pencapaian pembangunan jangka menengah periode tahun 201 6 - 20 21.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 menyatakan bahwa Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.

Se lanjutnya , dalam peraturan yang sama pada pasal 4

menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan Daerah mengacu pada

prinsip - prinsi p : a) merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; b) dilakukan pemerintah Daerah bersama para

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 2

pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing - masing; c) mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan Daerah; dan d) dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing - masing Daerah, sesuai dengan dinamika perkembangan Daerah dan

nasional.

Perencanaan

pembangunan d aerah sebagai pedoman pelaksanaan dan evaluasi pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan .

Pada prinsipnya, pelaksanaan pembangunan daerah selalu diarahkan agar selalu terjadi perubahan - perubahan m endasar dalam segenap aspek kehidupan di daerah. Adanya kelangkaan dan keterbatasan sumberdaya, mengharuskan pemerintah daerah berupaya menggunakan sumberdaya tersebut secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan perubahan - perubahan yang telah ditetapk an. Menurut Luo, dkk (2012) dalam konsep Resources Based View (RBV)

dinyatakan bahwa sumberdaya tertentu merupakan modal dalam menciptakan keberlanjutan pembangunan daerah .

Pemerintah

Kabupaten Kutai Timur dalam m erumus k an perencanaan pembangunan

daerah melibatkan seluruh

pemangku kepentingan ( stakeholder ). Perencanaan pembangunan daerah

tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 ( lima) tahun dan Rencana Kerja

Pem erintah

Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

Antara satu perencanaan de ngan pe rencanaan lainnya harus memiliki keterkaitan dan kesinambungan untuk menjamin terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kuta i Timur.

Rencana

Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

merupakan dokumen perencanaan tahunan sebagai implementasi dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan juga mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang memuat Kerangka Ekonomi Daerah, Prioritas

Pembangunan Daerah, Rencana Kerja dan pendanaannya baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 3

mendorong partisipasi masyarakat .

Dokumen RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 merupakan

implementasi tahun terakhir dari RPJMD

2016 - 2021.

Dokumen ini berfungsi sebagai :

a) r eferensi penyusunan program/kegiatan P erangkat D aerah (PD)

dan/atau lintas PD Tahun 202 1 ; b) p erwujudan program dan pemenuhan pencapaian sasaran RPJMD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021;

dan c) d asar penyusunan KUA dan PPAS T ahun 202 1

guna menyusun RAPBD T ahun Anggaran 202 1 .

RKPD mempunyai kedudukan yang strategis

dalam perencanaan pembangunan , yaitu menjembatani p erencanaan s trategis j angka m enengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan.

Ol eh karena itu proses penyusunan RKPD harus

dilakukan secara terarah, terpadu dan tanggap terhadap perubahan yang penyusunannya dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan, serta mewujudk an efisiensi

dan alokasi sumberdaya dalam

pelaksanaan

pembangunan daerah

di Kutai Timur .

RKPD merupakan

penjabaran RPJMD yang memuat

rancangan

kerangka

ekonomi

daerah, prioritas

pembangunan

daerah, serta

rencana

kerja

dan

pendanaan

untuk

jangka

waktu 1 (satu) tahun yang disusun

dengan

berpedoman

pada

Rencana

Kerja

Pemerintah

(RKP)

dan program strategis

nasional yang ditetapkan

oleh

Pemerintah

pusat.

Pendekatan yang digunakan untuk p enyusunan tersebut ,

terdiri dari:

(1) P endekatan politik ,

p endekatan politik digunakan untuk mengakomodasi program - program pembangunan yang ditawarkan oleh kepala daerah ; 2)

P endekatan teknokratik ,

p endekatan teknokratik menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah yang dilakukan oleh perencana profesional atau lembaga/u nit organisasi ;

(3) P endekatan partisipatif , p endekatan partisipatif mengakomodir masukkan stakeholders

melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) . Musrenbang secara partisipatif dilakukan mulai dari Tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan , F orum Perangkat Daerah

dan selanjutnya diformulasikan melalui F orum Musrenbang RKPD Kabupaten.

Musrenbang berfungsi sebagai forum untuk penghimpunan usulan masyarakat dan pemerintahan paling dasar (Desa/Kelurahan) berdasarkan kebutuhan

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 4

mendasar

atau prioritas di tengah masyarakat. Berdasar dari usulan - usulan tersebut, Musrenbang diharapkan akan mampu menjaring aspirasi masyarakat dilevel dasar dan akan diselaraskan dengan program kegiatan di masing - masing Perangkat Daerah

sehingga menghasilkan k esepakatan antara pelaku pembangunan mengenai RKPD yang menitikberatkan pada pembahasan untuk penyelarasan antara rencana kerja P erangkat D aerah

dan kebutuhan masyarakat ; (4) Pendekatan bottom up

dan T op down ,

p endekata n

bottom up merupakan proses yang

dilakukan secara berjenjang mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional ,

sedangkan pendekatan

top down

dapat

diimplementasikan dalam bentuk dedicated program .

Penyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur

perlu memperhatikan keselarasan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Kutai Timur

maupun rencana tahunan nasional. Oleh karena itu, penyusunan RKPD dilakukan melalui 6 (enam) tahapan, sebagai berikut:

1) Persiapan Penyusunan RKPD Ka bupaten Kutai Timur ;

2) Penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Kutai Timur ;

3) Penyusunan Rancangan RKPD Kabupaten Kutai Timur ;

4) Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Kutai Timur ;

5) Perumusan Rancangan Akhir RKPD Kabupaten Kutai Timur ; dan

6) Pen etapan RKPD Kabupaten Kutai Timur .

T ahapan penyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur tahun 20 21

dituangkan pad a Gambar 1.1 sebagai berikut:

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 5

Gambar 1.1

Bagan

Alir

Tahapan

Penyusunan RKPD Tahun 202 1

Kabupaten Kutai Timur 2021

2021

2021

2021

Persiapan Penyusunan RKPD 2021

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 6

1.2

Dasar

Hukum

Penyusunan

1.

Undang - undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

2.

Undang - undang Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang di Prov insi Kalimantan Timur. (Lembaran Negara Rep ublik Indonesia Nomor 3896);

3.

Undang - undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4.

Undang - undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5.

Undang - undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor

53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

6.

Undang - undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksanaan, Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Repu blik Indonesia Nomor 4400);

7.

Undang - undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

8.

Undang - undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 7

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

9.

Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2007 te ntang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

10.

Undang - undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Re publik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

11.

Undang - undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112);

12.

Undang - undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang P erlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

13.

Undang - undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

14.

Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana tela h diubah dengan Undang - undang Nomor 2 Tahun 2016

tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang - undang (Lembaran Negara R epublik Indonesia Tahun 2016

Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);

15.

Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor

150);

16.

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Peraturan

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 8

Pelaksanaan Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa sebagaimana telah diubah yang kedua dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 0 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

17.

Pe raturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 144);

18.

Peraturan

Pemerintah No mor

12

T ahun 20 19

tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia tahun 20 19

Nomor 42 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322 );

19.

In s truksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010;

20.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ;

21.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia;

22.

Per aturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 - 2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3) ;

23.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah

beberapa kali, terakhir dengan

dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21

Tahun 20 11

tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310 ) ;

24.

Peraturan Menteri Dalam

Negeri

Nomor 40 Tahun

2020 tentang

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 9

Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021

(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 590) ;

25.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86

Tahun 201 7

tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan

Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah

Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata

Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah,

Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Daerah, Dan Rencana

Kerja Pemerintah Daerah

26.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

27.

Perat uran Ment e ri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019

tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (Berita Negara Republi k Indonesia Tahun 2014 Nomor 1114 );

28.

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang R encana T ata R uang W ilayah Provinsi

Kal imantan Timur

Tahun 2016 - 2036

(Lembaran Daerah Provinsi Kali mantan Timur Tahun 2016 Nomor 1);

29.

Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2006 - 2025 (Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 4);

30.

Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 1 Tahun

2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 - 2035;

31.

Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 8 Tahun 20 16 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 6 - 20 2 1 .

32.

Peraturan

Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Timur ; dan

33.

Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 8 Tahun 2016

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 10

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021, revisi RPJMD Kabupaten Kutai Timur Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (P - RPJMD) Kabupa ten Kutai Timur Tahun 2016 - 2021;

34.

Peraturan Daerah P rovinsi Kalimantan Timur Nomor 42 Tahun 2020

tentang

Penyusunan

Rencana Ke rja Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021.

1.3

Hubungan

Antar

Dokumen

Hubungan antar dokumen terkait perencanaan pembangunan Kabupaten Kutai Timur harus memperhatikan sinkronisasi dan konsistensi den gan perencanaan pembangunan pro v insi dan nasional. Keterkaitan antar dokumen perencanaan tersebut digambarkan pada G ambar 1.2.

Sumber: UU SPPN No mor

25 Tahun 2004

Gambar 1.2

Hubungan Antar Dokumen Perencanaan

Pembangunan

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 11

R encana

P embangunan

J angka

P anjang

Nasional (RPJPN) ,

mendasari

penyusunan Rencana Pembangunan Jangka

M enengah

Nasional (RPJMN) dan R encana

K erja

P emerintah (RKP) . K etiga dokumen nasional tersebut

menjadi acuan

penyusunan RPJPD, RP JMD, dan RKPD Provinsi Kalimantan Timur.

Dokumen perencanaan nasional dan provinsi

menjadi pedoman penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD Kabupaten

Kutai Timur . RPJMD dan RKPD Kabupaten Kutai Timur, selanjutnya menjadi acuan penyusunan Renstra dan Renja P erangkat D aerah .

Perencanaan dalam RKPD harus dituangkan lebih lanjut dalam p enganggaran

melalui dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas & Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

P enyusunan RKPD

merinci penetapan program dan kegiatan

beserta indikator dan target kinerja s erta perkiraan kebutuhan dana untuk mendukung pelaksana an masing - masing program dan ke giatan .

1.4

Maksud dan Tujuan

P enyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 1

dimaksudkan untuk mewujudkan sinergitas dan menjamin konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan , pengendalian, dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumberdaya dalam pembangunan daerah.

Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan dokumen RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 ,

yai tu :

1.

Penyusunan Renja

P erangkat D aerah , Kebijakan Umum APBD ( KUA ), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara ( PPAS ) , serta penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD )

Tahun 202 1 ;

2.

Penyusunan RKPD Kabupaten

Kutai Timur

Tahun 20 2 1

untuk kesinambungan RPJMD 2016 - 2021 ;

3.

F asilitasi berbagai potensi sumberdaya masyarakat ,

swasta atau institusi non pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Kabupaten

Kutai Timur

Tahun 202 1 .

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 12

1.5

Sistematika

D okumen RKPD

Sistematika p enyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 1

adalah

sebagai berikut:

1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Latar belakang m enyajikan

ringkas an , proses penyusunan, dan kedudukan RKPD tahu n rencana dalam periode RPJMD. Bagian ini juga memuat

keterkaitan antar

dokumen RKPD dengan dokumen RPJMD, Renstra OPD , Ren cana Kerja OPD

serta tindaklanjutnya dengan proses penyusunan R APBD.

1.2

Dasar Hukum

Penyusunan

Bagian ini memuat dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan RK PD, baik yang berskala nasional, regional (Kalimantan Timur)

maupun Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur .

1.3

Hubungan antar dokumen

Bagian

ini

men jelaskan

keterkaitan antar

dokumen yang digunakan

dalam

penyusunan RKPD .

1.4

Maksud

dan Tujuan

Bagian ini m enjelaskan maksud dan tujuan

penyusunan RKPD

Kabupaten Kutai Timur

tahun 202 1

dalam kaitannya dengan dokumen RPJMD tahun 2016 - 2021 serta

isu strategis dan kaitannya dengan Visi dan Misi Kepala Daerah.

1.5

Sist e matika

Dokumen RKPD

Bagian ini menjabarkan

sistematika

penyusunan dokumen RKPD

beserta isinya .

2.

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1

Kondisi Umum Kondisi Daerah

Bagian ini menjabarkan kondisi umum daerah yang terdiri dari:

aspek geografi dan demografi, kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah .

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 13

2.2

Evaluasi

Pelaksanaan Program

dan Kegiatan RKPD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD

Bagian ini menjabarkan hasil evaluasi pelaksanaan perencanaan daerah berupa program dan kegiatan, indikator kinerja program serta capaian kinerja RPJMD hingga tahun 201 9 .

Hal ini dilakukan untuk:

a)

Mengetahui tingkat

kema juan atas

target kinerja yang ditetapkan dalam

RPJMD

Kabupaten Kutai Timur.

b)

Mengetahui realisasi capaian program dan kegiatan sampai tahun berjalan (tahun 201 9 ) .

2.3

Permasalahan Pembangunan Daerah

Bagian ini menjabarkan identifikasi

dan analisis permasalahan pembangunan daerah meliputi :

a)

Permasalahan yang terkait

dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah .

b)

P ermasalahan terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah .

3.

K ERANGKA EKONOMI

DAERAH

DAN KEUANGAN DAERAH

Bagian ini menjabarkan kondisi ekonomi tahun lalu (201 9 ) dan

perkiraan tahun berjalan

(20 20

dan 202 1 ) , mencakup: a) Indikator Pertumbuhan E konomi Daerah; b) Sumber - sumber

Pendapatan dengan perincian, sumber pendapatan tahun lalu

dan satu tahun sebelumnya, tahun berjalan, tahun rencana dan satu tahun setelah tahun rencana sebagai prakiraan maju pendapatan; dan c) Kebijakan Pemerintah Daerah yang diperlukan dalam Pembangunan Perekonomian Daerah meliputi Pendapatan Daerah, Belanja D aerah dan Pembiayaan Daerah, yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

3.1

Arah Kebijakan

Ekonomi Daerah

Bagian ini menjabarkan a rah kebij akan ekonomi makro daerah , yang meliputi:

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 14

a)

Asumsi indikator makro ekonomi daerah

b)

Kesesuaian

asumsi butir a. dengan berbagai isu lingkungan eksternal serta tujuan dan sasaran pembangunan daerah tahun 202 1 .

3.2

Arah Kebijakan Keuangan Daerah

Bagian ini menjabarkan kebijaka n yang akan dilaksanakan

oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur sesuai dengan pendapatan, pembiayaan serta belanja daerah .

3.2.1

Arah Kebijakan Pendapatan Daerah

Bagian ini menjabarkan analisis

dan

perkiraan

sumber - sumber

pendapatan

daerah

berdasarkan

realisasi

tahun - tahun

sebelumnya, yang mencakup

Pendapatan

Asli Daerah, Dana Perimbangan

dan Lain - lain Pendapatan Yang Sah.

Arah

kebijakan

pendapatan

daerah

meliputi :

a)

Kebijakan

perencanaan

pendapatan

daerah ; b) Uraian

arah

kebijakan

berkaitan

dengan target pendapatan

daerah

dan c)

Upaya - upaya

pemerintah

Kabupaten

Kutai

Timur

dalam

mencapai target.

3.2.2

Arah Kebijakan Belanja Daerah

Bagian ini menjabarkan kebijakan

dan pengelolaan

Belanja (Belanja

Langsung

maupun

Belanja

Tidak

Langsung) dalam APBD .

3.2.3

Arah Kebijakan Pemb iayaan

Daerah

Bagian ini menjabarkan kebijakan

pene rimaan

dan

pengeluaran

pembiayaan

daerah.

Kebijakan yang akan

dilakukan

terkait

dengan

kondisi

keuangan

daerah,

baik dalam kondisi d efisit

maupun dalam

kondisi s urplus a nggaran.

4.

SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH

Bagian ini menjabarkan program prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 15

RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD

2016 - 2021.

4.1

Tujuan dan Sasaran Pembangunan

Bagian ini m en j abarkan tujuan dan sa saran pembangunan tahun 202 1

serta keterkaitannya dengan visi/misi Kepala Daerah Kabupaten.

4.2

Prioritas

dan Sasaran Pembangunan Tahun 202 1

Bagian ini menjabarkan prioritas pembangunan daerah tahun rencana ( 202 1 ) dan kaitannya dengan program pembangunan daerah (RPJMD) .

5.

RENCANA KERJA DAN PENDANAAN

DAERAH

Bagian ini menjabarkan rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.

6.

KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

DAERAH

Bagian ini menjabarkan penetapan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk memberi panduan dalam pencapaian kinerja tahunan yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada akhir tahun perencanaan.

7.

PENUTUP

Bagian ini memuat arahan Kepala Daerah bagi OPD

dalam rangka menyusun dokumen Ren cana Kerja Organisasi P erangkat D aerah , meliputi: a) Prinsip - prinsip penyusunan dan pelaksanaan Renja P erangkat D aerah

untuk mencapai tujuan - tujuan pembangunan daerah dalam RKPD ; b)

Keterpaduan dan sinkronisasi penyusunan program dan kegiatan di dalam dan di antara P erangkat D aerah

dengan memperhatikan peran/

tanggung jawab/

tugas P erangkat

BAB 1

PENDAHULUAN

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 1 - 16

D aerah ; c) Keterpaduan dan sinkronisasi program dan kegiatan dilakukan melalui Musrenbang, forum diskusi, dan for um - forum konsultasi publik; d) Peranan masyarakat dan dunia usaha dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebija kan, program, dan kegiatan

RKPD; e) Penegasan RKPD sebagai acuan penyu sunan Kebijakan Publik dan APBD; dan f) Penegasan tentang kewajiban pemerintah daerah untuk mengevaluasi pelaksanaan program /kegiatan RKPD.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 1

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1

Kondisi Umum Daerah

Gambaran k ondisi

umum daerah berisikan

gambaran

tentang kondisi

geografi , demografi dan

indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dalam pembangunan di Kabupaten Kutai Timur . Indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan meliputi : aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah. Dalam pro ses perumusan dan perencanaan pembangunan daerah dibutuhkan gambaran kondisi umum daerah. Berikut aspek - aspek yang menggambarkan kondisi daerah Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut:

2.1.1

Aspek Geografi d an Demografi

Aspek Geografi meliputi k arakterisit ik lokasi wilayah, potensi dan pengembangan wilayah, serta kerentanan wilayah terhadap bencana. Selain dari aspek geografi , perubahan jumlah dan komposisi penduduk secara keseluruhan atau kelompok dalam waktu tertentu ; disajikan dalam aspek demografi .

2.1.1.1

Karakteristik Lokasi dan Wilayah

Karakteristik lokasi dan wilayah Kabupaten Kutai Timur dapat ditinjau dari beberapa aspek:

1.

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Kabupaten Kutai Timur yang terdiri dari 18 kecamatan dengan 13 9

desa dan 2 kelurahan. B atas wil ayah Kabupaten Kutai Ti mur secara administratif sebagai berikut :

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 2

Sebelah Utara

:

Berbatasan dengan Kecamatan Kelay, Kecamatan Tabalar, Kecamatan Biatan, Kecamatan Talisayan ,

Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Biduk - Biduk

(Kabupaten Berau)

Sebelah selatan

:

Berbatasan dengan Kecamatan Bontang Utara (Kota Bontang)

dan Kecamatan Marang Kayu (Kabupaten Kutai Kartanegara)

Sebelah Timur

:

Berbatasan dengan Selat Makasar

Sebelah Barat

:

Berbatasan dengan Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang (Kabupaten Kutai Kartanegara)

serta Kabupaten Malinau .

Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20

Gambar 2. 1

Peta Kabupaten Kutai Timur

Kabupaten Kutai Timur

mempunyai luas wilayah sebesar

35.747,50 km² .

Luas ini

sekitar 17 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur. L uas wilayah per kecamatan d ari Kabupaten Kutai Timur disajikan dalam Tabel 2.1 berikut ini.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 3

Tabel 2. 1

Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan

di Kabupaten Kutai Timur

Kecamatan

Banyaknya

Luas

Desa

Kelurahan

Km 2

%

Muara Ancalong

9

2.739,30

7,66

Busang

6

3.721,62

10,41

Long Mesangat

7

526,98

1,47

Muara Wahau

10

5.724,32

16,01

Telen

8

3.129,61

8,75

Kongbeng

7

581,27

1,63

Muara Bengkal

7

1.522,80

4,26

Batu Ampar

7

204,5

0,57

Sangatta Utara

3

1

1.262,59

3,53

Bengalon

11

3.196,24

8,94

Teluk Pandan

6

831

2,32

Rantau Pulung

3

1.660,85

4,65

Sangatta Selatan

9

1

143,82

0,4

Kaliorang

15

3.322,58

9,3

Sangkulirang

7

438,91

1,23

Sandaran

9

3.419,30

9,57

Kaubun

8

257,45

0,72

Karangan

7

3.064,36

8,57

Total

139

2

35.747,50

100,00

Sumber:

BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20

2.

Letak dan Kondisi Geografis

Kabupaten Kutai Timur secara astronomis terletak di koordinat 115°5 8 ’ 37 ” Bujur Barat sampai

118°5 9 ’ 31.37 ” Bujur Timur dan 1°5 0 ’ 42 ” Lintang Utara sampai

0°0’ 32 ” Lintang Selatan.

Letak geografis ini memberi banyak p otensi strategis bagi Kabupaten Kutai Timur, khususnya dalam berinteraksi dengan dunia luar. Pembangunan fasilitas transpo rtasi yang memadai akan mendukung Kabupaten Kutai Timur dalam ber interaksi wilayah dengan wilayah luar, baik dalam skal a nasional maupun internasional.

Potensi posisi strategis tersebut terlihat dari posisinya yang dikaitkan dengan wilayah le bih luas adal ah sebagai berikut :

a)

Kabupaten Kutai Timur berada pada jalur regional lintas Trans Kalimantan . Jalur ini menghubungkan jalur Tarakan (Kota Orde II) -

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 4

Tanjung Redeb ke Samarinda (Kota Orde I - Ibu Kota Provinsi) -

Balikpapan (Kota Orde I) -

Kabupaten Penajam Pasir Utara - Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Keberadaan jalur regional Trans Kalimantan ini akan menunjang

kelancaran distri busi

barang dan jasa dari dan kedalam Kabupaten Kutai Timur.

Distribusi barang dan jasa yang lancar akan memicu aktivitas ekonomi, yaitu produksi dan konsumsi yang semakin tinggi .

b)

Wilayah perairan Kabupaten Kutai Timur memiliki

garis pantai sepanjang 152 km.

W ilayah perairan ini berbatasan dengan Selat Makasar dan Laut Sulawesi .

B agian Laut Kalimantan Timur merupakan bagian dari Alur Lau t Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Hal ini yang menyebabkan

posisi Kutai Timur menjadi

posisi

strategis ;

karena berada pada

jalur transportasi laut internasional.

Posisi strategis yang dimiliki Kabupaten Kutai Timur merupakan tantangan dan sekaligus peluang . Peluang dari posisi strategis ini harus dimanfaatkan dengan baik .

Posisi strategis harus menjadi

pendorong dalam upaya m eningkatkan laju pertumbuhan perekonomian daerah .

3.

Topografi

Kondisi topografi wilayah Kabupaten Kutai Timur bervariasi , yang terdiri dari:

dataran, berbukit hingga pegunungan serta pantai . Wilayah daratan mempunyai ketinggian tanah

yang

bervariasi antara 0 - 7 meter hingga lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut . Sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur mempunyai kelerengan di atas 15 persen,

dengan total luas wilayah 2.516.233 Ha (76,37 persen dari total luas lahan). Sebagain besar

w ilayah di Kabupaten Kutai Timur berupa lereng . Rata - rata wilayah memiliki luas lereng di atas 40 persen . Kondisi ini tersebar di seluruh wilayah, khususnya terk onsentrasi di bagian barat laut. Di bagian wilayah ini, rata - rata ketinggian lebih 500 meter d i atas permukaan laut. K arakteristik topografi seperti ini termasuk dalam kategori lahan kritis . Hal ini disebabkan oleh karena area - area ini berpotensi

mengalami degradasi lingkungan berupa erosi tanah.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 5

W ilayah Kabupaten Kutai

Timur yang

memiliki ke lereng an

di bawah 15 persen (<2 s/d

15) merupakan k awasa n yang relatif datar dan landai.

Kabupaten Kutai Timur memiliki wilayah dataran se luas 778.686 Ha (23,63 persen). Kawasan ini terdapat di Kecamatan Sangatta, Muara Bengkal, Muara Ancalong dan sebagian Muara Wahau dan Sangkulirang. Muara Wahau dan Muara Ancalong merupakan daerah pegunungan kapur. Di sisi lain, w ilayah daerah pegunungan d an perbukitan mempunyai areal paling luas yaitu 1.608.915 Ha dan 1.429.922,25 Ha.

Kabupaten

Kutai Timur memiliki gunung sebanyak 9 buah. Gunung yang tertinggi adalah G unung M enyapa ,

dengan ketinggian mencapai 2000

m. Selain pegunungan dan perbuki t an, wilay ah ini juga memiliki dataran/landai seluas 536.212,5 Ha yang terdiri dari daratan, rawa dan perairan umum (sungai dan danau). Daerah Aliran Sungai (DAS) terdapat di seluruh kecamatan, sedangkan danau hanya ada di Kecamatan Muara Bengkal yaitu D anau Ngayau dengan

luas 1.900 Ha dan Danau Karang

dengan luas 750 Ha. Wilayah pantai berada di sebelah timur kabupaten, yang mempunyai ketinggian antara 0 - 7 m di atas permukaan laut. Kawasan pantai yang memiliki potensi wisata bahari adalah Pantai Teluk Lombok dan Pan tai Sekerat.

4.

Geologi

Jenis tanah di wilayah daratan Kabupaten Kutai Timur didominasi oleh tanah podsolik merah kuning, latosol dan litosol. Jenis tanah lainnya adalah aluvial, organosol, latosol, podsol, dan padsolik merah kuning dengan tingkat kesuburan yang rendah.

Secara geologi Kabupaten Kutai Timur hampir sebagian besar didominasi oleh Formasi Pemaluan yang tersebar di bagian tengah dan timur serta alluvium

yang tersebar di sepanjang pantai. T erdapat pula kandungan batuan endapan tersier dan batuan en dapan kwarter. Formasi batuan endapan terutama terdiri dari batuan kwarsa dan batuan liat. Berdasarkan aspek geologi, wilayah daratan Kabupaten Kutai Timur tersusun dari 21 jenis formasi.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 6

Tabel 2. 2

Penyebaran Fisiografi

Kabupaten Kutai Timur

Fisiografi

Luas (Ha)

Dataran Alluvium

19.097

Dataran

1.505.176

Jalur Kelokan

14.161

Lembah

12.372

Rawa

138.994

Rawa Pasang Surut

25.84

Perbukitan

534.765

Pegunungan

975.938

Teras - teras

70.105

Sumber: RTRW Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 15 - 2035

Banyak faktor yang mempengaruhi t ingkat kemampuan tanah . Semakin banyak faktor penghambat seperti

kondisi

lereng

yang

terjal,

akan mempengaruhi

ketersediaan air kurang . Kondisi ini juga mudah

memicu

terjadi nya

erosi . Hal ini menyebabkan

kemampuan tanah pada wilayah tersebut rendah. W ilayah daratan Kabupaten Kutai Timur didominasi oleh tanah

jenis:

podsolik merah kuning, latosol dan litosol. Jenis tanah lainnya adalah aluvial, organosol, latosol, podsol, dan podsolik merah kuni ng . Tanah - tanah dalam jenis ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah.

5.

Hidrologi

Wilayah perairan di Kabupaten Kutai Timur berupa laut/pantai, sungai dan danau. Daerah Aliran Sungai (DAS ) terdapat di seluruh kecamatan.

S ungai terpanjang adalah Sungai Keda ng Kepala yang terletak di Kecamatan Muara Wahau ,

dengan panjang 319 km. Terdapat dua d anau yang terletak di

Kecamatan Mura Bengkal yaitu Danau Ngayau dengan

luas 1.900 Ha dan Danau Karang

se luas 750 Ha. Wilayah pantai berada di

sebelah timur k abupaten, yang mempunyai ketinggian antara 0 - 7 m diatas permukaan laut. Kawasan pantai yang memilki potensi wisata bahari adalah Pantai Teluk Lombok dan Pantai Sekerat. Selama ini, wilayah Pantai Teluk Lombok dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai medi a perairan marikultur komoditi

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 7

perikanan seperti tambak ikan dan udang, budidaya rumput laut dan budidaya ikan dalam K aramba Jaring A pung (KJA).

6.

Klimatologi

Kabupaten Kutai Timur berada di wilayah yang beriklim tropis mempunyai musim yang hampir sama denga n wilayah Indonesia pada umumnya yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kabupaten Kutai Timur memiliki suhu udara rata - rata 26°C dengan perbedaan suhu terendah dengan suhu tertinggi mencapai 5° sampai 7°C. Jumlah curah hujan antara 2 . 000 hingga 4 . 000 mm/ tahun, dengan jumlah hari hujan rata - rata adalah 130 hingga

150 hari/tahun.

7.

Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kabup aten Kutai Timur cukup bervariasi. S ebanyak 43,08

persen

merupakan kawasan hutan, meliputi Hutan Mangrove, Hutan Primer, Hutan Rawa, Hutan Sekunder dan Hutan Tanaman. Hutan Primer sebagian besar berada

pada daerah pegunungan yang tersebar pada bagian barat Kabupaten Kutai Timur, yaitu Kecamatan Muara Wahau, Tel en, dan Busang. Kawasan tidak berhutan di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 56,14

persen

yang didominasi oleh belukar dan belukar raw a . Luas wilayah

masing - masing sebesar 37,65

persen dan 5,76

persen .

Lahan pertanian sebanyak 9,28

persen

atau sekitar 296.119,33 Ha ;

meliputi perkebunan, sawah dan lahan pekarangan. P enggunaan lahan untuk perikanan masih sangat kecil meskipun mempunyai potensi yang sangat besar baik budidaya kolam maupun perairan umum. Penggunaan

lahan untuk kegiatan

lainnya adalah pertambangan batubar a sebesar 0,70

persen

atau sekitar 22.410,51 Ha.

2.1.1.2

Potensi Pengembangan Wilayah

Pusat - pusat kegiatan di wilayah Kabupaten Kutai Timur dibagi dalam p engembangan S ub

S atuan W ilayah P engembangan (SSWP) .

Sistem

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 8

perwilayahan ini menggambarkan satuan wilayah kabupaten yang memiliki pusat di suatu kota kecamatan , dan dijadikan sebagai pusat kegiatan perwilayahan tersebut. SSWP di Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut:

a)

S S WP Pusat

meliputi Kecamatan Teluk Pandan, Sangatta

Selatan, Sangatta Utara, Rantau Pulung dan Bengalon ;

b)

S S WP Timur

meliputi

Kecamatan Karangan, Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang, dan Sandaran ;

c)

S S WP Utara

meliputi Kecamatan Kongbeng, Telen dan Muara Wahau;

d)

S S WP

Selatan

meliputi Kecamatan Batu Ampar, Busang, Long Mesangat, Muara Ancalong dan Muara Bengkal .

Potensi masing - masing kawasan di 18 kecamatan Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada Tabel 2.3. berikut:

Tabel 2. 3

Potensi di setiap Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur

No

Kecamatan

Potensi

1.

Muara Ancalong

-

Perkebunan kelapa sawit

-

Perikanan tangkap dan budidaya darat

-

Food estate

-

Konservasi Fauna: buaya supit dan bodas

-

Plasma nutfah buah lokal

2.

Busang

-

Perkebunan kelapa sawit

-

Pertanian tanaman pangan dengan komoditas padi ladang dan sawah

-

Sektor Perkebunan dengan komoditas utama kakao, Holtikultura: jeruk dan pisang

-

Wisata budaya

-

Konservasi Fauna: Orangutan (Restorasi Habitat Orang Utan Indonesia)

-

Terdapat potensi bahan galian dan tambang berupa emas dan besi

3.

Long Mesangat

-

Perkebunan kelapa sawit, karet, padi, palawija

-

Budidaya perikanan darat

4.

Muara Wahau

-

Perkebunan kelapa sawit

-

Wisata Budaya dan Hutan Lindung Wehea

-

Tambang Batubara

-

HPH

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 9

No

Kecamatan

Potensi

5.

Telen

-

Perkebunan kelapa sawit, kakao dan karet

-

Teridentifikasi sebagai salah satu wilayah yang memiliki kandungan logam mulia berupa emas

6.

Kongbeng

-

Terdapat pertanian tanaman pangan dengan komoditas utama padi

-

Perkebunan kelapa, kakao, lada, karet, kelapa sawit

-

Peternakan

-

Wisata budaya dan wisata geologi (Karst)

7.

Muara Bengkal

-

Perkebunan kelapa sawit, karet

-

Perikanan tangkap dan budidaya

-

Wisata danau gelumbang

8.

Batu Ampar

-

Perkebunan kelapa sawit, karet dan lada

-

Potensi HTI (Hutan Tanaman Industri) yang cukup luas untuk sentra produksi hutan.

9.

Sangatta Utara

-

Tambang batubara

-

Perdagangan dan jasa.

-

Kawasan wisata konservasi orang utan dan ekowisata

10.

Bengalon

-

Tambang batubara

-

Perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao

-

Perikanan tangkap dan budidaya

-

Wisata bahari dan geologi

11.

Teluk Pandan

-

Aren genjah

-

Padi sawah, pisang, dan Kakao.

-

Budidaya perikanan

12.

Rantau Pulung

-

Perkebunan kelapa sawit, pertanian tanaman pangan dan peternakan

13.

Sangatta Selatan

-

Memiliki potensi wisata bahari dan ekowisata

-

Budidaya perikanan dan perikanan tangkap

-

Pertanian tanaman pangan dan peternakan

14.

Kaliorang

-

Perkebunan kelapa Sawit, kakao, kelapa dan pisang

-

Wisata bahari dan ekowisata

-

Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK)

-

Berada di sepanjang garis pantai, sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang tumbuh dan berkembang dengan baik dengan komoditas perikanan tangkap

-

Peternakan sapi sebagai penopang kebutuhan daging Kabupaten Kutai Timur

-

Terdapat potensi bahan galian berupa besi, gipsum dan pasir kuarsa

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 10

No

Kecamatan

Potensi

15.

Sangkulirang

-

Letak geografis kecamatan ini bisa menjadi potensi untuk produksi perikanan laut serta outlet barang dan jasa

-

Potensi perikanan laut

-

Perkebunan kelapa sawit dan karet

-

Ternak besar

16.

Sandaran

-

Perikanan laut,

-

Wisata Bahari dan geologi (Karst)

-

Perkebunan

-

Kehutanan

17.

Kaubun

-

Perkebunan kelapa sawit

-

Pertanian pangan

-

Ternak besar

18.

Karangan

-

Perikanan darat

-

Wisata geologi (Karst)

-

Perkebunan kakao, sawit, pisang

-

Kehutanan dan hasil hutan

Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20

Berikut beberapa potensi - potensi pengembangan kawasan - kawasan di Kabupaten Kutai Timur:

1.

Kawasan Pertanian Tanaman Pangan

Kawasan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur terbagi menjadi 2 bagian yaitu kawasan budidaya tanaman pangan la han basah dan kawasan budidaya tanaman pangan lahan kering.

Berdasarkan kriteria kesesuaian lahan untuk kawa s an budidaya tanaman pangan lahan kering

yang meliputi derajat kemiringan

lahan, jenis tanah, kedalaman solum, tekstur tanah, dan tingkat erosi, maka untuk kegiatan pertanian lahan kering berada di sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur dan tersebar di semua kecamatan yang ada. Sedangkan kesesuaian lahan budidaya tanaman pangan lahan basah berada di sebagian kecil wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Timur dengan luas yang cukup signifikan, terutama di kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong.

Hasil produksi tanaman pangan

di Kutai Timur , ditinjau dari sisi permintaan, b er potensi

dapat memenuhi permintaan di dalam negeri, terutama

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 11

lokal kabupaten

dan Provinsi Kalimantan Timur . Berdasarkan peluang dan pesaing dalam pasokan hasil produksi pertanian tanaman pangan, terutama komoditas unggulan kedelai dan jagung dapat berpera n serta dalam pemenuhan kebutuhan dalam lingkup nasional.

Penggunaan tanah untuk pertanian khususnya tanah sawah tiap tahun mengalami penyusutan

luasan atau alih fungsi . Kondisi ini apabila dibiarkan dan tidak dilakukan upaya pencegahan alih fungsi, akan m enjadi ancaman (hambatan) pembangunan sektor pertanian dimasa akan datang yang meliputi berkurangnya jumlah produksi dan produktivitas padi yang berpotensi mengakibatkan hambatan dalam mewujudkan swasembada pangan. Usaha - usaha yang harus dilakukan adalah m engembangkan area pertanian tanaman pangan dengan menyusun strategi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian secara berkelanjutan dan pencegahan berkurangnya lahan sawah produktif, terutama untuk lahan beririgasi teknis yang sudah dikembangkan dan lahan prod uktif lainnya.

Kegiatan budidaya pertanian lahan basah dan food estate

merupakan lahan sawah, baik yang beririgasi teknis, setengah teknis, maupun irigasi perdesaan yang telah diusahakan secara intensif. Kawasan lahan pertanian diharapkan dapat tetap dipe rtahankan dalam rangka ketahanan pangan dan ketahanan budaya. Kawasan budidaya pertanian lahan basah di wilayah perencanaan selain dikembangkan untuk produksi pangan juga diarahkan sebagai kawasan penyangga ( buffer zone ) untuk menjaga kualitas lingkungan d alam bentuk jalur hijau atau ruang terbuka hijau.

Kawasan budidaya pertanian lahan basah terutama yang telah terlayani jaringan irigasi merupakan kawasan yang tetap dipertahankan dengan meminimasi alih fungsi ke kegiatan budidaya lainnya. Lahan food estat e

yang merupakan areal lahan pertanian pangan berkelanjutan dicadangkan di 4 (empat) kecamatan yaitu Busang, Karangan, Muara Ancalong dan Sandaran dengan luas 63.202,78 ha, sementara itu lahan pertanian pangan direncanakan seluas lebih kurang 107.755,37 ha

yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur merupakan lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 12

tanaman pangan semusim dan atau tanaman tahunan y a ng dicirikan pengelolaannya relatif tidak memerlukan air irigasi.

P emanfaatan pertanian lahan ke ring adalah untuk tegalan, tanaman sayur mayur (ho r tikultura), dan kebun campuran. Pertanian lahan kering yang tidak intensif merupakan cadangan pengembangan kawasan perkotaan.

2.

Kawasan

Perkebunan

Pembangunan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan, antara lain ditandai dengan semakin meningkatnya luas areal, produksi dan produktivitas. Komoditas yang banyak dikembangkan dalam perkebunan rakyat antara lain kakao, karet, lada, dan kelapa sawit .

Kawasan perkebunan di kawasan perencanaan yang makin dekat ke pusat - pusat kegiatan dan merupakan potensi pengembangan kawasan perkotaan. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan perkebunan meliputi: a) Pengembangan kegiatan lahan perkebunan diupayak an untuk meningkatkan produkti vitas tanaman yang ada saat ini;

b) Pemanfaatan lahan perkebunan untuk sistem tumpang sari dengan kegiatan budidaya pertanian lahan kering;

c) Pemilihan jenis komoditi unggulan sesuai dengan potensi lahan ; dan

d) Pengembangan lahan perkebunan pada lahan - lahan yang memiliki kesesuaian lahan sebagai lahan perkebunan melalui intensifikasi dan pemilihan teknologi tepat guna.

Kawasan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur tersebar pada 16 (enam belas) kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta

Utara, Rantau Pulung, Bengalon, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, Karangan dan Sandaran.

3.

Kawasan Peternakan

Hasil produksi peternakan

di Kabupaten Kutai Timur

mencakup:

peternakan kecil

( seperti unggas )

maupun peternakan besar ( seperti : kambing,

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 13

sapi, dan lain lain). Beberapa spot lokasi wilayah perencanaan terdapat usaha kegiatan peternakan dalam skala kecil terutama peternakan ayam. Kebijaksanaan pengelolaan

kawasan budidaya peternakan diarahkan untuk: a) Meningkatkan kualitas S umber D aya M anusia (SDM) petani ternak;

b) Peningkatan teknologi, pro duktivitas, dan kualitas ternak;

c) Pengendalian limbah peternakan agar tidak mengganggu lingk ungan permukiman dan sumber air;

serta d) Pengembangan sinergi antara kegiatan peternakan dan usaha pertanian lainnya.

4.

Kawasan Perikanan

Kawasan perikanan tangkap ada l ah kawasan bagi kegiatan memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau c ara apapun . Kegiatan ini juga

termasuk menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kawasan pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Kutai Timur diarahkan dan dibagi dalam tiga jalur dengan klasifikasi area dan peralatan.

Sementara itu kawasan perikanan budidaya adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan seta memanen hasilnya dalam lingkungan terkontrol, termasuk kegiatan yang meng gunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kriteria penetapan kawasan perikanan budidaya meliputi: a) P erairan laut pasang surut yang terlindung pasir, kerakal dan atau berbatu;

b) Peraira n lautyang semi terlindung dan atau perairan yang terlind ung dari aksi gelombang ekstrim;

c) Di luar kawasan pelabuhan dan atau jalur pelayaran ;

d) Salinitas air relatif konsta n dalam kisaran normal air laut;

e) Aksesibilitas kawasan mudah dicapai, dekat p emukiman masyarakat pesisir dan tida k dalam pengaruh oeh air limbah;

f) Perairan laut di luar

zona inti kawasan perlindungan; serta

g) Perairan laut di luar areal terumbu karang dan Padang Lamun, h) Kualitas air memenuhi baku mutu air laut untuk budidaya i kan. Sedangkan kawasan budidaya laut yang

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 14

direncanakan dikembangkan berada di perairan laut Kecamatan Sangatta Selatan berupa budidaya perikanan tangkap laut dan budidaya rumput laut.

5.

Kawasan Pertambangan

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus mempertahankan kawasan lindung yang ada. Kawasan pertambangan yang ada saat ini sangat dimungkinkan menjadi kawasan lindung di masa yang akan datang . Oleh karena itu upaya rehabilitasi dan revitalisasi kawasan bekas pertambangan

menjadi keharusan agar tida k terjadi kerusakan ekologis yang sangat serius dan berdampak fatal dikemudian hari.

Kawasan pertambangan, dimana produksi yang dihasilkan oleh sektor ini memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian regi o nal Kutai Timur. Produksi tambang yang dih asilkan oleh beberapa perusahaan lokal, nasional dan internasional diharapkan mampu menjadi penggerak utama ( prime mover ) bagi perekonomian Kabupaten Kutai Timur . Ak an tetapi potensi peruntukan kawasan pertambangan dalam rencana tata ruang kabupaten tahun 201 5 - 203 5

berdasarkan ijin konsesi pertambangan sebagai kawasan tambang sebagian besar masih dalam proses Feasibility Study yang lebih lanjut untuk kesesuaian lahannya. Ijin konsesi kawasan yan g memiliki potensi pertambangan di Kabupaten Kutai Timur memili ki luas sebesar lebih kurang 1.602.653 Ha.

6.

Kawasan Pariwisata

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial menciptakan

P endapatan A sli D aerah (PAD) serta mampu memberikan multiplier effect

bagi berkembangnya sektor - sektor terkait, seperti pertanian (bunga, buah, perikanan), industri kerajinan, perdagangan (misalnya rumah makan), dan jasa (penginapan, pemandu wisata, transportasi, dan sebagainya). B erkembangnya sektor ini

diharapkan dapat me ningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata .

Kekayaan alam

di Kabupaten Kutai Timur seperti

hutan, pantai, goa merupakan aset berharga yang potensial untuk dikembangkan. Kondisi alam

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 15

Kabupaten Kutai Timur mena warkan ragam produk wisata yang dapat dikembangkan, antara lain Geowisata (lokasi Karst Sangkulirang - Gua Pengadan), Wisata Pantai (beberapa lokasi yang berada di zona Sangatta), Wisata Bahari (pulau Birah - Birahan), Ekowisata (berbagai lokasi di Taman Nasio nal Kutai), Wisata Budaya Tradisional (desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian (Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko), Keunggulan daya tarik wisata, lukisan - lukisan berupa gambar negatif cap tangan tga susun, perhiasan, peralatan, patung bahkan guci - guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan sejauh ini merupakan satu - satunya gua alami di Indonesia yang memiliki peninggalan pra sejarah.

Kegiatan yang dikembangkan dengan fungsi

untuk mendukung kegiatan pariwisata ini adalah: a) Peningkatan program sadar wisata kepada masyarakat me lalui penerangan dan penyuluhan; serta

b) Peningkatan promosi obyek wisata, penataan dan pengembangan terhadap obyek - obyek wisata yang ada sehingga leb ih representatif.

7.

Kawasan Pemukiman

Kabupaten Kutai Timur memiliki kawasan pemukiman perkotaan dan kawasan pemukiman perdesaan.

Kebijakan pengembangan permukiman pedesaan dilakukan dengan menciptakan sentra - sentra produksi yang prospektif dalam penyerapan

tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. Sejalan dengan itu perlu diciptakan saling keterhubungan antara sentra produksi dengan pusat pemasarannya sehingga dapat saling menunjang s i stem perwilayahan. Kawasan permukiman pedesaan di Kabupaten Kutai Timur di rencanakan lebih kurang 70.588,63 h a yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur.

Ka wasan permukiman perkotaan terletak di 3 (tiga) Kecamatan antara lain: Kecamatan Sangatta Utara , Sangatta Selatan, dan Kaliorang. Kecamatan Sangatta Utara

sebagai pusat kegiatan wilayah dan sentra pemerintahan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 16

dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup besar. Kecamatan Sangatta Selatan juga merupakan bagian dari pusat kegiatan wilayah

dan

areal Taman Nasional Kutai

(TNK) . Permukiman perkotaan lainnya ya ng direncanakan di Kabupaten Kutai Timur berada di Kecamatan Kaliorang sebagai perwujudan dari konsep Kota Terpadu Mandiri (KTM), yang dialokasikan seluas lebih kurang 126,04 ha.

2.1.1.3

Wilayah Rawan Bencana

Berikut adalah h asil identifikasi kawasan rawan be ncana di Kabupaten Kutai Timur :

1)

Kawasan Rawan Bencana Banjir

Kawasan rawan bencana banjir adalah lokasi yang secara rutin mengalami genangan lebih dari enam jam pada saat musim hujan. Kawasan rawan bencana banjir memerlukan penanggulangan. Rencana penanggulangan banjir dan pelestarian alam yang lebih berorientasi pada kelangsungan hidup ekologi dapat disebutkan sebagai berikut:

a)

Penyuluhan

perlindungan dan pelestarian alam serta penyuluhan bahaya banjir ;

b)

Gerakan penghijauan lingkungan ; dan

c)

Manajemen

pengelolaan dan penanggulangan banjir .

2)

Rawan Bencana Gerakan Tanah (Longsor)

Kawasan rawan bencana alam rawan longsor merupakan zona yang mudah bergerak akibat adanya patahan atau pergeseran batuan induk pembentuk tanah.

Beberapa kecamatan merupakan kawas an rawan bencana longsor karena mempunyai kelerengan lebih dari 40 persen dan daerah yang berada di aliran sungai dengan arus deras. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah bencana longsor adalah:

a)

Membatasi eksploitasi bahan galian ;

b)

Gerakan penghijauan lingkungan dengan tanaman yang tepat ; dan

c)

Manajemen pengelolaan dan penanggulangan longsor .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 17

3)

Rawan Bencana Kebakaran Lahan dan Pemukiman

Kabupaten Kutai Timur adalah satu daerah yang dikategorikan rawan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan hasil pemantauan satelit, di wilayah Kutai Timur mulai banyak ditemukan adanya daerah rawan kebakaran. Oleh sebab itu, diperlukan keter libatan semua pihak untuk pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran. Selain itu, diperlukan peningkatan kesiagaan, mengefektifkan kegiatan pemantauan dan pengawasan, serta mengambil langkah - langkah konkret secara terkoordinasi dan terpadu untuk mengatas i bahaya kebakaran.

2.1.1.4

Aspek Demografis

Penggalian batubara dan hasil perkebunan di Kabupaten Kutai menjadi salah satu potensi aktivitas ekonomi yang menciptakan banyak lapangan kerja. Kabupaten Kutai Timur sebagai tempat yang baik untuk mencari kerja atau mengembangkan usaha penunjang industri batubara, dan pengelolaan perkebunan.

Konsekuensi dari hal tersebut, banya k tenaga kerja dari luar daerah yang datang ke Kabupaten Kutai Timur. Hal ini secara tidak la ngsung akan mempengaruhi jumlah penduduk. Jumlah perkembangan pendudu k Kabupaten Kutai Timur selama 3

tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 2.4 berikut:

Tabel 2. 4

Jumlah Penduduk, Pertumbuhan dan Persebaran serta

Kepadatan Pend uduk Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Uraian

Satuan

2017

2018

2019

Jumlah Penduduk

Jiwa

418.625

420.760

422.905

Pertambahan Jumlah Penduduk

Jiwa

3.072

2.135

2.145

Pertumbuhan Penduduk

(%)

0,73

0,51

0,51

Kepadatan Penduduk

Jiwa/

11,71

11,77

11,83

km 2

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab upaten

Kutai Timur Tahun 2020

J umlah penduduk

di

Kabupaten Kutai Timur

pada tahun 201 9

mencapai

422.905

jiwa.

Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 2.1 4 5 jiwa dari tahun sebelumnya

se banyak

420.760

jiwa . P ertumbuhan

penduduk cenderung

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 18

tetap selama 2 tahun terakhir (Tabel 2.4). Secara umum, apabila d itinjau dari sisi rasio jenis kelamin, secara umum Kabupaten Kutai Timur mempunyai penduduk laki - laki lebih banyak dibanding penduduk perempuan. A pabila ditinjau dari pola sebaran penduduk, Tabel 2.5

menunjukkan bahwa terdapat 6 (enam )

k ecamatan yang

mempunyai jumlah pend uduk lebih dari 10.000 jiwa . Kecamatan yang dimaksud adalah

Muara Wahau,

Sangatta Utara,

Sangkulirang, Kongbeng, Bengalon,

dan Sangatta Selatan.

Tabel 2. 5

Jumlah dan Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 – 2019

Kecamatan

2017

2018

2019

L

P

L

P

L

P

Muara Ancalong

7.069

6.308

7.525

6.753

7.671

6.903

Muara Wahau

15.193

12.821

15.749

13.438

16.151

13.946

Muara Bengkal

7.504

6.674

7.544

6.802

7.599

6.888

Sangatta Utara

65.837

55.118

67.721

57.068

66.063

57.082

Sangkulirang

12.298

10.608

12.282

10.792

12.578

11.013

Busang

3.294

2.887

3.312

2.868

3.248

2.805

Telen

6.231

5.244

5.976

4.990

5.935

4.971

Kongbeng

15.257

13.187

15.385

13.351

15.807

13.908

Bengalon

23.643

18.959

22.530

18.262

22.633

18.634

Kaliorang

7.780

6.668

7.782

6.649

8.024

6.833

Sandaran

6.898

5.347

6.503

5.209

6.583

5.343

Sangatta Selatan

17.211

14.374

17.047

14.432

16.718

14.38 0

Teluk Pandan

8.998

7.180

8.662

7.048

8.336

6.95 0

Rantau Pulung

5.858

5.143

6.110

5.350

6.333

5.594

Kaubun

8.676

7.049

8.408

6.860

8.466

7.067

Karangan

8.044

6.332

7.336

5.932

7.175

5.912

Batu Ampar

3.977

3.409

4.216

3.616

4.325

3.727

Long Mesangat

4.058

3.491

3.890

3.362

3.893

3.411

Jumlah

227.826

190.799

227.978

192.782

227.538

195.367

Jumlah L + P

418.625

420.760

422.905

Rasio Jenis Kelamin

119,41

118,25

116

Pertumbuhan (%)

0,73

0,51

0,51

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Pada tahun 201 9

jumlah penduduk laki - laki sebesar 227.538

jiwa dan penduduk perempuan sebesar 19 5.367

jiwa den gan rasio jenis kelamin 116 . Rasio jenis kelamin di Kabu paten Kutai Timur terus mengalami penurunan.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 19

Perubahan demografis ini mungkin disebabkan oleh karena migrasi masuk ke Kabupaten Kutai Timur lebih banyak didominasi oleh laki - laki. Hal ini sebagai implikasi dari lapangan pekerjaan yang tersedia untuk pendud uk laki - laki lebih banyak dibanding lapangan pekerjaan untuk perempuan.

Tabel 2.6 menyajikan sebara n

jumlah penduduk di Kabupat en Kutai Timur selama tahun 201 7 - 201 9 . Rata - rata s ebaran penduduk

yang tertinggi

di dominasi oleh tiga kecamatan , yaitu: Kecamat an Sangatta Utara ( 29,22

persen), Kecamatan Bengalon ( 9,87

persen), dan Kecamatan Sangatta Selatan (7, 4 5

persen).

Tabel 2. 6

Persebaran Penduduk Menurut Kecamatan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 – 2019

Kecamatan

Persebaran Penduduk (%)

2017

2018

2019

Muara Ancalong

3,20

3,39

3,45

Muara Wahau

6,69

6,49

7,12

Muara Bengkal

3,39

3,41

3,43

Sangatta Utara

28,89

29,66

29,12

Sangkulirang

5,47

5,48

5,58

Busang

1,48

1,47

1,43

Telen

2,74

2,61

2,58

Kongbeng

6,79

6,83

7,03

Bengalon

10,18

9,69

9,76

Kaliorang

3,45

3,43

3,51

Sandaran

2,93

2,78

2,82

Sangatta Selatan

7,54

7,48

7,35

Teluk Pandan

3,86

3,73

3,61

Rantau Pulung

2,63

2,72

2,82

Kaubun

3,76

3,63

3,67

Karangan

3,43

3,15

3,09

Batu Ampar

1,76

1,86

1,90

Long Mesangat

1,80

1,72

1,73

Jumlah

100,00

100,00

100,00

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Komposisi jumlah penduduk menurut kelompok umur disajikan dalam Tabel 2.7. Penyajian

data penduduk berdasarkan

kelompok umur berguna untuk pe nghitungan angka ketergantungan atau D ependency Ra tio

(DR).

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 20

Angka DR diunakan untuk memprediksikan berapa beban (penduduk non produktif) yang harus ditanggung oleh penduduk usia pro duktif. K utai Timur merupakan daerah terbuka

yang terkenal adanya potensi sumber daya alam yang melimpah . Hal tersebut

menyebabkan mobilitas penduduk yang terjadi cukup tinggi, terutama penduduk yang datang untuk bekerja/mencari kerja,

dimana sebagian besar berusia produktif (usia 16 - 40

tahun ).

Tabe l 2. 7

Persebaran Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur

Berdasarkan Kelompok Umur

T ahun 20 1 7 – 2019

Kelompok Umur

201 7

2018

2019

0 –

4

20.195

21.584

23.105

5 –

9

43.506

42.302

42.603

10 –

14

41.215

42.256

43.328

15 –

19

36.567

38.336

38.903

20 –

24

37.199

37.377

38.365

25 –

29

44.144

41.412

38.624

30 –

34

45.129

42.337

39.655

35 –

39

41.130

40.336

38.699

40 –

44

32.803

33.761

34.160

45 –

49

26.954

27.043

27.642

50 –

54

18.792

20.382

21.208

55 –

59

12.529

13.116

14.082

60 –

64

7.960

8.604

9.762

65 –

69

5.036

5.703

5.681

70 –

74

2.665

2.999

3.375

75 +

2.832

3.212

3.713

Jumlah

418.625

420.760

422.905

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Berdasarkan kelompok umur pada tahun 201 9 , tampak

bahwa

jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur terbanyak berada pada kelompok umur 10 - 1 4

tahun , yaitu

sebanyak 43.328

jiwa. Selanjutnya diikuti oleh kelompok umur 5 - 9 tahun sebanyak 42.603 jiwa dan kelompok umur 30 - 3 4 tahun sebanyak 39.655

jiwa. Kelompok umur 30 - 3 4 tahun

merupakan kelompok umur yang setiap tahunnya menempati peringkat tiga teratas d a lam katagori jumlah penduduk. Komposisi ini menunjukkan adanya potensi dan sekaligus tantangan bagi Kabupaten Kutai Timur

utamanya dalam hal penyediaa n lapangan kerja yang

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 21

dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah banyak . Hal ini

dise babkan oleh

komposisi juml ah penduduk usia produktif

atau usia kerja

yang p aling banyak.

B esarnya harapan bahwa penduduk yang ada di Kabupaten Kutai Timur menjadi pelaku pembangunan dan penikmat hasil pembangunan

merupakan manfaat dari integrasi dimensi kependudukan dalam perencanaan pembangunan . Hal ini berarti pembangunan berwawasan kependudukan lebih berdampak besar pada peningkatan kesejahteraan penduduk secara keselur uhan dibanding dengan orientasi pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan (growth) . Pembangunan berwawasan kependudukan menekankan pada pembangunan lokal, dimana perencanaan berasal dari bawah (bottom up planning) , disesuaikan dengan kebutuhan

dan kondisi masyarakat lokal, dan yang lebih penting adalah melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.

2.1.2

ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Aspe k kesejahteraan masyarakat menjabarkan pemerataan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta seni budaya dan olahraga.

2.1.2.1

Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

A.

Pertumbuhan PDRB

PDRB merupakan nilai pasar dari barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk suatu wilayah dalam satu tahun. Semakin tinggi nilai PDRB, semakin sejahtera sejahtera masyarakat yang bersangkutan. Nilai pasar barang dan jasa adalah kuantitas barang dan jasa dikalikan dengan harga pasar yang berlaku. Hal ini menyebabkan PDRB menjadi indikator kesejahteraan obyektif yang dapat diperbandingkan antar wilayah dan antar bangsa. Oleh karena PDRB merupakan jumlah dari kuantitas dikalikan dengan harga pasar yang berla ku, maka peningkatan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dalam suatu tahun belum tentu mengindikasikan adanya peningkatan kesejateraan masyarakat. Peingkatan PDRB bisa saja disebabkan oleh faktor kenaikan harga tanpa diikuti oleh kenaikan volume barang da n jasa. Untuk menghindari

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 22

kondisi ini, maka PDRB juga

dihitung dengan harga konstan; yaitu menggunakan harga pada tahun tertentu, yang disebut dengan tahun dasar. Perhitungan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) akan menghasilkan nilai ri i l PDRB. Perubah an PDRB ADHK dari tahun ke tahun disebut dengan pertubuhan output atau pertumbuhan ekonomi.

Hal lainnya tentang PDRB adalah bahwa PDRB hanya memperhitungkan aktivitas ekonomi yang mempunyai konsekuensi nilai pasar, sedangkan aktivitas yang tidak membawa k onsekuensi nilai pasar, seperti pekerjaan ibu rumah tangga, anak - anak yang sedang sekolah,serta aktivitas ekonomi yang digolongkan underground economy .

Perkembangan perekonomian kabupaten Kutai Timur selama 5 tahun terakhir tidak terlepas dari kontribusi sektor – sektor ekonomi yang mendukungnya, diantaranya sektor Pertambangan dan Galian, serta sektor Pertanian. Sektor pertambangan dan penggalian terutama subsektor pertambangan nonmigas (batubara) masih merupakan sektor pendukung utama perekonomian Kabupate n Kutai Timur. Dominasi subsektor ini ditandai dengan masih tingginya peranan sektor pertambangan khususnya batubara tahun 2015 - 2019.

Perkembangan PDRB - ADHB Kabupaten Kutai Ti mur dengan migas pada tahun 201 5 - 201 9

dengan migas dan batubara

selalu mengalami kenaikan

berturut - turut dari Rp93.492.172,43 juta

(2015) menjadi

p133.725.073,9 (2019). Adapun perkembangan PDRB - ADHK pada periode yang sama cenderung mengalami kenaikan walaupun sempat turun ketika tahun 2016 . Laju pertumbuhan ekonomi t anpa migas dan batubara pada periode yang sama cenderung

meningkat juga

dari 2,86

persen tahun 201 5

menjadi 4,53

persen (angka sangat sementara) pada tahun 201 9

(Tabel 2.8).

K omoditi pertambangan khususnya batubara memiliki

rata - rata kontribusi

mencapai 80,84

persen dari nilai PDRB tahun 2015 - 2019 . Batubara menjadi andalan Kabupaten Kutai Timur karena produksi dari komoditas tersebut sebagian besar diekspor ke luar negeri . Hal ini

menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu andalan Provinsi Kalimantan Timu r. Namun harga komoditas batubara pernah mengalami penurunan drastis

khususnya tahun

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 23

2016 , maka berakibat pada pertumbuhan ekonomi Kutai Timur yang semakin melambat.

Selanjutnya mulai tahun 2017

hingga 2018

pertumbuhan Kutai Timur mulai mengalami pertumbuh an positif.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 24

Tabel 2. 8

Perkembangan PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kutai Timur

Tahun 2015 - 201 9

Tahun

Dengan Migas (Juta Rp)

Tanpa Migas (Juta Rp)

Tanpa Migas & Batubara

(Juta Rp)

Laju Pertumbuhan (%)

Harga Berlaku

Harga Konstan 2010

Harga Berlaku

Harga Konstan 2010

Harga Berlaku

Harga Konstan 2010

Dengan Migas

Tanpa Migas

Tanpa Migas & Batubara

2015

93.492.172,43

84.707.482,11

93.063.274,62

84.348.324,35

24.748.577,65

18.491.713,40

1,33

1,35

2,86

2016

94 .9 21 . 969 , 38

8 3 . 795 . 053 , 74

94 . 529 . 316 , 25

8 3 . 445 . 708 , 60

2 6 . 582 . 533 , 13

1 8 . 750 . 494 , 62

1,07

- 1,07

1,41

2017

117.816.985,40

86.458.545,40

117.453.051,42

86.163.714,88

31.065.953,33

19.444.194,28

3 , 18

3 , 26

3 , 70

2018 *

127.779.585,0

88.545.266,4

127.343.063,9

88.228.628,8

31.130.389,3

20.353.474,7

2,34

2,35

5,34

2019 **

133.725.073,9

95.604.475,0

133.298.867,0

95.284.358,3

32.927.032,6

21.276.188,8

7,97

8 ,00

4,53

Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020

Keterangan: * )

BP S Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)

** )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 25

Gambar 2.2 menyajikan informasi yang sama dengan Tabel 2.8; hanya saja ilustrasi gambar akan memberikan nuansa informasi yang lebi h mudah dipahami. Perbandingan nilai PDRB ketika ketergantungan pada migas dan batubara terlihat jelas harus menjadi alarm, bahwa sektor lain harus berkembang cepat menggantikan kontribusi migas dan batubara.

Sumber: BPS Pro vinsi Kalimantan Timur Tahun 2020

Keterangan: * )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)

** )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)

Gambar 2. 2

PDRB Atas

Dasar Harga Berlaku (Rp Juta) Tahun 201 5 – 201 9

Informasi yang tersaji dalam

Gambar 2.2 dan 2.3

menunjukkan bahwa

peranan sektor migas dan pertambangan (batubara) sangat

dominan dalam

pembent ukan PDRB Kabupaten Kutai Timur . Si tuasi ini cukup lemah secara struktural, karena tingginya ketergantungan PDRB pada sumbe r daya yang tidak dapat diperbaharui ( non - renewable resources ).

K ebijakan dan strategi khusus diperlukan dalam upaya melepaskan secara bertahap dari ketergantungan terhadap subsektor pertambangan khususnya dari batubara.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 26

Sumber: BPS Pro vinsi Kalimantan Timur Tahun 2020

Keterangan: * )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)

** )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)

Gambar 2. 3

PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 201 5 – 201 9

B.

Struktur Ekonomi

Peranan sektor Pertambangan dan Galian masih menjadi sektor yang dominan pada perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Namun, k ontribusi sektor ini terhadap PDRB Kabupaten Kutai Timur adalah dalam 5 (lima )

tahun terakhir bergerak turun dari 8 0,31

persen

tahun 201 5 , turun menjadi 81,52

persen pada tahun 201 9 . Hal yang sama terjadi

pula

pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta

Jasa Pertanian. Sektor ini memberikan kontribusi terbesar kedua setelah Pertambangan dan Penggalian. Kontribusi sektor

ini menyumbang sebesar 8,11

persen pada tahun 201 5 , kemudian menurun menjadi 7,65

persen pada tahun 201 9 . Selanjutnya , pada

urutan ketiga sektor Industri pengolahan

menyumbang sebesar 2, 74

persen tahun 201 5

meningkat menjadi 2,92

persen pada tahun 201 9 . Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Jasa Pertanian

diharapkan

dapat mengurangi dominasi peranan sektor Pertambangan dan Galian secara berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kutai Timur menuju Kabupaten yang maju dal am sekt or agribisnis dan agroindustri.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 27

Tabel 2. 9

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

M enurut Lapangan Usaha Tahun 201 5 – 201 9

(Juta Rp)

No

Sektor Usaha

Tahun

2015

2016

2017

2018 *)

2019 **)

1

Pertanian, Kehutanan,

Perikanan

7.583.997,54

8.225.267,10

9.129.987,80

9.731.513,4

10.233.186,6

2

Pertambangan dan Penggalian

75.081.902,86

75.207.223,14

96.064.874,80

104.293.209,6

109.015.241,9

3

Industri Pengolahan

2.559.942,56

2.826.950,49

3.585.906,20

3.770.792,1

3.860.822,4

4

Pengadaan Listrik dan Gas

6.443,58

8.608,66

10.468,30

12.352,3

13.662,9

5

Pengadaan Air

11.576,19

12.666,34

13.975,30

14.296,8

15.430,7

6

Konstruksi

2.168.447,77

2.225.632,40

2.248.188,90

2.420.007,3

2.504.525,6

7

Perdagangan, Hotel & Restoran

1.737.050,29

1.796.686,19

1.891.655,70

2.205.001,4

2.395.583,0

8

Transportasi dan Pergudangan

1.076.100,03

1.123.716,30

1.188. 112,00

1.337.537,1

1.439.980,7

9

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

207.689,21

219.976,90

244.767,10

281.520,8

306.518,6

10

Informasi dan Komunikasi

249.920,85

270.654,44

287.943,80

317.298,9

336.875,9

11

Jasa Keuangan

141.343,41

151.173,43

161.293,60

176.845,0

187.387,4

12

Real Estate

297.288,72

301.354,54

318.881,50

346.176,1

366.152,9

13

Jasa Perusahaan

73.897,00

76.436,35

80.051,20

84.294,0

89.829,6

14

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

1.111.635,72

1.145.704,39

1.121.053,40

1.164.269,4

1.175.706,2

15

Jasa Pendidikan

926.064,47

1.021.754,96

1.119.270,20

1.239.355,3

1.360.796,3

16

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

118.368,98

134.649,51

152.251,20

169.756,8

186.520,7

17

Jasa Lainnya

140.503,24

173.508,24

198.304,40

215.358,6

236.852,5

Jumlah

93.492.172,43

94.921.969,38

117.816.985,40

127.779.585,0

133.725.073,9

Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020

Keterangan: * )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)

** )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 28

R ata - rata selama lima tahun

(2014 - 2018) ,

kontribusi terbesar pada S ektor P ertambangan

dan Penggalian

telah menyumba ng

nilai PDRB sebesar 80, 67

persen. Sedangkan k ontribusi S ektor Pertanian , Kehutanan dan Perikanan sebesar 8 0 , 84

persen . Selanjutnya, Industri Pengolahan menyumbang

sebesar 2 , 92

persen, diikuti S ektor

K onstruksi

2, 07 p ersen ; S ektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar

1, 09

persen ; sek tor transportasi dan perguda ngan sebesar 1,77

persen . Sementara s ektor - sektor yang

lainnya

(12 sektor)

mempunyai kontribusi

dibawah 1 persen.

Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur, 2020 (diolah)

Gambar 2. 4

Rata - rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

Dengan Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha

Tahun 2015 - 2019

C.

PDRB Per Kapita

R ata - rata produktivitas yang dihasilkan oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu daerah

digambarkan dengan adanya nilai PDRB Per Kapita . PDRB Per Kapita Kabupaten Kutai Timur selama periode 201 5 - 201 9

yang dihitung berdasarkan tahu n dasar 2010 cenderung menurun tahun 2016.

Kemudian tahun 2017 dan 2018 terus meningkat kembali. Data PDRB P er

K apita yang dipisahkan antara PDRB dengan migas dan PDRB tanpa miga s dan batubara

dapat dilihat pada Tabel 2.10 berikut .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 29

Tabel 2. 10

PDRB Per kapita Atas Dasar Harga Berlaku

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 5 – 201 9

(juta rup i ah)

Tahun

Dengan Migas

Tanpa Migas

Tanpa Migas dan Batubara

2015

292,06

290,72

77,31

2016

266, 40

265,52

76,88

2017

344,38

343,31

90,80

2018 * )

353,30

352,10

85,07

2019 ** )

355,55

354,41

87,55

Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 201 9

Keterangan: * )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)

** )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)

Data yang tersaji dalam Tabel 2.10 di atas memberi informasi yang sama dengan tabel 2.8 dan tabel 2.9, hanya saja data dalam tabel 2.10 telah diboboti dengan jumlah penduduk. Secara umum indikator kesejahteraan penduduk nampak selalu meningkat selama lima tahun terakhir, kecuali tahun 2017 dimana perekonomian nampak mempunyai aktivitas yang luar biasa. Tingginya kontribusi migas dan batubara pada perekonomian memberi indikasi betapa timpangnya nilai tambah sektor lain. Hal ini tercermin dari nilai PDRB per kapita dengan tiga katagori di atas.

Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 201 9

Keterangan: * )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Revisi)

** )

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (Angka Sangat Sementara)

Gambar 2. 5

PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku

Tahun 201 5 – 201 9

(juta rupiah)

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 30

D.

Kemiskinan

Kemiskinan terjadi secara umum disebabkan oleh pendapatan penduduk dibawah standard hidup layak. Dalam konsep kemiskinan ada dimensi lain yang harus diperhatikan, yaitu tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Selain upaya memperkecil jumlah penduduk mi skin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga perlu fokus pada pengurangan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

P enanggulangan kemiskinan secara sinergis dan sistematis terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Dalam tiga tahun terakhir; 2017 - 2019, kondisi kemiskinan baik dilihat dari jumlah penduduk miskin (jiwa) maupun persentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan menunjukkan adanya tren peningkatan. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi kemiskinan meningkat, diantaranya perub ahan struktur ekonomi. Sektor - sektor yang terkait IT mulai bangkit seiring dengan era industri 4.0; sementara sektor - sektor yang selama ini dominan (migas - batubara dan pertanian) belum siap mengadopsi tehnologi secara cepat. Perubahan arah perdagangan duni a, perubahan pola pasar minyak dan perubahan iklim turut menyumbang tingginya angka kemiskinan di Indonesia, khususnya yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur.

Tabel 2. 11

P ersentase

Penduduk M iskin

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Tahun

Penduduk Miskin

(Jiwa)

Penduduk Miskin

(%)

201 7

31.950

9,29

2018

33.024

9,2 2

2019

35.314

9,48

Sumber:

BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20

Sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan, p ada tahun 201 8

pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengalokasikan dana bantuan sebagai stimulan perumahan swadaya. Bantuan tersebut ditujukan untuk peningkatan kualitas rumah penduduk miskin sejumlah 409

unit yang tersebar di 5

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 31

kecamatan, yaitu Sangatta Selatan, Rantau Pul ung, Bengalon, Kaliorang dan Karangan. Alokasi dana stimulan ini tidak hanya meningkat dalam jumlah rumah yang dibangun, namun juga cakupan wilayah.

E.

Indeks

Pembangunan Manusia (IPM)

I ndeks P embangunan M anusia ( IPM )

merupakan

indeks komposit hasil agregasi tiga jenis indeks yang masing - masing mewakili dimensi pembangunan manusia, yakni indeks kesehatan, indeks pendidikan, dan indeks standar hidup. Peningkatan IPM di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan adanya peningkatan dalam

pe mbangunan sosial ekonomi yang berimplikasi pada peningkatan kualitas

hidup

masyarakat ;

baik dari segi kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.

Angka - angka yang tersaji dalam Gambar 2.6 menunjukkan bahwa selama periode tahun 201 5 - 201 9 , kinerja pemba ngunan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kutai Timur telah berjalan cukup baik. Setiap tahun IPM selalu mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan keberhasilan yang dicapai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Pada perkembangan dua (2) tahun terakhir yakni, pada t ahun 2018

angka IPM Kabupaten Kutai Timur mencapai 72,56 dan tahun 2019 menjadi 73,49 . Kenaikan angka IPM ini sangat dipengaruhi oleh naiknya variabel pembentuknya seperti variabel kesehatan dan pendidikan.

Sumber: B PS Provinsi Kalimantan Timur,

2020

(diolah)

Gambar 2. 6

Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 201 4 - 2019

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 32

F.

Indeks

Pembangunan Desa

Desa

Membangun adalah program pembangunan yang difokuskan dan dilaksanakan mulai dari desa dengan harapan akan mewujudkan desa mandiri. Kinerja pembangunan di suatu desa diukur dengan menggunakan Indeks Pembangunan Desa (IPD) . Berdasarkan nilai IPD , desa di kel ompok kan menjadi tiga, yaitu :

Desa Mandiri, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal. Ukuran

IPD dikembangkan dengan angka indeks komposit. Angka indeks ketiga kelompok desa berdasarkan ukuran IPD seperti tabel berikut.

Tabel 2. 12

Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD

Kategori Desa

Skor IPD

IPD

Desa Tertinggal

< 50

Indeks < 0, 5 0

Desa Berkembang

50 - 74

Indeks 0, 5 0 –

0,74

Desa Mandiri

>75

Indeks > 0,75

Sumber: Bappenas

Pada tahun 2017 IPD Kabupaten Kutai Timur

sebesar 60,67 meningkat signifikan menjadi 63,97 pada tahun 2019. Peningkatan nilai IPD tersebut diikuti dengan pergeseran kategori desa yang semaki n membaik, seperti pada T abel 2.13.

Penurunan jumlah desa tertinggal dari tahun 2015 ke tahun 201 9

sebanyak 16

desa. Sebaliknya, peningkatan terjadi pada katagori desa berkembang dan desa mandiri. Desa berkembang meningkat sebanyak 9

desa dan desa mandiri meningkat sebanyak 11

desa. J umlah desa di Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan sebanyak 4

desa

dari ta hun 2015 ke tahun 2017.

Tabel 2. 13

Kategori Desa di Kabupaten Kutai Timur 2015, 2017, dan 2019

Kategori Desa

Jumlah Desa

2015

2017

2019

Desa Tertinggal

23

12

7

Desa Berkembang

108

119

117

Desa Mandiri

4

8

15

Jumlah Desa

13 5

139

139

Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 33

Terdapat 5 (lima) variabel atau dimensi

utama yang diukur dalam IPD, yaitu:

1.

Pelayanan Dasar. Dimensi ini

mewakili aspek pelayanan dasar untuk memenuhi

kebutuhan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Variabel penyusun Pelayanan Dasar adalah: 1) Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas pendidikan;

serta

2) Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas kesehatan . Fasilitas kecehatan mencakup:

rumah sakit , rumah sakit bersalin, puskesmas/pustu, tempat praktek dokter, poliklinik/balai pengobatan, tempat praktek bidan, poskesdes, polindes dan apotek.

2.

Kondisi Infrastruktur, mewakili aspek Kebutuhan Dasar, Sarana, Prasarana, Pengembangan Ekonomi Lokal dan Pem anfaatan Sumberdaya Alam secara berkelanjutan. Variabel penyusun kondisi infrastruktur adalah:

1) Ketersediaan infrastruktur ekonomi seperti: kelompok pertokoan, minimarket, toko kelontong, pasar, restoran, rumah makan, warung/kedai makanan, akomodasi hote l/penginapan, serta bank; 2) Ketersediaan infrastruktur energi seperti: listrik, penerangan jalan, dan bahan bakar untuk memasak; 3) Ketersediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi seperti: sumber air minum, sumber air mandi/cuci, dan fasilita s buang ai r besar;

4) Ketersediaan dan kualitas infrastruktur komunikasi dan informasi seperti: komunikasi menggunakan telepon seluler, internet, dan pengiriman pos/barang.

3.

Aksesibilitas dan sarana Transportasi. Hal ini mencakup

kekhususan dan prioritas pembangunan

desa sebagai penghubung kegiatan sosial ekonomi antar

desa. Variabel penyusun aksesibilitas/transportasi adalah:

1) Ketersediaan dan akses terhadap sarana transportasi seperti: lalu lintas dan kualitas jalan, aksesibilitas jalan;

serta

2) Ketersediaan dan

operasional angkutan umum dan aksesibilitas transportasi seperti: waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor camat, biaya per kilometer transportasi ke kantor camat, waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor bupati dan biaya per kilometer t ransportasi ke kantor bupati.

4.

Pelayanan Umum . Hal ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan atas barang, jasa dan atau pelayanan administratif dengan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 34

tujuan memperkuat demokrasi, kohesi sosial, perlindungan lingkungan dan sebagainya. Variabel peny usun pelayanan umum adalah:

1) penanganan kesehatan masyarakat seperti: penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB)

pada beberapa jenis penyakit, diantaranya wabah diare,

dan penanganan gizi buruk; 2) ketersediaan fasilitas olah raga seperti: ketersediaan lapangan olah raga, dan kelompok kegiatan olah raga.

5.

Penyelenggaraan Pemerintahan . Hal ini

menggambarkan

kinerja pemerintahan desa dalam

bentuk pelayanan administratif.

Variabel - variabel penyusun penyeleng garaan pemerintahan adalah: 1) K emandirian seperti: kelengkapan pemerintahan desa, otonomi desa, dan aset/kekayaan desa; 2) Kualitas sumber daya manusia seperti: kualitas SDM kepala desa dan sekretaris desa.

2.1.2.2

Fokus Kese jahteraan Masyarakat

Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan masyarakat mencakup

indikator

dari bidang pendidikan, kesehatan, pertanahan, dan ketenagakerjaan.

A.

Pendidikan

Kinerja

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam

urusan

pendidikan pada

tahun 201 7 - 201 9

disajikan dalam Tabel 2.14. Dari enam indikator capaian kinerja urusan pendidikan, empat diantaranya selalu mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Dua indikator capaian yang mengalami fluktuasi adalah Angka Parsipasi Kasar (APK) SMP/MTs

dan An gka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs.

Tabel 2. 14

Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

201 7

201 8

2019

Rata - rata lama sekolah

(%)

8,72

9,06

9,0 8

Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI

(%)

125,28

126,29

127,60

Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs

(%)

99,20

98,90

104,43

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 35

Indikator

Satuan

201 7

201 8

2019

Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI

(%)

109,58

11 8,68

114,47

Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs

(%)

72,11

74,26

75,21

Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timu r Tahun 2020

1)

Rata - Rata Lama Sekolah

Rata - rata lama sekolah adalah rata - rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indiaktor ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tin gkat pendidikan yang sedang diduduki. Standar yang ditetapkan oleh UNDP

adalah rata - rata lama sekolah

minimal 0 tahun dan maksimal 15 tahun.

Tabel 2. 15

Rata - rata Lama Sekolah Penduduk

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Tahun

Rata - rata Lama Sekolah (Tahun)

2017

8,72

2018

9,06

2019

9,08

Sumber: Dinas Pendidikan Kab .

Kutai Timur Tahun 2020

(diolah)

Capaian rata - rata lama sekolah penduduk Kutai Timur menunjukkan trend

peningkatan . Apab ila angka - angka

ini dikonversikan ke jenjang pendidikan, rata - rata keseluruhan penduduk Kabupaten Kutai Timur sudah m e njalani pendidikan setara

kelas 3

SMP .

Kondisi

ini berarti sudah melampaui angka 6 tahun (lulus SD)

dan meningkat satu tahun dari tahun 2017 .

2)

Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka Partisipasi Kasar (APK) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah murid pada jenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA dan sebagainya) dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase. Hasil perhitungan APK i ni digunakan untuk

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 36

mengetahui banyaknya anak yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada wilayah tertentu. Angka

APK

yang lebih tinggi

bermakna

semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan pada suatu wilayah.

Sumber: Dinas

Pendidikan Kab upaten

Kutai Timur , 2020

(diolah)

Gambar 2. 7

Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan

Tahun 201 7 - 201 9

Berdasarkan

Gambar 2.7, APK SD/MI di Kabupaten Kutai Timur

tahun 201 7

sebesar 114,65

persen meningkat menjadi 127,6

persen pada tahun 201 9 .

Hal Ini berarti bahwa rasio antara jumlah anak yang bersekolah ditingkat sekolah dasar lebih besar daripada jumlah anak usia, sekolah di tingkat sekolah dasar (7 - 12 tahun), yaitu selisih 27,6 persen pada tahun 2014. Hal ini bisa diartikan bahwa ada sekitar

27,6 persen anak yang bersekolah di sekolah dasar atau yang setara merupakan anak dibawah atau diatas usia 7 - 12 tahun. Pencapaian nilai APK SD/MI di Kabupaten Kutai Timur sampai dengan tahun 2019 telah melebihi target yaitu sebesar minimal 112,19 persen p ada tahun 2019.

APK SMP/MTs

juga mengalami peningkatan, dari 95,62 persen (2017) menjadi 104,43 persen (2019). Hal Ini berarti bahwa rasio antara jumlah anak yang bersekolah ditingkat SMP/MTs lebih besar daripada jumlah anak usia, sekolah di tingkat SMP/MT s (13 - 15 tahun), yaitu selisih 4,43 persen

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 37

pada tahun 2019. Hal ini bisa diartikan bahwa ada sekitar 4,43 persen anak yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) atau yang setara merupakan anak dibawah atau diatas usia 13 - 15 tahun.

3)

Angka

Partisip asi Murni (APM)

Angka Partisipasi Murni (APM) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah siswa kelompok usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase. Indikator APM

digunakan untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan yang sesuai.

Semakin tinggi APM berarti banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu daerah pada tingkat pendidikan tertentu.

Sumber: Dinas Pendidikan Kab upaten

Kutai Timur , 2020

(diolah)

Gambar 2. 8

Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan

Tahun 201 7 - 201 9

Gambar 2. 8 menunjukkan tren APM SD /MI

dan S MP/MTs

di Kabupaten Kutai Timur dari tahun 201 7

sampai

201 9 .

Pada pe riode tersebut tren APM SD/MI dan APM SMP/MTs meningkat . Tahun 201 7

ke 201 9

terjadi pe ningkatan angka APM pada jenjang pendidikan SD /MI

dan SLTP /MTs . APM SD naik

sebesar 4,89

persen

dan APM S MP/MTs

naik

sebesar 3,1

persen.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 38

B.

Kesehatan

1)

Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB)

Angka K elangsungan H idup B ayi (AKHB) adalah probabilitas bayi hidup sampai dengan usia 1 tahun. Angka kelangsungan hidup bayi = (1 - angka kematian bayi). AK H B dihitung dengan jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun dalam kurun waktu setahun ,

per 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

A K H B merupakan salah satu indikator dari status kesehatan masyarakat yang terkait dengan berbagai indikator kesehatan dan indikator pembangunan lainnya.

AK H B dipengaruhi oleh indika tor - indikator :

tingkat morbiditas (kesakitan) dan status gizi anak dan Ibu. Secara empiris , AK H B di suatu daerah berkaitan

den gan angka pendapatan daerah per

kapita . Namun, di level rumah tangga; AKHB sangat berkaitan dengan:

pendapatan keluarga, jumlah a nggota keluarga, pendidikan ibu d an keadaan gizi keluarga sehingga AK H B memiliki keterkaitan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga .

Tabel 2.16 menyajikan AK H B di Kabupaten Kutai Timur

selama tahun

2017 - 201 9 . AK H B

di Kabupaten Kutai Timur selama period e

201 7 - 201 9

relatif sang at baik; yaitu pada kisaran 988 bayi per 1000 kelahiran

hidup .

Tabel 2. 16

Capaian Fokus Kesejahteraan Masyarakat Urusan Kesehatan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

201 7

2018

2019

Angka Kelangsunga n Hidup Bayi (AKHB) (per 1000 kelahiran hidup )

988,45

991

992

Sumber: Dinas Kesehatan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

2)

Angka Harapan Hidup (AHH)

Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan suatu negara dan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan program kesehatan . AHH juga sebagai

indikator penilaian kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan derajat kesehatan pada khususnya. Oleh karena itu, upaya peningkatan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 39

derajat kesehatan, diantaranya difokuskan untuk m eningkatkan AHH yaitu rata - rata tahun hidup yang akan dijalani oleh seorang bayi saat lahir sampai pada tahun tertentu saat ia meninggal.

Tabel 2. 17

Angka Kelahiran dan Kematian, dan Usia

Harapan Hidup

Tahun 201 7 - 201 9

Variabel

Satuan

2017

2018

2019

Angka Kelahiran Total /TFR

Per Wanita

2,33

7.058 (per bayi)

7.995 (per bayi

Angka Kematian B ayi/IMR

Per 1000 kelahiran hidup

11,55

9

8

Angka Harapan Hidup /AHH

Tahun

72,45

72,51

72, 76

Sumber:

Dinas Kesehatan Kab upaten Kutai Timur Tahun 2020

Tabel 2.1 7

meyajikan indikator kesehatan yang mencakup: T otal F ertility R ate

(TFR), I nfant M ortality R ate

(IMR) dan A ngka H arapan H idup (AHH) selama tahun 201 7 - 201 9

di Kabupaten Kutai Timur. Dua indikator yang terakhir, yaitu IMR dan AHH menunjukkan kondisi yang menggembirakan, dimana IMR mengalami penurunan yang cukup signifikan; IMR turun hampir 100 persen pada tahun 201 8

dibanding kondisi tahun 201 7

dan 2019 . Di s isi yang lain, AHH meningkat sebesar 0,0 6

tahun dan 0,25

tahun

selama tahun 2017 - 2019 . AHH Kutai Timur sedikit lebih tinggi dari rata - rata AHH nasional, yang masih bertahan pada angka 71,20 tahun (BPS, 2020) .

C.

Pertanahan

A nalisis kesesuaian lahan dikaitkan dengan

aspek - aspek lain seperti :

tujuan pembangunan Kabupaten Kutai Timur, peraturan perundang - undangan terkait, serta kon disi dan kecenderungan yang ada .

P ola pemanfaatan ruang secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kawa san lindung dan kawasan budidaya. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang tersebut, perlu dilakukan penatagunaan tanah dalam rangka menjamin penguasaan tanah, penggunaan tanah, dan pemanfaatan tanah sesuai arahan fungsi kawasan.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 40

D.

Ketenag akerjaan

Pertumbuhan penduduk di suatu daerah memiliki konsekuensi bagi pembangunan

yaitu bertambahnya sumber daya manusia sebagai tenaga kerja. Di sisi yang lain , pertumbuhan penduduk

yang

tidak terkendali dapat

membawa dampak yang kurang baik . Pertambahan penduduk yang besar bila tidak disertai dengan kualitas penduduk yang baik dan penyediaan lapangan pekerjaan

hanya akan menciptakan pengangguran di masa yang akan datang.

P erkembangan jumlah tenaga kerja yang terserap

per sektor disajikan dalam Tabel 2.1 8 .

J umlah tenaga kerja yang diserap di sektor pertanian menempati posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi yang

lain.

Dalam tiga tahun terakhir jumlah tenaga kerja yang terserap selalu mengalami peni ngkatan ,

n amun jika ditinjau dari persentase serapan tenaga kerja, sektor pertanian mengalami fluktuasi.

Tabel 2. 18

Jumlah Tenaga Kerja di Kabupaten Kutai Timur

Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama Tahun 201 7 - 201 9

Sektor/

Lapangan Pekerjaan Utama

2017

201 8

2019

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

Pertanian

52.820

35,36

44.075

28,49

52.738

33,97

Pertambangan

17.234

11,54

20.554

13,29

32.902

21,19

Industri Pengolahan

-

-

4.634

3,00

3.807

2,45

Listrik, Gas dan Air Bersih

10.743

7,19

759

0,49

628

0,40

Bangunan

1.758

1,18

6.504

4,20

9.467

6,10

Perdagangan, Hotel dan Restoran

10.332

6,92

12.324

7,97

23.931

15,42

Pengangkutan dan Komunikasi

3.065

2,05

5.630

3,64

3.417

2,20

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

654

0,44

6.170

3,99

244

0,16

Jasa - jasa

-

-

8.692

5,62

2.198

1,42

Bidang Lainnya

52.759

35,32

45.372

29,33

25.904

16,69

Total

149.365

100,00

154.714

100,00

155.236

100,00

Sumber:

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kutai Timur Tahun 2020

Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipili

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

(diolah)

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 41

2.1.2.3

Fokus

Seni Budaya dan Olahraga

Pembangunan kebudayaan bertujuan

untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah serta mempertahankan jati diri dan nilai - nilai budaya daerah . Upaya pelestarian budaya penting untuk dilakukan mengingat

semakin derasnya arus informasi dan pengaruh negatif budaya global. Pembangunan

seni dan budaya di Kutai Timur terus diupayakan agar dapat meningkat kan

pemahaman terhadap nilai budaya. U paya peningkatan jati diri masyarakat Kutai Timur dalam hal

solidaritas sosial, kekeluargaan, budaya dan perilaku positif seperti kerja keras, gotong

royong, penghargaan terhadap nilai budaya dan bahasa masih perlu

untuk

terus ditingkatkan.

Perkembangan arus informasi yang semakin baik dan penggunaan media sosial yang semakin intensif, berkaitan dengan semakin memudarnya nilai - nilai keb ersamaan dan kemandirian . Hal ini menunjukkan perlunya mengembalikan dan menggali kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan k epemudaan dan olahraga pembinaan generasi muda dilaksanakan melalui penyelenggaraan upacara bendera, penyelenggaraan pemuda produktif,

kegiatan pemuda pelopor.

Pembinaan olahraga dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat yang meliputi pengadaan sarana dan prasarana olahraga, penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), kegiatan l omba gerak jalan, bimbingan teknis personal, lomba senam dan kegiatan senam masal, tes kesegaran jasmani bagi SMP dan SMA, penyelenggaraan gerak jalan santai.

2.1.3

A SPEK PELAYANAN UMUM

2.1.3.1

Fokus Layanan Urusan Wajib Pelayanan Dasar

A.

Pendidikan

S alah satu aspek pembangunan di suatu wilayah adalah

adanya

S umber Daya Manusia (SDM). SDM yang dimaksud adal ah sumber daya yang berkualitas. SDM yang berkualitas merupakan SDM yang memiliki pendidikan,

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 42

skill , maupun kemauan untuk maju demi kesejahteraan hidupnya, masyarakat dan negara. Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengedepankan peningkatan kualitas SDM melalui program pembangunan yang berorientasi pada pendidikan, baik forma l maupun non formal yang tepat sasaran.

Tabel 2. 19

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pendidikan

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD

%

117,15

118,68

120,06

Angka Partisipasi Sekolah (APS) SLTP

%

81,06

52,91

76,66

Angka putus sekolah SD

%

0,07

0,10

0,05

Angka putus sekolah SLTP

%

0,13

0,82

1,01

Angka Kelulusan (AL) SD

%

100

100

100

Angka Kelulusan (AL) SLTP

%

100

100

100

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

%

76,04

81,60

75,73

Jumlah guru yang memenuhi kualifikasi S1/D - IV

%

90,93

93,20

94,40

Rasio ketersediaan sekolah/penduduk (SD)

57,10

57,34

57,29

Rasio ketersediaan sekolah/penduduk (SMP)

53,42

52,91

54,66

Rasio guru/murid (SD)

17,98

17,99

17,41

Rasio guru

murid (SMP)

16,99

15,28

14,04

Angka melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs

%

92,17

84,11

85,27

Angka melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA

%

94,20

na

na

Sumber: Dinas Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

1)

Angka Partisipasi Sekolah (APS)

Angka Partisipasi Sekolah (APS) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah murid kelompok usia sekolah tertentu yang bersekolah pada berbagai jenjang pendidikan dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase . APS dihitung

berdasarkan jumlah murid kelompok usia pendidikan yang masih menem p uh pendidikan dasar per 1.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar. Ind i kator ini digunakan untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang telah bersekolah di semua jenjang pendidikan.

Makin tinggi APS berarti makin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu daerah.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 43

Sumber: Dinas Pendidikan Kab upaten

Kutai Timur, 2020

(diolah)

Gambar 2. 9

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat

Pendidikan

Tahun 201 7 - 201 9

Data yang tersaji dalam Gambar 2.9

membandingkan APS SD /MI

dan APS S MP/MTs

selama tahun 201 7 - 201 9 . Secara umum tingkat APS

SD mengalami

peningkatan dari 117,15 persen pada tahun 2017 menjadi 120,06 persen pada tahun 2019 .

Namun, di sisi yang lain, tingkat APS SMP/MTs

cenderung mengalami flu k tuasi antara 81 - 77

persen

pada periode yang sama.

2)

Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah (SD/SLTP)

Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator untuk mengukur kemampuan jumlah sekolah dalam menampung penduduk usia pendidikan. Rasio ini bisa diartikan

sebagai

jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 penduduk usia pendidikan .

Tabel 2. 20

Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah

Tahun

2017

2018

2019

SD

57,10

57,34

57,29

S MP

53,42

52,91

54,66

Sumber: Dinas Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur, 2020

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 44

Tabel

2.20 menyajikan rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah di tingkat SD dan S MP

tahun 2017 - 2019 . J enjang pendidikan

SD/MI relatif mengalami fluktuasi

selama

tiga tahun terakhir

sedangkan SMP/MTs terus meningkat rasionya.

3)

Rasio Guru Terhadap Murid (SD/SLTP)

Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah murid pada

tingkat pendidikan

tertentu . Rasio ini mengindikasikan k etersediaan tenaga pengajar , dan sekaligus

mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran.

Perkembangan Rasio Guru terhadap Murid selama tahun 201 7 - 201 9

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. 21

Rasio Guru Terhadap Murid

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Rasio Guru Terhadap Murid

Tahun

201 7

2018

2019

SD

17,98

17,99

17,41

S MP

16,99

15,28

14,04

Sumber: Dinas Pendid ikan Kabupaten Kutai Timur, 2 020

Tabel 2. 2 1 menunjukkan bahwa r asio guru terhadap murid

ditingkat SD dan SMP selama 201 7 - 2019 . Pada tingkat SD, rasio guru selalu mengalami

fluktuasi namun pada tingkat SMP menurun . Pada tingkat SMP dari satu guru melayani 17 murid menjadi satu guru melayani 14

murid.

Semakin rendah nil ai rasio ini mengindikasikan bahwa

semakin bertambah nya

tingkat pengawasan dan perhatian guru terhadap murid sehingga mutu pengajaran bisa meningkat dari tahun sebelumnya.

4)

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar . PAUD

merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 45

dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Di Kabupaten Kutai Timur selama tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi hasil capaian tidak semakin memb aik. Hal tersebut dimungkinkan karena pembinaan dan sosialisasi PAUD belum dilakukan secara merata di seluruh lapisan masyarakat utamanya kepada ibu - ibu yang memiliki anak usia di bawah 6 tahun.

5)

Angka Putus Sekolah (SD/SLTP)

Angka Putus Sekolah didefinisi kan sebagai perbandingan antara jumlah murid putus sekolah pada jenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA dan sebagainya) dengan jumlah murid pada jenjang pendidikan tertentu dan dinyatakan dalam persentase. Hasil perhitungan Angka Putus Sekolah ini digu nakan untuk mengetahui banyaknya siswa putus sekolah di suatu jenjang pendidikan tertentu pada wilayah tertentu.

Sumber: Dinas Pendidi kan Kabupaten Kutai Timur, 2020

(diolah)

Gambar 2. 10

Angka Putus Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Gambar 2.10 menyajikan Angka P utus S ekolah

(AP T S) tingkat SD dan S MP

selama kurun waktu 201 7 - 201 9 . AP T S pendidikan setingkat SD

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 46

mengalami fluktuasi

dan

setingkat SMP

men galami peningkatan ya ng signifikan . Beberapa penyebab adanya angka putus sekolah disinyalir disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kondisi geografis tempat tinggal yang biasanya jauh dari lokasi sekolah sehingga menyebabkan siswa tersebut enggan untuk melanjutkan sekolah. Selain itu, faktor ekonomi dan rendahnya partisipasi orang tua menjadi faktor lain yang menyebabkan angka putus sekolah semakin tinggi ke jenjang SMP.

6)

Angka Kelulusan (SD/SLTP)

Tabel 2. 22

Angka Kelulusan (AL)

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

(%)

AL

Tahun

201 7

201 8

2019

SD

100,00

100,00

100,00

S MP

100,00

100,00

100,00

Sumber: Dinas Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Angka kelulusan adalah rasio antara murid yang lulus pada jenjang pendidikan tertentu terhadap murid kelas tertinggi pada jenjang yang sama. Indikator ini digunakan untuk memantau kemajuan siswa dalam menamatkan pendidikannya di suatu jenjang pendidikan. T abel 2.22 menyajikan Angka Kelulusan pada jenjang pendidikan SD dan SLTP selama tahun 201 7 - 201 9 . Angka Kelulusan pada jenjang SD dan SMP sudah mencapai 100 persen.

7)

Angka Melanjutkan Sekolah

Angka melanjutkan ke S MP

adalah perbandingan antara jumlah lulusan jenjang SD/MI/Paket A/setara SD terhadap jumlah siswa baru tingkat 1 pada jenjang SMP, termasuk MTs, dan paket B setara SMP .

Tabel 2.23 menunjukkan capaian indikator Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs dan SMP /MTs ke SMA/MA/SMK pada tahun 201 7

hingga 201 9 . A ngka AMS

SD/MI ke SMP/MTs

menunjukkan

adanya

trend

penurunan .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 47

Tabel 2. 23

Angka Melanjutkan Sekolah

Kabupaten Kutai Timur

Tahun 201 7 - 201 9

(%)

Angka Melanjutkan Sekolah

Tahun

2017

2018

2019

SD /MI ke SMP/MTs

92,17

84,11

85,27

SMP/MTs ke SMA/MA/SMK

94,20

na

na

Sumber : Dinas Pendidikan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

8)

Jumlah Guru Yang Memenuhi Kualifikasi S - 1/D - IV

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 20 1 7 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru dit etapkan bahwa : “ Setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional ” . Kualifikasi Akademik

merupakan pendidikan minimal

yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik. Pendidikan minimal ini dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang sesuai dengan ketentuan perundang - undangan yang berlaku. Setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi ak ademik

dan kompetensi

guru

yang berlaku secara nasional. Guru merupakan salah satu pendidik yang memegang peran esensial dalam sistem pendidikan.

Capaian p ersentase guru yang mem enuhi kualifikasi pendidikan S - 1/ D - IV dalam tiga

tahun terakhi r mengalami peningkatan . Pada tahun 2017 , capaian persentase guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan S - 1/ D - IV

sebesar

90,93

persen

menjadi 94,4 0 persen

pada tahun 20 19 .

Peningkatan

ini dikarenakan

adanya

tuntutan kebutuhan dan

sistem sertifikasi guru . Hal tersebut yang membuat seorang guru

harus meningkatkan kualifikasi akademik dan profesinalisme guru serta meningkatkan pemerataan distribusinya.

B.

Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu faktor utama untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karen a itu, pemerintah senantiasa meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan diantaranya

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 48

pemerataan pelayanan kesehatan serta sarana prasarana yang memadai.

T abel 2. 24

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Kesehatan

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

2017

2018

2019

Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk

0,51

0,44

0,49

Rasio rumah sakit per satuan penduduk

0,02

0,02

0,02

Rasio dokter per 100.000 penduduk

0,3 6

0,27

0,23

Rasio tenaga medis per satuan penduduk

0,5 9

0,56

0,39

Rasio Posyandu per satuan balita

8,7

8,00

8,00

Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan

%

100

100

100

Cakupan puskesmas

%

116,67

116,67

116,67

Cakupan puskesmas pembantu

%

75

77,30

80,14

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

%

na

na

na

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

61,06

63,17

68,87

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

%

83,19

85,77

84,07

Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization

(UCI)

%

80,14

78

83,07

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA

%

43,47

76,69

68,26

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD

%

100

100

100

Cakupan kunjungan bayi

%

91,44

88,17

89,9

Sumber: Dinas Kesehatan

Kab upaten Kutai Timur, 2020

Indikator d erajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kutai Timur secara umum relatif cukup baik. Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dapat

ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya:

lingkungan sehat, pel ayanan kesehatan, faktor genetik

dan perilaku hidup sehat. Di antara empat faktor tersebut, pelayanan kesehatan memiliki peranan yang sangat strategis karena pelayanan kesehatan

lebih terkait dengan

upaya kesehatan bersifat preventif,

rehabilitasi, dan edukatif. Pada

sisi yang lain, p ermasalahan yang muncul pada sektor kesehatan secara umum mencakup: (1) dana kesehatan yang terbatas, (2) terbatasnya dan rendahnya profesionalisme tenaga medis dan paramedis, (3) rendahnya mutu layanan me dis, (4) sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki sangat terbatas, (5) belum terpenuhinya mutu gizi masyarakat yang

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 49

layak, dan (6) wilayah yang harus dilayani sangat luas sebarannya.

1)

Rasio puskesmas, poliklinik, dan pustu per satuan penduduk

Puskesmas, Poliklinik dan Pustu merupakan salah satu sarana penunjang pelayanan kesehatan dasar dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Semakin banyak jumlah ketersediannya, maka semakin memudahkan masyarakat dalam mengkases pelayanan Keseh atan dasar .

Tabel 2. 25

Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu per Satuan Penduduk

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

No

Uraian

201 7

201 8

2019

1

Jumlah Puskesmas

21

21

21

2

Jumlah Poliklinik

61

63

74

3

Jumlah Pustu

108

109

113

4

Jumlah nomor 1 sampai dengan 3

1 90

193

208

5

Jumlah Penduduk

418.625

420.760

422.905

6

Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu

per satuan penduduk

0,51

0,44

0,49

Sumber: Dinas Kesehatan

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Tabel 2.25 menyajikan rasio ketersediaan fasilitas kesehatan dasar di Kabupaten Kutai Timur. Selama tahun 201 7 - 201 9 , jumlah puskesmas tetap

namun

jumlah puske smas pembantu dan

jumlah poliklinik mengalami peningkatan.

Bertambahnya puskesmas pembantu dan poliklinik tidak sebanding deng an pertambahan jumlah penduduk. Pertambahan penduduk tersebut terutama berasal dari adanya migrasi tenaga kerja beserta keluarganya yang masuk ke wilayah Kutai Timur. Kondisi ini berakibat rasio puskesmas, poliklinik dan pustu per satuan penduduk berfluktu asi

dan bahkan menjadi lebih kecil . Kondisi

ini diperparah dengan persebaran penduduk yang belum merata, sehingga masih ada masyarakat yang domisilinya jauh dari sarana pelayanan Kesehatan dasar.

2)

Rasio rumah sakit per satuan penduduk

Salah satu upaya peme rintah dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat adalah dengan membangun atau memperbaiki fasilitas kesehatan , diantaranya

k etersediaan berbagai sarana kesehatan (misal:

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 50

Rumah Sakit)

di Kutai Timur. Rumah sakit merupakan pelayanan Kesehatan

rujukan

pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif . Semakin banyak jumlah ketersediaan rumah sakit akan semakin mudah bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Tabel 2. 26

Rasio Rumah Sakit per satuan

penduduk

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

No

Uraian

201 7

201 8

2019

1.

Rumah Sakit

8

8

8

2.

Jumlah Penduduk

418.625

420.760

422.905

3.

Rasio

0,02

0,02

0,02

Sumber: Dinas Kesehatan

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Tabel 2.26 menyajikan jumlah rumah sakit, jumlah penduduk dan rasio rumah sakit per penduduk selama tahun 201 7 - 201 9 . Secara umum, kondisi tahun 201 9

menunjukkan rasio rumah sakit

per penduduk yang cenderung tetap .

Jumlah pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Kutai Timur akan berimplikasi pada rasio jumlah rumah sakit per satuan penduduk. Kondisi ini masih membutuhkan upaya - upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terkait dengan penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang memadai.

Tabel 2. 27

Rasio Dokter , Tenaga Kesehatan per Satuan Penduduk

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

No

Uraian

201 7

201 8

2019

1

Jumlah Dokter Umum

130

111

99

2

Jumlah Dokter Gigi

38

29

28

3

Jumlah Dokter Spesialis

38

39

40

4

Bidan

561

592

575

5

Perawat

794

839

848

6

Tenaga Farmasi

113

119

127

7

Tenaga Sanitarian

27

23

31

8

Kesehatan Masyarakat

88

60

54

9

Tenaga Gizi

22

28

34

10

Tenaga Terapi Fisik

6

8

11

11

Tenaga Keteknisan Medis

156

9

20

12

Jumlah Penduduk

418.625

420.670

422.905

13

Rasio dokter terhadap penduduk

1:3.320

1:3.789

1:4.271

14

Rasio dokter gigi terhadap penduduk

1:11.016

1:14.505

1:15.103

15

Rasio dokter spesialis terhadap 1:11.016

1:10.786

1:10.572

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 51

No

Uraian

201 7

201 8

2019

penduduk

1 6

Rasio tenaga gizi terhadap penduduk

1:19.028

1: 15.023

1:12.372

1 7

Rasio tenaga bidan terhadap penduduk

1:746

1 :501

1:498

18

Rasio tenaga kesehatan masyarakat terhadap penduduk

1:4.757

1 :3.535

1:3.330

19

Rasio tenaga medis per satuan penduduk

4,20

0,56

0,39

Sumber: Dinas Kesehatan

Kabupaten Kutai Timur, 2020

(diolah)

Indikator kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik kesehatan, namun juga ketersediaan tenaga medis kesehatan. Tabel 2.27 menyajikan rasio dokter dan rasio tenaga kesehatan lainnya di Kabupaten Kutai Timur. Angka yang tersaji dalam tabel tersebut mengindikasikan j umlah dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis mengalami fluktuasi, namun ada trend peningkatan pada tahun 201 8 . Di sisi yang lain, tenaga bidan, perawat, tenaga farmasi dan tenaga ahli gizi mulai mengalami peningkatan selama tahun 201 7 - 201 9 .

3)

Rasio dokter per satuan penduduk

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam pe mbangunan sumber daya

manusia. Manusia yang sehat dan produktif akan meningkatkan daya saing suatu bangsa. Ketersediaan tenaga kesehatan khususnya, dokter di Kabupaten Kutai Timur tahun 201 7

hingga 2019

masih belum ideal berdasarkan rasio ideal perbandingan dengan jumlah penduduk berdasarkan standar Indonesia sehat dan WHO ( 1 dokter untuk 2500 jiwa ) . Namun, dalam kurun waktu 3

tahun terakhir terjadi pe ningkatan

rasio jumlah do kter terhadap penduduk dari 1 dokter : 3. 320

jiwa menjadi 1 dokter : 4.271

jiwa.

Kondisi ini menunjukkan ketersediaan dokter belum dapat mengikuti peningkatan jumlah penduduk.

4)

Rasio tenaga medis per satuan penduduk

Rasio tenaga medis per jumlah penduduk

( 1.000 penduduk ) . Rasio ini mengukur ketersediaan akses penduduk terhadap tenaga medis. Di Kabupaten Kutai Timur, rasio tenaga medis per satuan penduduk

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 52

Kabupaten Kutai Timur menunjukkan p enurunan

dari 4,20

tahun 201 7

menjadi 0,39

pada tahun 201 9 .

5)

Rasio posyandu per satuan balita

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya

pelayanan

kesehatan yang bersumber dari dukungan

masyarakat . Posyandu

dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat . Posyandu

memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar .

Tabel 2 . 28

Jumlah Posyandu dan Balita

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

No

Uraian

2017

201 8

2019

1

Jumlah Posyandu

310

307

316

2

Jumlah Balita

41.096

25.317

30199

3

Rasio

7,54

12,13

10,46

Sumber: Dinas Kesehatan

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Data R asio posyandu per satuan balita pada tahun 201 7 - 2019 tersaji pada Tabel 2.28.

Upaya awal yang dilakukan

Kabupaten Kutai Timur

dalam rangka untuk update

data perkembangan rasio posyandu adalah melakukan pendataan wilayah kerja posyandu termasuk jumlah balita. Sehingga dapat diketahui apakah jumlah posyandunya memang kurang atau jumlah balita yang terus meningkat.

6)

Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

Gizi buruk adalah bentuk terparah dari kondisi

terjadinya kekurang an gizi menahun. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan adalah balita gizi buruk yang mendapat penanganan

di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan selama tahun 201 7 - 201 9

sudah mencapai 100 persen

(Tabel 2.24) .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 53

7)

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani adalah

jumlah ibu yang mengalami

komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu . Cakupan komplikasi kebidanan

sebaiknya

mendapat penanganan definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan (Polindes, Puskesmas, Puskesmas PONED, Rumah Bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK).

Target cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani adalah 100 persen .

Hal ini berarti

setiap ibu yang mengalami komplikasi kebidanan mendapat penanganan oleh tenaga kesehatan. Pada tahun 201 7 , cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani telah mencapai 61,06

persen ,

kemudian meningkat

menjadi

68,87

persen

tahun 201 9 .

Peningkatan

cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani harus

mendapat perhatian yang serius sehingga dapat

terus dilakukan penin gkatan

capaian ini .

8)

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan ol eh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 201 7

mencapai sebesar 8 3 , 19

persen

namun kemudian meningkat

menjadi

8 4,07

persen pada tahun 201 9 (Tabel 2.24) .

Meskipun capaian ini masih fluktuatif namun tetap pada posisi sudah on - track

sehingga masih perlu adanya peningkatan cakupan pelayanan dengan dibarengi mutu pelayanan yang

adekuat .

9)

Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization

(UCI)

Pencapaian UCI pada dasarnya merupakan proksi terhadap cakupan atas imunisas i secara lengkap pada jumlah

bayi. P emerintah daerah selalu

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 54

berupaya menargetkan pencapaian UCI pada wilayah administrasi desa/kelurahan. Suatu desa/kelurahan telah mencapai target UCI apabila

diperoleh

>80 persen bayi di desa/kelurahan tersebut mendapat imunisasi lengkap dalam satu tahun.

Capaian cakupan desa/Kelurahan UCI mencapai 8 0 ,1 4

persen pada tahun 201 7

m en ingkat

menjadi sebesar 8 3,07

persen pada tahun 201 9 .

Kondisi peningkatan yang masih kecil ini perlu diperhatikan

adalah apakah semua bayi yang berkunjung ke pelayanan kesehatan termasuk posyandu dan pustu mendapatkan pelayanan imunisasi . Artinya , pada

sa at kunjungan bayi, apakah kader atau tenaga kesehatan sudah

memberikan informasi tentang manfaat dan jadwal imunisasi yang lengkap.

10)

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA

Upaya dalam menanggulangi TB C

baru di Kabupaten Kutai Timur , dapat dilihat dari c apaian

pada tahun 201 7

sebesar 43,47

persen, sedangkan pada tahun 201 9

meningkat menjadi 68,26

persen

(Tabel 2.24) .

Menurut h asil penelitian Pasaribu (2005) , dilaporkan bahwa faktor yang mempengaruhi rendahnyan CDR pada program TBC adal ah : kondisi

kemiskinan, kurangnya penyuluhan kesehatan ,

dan perlunya peningkatan infrastruktur dan sumber daya. Mitos yang terkait dengan penularan TB C

masih dijumpai di masyarakat .

Sebagai contoh, studi mengenai perjalanan pasien TB C

dalam mencari pelayan an di Yogyakarta telah mengidentifikasi berbagai penyebab TB C

yang tidak infeksius, misalnya merokok, alkohol, stres, kelelahan, makanan gorengan, sering tidur di lantai, dan tidur larut malam (Kemenkes, RI, 2011).

11)

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD

Demam B erdarah D engue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus , famili Flaviviridae . Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi - silang dan wabah yang

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 55

disebabkan beberapa serotipe ( hiperendemisitas ) dapat terjadi. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara nyamuk Aedes aegypti

dan Aedes albopictus .

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyak it DBD adalah p ersentase penderita DBD yang ditangani sesuai standar di satu wilayah dalam waktu 1 (satu) tahun dibandingkan dengan jumlah penderita DBD yang ditemukan/dilaporkan dalam kurun waktu satu tahun yang sama.

Capaian penemuan dan penanganan pende rita penyakit DBD di Kabupaten Kutai Timur sebesar 100 persen pada tahun 201 7

hingga tahun 2019 (Tabel 2.24) .

12)

Cakupan kunjungan bayi

Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar layanan

dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali di

s u atu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

Cakupan kunjungan bayi di kabupaten Kutai Timur pada tahun

2017

mencapai 91,44 persen, namun capaian ini turun me njadi

89,9

persen

pada tahun 2019 .

C.

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Indikator capaian bidang pekerjaan umum dan penataan ruang

mencakup

kondisi jalan raya, rasio tempat ibadah, rasio tempat pemakaman, rasio tempat pembuangan sampah dan beberapa indikator lainnya.

Tabel 2. 29

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pekerjaan Umum

dan Penataan Ruang Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

2017

201 8

2019

Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik

%

59 , 5 0

45,41

66,59

Rasio tempat ibadah per satuan penduduk

0,209

0,0084

0,13

Rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk

na

na

na

T urap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai

na

na

na

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 56

Indikator

Satuan

Tahun

2017

201 8

2019

rawan longsor lingkup kewenangan kota

Persentase Luas Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik

%

54,9 4

57,42

60,52

Rasio Ruang Terbuka Hijau Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB

na

na

na

Sumber: Dinas Pekerjaan Umum

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur, 2020

Capaian

indikator dalam urusan pekerjaan umum disajikan di bawah ini :

1)

Proporsi Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Jalan

Pembangunan transportasi di Kabupaten Kutai Timur memiliki arti terpenting dan strategis untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Di samping akses transportasi yang relatif terbatas, pola seb ara n

penduduk yang tidak merata dapat memicu kesenjangan dalam proses pembangunan dan

menciptakan

disparitas regional . Pembangunan transportasi sangat berperan sebagai langkah awal dalam

upaya pemerataan pembangunan di semua sektor.

Kondisi permukaan jal an di Kabupaten Kutai Timur dibedakan menjadi permukaan jalan mantap dan tidak mantap. Kondisi jalan mantap dibedakan menjadi kondisi baik dan sedang.

Berdasarkan data dari Dinas Perkerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur, pda tahun 2019 jumlah jalan dengan kon disi baik sepanjang 125,423 km (11,34 persen); kondisi sedang sepanjang 442,953 km (40,06 persen); kondisi rusak ringan sepanjang 171,486 km (15,51 persen); kondisi rusak berat sepanjang 365,891 km (33,09 persen). Peningkatan panjang jalan dalam kondisi ba ik ini masih harus terus ditingkatkan, mengingat Kabupaten Kutai Timur akan menjadi kabupaten penyangga untuk Ibu Kota Negara yang baru.

2)

Rasio tempat ibadah per satuan penduduk

Rasio tempat ibadah dinyatakan dalam

jumlah ketersediaan tempat ibadah per 1.000 penduduk. Beribadah sangat berguna untuk membentuk

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 57

kualitas manusia seutuhnya. Untuk itu diperlukan tempat sarana ibadah dalam mewujudkan hal tersebut bagi masing - masing pemeluk agama.

Tabel 2. 30

Sarana Peribadatan d i Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 6 - 201 9

Sarana Peribadatan

Tahun

201 6

201 7

2018

2019

Masjid/Musholla/Langgar

825

800

815

818

Gereja Kristen Protestan

163

166

187

199

Gereja Kristen Katolik

54

54

55

56

Pura

20

2 1

21

21

Vihara

na

na

1

1

Jumlah

1.0 62

1.04 1

1.079

1.095

Sumber: Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 20

Keterangan*) Data KUA Kecamatan yang dihimpun di Kementerian Agama Kab. Kutai Tim ur

Untuk Vihara sudah terbangun 1 vihara tetapi

belum diresmikan .

3)

Rasio tempat pemakaman umum ( TPU) per satuan penduduk

Rasio tempat pemakaman umum per 1.000 jumlah penduduk

di Kabupaten Kutai Timur

telah memadai.

Pada saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah memiliki TPU yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. Untuk mengantisipasi kebutuhan terhadap TPU yang semakin meningkat seiring dengan bertamba hnya jumlah penduduk, perlu didorong part isipasi swasta dalam menyediakan lahan pemakaman. Data c apaian rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk

pada tahun

pada tahun 201 6

sebesar 1,2 1 .

4)

Turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota

Pada tahun 20 1 7

capaian turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota sebesar 1, 99

persen. Sementara itu, tahun 2018 - 2019 belum tersedia data.

5)

Luas Irigasi Kabupaten dalam kondisi baik

Pembangunan irigasi ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani . P embangunan irigasi juga memberikan dampak atau pengaruh terhadap aspek sosial.

Jaringan irigasi diperlukan untuk

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 58

pengaturan air, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya.

K ete r s ediaan jaringan irigasi yang cukup akan meningkatkan produktivitas pertanian .

Peningkatan jumlah saluran irigasi mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kutai Timur.

Kabupaten Kutai Timur memiliki Daerah Irigasi (DI) sebanya 3 (tiga) unit. DI 1 terletak di daerah Pesap (Kecamatan Kongbeng). DI ini sudah mampu mengairi sawah seluas 365 ha dari target area persawahan seluas 430 ha (84,88 persen). DI yang kedua terletak di Kecamatan Kaubun. DI ini suda h mampu mengairi 1.400 ha dari target luas sawah 2.030 ha (68,97 persen). Selanjutnya, DI yang ketiga adalah DI Tanah Abang (Kecamatan Long Mesangat). DI ini sudah mampu mengairi 100 persen target sawah yang ada di wilayah target, yaitu seluas 215 ha.

Sek tor pertanian menjadi tumpuan Kabupaten Kutai Timur untuk menuju kemandirian pangan. Oleh karena itu pembangunan irigasi sebagai pendukung utama sektor pertanian harus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang memiliki potensi cetak sawah baru.

6)

Rasio Ruang Tebuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang seng aja ditanam. Tujuan penyelenggaraan RTH adalah 1) menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air; 2) menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang brguna untuk kepentingan masyarakat; 3) meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah, dan bersih.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 59

D.

Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja sebagai berikut:

Tabel 2. 31

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perumahan

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

2017

201 8

2019

Persentase rumah tinggal bersanitasi

%

90,70

90,70

na

Rasio rumah layak huni

0,20

0,30

0,27

Sumber: Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab .

Kutai Timur, 2020

1)

Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi

Persentase rumah tinggal bersanitasi adalah proporsi rumah tinggal bersanitasi terhadap jumlah rumah tinggal . Sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. F asilitas sanitasi adalah sarana air minum/air bersih, sarana pembuangan kotoran kakus/jamban, sarana pembuangan limbah cair, limbah padat, limbah gas/debu dan sarana pembuangan sampah . Rumah tangga berakses sanitasi sekurang - kurangnya mempunyai akses untuk memperoleh layanan sanit asi, sebagai berikut: 1) fasilitas air bersih; 2) pembuangan air besar/tinja; 3) pembuangan air limbah (air bekas); dan 4) pembuangan sampah. Pada kurun waktu dua tahun terakhir

persentase rumah tinggal bersanitasi

di Kabupaten Kutai Timur

memiliki jumlah yang sama yaitu sebesar 90,70 persen

sejak tahun 2017 hingga 2018 .

2)

Rasio Rumah Layak Huni

Sejak tahun 2017 Kabupaten Kutai Timur tidak melaksanakan program pembangunan rumah layak huni seperti tahun anggaran sebelumnya, namun program yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas rumah layak huni yang sudah ada. Jumlah unit rumah yang menjadi sasaran program

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 60

sebesar 280 rumah

dengan rasio sebesar 0,20 .

Sementar a itu, p ada tahun 2019 rasio meningkat menjadi 0,27 walaupun tahun 2018 sempat menca pai angka 0,30 . Lokasi pelaksanaan program tersebut berada pada enam desa yang tersebar dalam tiga kecamatan, yaitu Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Kaliorang. Program tersebut diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

yang didukung oleh pihak be rbagai

untuk mensukseskan program tersebut, dimana salah satu program tersebut diarahkan untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur.

E.

Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyaraka t

Urusan Ketentraman Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat

di Kabupten Kutai Timur telah menunjukkan kondisi yang baik. Hal ini diindikasikan dari aktivitas LSM, Ormas dan OKP serta adanya pembinaan lembaga keagamaan.

Kegiatan Lembaga Keagamaan/FKUB di Kabupaten Kutai Timur jumlahnya semaki n meningkat. Setiap tahun, rata - rata ada tiga kegiatan keagamaan baru yang diadakan oleh Lembaga Keagamaan/FKUB. Namun LSM, Ormas dan OKP yang masih aktif mengalami penurunan tiap tahunnya

seperti tampak pada Tabel 2.32.

Tabel 2. 32

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Ke tentraman, Ketertiban Umum,

dan Perlindungan Masyarakat

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

LSM, Ormas dan OKP

yang aktif

Orang

345

178

179

Persentase pengurus dan anggota keagamaan yang dibina

%

80

85

75

Jumlah kegiatan Lembaga Keagamaan/

F orum K omunikasi U mat B eragama

Keg

15

18

18

Sumber: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Kabupaten Kutai Timur, 2020

F.

Sosial

Perlindungan sosial tidak hanya sebatas pemenuhan hak, tetapi juga

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 61

sebagai syarat terlaksananya pembangunan ekonomi dan pertumbuhan yang setara dan berkelanjutan.

Tabel 2. 33

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Sosial

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

Uraian

Satuan

201 7

2018

2019

P enyandang masalah kesejahteraan sosial yang tertangani

%

34,49

78,88

82,21

Sumber:

Dinas Sosial

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Tabel 2.33 menyajikan bahwa rasio PMKS tertangani di Kabupaten Kutai

Timur terus

mengalami kenaikan dari 34,49 persen (2017) menjadi 82,21 persen (2019) . D iharapkan penanganan PMKS

pada tahun - tahu berikutnya

dapat ditingkatkan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM.

Peningkatan perlindungan dak kesejahteraan sosial merupakan salah s atu prioritas pembangunan bidang so s ial terutama perlindungan terhadap mereka yang termasuk dalam kelompok penduduk miskin dan rentan. Berbagai upaya yang telah dilakukan adalah memberikan bantuan dan jaminan sosial, meningkatkan pemberdayaan sosial, menyediakan sarana dan prasarana pelayana n dan rehabilitasi sosial serta meningkatkan kemampuan dan keberdayaan mereka melalui pendidikan.

2.1.3.2

Fokus Layanan Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar

A.

Ketenagakerjaan

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Ketenagakerjaan

dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja sebagai berikut :

Tabel 2. 34

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Ketenagakerjaan

Tahun 20 1 7 – 20 1 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Tingkat P artisipasi A ngkatan K erja

(TPAK)

%

69,09

58,54

61,95

Tingkat P engangguran

T erbuka

(TPT)

%

1,01

1,12

0,95

Angkatan Kerja

Jiwa

21 6.736

1 77.202

1 86.535

Pencari kerja yang ditempatkan

%

1. 620

1.346

973

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 62

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Angka pengangguran

Jiwa

2.192

1.992

1.772

Sumber:

Dinas Tenaga Kerja da n

Transmigrasi

Kabupaten Kutai Timur, 2020

1)

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah suatu indikator ketenagakerjaan yang memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif secara ekonomi dalam kegiatan sehari - hari merujuk pada sua tu waktu dalam periode survei. Pada tahun 201 7

TPAK Kabupaten Kutai Timur sebesar 69,09

persen kemudian mengalami penurunan menjadi 58,54

persen pada tah un 201 7

dan kembali meningkat menjadi 61,95

persen

pada tahun 201 9 . TPAK Kabupaten Kutai Timur yang cenderung rendah di karena kan

pada usia ini mereka lebih banyak masuk kategori bukan angkatan kerja (sekolah), demikian juga pada kelompok umur tua (diatas 65 tahun), TPAK rendah dikarenakan mereka masuk pada masa purnabakti (pensiun). TPAK perempuan jauh l ebih rendah dibandingkan laki - laki. Hal ini kemungkinan di Indonesia, tanggung jawab mencari nafkah pada umumnya laki - laki dan perempuan hanya bertugas untuk mengurus rumah. Hal ini mengakibatkan perempuan yang masuk ke dalam angkatan kerja semakin sedikit .

2)

Tingkat Pengangguran Terbuka

Tingkat Pengangguran Ter buka adalah persentase penduduk; 1)

yang

sedang

mencari pekerjaan, 2) yang mempersiapkan usaha, 3) yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak

mungkin mendapatkan pekerjaan dan 4) yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Indikator ini bermanfaat untuk melihat keterjangkauan pe kerjaan (kesempatan kerja).

Besarnya angka pengangguran terbuka mempunyai implikasi sosial yang luas karena mereka yang tidak bekerja tidak mempunyai pendapatan.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 63

Semakin tinggi angka pengangguran terbuka maka semakin besar potensi kerawanan sosial yang aka n ditimbulkan , contohnya kriminalitas. Sebaliknya ,

semakin rendah angka pengangguran terbuka maka semakin stabil kon disi sosial

masyarakat. Oleh karena itu, indikator TPT digunakan

sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Pe rsentase TPT Kabupaten Kutai

Timur Tahun 201 7

sebesar 1,0 1

persen, kemudian meningkat

pada tahun 201 8

menjadi sebesar 1, 12

persen namun pada tahun 2019 menurun

menjadi

0,95

persen di tahun 201 9 .

3)

Jumlah Pengangguran

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja

yang tersedia

tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan

yang dapat

menyerapnya. Pengangguran adalah salah satu

variabel yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi secara

umum. Apabila tingkat pengangguran tinggi maka dapat menurunkan tingkat produktivitas dan berujung pada akhirnya menurunnya pendapatan masyarak at dan meningkatkan angka kemiskinan.

Berdasarkan capaian

dalam

tiga tahun terakhir ,

terdapat

tren penurunan

jumlah pengangguran , dimana pada tahun 201 7

sebesar 2.192

jiwa menjadi sebesar 1.992

jiwa pada tahun 201 8

dan pada tahun 201 9 sebesar 1.772

jiwa .

Hal ini menunjukkan keberhasilan program pembangunan di Kabupaten Kutai Timur dalam menekan jumlah angka pengangguran.

4)

Pencari kerja yang ditempatkan

Pencari kerja yang ditempatkan adalah persentase jumlah pencari kerja yang ditempatkan dibagi dengan jumlah pencari kerja yang mendaftar. Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 201 7

hi ngga tahun 201 8

mengalami penurunan

jumlah tenaga kerja yang ditempatkan .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 64

B.

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kabupaten Kutai Timur telah berhasil melindungi perempuan dan anak dari tindakan kekerasan yang diindikasikan dari penyelesaian penang anan perkara

tersebut. Hal ini menunjukkan K abupaten Kutai Timur adalah kabupaten yang berkomitmen dalam mengembangkan kabupaten yang ramah anak dan wanita.

Pelaksanaan UU jaminan Sosial sangatlah penting untuk mencapai tujuan perlindungan sosial.

Regulasi tersebut

di harapkan dapat

menghapus kekerasan dan dikriminasi di berbagai kehidupan. Adapun penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan keke rasan tercatat selama tahun 2017

hingga tahun 2019

tercapai 100 persen sesuai den gan target RPJMD. Akan tetapi kondisi tahun 2018 baru mencapai 92 persen dan pada tahun 2019 belum tersedia data.

Tabel 2. 35

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan

%

100

9 2

na

Sumber: Dinas

Pemberdayaan Perempuan dan PA

Kab .

Kutai Timur, 2020

C.

Pangan

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Ketahanan Pangan dapat dilihat dari capaian beberapa indikator sebagai berikut :

Tabel 2. 36

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pangan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Regulasi ketahanan pangan

Ada/

Tidak A da

Tidak Ada

Ada

Tidak Ada

Ketersediaan pangan utama

%

52,26

59,99

42,82

Sumber: Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur, 2020

1)

Ketersediaan Pangan Utama

Pangan merupakan urusan wajib Pemerintah Kabupaten. Ketersediaan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 65

pangan utama di wilayah Kutai Timur masih berfluktuasi da ri tahun ke tahun .

Pada tahun 2019, ketersediaan pangan utama untuk Kabupaten Kutai Timur hanya menc apai 42,82

ton . Hal ini

memberi in dikasi P emerintah Kabupaten Kutai Timur sebaiknya lebih fokus pada pel a yanan umum urusan pangan, agar indikator ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur semakin baik dan potensi atau kondisi rawan pangan dapat diturunkan.

2)

Regulasi Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan merupakan urusan wajib Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai ada dan tidak adanya regulasi ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur selama kurun waktu tahun 20 1 7 - 201 9 .

Tabel 2. 37

Regulasi Ketahanan Pangan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

No

Uraian

2017

2018

2019

1.

Regulasi Ketahanan Pangan dalam Bentuk Perda ;

-

Ada

 

-

Tidak Ada

   2

Regulasi Ketahanan Pangan dalam Bentuk Perkada ;

-

Ada

  

-

Tidak Ada

   Sumber: Dinas

Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur , 2020

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

sejak tahun 201 2 , terdapat regulasi yang mengatur tentang Ketahanan pangan , diantaranya diterbitkan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pada Badan Ketahanan Pangan dan Badan

Penyuluhan Kabupaten Kutai Timur.

Kerangka regulasi dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi serta kewenangan dan penjabaran peran organisasi dalam mencapai sasaran strategis serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi daerah.

D.

Lingkungan Hidup

Pelayanan umum Urusan Lingk ungan Hidup selama tahun 201 7 - 201 9

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 66

mencakup persentase penegakan h u kum lingkungan, penetapan kelas air, upaya penurunan gas emisi , serta

pemantauan evaluasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca. Secara umum indikator capaian pelayanan umum lingkungan hidup s emakin baik . Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah penegakan h u kum lingkungan dan pemantauan evaluasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca yang meningkat di tahun 201 7 - 201 9.

Tabel 2. 38

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Lingkungan Hidup

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Penegakan hukum lingkungan

%

57,14

75

107,7

P enetapan kelas air

sungai

2

na

na

Penurunan emisi total (dalam juta)

CO2 - Eq/th

0,884

0,12

n a

Pe mantauan evaluasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca

%

100

100

na

Sumber: Badan Lingkungan Hidup

Kabupaten Kutai Timur, 2020

E.

Kependudukan dan Catatan Sipil

Pelayanan umum bidang kependudukan dan catatan sipil mencakup jumlah penduduk yang memiliki KTP elektronik

dan kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk. Tabel 2.39 menyajikan indikator capaian

bidang kependudukan

selama tahun 201 6 - 201 8

yang

sudah semakin baik . Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah kepemilikan KTP elektronik dan akte kelahiran yang meningkat di tahun 2018 .

Tabe l 2. 39

Capaian Urusan Administrasi Kependudukan dan Penc atatan Sipil

Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Kepemilikan KTP

elektronik

orang

230.285

278.191

245.240

Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk

orang

140.881

197.260

185.225

Rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk

%

78.97

96,08

84,83

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab .

Kutai Timur, 2020

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 67

F.

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki. Pemberdayaan masyarakat kemungkinan

besar akan terhambat oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang relatif masih rendah. Tabel 2.40 menunjukkan adanya kegiatan yang bersifat rutin terkait dengan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa

di tahun 201 7 - 2019 .

Tabel 2. 40

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Pemberdayan Masyarakat dan D esa

Tahun 20 1 7 - 2019

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa

keg

6

6

6

Sumber: Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kab .

Kut ai Timur, 2020

G.

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Penduduk merupakan komponen utama dalam pelaksanaan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang berkualitas dapat diperoleh melalui proses peraencanaan pertumbuhan penduduk. Hal ini dapat dipenuhi melalui program keluarha berencana dan upaya pencapaian keluarga sejahtera. Gambaran umum kondisi daerah terkait den gan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:

Tabel 2. 41

Capaian Aspek Pelayana n

Umum

Urusan Pengendalian Penduduk dan KB Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Cakupan peserta KB aktif

%

48,78

61

na

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 68

Rata - rata jumlah anak per keluarga

Anak

na

na

1,3 (1)

Rasio Akseptor KB

na

na

68,62

Sumber: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab .

Kutai Timur, 2020

H.

Perhubungan

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Perhubungan dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja sebagai berikut:

Tabel 2. 42

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perhubungan Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Terminal

dan subterminal

Unit

12

na

na

Pelabuhan Laut

Unit

3

3

3

Pe rsentase

rambu - rambu

yang terpasang

%

100

na

9,22

Jumlah terminal penumpang dan barang yang dikelola

U nit

12

na

na

Sumber: Dinas P erhubungan Kab. Kutai Timur, 2020

1)

Jumlah Terminal/ Pelabuhan Laut/ Pelabuhan Udara

Perkembangan jumlah pelabuhan laut, udara, serta terminal darat tidak mengalami pertumbuhan signifikan, namun dapat dipastikan tingkat mobilitasnya semakin tinggi dengan lonjakan jumlah penumpang yang meningkat setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Kutai Timu r telah menargetkan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan baik darat, laut dan udara guna mengantisipasi perkembangan jumlah penumpang y ang meningkat setiap tahunnya.

2)

Persentase

Pemasangan Rambu - Rambu Lalu Lintas

Rambu lalu lintas

merupakan salah s atu alat perlengkapan

jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambing, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan,

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 69

larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Pemasangan rambu - rambu lalu lintas

bertujuan untuk mengatur lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga hal ini dapat meminimalisir jumlah kecelakaan yang terjadi.

I.

Komunikasi dan Informatika

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sangat potensial, terutama dalam pengumpulan data maupun diseminasi informasi penyelenggaraan peme rinta han . Bidang layanan ini juga mencakup

hasil pembangunan berbasis data mutakhir kepada masyarakat luas.

Jaring an komunikasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur berperan dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat serta menunjang peningkatan kinerja penyelengaraan pemerintahan.

Tabel 2. 43

Capaian Urusan K omunikasi dan Informatika

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Cakupan layanan komunikasi

%

na

30

75

Persentase Penduduk menggunakan HP/Telepon

%

na

68

75

Proporsi rumah dengan akses

na

25

35

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika , Persandian, dan Statsistik

Kab .

Kutai Timur, 2020

Selama periode 2017 - 2019 data untuk semua indikator urusan komunikasi dan informatika hanya tersedia di tahun 2019. Tiga indikator tersebut adalah: (i) cakupan layanan komunikasi; (ii) persentase penduduk menggunakan HP dan telepon; dan (iii) proporsi rumah tangga yang mempunyai a kses internet. Diantara ketiga akses ini, cakupan layanan komunikasi dan persentase penduduk yang menggunakan telepon/HP yang sudah di atas 50 persen sedangkan proporsi rumah dengan akses masih

di bawah 30 persen.

J.

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM)

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 70

Tabel 2. 44

Capaian Urusan Koperasi ,

U saha K ecil dan M enengah

Tahun 20 1 7 - 20 19

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Persentase koperasi aktif

%

59,68

55,21

56,00

Jumlah UKM

Unit

7.618

8.248

6.178

Sumber:

Dinas Koperasi

dan UMKM Kabupaten Kutai Timur, 2020

1)

Persentase Koperasi Aktif

Koperasi merupakan salah satu usaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat, menurunkan

angka

kemiskinan dan memperluas lapangan pekerjaan. Semakin banyak jumlah koperasi yang aktif, diharapkan semakin berdaya ekonomi kerakyatan, menurunnya angka

kemiskinan dan menurunnya jumlah pengangguran. Kop erasi yang mampu menyelenggarakan RAT

(Rapat Anggota Tahunan)

menunjukan keaktifan riil dalam menjalankan koperasi sesuai asas koperasi. T abel

2. 44

menunjukkan p ersentase koperasi aktif yang cenderung mengalami

penurunan dari 59,68

persen pada tahun 201 7 m enjadi 56,00

persen pada tahun 2018

namun angka ini sempat meningkat di tahun 2018 menjadi 55,21 persen .

2)

Jumlah UKM

Usaha kecil dan menengah merupakan suatu peluang usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan. Semakin banyak jumlah UKM non BPR/LKM akan menunjukkan semakin besar kapasitas pelayanan pe ndukung dan “lokomotif perekonomian” yang dimiliki Kutai Timur dalam meningkatkan ekonomi daerah , bahkan dapat menekan angka pengangguran. Pada tahun 2017 - 2019

jumlah UMKM

mengalami fluktuasi .

K.

Penanaman Modal

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan U r usan Penanaman Modal dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagai berikut:

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 71

Tabel 2. 45

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Penanaman Modal

Tahun 20 1 7 – 20 20

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)

P royek

11

121

241

Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA)

Rupiah

(M)

8 . 61 0

3,835

6,150 (T)

Sumber:

Dinas Penanaman Modal dan PTSP

Kab upaten Kutai Timur Tahun 2020

1)

Jumlah Investor Berskala Nasional (PMDN/PMA)

Hampir semua kabupaten/kota membutuhkan modal dalam negeri maupun modal asing dalam rangka melaksanakan program/kegiatan pembangunan.

Dalam tiga tahun terakhir ,

Kabupaten

Kutai Timu r mendapatkan tambahan jumlah investor berskala nasional dalam bentuk proye k . Hing ga 201 9 , total sudah masuk 241

proyek

be r skala nasional yang masuk ke Kabupaten Kutai Timur . Jumlah tersebut

meningkat tajam dari tahun 2017

yang h anya terdapat 11 proyek.

2)

Jumlah Nilai Investasi Berskala Nasional (PMDN/PMA)

Ketersediaan pelayanan penunjang yang dimililiki daerah dapat mengundang ketertarikan investor untuk menanamkan investasinya di daerah tersebut. Semakin banyak realisasi proyek maka menggambarkan keberhasilan daerah dalam memberi fasilitas penunjang pada i nvestor untuk merealisasikan investasi yang telah direncanakan. Tabel 2.4 5

menunjukkan bahwa pada tahun - tahun terakhir, terutama tahun 201 7

terdapat kenaikan jumlah nilai inve stor (PMDN/PMA ) yang menggembirakan, hingga mencapai Rp 8 . 610

M .

Angka tersebut terus meningkat hingga 2019 menjadi 6,150 Triliun.

L.

Kepemudaan dan Olah Raga

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Kepemudaan dan Olah Raga dapat dilihat dari jumlah organisasi kepemudaan dan olahraga serta kegiatan yang dilaksa nakannya.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 72

Tabel 2. 46

Capaian Aspek Pelayanan Umum

Urusan Kepemudaan dan Olahraga Tahun 20 1 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Jumlah organisasi pemuda

buah

38

76

76

Jumlah organisasi olahraga

buah

380

5

5

Jumlah Kegiatan Kepemudaan

kali

4

2

4

Jumlah Kegiatan olahraga

kali

12

4

13

Gelanggang/Balai Remaja (selain milik swasta)

Unit

1

1

1

Jumlah Lapangan Olahraga

Unit

180

37

156

Persentase organisasi pemuda yang aktif

%

76

76

76

Presentase wirausaha muda

%

15

15

27

Jumlah Prestasi Olahraga

Prestasi

33

206

519

Sumber: Dinas Pemuda dan Olahraga

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Selama tiga

tahun terakhir jumlah prestasi olahraga mengalami

peningkatan .

Peningkatan prestas i olahraga ini ditandai dengan diselenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur Tahun 2018 yang diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur . Kabupaten Kutai

Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan Porprov

meraih juara umum dengan mempertandingkan 52 cabor yang terdiri dari 755 nomor tanding. Peningkatan prestasi yang diraih

mengindikasikan bahwa Kabupaten Kutai Timur telah memasyarakatkan Olahraga.

M.

Kebudayaan

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Kebudayaan dapat dilihat dari sejumlah indikator: Pertama , jumlah sarana dan penyelenggaraan seni budaya. Kedua , jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya daerah dan yang dilestarikan.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 73

Tabel 2. 47

Capaian Urusan kebudayaan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 2019

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Penyelenggaraan Festival seni dan budaya

Keg

5

6

7

Sarana penyelenggaraan seni dan budaya

Unit

9

15

3

Jumlah benda, situs

dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan

%

46

51

42

Sumber: Dinas Kebudayaan Kab upaten

Kutai Timur, 2020

Ketiga indikator terkait urusan kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur cenderung fluktuatif. Indikator pertama di tahun 201 7

hingga 2019 cenderung berkisar 5 sampai 7 kegiatan. Indikator kedua sempat meningkat jumlahnya di tahun 2018 sebanyak 15 unit sarana, namun menurun drastis di tahun 2019 menjadi hanya 3 unit sarana saja. Indikator ketiga hanya meningkat 5 persen di tahun 2018.

N.

Perpustakaan

Perpustakaan milik Kabupaten Kutai Timur telah menunjukkan upaya mendorong masyarakat gemar membaca . Hal ini dilakukan

dengan

menambah jumlah koleksi buku - buku perpustakaan . Upaya tersebut perlu dikembangkan dengan meningkatkan jangkauan nya mendekati k ha layak sasarannya agar tumbuh budaya literasi di kalangan masyarakat luas.

Tabel 2. 48

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perpustakaan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan

judul

9.113

9.508

9.508

Sumber: Dinas Perpustakaan

dan Kearsipan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Keberadaan perpustakaan harus ditunjang dengan pengelolaan manajemen secara memadai. Pengelolaan manajemen yang memadai, selain memiliki koleksi pustaka sesuai kebutuhan penggunanya juga harus memiliki dokumentasi aktivitas pokoknya yang bermanfaat untuk m enilai kinerja

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 74

perpustakaan dan minat baca masyarakat.

O.

Kearsipan

Kearsipan, bank data ataupun dokumen merupakan salah satu instansi yang memiliki fungsi yang cukup penting, mengingat fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan dokumen kearsipan yang dimiliki kabupaten. Hal ini tentu membutuhkan tenaga pengelola yang professional dalam mengatur tata laksana kearsipan daerah, sehingga peningkatan pengelolaan SDM pengelola Arsip dipandang sangan penting. Tercatat hingga tahun 2017, sebanyak 63,64 persen SKPD yang dapat mengelola arsip secara baku.

Tabel 2. 49

Capaian Urusan Kearsipan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Persentase SKPD yang mengelola arsip secara baku

%

63,64

54,9

100

Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab .

Kutai Timur, 2020

2.1.3.3

Fokus Layanan Urusan Pilihan

Urusan Pemerintahan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah. Layanan U rusan P ilihan Pemerintah an

Daerah di Kabupaten Kutai Timur terdiri dari:

A.

Pariwisata

Pembangunan sektor pariwisata dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah

karena pariwisata memberikan dukungan ekonomi yang kuat terhadap suatu wilayah. Industri ini dapat menghasilkan pendapatan besar bagi ekonomi lokal. Sektor ini memberikan peluang bergeraknya berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Tabel 2. 50

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Pariwisata

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 75

Kabupaten Kutai Timur Tahun 2 01 7 - 2019

Indikator

Satuan

Tahun

2017

201 8

201 9

Kunjungan wisata

Orang

25.625

13.330

68.532

Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, 2020

Pem bangunan sektor pariwisata suat u

daerah dapat dilihat dari kunjungan wisata ke tujuan wisata daerah yang bersangkutan.

P ada tahun 201 9 , terjadi peningkatan

signifikan kunjungan wisata ke Kabupeten Kutai Timur sebesar 55.202

orang

atau lebih dari dua lipat .

Informas i tentang perbandingan wisatawan asing dan domestik, rata - rata lama tinggal dan rata - rata pengeluaran wisatawan dibutuhkan untuk memprediksi nilai tambah yang diciptakan oleh sektor ini.

B.

Pertanian

Sektor pertanian memegang peran penting di Kutai Timur, mengingat sektor tersebut menjadi bagian dari program pemerintah kabupaten yang mengedepankan pengembangan sektor agribisnis.

Tabel 2. 51

Capaian Indikator Kinerja Urusan Pertanian

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar

kw/ha/tahun

37,86

37,89

37,15

Cakupan Bina Kelompok Tani

%

23,43

28

na

Produksi Pangan Utama:

a.

Padi

Ton

32.916

34.150

26.766

b.

Palawija

Ton

7.275

10.706

16.620

Populasi Sumber Pangan Hewani:

a.

Ternak Besar

(sapi)

Ekor

17.376

18.856

19.769

b.

Ternak Kecil

(kambing)

Ekor

9.768

18.750

8.914

c.

Unggas : Ayam ras pedaging

(Dalam Ribuan)

Ekor

2.508

2.734

2.364

Produksi:

a.

Daging

(sapi)

Ton

3.635

3.695

726,69

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 76

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

b.

Telur

Kg

9.035

9.600

419

c.

Susu

Liter

23,94

24,96

na

Konsumsi daging

Kg/kap/th

10,60

11,56

na

Luas areal sawah tadah hujan dan sawah beririgasi

Ha

5.498

8.716

na

Luas Perkebunan

Ha

470.413,81

473.317,93

483.728,89

Sumber: Dinas Pertanian , Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur, 2020

1)

Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar

Hasil produksi tanaman pangan

di Kutai Timur , ditinjau dari sisi permintaan, ber potensi

dapat memenuhi permintaan di dalam negeri, terutama

kebutuhan

lokal kabupaten

dan Provinsi Kalimantan Timur . Berdasarkan

analisis

peluang dan pesaing dalam pasokan hasil produksi pertanian tanaman pangan, terutama komoditas unggulan kedelai dan jagung dapat berperan serta dalam pemenuhan kebutuhan dalam lingkup nasional. Pada beberapa

komoditas lainnya, seperti padi, palawija dan buah - buahan juga mempunyai potensi dapat memenuhi permintaan lokal dalam jangka pendek,

dan dapat memenuhi permintaan pada lingkup yang lebih luas (nasional maupun ekspor) pada jangka menengah dan jangka panjang.

Kegiatan budidaya dalam skala kecil yang telah dilakukan di Kutai Timur mencakup kegiatan pertanian tanaman pangan, dengan hasil produksi berupa padi sawah, padi ladang, palawija, sayur - sayuran dan buah - buahan.

Kabupaten Kutai Timur dalam periode 201 7 - 201 9

memiliki total lahan pertanian yang mengala mi fluktuasi . Tahun 201 7

total luas lahan pertanian sebesar 20.276 Ha menurun

pada ta hun 2017 menjadi 16.212

Ha dan

meningkat

kembali

pada tahun 2019

menjadi

19.881

Ha. Selama tiga tahun terakhir, j umlah luas lahan

jangung dan ubi jalar selalu mengalami peningkatan sebaliknya kacang hijau selalu mengalami penurunan.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 77

terbanyak dibandingkan tanaman pangan lainnya

Hal yang sama terjadi total produksi pertanian

yang juga

mengalami fluktuasi. Peningkatan total produksi terjadi di tahun 2018 sebesar 35.831 Ton sedangkan tahun 2019 terjadi penurunan sebesar 5.442 Ton. Pada Tahun 2017 hingga 2019, tanaman jagung selalu mengalami peningkatan. Kondisi ini diikuti pula dengan peningkatan jumlah lahan jagung yang terus meningkat.

Secara umum selama tahun 2017 - 2019 produktivitas setiap pertanian tanaman pangan mengalami fluktuasi.

Pada tahun 2018, produktivitas tanaman pangan lebih banyak mengalami penurunan, hanya tanaman jagung, kedelai dan ubi kayu saja yang mengalami peningkatan. Sedangkan tahun 2019 tanaman pangan lebih banyak tetap dan turun. Namun demikian produktivitas tana man ubi jalar di tahun 2019 mengalai kenaikan 0,28 kw/ha.

Tabel 2. 52

Luas Lahan , Produksi dan Produktivitas H asil Pertanian

Tanaman Pangan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

No

Uraian

Tahun

201 7

2018

2019

Luas Lahan (Ha)

1

Padi Sawah

8.716

7.312

8.716

2

Padi Ladang

4.451

4.274

4.851

3

Jagung

525

640

2.352

4

Ubi Kayu

390

369

350

5

Ubi Jalar

90

103

125

6

Kacang Tanah

113

108

102

7

Kedelai

10

6

6

8

Kacang Hijau

16

12

3

9

Sayuran

945

1.406

1.282

10

Buah - buahan

5.020

1.982

2.024

Total

20.276

16.212

19.811

Produksi (Ton)

1

Padi Sawah

21.770

15.744

16.925

2

Padi Ladang

11.455

12.507

9.841

3

Jagung

1.131

3.651

6.581

4

Ubi Kayu

5.460

14.644

8.758

5

Ubi Jalar

1.262

1.429

1.201

6

Kacang Tanah

133

132

70

7

Kedelai

11

12

8

8

Kacang Hijau

17

13

2

9

Sayuran

945

6.081

5.625

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 78

No

Uraian

Tahun

201 7

2018

2019

10

Buah - buahan

60.555

84.357

84.117

Total

102.739

138.570

133.128

Produktivitas (Kw/Ha)

1

Padi Sawah

50,05

35,05

35,05

2

Padi Ladang

25,85

25,63

25,63

3

Jagung

21,53

50,79

50,86

4

Ubi Kayu

139,71

227,24

277,17

5

Ubi Jalar

140,38

119,88

120,16

6

Kacang Tanah

11,80

9,32

9,32

7

Kedelai

11,22

14,81

14,29

8

Kacang Hijau

10,56

6,15

6,15

9

Sayuran

-

43,25

43,88

10

Buah - buahan

-

-

-

Sumber: Dinas Pertanian dan Pe ternakan Kabupaten Kutai Timur, 2020

Berdasarkan hasil capaian bidang pertanian Kabupaten Kutai Timur tahun 201 7 - 201 9 , Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tetap berupaya mempertahankan bahkan terus meningkatkan luasan tanam dan produktivitas tanaman padi .

Selain fokus

pada tanaman padi, Pemerintan Kabupaten Kutai Timur juga perlu berkomitmen dalam upaya

mencegah penurunan luasan dan produksi tanama n umbi - umbian, palawija maupun hortikultura dengan mencegah lua san lahan yang dialihfungsikan . Demi mewujudkan target Kabupaten Kutai Timur menuju kemandirian pangan , maka penting

untuk melakukan upaya - upaya terobosan yang

inovatif untuk mengembangkan tanaman hortiku ltura dan tanaman palawija .

Ba nyak faktor yang mempengaruhi produktivitas padi dan tanaman pangan la innya, di antaranya: kesuburan tanah, jenis bibit, musim, d an l ain - lain . Upaya peningkatan produktivitas produksi pertanian, erat kaitannya dengan intensifikasi pertanian. Untuk itu, peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, serta pengembangan teknologi da n metode pertanian menjadi penting untuk pelaksanaan program yang dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

2)

Produksi padi ( T on)

Hasil capaian produksi padi, terutama padi sawah di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 201 7

hingga 201 9

belum menunjukkan adanya

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 79

peningkatan yang konsisten seiring dengan peningkatan luas lahan sawah. Namun demikian jika dibandingkan antara capaian dengan target RPJMD maka, kenaikan tersebut masih belum cukup untuk mencapai targe t yang ditetapkan dalam RPJMD. J ika

tidak dilakukan terobosan program yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan produksi padi, maka sulit untuk merealisasikan target akhir tahun.

3)

Luas Perkebunan

Kontribusi tertinggi sektor pertanian terhadap PDRB adalah pada subsektor perkebunan. Hasil

produksi perkebunan yang mempunyai potensi pengembangan dipandang dari sisi permintaan, baik dilihat dari peluang pasar maupun pesaingnya, serta mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah kelapa sawit, karet, coklat, nanas, tanaman serat dan lada. Komoditas u nggulan tersebut mempunyai peluang untuk pasar luar negeri , kare na tingginya kebutuhan domesti k.

Kegiatan budidaya perkebunan telah dilakukan dengan produksi berupa cengkeh, coklat, lada, kopi, kelapa dan karet.

Tabel 2. 53

Luas Lahan, Produksi dan Produktivitas Perkebunan

201 7 - 201 9

No

Uraian

Tahun

201 7

201 8

2019

Luas Lahan Perkebunan (Ha):

1

Karet

13.545,49

13.291,58

18.754,27

2

Kelapa

1.352,85

1.296,10

1.296,10

3

Kopi

121,35

98,85

98,85

4

Lada

407,18

418,75

418,75

5

Vanili

6,68

6,68

6,68

6

Kakao

4.009,51

3.415,43

3.415,43

7

Kelapa Sawit

453.556,18

453.490,69

459.526,26

8

A r e n

286,17

318,07

318,07

9

Kemiri

32,52

30,80

30,80

Jumlah

473.317,93

472.374,70

472.366,95

Produksi perkebunan (Ton):

1

Karet

970,73

907,21

954,70

2

Kelapa

1.094,40

911,91

937,00

3

Kopi

48,74

45,56

41,69

4

Lada

127,34

119,01

108,99

5

Vanili

0,66

0,62

1,57

6

Kakao

1.468,36

1.372,30

1.255,65

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 80

No

Uraian

Tahun

201 7

201 8

2019

7

Kelapa Sawit

5.874.980,93

5.275.877,28

5.329.823,74

8

A r e n

32,60

30,47

27,89

9

Kemiri

4,92

4,60

4,21

Jumlah

5.878.728,68

5.276.336,71

5.333.155,44

Produktivitas (Kg/Ha)

Produksi/Luas Lahan yang Menghasilkan:

1

Karet

1.150,42

951,45

984,37

2

Kelapa

1.099,96

916,55

941,76

3

Kopi Robusta

591,18

552,59

505,61

4

Lada

774,50

719,44

658,90

5

Vanili

240,29

224,30

569,93

6

Kakao

611,01

571,01

522,49

7

Kelapa Sawit

18.595,23

16.890,54

15.331,64

8

A r e n

341,93

319,53

292,49

9

Kemiri

220,63

159,77

146,25

Sumber: Dinas Per kebunan K abupaten Kutai Timur, 2020

S ub sektor perkebunan menunjukkan peningkatan dalam luas lahan perkebunan. Dala m tiga tahun terakhir

(2017 - 2019 ) l uas lahan

perkebunan

m engalami pengurangan sebesar 950,98

Ha. Namun demikian h al tersebut tidak

terjadi pada produksi perkebun an

yang mengalami fluktuasi . Total Produksi perkebunan di tahun 201 7

mencapai 5.878.728,68

Ton menurun menjadi 5.279.052,80 Ton di tahun 2018

dan meningkat kembali menjadi 5.333.155,44 Ton di Tahun 2019 .

Selanjutnya , secara umum produktivitas di tahun 2018 m engalami penurunan di semua jenis hasil perkebunan sedangkan tahun 2019 hanya komoditas karet, kelapa dan vanili yang mengalami kenaikan.

C.

Perindustrian

Daya saing yang tinggi pada sektor pertanian, merupakan prasyarat dalam pengembangan agroindustri, d an daya saing tersebut merupakan interaksi keseluruhan subsistem dalam sistem agribisnis. Dengan proses produksi yang efisien dan biaya produksi yang semakin rendah, sektor industri, termasuk industri pengolahan akan mampu meningkatkan daya saing yang pada

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 81

gilirannya akan dapat berkontribusi terhadap PDRB. Sebagai salah satu contoh capaian i ndikator kinerja, disajikan pada T abel berikut:

Tabel 2. 54

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Prindustrian

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

2017

2018

2019

Kontribusi sektor industri terhadap PDRB

%

2,98

3,08

na

Pertumbuhan industri

%

38,10

38,30

na

Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Kutai Timur, 2020

D.

Kelautan dan Perikanan

Ikan adalah sumber protein yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan manusia, dan sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini dikarenakan usaha perikanan, mempunyai kaitan luas baik ke industri hulu ( backward lingkage ) maupun hilir ( fo reward lingkage ), dan menyerap banyak tenaga kerja. Perkembangan selama kurun waktu 2 tahun yaitu 201 7

hingga 201 9 , menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan, dimana capaian konsumsi ikan cenderung mengalami penurunan . Gambaran umum kondisi daerah

terkait dengan urusan Kelautan dan Perikanan dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:

Tabel 2. 55

Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Kelautan dan Perikanan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Produksi perikanan

Ton

n.a

9.896,28

10.842,90

Konsumsi Ikan

%

102,73

62,26

62,26

Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur , 2020

Total

jumlah rumah tangga perikanan mengalami kenaikan sejak 2017 hingga 2019 .

Sa mpai dengan

tahun 201 9 , total rumah tangga perikanan sebanyak 6.1 83

rumah tangga. Rumah tangga perikan an laut menyumbang sekitar 66,69

persen dari total rumah tangga perikanan. Jumlah produksi perikanan juga disumbang paling banyak oleh perikanan laut sebe sar 5.030,84

Ton . Total produksi hasil perikanan secara keseluruhan mengalami

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 82

peningkatan dari 8.724,21

Ton pada tahun 201 7

menjadi 10.842,90

Ton

tahun 2019 . Meningkatnya RT dan hasil perikanan diikuti pula oleh nilai produks i hasil perikanan. Peningkatan nilai produksi hasil perikanan dari tahun 201 7

hingga 2018 sebesar Rp 325.287.000 .

Meskipun sub sektor perikanan secara umum mempunyai potensi yang besar sebagai andalan pendapatan daerah maupun masyarakat dan telah terbukti ketangguhannya dalam menghadapi

krisis, namun kenyataannya dalam pengembangan sektor perikanan ke depan masih cukup banyak masalah dan tantangan yang harus akan dihadapi, diantaranya pemanfaatan sumberdaya perikanan umumnya masih rendah, ketersediaan prasarana perikanan masih terbatas, lemahnya pelaksanaan sistem MSC ( Monitoring, Control dan Surveilance ) .

Oleh karena itu ,

mengingat capaian beberapa indikator kinerja dalam optimali sasi

pemanfaatan sumberdaya perikanan dan produkti v itas pada umumnya masih rendah, sehingga diperlukan perhatian yang lebih .

Tabel 2. 56

Jumlah Produksi dan Konsumsi Ikan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 1 7 - 201 9

No

Uraian

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Rumah Tangga Perikanan

1

Perikanan Laut

RT

4.112

4.124

3.690

2

Perikanan Perairan Umum

RT

974

976

1.820

3

Tambak

RT

384

384

21

4

Kolam

RT

301

312

673

5

Keramba

RT

215

224

14

6

Budidaya Pantai / Sawah

RT

161

163

42

Rumput Laut

135

Jaring Apung Tawar

1

Jaring Tancap

4

Jumlah

RT

6.141

6.183

6.400

Produksi Hasil Perikanan

1

Perikanan Laut

Ton

4.928,44

5.030,84

5.086

2

Perikanan Perairan Umum

Ton

954,67

1.184,34

1.200

3

Tambak

Ton

529,36

901,85

920

4

Kolam

Ton

843,55

1.213,47

1.284

5

Keramba

Ton

36,48

72,69

84

6

Budidaya Pantai / Sawah

Ton

1.431,71

1.493,09

1.389

Rumput Laut

774,90

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 83

No

Uraian

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Jaring Apung Tawar

35

Jaring Tancap

70

Jumlah

Ton

8.724,21

9.896,28

10.842,90

Nilai Produksi Hasil Perikanan

1

Perikanan Laut

Ribu Rp

147.853.200

150.925.200

152.580.000

2

Perikanan Perairan Umum

Ribu

Rp

26.253.425

28.023.875

36.000.000

3

Tambak

Ribu Rp

28.161.952

47.978.420

27.600.000

4

Kolam

Ribu Rp

25.306.500

36.404.100

38.520.000

5

Keramba

Ribu Rp

1.094.400

2.180.700

2.520.000

6

Budidaya Pantai / Sawah

Ribu Rp

44.278.000

4.461.406

41.670.000

Rumput Laut

23.247.000

Jaring Apung Tawar

1.050.000

Jaring Tancap

2.100.000

Jumlah

Ribu Rp

232.947.477

269.973.701

325.287.000

Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur, 2020

2.1.3.4

Fokus Urusan Penunjang Pemerintahan

A.

Administrasi Pemerintahan

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Administrasi Pemerintahan

dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :

Tabel 2. 57

Capaian Urusan Administrasi Pemerintahan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

2017

2018

201 9

Jumlah SOP yang dimiliki Setda

SOP

293

456

454

Tersedianya rencana kerja tahunan pada setiap alat - alat kelengkapan DPRD Kabupaten

Ada/tidak ada

Ada

Ada

Ada

Sumber: Sekretariat Daerah dan DPRD Kabupaten Kutai Timur Tahun

2020

Pada perkembangan tahun 2017 dan 2018 menunjukkan bahwa capaian jumlah SOP yang dimiliki Sekretariat Daerah semakin meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, capaian urusan seketariat dewan selalu tersedia. Ini berarti pel ayanan yang diberikan Sek retariat DPRD relatif sudah optimal.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 84

B.

Pengawasan

Opini atas penilaian laporan keuan g an dari Badan Pem e riksa Keuangan (BPK) selama tiga tahun berturut - turut adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini menunjukkan penggunaan keuangan

daerah berlangsung sangat transparan dan akuntabel.

Opini

Badan Pemeriksa Keuangan merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungka pan, kepatuhan terhadap peraturan perundang - undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern . Tahun

2017 - 201 9 , Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencapai predikat WTP dari BPK. Peringkat ini diharapkan dapat tetap dipertahankan pada tahun - tahun mendatan g.

Tabel 2. 58

Capaian Urusan Pe n gawasa n

Kabupaten K utai Timur Tahun 2017 - 2019

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Opini BPK

Opini

WTP

WTP

WTP

Sumber: Inspektorat Daerah

Kabupaten Kutai Timur Tahun

2020

C.

Perencanaan

Dokumen perencanaan daerah diantaranya terdiri dari: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis OPD , Rencana Kerja Pem erintah

(RKPD)

dan Rencana Kerja OPD.

Kinerja perencanaan pembangunan

Kutai Timur dapat dilihat dari penjabaran program RPJMD ke dalam RKPD. S elama tahun 201 7

hingga 201 9 , indikator ini memliki rata - rata

mencapai 99, 07

persen.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 85

Tabel 2. 59

Capaian U rusan Perencanaan

di Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA

Ada/tidak

ada

ada

ada

Tersedianya dokumen perencanaan : RPJMD yang telah ditetapkan dengan PERDA

Ada/tidak

ada

ada

ada

Tersedianya dokumen perencanaan RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA

Ada/tidak

ada

ada

ada

Penjabaran program RPJMD ke dalam RKPD

%

100

100

97,20

Sumber: Bappeda Kabupat en Kutai Timur, 2020

Adanya konsistensi dalam perencanaan pembangunan daerah akan menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif karena adanya proses pembangunan daerah yang berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga jalan panjang upaya pemerintah untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat akan dapat terwujud secara nyata. Pelaksana an perencanaan pembangunan daerah juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

D.

Keuangan

Kinerja bidang keuangan pemerintah Kabupaten Kutai Timur menunjukkan kondisi semakin membaik. Pada tahun 201 9 , pendataan aset daerah telah terdata seluruhnya serta pertumbuhan

pendapatan daerah menjadi 25,69

persen

turun sebesar 10,99 persen .

Tabel 2. 60

Capaian Urusan Keuangan

Kabupaten K utai Timur Tahun

201 7 - 2019

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Persentase Aset Daerah Yang Terdata

%

100

100

na

Pertumbuhan Pendapatan Daerah

%

(2 5,93 )

36,58

25,59

Sumber: BPKAD

dan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur, 2020

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 86

E.

Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan

Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di K abupaten Kutai Timur, pegawai pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus diberikan pelatihan dan peningkatan jenjang pendidikan.

Tabel 2. 61

Capaian Urusan Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Persentase distribusi ASN

%

100

91

93

Peningkatan SDM

ASN

%

86

72

80

Sumber: Sekretariat Daerah, Bandiklat,

BKD Kabupaten Kutai Timur, 2020

Pendayagunaan aparatur pada hakekatnya merupakan upaya pembinaan, penyempurnaan dan pengendalian manajemen pemerintahan secara terencana, sistematis, bertahap, komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja selur uh aparatur negara dalam rangka menuju tata pemerintahan yang baik ( good governance ). Upaya reformasi aparatur salah satunya ditempuh dengan penataan kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.

F.

Penelitian dan Pengembangan

J umlah produk kelitbangan

turun

tahun 201 8 . Ha sil produk kelitbangan sangat penting, agar

dapat memberikan saran atau solusi guna memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah dalam menetapkan kebijakan .

Oleh karena itu, upaya harus ditingka tan pada tahun - tahun berikutnya.

Tabel 2. 62

Capaian Urusan Penelitian dan Pengembangan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Jumlah produk kelitbangan yang dihasilkan

B uku

1

0

0

Sumber: Ba dan dan Pendidikan dan Pelatihan

Kabupaten Kutai Timur, 2020

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 87

2.1.4

ASPEK DAYA SAING DAERAH

Daya saing antar daerah merupakan komponen penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam hal kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhannya.

Penguatan daya saing daerah tidak lepas dari kontribusi seluruh sektor pembentuk PDRB daerah itu sendiri.

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Aspek Daya Saing Daerah

dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:

2.1.4.1

Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah

A.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Perkapita

Angka konsumsi rumah tangga per kapita adalah rata - rata pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita. Angka ini dihitung berdasarkan pengeluaran penduduk untuk makanan dan bukan makanan per jumlah penduduk. Makanan mencakup seluruh jenis makanan termasuk m akanan jadi, minuman, tembakau, dan sirih, bukan makanan mencakup perumahan, sandang, biaya kesehatan, sekolah dan seterusnya.

Pola konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumah tangga/keluarga. Selama ini berkembang pengertian b ahwa besar kecilnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran kesejahteraan rumah tangga tersebut. Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran yang lebih besar untuk konsumsi makanan mengin dikasikan rumah tangga yang berpenghasilan rendah. Makin tinggi tingkat penghasilan rumah tangga, makin kecil proporsi pengeluaran untuk makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga.

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa rumah tangga/keluarga akan se makin sejahtera bila persentase pengeluaran untuk makanan jauh lebih kecil dibandingkan persentase pengeluaran untuk non - makanan.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 88

Tabel 2. 63

Pengeluaran Per Kapita Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita

Ribu Rupiah

10.273

10.558

na

Sumber:

BPS Kabupaten Kutai Timur, 2020

B.

Pertanian

Pembangunan pertanian pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup petani. Salah satu indikator yang dapat menggambarkan tingkat kualitas hidup petani adalah besaran pendapatan petani .

Pembangunan pertanian dilaksanakan untuk mendorong partisipasi petani dan masyarakat agar mampu menjalankan dan mengembangkan usahanya secara profesional, ef isien serta berdayaguna dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi secara tepat dan ramah lingkungan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi akan dapat meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani

sebagaimana disajikan pada t abel berikut:

Tabel 2. 64

Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe r tani an

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Nilai Tukar Petani

Indeks

na

na

na

Panjang Jalan Usaha Tani

km

63

90

na

Sumber: Dinas Pertanian

Kabupaten Kutai Timur, 2020

Rata - rata pendapatan petani secara makro dijadikan sebagai indikator kesejahteraan petani. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya disparitas yang tinggi antar - masyarakat terutama petani dalam struktur ekonomi secara keseluruhan . Sudah jamak dimengerti dalam benak semua orang bahwa ketersediaan bahan pangan kerap dikaitkan dengan keterjangkauan harga pangan itu sendiri. Namun demikian, semakin

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 89

murah harga barang pangan maka semakin kecil pendapatan yang didapatkan oleh petani den gan asumsi margin rantai distribusi bahan makanan adalah tetap. Dengan dasar pemikiran tersebut, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan petani. Dalam hal ini, bagaimana pemerintah dapat mengatur harga panen menjadi tidak te rlalu jatuh, namun harga akhir bahan pangan juga harus dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

C.

Per industrian dan Perdagangan

Salah satu indikator yang dapat menggambarkan daya saing daerah adalah jumlah produk unggulan daerah yang mempunyai sertifikat. Hal ini disajikan dalam Tabel 2.6 5 . Jumlah produk unggulan yang bersertifikat belum terdata pada tah un 201 9 .

Tabel 2. 65

Aspek Daya Saing Daerah Urusan Pe rindustrian dan Perdagangan

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Produk Unggulan Bersertifikat

Unit

63

0

0

Sumber: Dinas Per industrian dan Perdagangan

Kab .

Kutai Timur, 2020

2.1.4.2

Fasilitas Wilayah/Infrastruktur

Gambaran umum kondisi Daya Saing Daerah terkait Fasilitas Wilayah/Infrastruktur dapat diliha t dari indikator kinerja

berikut.

A.

Penataan Ruang

Gambaran umum kondisi Fasilitas Wilayah/Infrastruktur terkait dengan Penataan Wilayah

adalah sebagai berikut :

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 90

Tabel 2. 66

Capaian Aspek Daya Daerah Saing Urusan Penataan Ruang

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Ketaatan terhadap RTRW

%

98,96

98,96

98,96

Sumber: Dinas Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur, 2 020

Tabel di atas menunjukkan ketaatan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur terha dap RTRW pada tahun 201 7 - 201 9

telah optimal.

B.

Energi dan Sumberdaya Mineral

Terkait dengan pembangunan energi , diawali dengan upaya meningkatkan rasio elektrifikasi penduduk. Selama tahun 201 7 - 201 9 , upaya untuk meningkatkan rasio listrik semakin baik. Hal ini karena listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar. Tanpa daya listrik yang stabil, produktivitas kerja rumah tangga sulit untuk ditingkatkan.

Tabel 2. 67

Aspek Daya Saing Daerah Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Produksi Listrik

Juta KWh

54,30

143,13

na

Listrik Terjual

Juta KWh

11.588,87

131,27

na

Dipakai sendiri

Juta KWh

10,57

na

na

Jumlah Pelanggan

Pelanggan

36.927

45.380

na

Sumber:

Kutai Timur Dalam Angka, 2019

2.1.4.3

Fokus Iklim Berinvestasi

Kondisi suatu daerah, seperti tingkat keamanan, kecepatan proses pelayanan perijinan serta ada tidaknya pungutan berkaitan dengan minat

dan daya tarik investor untuk

menanamkan modalnya untuk berusaha di wilayah tersebut. Iklim investasi yang positif dibangun dari kondusifnya wilayah dari segi keamanan, demokrasi, politik, hingga unsur sosial budaya.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 91

1)

Angka Kriminalitas

T indak kriminal yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur

d ari tahun ke tahun terjadi peningkatan angka kriminalitas yang cukup tinggi . Kasus pencurian merupakan tindak kriminal tertinggi setiap tahunnya . Adanya peningkatan gangguan keamanan, perl u mendapat perhatian lebih serius agar dapat lebih menjamin kantibmas agar kondusif untuk berinvestasi.

Tabel 2. 68

Angka Kriminalitas

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

2018

2019

Angka Kriminalitas

yang tertangani

%

66,11

na

na

Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

(diolah)

Menurut data BPS (2018), dari 9 (Sembilan) sektor kepolisian yang ada di Kabupaten Kutai Timur, empat sektor diantaranya yaitu: sektor Muara Wa ha u, sektor Sangatta Utara, sektor Bengalon dan sektor Sangkulirang; relatif menerima laporan kejadian kriminalitas lebih banyak dibanding sektor lainnya. Relatif tingginya angka kriminalitas di wilayah resort kepolisian ini mungkin terkait dengan luas wilayah kerja r elatif dengan jumlah polisi. Secara administrasi tiga dari empat kecamatan yang dimaksud mempunyai luas wilayah di atas 3.000 km 2 .

Indikator keamanan merupakan salah satu prasyarat dari daya tarik iklim investasi disamping tersedia tidaknya infrastruktur penunjang. Agar iklim investasi dan masuknya PMDN dan PMA di Kabupaten Kutai Timur dapat ditingkatkan, maka efisiensi tugas kepolisian hendaknya ditingkatkan tanpa ha rus menambah jumlah polisi dalam waktu singkat. Salah satu cara yang dapat diambil adalah memanfaatkan te k nologi informasi dalam membantu pelaksanaan tugas polisi .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 92

2)

Kemudahan Pe ri zinan

Perizinan merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan publik. Proses perizinan, khususnya perizinan usaha, secara langsung akan berpengaruh terhadap keputusan calon pengusaha maupun investor untuk menanamkan modalnya. Demikan pula sebaliknya, jika proses perizinan tidak efisien, berbelit - belit, dan tidak transparan baik dalam hal waktu, biaya, maupun prosedur akan berdampak terhadap menurunnya keingina n orang untuk mengurus perizinan usaha, dan mereka mencari tempat investasi lain yang prosesnya lebih jelas dan transparan. Hal ini tentu saja selanjutnya akan berdampak terhadap ketersediaan lapangan kerja dan masalah - masalah ketenagakerjaan lainnya yang berujung pada terhambatnya pembangunan ekonomi.

Dalam era otonomi daerah memberikan ruang yang cukup besar bagi daerah untuk mengatur dan mengurus pelayanan publiknya, termasuk dalam hal perizinan.

Diharapkan semua jenis perizinan ditempatkan kepada Pelay anan Terpadu Satu Pintu (PTSP). PTSP diharapkan dapat memberikan kemudahan perijinan usaha dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada gilirannya dapat membuka lapangan kerja serta menurunkan kemiskinan. Oleh karena itu, dalam rangka memberi kan pelayanan publik yang semakin baik diperlukan infrastruktur dan sistem yang baik pula.

2.1.4.4

Fokus Sumberdaya Manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pembangunan, selain sebagi obyek pembangunan juga sebagai subyek pelaksanaan pembangunan. Perbaikan dalam sumber daya manusia tidak lepas dari usaha pemerintah melalui perbaikan tingkat pendidikan, kesehat an dan peningkatan pendapatan masyarakat. Gambaran umum kondisi daerah aspek daya saing daerah terkait dengan Sumber Daya Manusia d apat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 93

Tabel 2. 69

Capaian Indikator Fokus Sumber Daya Manusia

Kabupaten Kutai Timur Tahun 201 7 - 201 9

Indikator

Satuan

Tahun

201 7

201 8

2019

Rasio ketergantungan

%

38

39

40,45

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipi l

Kab .

Kutai Timur Tahun 2020

(diolah)

Tingkat ketergantungan penduduk suatu wilayah menggambarkan komposisi kelompok umur produktif yang diwakili oleh P enduduk D ewasa/PD (diasumsikan penduduk dewasa adalah penduduk yang bekerja) akan menanggung kelompok umur yang tida k produktif yang diwakili oleh Penduduk Muda/PM dan Penduduk T ua/PT. Semakin tinggi tingkat ketergantungan penduduk suatu wilayah maka semakin berat beban penduduk dewasa menanggung penduduk yang tidak bekerja, dan sebaliknya.

Berdasarkan data pada tabel 2.69, Rasio Ketergantunga n Kabupaten Kutai Timur terus mengalami peningkata n . Kondisi ini mengindikasikan bahwa semakin banyak beban yang ditanggung oleh penduduk produktif atau penduduk usia kerja.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 93

2 . 2

Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD

Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD digunakan untuk melihat capai a n tingkat kemajuan dan kesesuai an dengan RPJMD. Hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tersebut

dapat dilihat berdasarkan Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program. Urusan Pemerintahan Daerah terdiri dari :

a)

Urusan Wajib

Pelayanan Dasar , yaitu:

1)

Pendidikan;

2)

Kesehatan;

3)

Pekerjaan Umum

dan Penataan Ruang ;

4)

Sosial;

5)

Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman;

6)

Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

b)

Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar , yaitu:

1)

Tenaga Kerja;

2)

Pem berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

3)

Pangan;

4)

Pertanahan;

5)

Lingkungan Hidup;

6)

Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

7)

Pemberdayaan Masyarakat Desa;

8)

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;

9)

Perhubungan;

10)

Komunikasi dan Informatika

11)

Koperasi dan UKM;

12)

Penanaman Modal;

13)

Kepemudaan dan Olah raga;

14)

Statistik;

15)

Persandian;

16)

Kebudayaan;

17)

Perpustakaan;

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 94

18)

Arsip .

c)

Urusan Pilihan , yaitu:

1)

Kelautan dan Perikanan ;

2)

Pariwisata;

3)

Pertanian;

4)

Perdagangan;

5)

Perindustrian.

d)

Urusan Penunjang Pemerintahan , yaitu

1)

Administrasi Pemerintahan ;

2)

Pengawasan

3)

P erencanaan ;

4)

Keuangan ;

5)

Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan ;

6)

Pe nelitian dan Pengembangan .

Evaluasi pelaksanaan program RKPD Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 201 9

dapat dilihat pada T abel 2. 70

di bawah

ini:

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 96

Tabel 2. 70

Evaluasi Hasil Pelaksanaan

Perencanaan Daerah s ampai d engan Tahun Berjalan

Kabupaten Kutai Timur

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

1 .01

Urusan Wajib Pelayanan Dasar

1.01 .01

Pendidikan

1.01.1.01.01.01.15

Program Pendidikan Anak Usia Dini

Angka Rata - Rata Lama Sekolah

12,48

12,78

102,40

Dinas Pendidikan

1.01.1.01.01.01.18

Program Pendidikan Non

Formal

Pendidikan Usia Dini (PAUD)

78,04

75,73

97,04

Dinas Pendidikan

1.01.1.01.01.01.20

Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A

112,19

127,60

113,74

Dinas Pendidikan

1.01.1.01.01.01.22

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs/Paket B

106,67

104,43

97,90

Dinas Pendidikan

1.01.1.01.01.01.23

Program Wajib Belajar 12 Tahun Pendidikan Dasar dan Menengah

Angka Partisipasi Murni SD/MI/Paket A

96,81

114,47

118,24

Dinas Pendidikan

1.01.1.01.01.01.28

Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga

Angka Partisipasi Murni SMP/MTs/Paket B

80,26

75,21

93,71

Dinas Pendidikan

Angka Partisipasi Sekolah SD/MI 7 - 12 Thn

105,18

120,06

114,15

Dinas Pendidikan

Angka Partisipasi Sekolah SMP/Mts 13 - 15 Thn

97,77

76,66

78,41

Dinas Pendidikan

Angka Putus Sekolah SD/MI

0,04

0,05

125,00

Dinas Pendidikan

Angka Putus Sekolah SMP/MTs

0,10

1,01

1010,00

Dinas Pendidikan

Angka Kelulusan SD/MI

100

100,00

100,00

Dinas Pendidikan

Angka Kelulusan SMP/MTs

100

100,00

100,00

Dinas Pendidikan

Angka Melanjutkan SD/MI Ke SMP/MTs

94,17

85,27

90,55

Dinas Pendidikan

Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi Bangunan Baik

100,00

90,14

90,14

Dinas Pendidikan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 97

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Sekolah Pendidikan SMP/MTs Kondisi Bangunan Baik

100,00

88,73

88,73

Dinas Pendidikan

Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk

61,34

57,29

93,40

Dinas Pendidikan

Rasio Ketersediaan SMP/MTs Per Penduduk

56,91

54,66

96,05

Dinas Pendidikan

Rasio Guru Dan Murid SD/MI

20,00

17,41

87,05

Dinas Pendidikan

Rasio Guru Dan Murid SMP/MTs

20,00

14,04

70,20

Dinas Pendidikan

Angka Melek Huruf Penduduk Usia 15 - 24 Tahun perempuan dan laki - laki

100

98,67

98,67

Dinas Pendidikan

Penduduk yang Berusia >15 Tahun melek huruf (tidak buta aksara)

98,99

99,05

100,06

Dinas Pendidikan

1.02 .01

Kesehatan

1.02.1.02.01.01.15

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

Angka Kematian Bayi (AKB) Per 1000 Kelahiran Hidup

11,26

8

71,05

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.17

Program Pengawasan Obat dan Makanan

Angka Kelangsungan Hidup Bayi

989,66

992

100,24

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.19

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Angka Kematian Balita per 1000 Kelahiran Hidup

14,08

8

56,82

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.20

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Angka Kematian Neonatal Per 1000 Kelahiran Hidup

9,64

6

62,24

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.21

Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Angka Kematian Ibu Per 100.000 Kelahiran Hidup

254,49

126

49,51

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.22

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Rasio Posyandu Per Satuan Balita

7,60

8,00

105,26

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.23

Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Rasio Pukesmas, Poliklinik Dan Pustu Per Satuan Penduduk

0,46

0,49

106,52

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.25

Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk

0,02

0,02

100,00

Dinas Kesehatan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 98

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskemas Pembantu dan Jaringannya

1.02.1.02.01.01.26

Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru - Paru/Rumah Sakit Mata

Rasio Dokter Per satuan Penduduk

0,29

0,23

79,31

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.28

Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Rasio Tenaga Medis Per Satuan Penduduk

0,52

0,39

75,00

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.32

Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

Cakupan Komplikasi Kebidanan Yang Ditangani

80

68,87

86,09

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.34

Program Manajemen dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan

Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Yang Memiliki Kompetesi Kebidanan

85

84,07

98,91

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.36

Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

92

83,07

90,29

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.42

Program Peningkatan Sistem Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

100

100

100,00

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.44

Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Kesehatan Jiwa

Persentase anak usia 1 tahun yang dimunisasi campak

100

91

91,00

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.45

Program Peningkatan Kesehatan Kerja dan Olahraga

Cakupan Penemuan Dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA

85,00

68,26

80,31

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.46

Program Kesehatan Tradisional

Tingkat prevalensi Tuberkolosis (per 100,000 Penduduk)

251

157

62,55

Dinas Kesehatan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 99

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

1.02.1.02.01.01.16

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

Tingkat Kematian Karena Tuberkulosisi (per 100,000 Penduduk)

1

3

300,00

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.01.01.33

Program Upaya Kesehatan Perorangan

Proporsi jumlah kasus Tuberkolosis Yang Terdeteksi dalam program DOTS

85

68,26

80,31

Dinas Kesehatan

1.02.1.02.02.01.48

Program Peningkatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Proposi Kasus tuberkolosis yang diobati dan sembuh dalam program DOTS

95,00

95,15

100,16

Dinas Kesehatan

Cakupan Penemuan Dan Penanganan Penderita Penyakit DBD

100

100

100,00

Dinas Kesehatan

Penderita diare yang ditangani

100

76,2

76,20

Dinas Kesehatan

Angka Kejadian Malaria

<1

0,6

Dinas Kesehatan

Tingkat kematian akibat malaria

<1

0

Dinas Kesehatan

Prevalensi HIV/AIDS (persen) dari total populasi

<2

1

Dinas Kesehatan

Cakupan Kunjungan Bayi

100

89,9

89,90

Dinas Kesehatan

Cakupan Pukesmas

116,67

116,67

100,00

Dinas Kesehatan

Cakupan Puskesmas Pembantu

75

80,14

106,85

Dinas Kesehatan

Cakupan Kunjungan ibu hamil K4

82

80,08

97,66

Dinas Kesehatan

Cakupan pelayanan nifas

85

78,14

91,93

Dinas Kesehatan

Cakupan neonatus dengan Komplikasi yang ditangani

100

63,3

63,30

Dinas Kesehatan

Cakupan pelayan anak balita

75

70,4

93,87

Dinas Kesehatan

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 - 24 bulan keluarga 80,00

80,00

100,00

Dinas Kesehatan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 100

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

miskin

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

100

98,4

98,40

Dinas

Kesehatan

Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

100

100

100,00

Dinas Kesehatan

1.03

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1.03.1.03.01.01.16

Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong - Gorong

Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik

53,62

66,59

124,19

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.17

Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong

Persentase Jalan Kabupaten dalam Kondisi baik (>49 KM/jam)

85,60

66,59

77,79

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.20

Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan

persentase jalan yang memiliki trotoar dan drainase/saluran pembuangan air (minimal 1,5m)

0,96

-

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.24

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

persentase drainase dalam kondisi baik/pembuangan aliran air tidak tersumbat

85,68

-

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.26

Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, danau dan Sumber Daya Air Lainnya

Persentase irigasi kabupaten dalam kondisi baik

48,20

0,55

1,14

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.30

Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

Rasio jaringan irigasi

16,35

2,169

13,27

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.32

Pembangunan Infrastruktur Perkotaan

Persentase penduduk berakses air minum

30,68

57

185,79

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.33

Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemerintahan

Proposi rumah tangga dengan akses berkelanjutan 32,56

6,77

20,79

Dinas Pekerjaan Umum

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 101

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

terhadap air minum layak,perkotaan dan perdesaan

1.03.1.03.01.01.34

Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Umum

Rasio Tempat ibadah per satuan penduduk

0,259

0,13

50,19

Dinas Pekerjaan Umum

1.03.1.03.01.01.35

Program Pembangunan Jalan

1.03.1.03.01.01.36

Program Pembangunan Jembatan

1.03.1.03.01.01.41

DAK Subbidang Air Minum Kabupaten / Kota

1.03.1.03.01.01.43

Preservasi Jalan Dan Jembatan

1.03.1.03.01.01.44

Perencanaan Jalan Dan Jembatan

1.03.1.03.01.01.46

Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Air Bersih Kecamatan

1.03.1.03.01.01.53

Program Pertanahan

1.03.1.03.01.01.59

Program Penyediaan Air Bersih dan Air Minum

1.03.1.03.01.01.63

Program Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya

1.03.1.03.01.01.83

Program Sarana dan Prasarana Olahraga

1.03.1.03.01.01.84

Program Pembangunan Jaringan Listrik

1.03.1.03.01.01.91

Program Pengaturan Masyarakat Jasa Konstruksi

1.03.1.03.01.01.93

Program Pelayanan Administrasi Jasa Konstruksi

1.03.1.03.01.01.94

Program Informasi Jasa Konstruksi

1.03.1.03.01.01.97

Program Pembebasan Tanam Tumbuh Untuk Jalur Listrik di Desa Long Tesak Kecamatan Muara Ancalong

Rasio Ruang Terbuka Hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB

30

-

Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

1.03.1.03.02.01.100

Program Pertanahan

Luasan RTH publik sebesar 20% dari luas wilayah 20

34,25

171,25

Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 102

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

kota/kawasan perkotaan

1.03.1.03.02.01.53

UPTD Survey & Pemetaan Dinas Pertanahan

Rasio luas kawasan tertutup pepohonan berdasarkan hasil pemotretan citra satelit dan survei foto udara terhadap luas daratan

65

60

92,31

Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

1.03.1.03.02.01.88

Program Prioritas Pembangunan

ketaatan terhadap RTRW

100,00

98,96

98,96

Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

Penyelesaiaan Kasus tanah Negara

80

-

Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

Penyelesaiaan izin lokasi

100,00

-

Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang

1.04

Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman

1.04.1.04.01.01.21

Program Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman

Rasio Rumah layak huni

0,27

0,27

100,00

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

1.04.1.04.01.01.22

Program Gerbang Desa Madu

Persentase luasan pemukiman kumuh di kawasan perkotaan

1,77

2,62

148,02

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

1.04.1.04.01.01.23

Operasional dan Pemeliharaan

Perumahan dan Kawasan Permukiman

1.04.1.04.01.01.24

Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman Pedesaan

1.04.1.04.01.01.25

DAK Subbidang Sanitasi Kabupaten/Kota

1.04.1.04.01.01.26

Program Penyediaan Air Bersih dan Air Minum

1.04.1.04.01.01.27

Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman Pedesaan (Bantuan Keuangan Provinsi)

1.04.1.04.01.01.28

Program Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Pedesaan 2019

1.04.1.04.01.01.29

UPTD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 103

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

1.05

Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat

1.05.1.05.01.01.32

Program Penanganan Pelanggaran K3 (Ketertiban, Kenyamanan, Ketentraman)

Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan)

100

100

100,00

Satpol PP

1.05.1.05.02.01.15

Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Cakupan pelayanan bencana kebakaran kabupaten/kota

0,42

0.05

11,90

DINAS DAMKAR

1.05.1.05.02.01.31

Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran

Tingkat waktu tanggap (response time rate) daerah layanan wilayah manajemen kebakaran (WMK)

88,89

95.58

107,52

DINAS DAMKAR

1.05.1.05.02.01.32

Program Penanganan Pelanggaran K3 (Ketertiban, Kenyamanan, Ketentraman)

Persentase penegakan PERDA

62,86

0,19

0,30

Satpol PP

1.05.1.05.03.01.30

Program Kedaruratan Logistik dan Peralatan

1.05.1.05.03.01.33

Program Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

1.05.1.05.03.01.34

Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam

1.05.1.05.04.01.17

Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan

1.05.1.05.04.01.19

Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan

1.05.1.05.04.01.25

Program Ketahanan Ekonomi

1.05.1.05.04.01.27

Penguatan Peraturan Perundang - undangan dan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 104

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Kapasitas Kelembagaan

1.06

Sosial

1.06.1.06.01.01.15

Program Pemberdayaan

Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial

78,79

59,14

75,06

Dinas Sosial

1.06.1.06.01.01.16

Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

Persentase PMKS yang tertangani

86,79

82,21

94,72

Dinas Sosial

1.06.1.06.01.01.17

Program Pembinaan Anak Terlantar

persentase PMKS skala yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar

10,07

7,05

70,01

Dinas Sosial

1.06.1.06.01.01.18

Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

Keluarga Berencana

1,37

1,3

94,89

Dinas Sosial

1.06.1.06.01.01.19

Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo

persentase korban bencana yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat

100

100

100,00

Dinas Sosial

1.06.1.06.01.01.20

Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya)

persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan social

55,59

49,68

89,37

Dinas Sosial

1.06.1.06.01.01..21

Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

1.06.1.06.01.01.22

Program Utama Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial

1.06.1.06.01.01.29

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 105

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

1.06.1.06.01.01.34

Program Penanggulangan Bidang Kemiskinan Bidang Kesejahteraan Sosial Untuk Mengukur

Indeks Kedalaman Kemiskinan

2 . 00

Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar

2.01

Tenaga Kerja

2.01.2.01.01.01.16

Program Peningkatan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Informasi Ketenagakerjaan

Angka sengketa pengusaha - pekerja per tahun

26,69

15,07

56,46

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

2.01.2.01.01.01.18

Program Pembukaan, Pengembangan dan Pemberdayaan Wilayah Transmigrasi

Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian Bersama (PB)

92,54

45,87

49,57

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

2.01.2.01.01.01.21

Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja (BLK Mandiri)

Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan

57,54

35,45

61,61

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

2.01.2.01.01.01.22

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran (BLKI Mandiri)

Besaran pekerja /Buruh yang menjadi peserta program jam sostek

35,63

75,01

210,52

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

2.01.2.01.01.01.26

Program Peningkatan Profesinalisme Tenaga Kerja Melalui Pemagangan Uji Kompetensi

Rasio lulusan S1/S2/S3

3,70

11,26

304,32

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

2.01.2.01.01.01.27

Program Pembinaan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial

2.02

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

2.02.2.02.01.01.16

Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak

Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah

40

2,54

6,35

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

2.02.2.02.01.01.17

Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan

proposi kursi yang diduduki perempuan di DPR

30

15

50,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

2.02.2.02.01.01.35

Program Pemenuhan Hak Anak

Rasio KDRT

1,5

0,01

0,67

Dinas Pemberdayaan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 106

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Perempuan dan Perlindungan Anak

2.02.2.02.01.01.36

Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan. Kualitas Keluarga, Data dan Informasi

Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayan terpadu

100

100

100,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapat layanan kesehatan oeh tenaga kesehatan terlatih di pukesmas mampu tatalaksana KtP/A/PPT/PKT di

rumah sakit

30

0

0,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial trlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan didalam unit pelayanan terpadu

25

0

0,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Cakupan penegakan hukum dari tingkat penyelidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus - kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

100

100

100,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum

100

100

100,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan

2

0

0,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan

20

0

0,00

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 107

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

2.03

Pangan

2.03.2.03.01.01.20

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Ketersediaan Pangan Utama (dalam persen)

93,00

42,82

46,04

Dinas Ketahanan Pangan

Ketersediaan energi dan protein perkapita

Dinas Ketahanan Pangan

Energi

2.442

2.663

109,05

Dinas Ketahanan Pangan

Protein

77,00

72,60

94,29

Dinas Ketahanan Pangan

Ketersediaan energi dan protein perkapita

80

98,36

122,95

Dinas Ketahanan Pangan

Regulasi ketahanan pangan

2

0

0,00

Dinas Ketahanan Pangan

2.05

Lingkungan Hidup

2.05.2.05.01.01.15

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

Hasil pengukuran indeks kualitas air

70

58

82,85

Dinas Lingkungan Hidup

2.05.2.05.01.01.16

Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

Hasil pengukuran indeks kualitas Udara

70

77,72

111,03

Dinas Lingkungan Hidup

2.05.2.05.01.01.19

Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Hasil pengukuran indeks kualitas Tutupan Lahan

70,00

77,50

110,71

Dinas Lingkungan Hidup

2.05.2.05.01.01.28

Program Peningkatan Administrasi Perkantoran

Pembinaan dan pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PPU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten /K ota

20,00

78,90

394,50

Dinas Lingkungan Hidup

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 108

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

2.05.2.05.01.01.30

Program Penurunan Emisi Total (dalam Juta)

Terverifikasinya MHA dan kearifan lokal atau pengetahuan tradisional

1

0

0,00

Dinas Lingkungan Hidup

Penetapan hak MHA

1

0

0,00

Dinas Lingkungan Hidup

Terlaksananya Pemberian penghargaan lingkungan hidup

25

10

40,00

Dinas Lingkungan Hidup

Pengaduan masyarakat terkait izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH yang diterbitkan oleh Pemerintah daerah Kabupaten/kota, lokasi usaha dan dampaknya di Daerah kabupaten/kota.

50

108

216,00

Dinas Lingkungan Hidup

Timbulan sampah yang ditangani

80

80

100,00

Dinas Lingkungan Hidup

Persentase jumlah sampah yang terkurangi melalui 3R

5

5

100,00

Dinas Lingkungan Hidup

Persentasi cakupan area pelayanan

5

5

100,00

Dinas Lingkungan Hidup

Operasionalisasi TPA/TPST/SPA di kabupaten/kota

75

70

93,33

Dinas Lingkungan Hidup

2.06

Administrasi Kependudukan dan Capil

2.06.2.06.01.01.29

Program Bidang Pelayanan Administrasi Kependudukan

Rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk

85,00

82,78

97,39

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

2.06.2.06.01.01.30

Program Pelayanan Pendaftaran Penduduk

Rasio Pasangan berakte nikah Non Muslim

86,00

97,51

113,38

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

penerapan KTP Nasional berbasis NIK

100,00

100

100,00

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Cakupan penerbitan akta kelahiran 0 -

18

99,70

92,12

92,40

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

2.07

Pemberdayaan Masyarakat Desa

2.07.2.07.01.01.15

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Cakupan sarana prasarana perkantoran pemerintahan 57,06

57,86

101,40

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 109

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

desa yang baik

2.07.2.07.01.01.16

Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan

Cakupan Penyelenggaraan pemerintah desa

68,49

60

87,60

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.07.2.07.01.01.17

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa

Swadaya Masyarakat Terhadap program pemberdayaan masyarakat

45,70

45

98,47

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.07.2.07.01.01.18

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

Pemeliharaan pasca program pemberdaan masyarakat

45,70

40

87,53

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.07.2.07.01.01..21

Program Penanggulangan Kemiskinan dan Kerentanan

Persentase lembaga kemasyarakatan desa yang aktif

100

100

100,00

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.07.2.07.01.01.27

Program Peningkatan Kemandirian dan Keunggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

2.07.2.07.01.01.32

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

2.07.2.07.01.01.36

Program Peduli Desa Gerakan Pembanguan Desa MandirI Terpadu (Gerbang Madu)

2.07.2.07.01.01.37

Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas Pembantu dan Jaringan Pedesaan

2.08

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

2.08.2.08.01.01.15

Program Keluarga Berencana

Laju pertumbuhan penduduk (LPP)

2,30

3,99

173,48

DPPKB

2.08.2.08.01.01.17

Program Pelayanan Kontrasepsi

Total fertility Rate (TFR)

2,28

2,43

106,58

DPPKB

2.08.2.08.01.01.20

Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KR

Persentase perangkat Derah (dinas/badan)yang berperan aktif daam pembangunan daerah melalui kampung KB

72

28,13

39,07

DPPKB

2.08.2.08.01.01.28

Program Orientasi Lini Lapangan

Rata - rata jumlah anak per keluarga

2,8

1,3

46,43

DPPKB

2.08.2.08.01.01.31

Program Meningkatkan Dukungan Operasional Program KKBPK Lini Lapangan ( DAK )

Rasio akseptor KB

44

68,62

155,95

DPPKB

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 110

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

2.08.2.08.01.01.33

Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)

Angka pemakaiaan kontrasepsi /CPR bagi perempuan menikah usia 15 - 49

64,87

68,62

105,78

DPPKB

2.08.2.08.01.01.34

Program Peningkatan Penyuluh dan KIE

Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15 - 19) per 1.000 perempuan usia 15 - 19 tahun (ASFR 15 - 19)

35

20,91

59,74

DPPKB

2.08.2.08.01.01.40

Program Operasional Pembinaan Program KB Bagi Masyarakat Oleh Kader (PPKBD & Sub PPKBD)

Cakupan pasangan Usia subur (PUS) yang istrinya dibawah 20 tahun

1,04

3,59

345,19

DPPKB

Cakupan PUS yang ingin ber - KB tidak terpenuhi (unmet need)

14,85

18,83

126,80

DPPKB

persentase penggunaan kontrasepsi Jangka panjang (MKJP)

14,5

15,10

104,14

DPPKB

Persentase tingkat keberlangsungan pemakaian kontrasepsi

27,17

39

143,54

DPPKB

Cukupan anggota Bina keluarga Balita (BKB) ber - KB

92

64

69,57

DPPKB

Cakupan anggota bina keluarga Remaja (BKR) ber - KB

76,40

47

61,52

DPPKB

Cakupan anggota Bina keluarga Lansia (BKL)ber - KB

17

7,8

45,88

DPPKB

Pusat pelayanan keluarga sejahtera (PPKS) di setiap kecamatan

18

0

0,00

DPPKB

Cakupan remaja dalam pusat informasi dan konseling Remaja / mahasiswa

70

133

190,00

DPPKB

Cakupan PUS peserta KB anggota usaha peningkatan pendapatan Keluarga sejahtera (UPPKS) yang ber - KB mandiri

90

42

46,67

DPPKB

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 111

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Cakupan ketersediaan dan distribusi alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat

64,87

162

249,73

DPPKB

rata - rata usia kawin pertama wanita

19

<21

DPPKB

Presentasi Pembiayaan Program Kependudukan/keluarga Berencana dan pembangunan keluarga melalui APBD dan APBDes

0,0085

0,0028

32,94

DPPKB

2.09

Perhubungan

2.09.2.09.01.01.15

Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

Jumlah arus penumpang angkutan umum

143.227

76.680

53,54

Dinas Perhubungan

2.09.2.09.01.01.16

Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

Rasio ijin trayek

0,00022

0,00014

63,64

Dinas Perhubungan

2.09.2.09.01.01.17

Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

Jumlah uji kir angkutan umum

7.936

6.295

79,32

Dinas Perhubungan

2.09.2.09.01.01.18

Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembangunan

Jumlah pelabuhan laut/udara/terminal bis

Dinas Perhubungan

2.09.2.09.01.01.19

Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas

- Pelabuhan laut

3

3

100,00

Dinas Perhubungan

2.09.2.09.01.01.20

Program Peningkatan Kelaikan Pengoprasian Kendaraan Bermotor

- Pelabuhan Udara

2

2

100,00

Dinas Perhubungan

- Terminal Bis

12

12

100,00

Dinas Perhubungan

Persentase Layanan Angkutan darat

22,70

6,17

27,18

Dinas Perhubungan

Persentase Kepemilikan KIR angkutan umum

26,19

35,93

137,19

Dinas Perhubungan

Pemasangan rambu - rambu

69,04

9,22

13,35

Dinas Perhubungan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 112

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum

Dinas Perhubungan

- Jumlah orang

203.187

91,573

0,05

Dinas Perhubungan

- Jumlah barang

786

1.467

186,64

Dinas Perhubungan

Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/terminal

Dinas Perhubungan

- Jumlah orang melalui dermaga/bandara/terminal

102,510

91.573

Dinas Perhubungan

- Jumlah barang melalui dermaga/bandara/terminal

786

1.467

186,64

Dinas Perhubungan

2.10

Komunikasi dan Informatika

2.10.2.10.01.01.19

Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa

Cakupan pengenbangan dan pemberdayaan kelompok informasi Masyarakat di Tingkat kecamatan

10

0

0,00

Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik

2.10.2.10.01.01.20

Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

Cakupan layanan telekomunikasi

40

30

75,00

Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik

2.10.2.10.01.01.22

Program Publikasi dan Kemitraan Media

Persentase Penduduk yang menggunakan HP/telepon

83

68

81,93

Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik

2.10.2.10.01.01.24

Program Pengelolaan Media Komunikasi dan Informasi

proporsi rumah dengan akses internet

40

25

62,50

Dinas Komunikasi, Persandian dan Statistik

2.10.2.10.01.01.26

Program Publikasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan

2.10.2.10.01.01. 27

Program Sistem Informasi Statistik Daerah

2.10.2.10.01.01.30

Program Penyelenggaraan Urusan Persandian

2.11

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

2.11.2.11.01.01.17

Program Pengembangan Sistem Persentase Koperasi Aktif

65,90

56,00

84,98

Dinas Koperasi dan UKM

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 113

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

2.11.2.11.01.01.18

Program Peningkatan Kualitas

Kelembagaan Koperasi

Jumlah UKM

5.972

6.178

103,45

Dinas Koperasi dan UKM

2.11.2.11.01.01.23

Program Peningkatan Usaha dan Daya Saing Koperasi

2.12

Penanaman Modal

2.12.2.12.01.01.15

Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi

Jumlah investor Berskala Nasional (PMDN/PMA)

28

241

860,71

Dinas Penanaman Modal dan PTSP

2.12.2.12.01.01.16

Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi

Realisasi Nilai inventaris Berskala Nasional (PMDN/PMA)

25.482,00

6,150 (T)

Dinas Penanaman Modal dan PTSP

2.12.2.12.01.01.17

Program Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana dan Prasarana Daerah

Rasio daya serap tenaga kerja

25.784

Dinas Penanaman Modal dan PTSP

2.12.2.12.01.01.19

Program Pengawasan dan Pengendalian Perijinan

2.12.2.12.01.01.22

Program Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana dan Prasarana Daerah Peduli Desa

2.12.2.12.01.01.23

Program Persiapan Pelayanan Administrator KEK MBTK (Maloy)

2.13

Kepemudaan dan Olah Raga

2.13.2.13.01.01.16

Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan

Persentase organisasi pemuda yang aktif

73

76

104,11

Dinas Pemuda dan Olahraga

2.13.2.13.01.01.20

Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga

Persentase wirausaha muda

60

15

25,00

Dinas Pemuda dan Olahraga

2.13.2.13.01.01.21

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga

Jumlah presentasi olahraga

185

298

161,08

Dinas Pemuda dan Olahraga

2.13.2.13.01.01.22

Program Pengembangan dan Pembinaan Organisasi Kepemudaan Pemuda dan Olahraga

2.13.2.13.01.01.23

Program Pengembangan dan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 114

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Keserasian Pemuda

2.16

Kebudayaan

2.16.2.16.01.01.15

Program Pengembangan Nilai Budaya

Penyelenggaraan Festival Seni Dan Budaya

15

7

46,67

Dinas Kebudayaan

2.16.2.16.01.01.17

Program Pengelolaan Keagamaan Budaya

Jumlah Benda, Situs, Dan Kawasan Cagar Budaya Yang Dilestarikan

55

42

76,36

Dinas Kebudayaan

2.16.2.16.01.01.25

Program Pengembangan Kekayaan Cagar Budaya

Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya

4

3

75,00

Dinas Kebudayaan

2.16.2.16.01.01.28

Fasilitas Sarana Kesenian Kelompok Masyarakat/Seni

2.17

Perpustakaan

2.17.2.17.01.01.07

Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan

Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun

0,14

0,73

521,43

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan

0,33

0,35

106,06

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

Rasio perpustakaan persatuan penduduk

0,25

0,16

64,00

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

Jumlah rata - rata pengunjung perpustakaan/tahun

40.500

27.657

68,29

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

Jumlah koleksi judul buku perpustakaan

32.708

31.603

96,62

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

2.18

Kearsipan

2.18.2.17.01.01.15

Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan

Persentase Perangkat Daerah Yang mengelola arsip secara baku

0,19

0,08

42,11

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

2.18.2.17.01.01.16

Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah

Peningkat SDM pengelola kearsipan

1

1

100,00

Dinas Perpustakaan dan Kersipan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 115

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

Statistik

Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi

Ada

Ada

Ada

BAPPEDA

buku"kabupaten dalam angka"

Ada

Ada

Ada

BAPPEDA

Buku "PDRB"

Ada

Ada

Ada

BAPPEDA

3.00

Urusan Pilihan

3.01

Kelautan dan Perikanan

3.01.3.01.01.01.20

Program Pengembangan Budidaya Perikanan

Produksi Perikanan (Dalam Ribuan)

11.466

10.843

94,56

Dina Kelautan dan Perikanan

3.01.3.01.01.01.21

Program Pengembangan Perikanan Tangkap

Konsumsi Ikan

43,57

62,26

142,90

Dina Kelautan dan Perikanan

3.01.3.01.01.01.23

Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

Cakupan Bina Kelompok Nelayan

14,72

15,38

104,48

Dina Kelautan dan Perikanan

3.01.3.01.01.01.25

Program Pengembangan dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan

3.02

Pariwisata

3.02.3.02.01.01.15

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata

Kunjungan Wisata

27.206

68.532

251,90

Dinas Pariwisata

3.02.3.02.01.01.16

Program Pengembangan Destinasi Pariwisata

3.03

Pertanian

3.03.3.03.01.01.17

Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB

8,70

7,65

87,93

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.18

Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan

Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB

0,66

2,89

437,88

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.19

Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

a.

Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 116

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

3.03.3.03.01.01.22

Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

b.

a. padi

37,25

3 2,09

86,15

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01..23

Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perternakan

b. Jagung

21,59

50,79

235,25

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01..25

Program Pengembangan Agribisnis

c. Ubi Kayu

140,60

277,2

197,16

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.29

Program Peningkatan Pemanfaatan Potensi Lahan

Produksi padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per tahun

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.38

Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Reguler)

a. Padi

38.000

26.766

70,44

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.41

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluhan

b. jagung

1.300

8.361

643,15

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.42

Program Optimalisasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

c. Ubi kayu

5.490

10.071

183,44

Dinas Pertanian

3.03.3.03.01.01.45

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan UPTD Pertanian

Cakupan bina Kelompok Tani

27,02

14,54

53,81

Dinas Pertanian

3.03.3.03.02.01.17

Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

Kontribuksi sektor perkebunan (tanaman keras)

5,97

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.19

Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

Produksi sektor Perkebunan (Karet,Lada,Kakao,Sawit,Aren

dan kelapa)

6.481.298

5.276.285.92

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.28

Program Peningkatan Perlindungan Tanaman

Luas Lahan Perkebunan (Ha)

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.30

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia

1. Karet

16.645,49

18.754,27

112,67

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.36

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkebunan

2. Lada

467,18

418,75

89,63

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.39

Program Peduli Desa

3. Kakao

4.049,41

3.415,43

84,34

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.43

Program Optimasi Lahan

4. Sawit

484.056,18

459.526,27

94,93

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.46

Program Penanganan Konflik Usaha Perkebunan

5. Aren

326,17

318,07

97,52

Dinas Perkebunan

3.03.3.03.02.01.47

Program Perluasan Komoditi Perkebunan

6. Kelapa Dalam

1.372,85

1.296,10

94,41

Dinas Perkebunan

Produksi Perkebunan (Ton/Ha)

1. Karet

16.645,49

954,70

5,74

Dinas Perkebunan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 117

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

2. Lada

467,18

108,99

23,33

Dinas Perkebunan

3. Kakao

1.618,87

1.255,65

77,56

Dinas Perkebunan

4. Sawit

6.477.166,48

5.329.823,74

82,29

Dinas Perkebunan

5. Aren

35,94

27,89

77,60

Dinas Perkebunan

6. Kelapa Dalam

1.138,62

937,00

82,29

Dinas Perkebunan

Produktivitas Perkebunan (Kg/Ha)

1. Karet

1.321,34

984,37

74,50

Dinas Perkebunan

2. Lada

821,67

658,90

80,19

Dinas Perkebunan

3. Kakao

648,79

522,49

80,53

Dinas Perkebunan

4. Sawit

20.501,24

15.331,64

74,78

Dinas Perkebunan

5. Aren

367,98

292,49

79,49

Dinas Perkebunan

6. Kelapa Dalam

1.166,95

941,76

80,70

Dinas Perkebunan

Cakupan Bina Kelompok Tani Perkebunan (Tanaman Keras)

16,38

1,32

8,06

Dinas Perkebunan

Populasi Ternak (Ekor)

1.Sapi

Dinas Pertanian

- Sapi potong

17.647,00

0,00

Dinas Pertanian

-

Sapi perah

17.566,00

19.769,00

112,54

Dinas Pertanian

2. Babi

81,00

69,00

85,19

Dinas Pertanian

3. Kambing

10.243,00

9.963,00

97,27

Dinas Pertanian

4. Ayam

9.825,00

8.914,00

90,73

Dinas Pertanian

- Ayama Ras Pedaging

3.380.062,00

2.695.100,00

79,74

Dinas Pertanian

- Ayama buras (kampung )

467,00

330,46

70,76

Dinas Pertanian

3.07

Perdagangan dan Perindustrian

3.07.3.07.01.01.09

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Ekspor bersih perdagangan/usaha informal

109.353.118,00

33.540.948,22

30,67

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

3.07.3.07.01.01.16

Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal

2

0

0,00

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 118

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

3.07.3.07.01.01.20

Program Perlindungan

Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

Rekapitulasi pertumbuhan IKM Kab. Kutim

1.369

257

18,77

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

3.07.3.07.01.01.21

Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

Rekapitulasi IKM yang mendapatkan Bantuan peralatan/sarana dan prasarana

30

0

0,00

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

3.07.3.07.01.01.24

Program Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah

Rekapitulasi IKM yang mendapatkan pembinaan/pelatih

150

0

0,00

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

4.00

Fungsi Penunjang Urusan

4.01

Administrasi Pemerintahan

4.01.03 . 03

Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

Tersedianya Rencana Kerja Tahunan pada setiap Alat - alat Kelengkapan DPRD Provinsi/Kab/Kota

ada

ada

ada

Sekretariat DPRD

4.01.03 .03

Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

Tersusun dan terintegrasinya Program - program kerja DPRD untuk melaksanakan Fungsi pegawaan, Fungsi pembentukan Perda, dan fungsi Anggaran dalam dokumen rencana lima tahunan (RPJM)maupun dokumen rencana Tahunan (RKPD)

ada

ada

ada

Sekretariat DPRD

4.01.03 .03

Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan

Terintegrasi program - program DPRD untuk melaksanakan fungsi pengawasan, pembentukan perda dan anggaran kedalam dokumen perencanaan dan dokumen Anggaran Setwan DPRD

ada

ada

ada

Sekretariat DPRD

4.01.03 .03

Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah

4.01.03 .03

Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 119

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

4.01.03 .03

Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur

4.01.03 .03

Program Penataan Daerah

Otonomi Baru

4.01.03 .03

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

4.01.03 .03

Program Peningkatan dan Pengembangan Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa

4.01.03 .03

Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi Kebutuhan

Penyusunan Dokumen Perencanaan

4.01.03 .03

Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

4.01.03 .03

Program Pengembangan Data / Informasi

4.01.03 .03

Program Perlindungan & Konservasi SDA

4.01.03 .03

Program Peningkatan Pelayanan Ritual/Keagamaan

4.01.03 .03

Program Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia

4.01.03 .03

Program Peningkatan Sumber Daya Manusia

4.01.03 .03

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

4.01.03 .03

Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah

4.01.03 .03

Program Publikasi Penyelengaraan Penerintahan dan Pembangunan

4.01.03 .03

Program Penataan Peraturan Perundang - Undangan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 120

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

4.01.03 .03

Program Peningkatan Kesadaran Hukum dan Hak Asasi Manusia

4.01.03 .03

Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang Perekonomian

4.01.03 .03

Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

4.01.03 .03

Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerarah

4.01.03 .03

Program Percepatan Proses Penetapan Regulasi

4.02

Pengawasan

4.02.4.02.01.01.19

Program Implentasi SPI (Sistem Pengendalian Internal Pemerintah)

Persentase Tindak Lanjut Temuan

85,00

87,75

103,24

Inspektorat Daerah

4.02.4.02.01.01.21

Kampanye Bebas Korupsi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi bagi Penyelenggara Pemerintahan

Persentase Pelanggaran Pegawai

0,32

0,00

0,00

Inspektorat Daerah

4.02.4.02.01.01.24

Upaya pencegahan Korupsi serta Penguatan Sistem Integritas

Jumlah Temuan BPK

47,00

30,00

63,83

Inspektorat Daerah

4.03

Perencanaan

4.03.4.03.01.01.15

Program Pengembangan Data/Informasi

Tersedianya dokumen perencanan RPJPD yang telah ditetapkan dengan PERDA

ada

Ada

Ada

Bappeda

4.03.4.03.01.01.21

Program Perencanaan Pembangunan Daerah

Tersedianya dokumen perencanaan: RPJMD yang telah ditetapkan dengan PERDA/PERKADA

ada

Ada

Ada

Bappeda

4.03.4.03.01.01.22

Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Tersediayan dokumen perencanaan: RKPD yang telah ditetapkan dengan PERKADA

ada

Ada

Ada

Bappeda

4.03.4.03.01.01.23

Program Perencanaan Sosial dan Budaya

Tersedianya dokumen RTRW yang telah ditetapkan dengan ada

Ada

Ada

Bappeda

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 121

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

PERDA

4.03.4.03.01.01.31

Program Perencanaan Pembangunan Fisik dan Prasarana Wilayah

Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD

100

97,20

97,20

Bappeda

4.04

Keuangan

4.04.4.04.01.01.15

Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Opini BPK terhadap laporan keuangan

WTP

WTP

WTP

BPKAD

4.04.4.04.01.01.16

Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota

Persentase SILPA terhadap APBD

1

1

100,00

BPKAD

4.04.4.04.01.01.17

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

Persentase program/kegiatan yang tidak terlaksana

3

3

100,00

BPKAD

4.04.4.04.01.01.19

Program Peningkatan Evaluasi dalam Pengesahan APBD Kabupaten Kutai Timur

persentase belanja pendidikan (20%)

min 10

20

BPKAD

4.04.4.04.01.01.20

Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

Persentase belanja kesehatan (10%)

min 5

10

BPKAD

4.04.4.04.01.01.21

Program Penataan Barang Milik Daerah

Perbandingan antara belanja langsung dengan belanja tidak langsung

na

66 / 34

BPKAD

4.04.4.04.01.01.22

Program Perencanaan Barang Milik Daerah

Bagi hasil kabupaten/kota dan desa

min 5

11

BPKAD

4.04.4.04.02.01.15

Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Penetapan APBD

tepat waktu

tepat waktu

tepat waktu

BPKAD

4.04.4.04.02.01.16

Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 122

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

4.05

Kepegawaian

4.05.4.05.01.01.15

Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur

Rata - rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan

28

113

403,57

BKPP

4.05.4.05.01.01.16

Program Database Kepegawaian

Persentase ASN yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan formal

1,37

0,11

8,03

BKPP

Persentase pejabat ASN yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan struktural

10,69

8,5

79,51

BKPP

Jumlah jabatan pimpinan tinggi pada instansi pemerintah

1076

23

2,14

BKPP

Jumlah Jabatan administrasi pada Instansi Pemerintah

39

448

1148,72

BKPP

Jumlah pemangku jabatan fungsional tetentu pada instansi pemerintah

67

8

11,94

BKPP

4.07

Penelitian dan Pengembangan

4.07.4.07.01.01.16

Program Penelitian dan Pengembangan Bidang Kemasyarakatan dan Hukum

Jumlah Produk Kelitbangan yang Dihasilkan

53,49

11,11

20,77

Badan Litbang

4.07.4.07.01.01.18

Program Penelitian dan Pengembangan Bidang SDA dan Teknologi

4.07.4.07.01.01.19

Program Penelitian dan Pengembangan Bidang Pemerintahan, Pengkajian Peraturan, Sosial dan Kependudukan

4.07.4.07.01.01.20

Program Penelitian dan Pengembangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 123

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Dan Program

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target dan Realisasi Kinerja Program Tahun 2019

Perangkat Daerah Penanggung Jawab

Target

Realisasi

Tingkat Realisasi (%)

4.07.4.07.01.01.21

Program

Penelitian dan Pengembangan Bidang Inovasi dan Teknologi

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kab upaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 124

2.3

Permasalahan Pembangunan Daerah

Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur ditandai dengan tercapainya beberapa indikator kinerja utama.

Namun demikian, dalam perjalanan proses pembangunan di Kabupaten Kutai Timur masih menyisakan berbagai permasalahan. Oleh karena itu, guna menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, perlu dilakukan identifikasi guna optimalisasi pencapaian sasaran pemb angunan.

2.3.1

Permasalahan Daerah yang Berhubungan dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah

Apabila ditinjau dari prioritas pembangunan Kabupaten Kutai Timur tahun 20 21 dapat

diidentifikasi isu strategis pembangunan. Isu strategis tersebut selanjutnya dijabarkan dalam isu fokus sebagaimana pada tabel berikut. Perumusan isu fokus ini dan hasil sinkronisasi isu strategis Kutai Timur dengan Kalimantan Timur dan nasional menjadi d asar untuk ditetapkan

program pada

seluruh P erangkat D aerah

terkait.

Tabel 2.7 1

Permasalahan Pembangunan Daerah

Kabupaten Kutai Timur

Tahun 20 21

No

Prioritas

Masalah/Isu Strategis

1

SDM dan Pelayanan Dasar

a.

aksesibilitas, pemerataan ,

dan kualitas pendidikan

belum merata

dan meningkat ;

b.

aksesibilitas, pemerataan, dan kualitas kesehatan

belum merata

dan meningkat ;

c.

ketrampilan pekerja sektor non tambang masih kurang ;

d.

pengembangan

seni budaya

kurang optimal khususnya pelestarian budaya lokal.

2

Produksi Pangan

a.

penyediaan pangan berbasis sumberdaya lokal (intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi)

masih kurang ;

b.

kelembagaan pertanian sebagai pondasi pertanian

belum optimal;

c.

kapasitas produksi dan produktivitas produk pangan

utama dan komoditi agribisnis unggulan masih kurang .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 125

No

Prioritas

Masalah/Isu Strategis

3

Infrastruktur Dasar

a.

Pengembangan sistem jaringan irigasi

belum optimal dan drainase .

b.

akses infrastruktur dasar: air baku , air bersih,

listrik

dan pengembangan sanitasi lingkungan

belum optimal ;

c.

aksesibilitas dan mobilitas transportasi serta keterhubungan antar desa

masih kurang ;

4

Nilai Tambah dan Daya Saing Komoditas Unggulan

a.

K omoditas agribisnis

potensi

unggulan daerah menuju daya saing daerah

belum dioptimalkan dan disosialisasikan;

b.

Keterampilan SDM berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) belum dioptimalkan ;

c.

Kurangnya p emanfaatan keanekaragaman budaya dan hayati sebagai wisata

terintegrasi (ekowisata) .

5

Pelayanan Publik dan Penyelenggaraan Pemerintahan

a.

Komptensi SDM ASN belum optimal ;

b.

T ata kelola pemerintahan d aerah

berbasis IT

belum optimal ;

2.3.2

Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah

Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan pembangunan masih menghadapi berbagai

permasalahan yang menjadi kendala

dalam pencapaian target

yang direncanakan .

Salah satu permasalahan besar yang dihadapi Kutai Timur adalah pandemi Covid - 19. Pandemi ini sangat memengaruhi aktivitas baik pemerintahan maupun masyarakat pada umumnya sekaligus menjadi kendala dan tantangan bagi Kab upaten Kutai Timur dalam melaksanakan pembangunan . Identifikasi

permasalahan

pembangunan masing - masing bidang urusan dilakukan dengan mempertimbangkan layanan dasar dan tugas serta fungsi tiap Perangkat Daerah. Berikut identifikasi permasalaha n

pada masing - masing bidang urusan:

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kab upaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 126

A.

Urusan Wajib Pelayanan Dasar

1.

Pendidikan

a.

Masih kurangnya kompetensi SDM tenaga pendidik dan kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di Kabupaten Kutai Timur;

b.

Penyebaran tenaga pendidik

dan kependidikan kurang merata;

c.

Terbatasnya akses pendidikan di daerah - daerah terpencil khususnya tingkat sekolah dasar SD dan SLTP;

d.

Belum meratanya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan formal maupun non formal yang

menjangkau seluruh masyarakat;

e.

Belum siapnya

SDM dan sarana prasarana

untuk pemanfaatan te knologi dalam

mendukung pembelajaran secara

online

(terutama dalam menghadapi pandemi Covid - 19) .

2.

Kesehatan

a.

Aksesibil i tas layanan dokter dan tenaga medis belum merata khususnya dokter dengan spesialisasi tertentu ;

b.

Belum tersedianya tenaga kesehatan secara memadai untuk mengantisipasi pandemi atau endemi;

c.

Belum optimal dan meratanya a kses serta

mutu layanan kesehatan

dengan menggunakan pendekatan siklus hidup ;

d.

Belum meratanya sarana dan prasarana pelayanan

kesehatan di wilayah pedalaman, perbatasan dan terpencil ;

e.

Cakupan imunisasi balita yang belum meny eluruh;

f.

Penanganan kasus gizi buruk dan bayi lahir dengan berat badan rendah belum optimal ; dan

g.

Belum optimalnya upaya pengurangan risiko krisis kesehatan b erdasarkan upaya kesiapsiagaan.

3.

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

a.

Kurangnya pemerataan infrastruktur dasar: air minum , listrik , dan kualitas jalan terutama di wilayah pedesaan ;

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 127

b.

Kurangnya kualitas keterhubung an (konektivitas) antar wilayah;

c.

Pengembangan pedestrian dan kelengkapan jalan, khususnya penerangan jalan u mum kurang memadai ;

d.

Kurang memadainya jaringan drainase, khususnya yang terkait penanganan air limpasan dan lokasi genangan air/ banjir (penanganan air limpas an dan air genangan sa at hujan);

e.

Jaringan irigasi kurang mendukung tersedianya air khususnya di wilayah sentra produksi pangan;

dan

f.

Pemanfaatan bendungan di Kecamatan Kaubun belum optimal dan proses pembangunan bendungan di Kecamatan Kaliorang sebaiknya dipercepat, mengingat ke dua kecamatan ini sebagai sentra tanaman padi.

4.

Perumahan Rakyat da n

Kawasan Pe r mukiman

a.

Penanganan rumah layak huni belum berkesinambungan ;

b.

Masih terdapatnya kawasan kumuh khususnya di perkotaan ; dan

c.

Belum memadainya sanitasi

di wilayah permukiman .

5.

Keten te raman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat

a.

Operasi patroli wilayah masih terbatas, baik dalam hal cakupan dan intensitasnya ;

b.

Masih kurangnya penegakan Perda terkait ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat ;

c.

Sarana dan pras arana ( early warning system ) penanggulangan bencana, serta penanganan pasca bencana belum memadai ; dan

d.

Meningkatkan status dan “Desa Tangguh Bencana” di beberapa kecamatan yang rawan mengalami rawan kebakaran hutan dan lahan (kahutla); khususnya Kecamatan Bengalon dan Rantau Pulung .

e.

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kab upaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 128

6.

Sosial

a.

Belum memadainya data base

Penyandang Masa lah Kesejahteraan Sosial (PMKS);

b.

Kuantitas dan kual itas panti sosial belum memadai;

c.

Koordinasi antar instansi terkai t penanganan PMKS belum optimal;

d.

Pembinaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan manajemen pelayanan PMKS belum optimal ; dan

e.

P rogram - program

pemberdayaan PMKS belum optimal .

B.

Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar

1.

Tenaga Kerja

a.

Belum optimalnya BLK dan lembaga ketenagakerjaan lainnya dalam upaya menin gkat kan kompetensi tenaga kerja;

b.

Kurangnya

koordinasi dan sinergitas kerjasama antar instansi terkait ketenagakerjaan beserta stakeholders ;

c.

Belum adanya Grand Design tentang Man Power Plannning;

d.

Masih rendahnya kompetensi pencari kerja terhadap kualifikasi lapangan kerja yang dibutuhkan; dan

e.

Masih belum adanya sinkronisasi antara bidang ketenagakerjaan dan bidang pendidikan.

2.

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

a.

Belum optimalnya upaya pe ncegahan dan penanganan KDRT dan perlindungan anak akibat masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya melaporkan

masalah

KDRT;

b.

Belum optimalnya upaya untuk mewujudkan Kabupaten Kuta i Timur sebagai kota layak anak; dan

c.

Belum optimalnya pengarusutamaan gender .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 129

3.

Pangan

a.

Kapasitas p roduksi

dan produktivitas produk

pangan

utama

kurang optimal ;

b.

Tingkat diversifikasi sumber bahan pangan masih rendah ; dan

c.

Belum optimalnya program ketahanan pangan dalam mendukung ketersediaan dan kecukupan pangan

utama .

4.

Lingkungan Hidup

a.

Belum optimalnya pemantauan kualitas lingkungan ; dan

b.

Belum optimalnya penanganan potensi residu dari sektor perkebunan dan pertambangan.

5.

Administrasi Kependudukan dan Capil

a.

Belum optimalnya koordinasi antar instansi yang menangani

urusan kependudukan dan pencatatan sipil terkait akurasi data ;

b.

Belum optimalnya kualitas layanan administrasi kependudukan ;

c.

Belum optimalnya registrasi kependudukan di tingkat desa;

d.

Adanya keterbatasan SDM dalam bidang IT kependudukan; dan

e.

Belum adanya G rand Design

Pembangunan dan Kependudukan.

6.

Pemberdayaan Masyarakat Desa

a.

Belum optimalnya upaya penyiapan dan peningkatan kemampuan aparatur Desa dalam pe nyelenggaraan Pemerintahan Desa;

b.

Belum optimalnya upaya penguatan peran lembaga - lembaga yang ada di desa

dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangu nan dan pemberdayaan masyarakat; dan

c.

Belum optimalnya penggalian potensi, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya di desa serta penggunaan

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kab upaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 130

teknologi tepat guna untuk pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) desa .

7.

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

a.

Belum optimalnya upaya penyiapan dan peningkatan sumber daya manusia dalam upaya penyelenggaraan program penunjang pembangunan Keluarga B erencana dan Keluarga Sejahtera;

b.

Belum terwujudnya pembangunan berwawa san

kependudukan;

c.

Belum optimalnya ketersediaan layanan Keluarga B erencana;

d.

Belum optimalnya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan manajemen usaha k hususnya keluarga pra sejahtera;

e.

Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pendewasaan usia perkawinan .

f.

Terbatasnya tenaga pelayanan PLKB

8.

Perhubungan

a.

Peran Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penggunaan transportasi kendaraan di atas air belum optimal khususnya di daerah pedalaman yang dilalui o leh DAS, belum optimal;

b.

Kurangnya moda transportasi massal

antar kecamatan dan desa; dan

c.

Ketersediaan database Urusan Perhubungan kurang optimal .

9.

Komunikasi dan Informatika

a.

Belum meratanya pengembangan sarana dan prasarana telekomunikasi (BTS) khususnya di wilayah perdesaan ; dan

b.

Layanan masyarakat berbasis ICT ( Information and Communication Technology ) belum optimal .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 1 31

10.

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

a.

Kompetensi k ewirausahaan perlu ditingkatkan;

b.

Pemantauan aktivitas koperasi belum optimal ;

c.

Terbatasnya kelembagaan peningkatan kapasitas UKM (inovasi) dalam menumbuhkan wirausaha baru ;

d.

Rendahnya kualitas SDM pengelola Koperasi dan UKM ;

e.

Kurangnya pembinaan UKM ; dan

f.

Rendahnya akses perbankan bagi Koperasi dan UKM .

11.

Penanaman Modal

a.

Informasi dan promosi tenta ng peluang investasi di Kabupaten Kutai Timur belum optimal ;

b.

Belum optimalnya kualitas layanan perizinan terpadu ; dan

c.

Iklim da n minat investasi di Kutai Timur masih rendah .

12.

Kepemudaan dan Olahraga

a.

Sarana dan prasarana olahraga baik yang disediakan oleh pemerintah daerah maupun swasta belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung atlet potensial asal Kabupaten Kutai Timur .

13.

Kebudayaan

a.

Belum optimalnya pengelolaan budaya sebagai sumberdaya wisata ; dan

b.

Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menciptak an ekonomi kreatif berbasis budaya lokal .

14.

Perpustakaan

dan Kearsipan

a.

Kurangnya budaya l iterasi (penumbuhan minat baca);

b.

Kurangnya inovasi pelayanan perpustakaan berbasis teknologi ; dan

c.

P engelolaan kearsipan (digitalisasi) kurang inovatif .

C.

Urusan Pilihan

1.

Kelautan dan Perikanan

a.

Masih kurangnya produksi budidaya ikan air tawar;

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kab upaten

Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 132

b.

Belum optimalnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI);

dan

c.

Kurangnya kualitas dan kuantitas SDM penyuluh .

2.

Pariwisata

a.

Pengembangan destinasi wisata belum menjadi prioritas;

dan

b.

Pengelolaan wisata masih sektoral .

3.

Pertanian

a.

Komoditas unggulan masih kurang disosialisasikan;

b.

Penyediaan pangan utama masih kurang optimal;

dan

c.

Dukungan sektor terkait pengembangan agribisnis masih kurang .

4.

Perdagangan dan Perindustrian

a.

Banyak produk UMKM yang belum ter sertifikasi;

b.

Penyediaan sarpras pasar di wilayah kecamatan dan desa kurang memadai

ditinjau dari aspek kesehatan ;

c.

Pemantauan harga kebutuhan pokok, gas rumah tangga dan BBM belum dilakukan secara kontinu ;

d.

Belum optimalnya pemantauan perizinan usaha dan koordinasi dengan instansi terkait terutama untuk peningkatan PAD ; dan

e.

Pemasaran produk koperasi dan UKM belum optimal .

D.

Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang

1.

Administrasi Pemerintahan

a.

Belum optimalnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Good Government Governance ; dan

b.

Belum optimalnya upaya peningkatan kualitas dan inovasi pelayanan sektor publik di Kabupaten Kutai Timur .

2.

Pengawasan

a.

Belum optimalnya asistensi kepada OPD dalam pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban APBD .

BAB 2

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 2 - 133

3.

Perencanaan

a.

Kurang optimalnya dukungan dari OPD dalam menyusun perencanaan ;

dan

b.

Kurangnya s inkronisasi antara bidang perencanaan dengan bidang penganggaran.

4.

Keuangan

a.

Sistem informasi pengelolaan keuangan

berbasis IT

belum sepenuhnya didukung oleh SDM yang memadai ;

b.

Kurangnya sinkronisasi antara bidang penganggaran dengan bidang perencananaan; dan

c.

Lemahnya penerapan standarisasi belanja .

5.

Kepegawaian

a.

Kurangnya pertimbangan analisis beban kerja sebagai acuan a lokasi SDM ; dan

b.

Kurangnya kesesuaian pelatihan SDM menurut ke butuhan.

6.

Penelitian dan Pengembangan

a.

Kurang optimalnya pemanfaatan h asil penelitian dan pengembangan dalam

mendukung pengambilan keputusa n dan atau penyusunan kebijakan ;

b.

Kurang optimalnya pemanfaatan hasil rapat dan atau diskusi dengan tenaga ahli dalam mendukung pengambilan keputusan dan atau penyusunan kebijakan .

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 3 - 1

B AB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

Rancangan kerangka ekonomi daerah Pemerintah Kabupaten Ku t ai Timur tahun 2021 meliputi kerangka ekonomi secara makro dan kerangka pendanaan dalam RKPD Tahun 2021. Kerangka ekonomi makro memberi gambaran tentang perkiraan kondisi ekonomi makro Kabupaten Kutai Timur baik yang dipengaruhi faktor inter nal maupun eksternal. Faktor - faktor tersebut memengaruhi perekonomian global, nasional dan regional secara signifikan.

Kerangka pendanaan merupakan komponen penting yang digunakan untuk menapai target kinerja daerah yang telah ditetapkan. Hal ini berarti

kerangka pendanaan memberikan fakta dan analisis terkait perkiraan sumber - sumber pendapatan. Kerangka pendanaan memberikan gambaran besaran pendapatan dari sektor - sektor potensial, perkiraan kemampuan pembelanjaan dan pembiayaan untuk pembangunan tahun 20 21 di Kabupaten Kutai Timur. Kerangka pendanaan ini menjadi basis kebijakan anggaran untuk mengalokasikan secara efektif dan efisien dengan perencanaan anggaran berbasis kinerja.

Perencanaan tahunan mencerminkan kemampuan daerah dalam memproyeksikan kapas itas pendanaan secara akurat. Rancangan kerangka ekonomi tahun 2021 harus mampu memediasi perencanaan dan penganggaran yang efektif dan efisien dalam menuju tercapainya target kinerja pembangunan serta dapat mengatasi permasalahan dan isu - isu strategis yan g telah terindentifikasi di Kabu paten Kutai Timur. Dalam perenc a naan tahunan diperlukan gambaran kondisi ekonomi daerah tahun rencana dengan mempertimbangkan kondisi tahun sebelumnya. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa rancangan kerangka ekonomi dan ke bijakan keuangan

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 3 - 2

daerah merupakan hasil dari strategi pembangunan yang telah berjalan sekaligus menjadi dasar asumsi dasar kebijakan di tahun rencana.

Adapun arah kebijakan ekonomi dan keuangan daerah Kabupaten Kutai Timur diantaranya mencakup: (i) kebijak an pendapatan daerah, dan (ii) kebijakan belanja dan (iii) pembiayaan daerah.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Timur tetap mengacu pada RKP pemerintah pusat tahun 2021 dengan mengambil tema “ Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformas i Sosial ”. RKP pemerintah pusat ini dijabarkan dalam 7

( tujuh ) pilar prioritas P embangunan N asional (PN). Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial , yaitu: (1) Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan ; (2) Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan ; (3) Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing ; (4) Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan ; (5) Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan E konomi dan Pelayanan Dasar ;

(6) Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim;

dan

(7)

Memperkuat Stabilitas Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukhankam) dan Transformasi Pelayanan Publik.

Berdasarkan paparan Musre n bang RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2018 - 2023 yang disampaikan di Samarinda tanggal 17 Januari

2019, disebutkan ada 3

(tiga) sk enario pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Timur. Ketiga skenario tersebut adalah: pertama, skenario normal atau business as usual . Dalam skenario ini Provinsi Kalimantan Timur mempertahankan pembangunan melalui kebijakan dan program pembangunan yang sudah ada. Kedua, menggunakan skenario moderat. Dalam skenario ini, Provinsi Kaliman tan Timur mendorong akselerasi

( pe rcepatan )

pembangunan melalui kebijakan dan program percepatan pembangunan. Selanjutnya, skenario ketiga adalah skenario optimis. Skenario ini melakukan transformasi (perubahan) dan akselerasi pembangunan melalui pelaksanaan sistem dan manajemen berbasis k inerja, penajaman kebijakan dan program, pengendalian dan evaluasi, pengembangan daya saing daerah, serta peningkatan investasi.

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 3 - 3

K erangka ekonomi makro dan kebijakan keuangan daerah Kabupaten Kutai Timur juga berisikan tentang dinamika ekonomi makro hingg a semester satu tahun 2021, dan estimasi tahun 2022. Kebijakan ini juga menyajikan sasaran - sasaran yang akan dicapai pada tahun 2021, serta menguraikan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang diperlukan.

3.1

Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Pandemi Covid - 19 tidak hanya membahayakan kesehatan penduduk dunia, namun juga dapat mengganggu kestabilan perekonomian dunia, termasuk ekonomi Indonesia dan Provinsi Kalimantan Timur. Banyak kalangan menyatakan bahwa kontraksi perekonomian dunia sebagai a kibat dari pandemi Covid - 19 adalah lebih buruk dibandingkan dengan krisis global 1998. Pandemi Covid - 19 memengaruhi sisi supply

(pelaku produsen) dan sisi demand

(pelaku rumah tangga). Arah kebijakan ekonomi daerah harus mampu memulihkan fluktuasi ekonomi pandemi Covid - 19. Berikut adalah uraian pengaruh kondisi perekonomian global, nasional, dan regional terhadap perekonomian Kabupaten Kutai Timur.

3.1.1

Kondisi

Perekonomian Global

Berbagai institusi internasional, diantaranya Bank Dunia dan Dana Moneter Interna sional ( International Monetary Fund /IMF) memperkirakan perekonomian dunia akan mengalami ketidakpastian sepanjang 2020. Hal ini disamping disebabkan oleh ketidakseimbangan ekonomi dunia tahun 2019, dilain sisi juga disebabkan oleh wabah pandemi Covid - 19 yang berkembang pada awal tahun 2020. Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa disamping mengalami ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang dengan negara mitra (Cina), juga cukup terganggu dengan banyaknya kasus penduduk yang positif virus corona akibat

pandemi Covid - 19.

International Monetary Fund

(IMF) memproyeksi kerugian perekonomian global akibat pandemi virus corona mencapai 12 triliun dollar AS atau setara dengan 168.000 triliun

rupiah

(kurs Rp14.000)

( www.ko mpas.com , diunduh: 6/8/2020). Sementara itu, biaya ekonomi dan sosial yang harus ditanggung oleh dunia terlkait penanganan pandemi Covid - 19, menyebabkan pertumbuhan

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 3 - 4

ekonomi global tahun 2020 diperkirakan turun sampai level minus 3 persen. Pertumbuhan negat if ini bahkan jauh lebih parah dibanding dampak resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2008 - 2009. IMF memprediksi bahwa jika pandemi Covid - 19 berakhir tahun 2020 dan ada upaya program pemulihan dengan berbagai insentif fiskal di masing - masing negara, maka proyeksi optimis IMF menyebutkan ekonomi dunia akan tumbuh 5,8 persen pada tahun 2021.

Laporan Bank dunia yang dirilis akhir bulan Mei 2020 menyebutkan bahwa dengan banyaknya korban dari pandemi Covid - 19 , menyebabkan beberapa negara memutuskan melakukan k ebijakan menutup kegiatan secara total atau lockdown . Kebijakan ini berdampak pada lesunya aktivitas ekonomi dunia, terutama aktivitas bisnis yang terkait dengan: hotel, perjalanan, retail, mall, properti, entertaimenmen, persewaan kantor, MICE ( Meeting, I ncentive, Convention and exhibition ), dan restoran. Dampak kumulatif dari kebijakan ini adalah turunnya kepercayaan bisnis ( Business Confidence ).

Level business confidence

turun hingga 6 persen telah terjadi di Amerika, dan di kawasan Eropa penurunan ini mencapai 7 persen. Di kawasan Asia, ekonomi Jepang diprediksikan turun hingga 8 persen. Kebijakan lockdown

berdampak pada Transportation Security Administration

(TSA) khusu snya lalu lintas penumpang selama 7 Maret -

23 Mei 2020. Lalu lintas penumpang dilaporkan turun hingga mendekatai 0 (nol) penumpang. Bila dibandingkan dengan kondisi normal akhir Desember 2019, dimana rata - rata mencapai 2,5 juta penumpang. (Sumber: Bloomb erg; Haver Analytics; Homebas; Federal Reserve Bank of St. Louis; Transportation Security Administration; World Bank).

3.1.2

Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional

Asian Development Bank

(ADB) melaporakan bahwa negara - negara berkembang di Asia tidak akan tumbuh pada tahun 2020 karena langkah - langkah penanggulangan untuk mengatasi pandemi covid - 19 menghambat kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. Asian Development Outlook

(ADO) tahun 2020 diperkirakan ADB tumbuh 0,1 persen untuk wilayah Asia. Kondisi ini menjadi pertumbuhan paling lambat untuk kawasan ini sejak 1961. Pada

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 3 - 5

tahun 2021

diperkirakan kawasan tersebut akan tumbuh menjadi 6,2 persen. Tahun 2021 Produk Domestik Br uto (PDB) diperkirakan tetap dibawah tren sebelum krisis. Negara berkembang Asia diperkirakan akan tumbuh 0,4 persen pada tahun 2020 dan sebesar 6,6 persen pada 2021.

Perekonomian Asia dan Pasifik akan terus terdampak pandemi Covid - 19 meskipun transisi keh idupan normal baru telah diberlakukan. Negara kawasan Asia Timur diproyesikan akan tumbuh 1,3 persen pada 2020 dan 6,8 persen pada tahun 2021. Disisi lain, Negara - negara Asia Selatan diperkirakan mengalami penurunan pertumbuhan hingga tiga persen selama 20 20 dan diprediksikan tumbuh 4,1 persen pada tahun 2021. Prospek pertumbuhan ekonomi untuk 2021 direvisi turun menjadi 4,9 persen dari enam persen .

Pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara diperkirakan turun sebesar 2,7 persen tahun 2020 dan tumbuh sebesar 5, 2 persen pada tahun 2021.

ADB memperkirakan penurunan ekonomi di beberapa negara ASEAN karena tindakan pengendalian memengaruhi konsumsi dan investasi domestik. Ekonomi di Filipina turun 3,8 persen, dan Thailand turun 6,5 persen, akan tetapi di Vietnam dip erkirakan akan tumbuh sebesar 4,1 persen pada 2020 sekaligus merupakan pertumbuhan tercepat yang diharapkan di Asia Tenggara.

Korea Selatan pada kuartal II tahun 2020, mengalami resesi akibat merosotnya ekspor sebagai dampak pandemi Covid - 19. Penyusutan ek onomi di Korea Selatan diperkirakan sebesar 3,3 persen pada kuartal II tahun 2020 (Reuters, 23 Juli 2020). Pertumbuhan PDB Korea Selatan diperkirakan merosot 2,9 persen. Singapura juga mengalami resesi. Untuk mengurangi dampak ekonomi lebih mendalam, Singapura membuka kembali sebagian besar toko dan restoran, seiring menurunnya kasus Covid - 19

( www.medcom.id/ ,

diunduh 6/08/2020)

3.1.3

Kondisi Perekon omian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur

Tahun 2020 triwulan II, akibat pandemi Covid - 19 telah menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kontraksi sebesar minus 5,32 persen (y.o.y) atau menurun dibandingkan dengan capaian triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen (y.o.y). Perkembangan ini merupakan pengaruh melemahnya

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021

Bab 3 - 6

ekonomi global sejalan dengan pandemi Covid - 19 dan menurunnya aktivitas ekonomi domestik sebagai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid - 19.

Sumber: BPS, 2020

Gambar 3.1

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Tahun 2019 - 2020/Tw - II (%)

Pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51 persen (y.o.y), jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja triwulan I 2020 sebesar 2,83 persen (y.o.y). Investasi mencatat kontraksi 8,61 persen (y.o.y), tur un dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya 1,70 persen (y.o.y). Selain itu, kinerja ekspor juga terkontraksi 11,66 persen (y.o.y) akibat pelemahan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Seiring dengan kontraksi permintaan domestik dan ekspor, kinerja impor juga mengalami kontraksi sebesar 16,96 persen (y.o.y) ( https://www.bi.go.id/id/ ruang - media ; diunduh 06/08/2020).

Perekonomian Kalimantan secara umum dilihat dari tahunan, semeste r, dan kuartalan tidak menunjukkan tanda pertumbuhan atau semunya mengalami kontraksi. Laju e konomi Kalimantan pada triwulan 2/2020 minus 4,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (y.o.y). Demikian juga bila dibandingkan triwulan sebelum nya (q.o.q). Kinerja ekonomi Pulau Kalimantan triwulan 2/2020 turun sebesar 5,81 persen.

Ekonomi Kal imantan T im ur

menurut Bank Indonesia kantor perwakilan provinsi Kalimantan Timur bahwa Kalimantan Timur tetap tumbuh positif di tengah pandemi Covid - 19 mesk ipun mengalami koreksi 0,60 persen dari

BAB 3

RANCANGAN KERANGKA EKONOM

Teks dipotong karena dokumen ini sangat panjang. Unduh berkasnya untuk versi lengkap.

PPID Kabupaten Kutai Timur

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur — satu pintu layanan informasi publik sesuai UU No. 14 Tahun 2008.

Kantor PPID · Bukit Pelangi, SangattaBuka di Maps

Kontak kami

Jl. Prof. Dr. Sudiatmo (Ex. Dishut), Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur

Telepon
112
Whatsapp
+62 812 7095 1806
Email
ppid@kutaitimurkab.go.id
Jam layanan
08.00 – 16.00 WITA

Tautan

© 2026 PPID Kabupaten Kutai Timur. Hak cipta dilindungi.

Dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kutai Timur.