Daftar Informasi
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH ( RKPD ) KAB KUTAI TIMUR TAHUN 2023
Diterbitkan oleh PEMKAB KUTIM pada 15 Jul 2022.
- Kategori
- RPJP, RPJMD, DAN RKPD
- Unit
- PEMKAB KUTIM
- Tanggal terbit
- 15 Jul 2022
- Format
- Ukuran berkas
- 40,8 MB
- Jumlah unduhan
- 1
Pratinjau Dokumen
Pratinjau di halaman hanya tersedia pada layar lebar. Di ponsel, berkasnya dibuka penampil PDF peramban Anda.
Versi Teks Dokumen
Tampilkan isi dokumen sebagai teks
PERATURAN BUPATI
NOMOR 26 TAHUN 2022
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD)
KABUPATEN KUTAI TIMUR
TAHUN 2023
KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
LAMPIRAN
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD)
KABUPATEN KUTAI TIMUR
TAHUN 2023
KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
DAFTAR ISI
ii
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
i
DAFTAR ISI
ii
DAFTAR TABEL
v
DAFTAR GAMBAR
x
BAB 1
PENDAHULUAN
1 – 1
1.1.
Latar Belakang
1 – 1
1.2.
Dasar Hukum Penyusunan
1 – 5
1.3.
Hubungan Antar Dokumen
1 – 9
1.4.
Maksud dan Tujuan
1 – 10
1.5.
Sistematika Penyusunan Dokumen RKPD
1 – 10
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 – 1
2.1.
Kondisi Umum Daerah
2 – 1
2.1.1
Aspek Geografi dan Demografi
2 – 1
2.1.1.1
Karakteristik Lokasi dan Wilayah
2 – 2
2.1.1.2
Potensi Pengembangan Wilayah
2 – 1 0
2.1.1.3
Wilayah Rawan Bencana
2 – 1 7
2.1.1.4
Aspek Demografis
2 – 18
2.1.2
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2 – 2 1
2.1.2.1
Kondisi
Ekonomi
2 – 2 3
2.1.2.2
Kesejahteraan Masyarakat dan Kepuasan Masyarakat
2 – 2 5
2.1.3
Aspek Daya Saing Daerah
2 – 30
2.1.3.1
Laju Pertumbuhan Ekonomi
2 – 31
2.1.3.2
Nilai Tukar Petani (NTP)
2 – 3 3
2.1.4
Aspek Pelayanan Umum
2 – 3 5
2.1.4.1
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
2 – 3 5
2.1.4.2
Urusan Wajib Pelayanan Non Dasar
2 – 4 7
2.1.4.3
Urusan Pilihan
2 – 5 9
2.1.4.4
Unsur Penunjang Pemerintah
2 – 6 2
2.1.4.5
Unsur Pengawasan Urusan Pemerintahan
2 - 6 5
DAFTAR ISI
iii
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
2.1.4.6
Unsur Pemerintahan Umum
2 - 6 5
2.1.5
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
2 - 6 6
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 – 1
3.1.
Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
3 – 3
3.1.1
Kondisi Perekonomian Global
3 – 3
3.1.2
Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional
3 – 6
3.1.3
Kondisi Perekonomian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur
3 – 10
3.1.4
Kondisi Ekonomi Kutai Timur 2020/2021 dan Perkiraan Tahun 2022
3 – 1 7
3.1.4.1
Isu - isu Strategis Ekonomi Kutai Timur
3 – 1 7
3.1.4.2
3.1.4.3
3.1.4.4
Peluang dan Tantangan Pembangunan Kabupaten Kutai Timur 2023
Kondisi Ekonomi Kutai Timur Tahun 2020/2021
Perkiraan Tahun 2023
3 – 2 1
3 - 3 1
3 - 3 8
3.2.
Arah Kebijakan Keuangan Daerah
3 – 4 5
3.2.1
Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
3 – 4 6
3.2. 2
Arah Kebijakan Belanja Daerah
3 – 5 4
3.2.3
Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
3 – 60
BAB 4
SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4 – 1
4.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan
4 – 1
4. 2
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Tahun 202 3
4 – 2
4.2.1
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Nasional
4 – 2
4.2.2
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Provinsi K alimantan Timur
4 – 2
4.2. 3
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur
4 – 2
4.3 Penelaahan Terhadap Pokok - Pokok Pikiran DPRD
4 - 34
BAB 5
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH
5 – 1
DAFTAR ISI
iv
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
5.1.
Rencana Kerja dan Pendanaan Daerah
5 – 1
BAB 6
KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
6 – 1
BAB 7
PENUTUP
7 – 1
7.1 Kaidah - kaidah Pelaksanaan
7 – 1
7.2 Kaidah - kaidah Pendanaan Pembangunan
7 – 2
DAFTAR TABEL
v
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Batas Wilayah Kabupaten Kutai Timur
2 – 2
Tabel 2.2
Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan
di Kabupaten Kutai Timur
2 – 3
Tabel 2. 3
Luas Kawasan Bukit Karst di Kabupaten Kutai Timur
2 – 5
Tabel 2. 4
Sungai Terpanjang di Kutai Timur
2 – 6
Tabel 2. 5
Jumlah Hari Hujan dan Curah Hujan Bulan Januari, Juli dan Desember di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
2 – 7
Tabel 2. 6
Penggunaan Lahan Menurut Kawasan di Kabupaten Kutai
2 – 9
Tabel 2.7
Potensi di setiap Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur
2 – 1 0
Tabel 2. 8
Rencana Penanggulangan Banjir
2 – 1 8
Tabel 2. 9
Jumlah dan Perkembangan Penduduk
Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan Tahun 2020 - 2021
2 – 19
Tabel 2. 10
Proporsi Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2020 - 2021
2 – 19
Tabel 2.11
Rumusan Keterpaduan SDG’s antara Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK
2 - 22
Tabel 2.12
Kondisi Ekonomi Tahun 2017 - 2021
2 - 23
Tabel 2.1 3
Kesejahteraan Masyarakat dan Kepuasan Masyarakat Tahun 2017 - 2021
2 – 2 5
Tabel 2 . 1 4
Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD
2 – 2 6
Tabel 2.1 5
Indikator Aspek Daya Saing Daerah Tahun 2017 - 2021
2 – 31
Tabel 2.1 6
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kota 2016 - 2021
2 – 3 2
Tabel 2.1 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pendidikan Tahun 2017 - 2021
2 – 3 5
Tabel 2.1 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kesehatan Tahun 2017 - 2021
2 – 3 7
Tabel 2. 19
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2017 - 2021
2 – 40
Tabel 2. 2 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial Tahun 2017 - 2021
2 – 43
DAFTAR TABEL
vi
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Tabel 2.2 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tahun 2017 - 2021
2 – 4 5
Tabel 2.2 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat Tahun 2017 - 2021
2 – 4 6
Tabel 2.2 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja Tahun 2017 - 2021
2 – 4 7
Tabel 2.2 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2017 - 2021
2 – 4 4
Tabel 2.2 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pangan Tahun 2017 - 2021
2 – 4 8
Tabel 2.2 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanahan Tahun 2017 -
2 – 4 9
Tabel 2.2 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2017 - 2021
2 – 50
Tabel 2.2 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencataan Sipil Tahun 2017 - 2021
2 – 52
Tabel 2. 29
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pengendalian Penduduk Tahun 2017 - 2021
2 – 53
Tabel 2. 3 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2021
2 – 5 3
Tabel 2. 3 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Komunikasi dan Informatika, Statistik, Persandian Tahun 2017 - 2021
2 – 5 4
Tabel 2. 3 2
Data Blank Spot Telepon Selular dan Internet
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
2 – 5 5
Tabel 2. 3 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2017 - 2021
2 – 5 6
Tabel 2. 3 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Penanaman Modal Tahun 2017 - 2021
2 – 5 7
Tabel 2. 3 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kepemudaan Dan Olahraga Tahun 2017 - 2021
2 – 5 8
DAFTAR TABEL
vii
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Tabel 2.3 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kebudayaan Tahun 2017 - 2021
2 – 5 8
Tabel 2. 3 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perpustakaan Tahun 2017 - 2021
2 – 5 9
Tabel 2.3 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kelautan dan Perikanan Tahun 2017 - 2021
2 – 5 9
Tabel 2. 39
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2021
2 – 61
Tabel 2.4 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanian, dan Perkebunan Tahun 2017 - 2021
2 – 61
Tabel 2.4 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perdagangan, dan Perindustrian Tahun 2017 - 2021
2 – 6 2
Tabel 2.4 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Administrasi Pemerintah Tahun 2017 - 2021
2 – 6 2
Tabel 2.4 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perencanaan
Tahun 2017 - 2021
2 – 6 3
Tabel 2.4 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Keuangan Tahun 2017 - 2021
2 – 6 4
Tabel 2.4 5
Tabel 2.4 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kepegawaian, Pendidikan Serta Pelatihan Tahun 2017 - 2021
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 - 2021
2 – 6 4
2 - 6 4
Tabel 2. 4 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Pengawasan Tahun 2017 - 2021
2 – 6 5
Tabel 2.4 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Tahun 2017 - 2021
2 – 6 5
Tabel 2. 49
Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah sampai dengan Tahun Berjalan Kabupaten Kutai Timur
2 – 6 8
Tabel 3. 1
P erbandingan luas lahan sawit (Ha)
3 – 9
Tabel 3. 2
Perbandingan produksi sawit (ton)
3 – 9
DAFTAR TABEL
viii
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Tabel 3.3
Tantangan dan Upaya Pencapaian Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
3 - 3 0
Tabel 3. 4
Nilai Sektor dalam PDRB ADHB
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2021 (dalam juta rupiah)
3 – 3 2
Tabel 3. 5
Nilai Sektor dalam PDRB ADHK
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020 (dalam juta rupiah)
3 – 3 3
Tabel 3. 6
Realisasi dan Target/Proyeksi Pendapatan Daerah
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2018 - 2023 (dalam
rupiah)
3 – 5 3
Tabel 3. 7
Realiasi dan Target/Proyeksi Belanja Daerah
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2018 - 2023 (dalam rupiah)
3 - 5 7
Tabel 3. 8
Target dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur
Tahun 2018 - 2021 (dalam rupiah)
3 - 5 8
Tabel 3. 9
Realisasi Belanja Operasi Kabupaten Kutai Timur
Tahun 2018 - 2021 (dalam rupiah)
3 - 5 8
Tabel 3. 10
Realisasi Belanja Modal Kabupaten Kutai Timur
Tahun 2018 - 2021 (dalam rupiah)
3 - 5 9
Tabel 3. 1 1
Realisasi Belanja Tak Terduga Kabupaten Kutai Timur
Tahun
2018 - 2021 (dalam rupiah)
3 - 5 9
Tabel 3. 1 2
Realisasi Belanja Transfer Kabupaten Kutai Timur
Tahun 2018 - 2021 (dalam rupiah)
3 – 60
Tabel 3.13
Realisasi dan Proyeksi Pembiayaan Daerah
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2018 - 2021 (dalam rupiah)
3 - 61
Tabel 4.1
Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur
4 - 5
Tabel 4.2
Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
4 - 10
Tabel 4.3
Penjabaran Prioritas Pembangunan Daerah Dalam Sasaran dan Program Prioritas
Pembangunan Daerah Tahun 2023
4 - 1 9
Tabel 5.1
Rekapitulasi Pagu Indikatif Masing - masing Urusan/ Bidang Tahun 2023
(Rupiah)
5 – 3
Tabel 5. 2
Rancangan Rencana Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 20 23
5 – 6
DAFTAR TABEL
ix
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Tabel 6.1
Indikator
Kinerja Utama (IKU)
Sebagai Indikator Kinerja Utama Kepala Daerah
Kabupaten Kutai Timur
6 – 2
Tabel 6.2
Indikator Kinerja Kunci (IKK)
6 - 6
DAFTAR GAMBAR
x
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1
Bagan Alir Tahap Penyusunan RKPD Tahun 2022
1 – 4
Gambar 1.2
Hubungan Antar Dokumen
Perencanaan
Pembangunan
1 – 9
Gambar 2. 1
Peta Kabupaten Kabupaten Kutai Timur
2 – 2
Gambar 2. 2
Rata - rata Curah Hujan Menurut Bulan, tahun 2021
2 – 7
Gambar 2.3
Rata - rata Curah Hujan Menurut Bulan, tahun 2021
2 - 17
Gambar 2.4
Piramida Penduduk Kabupaten Kutai Timur, 2021
2 - 20
Gambar 2.5
Kepadatan Penduduk Per Kecamatan, tahun 2021
2 - 21
Gambar 2.6
Katogori Status Desa Kab. Kutai Timur Berdasarkan IPD, 2021
2 - 28
Gambar 2.7
Kategori Status Desa Kab. Kutai Timur Berdasarkan IDM, 2021
2 - 29
Gambar 2.8
Laju Pertumbuhan Ekonomi, 2021
2 - 31
Gambar 2.9
Nilai Tukar Petani (NPT), 2021
2 - 33
Gambar 2.10
Komparasi Nilai Tukar Petani (NPT) dan Kontribusi
Sektor Pertanian Terhadap PDRB, 2021
2 - 34
Gambar 2.11
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk, 2021
2 - 36
Gambar 2.12
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk, 2021
2 - 37
Gambar 2.13
Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk, 2021
2 - 38
Gambar 2.14
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk, 2021
2 - 39
Gambar 2.15
Presentas Koperasi yang Aktif
2 - 57
Gambar 3.1
Cakupan Vaksinasi Covid - 19
Kabupaten Kutai Timur Sampai Juni 2022
3 - 2
Gambar 3. 2
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Global
3 - 4
Gambar 3 . 3
Harga CPO Internasional
3 - 5
Gambar 3. 4
T ren Kenaikan Harga Batu Bara
3 - 6
Gambar 3.5
Proyek Konektivitas Ekonomi Chinda di Asia Tenggara
3 - 7
Gambar 3.6
Perbandingan produktivitas sawit (juta
ton/ha )
3 - 1 0
Gambar 3.7
Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
3 - 1 3
Gambar 3.8
Laju Pertumbuhan Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
3 - 1 4
Gambar 3.9
Capaian Invetasi Kabupatan Kutai Timur
3 - 1 8
Gambar 3.10
Jumlah produksi sawit Kutai Timur
3 - 1 8
Gambar 3.11
Koridor Ekonomi Kalimantan
3 - 19
Gambar 3.12
Koridor Ekonomi Kalimantan
3 - 2 3
DAFTAR GAMBAR
xi
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Gambar 3.13
Infrastruktur KEK MBTK
3 - 26
Gambar 3.1 4
Persentase Sektor PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
3 - 3 1
Gambar 3.15
Proporsi PDRB Pengeluaran ADHK Tahun
2016 - 2020
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. diolah
3 - 3 4
Gambar 3.16
Trend Angka Inflasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020
3 - 3 7
Gambar 3.1 7
Gambar 3.1 8
Gambar 3.19
Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2018 - 2023
Realisasi dan Pro yeksi Pendapatan Asli Daera h Tahun 2018 - 2023
Real isasi dan Proyeksi Pendapatan Transfer
Tahun 2018 - 2 023
3 - 47
3 - 49
3 - 50
Gambar 3. 20
Trend Pendapatan Transfer Daerah
Kabupaten Kutai Timur Proyeksi Tahun 2021 - 2023
3 - 51
Gambar 3. 21
Proporsi Komponen Pembentuk Pendapatan Daerah
Kabupaten Kutai Timur Proyeksi Tahun 2020 - 2022 (persen)
3 - 5 2
Gambar 4.1
Prioritas
Pembangunan Nasional, Provinsi Kalimantan Timur
dan Kabupaten Kutai Timur
4 - 4
Gambar 4.2
3 (Tiga) Klaster Program Pembangunan Daerah Strategis
RKPD Kutim 2023
4 - 5
Gambar 4.3
Klaster Agenda Arah Kebijakan RKPD Kutai Timur Tahun 202
4 - 16
BAB I PENDAHULUAN
1 - 1
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyusun Rencana Kerja Pem erintah Daerah (RKPD) tahun 2023
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017
tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian d an Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah d an Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, d an Rencana Kerja Pemerintah Daerah . Perencanaan
pembangunan daerah sebagai pedoman pelaksanaan dan evaluasi pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan . Da lam P asal 4
dalam
Peraturan Menteri c ecara spesifik pada menjelaskan prinsip
perencanaan
pembangunan daerah
yang
meliputi : i ) perencanaan pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; ii ) Pemerintah daerah melaksanakan rencana pembangunan daerah bersama pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing - masing; iii ) mengintegrasikan rencana tata ruang denga n rencana pembangunan d aerah; dan iv ) dilaksanakan
dengan berdasarkan kondisi dan potensi masing - masing daerah, disesuaikan dengan dinamika perkembangan daerah dan nasional.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan ( stakeholder s ) dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah. Adanya k elangkaan dan keterbatasan sumber daya ,
mengharuskan P emerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya
tersebut dengan
efisien dan efektif demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan .
Perencanaan pembangunan daerah terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
dengan
jangka waktu 20 (dua puluh) tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) deng an jangka waktu 5 (lima) tahun ,
dan Rencana Kerja
Pem erintah
Daerah (RKPD) dengan
jangka waktu 1 (satu) tahun.
Setiap jenis perencanaan pembangunan tersebut harus memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga pelaksanaan pembangunan
di Kabupaten Kutai Timur
dapat mewujudkan keseimbangan kapasitas dan kebutuhan bagi semua elemen masyarakat .
BAB I PENDAHULUAN
1 - 2
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Penyusunan RKPD
Kabupaten Kutai Timur tahun
2023
telah
mengacu pada
beberapa dokumen perencanaan, diantaranya: i. RPJMN (2020 - 2024);
ii. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2023 ; iii. RPJMD Provinsi Kalimantan Timur (2019 - 2023) ; iv. RKPD Provinsi Kalimantan Timur (2023) ; dan v. RPJMD tahun 2021 - 2026 .
Dokumen RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
merupakan: i ) referensi penyusunan program/kegiatan Perangkat Daerah (PD) dan/atau lintas PD Tahun 2023 ; ii ) dasar penyusunan KUA dan PPAS Tahun 2023
guna menyusun RAPBD Tahun Anggaran 2023 .
Dokumen RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
dinilai sangat strategis
karena berfungsi menjembatani antara perencanaan jangka panjang dan jangka menengah.
Pendekatan yang digunakan dalam menyusun RKPD
terdir i dari: i)
P endekatan akomodatif ,
digunakan untuk mengakomodasi usulan program - program pembangunan yang diusulkan oleh masyarakat, persoalan - persoalan daerah, program prioritas pembangunan Bupati & Wakil Bupati dan masukan - masukan dari berbagai pihak ; ii )
P endekatan teknokratik ,
menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmi ah yang dilakukan oleh perencana
atau lembaga
profesional ;
iii ) P endekatan partisipatif , mengakomodir masukkan stakeholders
melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ; serta iv) Pendekatan
b ottom up
dan t op down, pendekatan bot t om up merupakan proses yang
dilakukan secara berjenjang secara struktural mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional, sedangkan pendekatan top down
dapat diimplementasikan dalam bentuk dedicated program .
Pelaksanaan Musrenbang di mulai dari t ingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Forum Perangkat Daerah
dan kemudian
d iformulasikan melalui F orum Musrenbang RKPD Kabupaten.
Musrenbang diharapkan
mampu menjaring aspirasi masyarakat. Aspirasi tersebut diperoleh dari usulan masyarakat
dan pemerintahan pada tingkatan paling dasar (Desa/Kelurahan ). Selanjutnya hasil dari musrenbang
akan diselaraskan dengan program kegiatan di masing - masing Perangkat Daerah . Musrenbang diharapkan dapat menghasilkan
kesepakatan antara pelaku pembangunan mengenai RKPD yang menitikberatkan pada pembahasan untuk penyelarasan antara rencana kerj a Perangkat Daerah dan kebutuhan masyarakat .
Alur tahapan penyusunan
RKPD tahun 2023 dilakukan dalam beberapa proses yang diawali dengan pengolahan data dan informasi. Review RPJMD dan Dokumen RKPD tahun berjalan menjadi
bahan analisis awal penyusunan RKPD
tahun 2023. Dua dokumen ini akan memberikan gambaran terkait proyeksi RKPD 2023. Analisis gambaran umum, analisis ekonomi, dan evaluasi kinerja RKPD sebagai aspek penting dalam perumusan permasalahan
BAB I PENDAHULUAN
1 - 3
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
pembangunan daerah.
Tentunya, hasil telaah RPJMN dan RPJMD Prov serta Pokok - Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten sebagai bahan pengayaan dalam perumusan permasalahan daerah.
Hasil perumusa n permasalahan pembangunan daerah sangat penting dalam membantu perumusan kerangka ekonomi, perumusan prioritas dan sasaran pembangunan beserta pagu serta perumusan program prioritas daerah beserta pagu indikatif. Tiga aspek perumusan tersebut saling berkaitan
sebagai keterpaduan memaknai
rumusan masalah, kerangka ekonomi dan pr oyeksi pagu anggaran program .
Alur penyusunan RKPD diuraikan dalam b agan alir tahapan penyusunan RKPD Tahun 2023 sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
1 - 4
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Gambar 1. 1
Bagan
Alir
Tahapan
Penyusunan RKPD Tahun 2023
Persiapan Penyusunan
RKPD 2023
Rancangan
Awal RKPD 2023
Rancangan RKPD 2023
Rancangan Akhir RKPD 2023
Pe netapan Perbup Tentang RKPD 2023
1
2
3
4
5
BAB I PENDAHULUAN
1 - 5
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
1.2
Dasar
Hukum
Penyusunan
1.
Undang - U ndang Nomor
11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
2.
Undang - U ndang Nomor 6 Tahun 2014 t entang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indo nesia Nomor 5495);
3.
Undang - U ndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Undang - undang Nomor 2 Tahun 201 6 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang - undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 24, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);
4.
Undang - U ndang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112);
5.
Undang - U ndang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
6.
Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu n 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
7.
Undang - U ndang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
8.
Undang - unda ng Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
9.
Undang - U ndang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - undangan (Lembara n Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
BAB I PENDAHULUAN
1 - 6
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
10.
Undang - U ndang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan , Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20 04 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
11.
Undang - U ndang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia N omor 4421);
12.
Undang - U ndang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
13.
Undang - U ndang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
14.
Undang - U ndang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korups i, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
15.
Undang - U ndang Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupat en Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang di Provinsi Kalimantan Timur. (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3896);
16.
Peraturan
Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia tahun 2019
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
17.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indon esia Nomor 6178);
18.
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 144);
19.
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Peraturan Pelaksanaan Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa seba gaimana telah diubah yang
BAB I PENDAHULUAN
1 - 7
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
kedua dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
20.
Peraturan Pemerintah Nomor 58
Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
21.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 20l9 Tentang Satu Data Indonesia
22.
Peratur an Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136);
23.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
32 Tahun 2011 tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia , sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2014 tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
2011 - 2025 ;
24.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan , sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggula ngan Kemiskinan .
25.
Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah;
26.
Peraturan Menteri Dala m Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
27.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
81
Tahun 20 2 2
tentang
Pedoman Penyusunan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 ;
28.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal ;
29.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pemban gunan Daerah , Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang
Rencana Pembangunan Jangka
BAB I PENDAHULUAN
1 - 8
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Panjang Daerah Dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata
Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana
Kerja Pemerintah Daerah;
30.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 20 20
tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah;
31.
Keputusan Ment eri Dalam Negeri Nomor 050 - 5889
Tahun 202 1
t entang Hasil Verifikasi ,
Validasi
dan Inventarisasi
Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi d an Nomenklatur Perencanaan Pembangunan d an Keuangan Daerah;
32.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau - Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021 - 2041 (Lembar Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021 Nomor 2, Nomor Peraturan
Daerah Provinsi Kalimantan Timur 2 - 67/20 21)
33.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 8
Tahun 20 21
tent an g
Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Tahun 201 9 - 2023;
34.
Peraturan Gubernur
Provinsi Kalimantan Timur Nomor 25 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Tahun 202 2 ;
35.
Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 15 - 203 5
(Lembar Daerah Provinsi Kalimantan Tahun 2016 Nomor 1) ;
36.
Peraturan
Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Timur;
37.
Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP D) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2006 - 2025 (Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 4) .
38.
Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 - 2026 .
BAB I PENDAHULUAN
1 - 9
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
1.3
Hubungan
Antar
Dokumen
Hubungan antar dokumen perencanaan pembangunan Kabupaten Kutai Timur perlu memperhatikan sinkronisasi dan konsistensi dengan perencanaan pembangunan tingkat provinsi dan nasional. Keterkaitan antar dokumen perencanaan digambarkan pada G ambar 1.2 sebagai be rikut:
Sumber: UU SPPN No mor
25 Tahun 2004 , diolah
Gambar 1. 2
Hubungan Antar Dokumen Perencanaan
Pembangunan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) merupakan dokumen yang mendasari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana
Kerja
Pemerintah (RKP). Se l anjutnya dokumen - dokumen tersebut menjadi acuan penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD Provinsi Kalimantan Timur. Dokumen perencanaan nasional dan provinsi menjadi pedoman penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD Kabupaten Kutai Timur.
Penyusunan RKPD membahas peneta pan program , kegiatan , dan sub kegiatan
beserta indikator dan target kinerja serta perkiraan kebutuhan dana untuk mendukung pelaksanaa nnya .
Terkait kebutuhan dana yang selanjutnya menjadi penganggaran, perlu menuangkannya dari dokumen RKPD ke dalam
dokumen
Kebijakan Umum A nggaran (KUA) dan Prioritas dan
Plafon Anggaran Sementara (PPAS ) .
RPJMD Kutim 2021 - 202 6
Renstra PD 2021 - 202 6
RKP 202 3
RKPD Kaltim 202 3
RKPD Kutim 202 3
RPJMD Kaltim 2019 - 2023
RKPD Kutim 202 3
BAB I PENDAHULUAN
1 - 10
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
1.4
Maksud dan Tujuan
P enyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
dimaksudkan untuk mewujudkan sinergitas dan menjamin konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan .
Adapun tujuan p en y usunan
RKPD untuk
mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumber daya
dalam pembangunan daerah.
1.5
Sistematika
Penyusunan D okumen RKPD
Sistematika p enyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
adalah
sebagai berikut:
1.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Bagian ini menyajikan ringkasan, proses penyusunan, dan kedudukan RKPD tahun rencana dalam periode RPJMD. Bagian ini juga memuat
keterkaitan antar dokumen
RKPD dengan dokumen RPJMD, Renstra OPD , Ren cana Kerja OPD
serta tindak
lanjutnya dengan proses penyus unan APBD.
1.2
Dasar Hukum Penyusunan
Bagian ini memuat dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan RK PD, baik yang berskala nasional, regional (Kalimantan Timur)
maupun Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur .
1.3
Hubungan antar dokumen
Bagia n
ini
men jelaskan
keterkaitan antar
dokumen yang digunakan
dalam
penyusunan RKPD .
1.4
Maksud dan Tujuan
Bagian ini menjabarkan maksud dan tujuan penyusunan RKPD Kabupaten Kutai Timur tahun 2023
dalam kaitannya dengan dokumen RPJMD tahun 2021 - 2026
serta isu strategis dan kaitannya dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur .
1.5
Sist e matika Dokumen RKPD
Bagian ini menjabarkan
sistematika
penyusunan dokumen RKPD
beserta isinya .
BAB I PENDAHULUAN
1 - 11
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
2.
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1
Kondisi Umum Kondisi Daerah
Bagian ini menjabarkan
kondisi umum daerah yang terdiri dari : ( i) aspek geografi dan demografi, (ii) kesejahteraan masyarakat, (iii) pelayanan umum ,
dan (iv) daya saing daerah .
2.2
Evaluasi
Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD dan Realisasi RPJMD
Bagian ini menjelaskan hasil evaluasi pelaksanaan perencanaan daerah berupa program dan kegiatan, indikator kinerja program serta capaian kinerja RPJMD hingga tahun 202 1 .
2.3
Permasalahan Pembangunan Daerah
Bagian ini menjabarkan identifikasi
dan analisis permasalahan pembangunan d aerah meliputi:
a)
Permasalahan yang terkait
dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah .
b)
P ermasalahan yang terkait dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah .
3.
K ERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEUANGAN DAERAH
Bagian ini menjabarkan kondisi ekonomi tahun lalu (202 1 ) dan
perkiraan tahun berjalan
( 2022 ) , mencakup: a) Indikator Pertumbuhan E konomi Daerah; b) Sumber - sumber
Pendapatan dengan perincian, sumber pendapatan tahun lalu dan satu tahun sebelumnya, tahun berjalan, tahun rencana dan satu tahun setelah tahun rencana sebagai prakiraan maju pendapatan; dan c) Kebijakan Pemerintah Daerah yang diperlukan dalam Pembangunan Perekonomian Daerah meliputi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembia yaan Daerah, yang dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
3.1
Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
Bagian ini menjabarkan a rah kebij akan ekonomi makro daerah ,
meliputi:
a)
Asumsi indikator makro ekonomi daerah .
b)
Kesesuaian
asumsi butir ( a )
dengan berbagai isu lingkungan eksternal
serta
tujuan dan sasaran pembangunan daerah tahun 2023 .
BAB I PENDAHULUAN
1 - 12
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
3.2
Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Bagian ini berisi terkait dengan
kebijaka n yang akan dilaksanakan
oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur sesuai dengan pendapatan, pembiayaan serta belanja daerah .
3.2.1
Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Bagian ini berisi paparan terkait dengan
analisis
dan
perkiraan
sumber - sumber
pendapatan
daerah
berdasarkan
realisasi
tahun - tahun
sebelumnya, yang mencakup
Pendapatan
Asli Daerah, Dana Perimbangan ,
dan Lain - lain Pendapatan Yang Sah.
Arah
kebijakan
pendapatan
daerah
meliputi :
a)
Kebijakan
perencanaan
pendapatan
daerah; b) Uraian
arah
kebijakan
berkaitan
dengan target pendapatan
daerah ;
dan c)
Upaya - upaya
pemerintah
Kabupaten
Kutai
Timur
dalam
mencapai target.
3.2.2
Arah Kebijakan Belanja Daerah
Bagian ini menjabarkan kebijakan dan pengelolaan Belanja (Belanja
Langsung
maupun
Belanja
Tidak
Langsung) dalam APBD.
3.2.3
Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
Bagian ini berisi tentang
kebijakan
pene rimaan
dan
pengeluaran
pembiayaan
daerah.
Kebijakan yang akan
dilakukan
terkait
dengan
kondisi
keuangan
daerah,
baik dalam kondisi d efisit
maupun dalam
kondisi s urplus a nggaran.
4.
SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
Bagian ini berisi tentang
program prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD
2021 - 202 6 .
4.1
Tujuan dan Sasaran Pembangunan
Bagian ini m enj abarkan tujuan dan sasaran pembangunan tahun 2023
serta k eterkaitannya
dengan visi/misi Kepala Daerah Kabupaten.
4.2
Prioritas
dan Sasaran Pembangunan Tahun 2023
Bagian ini menjabarkan prioritas pembangunan daerah tahun 2023
dan kaitannya dengan program pembangunan
jangka menengah
daerah (RPJMD) .
BAB I PENDAHULUAN
1 - 13
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
5.
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN
DAERAH
Bagian ini berisi tentang
rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.
6.
KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
Bagian ini berisi tentang
penetapan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah an daerah untuk memberi panduan dalam pencapaian kinerja tahunan yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Kunci (IKK) pada akhir tahun perencanaan.
7.
PENUTUP
Bagian ini berisi tentang
arahan Kepala Daerah bagi OPD
dalam rangka menyusun dokumen Ren cana Kerja Organisasi P erangkat D aerah , meliputi:
a)
Prinsip - prinsip penyusunan dan pelaksanaan Renja P erangkat D aerah
untuk mencapai tujuan - tujuan pembangunan daerah dalam RKPD ;
b)
Keterpaduan da n sinkronisasi penyusunan program dan kegiatan di dalam dan di antara P erangkat D aerah
dengan memperhatikan peran/tanggung jawab/tugas P erangkat D aerah ;
c)
Keterpaduan dan sinkronisasi program dan kegiatan dilakukan melalui Musrenbang, forum diskusi, dan for um - forum konsultasi publik;
d)
Peranan masyarakat dan dunia usaha dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebija kan, program, dan kegiatan RKPD;
e)
Penegasan RKPD sebagai acuan penyu sunan Kebijakan Publik dan APBD;
f)
Penegasan tentang kewajib an
pemerintah daerah untuk mengevaluasi pelaksanaan program /
kegiatan RKPD .
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 1
RKPD Kab. Kutai Timur
BAB 2
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
Bab ini akan memaparkan beberapa gambaran umum kondisi daerah di Kabupaten Kutai Timur, diantaranya, (i) Kondisi Umum Daerah; dan (ii) Evaluasi Pelaksanaan Program Pembangunan di Kabupaten Kutai
Timur. Situasi atau gambaran umum daerah diharapkan dapat memberikan arah kebijakan dan strategi serta program yang disusun a gar
sesuai dengan yang diharapkan.
2.1
Kondisi Umum Daerah
Kondisi umum daerah menyajikan beberapa aspek berikut, yaitu (i) aspek geografi, (ii) demografi, dan (iii) indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dalam pembangunan di Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 - 2021. Indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan antara lain adalah: (a) aspek kesejahteraan masyarakat; (b) aspek pelayanan umum; dan (c) aspek daya saing daerah. Proses perumusan dan perencanaan pembangunan daerah membutuhkan gambaran kondisi umum daerah. Berikut merupakan aspek - aspek yang menggambarkan kondisi daerah Kabupaten Kutai Timur.
2.1.1
Asp ek Geografi dan Demografi
Kondisi geografi wilayah Kabupaten Kutai Timur mencakup: lokasi wilayah, kemiringan wilayah (topografi), kondisi tanah dan kandungan sumber daya alam. Kabupaten Kutai Timur memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari da erah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta ha). Kondisi topografi ini cukup rentan terhadap bencana alam. Di sisi yang lain, potensi batu bara Kutai Timur diprediksi mencapai 5,35 miliar ton. Aspek demog rafi mencakup informasi tentang perubahan jumlah dan komposisi penduduk secara keseluruhan atau kelompok dalam waktu tertentu; disajikan dalam aspek demografi.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 2
RKPD Kab. Kutai Timur
2.1.1.1
Karakteristik Lokasi dan Wilayah
Karakteristik lokasi dan wilayah Kabupaten Kutai Timur da pat ditinjau dari beberapa aspek:
1.
Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Kabupaten Kutai Timur yang terdiri dari 18 kecamatan dengan 139 desa dan 2 kelurahan. Batas wilayah Kabupaten Kutai Timur secara administratif sebagai berikut:
Tabel 2. 1
Batas wilayah Kabupaten Kutai Timur
Arah/
Sebelah
Batas Wilayah
Utara
:
Berbatasan dengan Kabupaten Berau . Beberapa Kecamatan di Kabupaten Berau yang berbatasan langsung dnegan Kab. Kutai Timur adalah Kecamatan: Kelay, Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Biduk - Biduk.
Timur
:
Berbatasan dengan Selat Makasar ; Kota Bontang (Kecamatan Bontang Utara); dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Marang Kayu)
Selatan
:
Berbatasan dengan Kutai Kartanegara dan
Kota Bontang
Barat
:
Berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara
(Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang) serta
Kabupaten Malinau.
Peta Kabupaten Kutai Timur disajikan dalam gambar di bawah ini.
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 1
Gambar 2. 1
Peta Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Kutai Timur mempunyai luas wilayah sebesar 35.747,50 km². Luas ini sekitar 28,1
persen dari luas wilayah Provinsi
Kalimantan Timur
yaitu 127.267,52 km² . Luas wilayah per kecamatan dari Kabupaten Kutai Timur disajikan dalam Tabel 2.1 berikut ini.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 3
RKPD Kab. Kutai Timur
T abel 2. 2
Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan
di Kabupaten Kutai Timur
Kecamatan
Banyaknya
Luas
Desa
Kelurahan
Km 2
%
Muara Ancalong
9
0
2.739,30
7,66
Busang
6
0
3.721,62
10,41
Long Mesangat
7
0
526,98
1,47
Muara Wahau
10
0
5.724,32
16,01
Telen
8
0
3.129,61
8,75
Kongbeng
7
0
581,27
1,63
Muara Bengkal
7
0
1.522,80
4,26
Batu Ampar
7
0
204,5
0,57
Sangatta Utara
3
1
1.262,59
3,53
Bengalon
11
0
3.196,24
8,94
Teluk Pandan
6
0
831
2,32
Rantau Pulung
3
0
1.660,85
4,65
Sangatta Selatan
9
1
143,82
0,4
Kaliorang
15
0
3.322,58
9,3
Sangkulirang
7
0
438,91
1,23
Sandaran
9
0
3.419,30
9,57
Kaubun
8
0
257,45
0,72
Karangan
7
0
3.064,36
8,57
Total
139
2
35.747,50
100,00
Sumber: BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur , 202 1
Kabupaten Kutai Timur mengalami 2 (dua) kali pemekaran kecamatan. Semula kabupaten ini terdiri dari 5 (lima) kecamatan; dimekarkan menjadi 11 (sebelas) kecamatan (Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 16 Tahun 1999); dan dimekarkan lagi menjadi 18 (delapan belas) kecamatan (Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 12 Tahun 2005). Rata - rata luas kecamatan dan jumlah desa
tidak merata. Kecamatan Sangkulirang dengan luas 438 ,91 (1,25 persen) memiliki 15 (lima belas) desa; sebaliknya Kecamatan Muara Wahau seluas 5.724, 32 (16,01 persen) hanya memiliki 10 (sepuluh) desa.
2.
Letak dan Kondisi Geografis
Kabupaten Kutai
Timur secara astronomis terletak pada koordinat 115°58’37” Bujur Barat sampai 118°59’31.37” Bujur Timur dan 1°50’42” Lintang Utara sampai 0°0’32” Lintang Selatan. Letak geografis ini memberi banyak potensi strategis bagi Kabupaten Kutai Timur, khususnya d alam berinteraksi dengan dunia luar. Demi mendukungnya Kabupaten Kutai Timur dalam berinteraksi wilayah dengan wilayah luar, baik dalam skala nasional maupun internasional dibutuhkan pembangunan fasilitas transportasi yang memadai.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 4
RKPD Kab. Kutai Timur
Potensi posisi strategis tersebut terlihat dari posisinya yang dikaitkan dengan wilayah lebih luas adalah sebagai berikut:
a)
Kabupaten Kutai Timur berada pada jalur regional lintas Trans Kalimantan. Jalur ini menghubungkan jalur Tarakan (Kota Orde II) -
Tanjung Redeb ke Sam arinda (Kota Orde I -
Ibu Kota Provinsi) -
Balikpapan (Kota Orde I) -
Kabupaten Penajam Pasir Utara - Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Keberadaan jalur regional Trans Kalimantan ini akan menunjang kelancaran distribusi barang dan ja sa dari dan kedalam Kabupaten Kutai Timur. Kelancaran distribusi barang dan jasa akan memicu aktivitas ekonomi, yaitu peningkatan produksi dan konsumsi.
b)
Wilayah perairan Kabupaten Kutai Timur memiliki garis pantai sepanjang 152 km. Wilayah perairan ini be rbatasan dengan Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Bagian Laut Kalimantan Timur merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Hal ini yang menyebabkan posisi Kutai Timur menjadi posisi strategis ; karena berada pada jalur transportasi laut in ternasional.
Posisi strategis yang dimiliki Kabupaten Kutai Timur merupakan tantangan sekaligus peluang. Peluang dari posisi strategis ini harus dimanfaatkan dengan baik. Posisi strategis harus menjadi pendorong dalam upaya meningkatkan laju pertumbuhan pe rekonomian daerah.
3.
Topografi
Wilayah Kabupaten Kutai Timur memiliki kondisi topografi yang bervariasi, terdiri dari: pantai, dataran, berbukit hingga pegunungan pantai. Wilayah daratan mempunyai ketinggian tanah yang bervariasi antara 0 – 7 - meter
hingga lebi h dari 1.000 - meter
dari permukaan laut (mdpl). Sebagian besar wilayahnya memiliki kelerengan di atas 15%, dengan total luas wilayah 2.516.233 ha (76,37% dari total luas lahan). Sebagian
wilayah di Kabupaten Kutai Timur berupa lereng, dengan rata - rata luas lereng di atas 40%. Kondisi ini tersebar di seluruh wilayah, khususnya terkonsentrasi di bagian barat laut., dimana rata - rata ketinggian lebih dari 500 mdpl. Karakteristik topografi seperti ini termasuk kategori lahan kritis, karena area ini berpotensi men galami degradasi lingkungan berupa erosi tanah.
Wilayah Kabupaten Kutai
Timur
dengan kelerengan di bawah 15% (<2 - 15), merupakan kawasan yang relatif datar dan landai, dimana memiliki wilayah dataran seluas
778.686 ha (23,63%), yang terdapat di Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Muara Bengkal, Muara Ancalong serta sebagian Muara Wahau dan Sangkulirang. Kecamatan Muara Wahau dan Muara
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 5
RKPD Kab. Kutai Timur
Ancalong merupakan daerah pegunungan kapur dan bukit Karst, dimana
pegunungan dan perbukitan memiliki areal paling luas yaitu masing - masing 1.608.915 ha dan 1.429.922,25 ha.
Tabel 2.3
Luas Kawasan Bukit Karst di Kabupaten Kutai Timur
No
Kawasan Bukit Karst
Luas (ha)
1
Batu Aji
3.538,80
2
Batu Lepoq
6.496,00
3
Batu Onyen
6.681,59
4
Batu Thayib
44,76
5
Batu Tumok
16,47
6
Gunung Gergaji
5.832,58
7
Karangan
27.756,10
8
Kongbeng
90,65
9
Kulat
12.846,91
10
Mandu Dalam
370,52
11
Pengadan
997,52
12
Sandaran
56.255,08
13
Sekerat
9.052,60
14
Susuk
30.020,19
15
Teluk Bakung
2,235.50
16
Tepian Terap
498,01
17
Tutunambo Nyere
9.191,03
Luas Bukit Batu Karst (Total)
171.924,31
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur , 2022
4.
Hidrologi
Untuk mendukung kondisi kesuburan tanah di Kabupaten Kutai Timur, dapat memanfaatkan wilayah perairan yang berupa laut/pantai, sungai dan danau. Daerah Aliran Sungai (DAS) terdapat di seluruh kecamatan. Sungai terpanjang adalah Sungai Kedang Kepala yang terletak di Kecamatan Muara Wahau, dengan pan jang 319 km. Terdapat dua danau yang terletak di Kecamatan Mura Bengkal yaitu Danau Ngayau dengan luas 1.900 Ha dan Danau Karang seluas 750 Ha. Tabel 2.4 di bawah ini menyajikan dua belas sungai yang terpanjang di Kabupaten Kutai Timur.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 6
RKPD Kab. Kutai Timur
Tabel 2. 4
Sung ai Terpanjang di Kutai Timur
No.
Nama Sungai
Panjang (km)
1
Sungai Telen
334.00
2
Sungai Bengalon
235.50
3
Sungai Kelinjau
206.50
4
Sungai Wahau
187.50
5
Sungai Antan
176.50
6
Sungai Sangatta
159.50
7
Sungai Manubar
153.40
8
Sungai Senyiur
121.80
9
Sungai Marah
112.30
10
Sungai Karangan
110.30
11
Sungai Kedang Kepala
93.50
12
Sungai Pesah
82.90
Panjang Sungai (Total)
1.973,70
Sumber: Bappeda Kutai Timur, 202 1
Jumlah sungai dan panjang sungai cukup memadai di Kabupaten Kutai
Timur. Keberadaan sungai ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan air khususnya untuk kebutuhan irigasi pertanian. Pada sisi timur Kabupaten Kutai Timur hampir seluruhnya berupa wilayah pantai. Hamparan yang ada di sisi pantai mempunyai ketinggian antara 0 - 7 m diatas permukaan laut. Kawasan pantai yang memilki potensi wisata bahari adalah Pantai Teluk Lombok dan Pantai Sekerat. Selama ini, wilayah Pantai Teluk Lombok dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai media perairan marikultur, yaitu pengembangan k omoditi perikanan seperti tambak ikan dan udang, budidaya rumput laut dan budidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA).
5.
Klimatologi
Kabupaten Kutai Timur berada di wilayah yang beriklim tropis mempunyai musim yang hampir sama dengan wilayah Indonesia pad a umumnya yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kabupaten Kutai Timur memiliki suhu udara rata - rata 26°C dengan perbedaan suhu terendah dengan suhu tertinggi mencapai 5° sampai 7°C. Jumlah curah hujan antara 2.000 hingga 4.000 mm/tahun, dengan jumlah ha ri hujan rata - rata adalah 130 hingga 150 hari/tahun.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 7
RKPD Kab. Kutai Timur
Sumber: Weather Sparks 2021
Gambar
2. 2
Rata - rata Curah
Hujan Menurut Bulan, tahun 2021
Gambar 2. 2
menyajikan rata - rata curah hujan di Kabupat en Kutai Timur selama tahun
2021 . Berdasarkan data dari Weather Sparks , Selama setahun curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari , April dan Desember. Pada bulan - bulan lainnya, rata - rata curah hujan di Kutai Timur adalah 104 - 155
mm.
Tabel 2. 5
Jumlah Hari Hujan
dan Curah Hujan Bulan Januari, Juli dan Desember di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
No
Kecamatan
Januari
Juli
Desember
HH
(hari)
CH
(mm)
HH
(hari)
CH
(mm)
HH
(hari)
CH
(mm)
1
Muara
Ancalong
12
290
14
310
8
124
2
Muara
Wahau
19
303
11
175
9
398
3
Muara
Bengkal
11
233
11
576
13
230
4
Sangatta
Utara
13
659
17
647
22
969
5
Sangkulirang
9
114
11
148
16
233
6
Busang
10
98
10
111
11
105
7
Telen
14
105
12
55
7
231
8
Kongbeng
10
404
7
201
4
108
9
Bengalon
11
165
16
92
13
142
10
Kaliorang
9
130
12
164
9
235
11
Sandaran
n/a
n/a
n/a
n/a
n/a
n/a
12
Sangatta
Selatan
14
281
13
112
15
1 . 5 4 3
13
Teluk
Pandan
8
247
6
128
7
231
14
Rantau
Pulung
2
76
6
123
16
233
163 155 141 161 160 136 104 91 104 119 159 175
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 8
RKPD Kab. Kutai Timur
No
Kecamatan
Januari
Juli
Desember
HH
(hari)
CH
(mm)
HH
(hari)
CH
(mm)
HH
(hari)
CH
(mm)
15
Kaubun
8
45
9
148
8
294
16
Karangan
6
63
6
107
10
340
17
Batu
Ampar
10
293
11
161
9
278
18
Long
Mesangat
15
336
14
145
10
257
Sumber: BPS, Kabupaten Kutai Timur Dalam Angka , 2020
Pada bulan Januari jumlah HH relatif semakin lama dibanding bulan Juli, hal ini terjadi di beberapa kecamatan, yaitu: Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Sangatta Selatan dan Long Mesangat. Jumlah HH lebih dari 14 hari (dua minggu berturut - turut) terjadi di beberapa kecamatan pada bulan Desember; yaitu : Sangatta Utara, Sangatta Selatan , Rantau Pulung, dan Sangkulirang. Variasi jumlah hari hujan (HH) dan cu rah hujan (CH) ini hendaknya diperhatikan untuk mendukung
produksi dan
produktivitas pertanian. Air merupakan komponen utama kesuburan tanah sehingga kondisi curah hujan perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan pola musim tanam di sektor pertanian.
Poten si hidrologi di Kabupaten Kutai Timur cukup besar, terutama adanya aliran beberapa sungai antara lain Sungai Sangatta, Sungai Marah dan Sungai Wahau. Peranan sungai di daerah ini sangat penting yaitu sebagai sarana transportasi air antara daerah pantai dan
daerah pedalaman, selain itu juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum penduduk di sepanjang wilayah yang dilaluinya.
Wilayah perairan di Kabupaten Kutai Timur berupa laut/pantai, sungai dan danau seperti daerah
aliran sungai (DAS) terdapat di
seluruh ke camatan. Sungai terpanjang adalah Sungai Kedang Kepala yang terletak di Kecamatan Muara Wahau, dengan panjang
319 km. Terdapat dua Danau yang terletak di Kecamatan Mura Bengkal yaitu Danau Ngayau dengan luas 1.900 ha dan Danau Karang seluas 750 h a. Wilayah pantai berada disebelah Timur Kabupaten, yang mempunyai ketinggian antara 0 - 7 m diatas permukaan laut. Kawasan pantai yang memilki potensi wisata bahari adalah Pantai Teluk Lombok dan Pantai Sekerat. Selama ini, wilayah Pantai Teluk Lombok diman faatkan oleh masyarakat lokal sebagai media perairan marikultur komoditi perikanan seperti tambak ikan dan udang, budidaya rumput laut dan budidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA).
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 9
RKPD Kab. Kutai Timur
6.
Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan di Kabupaten Kutai Timur cukup bervariasi. Sebanyak 43,08 persen merupakan kawasan hutan, meliputi Hutan Mangrove, Hutan Primer, Hutan Rawa, Hutan Sekunder dan Hutan Tanaman atau hutan produksi. Hutan Primer sebagian besar berada pada daerah pegunungan yang tersebar pada bagian ba rat Kabupaten Kutai Timur, yaitu Kecamatan Muara Wahau, Telen, dan Busang. Kawasan tidak berhutan di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 56,14 persen yang didominasi oleh belukar dan belukar rawa. Luas wilayah masing - masing sebesar 37,65 persen dan 5,76 persen.
Lahan pertanian sebanyak 9,28 persen atau sekitar 296.119,33 Ha meliputi perkebunan, sawah dan lahan pekarangan. Penggunaan lahan untuk perikanan masih menjadi minoritas meskipun mempunyai potensi yang sangat besar baik dari budidaya kolam maupun peraira n umum. Penggunaan lahan untuk kegiatan lainnya adalah pertambangan batubara sebesar 0,70 persen atau sekitar 22.410,51 Ha.
Tabel 2. 6
Penggunaan Lahan Menurut Kawasan di Kabupaten Kutai Timur
No
Kawasan
Luasan (Ha)
I
Kawasan Lindung
722.935,06
-
Hutan Lindung
397.098,56
-
Kawasan Resapan
Air
9.646,38
-
Konservasi Mangrove
12.626,87
-
Kawasan Gambut
33.611,32
-
Karst
58.133,11
-
KSA/KPA
187.877,62
-
Hutan Kota
41,92
-
Taman Wisata Alam
33,88
-
Tubuh Air
23.865,39
II
Kawasan Budidaya
2.612.287,15
-
KBK
1.491.841,86
-
KBNK
1.120.445,29
III
Kawasan Budidaya Kehutanan
1.491.841,86
-
Hutan Produksi
668.924,10
-
Hutan Produksi/APL
21.809,49
-
Hutan Produksi/HPK
24.078,43
-
Hutan Produksi Konversi
61.739,10
-
Hutan Produksi Konversi/APL
707.832,82
-
Hutan Produksi Terbatas/APL
468,32
-
Hutan Produksi Terbatas/HPK
5.449,35
IV
Kawasan Budidaya Non Kehutanan
1.120.445,29
-
Perkebunan
892.580,59
-
Permukiman Perkotaan
9.517,62
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 10
RKPD Kab. Kutai Timur
No
Kawasan
Luasan (Ha)
-
Permukiman Perdesaan
77.396,83
-
Kawasan Bukit Pelangi
280,25
-
Pertambangan
17.521,16
-
Pertanian Tanaman Pangan/Kaw. Food Estate
62.546,78
-
Kawasan Industri
4.942,02
-
Waduk/Bendungan
3.440,56
-
KIPI/Maloy
5.272,44
-
Kawasan Pelabuhan
120,94
-
Pelabuhan Batubara
578,30
Sumber: BPS, Kabupaten Kutai Timur Dalam Angka , 2020
2.1.1.2
Potensi Pengembangan Wilayah
Beberapa pusat kegiatan di wilayah Kabupaten Kutai Timur dibagi dalam pengembangan Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP). Sistem perwilayahan ini menggambarkan satuan wilayah kabupaten yang memiliki pusat di suatu kota kecamatan, dan dijadikan sebagai pusat kegiatan perwilayahan. Berikut merupakan SSWP di Kabupaten Kutai Timur:
a)
SSWP Pusat
meliputi Kecam atan Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Rantau Pulung dan Bengalon;
b)
SSWP Timur
meliputi Kecamatan Karangan, Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang, dan Sandaran;
c)
SSWP Utara
meliputi Kecamatan Kongbeng, Telen dan Muara Wahau;
d)
SSWP Selatan
meliputi Kecamatan Batu Ampar, Busang, Long Mesangat, Muara Ancalong dan Muara Bengkal.
Tabel 2.7
menyajikan Potensi kawasan di 18 kecamatan Kabupaten Kutai Timur. Berikut merupakan potensi di masing - masing kawasan:
Tabel 2. 7
Potensi di setiap Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur
No
Kecamatan
Potensi
1.
Muara Ancalong
-
Tanaman pangan: padi ladang, jagung, ubi kayu
-
Buah - buahan: durian, jeruk, mangga, pisang
-
Perkebunan: kelapa sawit, kakao dan karet
-
Perikanan tangkap dan budidaya darat
-
Konservasi fauna: buaya supit dan bodas
2.
Busang
-
Tanaman pangan: padi ladang, jagung, ubi kayu
-
Buah - buahan: durian, pisang, jeruk
-
Perkebunan: kelapa sawit rakyat, kakao
-
Wisata budaya
-
Konservasi Fauna: Orangutan (Restorasi Habitat Orang Utan
Indonesia)
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 11
RKPD Kab. Kutai Timur
No
Kecamatan
Potensi
-
Potensi bahan galian dan tambang: berupa emas dan besi
3.
Long Mesangat
-
Tanaman pangan: padi sawah, jagung, kacang tanah
-
Sayur mayur: kacang tanah, petsai/sawi putih, cabai
-
Budidaya perikanan darat
4.
Muara Wahau
-
Perkebunan:kelapa sawit, HPH
-
Pertambangan: batubara
-
Wisata Budaya dan Hutan Lindung Wehea
5.
Telen
-
Perkebunan: kelapa sawit, kakao dan karet
-
Teridentifikasi sebagai salah satu wilayah yang memiliki kandungan logam mulia berupa emas
6.
Kongbeng
-
Pertanian tanaman pangan: padi sawah
-
Perkebunan: kelapa, kakao, lada, karet, kelapa sawit
-
Peternakan: sapi, kerbau, ayam potong
-
Pariwisata: wisata budaya dan wisata geologi (Karst)
7.
Muara Bengkal
-
Pertanian tanaman pangan: padi
ladang, ubi kayu, jagung, kedelai
-
Perkebunan: kelapa sawit, karet
-
Perikanan: tangkap dan budidaya
-
Pariwisata: danau gelumbang
8.
Batu Ampar
-
Perkebunan: kelapa sawit, karet dan lada
-
Peternakan: ayam kampung, kambing, itik
-
Perikanan: tangkap tradisional
-
Potensi HTI (Hutan Tanaman Industri) yang cukup luas untuk sentra produksi hutan.
9.
Sangatta Utara
-
Pertambangan: tambang batubara
-
Perdagangan dan jasa.
-
Kawasan wisata konservasi orang utan dan ekowisata
10.
Bengalon
-
Pertambangan: tambang batubara
-
Perkebunan: kelapa sawit, karet dan kakao
-
Perikanan: tangkap dan budidaya
-
Pariwisata: bahari dan geologi
11.
Teluk Pandan
-
Pertanian tanaman pangan: padi sawah dan genjah
-
Perikanan: budidaya tambak
-
Perkebunan: kakao
-
Buah - buahan: pisang
12.
Rantau Pulung
-
Pertanian tanaman pangan: padi ladang, jagung
-
Perkebunan: kelapa sawit
-
Peternakan: ayam potong dan itik
13.
Sangatta Selatan
-
Pertanian tanaman pangan: jagung
-
Peternakan: ayam, sapi, kambing
-
Perikanan: budidaya perikanan dan perikanan tangkap
-
Potensi wisata bahari dan ekowisata
14.
Kaliorang
-
Pertanian tanaman pangan: padi sawah, jagung
-
Sayur - mayur: cabai, sawi
-
Peternakan: sapi, kambing, ayam potong
-
Perkebunan: kelapa sawit, kakao, kelapa
-
Buah - buahan: pisang, jeruk
-
Pariwisata: bahari dan ekowisata
-
Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK)
-
Perikanan: tangkap dan budidaya
-
Pertambangan: potensi galian besi, gipsum dan pasir kuarsa
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 12
RKPD Kab. Kutai Timur
No
Kecamatan
Potensi
15.
Sangkulirang
-
Pertanian tanaman pangan: padi ladang
-
Perikanan: budidaya (darat dan laut)
-
Perkebunan: kelapa sawit dan karet
-
Peternakan: sapi, kerbau, itik, ayam
16.
Sandaran
-
Pertanian tanaman pangan: padi ladang, jagung
-
Perikanan: darat dan laut
-
Perkebunan: kelapa sawit, kelapa, kakao
-
Buah - buahan: durian, rambutam, jeruk, pisang
-
Pariwisata: bahari dan geologi (Karst)
17.
Kaubun
-
Pertanian tanaman pangan: padi sawah
-
Perkebunan: kelapa sawit, kopi, kakao, karet, lada
-
Sayur mayur: kacang, sawi, cabai
-
Peternakan besar: sapi, ayam potong, ayam petelor
18.
Karangan
-
Pertanian tanaman pangan: padi ladang
-
Perikanan darat
-
Wisata geologi (Karst)
-
Perkebunan kakao, sawit, pisang
-
Kehutanan dan hasil hutan
Sumber: B PS, Kecamatan Dalam Angka , 201 9 dan 2020
Berikut beberapa potensi - potensi pengembangan kawasan - kawasan di Kabupaten Kutai Timur:
1.
Kawasan Pertanian Tanaman Pangan
Terdapat 2 kawasan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur yaitu kawasan budidaya tanaman pangan lahan basah dan
kawasan budidaya tan aman pangan
lahan kering. Kriteria kesesuaian lahan untuk kawasan budidaya tanaman pangan lahan kering adalah derajat kemiringan lahan, jenis tanah, kedalaman solum, tekstur tanah, dan tingkat erosi. Berdasarkan kriteria tersebut, maka untuk kegiatan perta nian lahan kering berada di sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur dan tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan kesesuaian lahan budidaya tanaman pangan lahan basah berada di sebagian kecil wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Timur dengan luas yang c ukup signifikan, terutama di kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong.
Hasil produksi tanaman pangan di Kutai Timur, berpotensi dapat memenuhi permintaan di dalam negeri, terutama lokal kabupaten dan Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan peluang dan pe saing dalam pasokan hasil produksi pertanian tanaman pangan, terutama komoditas unggulan kedelai dan jagung dapat berperan serta dalam
pemenuhan kebutuhan dalam lingkup nasional.
Seti a p tahun, lahan pertanian khususnya lahan sawah mengalami penyusutan lua san akibat dari adanya alih fungsi lahan. Hal tersebut apabila dibiarkan dan tidak dilakukan upa ya
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 13
RKPD Kab. Kutai Timur
pencegahan alih fungsi, akan menjadi ancaman (hambatan) pembangunan sektor pertanian di masa yang akan datang. Dampak dari alih fungsi lahan berupa berkurang nya jumlah produksi dan produktivitas padi yang berpotensi mengakibatkan hambatan dalam mewujudkan swasembada pangan. Beberapa usaha yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengembangkan area pertanian tanaman pangan dengan menyusun strategi pengelolaan s umberdaya lahan pertanian secara berkelanjutan dan pencegahan berkurangnya lahan sawah produktif, terutama untuk lahan beririgasi teknis yang sudah dikembangkan dan lahan produktif lainnya.
Budidaya pertanian lahan basah dan food estate merupakan lahan sa wah (baik yang beririgasi teknis, setengah teknis, maupun irigasi perdesaan) yang telah diusahakan secara intensif. Kawasan lahan pertanian diharapkan dapat tetap dipertahankan dalam rangka ketahanan pangan dan ketahanan budaya. Kawasan budidaya pertanian lahan basah di wilayah perencanaan memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah diarahkan menjadi kawasan penyangga ( buffer zone ) untuk menjaga kualitas lingkungan dalam bentuk ruang terbuka hijau.
Area budidaya pertanian lahan basah yang telah dialiri oleh jaringan irigasi merupakan kawasan yang tetap dipertahankan dengan meminimalisir alih fungsi. Lahan food estate adalah area lahan pertanian pangan berkelanjutan dicadangkan di 4 (empat) kecamatan yaitu Busang, Karangan, Muara Ancalong dan Sand aran dengan luas 63.202,78 ha. Lahan pertanian pangan direncanakan seluas lebih kurang 107.755,37 ha yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Lahan tersebut merupakan lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan semusim dan ata u tanaman tahunan yang dicirikan pengelolaannya relatif tidak memerlukan air irigasi. Pemanfaatan pertanian lahan kering adalah untuk tegalan, tanaman sayur mayur (hortikultura), dan kebun campuran. Pertanian lahan kering yang tidak intensif merupakan cada ngan pengembangan kawasan perkotaan.
2.
Kawasan Perkebunan
Pembangunan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur mengalami pertumbuhan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan luas areal, produksi dan produktivitas. Komoditas yang banyak dikembangkan dalam perkebunan rakyat antara lain kakao, karet, lada, dan kelapa sawit.
Area perkebunan di Kabupaten Kutai Timur berada pada 16 (enam belas) kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta Utara, Rantau Pulung, Bengal on, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, Karangan dan Sandaran.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 14
RKPD Kab. Kutai Timur
Kawasan perkebunan yang dekat dengan pusat - pusat kegiatan dan merupakan potensi pengembangan kawasan
perkotaan. Kebijakan pengelolaan kawasan perkebunan meliputi: a) Pengembangan kegiatan lahan perkebunan diupayakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang ada; b) Pemanfaatan lahan perkebunan untuk sistem tumpang sari dengan kegiatan budidaya pertan ian lahan kering; c) Pemilihan jenis komoditi unggulan sesuai dengan potensi lahan; dan d) Pengembangan lahan perkebunan pada lahan - lahan yang memiliki kesesuaian lahan sebagai lahan perkebunan melalui intensifikasi dan pemilihan teknologi tepat guna.
Sala h satu strategi pembangunan berkelanjutan yang dilakukan Provinsi Kalimantan Timur pada subsektor pertanian adalah melalui pengembangan perkebunan kelapa sawit. Subsektor ini dinilai memiliki benefit yang cukup besar
tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi da erah , namun juga
pemecahan masalah pengangguran, kemiskinan dan peningkatan pembangunan daerah .
Di Kabupaten Kutai Timur sendiri
luas perkebunan kelapa sawit terus mengalami perluasan dari
450.635,31
ha di tahun 2016 menjadi 459.526,27
ha di tahun 2020. Pe rkembangan yang pesat pada perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur, juga diikuti berkembangnya industri hasil perkebunan kelapa sawit berupa pabrik pengolahan Crude Palm Oil
(CPO) di beberapa kecamatan yang menjadi sentra pengembangan perkebunan k elapa sawit. Dengan demikian
program
pengembangan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur perlu terus dilakukan.
Permasalahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia secara umum berkaitan dengan
citra negatif kelapa sawit yang dianggap tidak mengikuti kaidah - kaidah pelestarian lingkungan . Oleh karena itu, pemangku kepentingan ( stakeholders ) di subsektor kelapa sawit menerapkan prinsip dan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil
(ISPO). Program ini merupakan sertifikasi yang akan diwajibkan bagi seluruh perkebunan kelapa sawit di Indonesia , dengan tujuan untuk meningkatkan citra perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang sebelumnya selalu mendapatkan kritik dari Lembaga Swasembada Masyarakat karena merusak lingkungan .
Ketentuan ISPO sendiri telah diatur da lam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.
Dengan demikian, program pembangunan dan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur hendaknya akan terus dilakukan denga n menerapkan prinsip - prinsip pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan keseimbangan faktor ekonomi, ekologi dan sosial, mengacu pada peraturan menteri pertanian tersebut.
3.
Kawasan Peternakan
Produksi peternakan di Kabupaten Kutai Timur menghasilkan: peter nakan kecil (unggas)
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 15
RKPD Kab. Kutai Timur
maupun peternakan besar (kambing, sapi, dan lain lain). Beberapa wilayah perencanaan terdapat usaha kegiatan peternakan dalam skala kecil terutama peternakan ayam. Kebijakan pengelolaan kawasan budidaya peternakan diarahkan untuk: a) M eningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani ternak; b) Peningkatan teknologi, produktivitas, dan kualitas ternak; c) Pengendalian limbah peternakan agar tidak mengganggu lingkungan permukiman dan sumber air; serta d) Pengembangan sinergi antara k egiatan peternakan dan usaha pertanian lainnya.
4.
Kawasan Perikanan
Kawasan perikanan tangkap merupakan kawasan untuk kegiatan memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun. Kegiatan ini juga termasuk mempero leh ikan menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kawasan pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Kutai Timur diarahkan dan dibagi dalam tiga jalur dengan klasifikasi area dan pe ralatan.
Kawasan perikanan budidaya sendiri merupakan kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan seta memanen hasilnya dalam lingkungan terkontrol. Kegiatan ini juga termasuk menggunakan kapal untuk memuat, m engangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Penetapan kawasan perikanan budidaya memiliki beberapa kriteria antara lain: a) Perairan laut pasang surut yang terlindung pasir, kerakal dan atau berbatu; b) Perairan laut y ang semi terlindung dan atau perairan yang terlindung dari aksi gelombang ekstrem ; c) Di luar kawasan pelabuhan dan atau jalur pelayaran; d) Salinitas air relatif konstan dalam kisaran normal air laut; e) Aksesibilitas kawasan mudah dicapai, dekat pemukiman masyarakat pesisir dan tidak dalam pengaruh o l eh air limbah; f) Perairan laut di luar zona inti kawasan perlindungan; g) Perairan laut di luar areal terumbu karang dan Padang Lamun; serta h) Kualitas air memenuhi baku mutu air laut untuk budidaya
ikan. Kawasan budidaya laut yang direncanakan dikembangkan berada di perairan laut Kecamatan Sangatta Selatan berupa budidaya perikanan tangkap laut dan budidaya rumput laut.
5.
Kawasan Pertambangan
Kawasan pertambangan yang ada saat ini sangat dimungkinkan menjadi kawasan lindung di masa yang akan datang. Hal tersebut menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mempertahankan kawasan lindung yang ada. Oleh karena itu upaya rehabilitasi dan revitalisasi kawasan bekas pertambangan menjadi
keharusan agar tidak terjadi kerusakan ekologis yang
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 16
RKPD Kab. Kutai Timur
serius dan berdampak fatal di kemudian
hari.
Hasil produksi sektor pertambangan memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian regional Kutai Timur. Produksi tambang yang dihasilkan oleh beberap a perusahaan lokal, nasional dan internasional diharapkan mampu menjadi penggerak utama ( prime mover ) perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Namun peruntukan kawasan pertambangan dalam rencana tata ruang kabupaten tahun 2015 - 2035 berdasarkan ijin konsesi pert ambangan sebagai kawasan tambang sebagian besar masih dalam proses Feasibility Study
yang lebih lanjut untuk kesesuaian lahannya. Sementara itu, i jin konsesi kawasan yang memiliki potensi pertambangan di Kabupaten Kutai Timur memiliki luas sebesar lebih ku rang 1.602.653 Ha.
6.
Kawasan Pariwisata
Pariwisata sebagai salah satu lokomotif penggerak ekonomi dan akan menjadi masa depan Kabupaten Kutai Timur memerlukan kebijakan pembangunan khusus kepariwisataan melalui penetapan status kawasan. Berdasarkan data Dina s Pariwisata Kabupaten Kutai Timur yang menjadi kawasan KSP3 (Kawasan Strategis Pengembangan Pariwisata Provinsi) Kalimantan Timur adalah: Pantai Teluk Lombok, Kawasan Lindung Geologi Goa Tewet dan Pulau Miang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan
Timur bersama
dengan Pemerintah Kabupaten
Kutai Timur telah mengusulkan pembentukan kawasan bentang alam Karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi geo park
nasional. Selain itu ,
potensi wisata lain
adalah cagar budaya rock - art
yang berusia
kurang
lebih 40.000 tahun dan telah masuk dalam daftar tentative list
UNESCO.
Pengembangan pariwisata juga menyentuh pada wisata berbasis budaya diantaranya; Pesta Adat Lom Plai, Desa Budaya Miau Baru, dan Desa Budaya Rindang Benua.
7.
Kawasan Pemukiman
Kabupaten K utai Timur memiliki kawasan permukiman perdesaan dan kawasan permukiman
perkotaan. Kebijakan pengembangan permukiman pedesaan dilakukan dengan menciptakan beberapa sentra produksi yang prospektif dalam penyerapan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan.
Oleh karena itu perlu diciptakan keterhubungan antara sentra produksi dengan pusat pemasarannya sehingga dapat saling menunjang sistem perwilayahan. Kawasan permukiman pedesaan di Kabupaten Kutai Timur direncanakan lebih kurang 70.588,63 ha yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur.
Kawasan permukiman perkotaan terletak di 3 (tiga) Kecamatan antara lain: Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Kaliorang. Kecamatan Sangatta Utara sebagai pusat
kegiatan wilayah dan sentra pemerintahan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 17
RKPD Kab. Kutai Timur
besar. Kecamatan Sangatta Selatan juga merupakan bagian dari pusat kegiatan wilayah dan areal Taman Nasional Kutai (TNK). Permukiman perkotaan lainnya yang direncanaka n di Kabupaten Kutai Timur berada di Kecamatan Kaliorang sebagai perwujudan dari konsep Kota Terpadu Mandiri (KTM), yang dialokasikan seluas lebih kurang 126,04 ha.
2.1.1.3
Wilayah Rawan Bencana
Berikut adalah h asil identifikasi kawasan rawan bencana di Kabupaten Kutai Timur:
1)
Kawasan Rawan Bencana Banjir
Kawasan rawan bencana banjir merupakan wilayah yang secara rutin mengalami genangan air lebih dari enam jam pada saat musim hujan. Sebagian wilayah permukiman di Kutai Timur telah mengalami kondisi keban jiran selama musim - musim penghujan, yaitu November - Maret (BPS Kabupaten Kutai, 2020). Beberapa tahun terakhir, kondisi genangan tercatat hingga 6 (enam) jam. Kondisi tersebut bila menjangkau wilayah pemukiman, secara tidak langsung akan berdampak pada kese hatan penduduk dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian banjir harus dipersiapkan dengan baik agar wilayah pemukiman dapat terhindar dari ancaman kebanjiran di masa yang akan datang.
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kutai Timur, 2022, diolah
Ga mbar 2. 3 Rata - rata Curah Hujan Menurut Bulan, tahun 2021
Terdapat 4 (empat) titik rawan banjir di Kota Sangatta antara lain: Kabo Jaya; Gunung Tehnik; Sangatta Selatan; dan Kampung Kajang. Kecamatan
lainnya yang hampir tiap tahun mengalami banjir setiap musim hujan, yaitu: Kec. Bengalon; Rantau Pulung; Teluk pandan; Muara Bengkal, Muara Ancalong; Busang dan Telen. Berikut merupakan rencana untuk penanggulangan banjir:
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 18
RKPD Kab. Kutai Timur
T abel 2.8
Rencana Penanggulan gan Banjir
No
Penanggulangan Banjir
Jangka Pendek
Jangka Panjang
1
Rehabilitasi dan rekonstruksi daerah banjir
P erlindungan dan pelestarian alam
2
Normalisasi sungai
Gerakan penghijauan lingkungan
3
Pengadaan alat - alat penanggulangan bencana banjir
Manajemen
pengelolaan dan penanggulangan banjir
2)
Rawan Bencana Gerakan Tanah (Longsor)
Kawasan rawan bencana alam tanah longsor adalah kawasan yang mudah bergerak akibat adanya patahan atau pergeseran batuan induk pembentuk tanah. Beberapa kecamatan merupakan kawasan rawan bencana longsor karena mempunyai kelerengan lebih dari 40 persen dan daerah yang berada di aliran sungai dengan arus deras. Berikut merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah bencana longsor:
a)
Membatasi eksploitasi
bahan galian;
b)
Gerakan penghijauan lingkungan dengan tanaman yang tepat; dan
c)
Manajemen pengelolaan dan penanggulangan longsor.
3)
Rawan Bencana Kebakaran Lahan dan Pemukiman
Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu daerah dengan kategori rawan kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan hasil pemantauan satelit, wilayah Kutai Timur mulai banyak ditemukan adanya daerah rawan kebakaran. Oleh sebab itu, diperlukan sinergisnya semua pihak untuk pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran. Diperlukan jug a peningkatan kesiagaan, efektivitas kegiatan pemantauan dan pengawasan, serta mengambil langkah - langkah konkret secara terkoordinasi dan terpadu untuk mengatasi bahaya kebakaran.
2.1.1.4
Aspek Demografis
Jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021 se banyak 424.843 jiwa, terdiri dari 227.388 pria dan 197.355 wanita. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2020 sebanyak 409 jiwa atau tumbuh sebesar 0,10%. Ditinjau dari sisi rasio jenis kelamin, secara umum proporsi jumlah penduduk pria di Kabupaten Kutai
Timur lebih banyak dibandingkan dengan penduduk wanita dengan rasio jenis kelamin 116 dimana besaran angka rasio jenis kelamin mengalami
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 19
RKPD Kab. Kutai Timur
peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 115. Jumlah dan perkembangan penduduk menurut jenis kelamin serta seba ran
di kecamatan, terlihat pada tabel berikut:
Tabel
2.9
Jumlah dan Perkembangan Penduduk
Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan Tahun 2020 - 2021
No
Kecamatan
2020
RJK
2021
RJK
L
P
L
P
1.
Muara
Ancalong
7 . 6 5 7
6.832
112
7 . 6 4 6
6.880
111
2.
Muara
Wahau
16.546
1 4 . 2 8 4
116
16.292
1 4 . 1 4 7
114
3.
Muara
Bengkal
7 . 4 9 5
6.746
111
7 . 209
6.590
109
4 .
Sangatta
Utara
6 5 . 3 5 3
5 7 . 4 86
114
6 5 . 291
5 7 . 8 81
113
5 .
Sangkulirang
12.461
11 . 040
113
12.841
11 . 2 6 2
114
6 .
Busang
3 . 1 29
2.761
113
3 . 00 1
2.685
112
7.
Telen
5.824
4 . 9 28
118
5.775
4 . 8 5 5
119
8 .
Kongbeng
16.181
1 4 . 3 23
113
16.056
1 4 . 2 3 2
113
9 .
Bengalon
2 2 . 4 0 3
18.751
119
2 3 . 1 7 5
18.998
122
10.
Kaliorang
8.278
7 . 055
117
8.630
7 . 2 2 6
119
11.
Sandaran
6.500
5.420
120
6.417
5.259
122
12.
Sangatta
Selatan
16.558
1 4 . 4 1 9
115
16.619
1 4 . 4 26
115
13.
Teluk
Pandan
8.016
6.917
116
7 . 8 4 3
6.705
117
14.
Rantau
Pulung
6.528
5.777
113
6.940
6.130
113
15.
Kaubun
8.531
7 . 2 6 3
117
8.556
7 . 1 4 9
120
16.
Karangan
7 . 2 8 1
6.095
119
6.978
5.793
120
17.
Batu
Ampar
4 . 294
3 . 7 7 5
114
4 . 2 8 1
3 . 7 29
115
18.
Long
Mesangat
3 . 9 3 4
3 . 4 9 3
113
3 . 8 3 8
3 . 4 08
113
Jumlah
226.969
1 9 7 . 3 65
115
2 2 7 . 3 88
1 9 7 . 3 55
115
Jumlah
L
+
P
4 2 4 . 3 3 4
424.7 43
Pertumbuhan (%)
0,33
0,10
Sumber: Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur , 2022, d ata diolah
Sementara persentase penyebaran penduduk menurut kecamatan di Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.10
Proporsi Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2020 - 2021
No
Kecamatan
Proporsi
Penduduk
(%)
2020
2021
1.
Muara
Ancalong
3,41
3,42
2.
Muara
Wahau
7,27
7,17
3.
Muara
Bengkal
3,36
3,25
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 20
RKPD Kab. Kutai Timur
No
Kecamatan
Proporsi
Penduduk
(%)
2020
2021
4 .
Sangatta
Utara
28,95
29,00
5 .
Sangkulirang
5,54
5,67
6 .
Busang
1,39
1,34
7.
Telen
2,53
2,50
8 .
Kongbeng
7,19
7,13
9 .
Bengalon
9,70
9,93
10.
Kaliorang
3,61
3,73
11.
Sandaran
2,81
2,75
12.
Sangatta
Selatan
7,30
7,31
13.
Teluk
Pandan
3,52
3,43
14.
Rantau
Pulung
2,90
3,08
15.
Kaubun
3,72
3,70
16.
Karangan
3,15
3,01
17.
Batu
Ampar
1,90
1,89
18.
Long
Mesangat
1,75
1,71
Jumlah
(%)
100,00
100,00
Sumber: Sumber: Disdukcapil Kabupaten Kutai Timur , 2022, d ata diolah
Berdasarkan Tabel 2.10
tampak bahwa Kecamatan Sangatta Utara yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur mempunyai angka sebaran penduduk yang tinggi yaitu sebesar 29%. Hal tersebut terjadi k arena kecamatan tersebut memiliki potensi pertumbuhan aktivitas ekonomi paling tinggi. Sedangkan untuk kecamatan lainnya sebaran penduduk masih tetap rendah yaitu masih dibawah 10%.
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, 2022, diolah
Gambar 2. 4
Piramida Penduduk Kabupaten Kutai Timur, 2021
25.000 20.000 15.000 10.000 5.000 0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 0-4 10 -14 20-24 30-34 40-44 50-54 60 -64 70-74 Laki -Laki Perempuan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 21
RKPD Kab. Kutai Timur
Berdasarkan Gambar 2.3 menunjukkan bahwa piramida penduduk Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021 mempunyai jenis piramida ekspansif. Ini berarti bahwa Kabupaten Kutai Timur merupakan daerah dalam keadaan bertumbuh, dimana kelompok usia muda lebih besar. Kondisi ini memerlukan pengendalian laju pertumbuhan penduduknya. Sebab penduduk yang terlalu banyak akan berpengaruh pada pemerataan sumber daya dan pembangunan.
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, 2022, diolah
Gambar 2. 5
Kepadatan Penduduk Per Kecamatan, tahun 2021
Berdasarkan kepadatan
penduduk, Kecamatan Sangatta Selatan merupakan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi yaitu
215.86 Jiwa/Km². Sedangkan kepadatan penduduk terendah adalah Kecamatan Busang yaitu 1.53 Jiwa/Km².
2.1.2
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Dalam melihat kondisi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur yang menjadi salah satu panduan adalah implementasi Sustainable Development Goals
atau SDGs. SDGs membawa 5 prinsip - prinsip mendasar yang menyeimbangkan antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Fokus pembangunan SDGs yaitu 1) People
(manusia), 2) Planet
(bumi), 3) Prosperity (kemakmura n), 4) Peace
(perdaiaman), dan 5) Partnership
(kerjasama). SDGs mengakomodasi masalah - masalah pembangunan secara lebih komprehensif baik kualitatif (dengan mengakomodir isu pembangunan yang tidak ada dalam MDGs) maupun kuantitatif menargetkan penyelesaian
tuntas terhadap setiap tujuan dan sasaranya.
SDGs juga bersifat universal memberikan peran yang seimbang kepada seluruh negara — 5,30 5,32 9,06 97,56 54,92 1,53 3,40 52,11 13,19 4,77 3,41 215,86 17,51 7,87 61,00 4,17 39,17 13,75 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 22
RKPD Kab. Kutai Timur
baik negara maju, negara berkembang, dan negara 4 Sustainable Development Goals
(SDGs) Tahun 2015 merupakan tahun pembangunan b erkelanjutan, terdapat 4 kesepakatan global tentang pembangunan berkelanjutan. Di tingkat daerah, integrasi SDGs ke dalam perencanaan pembangunan menemui banyak tantangan, karena sebagian indikator belum sesuai dengan kondisi daerah, serta ketersediaan dat a - data yang sangat terbatas.
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis isu global, nasional, dan regional maka dapat disusun sinkronisasi isu eksternal. Isu eksternal merupakan isu yang memiliki kekuatan lebih besar dibanding isu internal terkait dalam p enyusunan rencana strategis. Sinkronisasi isu eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi isu - isu eksternal Kabupaten Kutai Timur ditinjau dari 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan. Berikut adalah uraian sinkronisasi isu - isu eksternal:
1)
Ekonomi.
2)
Lingku ngan (fisik dan infrastukur)
3)
Sosial
Tabel 2.1 1
Rumusan Keterpaduan SDG’s antara Indikator
Kinerja Utama (IKU)
dan I ndikator Kinerja Kunci (IKK)
SDG ’s
Indikator Kinerja Utama (IKU)
Indikator Kinerja Kunci (IKK)
•
Tanpa Kemiskinan
•
Tanpa Kelaparan
•
Kehidupan sehat dan sejahtera
•
Pendid i kan Berkualitas
Indek Pembangunan Manusia (IPM)
•
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
•
Tingkat Kemiskinan
•
Persentase PAD terhadap pendapatan
•
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
•
Rata - Rata Lama Sekolah
•
Angka Harapan Hidup
•
Persentase Sekolah yang menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
•
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
•
Penyelenggaraan Festival keagamaan
•
Tanpa Kemiskinan
•
Tanpa Kelaparan
•
Kehidupan sehat dan sejahtera
Kontribus i sektor pertanian / perkebunan terhadap PDRB
•
Ketersediaan Pangan Utama
•
Produksi sektor pertanian
•
Produksi sektor perkebunan
•
Produksi perikanan
•
Nilai Tukar Petani (NTP)
Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
Laju Pertumbuhan Ekonomi
•
Pertumbuhan Jumlah IKM
•
Investor berskala nasional (PMDN/PMA)
•
Air bersih dan sanitasi layak
•
Industri, Inovasi dan Infrastruktur
•
Indek s
Pembangunan Desa (IPD)
•
Indeks Gini
•
Persentase jalan Kabupaten kondisi Mantap
•
Persentase perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum)
•
Capaian Akses Air Minum Layak
•
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang memperoleh layanan pengelolaan air limbah Domestik
•
Persent ase Infrastruktur Pengelolaan Sampah Perkotaan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 23
RKPD Kab. Kutai Timur
SDG ’s
Indikator Kinerja Utama (IKU)
Indikator Kinerja Kunci (IKK)
•
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
•
Berkurangnya jumlah unit RTLH
•
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 ha di kabupaten yang ditangani
•
Cakupan
Layanan Telekomunikasi
•
Rasio ketersediaan SD/ MI per penduduk
•
Rasio ketersediaan SMP/ MTS per penduduk
•
Rasio Puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk
•
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
•
Jumlah pasar
Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
Nilai Akuntabilitas Kinerja
•
Opini BPK terhadap laporan keuangan
•
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
•
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
•
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
Perdamaian dan Kelembagaan Yang tangguh
Indeks Kepuasan Masyarakat ( IKM)
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
Penanganan perubahan ikilm
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan Lahan
Kota dan Pemukiman yang berkelanjutan
Ketaatan terhadap RTRW
Jumlah Perkada RDTR
Berikut penjabaran SDG’s dengan indikator terkait terhadap a spek kesejahteraan masyarakat menjabarkan
kondisi ekonomi, kesejahteraan masyarakat
dan kepuasan masyarakat .
2.1.2.1
Kond isi Ekonomi
Gambaran kondisi ekonomi Kabupaten Kutai Timur dapat dijelaskan pada beberapa indikator pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.1 2
Kondisi Ekonomi
Tahun 20 17 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT)
%
1,01
1,12
0,95
5,45
5,35
Tingkat Kemiskinan
%
9,29
9,22
9,48
9,55
9,81
Persentase PAD Terhadap Pendapatan
%
7,55
3,64
5,24
6,47
8,49
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB
%
7,75
7,62
7, 6 9
9,16
8 , 2 4
Indeks Gini
indeks
0,288
0,326
0,346
0,325
0,321
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur, 202 1 .
A.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Tingkat Pengangguran Terbuka adalah persentase penduduk: 1) yang sedang mencari pekerjaan, 2) yang mempersiapkan usaha, 3) yang tidak mencari pekerjaan, karena
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 24
RKPD Kab. Kutai Timur
merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan dan 4) yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan da lam persen. Indikator ini bermanfaat untuk melihat keterjangkauan pekerjaan (kesempatan kerja).
Secara umum, Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Kutai Timur cenderung menurun. Hal ini dibuktikan dari Tingkat Pengangguran Terbuka yang mencapai 5,45 perse n pada tahun 2020 menurun menjadi 5,35 persen di tahun
2021.
B.
Tingkat Kemiskinan
Berdasarkan data tingkat kemiskinan pada Tabel 2.1 2
melihat trend persentase penduduk
miskin dalam 2 tahun terakhir, peningkatan persentase penduduk miskin hanya sebesar 0.26 %. Secara persentase penduduk
miskin naik dari 9,55% pada tahun 2020 menjadi 9,81% pada tahun 2021.
C.
Persentase PAD Terhadap Pendapatan
Persentase PAD terhadap pendapatan mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 8,49 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 6,47 persen.
D.
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB
Berdasarkan Tabel 2.11 Data Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB menunjukkan
kenaikan pada tahun 2021 sebesar 9,34 persen dari tahun 2020 sebesar 9,16.
E.
Indeks
Gini
Indeks Gini atau Rasio Gini merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran secara menyeluruh. Dengan demikian, rasio
gini dapat digunakan untuk melihat ketimpangan pendapatan/pengeluaran penduduk di suatu wilayah. Nilai Rasio Gini berkisar antara 0 hingga 1. Nilai Rasio Gini yang semakin mendekati 1 mengindikasikan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi. Rasio Gini bernilai 0 menunjukkan adanya pemerataan pendapatan yang sempurna, atau setiap orang
memiliki penda patan yang sama. Sedangkan, Rasio
Gini bernilai 1 menunjukkan ketimpangan yang sempurna, atau satu orang memiliki segalanya sementara orang - orang lainnya tidak memiliki apa - apa. Dengan kata lain, Rasio Gini diupayakan agar mendekati 0 (nol) u ntuk menunjukkan adanya pemerataan distribusi pendapatan antar penduduk.
Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Kutai Timur pada tahun 2021 mengalami sedikit pemerataan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 25
RKPD Kab. Kutai Timur
diakibatkan karena pada
tahun 2021, walaupun kondisi pandemi covid - 19 masih berlangsung tetapi perekonomian masyarakat secara umum sudah mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Gini rasio untuk Kabupaten Kutai Timur sejak tahun 2015 menunjukkan fluktuasi dengan trend
cenderung meningkat. Dengan menggunakan klasifikasi kesenjangan yang dirumuskan oleh Todaro berdasarkan angka Gini Rasio, maka tingkat kesenjangan di Kabupaten Kutai Timur pada kurun waktu 2015 - 2021 masih tergolong dalam kategori “ kesenjangan rendah” kar ena masih
berada pada angka gini rasio dibawah 0,4. Hal tersebut menunjukkan bahwa distribusi pengeluaran antara kelompok kaya dan miskin tidak terlalu mengkhawatirkan.
2.1.2.2
Kesejahteraan Masyarakat
dan Kepuasan Masyarakat
Gambaran Kesejahteraan Masyarakat dan Kepuasan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur dapat dijelaskan pada beberapa indikator pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.1 3
Kesejahteraan Masyarakat dan Kepuasan Masyarakat Tahun 202 17 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indeks
71,43
72,56
73,49
73,00
73, 46
Rata - rata Lama Sekolah
Tahun
8,96
9,06
9,08
9,19
9,43
Angka Harapan Hidup
Indeks
72,45
72,51
73,03
73,16
73,46
Indeks Pembangunan Desa (IPD)
Indeks
60,67
61,93
63,97
64,12
65,74
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Indeks
75,05
76,29
7 6,02
75,09
78,29
Sumber: LKPJ Bupati Kutai Timur, 2021
A.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Kesejahteraan yang diukur secara lebih luas diukur melalui Human Development Index
(HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memberikan uku ran gabungan dari tiga dimensi tentang pembangunan manusia, yaitu: panjang umur
dan menjalani hidup
sehat (diukur dari usia harapan hidup), terdidik (diukur dari tingkat kemampuan baca tulis orang
dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar, lanjutan, dan tinggi) dan memiliki standar hidup yang layak (diukur dari paritas daya beli).
IPM juga merupakan salah satu indikator untuk mengukur hasil dari
proses pembangunan selain dengan menggunakan Pr oduk Domestik Bruto (PDB). IPM Kabupaten Kutai Timur tahun 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 26
RKPD Kab. Kutai Timur
mengalami peningkatan poin dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini diikuti dengan meningkatnya pengeluaran per kapita dari tahun 2020 sebesar Rp 10.485.000 menjadi Rp 10.868.000 di tahun 2021. Penurunan pengeluaran per kapita ini disebabkan adanya
pandemi Covid - 19 yang terjadi selama tahun 2021 . Sementara itu
komponen pembentuk IPM lainnya masih menunjukkan peningkatan di tahun 2021.
B.
Rata - rata Lama Sekolah
Rata - rata lama sekolah Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2020 sebesar 9,19 dan 9,43 pada tahun 2021 yang merefleksikan capaian jenjang pendidikan yang ditam atkan penduduk Kabupaten Kutai
Timur secara umum sampai pada jenjang pendidikan SLTP kelas 3.
C.
Angka Harapan Hidup
Berdasarkan Tabel 2.12 , Angka Harapan Hidup tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 73,46 dari
sebelumnya sebesar 73,16 pada tahun
2021.
D.
Perkembangan Status Desa
Kinerja pembangunan di suatu desa diukur dengan menggunakan Indeks Pembangunan Desa (IPD). Berdasarkan nilai IPD, desa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Desa Mandiri, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal. Ukuran IPD dikem bangkan dengan angka indeks komposit. Berdasarkan an gka Indeks IPD, desa - desa dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran IPD seperti tabel berikut.
Tabel 2.1 4
Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD
Kategori Desa
Skor IPD
IPD
Desa Tertinggal
< 50
Indeks
< 0,50
Desa Berkembang
50 - 74
Indeks 0,50 –
0,74
Desa Mandiri
>75
Indeks > 0,75
Sumber: Bappenas RI, 2014
Terdapat 5 (lima) variabel atau dimensi utama yang diukur dalam IPD, yaitu:
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 27
RKPD Kab. Kutai Timur
1)
Pelayanan Dasar. Dimensi ini mewakili aspek pelayanan dasar untuk memenuhi kebutuhan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Variabel penyusun Pelayanan Dasar adalah:
i.
Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas pendidikan;
ii.
Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan mencakup: rumah sakit, r umah sakit bersalin, puskesmas/pustu, tempat praktek dokter, poliklinik/balai pengobatan, tempat praktek bidan, poskesdes, polindes dan apotek.
2)
Kondisi Infrastruktur, mewakili aspek Kebutuhan Dasar, Sarana, Prasarana, Pengembangan Ekonomi Lokal dan Pemanfaatan Sumber daya
Alam secara berkelanjutan. Variabel penyusun kondisi infrastruktur adalah:
i.
Ketersediaan infrastruktur ekonomi seperti: kelompok pertokoan, minimarket, toko kelontong, pasar, restoran, rumah makan, warung/kedai makanan, akomodasi hot el/penginapan, serta bank;
ii.
Ketersediaan infrastruktur energi seperti: listrik, penerangan jalan, dan bahan bakar untuk memasak;
iii.
Ketersediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi seperti: sumber air minum, sumber air mandi/cuci, dan fasilitas buang
air besar;
iv.
Ketersediaan dan kualitas infrastruktur komunikasi dan informasi seperti: komunikasi menggunakan telepon seluler, internet, dan pengiriman pos/barang.
3)
Aksesibilitas dan Sarana Transportasi. Hal ini mencakup kekhususan dan prioritas pembangunan
desa sebagai penghubung kegiatan sosial ekonomi antar desa. Variabel penyusun aksesibilitas/ transportasi adalah:
i.
Ketersediaan dan akses terhadap sarana transportasi seperti: lalu lintas dan kualitas jalan, aksesibilitas jalan;
ii.
Ketersediaan dan operasion al angkutan umum dan aksesibilitas transportasi seperti: waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor camat, biaya per kilometer transportasi ke kantor camat, waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor bupati, dan biaya per kilometer transporta si ke kantor bupati.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 28
RKPD Kab. Kutai Timur
4)
Pelayanan Umum. Hal ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan atas barang, jasa dan atau pelayanan administratif dengan tujuan memperkuat demokrasi, kohesi sosial, perlindungan lingkungan dan sebagainya. Variabel penyusun pela yanan umum adalah:
i.
Penanganan kesehatan masyarakat seperti: penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada beberapa jenis penyakit, diantaranya wabah diare, dan penanganan gizi buruk;
ii.
Ketersediaan fasilitas olah raga seperti: ketersediaan lapangan olah raga, da n kelompok kegiatan olah raga.
5)
Penyelenggaraan Pemerintahan. Hal ini menggambarkan kinerja pemerintahan desa dalam bentuk pelayanan administratif. Variabel - variabel penyusun penyelenggaraan pemerintahan adalah:
i.
Kemandirian seperti: kelengkapan pemerintah an desa, otonomi desa, dan aset/ kekayaan desa;
ii.
Kualitas sumber daya manusia seperti: kualitas SDM kepala desa dan sekretaris desa.
Pada Gambar 2. 4
menggambarkan
perkembangan status desa di Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 –
2021, dimana jumlah desa tertin ggal mengalami penurunan dari 6 desa di tahun 2020 menjadi
5 desa pada
tahun 2021. Sebaliknya, peningkatan terjadi pada status desa mandiri. Desa mandiri meningkat dari 15 desa pada tahun 2020 menjadi 22 desa pada tahun 2021.
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 5
Katogori Status Desa Kab. Kutai Timur
Berdasarkan IPD ,
2021
0 20 40 60 80 100 120 2017 2018 2019 2020 2021 Desa Tertinggal 12 9 7 6 5 Desa Berkembang 119 116 117 118 112 Desa Mandiri 8 14 15 15 22 Desa Tertinggal Desa Berkembang Desa Mandiri
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 29
RKPD Kab. Kutai Timur
Data Perkembangan status Desa juga dapat digambarkan melalui pengukuran indeks desa membangun (IDM) yang merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan
tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.
Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu:
1)
Indeks Ketahanan Sosial, meliputi Pendidikan , Kesehatan, Modal Sosial, Permukiman;
2)
Indeks Ketahanan Ekonomi, meliputi Keragaman Produksi Masyarakat, Akses Pusat Perdagangan dan Pasar, Akses Logistik, Akses Perbankan dan Kredit, Keterbukaan Wilayah;
3)
Indeks Ketahanan Ekologi / Lingkungan, meliputi Kua litas Lingkungan, Bencana Alam, Tanggap Bencana.
Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.
Sumber: Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 7
Kategori Status Desa Kab. Kutai Timur Berdasarkan IDM, 2021
Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang - Undang Desa dengan dukungan Dana Desa 2017 2019 2020 2021 Mandiri 0 3 10 15 Maju 12 21 37 55 Berkembang 62 70 68 63 Tertinggal 56 44 24 6 Sangat Tertinggal 9 1 0 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Mandiri Maju Berkembang Tertinggal Sangat Tertinggal
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 30
RKPD Kab. Kutai Timur
serta Pendamping Desa. Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebija kan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.
Berdasarkan Gambar 2. 6 , menggambarkan bahwa terjadi peningkatan Desa Mandiri pada rentang waktu 2017 hingga 2021 sebanyak 15 Desa pada tahun 2021. Sementara desa yang berstatus Sangat Tertinggal pada tahun 2021 yaitu 0 Desa yang sebelumnya mencapai 9 Desa pada tahun 2017.
E.
Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM)
Indeks Kepuasan Masyarakat
(IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasaan
masyarakat
yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat
masyarakat
dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penye lenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhan
masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Komponen yang diukur melalui survei kepuasan masyarakat diformulasikan dari dua regulasi, yaitu: Peraturan KY No. 2/2015 tentang
Penanganan Laporan Masyarakat dan Peraturan Menpan RB No. 16/2014 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Dari masing - masing aturan tersebut, komponen yang dinilai tingkat kepuasannya oleh masyarakat adalah: 1 . Kemudahan persyaratan; 2. Prosedur; 3. Waktu; 4. Biaya; 5. Produk; 6. Kompetensi; 7. Sarana dan prasarana; dan 8. Pengaduan dan Saran
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 78,29 dibandingkan tahun 2020 sebesar 75,09.
2.1.3
Aspek Daya Saing Daerah
Aspek daya saing daerah Salah satu indikator kualitas pembangunan suatu wilayah dapat diukur melalui daya saing daerah. Daya saing merupakan komponen penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam hal kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhannya. Penguatan daya saing daerah tidak lepas dari kontribusi seluruh sektor pembentuk PDRB daerah itu sendiri. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Aspek Daya Saing Daerah
dapat dilihat da ri indikator kinerja meliputi Laju Pertumbuhan Ekonomi, dan Nilai Tukar Petani (N TP ).
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 31
RKPD Kab. Kutai Timur
Tabel 2.1 5
Indikator Aspek Daya Saing Daerah Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Laju Pertumbuhan Ekonomi
%
3,18
2,34
7,97
- 3,21
- 1,01
Nilai Tukar Petani (NPT)
%
97,15
96,14
94,63
111,9
109,66
Sumber: BPS Kalimantan
Timur, 2021
2.1.3.1
Laju Pertumbuhan Ekonomi
Gambaran
ekonomi
Kutai Timur juga tampak pada besaran laju pertumbuhan ekonomi. Setelah mengalami kontraksi pada tahun
2020 sebesar - 3,21 persen, perekonomian Kabupaten Kutai Timur terus tumbuh positif pada tahun 2021 sebesar - 1,01 persen.
Sumber: BPS Kalimantan Timur Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 8
Laju Pertumbuhan Ekonomi, 2021
Serangan
global
Pandemi Covid - 19
menyumbang faktor terbesar terhadap kontraksi
laju pertumbuhan ekonomi Kutai Timur
hing g a menyentuh angka negatif - 3.21 pada tahun 2020 . Demi mencegah penyebaran
virus Covid - 19, masing - masing negara melakukan kebijakan pembatasan sosial. Pembatasan ini be rdampak terhambatnya rantai pasok pada sektor ekonomi dan sektor energi. Beberapa negara bah kan
menerapkan kebijakan lockdown
secara ekstrem . Produksi melambat de mikan juga asupan energi berkurang , m eski perusahaan tambang tetap ber operasi.
Sektor pertambangan batu bara merupakan salah satu pengerak ekonomi utama di Kutai Timur. Dominasi sektor pertambangan dan penggalian terhadap perekonomian Kutai
Timur sudah berlangsung hampir dua dasawarsa terakhir
ini . Ketika sektor batu bara terpukul
membuat seluruh aktivitas perekonomian
daerah
terkena dampaknya.
3,18 2,34 7,97 - 3,21 - 1,01 -4 -2 0 2 4 6 8 2017 2018 2019 2020 2021 Laju Pertumbuhan Ekonomi
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 32
RKPD Kab. Kutai Timur
Kutai Timur memiliki p ertambangan batu bara terbesar yakni PT. Kaltim Prima Coal (KPC). Negara tuj uan ekspor batu bara KPC
adalah China. Pertumbuhan e konomi China mengalami penurunan tаjаm pada tаhun 2015 dan permintaan serta impor Energi China juga turut menurun
mengakibatkan laju pertumbuhan sektor ini mengalami kontraksi pada tahun 2016. Selanjutnya
pada tahun 2020, kondisi Pandemi Covid - 19 turut memperparah ekonomi
seluruh dunia, mengakibatkan perlambatan hampir di semua sektor primer . Perlambatan ekonomi global akhirnya berdampak pada pendapatan ekspor batu bara.
P ertumbuhan ekonomi yang negatif menyasar se luruh pemerintah kabupaten daerah di seluruh Propinsi Kalimantan Timur
pada tahun 2020 . Namun demikian, Kutai Timur masuk diantara Kabupaten/Kota yang memiliki Laju Pertumbuhan Ekonomi sangat
dalam jika disandingkan dengan Kabupaten/Kota di prov insi
di Kalimantan
Timur. Kondisi demikian menjelaskan fondasi ekonomi Kutai Timur bergantung hanya pada sedikit komoditas belum memiliki penyangga ekonomi lokal yang cukup beragam.
Tabel 2.1 6
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota 2016 - 2021
Sumber: BPS Kalimantan Timur Kab. Kutai Timur, 2021
Pada tahun 2021, Laju Pertumbuhan Ekonomi Kutai Tinur mulai membaik pada angka –
1.0 diba nding dengan tahun sebelumnya. Meredahnya Pandemi Covid - 19 memberi
kelonggaran terhadap aktivitas ekonomi ma syarakat. Seiring dengan menurunnya kasus Covid - 19, capaian vaksinasi Covid - 19 juga telah mengalami peningkatan
yang berarti .
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 33
RKPD Kab. Kutai Timur
Vaksinasi Covid - 19 adalah bagian penting dari upaya penanganan pandemi Covid - 19 yang menyeluruh dan terpadu. Target terbentuknya Herd Immunity atau kekebalan kelompok apabila
sebagian besar masyarakat telah divaksinasi. Sebab, k eberhasilan program vaksinasi merupakan kunci bagi pemulihan ekonomi. Hal itu menegaskan bahwa tidak akan ada pemulihan ekonomi tanpa ada pemul ihan pandemi. Dampak vaksinasi tidak hanya bagi penanganan Covid - 19 semata
pada sektor kesehatan , tetapi juga menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pemulihan ekonomi.
Capaian vaksinasi kumulatif Kutim per 1 Juni 2022 capaian menyentuh angka target sasa ran mencapai 333.961 (Dinkes Kutai Timur, 2022). Rincian vaksin dosis 1 sebesar 98,93 persen, vaksin kedua 84,86 persen dan vaksin ketiga masih rendah yakni 28,66 persen
(Dinkes Kutai Timur, 2022). Vaksinasi telah menjadi perhatian serius bagi Pemerintahan
Daerah Kutai Timur.
Laju Pertumbuhan Ekonomi pada angka –
1.0 terlihat dari mengeliatnya ekonomi daerah .
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tumpuan bagi perekonomian
selama dan paska Pandemi Covid - 19.
Sementara hasil dari p ertambangan batu bara juga dalam mas recovery belum memb e rikan dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi di Kutai Timur.
2.1.3.2
Nilai Tukar Petani (NTP)
Berdasarkan tabel Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan
Timur mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 109,66 persen dari tahun sebelumnya sebesar 111,9 persen.
Sumber: BPS Kalimantan Timur Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 8
Nilai Tukar Petani (NPT), 2021
97,15 96,14 94,63 111,9 109,66 90 95 100 105 110 115 2017 2018 2019 2020 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 34
RKPD Kab. Kutai Timur
Hingga saat ini Kabupaten Kutai
Timur belum memiliki indikator kesejahteraan petani untuk wilayah Kabupaten Kutai Timur melalui nilai Tukar Petani (NTP). Untuk keperluan mendapatkan gambaran kesejahteraan petani, maka Kabupaten Kutai Timur mencoba membandingkan indikator Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB membandingkan dengan nilai pendapatan perkapita dan NTP Provinsi Kalimantan Timur.
Sumber: BPS Kalimantan Timur Kab. Kutai Timur,
diolah
2021
Gambar 2. 10
Komparasi Nilai Tukar Petani (NPT)
dan Kontribusi
Sektor Pertanian Terhadap
PDRB , 2021
Keterkaitan NPT Propinsi Kalimatan Timur dengan Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB pada tahun 2017 hingga 2020 tidak terpaut banyak. Namun pada tahun 202, nilai Kontribusi Sektor Pert anian Terhadap PDRB cenderung lebih rendah terhadap NPT Propinsi Kalimatan Timur.
Pada sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan, komoditi unggulan adalah kelapa sawit. Selanjutnya
komoditi lainnya adalah
aren genjah, karet, kakao, kelapa dalam, lada, kopi, kemiri dan panili. Potensi perkebunan yang besar berada di kawasan Sangkulirang, Muara Wahau sebagai sub sektor unggulan.
Produksi sawit Kutai Timur sangatlah berlimpa h
dibanding dengan produk komoditi perkebunanan lainnya. Persoalannya adalah hilirisasi sawit yang belum terkelola dengan baik. Selama ini produk CPO Kutai Timur diolah lebih lanjut di luar kabupaten. Surabaya
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 35
RKPD Kab. Kutai Timur
adalah salah satu kota yang mendapatkan keuntungan dari olahan CPO Kutai Timur.
Tentunya hasil olahan CPO tersebut m emberikan kontribusi pada PAD kota setempat.
Industri sawit dapat menjadi salah satu penyokong kemajuan ekonomi Kutai Timur ke depannya. Salah satu jawabannya adalah dengan memang harus fokus dan konsisten untuk mendorong hilirisasi sawit atau melakukan pe ngolahan atas produk sawit secara lebih lanjut.
CPO memiliki berbagai jenis turunan yang dapat dikembangkan. Targetnya tidak harus semua jenis turunan tersebut dipenuhi. Fokus pada salah satu produk turunan akan sumber pengungkit atas persoalan hilirisasi
sawit itu sendiri dan dampak ekonominya seperti membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka penganguran dan memebrikan kontribusi PAD. Hilirisasi tidak hanya untuk industri itu sendiri , tapi juga untuk perkeonomian Kutai Timur secara umum.
2.1.4
Aspek P elayanan Umum
Aspek pelayanan umum digambarkan dalam indikator yang
ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 - 2026.
2.1.4.1
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
1.
Pendidikan
Indikator pengukur Bidang Urusan Pendidikan meliputi Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun), Persentase Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal, Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk, dan Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk. Berikut penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bi dang Urusan Pendidikan Tahun 2017 - 2021:
Tabel
2.1 7
Capaian
Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pendidikan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
Tahun
12,45
12,65
12,78
12,89
12,90
Persentase Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
%
Na
Na
Na
SD = 98,67
SD = 98,67
Na
Na
Na
SMP=86,21
SMP=85,23
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
Rasio
53,42
52,91
54,66
56,46
78,78
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk
Rasio
57,1
57,34
57,29
53,06
79,08
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Kutai Timur, 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 36
RKPD Kab. Kutai Timur
A.
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
Angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 12,90 dibandingkan
dengan tahun - tahun sebelumnya.
B.
Persentase S ekolah yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
Berdasarkan Tabel 2.18 , capaian Persentase sekolah yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
untuk SD memiliki trend stagnan sebesar 98,67. Sementara pada tingkat SMP terjadi penurunan pad a tahun 2021 sebesar 85, 23 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 86,21 persen.
C.
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk tercatat mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 78,78 dibandingkan
data empat tahun ke belakang .
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 1 1
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk, 2021
D.
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk mengalami peningkatan
pada tahun 2021 sebesar
79,08 dari tahun 2020 sebesar 53,06.
53,42 52,91 54,66 56,46 78,78 40 50 60 70 80 90 2017 2018 2019 2020 2021 Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 37
RKPD Kab. Kutai Timur
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 1 2
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk, 2021
2.
Kesehatan
Indikator pengukur Bidang Urusan Kesehatan yaitu Tercapaian
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan, Akreditasi RSUD, Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya
Kesehatan Masyarakat, Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk, Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk. Berikut ini adalah penjelasan Capaian Aspek Pelay anan Umum Bidang Urusan Kesehatan Tahun 2017 - 2021:
Tabel
2.1 8
Capaian
Aspek Pelayanan Umum Bidang U rusan Kesehatan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Tercapaian Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
%
Na
Na
Na
61,38
67,38
Akreditasi RSUD
Indeks
Utama
Utama
Madya
Madya
Madya
Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
%
Na
Na
Na
56,00
72,33
Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk
Rasio
0,51
0,44
0,49
0,51
0,51
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Rasio
0,02
0,02
0,02
0,02
0,02
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Kutai Timur, 2021
57,1 57,34 57,29 53,06 79,08 45 55 65 75 85 2017 2018 2019 2020 2021 Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 38
RKPD Kab. Kutai Timur
A.
Tercapainya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Persentase indikator Tercapainya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan pada tahun 2021 meningkat sebesar 67,38 dari tahun 2020 sebesar 61,38 persen.
B.
Akreditasi RSUD
Akreditasi rumah sakit merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayana n yang telah ditetapkan oleh lembaga independen akreditasi Kementerian Kesehatan. Berdasarkan Tabel 2.18,
Akreditasi RSUD sudah mencapai tingkat Madya
sejak pada tahun 2019 hingga 2021.
C.
Terselenggaranya Upaya Kesehatan Per Orangan dan Upaya
Kesehatan Masyarakat
Berdasarkan Tabel 2.18, persentase Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat meningkat dari tahun 2020 sebesar 56,00 persen menjadi 72,33 persen pada tahun 2021.
D.
Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu Per
Satuan Penduduk
Puskesmas, Poliklinik dan Pustu merupakan salah satu sarana penunjang pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Semakin banyak jumlah ketersediannya, maka semakin memudahkan masyarakat dalam menjangkau pel ayanan kesehatan. Capaian indikator Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk cenderung fluktuatif dalam rentang waktu 2017 hingga 2019. Sementara capaian pada tahun 2020 dan 2021 cenderung stagnan diangka 0,51.
Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2.1 3
Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk, 2021
0,51 0,44 0,49 0,51 0,51 0,20 0,30 0,40 0,50 0,60 0,70 0,80 0,90 1,00 2017 2018 2019 2020 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 39
RKPD Kab. Kutai Timur
E.
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat adalah dengan membangun atau m emperbaiki fasilitas kesehatan, diantaranya ketersediaan
berbagai sarana kesehatan (misal: Rumah Sakit) di Kutai Timur. Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif. Jika dilihat berdasarkan data pada Tabel 2.18, Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk dalam
rentang waktu 2017 hingga 2021 cenderung stagnan sebesar 0,02.
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2. 1 4
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk, 2021
3.
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Indikator pengukur
Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meliputi Persentase Jalan Kondisi Mantap, Capaian Akses Air Minum Layak, Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan, Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 Ha di Kabupaten ditangani, Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik, Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan), Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Pend uduk, Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik, Rasio Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB, Cakupan Penerbitan IUJK, Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan, Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Benc ana. Berikut penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2017 - 2021:
0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 0 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 2017 2018 2019 2020 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 40
RKPD Kab. Kutai Timur
Tabel
2. 19
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Jalan Kondisi Mantap
%
69,53
45,42
49,77
51,88
54,69
Capaian Akses Air Minum Layak
%
Na
Na
Na
43,43
4 8,70
Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan
%
Na
Na
Na
73
75,32
Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak
Huni (RTLH)
%
Na
Na
Na
0,2472
0,2486
Persentase Kawasan
Permukiman Kumuh dibawah 10 Ha di Kabupaten ditangani
%
Na
Na
Na
30,67
30,67
Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik
%
54,96
38,58
44,31
45,03
4 6,10
Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan)
%
Na
Na
Na
93,6
93,6
Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk
Rasio
0,209
0,008
0,130
0,430
2,648
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik
%
Na
Na
Na
52,19
52,19
Rasio
Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB
Rasio
Na
Na
Na
0,306
0,306
Cakupan Penerbitan IUJK
%
Na
Na
Na
30,47
40,78
Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan
%
Na
Na
Na
57,14
94,12
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana
%
Na
Na
Na
0
0
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang Kab. Kutai Timur, 2021
A.
Persentase Jalan Kondisi Mantap
Pembangunan prasarana transportasi di Kabupaten Kutai Timur memiliki arti terpenting dan strategis untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Di samping akses transportasi yang relatif terbatas, pola sebaran penduduk yang tidak merata dapat memicu kesenjangan dalam proses pembangunan dan menciptakan disparitas regional. Pembangunan prasarana tran sportasi sangat berperan sebagai langkah awal dalam upaya pemerataan pembangunan di semua sektor.
Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik Kabupaten Kutai Timur selama lima tahun terakhir (2017 - 2021) mengalami fluktuatif. Namun, secara umum capa ian tahun 202 1
lebih tinggi dibanding pada tahun 2020
yaitu sebesar 54,69 persen dari 51,88 persen.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 41
RKPD Kab. Kutai Timur
B.
Capaian Akses Air Minum Layak
Berdasarkan Tabel 2.19,
persentase Capaian Akses Air Minum Layak Kabupaten Kutai Timur meningkat sebesar 48,70 persen
pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 sebesar 43,43.
C.
Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan
Angka Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan meningkat pada tahun 2021 sebesar 75,35 persen dari tahun sebelumnya 2021 sebesar 73 persen.
D.
Berkurangnya Ju mlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Berdasarkan Tabel 2.19, Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) meningkat tipis pada tahun 2021 sebesar 0,2486 dibandingkan tahun 2020 sebesar 0,2472.
E.
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh Dibawah
10 Ha di Kabupaten Ditangani
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh Dibawah 10 Ha di Kabupaten Ditangani pada tahun 2021 tidak mengalami perubahan dari satu tahun sebelumnya sebesar 30,67.
F.
Persentase Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik
Pembangunan irigasi ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Pembangunan irigasi juga memberikan dampak atau pengaruh terhadap aspek sosial. Jaringan irigasi diperlukan untuk pengaturan air, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan pen ggunaannya. Ketersediaan jaringan irigasi yang cukup akan meningkatkan produktivitas pertanian. Peningkatan jumlah saluran irigasi mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Kutai Timur.
Kabupaten Kutai Timur memili ki Daerah Irigasi (DI) sebanya 3 (tiga) unit. DI 1 terletak di daerah Pesap (Kecamatan Kongbeng). DI ini sudah mampu mengairi sawah seluas 365 ha dari target area persawahan seluas 430 ha (84,88 persen). DI yang kedua terletak di Kecamatan Kaubun. DI ini s udah mampu mengairi 1.400 ha dari target luas sawah 2.030 ha (68,97 persen). Selanjutnya, DI yang ketiga adalah DI Tanah Abang
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 42
RKPD Kab. Kutai Timur
(Kecamatan Long Mesangat). DI ini sudah mampu mengairi 100 persen target sawah yang ada di wilayah target, yaitu seluas 215 ha.
Sektor pertanian menjadi tumpuan Kabupaten Kutai Timur untuk menuju kemandirian pangan. Oleh karena itu pembangunan irigasi sebagai pendukung utama sektor pertanian harus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang memiliki potensi cetak sawah baru dan men ingkatkan jaringan irigasi yang ada. Hingga tahun 202 1 Persentase
Irigasi Kabupaten D alam Kondisi Baik mencapai 46,10 persen.
G.
Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan)
Ketersediaan saluran drainase yang tidak memadai dapat menimbulkan berbagai masalah seperti terjadinya genangan air atau banjir. Genangan air yang terjadi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerugian materiil maupun imateriil, sehingga diperlukan monitoring secara berkala. Berdasarkan Tabel 2.19, Cak upan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan) pada tahun 2021 sebesar 93,6.
H.
Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk
Rasio tempat ibadah dinyatakan dalam jumlah ketersediaan tempat ibadah per 1.000 penduduk. Beribadah sangat berguna untuk membentuk kualitas manusia seutuhnya. Berdasarkan Tabel 2.19 , rasio tempat ibadah per satuan penduduk Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 2,648 dibandingkan tahun 2020 sebesar
0,430.
I.
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 52,19 persen.
J.
Rasio Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB
Rasio R uang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 0,306.
K.
Cakupan Penerbitan IUJK
Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) adalah izin usaha yang
dikeluarkan Pemerintah Daerah kepada perusahaan untu k dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa konstruksi baik sebagai perencana konstruksi (konsultan), pelaksana konstruksi (kontraktor) atau sebagai pengawas dan perencana konstruksi (konsultan) di berbagai bidang seperti:
Gedung Sipil,
Intalasi Mekanik dan Elektrikal, Jasa
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 43
RKPD Kab. Kutai Timur
Pelaksana lainnya dll. surat ijin usaha konstruksi sebagai surat bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan konstruksi baik di lingkungan pemerintah, BUMN maupun Non Pemerintahan. Berdasarkan Tabel 2.19, Cakupan Penerbitan IUJK
di Kabupaten Kutai Timur meningkat 10,31, pada tahun 2021 sebesar 40,78 sementara pada
tahun 2020 sebesar 30,47.
L.
Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan
Berdasarkan Tabel 2.19, Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan meningkat signifikan pada tahun 202 1 yaitu
94,12 dibandingkan tahun 2020 sebesar 57,14.
M.
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana sebesar 0% pada tahun 2021 .
4.
Sosial
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial adalah Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan, Persentase PMKS yang Memperoleh Rehabilitasi Sosial, Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindu ngan Sosial, Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pemuka Agama yang Menerima Insentif, Tokoh Adat yang Menerima Insentif. Berikut penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial:
Tabel
2.2 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan
%
Na
Na
Na
69,84
66,15
Persentase
PMKS yang Memperoleh Rehabilitasi Sosial
%
Na
Na
Na
34,41
51,19
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial
%
Na
Na
Na
33,25
33,25
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial
%
Na
Na
Na
100
100
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 44
RKPD Kab. Kutai Timur
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Pemuka Agama yang Menerima Insentif
Orang
Na
Na
Na
595
595
Tokoh Adat yang Menerima Insentif
Orang
Na
Na
Na
0
0
Sumber: LKPJ
Bupati Kutai Timur , 2021
A.
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan
Berdasarkan
Tabel 2.20,
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 66,15, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 69,84.
B.
Persentase PMKS yang Memperoleh Rehab ilitasi Sosial
Persentase PMKS yang Memperoleh Rehabilitasi Sosial mengalami peningkatan, pada tahun 2020 sebesar 43,41 menjadi 51,19 pada tahun 2021.
C.
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial
Berdasarkan Tabel 2.20, Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 dan 2021 sebesar 33,25.
D.
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial mencapai 100 persen pada tahun 2020 dan 2021.
E.
Pemuka Agama yang Menerima Insentif
Pemuka Agama yang Menerima Insentif mencapai 595 orang pada tahun 2020 dan 2021.
F.
Tokoh Adat yang Menerima Insentif
Berdasarkan Tabe l 2.20, Tokoh Adat yang Menerima Insentif tidak ada.
5.
Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman meliputi Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU ( Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum), Persentase Jumlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik. Berikut ini penjelasan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 45
RKPD Kab. Kutai Timur
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tahun 2017 - 2021:
Tabel
2 .2 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum)
%
Na
Na
Na
13,71
20,49
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik
%
Na
Na
Na
65,69
76,45
Sumber: Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Permukiman Kab. Kutai Timur, 2021
A.
Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU ( Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum)
PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas umum) merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan yang sehat, aman dan terjangkau. Dengan demikian ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum merupakan k elengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan perumahan dan kawasan permukiman. Berdasarkan Tabel 2.21,
Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum)
meningkat pada tahun 2021 sebesar 20,49 per sen jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 13,71 persen.
B.
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik
Berdasarkan Tabel 2.21, Persentase Jumlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik pada tahun 2021 meningkat 76,45 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 65,69 persen.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 46
RKPD Kab. Kutai Timur
6.
Ketentraman dan Keterbiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum
Serta Perlindungan Masyarakat adalah Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), Persentase Penegakan Perda. Berikut gambaran Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat Tahun 2017 - 2021:
Tabel
2.2 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta
Perlindungan Masyarakat Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Tingkat Waktu Tanggap
(Time Respons
Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK)
%
Na
Na
Na
97,83
84,85
Persentase Penegakan Perda
%
Na
Na
Na
53,99
53,99
Sumber: LKPJ
Bupati Kutai Timur , 2021
A.
Tingkat Waktu Tanggap ( Time Respons
Limit ) Daerah Layanan
Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK)
Waktu Tanggap atau lebih dikenal dengan Respons time adalah total waktu yang dihitung dari saat berita kebakaran diterima, pengiriman pasukan dan sarana pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran sampai dengan kondisi siap unt uk melaksanakan operasi pemadaman. Berdasarkan Tabel 2.22,
indikator Tingkat
Waktu Tanggap ( Time Respons
Limit ) Daerah Layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 84,85 dari tahun 2020 sebesar 97,83.
B.
Persentase Pen egakan Perda
Persentase Penegakan Perda tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 53,99 persen.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 47
RKPD Kab. Kutai Timur
2.1.4.2
Urusan Wajib Pelayanan Non Dasar
1.
Tenaga Kerja
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja yaitu Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi, Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi. Berikut ini penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja Tahun 2017 - 2021:
Tabel
2.2 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi
%
Na
Na
Na
65
65
Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi
Rasio
Na
Na
Na
3,94
6,06
Sumber: Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi
Kutai Timur,
2021
A.
Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi
Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi tidak mengalami perubahan dari tahun 2020 hingga 2021 sebesar 65 persen.
B.
Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi
Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 6,06 dibandingkan tahun 20 20 sebesar 3,94.
2.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
meliputi Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Istilah Gender digunakan untuk menjelaskan perbedaan peran perempuan dan laki - laki yang bersifat bawaan sebagai ciptaan Tuhan. Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki - laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat p erempuan dan laki - laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat.
I ndeks Pemberdayaan Gender (IDG) merupakan Indikator yang menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 48
RKPD Kab. Kutai Timur
ekonomi da n politik (Sumbe r: BPS). Berdasarkan Tabel 2.25 , IDG
Kabupaten Kutai Timur tidak mengalami perubahan pada rentang tah un 2020 dan 2021 sebesar 55,72.
Tabel
2.2 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Indeks
Na
Na
Na
55,72
55,72
Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kutai Timur , 2021
3.
Pangan
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pangan diantaranya Ketersediaan Pangan Utama, Penguatan Cadangan Pangan, Skor Pola Pangan Harapan (PPH).
Tabel
2.2 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pangan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Ketersediaan Pangan Utama
%
52,26
59,99
42,82
43,66
4 1,75
Penguatan Cadangan Pangan
%
Na
Na
Na
70
70
Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
%
Na
Na
Na
89,4
88,8
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan
Kutai Timur , 2021
A.
Ketersediaan Pangan Utama
Ketersediaan pangan utama di wilayah Kutai Timur cenderung menurun
pada
tahun 2 019 dan
2021 . Pada tahun 2019
jumlah ketersediaan pangan utama menurun sebesar 42,82 persen , kemudian meningkat pada tahun 2020 sebesar 43,66 persen,
dan Kembali menurun sebesar
41,75 persen pada tahun 202 1 .
B.
Penguatan Cadangan Pangan
Berdasarkan Tabel 2.26,
Penguatan Cadangan Pangan tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 dan 2021 sebesar 70 persen.
C.
Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 49
RKPD Kab. Kutai Timur
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) merupakan indikator mutu gizi dan keragaman konsumsi pangan sehingga dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan konsumsi pangan .
Berdasarkan 2.25, Persentase Skor Pola Pangan Harapan (PPH) mengalami penurunan 0,6 persen pada rentang tahun 2020 hingga
2021. Pada tahun 2020 sebesar 89,4 persen sementara pada tahun 2021 menurun sebesar 88,8 persen.
4.
Pertanahan
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanahan meliputi Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugia n/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian, Ketaatan terhadap RTRW, Jumlah Perkada RDTR.
Tabel
2.2 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanahan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian.
%
Na
Na
Na
86,14
100
Ketaatan terhadap RTRW
%
98,96
98,96
98,96
100
100
Jumlah Perkada RDTR
Dokumen
1
1
1
1
1
Sumber: LKPJ
Bupati Kutai Timur , 2021
A.
Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian
Berdasarkan Tabel 2.26,
Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah
target ganti kerugian sudah mencapai 100 persen pada tahun 2021.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 50
RKPD Kab. Kutai Timur
B.
Ketaatan terhadap RTRW
Berdasarkan Tabel 2.26, menunjukkan ketaatan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur terhadap RTRW pada tahun 2017 - 2021 telah optimal.
C.
Jumlah Perkada RDTR
Jumlah Perkada RDTR memiliki trend yang stagnan sejak 2017 sampai dengan 2021 sebesar 1 dokumen.
5.
Lingkungan Hidup
Indikator
Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup yaitu Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah, Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota, Persentase Penanganan Sampah, Hasil Pengukuran
Indeks kua litas Tutupan Lahan. Berikut ini c apaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2017 - 2021
Tabel
2.2 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup
T ahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah
Indeks
Na
61,67
71,72
69,47
71,62
Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin
PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
Jumlah
Na
Na
Na
140
16
Persentase Penanganan Sampah
%
Na
Na
Na
41,47
31,57
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan Lahan
Indeks
Na
77,50
77,50
77,48
80,76
Sumber : Dinas Lingkungan Hidup
Kutai Timur , 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 51
RKPD Kab. Kutai Timur
A.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah
Kualitas Lingkungan Hidup di Kabupaten Kutai Timur memiliki peran yang sangan strategis. Hal ini mengingat sebagian besar hasil tambang di kabupaten ini didominasi oleh batubara yang cukup berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan Tabel 2.27,
capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 71,62 .
B.
Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau keg iatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota menurun pada tahun 2021 sebesar 16 dibandingkan tahun 2020 sebesar 140.
C.
Persentase Penanganan Sampah
Berdasarkan Tabel 2. 27 , Persentase Penanganan Sampah mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 31,57 dibandingkan tahun 2020 sebesar 41,47.
D.
Hasil Pengukuran
Indeks kualitas Tutupan Lahan
Hasil Pengukuran
Indeks kualitas Tutupan Lahan mengalami peningkatan sebesar
80,76 pada tahun 2021.
6.
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kualitas layanan bidang kependudukan dan catatan sipil dapat dilihat dari rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk dan cakupan penerbitan akta kelahiran. Indikator capaian bidang kep endudukan selama tahun 2017 - 2021 ada yang mengalami fluktuasi dan ada juga yang mengalami peningkatan. Berikut merupakan sajian data dari capaian Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil tahun 2017 - 2021.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 52
RKPD Kab. Kutai Timur
Tabel
2.2 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencataan Sipil Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Cakupan penerbitan akta kelahiran
%
11,05
41,14
92,12
92,19
100
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
Rasio
14,27
96,08
82,78
86,95
89,20
Sumber: Dinas Disdukcapil
Kutai Timur , 2021
A.
Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran
Persentase Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran dalam tiga tahun terakhir sudah mencapai
angka optimal, hingga
pada tahun 2021 mencapai sebesar 100 persen.
B.
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
Berdasarkan Tabel 2.29 , Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk cenderung
fluktuatif. Pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar
89,20 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 86,95 persen.
7.
Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana
Aspek kependudukan merupakan faktor yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, sehingga data kependudukan sangat diperlukan sebagai bahan penentuan kebijakan maupun perencanaan pembangunan. Dalam konteks yang lebih spesifik, data penduduk beserta deskripsi kecenderungannya sangat berguna dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, yang sedang berjalan, bahkan dalam merencanakan bentuk dan volume kegiatan yang
akan dilakukan di masa mendatang. Persoalan kependudukan seperti pertumbuhan penduduk beserta karakteristik faktor yang mempengaruhinya, baik karena tingkat fertilitas dan mortalitas atau karena tingkat migrasi, akan berdampak dalam upaya intervensi kebij akan pembangunan yang dilaksanakan, seperti: penyediaan infrastruktur dan layanan masyarakat yang memadai serta lapangan pekerjaan yang cukup di masa mendatang. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan
pada tahun 2021 sebesar 4 ,26 persen
jika dibandingkan tahun sebelum.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 53
RKPD Kab. Kutai Timur
Berikut merupakan sajian data dari capaian Bidang Urusan Pengendalian Penduduk tahun 2017 - 2021.
Tabel
2. 29
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pengendalian Penduduk
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Laju Pertumbuhan Penduduk
%
4,16
4,09
3,99
3,96
4,26
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur , 202 2
8.
Perhubungan
Indikator Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan yaitu Jumlah KIR Angkutan Umum , Jumlah
Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis. Berikut ini penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2021:
Tabel
2.3 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Jumlah KIR Angkutan Umum
Unit
8.753
7.791
6.295
3.529
2.556
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
Unit
3 - 2 - 3
3 - 2 - 3
3 - 2 - 3
3 - 1 - 3
3 - 1 - 3
Sumber: Dinas Perhubungan
Kutai Timur , 2021
A.
Jumlah KIR Angkutan Umum
Angkutan umum
yang berada di Kabupaten Kutai Timur yang akan beroperasi harus melalui uji KIR terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa angkutan umum yang telah beroperasi telah layak digunakan oleh masyarakat. Jumlah uji KIR angkutan umum di Kabup aten Kutai Timur mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir (2020 - 2021). Tahun 2020 jumlah uji KIR sebesar 3.529 - unit
menurun menjadi
2.556
pada tahun 202 1 .
B.
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
Rencana pendirian Ibukota Negara
(IKN) di Provinsi Kalim antan Timur berpengaruh terhadap penyediaan sarana dan prasaran transportasi. Perkembangan jumlah pelabuhan laut, udara, serta terminal darat tidak mengalami pertumbuhan signifikan, namun dapat dipastikan tingkat
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 54
RKPD Kab. Kutai Timur
mobilitasnya semakin tinggi dengan lonjakan
jumlah penumpang yang meningkat setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menargetkan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan baik darat, laut dan udara guna mengantisipasi perkembangan jumlah penumpang yang meningkat setiap tahunnya. Data
Dinas Perhubungan
menampilkan bahwa belum banyak peningkatan jumlah terminal/pelabuhan laut/pelabuhan udara dalam 3 tahun terakhir.
9.
Komunikasi dan Informatika, Statistik, Persandian
Revolusi teknologi 4.0 menuntut keterampilan yang membutuhkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, terutama dalam pengumpulan data maupun diseminasi informasi penyelenggaraan pemerintahan. Bidang layanan ini juga mencakup hasil pembangunan berbasis data mutakhir kepada masyarakat luas. Jaringan komunikasi yan g ada di Kabupaten Kutai Timur berperan dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat serta menunjang peningkatan kinerja penyelenggaraan
pemerintahan.
Tabel
2.3 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Komunikasi dan In formatika, Statistik, Persandian Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Cakupan Layanan Telekomunikasi
%
Na
Na
Na
58,87
73,76
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
%
Na
Na
Na
17,14
17,14
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
Ada/ Tidak ada
Na
Na
Na
Ada
Ada
Sumber: Diskominfopersit K utai Timur , 2021
A.
Cakupan Layanan Telekomunikasi
Berdasarkan Tabel 2.32 , Cakupan Layanan Telekomunikasi mengalami trend peningkatan pada tahun 2021 sebesar 73,76 dibandingkan tahun 2020 sebesar 58,87.
B.
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 55
RKPD Kab. Kutai Timur
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 17,14.
C.
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi tidak mengalami perubahan sejak 2020 hingga 2021 dengan capaian indikator Ada.
Data tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur terdapat 14 Kecamatan dengan 30 desa yang masih dalam keadaan blank spot /tidak tercakup dalam layanan komunikasi. Terdapat 30 desa dari 139 desa atau sebesar 21,58 persen berstatus blank spot dan
78,42 persen telah tercakup layanan komunikasi menggunakan telepon
selular dan jaringan internet, seperti ditunjukkan pada Tabel 2. 3 3
berikut ini:
Tabel 2. 3 2
Data Blank Spot Telepon Selular dan Internet
Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 1
No.
Kecamatan
Desa
1
Sandaran
1.
Sandaran
2.
Manubar
3.
Tadoan
4.
Marukangan
5.
Tanjung Mangkalihat
2
Karangan
1.
Batu Lepoq
2.
Ba’ay
3
Sangkulirang
1.
Kerayan
2.
Saka
3.
Mandu Pantai Sejahtera
4.
Kolek
5.
Perupu
6.
Tepian Terap
7.
Mandu Dalam
4
Sanggata Selatan
Teluk Singkama
5
Teluk
Pandan
Martadinata
6
Bengalon
1.
Tebangan Lembak
2.
Muara Bengalon
3.
Tepian Langsat
7
Kaubun
1.
Bukit Permata
2.
Pengadan Baru
8
Kaliorang
1.
Bukit Harapan
2.
Bukit Makmur
3.
Selangkau
9
Batu Ampar
1.
Mugi Rahayu
2.
Himba Lestari
10
Muara Bengkal
Mulupan
11
Muara Ancalong
1.
Long Tesak
2.
Muara Dun
12
Busang
1.
Long Bentuq
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 56
RKPD Kab. Kutai Timur
No.
Kecamatan
Desa
2.
Rantau Sentosa
13
Telen
1.
Lung Melah
2.
Kernyanyan
14
Long Mesangat
1.
Melan
2.
Sika Makmur
3.
Segoy Makmur
Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik
Kabupaten Kutai Timur, Tahun
2021
10.
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Tabel
2.3 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Jumlah UMKM yang difasilitasi
UMKM
Na
Na
Na
15
104
Persentase koperasi yang aktif
%
59,68
55,21
56,00
57,21
55,83
Jumlah UMKM
Unit
7.618
8.248
6.178
6.942
9.627
Sumber: Dinas Koperasi & UMKM K utai Timur , 2021
A.
Jumlah UMKM yang difasilitasi
Jumlah UMKM yang difasilitasi meningkat signifikan pada tahun 2021 sebanyak 104 UMKM dari tahun 2021 se banyak 15 UMKM.
B.
Persentase koperasi yang aktif
Keberadaan koperasi menjadi salah satu usaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat, menurunkan angka kemiskinan dan memperluas lapangan pekerjaan. Semakin banyak jumlah koperasi yang aktif, diharapkan semakin berdaya ekonomi kerakyatan, menurunnya angka kemiskinan dan menurunnya jumlah pengangguran. Koperasi yang mampu menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) menunjukkan
keaktifan riil
dalam menjalankan koperasi sesuai asas koperasi. Tabel 2. 33
menunjukkan persentase koperasi aktif yang mengalami penurunan dari tahun 20 17
yang sebesar 59,68
persen menjadi 55,21 persen di tahun 201 8 . Capaian ini akhirnya mengalami peningkatan di tahun 20 19 dan 2020, yaitu masing - masing sebesar 56,00 persen dan 57,21 persen , dan menurun Kembali pada tahun 2021 sebesar 55,83
persen .
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 57
RKPD Kab. Kutai Timur
Sumber: Dinas Koperasi
Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2.1 5
Presentas Koperasi yang Aktif
C.
Jumlah UMKM
Berdasarkan Tabel 2.34 , Jumlah UMKM
pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak 9.627 - unit
dibandingkan tahun sebelumnya
sebanyak 6.942 unit
11.
Penanaman Modal
Penanaman modal di Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan
sangat cepat, yang dinilai dari jumlah proyek yang disetujui investor. Pada tahun 2017, hanya terdapat 11 proyek yang disetujui , namun pada tahun 2020 sudah tercatat sebanyak (Nib) 720 proyek. Dari jumlah ini ada investor yang berskala nasional dan intern asional. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Bidang Urusan Penanaman Modal dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagai berikut.
Tabel
2.3 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Penanaman
Modal
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Proyek
11
121
241
Nib 720
1.513
Sumber: Dinas Penanaman Modal K utai Timur , 2021
59,68 55,21 56 57,21 55,83 54 55 56 57 58 59 60 2017 2018 2019 2020 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 58
RKPD Kab. Kutai Timur
12.
Kepemudaan dan Olahraga
Kegiatan kepemudaan dan olahraga pembinaan generasi muda dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui penyelenggaraan yang mendorong pemuda untuk lebih produktif
dan positif seperti pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat, penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), sehin gga diharapkan Kutai Timur menghasilkan pemuda yang berprestasi baik di bidang kepemudaan dan olahraga di tingkat
kabupaten hingga internasional.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga berupaya memenuhi sarana dan prasarana olahraga.
Gambaran Ca paian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Penanaman
Modal Tahun 2017 - 2021 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.3 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kepemudaan Dan Olahraga Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Prestasi Olahraga
%
Na
Na
Na
8
61
Sumber: Dinas Pemuda & Olahraga K utai Timur , 2021
13.
Kebudayaan
Pembangunan kebudayaan bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah serta mempertahankan jati diri dan nilai - nilai budaya daerah. Upaya pelestarian budaya penting untuk dilakukan mengingat semakin derasnya arus informasi dan pengaruh negatif budaya global. Pembangunan seni dan budaya di Kutai Timur terus diupayakan agar dapat meningkatkan pemahaman terhadap
nilai budaya. Upaya peningkatan jati diri masyarakat Kutai Timur dalam Penyelenggaraan Festival seni dan budaya , dan Penyelenggaraan Festival keagamaan.
Tabel 2.3 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kebudayaan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahu n
2017
2018
2019
2020
2021
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
Kegiatan
5
6
7
5
6
Penyelenggaraan Festival keagamaan
Kegiatan
1
1
1
1
1
Sumber: Dinas Kebudayaan K utai Timur , 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 59
RKPD Kab. Kutai Timur
14.
Perpustakaan
Perpustakaan merupakan sarana yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan milik Kabupaten Kutai Timur juga bertujuan untuk mendorong masyarakat gemar membaca. Hal ini dilakukan dengan menambah jumlah koleksi buku - buku perpustakaan. Upaya tersebut perlu dikembangkan dengan meningk atkan jangkauannya mendekati khalayak sasarannya agar tumbuh budaya literasi di kalangan masyarakat luas. Tabel 2. 38
menunjukkan Persentase Koleksi Judul Buku Agama, Budaya, Sosial di Perpustakaan. Keberadaan perpustakaan harus ditunjang dengan pengelolaan
manajemen secara memadai. Pengelolaan manajemen yang memadai, selain memiliki koleksi pustaka sesuai kebutuhan penggunanya juga harus memiliki dokumentasi aktivitas pokok yang bermanfaat untuk menilai kinerja perpustakaan dan minat baca masyarakat.
Tabel 2.3 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urus an Perpustakaan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Koleksi Judul Buku gama, Budaya, Sosial di Perpustakaan
%
Na
Na
Na
70
70
Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
K utai Timur , 2021
2.1.4.3
Urusan Pilihan
1.
Kelautan dan Perikanan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Kelautan dan Perikanan dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
Tabel 2.3 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kelautan dan Perikanan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Produksi Perikanan
Ton
8.724,21
9.896,28
10.842,90
8.085,61
6.156
Konsumsi Perikanan
%
40,22
62,26
62,26
40,86
39,15
Jumlah/ jenis bibit/ benih unggul/ komuditi utama
Jumlah
Na
Na
Na
5
3
Sumber: Dinas Kelautan & Perikanan Kutai Timur , 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 60
RKPD Kab. Kutai Timur
Sektor perikanan adalah salah satu sumber pendapatan masyarakat yang dapat terus ditingkatkan. Hal ini dikarenakan usaha perikanan, mempunyai kaitan luas baik ke industri hulu ( backward linkage ) maupun hilir ( foreword
linkage ), dan menyerap banyak tenaga kerja. Perkembangan selama kurun waktu 2 tahun yaitu 2020
hingga 20 21 , menunjukkan penurunan capaian pada
indikator Produksi Perikanan , Konsumsi Perikanan , Jumlah/ jenis bibit/ benih unggul/kom o diti utama
2.
Pariwisata
Pariwisata merupakan salah satu sektor potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dapat memberikan
multiplier effect bagi sektor - sektor terkait, seperti pertanian (bunga, buah, perikanan), industri kerajinan, perdagangan (misalnya rumah makan), dan jasa (penginapan, pemandu wisata, transportasi, dan sebagainya). Berkembangnya sektor tersebut diharapkan
mampu menggerakkan perekonomian yang dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata.
Kabupaten Kutai Timur memiliki beberapa kekayaan alam (hutan, pantai, goa) yang merupakan aset berharga dan potensial untuk dikembangkan, untuk
itu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah merencanakan
event Sail Sangkulirang 2024 bertema “ Kutai Timur a Magic Land and Sail Sangkulirang ”
. Selain itu, Kondisi alam Kabupaten Kutai Timur menawarkan berbagai produk wisata
yang dapat dikembangkan, antara lain Geowisata (lokasi Karst Sangkulirang - Gua Pengadan), Wisata Pantai (beberapa lokasi yang berada di zona Sangatta), Wisata Bahari (pulau Birah - Birahan), Ekowisata (berbagai lokasi di Taman Nasional Kutai), Wisata Budaya Tradisional (desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian (Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko). Keunggulan daya tarik wisata antara lain lukisan - lukisan berupa gambar, perhiasan, peralatan, patung bahkan g uci - guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan. Gua tersebut sejauh ini merupakan satu - satunya gua alami di Indonesia yang memiliki peninggalan pra sejarah.
Berdasarkan Tabel 2.39, Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Par iwisata Tahun 2017 - 2021 pada indikator Objek destinasi wisata meningkat pada tahun 2021 sebanyak 17 obyek wisata.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 61
RKPD Kab. Kutai Timur
Tabel 2. 39
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Bidang Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Objek destinasi wisata
Objek
Na
Na
Na
15
17
Jumlah Kelompok Sadar Wisata yang bergerak pada ekonomi kreatif
Kelompok
Na
Na
Na
6
6
Sumber: Dinas Pariwisata Kutai Timur , 2021
3.
Pertanian
& Perkebunan
Sektor pertanian dan perkebunan memegang peran penting di Kutai Timur, mengingat sektor tersebut menjadi bagian dari program pemerintah kabupaten yang mengedepankan pengembangan sektor agribisnis. Adapun indikator Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanian, dan Perkebunan meliputi Produksi sekt or pertanian, Cakupan Bina Kelompok Tani, Produktivitas Padi, Peningkatan Alat Mesin Pertanian/ peternakan, Produksi sektor perkebunan, Produktivitas perkebunan.
Tabel 2. 4 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanian, dan Perkebunan Tahun 2017 - 20 21
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Produksi Sektor Pertanian
Ton
Na
Na
Na
37.187
31.365
Cakupan Bina Kelompok Tani
%
23,43
24,43
14,54
21,5
22,05
Produktivitas Padi
%
3,78
3,01
3,5
3,55
4,5
Peningkatan Alat Mesin Pertanian/ peternakan
Unit
Na
Na
Na
0
1.795
Produksi sektor perkebunan
Ton
5.878.728,68
5.279.052,80
5.333.155,44
6.456.662
7.065.173
Produktivitas perkebunan
%
23,62
21,30
19,95
19
20,23
Sumber: Dinas Pertanian ,
& Dinas Perkebunan Kutai Timur , 2021
Berdasarkan Tabel 2.41 , Produksi Sektor Pertanian mengalami penurunan sebesar 5.822
ton di angka
31.365 pada tahun 2021. Hal tersebut berbanding terbalik dari Produksi sektor perkebunan yang memiliki trend meningkat setiap tahun mencapai
7.065.173 pada tahun 2021.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 62
RKPD Kab. Kutai Timur
4.
Perdagangan dan Perindustrian
Mendorong peningkatan industri kecil dan menengah serta prasarana perdagangan merupakan salah satu cara dalam menyangga perekonomian di Kabupaten Kutai Timur.
Berdasarkan Tabel 2.42 , Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) meningkat pada tahun 2021 sebesar 1.325 IKM . Adapun indikator Jumlah pasar tidak mengalami perubahan pada rentang waktu 2020 hingga 2021 sebanyak 12 pasar.
Tabel 2.4 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Per dagangan, dan Perindustrian Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)
Jumlah
Na
Na
Na
1.265
1.325
Jumlah pasar
Pasar
1
3
10
12
12
Sumber : Dinas Perindustrian & Perdagangan Kutai Timur , 2021
2.1.4.4
Unsur
Penunjang
Pemerintah
1.
Administrasi Pemerintah
Pada perkembangan tahun 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa capaian Nilai Akuntabilitas Kinerja berpredikat baik . Berikut merupakan rincian data yang disajikan dalam Tabel 2. 43 .
Tabel 2.4 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Bidang Administrasi Pemerintah Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Nilai Akuntabilitas Kinerja
Predikat
Na
Na
Na
Baik
Baik
Sumber: Sekretariat Kabupaten Kutai Timur , 2021
2.
Perencanaan
Dokumen perencanaan daerah diantaranya terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis OPD, Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) dan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 63
RKPD Kab. Kutai Timur
Rencana Kerja OPD. Gambaran indikator Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD, dan indikator Tersusunnya dan Terintegrasinya Program Kerja DPRD untuk Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Fungsi Pembentukan PERDA. Dan Fungsi Angga ran dalam Dokumen Rencana 5 Tahunan RPJMD maupun dokumen perencanaan RKPD selama kurun waktu 2017 - 2021 disajikan dalam Tabel 2. 44 .
Tabel 2.4 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perencanaan
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD
%
100
100
97,2
83,55
89,5
Tersusunnya dan Terintegrasinya Program Program Kerja DPRD untuk Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Fungsi Pembentukan PERDA. Dan Fungsi Anggaran dalam Dokumen Rencana 5 Tahunan RPJMD maupun dokumen perencanaan RKPD.
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Sumber: Bappeda Kutai Timur , 2021
Adanya konsistensi dalam
perencanaan pembangunan daerah akan menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif karena adanya
proses pembangunan daerah yang berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga jalan panjang upaya pemerintah untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat akan dapat terwujud secara nyata. Pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah juga dimaksudkan untuk menjam in keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
3.
Keuangan
Opini Badan Pemeriksa Keuangan merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan ya ng didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang - undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern. Pada tahun 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa Opini BPK terhadap laporan keuangan berada pada Opini WDP. Berikut merupakan rincian data
yang disajikan dalam Tabel 2.45 .
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 64
RKPD Kab. Kutai Timur
Tabel 2.4 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Keuangan
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Opini BPK terhadap laporan keuangan
Opini
WTP
WTP
WTP
WDP
WDP
Sumber: BPKAD Kutai Timur , 2021
4.
Kepegawaian , Pendidikan dan Pelatihan
Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kutai Timur, pegawai pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus diberikan pelatihan dan peningkatan jenjang pendidikan.
Tabel 2.4 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kepegawaian, Pendidikan Serta Pelatihan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
%
Na
Na
0,44
1,14
35,00
Rata - rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan
Hari
Na
Na
113
113
260
Sumber: BKPP Kutai Timur , 2021
5.
Penelitian dan Pengembangan
Implementasi rencana kelitbangan sangat penting, agar dapat memberikan masukan dan solusi guna memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah dalam menetapkan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan implementasi rencana kelitbang an pada tahun - tahun berikutnya.
Tabel 2.4 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Implementasi Rencana Kelitbangan
%
Na
Na
Na
11,11
50,00
Sumber: BALIBANG
Kutai Timur , 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 65
RKPD Kab. Kutai Timur
2.1.4.5
Unsur
Pengawasan Urusan Pemerintahan
1.
Pengawasan
Jumlah temuan BPK pada rentang tahun 2020 hingga 2021 mengalami penigkatan masing - masing 15 di tahun 2020 dan 19 temuan pada tahun 2021.
Tabel 2.4 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Pengawasan
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Jumlah temuan BPK
Jumlah Temuan
Na
Na
Na
15
1 9
Sumber: Inspektorat Daerah Kutai Timur , 2021
2.1.1.7.6 Unsur Pemerintahan Umum
1.
Kesatuan Bangsa dan Politik
Gambaran umum indikator
daerah terkait dengan urusan Kesatuan Bangsa
dan Polit ik dapat dilihat pada Tabel 2.49 .
Indikator Persentase Organisasi Pemuda yang Aktif, dan LSM/Organisasi yang Aktif mengalami peningkatan pada tahun 2021. Sedangkan Persentase Lem baga Kemasyarakatan yang a ktif pada tahun 2021 sebesar 0 persen.
Tabel 2.4 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Lembaga Kemasyarakatan yang Aktif
%
Na
Na
Na
0
0
Persentase Organisasi Pemuda yang Aktif
%
Na
Na
Na
76
82
LSM/Organisasi yang Aktif
Jumlah
345
178
150
260
123
Sumber: Kesbangpol Kutai Timur , 2021
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 66
RKPD Kab. Kutai Timur
2.1.5
Evaluasi Pelaksanaan
Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD digunakan untuk melihat capaian tingkat kemajuan dan kesesuaian dengan RPJMD. Hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tersebut dapat dilihat berdas arkan Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program. Urusan Pemerintahan Daerah terdiri dari:
a)
Urusan Wajib Pelayanan Dasar , yaitu:
1)
Pendidikan;
2)
Kesehatan;
3)
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
4)
Sosial;
5)
Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman;
6)
Ketentram an, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat
b)
Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar , yaitu:
1)
Tenaga Kerja;
2)
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
3)
Pangan;
4)
Pertanahan;
5)
Lingkungan Hidup;
6)
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
7)
Pemberdayaan Masyarak at Desa;
8)
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;
9)
Perhubungan;
10)
Komunikasi dan Informatika
11)
Koperasi dan UKM;
12)
Penanaman Modal;
13)
Kepemudaan dan Olahraga;
14)
Statistik;
15)
Persandian;
16)
Kebudayaan;
17)
Perpustakaan;
18)
Arsip.
c)
Urusan Pilihan , yaitu:
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 - 67
RKPD Kab. Kutai Timur
1)
Kelautan dan Perikanan;
2)
Pariwisata;
3)
Pertanian;
4)
Perdagangan;
5)
Perindustrian.
d)
Urusan Penunjang Pemerintahan , yaitu
1)
Administrasi Pemerintahan;
2)
Pengawasan
3)
Perencanaan;
4)
Keuangan;
5)
Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan;
6)
Penelitian dan Pengembangan.
e)
Unsur Pemerintahan Umum
Evaluasi pelaksanaan program RKPD Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 20 2 1 dapat dilihat pada Tabel 2. 50
di bawah ini:
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 68
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Tabel 2 .50
Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah Tahun 2021
Kabupaten Kutai Timur
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
M1
MISI 1 : “MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERAKHLAK MULIA, BERBUDAYA DAN BERSATU”
M1.T1
Tujuan 1 : Menata dan Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mendorong kehidupan masyarakat (SDM) yang berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu (M1.T1)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
73,00
73,30
73,46
100.2
M1. T1.S1
Sasaran 1 : Meningkatnya taraf hidup masyarakat yang sejahtera (M1.T1.S1)
Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja
Persentase lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan/ kompetensi
65
69
65
94,20
Dinas Tenaga Kerja & Trasmigrasi
Program Pemberdaayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat
Persentase Lembaga Kemasyarakatan yang Aktif
0
0
0
0
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Program Pengembangan Jasa Konstruksi
Rasio tenaga terampil yang memiliki sertifikat kompetensi
3,94
6,42
6,06
94,39
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pemberdayaan Sosial
Persentase PMKS yang mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial kelompok maupun perorangan
69,84
69,84
66,15
94,72
Dinas Sosial
Program Rehabilitasi Sosial
Persentase PMKS yang memperoleh Rehabilitasi Sosial
34,41
34,41
51,19
148,76
Dinas Sosial
Program Perlindungan Dan Jaminan Sosial
Persentase PMKS yang mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial
33,25
66,51
66,15
99,46
Dinas Sosial
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 69
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
Program Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jumlah Kelompok Sadar Wisata yang bergerak pada ekonomi kreatif
6
6
6
100
Dinas Pariwisata
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Penguatan Cadangan Pangan
70
70
70
100
Dinas Ketahanan PAngan
Program Pengembangan UMKM
Jumlah UMKM yang difasilitasi
15
104
104
100
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Program Penanganan Bencana
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang memperoleh perlindungan dan jaminan Sosial
100
100
100
100
Dinas Sosial
Program Pengelolaan Pendapatan Daerah
Persentase PAD terhadap pendapatan
5
7,05
8,49
120,43
Badan Pendapatan Daerah
M1. T1.S2
Sasaran 2 : Meningkatnya taraf Pendidikan Masyarakat (M1.T1.S2)
Program Pengelolaan Pendidikan
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
12,89
12,89
12,9
100,08
Dinas Pendidikan
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Rata -
Rata Lama Sekolah
9,19
9,19
9,43
102,61
Sekretariat Daerah
Program Pengelolaan Pendidikan
Dinas Pendidikan
M1. T1.S3
Sasaran 3 : Meningkatnya Derajat Kesehatan (M1.T1.S3)
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Tercapainya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
61,38%
67,38%
67,38%
100
Dinas Kesehatan
Angka Harapan Hidup
73,16
74,33
94,81
127,55
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Akreditasi RSUD
Utama
Utama
Madya
100
RSUD
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
56%
95%
94,81%
99,80
Dinas Kesehatan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 70
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
M1. T1.S4
Sasaran 4: Terwujudnya SDM yang beriman, berakhlak mulia dan Berbudaya (M1.T1.S4)
Program Pengembangan kurikulum
Persentase Sekolah yang menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
Ø SD= 98,67
Ø SMP= 86,21
Ø SD= 98,67
Ø SMP= 86,21
Ø SD= 98.67
Ø SMP=85.2 3
Ø SD= 100
Ø SMP=98.86
Dinas Pendidikan
Program Pembinaan Perpustakaan
Persentase Koleksi Judul Buku Agama, Budaya, Sosial di Perpustakaan
30000
(jumlah)
70%
70%
100
Dinas Perpustakaan & Kearsipan
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Pemuka Agama yang menerima Insentif
595
(jumlah)
595
595
100
Sekretariat Daerah
Penyelenggaraan Festival keagamaan
1
1
1
100
Sekretariat Daerah
Program Pengembangan Kebudayaan
Tokoh Adat yang menerima Insentif
0
0
0
0
Dinas Kebudayaan
Program Pengembangan Kesenian Tradisional
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
5
5
6
120
Dinas Kebudayaan
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan
Persentase Organisasi Pemuda yang Aktif
76
(jumlah)
76
(jumlah)
82
107,89
Dinas Pemuda Olahraga
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan
Persentase Prestasi Olahraga
8
(jumlah)
8
(jumlah)
61
100
Dinas Pemuda Olahraga
Program Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Budaya
Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan
42
42
59
140,48
Dinas Kebudayaan
M2
MISI 2 : “MEWUJUDKAN DAYA SAING EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS SEKTOR PERTANIAN”
M2.T1
Tujuan 1 : Menata Daya Saing Ekonomi Masyarakat berbasis Sektor Pertanian/Perkebunan/Perikanan
Kontribusi Sektor Pertanian/Perkebunan terhadap PDRB
9,16
8,75
8,24
94.17
M2. T1.S1
Sasaran 1 : Peningkatan kegiatan perekonomian berbasis sektor pertanian/perkebunan/perikanan
Program Peningkatan Diverisifikasi dan Ketersediaan Pangan Utama
43,66
43,66
27,41
62,78
Dinas Ketahanan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 71
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
Ketahanan Pangan Masyarakat
Pangan
Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
89,4
89,4
88,8
99,33
Program Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan
Konsumsi Perikanan
40,86
41
39,15
95,49
Dinas Kelautan dan Perikanan
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produksi sektor pertanian
37187
37187
31365
84,34
Dinas Pertanian
Produksi sektor perkebunan
6.456.662
6.456.662
7065173,5 7
109,42
Dinas Perkebunan
Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA)
Persentase irigasi kabupaten dalam kondisi baik
45,03
45,03
45,03
100,00
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Produksi Perikanan
8.085,61
8085,61
6156,004
76,14
Dinas Kelautan dan Perikanan
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian
Jumlah/ jenis bibit/ benih unggul/ komuditi utama
5
5
3
60,00
.Dinas Pertanian
M2. T1.S2
Sasaran 2 : Meningkatnya Pendapatan Petani (M2.T1.S2)
Program Penyuluhan Pertanian
cakupan bina kelompok tani
21,25
21,25
22,05
103,76
1.Dinas Pertanian
Program Peningkatan Diverisifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Nilai Tukar Petani (NTP)
111,9
109,66
129,93
118,48
Dinas Ketahanan Pangan
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produktivitas padi
3,55
3,79
4,5
118,73
1.Dinas Pertanian
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produktivitas perkebunan
19
19
20,23
106,47
1. Dinas Perkebunan
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Peningkatan Alat Mesin Pertanian/ peternakan
1541
1795
116,48
1.Dinas Pertanian
M2.T2
Tujuan 2 : Menata Peran penunjang daya saing ekonomi masyarakat
Laju Pertumbuhan Ekonomi
- 3,21
1,99
- 1,01
- 50.75
M2. T2.S1
Sasaran 1 : Meningkatnya Kemampuan Perekonomian di Daerah
Program Pengawasan Dan Pemeriksaan Koperasi
Persentase koperasi yang aktif
57,21
57,21
55,83
97,59
Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah
Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil, Dan Usaha Mikro (Umkm)
Jumlah UMKM
6942
6942
9627
138,68
Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 72
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
Menengah
Program Perencanaan dan Pembangunan Industri
Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)
1.265
1.341
1.325
98,81
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata
Objek destinasi wisata
15
15
17
113,33
Dinas Pariwisata
Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jumlah Kelompok Sadar Wisata yang bergerak pada ekonomi kreatif
6
6
6
100,00
Dinas Pariwisata
Program Pengelolaan Data Dan Sistem Informasi Penanaman Modal
investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Nib 720
688
1513
219,91
Dinas Penanaman Modal dan PTSP
M3
MISI 3 : “MEWUJUDKAN PELAYANAN DASAR BAGI MASYARAKAT SECARA PROPORSIONAL DAN MERATA”
M3.T1
Tujuan 1 : Menata semua layanan kebutuhan infrastruktur dasar dan Ekonomi Bagi Masyarakat Secara Proporsional dan Merata (M3.T1)
Indeks Pembangunan Desa (IPD)
64,12
58,37
65,74
112.6
M3. T1.S1
Sasaran 1 : Meningkatnya Konektivitas Antar Wilayah (M3.T1.S1)
Program Penyelenggaraan Jalan
Persentase jalan Kabupaten kondisi Mantap
51,88
51,98
54,69
105,21
Dinas Pekerjaan Umum
Program Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU)
Persentase perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum)
13,71%
15,08%
NA
0,00
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)
Jumlah KIR Kendaraan Umum
3529
3529
2556
72,43
Dinas Perhubungan
Program Pengelolaan Pelayaran
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
3/ 1/ 3
4/ 1/ 3
3/ 1/ 3
99,92
M3 T1.S2
Sasaran 2 : Meningkatnya Infrastruktur Fasilitas Perumahan/ permukiman ) (M3.T1.S2)
Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Capaian Akses Air Minum Layak
43,43%
48,70%
43,42%
89,16
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Air Limbah
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang memperoleh 65,69%
76,45%
76,45%
100,00
Dinas Pekerjaan Umum
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 73
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
layanan pengelolaan air limbah Domestik
Program Pengembangan Sistem Dan Pengelolaan Persampahan Regional
Persentase Infrastruktur Pengelolaan Sampah Perkotaan
73,00%
75,32%
75,32%
100,00
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Drainase
Cakupan wilayah saluran drainase rawan genangan air /Banjir (Perkotaan)
93,6
93,6
100,00
Program Peningkatan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU)
Persentase perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum)
13,71%
15,08%
13,71%
90,91
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Program Pengembangan Permukiman
Rasio Tempat Ibadah per Satuan Penduduk
2,4990
2,4990
2,4990
100,00
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran Dan Penyelamatan Non Kebakaran
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
97,83
97.83
84,85
86,73
Dinas Pemadam Kebakaran
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
97,83
97,83
100
102,22
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Program Penataan Bangunan Gedung
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik
52,19%
52.19%
52.19%
100,00
Dinas Pekerjaan Umum
Program Penataan Bangunan dan Lingkungannya
Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB
0,306
0,3060
0,3060
100,00
Program Pengembangan Jasa Konstruksi
Cakupan Penerbitan IUJK
30,47
43,12
40,78
94,57
Program Peningkatan Pelayanan, Sertifikasi, Kualifiksi, Klasifikasi dan Registrasi Bidang Perumahan Perumahan dan Kawasan Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan
57,143%
62,857%
94,120%
149,74
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 74
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
Permukiman
Program Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh
Berkurangnya jumlah unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
0,2472
0,2479
0,2486
100,27
Program Pengembangan Perumahan
Persentase penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana
0
0
0
0,00
Program Kawasan Permukiman
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 ha di kabupaten yang ditangani
30,67% ( 3 Lokasi SK 2016)
30,67 % (3 Lokasi SK 2016)
30,67 % (3 Lokasi SK 2016)
100,00
M3. T1.S3
Sasaran 3 : Meningkatnya Infrastruktur Teknologi dan Informasi ) (M3.T1.S3)
Program Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Cakupan Layanan Telekomunikasi
58,87
73,76
73,76
100
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik
Program Pengelolaan Aplikasi Informatika
Cakupan Layanan Telekomunikasi
58,87
73,76
73,76
100
Persentase PD yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
17,14
17,14
17,14
100
M3. T1.S4
Sasaran 4 : Meningkatnya sarana dan prasarana pendidikan (M3.T1.S4)
Program Pengelolaan Pendidikan
Rasio ketersediaan SD/ MI per penduduk
56,46
56,46
44,48
78,78
Dinas Pendidikan
Rasio ketersediaan SMP/ MTS per penduduk
53,06
53,06
41,96
79,08
M3. T1.S5
Sasaran 5 : Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan (M3.T1.S5)
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Rasio Puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk
0,51
0,51
0,51
100
Dinas Kesehatan
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
0,02
0,02
0,02
100
1.Dinas Kesehatan
2. RSUD
M3. T1.S6
Sasaran 6 : Meningkatnya Sarana dan Infrastuktur Pendukung Ekonomi (M3.T1.S6)
Program Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan
Jumlah pasar
12
13
12
92,31
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 75
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
M4
MISI 4 : “MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG PARTISIPATIF BERBASIS PENEGAKAN HUKUM DAN TEKNOLOGI INFORMASI”
M4.T1
Tujuan 1 : Menata Kelola pemerintahan yang bersih, Efektif, Transparan dan Akuntabel berbasis Elektronik (M4.T1)
Nilai Akuntabilitas Kinerja
Baik
Baik
Baik
Baik
M4. T1.S1
Sasaran 1 : Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan (M4.T1.S1)
Program Penyelenggaraan Pengawasan
Jumlah temuan BPK
15
19
15
78,94
Inspektorat Daerah
Program Pengelolaan Keuangan Daerah
Opini BPK terhadap laporan keuangan
WDP
WTP
NA
DATA BELUM RELEASE
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah
Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD
83,55%
100,00%
89,50%
89,50
Badan perencanaan Pembangunan Daerah
Program Dukungan Pelaksanaan Tugas Dan Fungsi DPRD
Tersusunnya dan Terintegrasinya Program Program Kerja DPRD untuk Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Fungsi Pembentukan PERDA. Dan Fungsi Anggaran dalam Dokumen Rencana 5 Tahunan RPJMD maupun dokumen perencanaan RKPD
Ada
Ada
Ada
100,00%
Sekretariat DPRD
Program Peningkatan Ketenteraman dan Ketertiban Umum
Persentase Penegakan Perda
53,99%
53,99%
100%
185,22
Satuan Polisi Pamong Praja
Program Pengarusutamaan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
55,72
55,72
55,72
100
Dinas Pemeberdayaan Perempuan dam Anak
Program Peningkatan Kualitas Keluarga
Program Pemberdayaan Dan Pengawasan LSM/Organisasi yang Aktif
72
123
123
100
Dinas Kesatuan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 76
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
Organisasi Kemasyarakatan
Bangsa dan Politik
Program Penyelenggaraan Statistik Sektoral
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
ada
ada
ada
100
Dinas Komunikasi dan Informasi, Persandian, dan Statistik
Program Pendaftaran Penduduk
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
86,95%
86,95%
89,20%
102,59
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Program Pencatatan Sipil
Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran 0 - 18 Tahun
92,19%
92,25%
100,00%
108,40
Program Pengendalian Penduduk
Laju Pertumbuhan Penduduk
4,26%
4,26
4,2
98,59
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Program Penelitian Dan Pengembangan
Persentase implementasi rencana kelitbangan
11,11
50
65
130
Badan Penelitian dan Pengembengan
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
1,14
35
10,92
31,2
Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan
Rata - rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan (hari)
113 hari
260
234
90
M4.T2
Tujuan 2: Menata kualitas layanan public yang berbasis interoperabilitas (M4.T2)
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
75,09
80
78,29
97.8
M4. T2.S1
Sasaran 1: Meningkatnya kualitas layanan public yang berbasis interoperabilitas dalam pengembangunan wilayah (M4.T2.S1)
Program Aplikasi Informatika
Persentase PD yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
17,14
17,14
17,14
100
Dinas Komunikasi dan Informasi, Persandian, dan Statistik
M5
MISI 5 : “MEWUJUDKAN SINERGITAS PENGEMBANGAN WILAYAH DAN INTEGRASI PEMBANGUNAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN”
M5.T1
Tujuan 1 : Menata dan Mensinergikan Pembangunan yang terintegrasi agar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
69,47
62,11
71,62
115.3
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2
| 77
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
NO
Misi/ Tujuan/ Sasaran/ Program Pembangunan Daerah
Indikator Kinerja (tujuan/ impact/ outcome)
Capaian Indikator 2020
Target Capaian Indikator 2021
Capaian Indikator Kinerja 2021
Tingkat Capaian Indikator Kinerja (%)
PD Penanggung Jawab
Status Realisasi Kinerja
berfungsi optimal (M5.T1)
M5. T1.S1
Sasaran 1 : Meningkatnya Sinergitas proses Pengembangan wilayah yang Terintegrasi dan berwawasan lingkungan (M5.T1.S1)
Program Pengendalian Pencemaran Dan/Atau Kerusakan Lingkungan Hidup
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan Lahan
77,48
77,49
80,76
104,22
Dinas Lingkungan Hidup
Program Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Izin Lingkungan Dan Izin Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d y ang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
140
140
16
11,43
Program Pengelolaan Persampahan
Persentase Penanganan Sampah
41,47%
41,57
31,57
75,94
M5.T2
Tujuan 2: Menata dan memanfaatkan ruang secara berkelanjutan (M5.T2)
Ketaatan Terhadap RTRW
100
100
100
M5. T2.S1
Sasaran 1: Meningkatnya Kualitas penyelenggaraan penataan ruang (M5.T2.S1)
Program Penyelenggaraan Penataan Ruang
Jumlah Perkada RDTR
1 dokumen
1 dokumen
1 dokumen
100
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
Program Penyelesaian Ganti Kerugian Dan Santunan Tanah Untuk Pembangunan
Persentase antara Luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/jumlah bidang tanah target ganti kerugian
86,14%
86,14%
100,00%
116,09
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2 -
Draft RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 1
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
BAB 3
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Timur merujuk pada Rencana Kerja Pembangunan (RKP) pemerintah pusat tahun 202 3 .
Rancangan kerangka ekonomi dan kebi jakan keuangan daerah tahun 2023
meliputi: (a) kebijakan pendapatan daerah ; (b) kebijakan belanja ;
dan (c) pembiayan
daerah.
P enyusunan RKPD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2022 telah mengacu pada Ranwal RPJMD tahun 2021 - 2026 .
yang mencantumkan v isi Kepala Daerah terpilih Kabupaten Kutai Timur untuk periode tahun 2021 - 2026 . Visi tersebut adalah “Menata Kutai Timur Sejahter a Untuk Semua” .
Rumusan v isi tersebut telah
mengacu pada RPJPD Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2006 - 2025. Adapun visi pembangunan RPJPD tersebut adalah:
Sedangkan
menurut skenario RPJP D
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk periode 2021 - 202 6
adalah:
Makna dari masyarakat dan wilayah Kutai Timur
Tegar dan Stabil adalah terjadi sinergitas antar komponen daerah ( Pentahelix : P em erintah Daerah .
A kademisi .
Dunia Usaha .
M asyarakat luas /Komunitas .
M edia) untuk menjaga keseimbangan antara kapasitas dan kebutuhan yang menjamin kelangsungan proses pembangunan berkelanjutan bertumpu pada agribisnis dan agroindustri. Tegar dan stabil tersebut dimaksudkan untuk menuju kesejahteraan untuk semua. ini menunju kkan bahwa tegar dan stabil dapat dirasakan tidak hanya oleh kelompok tertentu .
namun oleh semua stakeholders
di Kabupaten Kutai Timur.
Berdasarkan skenario pembangunan pada RPJ MD
tersebut dapat dirumuskan tema pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk tahun 202 3 .
yaitu :
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 2
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Aksesibilitas infrastruktur dasar sudah mengalami peningkatan yang meliputi air .
listrik .
dan Based Transmited Station
(BTS). Namun demikian perlu dilakukan pemantapan infrastruktur dasar dalam penyediaan air bersih .
listrik .
perluasan jangkauan layanan internet. Pemantapan ini mengindikasikan adanya komitmen yang tertuang dalam perenc anaan dan penganggaran menuju keseimbangan antara kapasitas dan kebutuhan akan infrastruktur untuk mendukung kesejahteraan bagi semua masyarakat. Keseimbangan tersebut menjadi modal pemenuhan pelayanan dasar dan pembangunan berkelanjutan yang berdasar pada
tiga pilar: ekonomi ,
lingkungan ,
dan sosial .
Pandemi Covid - 19
sangat berpengaruh pada hampir semua aspek pembangunan. Dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat adalah dampak ekonomi. Hal ini diindikasikan menurunnya aktivitas dan produktivitas ekonomi sebagai akibat dari adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penerapan kebijakan PSBB ini diikuti
dengan pengurangan jam kerja ,
kapasitas produksi ,
dan jumlah karyawan yang masuk bekerja.
Kondisi perekonomian Kabupaten Kut ai Timur tahun 2021 yang semula d iharapkan t erjadi pemulihan ekonomi ,
justru tetap mengalami resesi atau pelemahan ekonomi tetap berlanjut. Kondisi tersebut diprediksi karena pandemi Covid - 19
masih berlangsung dan mengalami lonjakan yang cukup drastis . Namun searah dengan kebijakan percepatan vaksinasi covid 19, diharapkan pemulihan kegiatan ekonomi di tahun 2022 dapat terwujud khususnya di Kabupaten Kutai Timur. Gambar 3.1 menggambarkan perkembangan cakupan pelaksanaan vaksinansi covid 19 kepada masyarakat di
Kabupaten Kutai Timur.
Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Kutai Timur, 2022
Gambar 3. 1
Cakupan Vaksinasi Covid - 19
K abupaten Kutai Timur
Sampai Juni 2022
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 3
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sementara itu .
kerangka
ekonomi makro dan kebijakan keuangan daerah juga berisikan tentang dinamika ekonomi makro hingga semester satu tahun 202 2
dan estimasi tahun 202 3 . Kebija kan ini juga menyajikan sasaran
yang akan dicapai pada tahun 202 2 ,
serta menguraikan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang diperlukan.
3.1
Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menyusun a rah kebijakan ekonomi dipengaruhi perekonomian global .
perekonomian regional dengan fokus di wilayah Asia T imur dan ASEAN ,
perekonomian nasional ,
dan Provinsi Kalimantan Timur.
3.1.1
Kondisi
Perekonomian Global
Analisis kondisi lingkungan global khususnya di bidang ekonomi menjadi aspek penting memahami dinamika ekonomi tahun 2023. Perkembangan ekonomi lokal Kutai Timur sangat terkait dengan dinaika ekonomi global. Apalagi Kutai Timur memiliki aset ekonomi strategi penghasil CPO dan tambang b atubara. Fluktuasi harga CPO dan ekspor batubara sangat sensitif bagi perekeonomi masyarakat Kutai Timur. Beberapa kondi si perekonomian global yang perlu dicermati sebagai berkut:
a.
Perlambatan
Per t umbuhan Ekonomi Global
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyebutkan produk domestik bruto (PDB) global pada 2022 akan mengalami pertumbuhan sebesar 3 per sen pada 2022
(OECD, 2022a) . Sebelumnya, OECD terlah memprediksi pertum buhan sebesar 4,5 persen
pada Desember 2021 . OECD sebagai o rganisasi yang mewakili 38 negara maju memperkirakan inflasi menyerang
negara - negara maju meningkat
dua kali lipat. Negara - negara seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, serta beb e rapa negara - n egara Eropa akan mengalami inflasi hingga mencapai 8,5 persen (OECD, 2022b) . Kondisi ini menunjukan n ilai inflasi
tertinggi sejak tahun 1988.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 4
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sumber: Diolah dari International Monetary Fund, 2022a
Gambar 3.2.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Perlambatan ekonomi global selain akibat pukulan dampak Pandemi Covid - 19 juga sangat terkait dengan invasi Rusi a
ke Ukraina. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat, sementara inflasi mengalami peningkatan lebih tinggi. Sebelum invasi ini terjadi , prakiraan ekonomi global untuk tahun 2022 - 2023 tampaknya akan membaik
(Kemenkeu , 2022) . Pertumbuhan ataupun inflasi diperkirakan kembali normal setelah dunia diterpa pandemi Covid - 19.
Laporan World Economic Outlook
(WEO) International Monetary Fund
(IMF
) (2022b)
menunjukkan perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4% di 2022 atau turun - 0,5 percentage points
dibandingkan WEO
Oktober 2021 dan 3,8% di 2023 .
b.
Fluktuasi
Harga CPO Global
Harga minyak sawit mentah atau CPO melonjak tinggi hingga mencapai rekor tertinggi pada April 2022. Harga CPO menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa pada perdagangan di level RM 7.638,69 per ton . Apabila dibandingakan dengan tahun - tahun sebelumnya harga minyak sawit mentah saat ini mengala mi tren kenaikan yang sangat berarti.
Namun paska April 2022, harga CPO mengalami pel e mahan.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 5
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sumber: Investing.com, 2022
G ambar 3.3.
Harga CPO Internasional
Banyak faktor pemicu kenaikan
dan penurunan
harga CPO
ini . Keterbatasan pasokan dari negara - negara produsen utama, seperti Malaysia dan Indonesia
menujukan kenaikan harga CPO . Diketahui, harga CPO sempat menembus lebih dari RM 7.000 per ton saat pemerintah Indonesia mengumumkan larangan ekspor CPO untuk mengamankan bahan baku minyak goreng dalam negeri
(IDX, 2022) .
Kondisi lingkungan global juga turut berpengaruh dalam tren fluktuasi
Harga CPO, seperti konflik Rusia - Ukraina, penutupan ekspor minyak bunga matahari, tingginya harga minyak kedelai, dan pemotongan bea masuk impor sawit Ind ia (Reuters, 2022) .
Sebenarnya, pengaruh global tidak hanya menyasar harga minyak sawit mentah namun fluktuasi juga terjadi pada harga minya k
mentah dan
gas (migas) serta beberapa komoditas lainnya.
Flutuasi harga CPO membuat kalkulasi keuntungan industri sawit tidak bisa dipastikan. Seperti apa yang terjadi di Indonesia. Meski seriring harga
CPO
yang terus naik
ternyata industri sawit mengeluhkan ongkos
produksi ikut menjadi mahal. K enaikan harga pupuk membuat selisih antara pendapatan dan ongkos produksi tetap tipis
(Kompas, 2022) .
Ketergantungan bahan baku Pupuk dari luar negeri membuat Indoensia menjadi sangat tergantung. Harga
amonia di Eropa naik akibat beban energinya sebagian besar ditopang oleh produksi Rusia. Kondisi ini jelas memperparah kondisi pasokan pupuk global.
c.
Tren Kenaikan Harga Batu B ara
Dunia
Harga batu bara dunia mengalami lonjakan hingga empat kali lipat seiring kekhawatiran akan dampak perang Rusia ke Ukraina (Databoks, 2022) . Akibat sanksi
embargo ekonomi
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 6
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
menyebabkan harga batu bara naik 18,8 persen pada awal April 2022 (Bisnis, 2022) . Harga batu bara diproyeksikan akan terus naik pada pertegahan April 2022 hingg a melewati level US$300 per ton (Bisnis, 2022) .
Tidak dipungkiri, Eropa sangat bergantung pasokan energi dari Rusia. Dalih invasi Rusia ke Ukraina membuat Eropa sepakat memberik an sanksi embargo ekonomi kepada Rusia. Meski sanksi ini tidak menguntungkan bagi Eropa sendiri, namun komitmen terhadap HAM dan solidaritas kemanusiaan korban perang membuat embargo kepada Rusia harus dijatuhkan. Larangan ekspor batubara Rusia berlaku efe ktif pada Agustus 2022.
Gambar 3.4
tren Kenaikan Harga Batu Bara
(sumber; diolah dari
Databoks Databoks, 2022)
Rusia mengekspor lebih dari 200 juta ton batu
bara pada tahun 2021, menyumbang 17 persen dari ekspor batu
bara global dan hampir 50 juta ton ke Eropa
(Bisnis, 2022) .
Dengan diberlakukannya embargo tersebut, Eropa harus mencari pemasok baru.
Embargo batu bara Rusia oleh Eropa berpotensi menguntungkan Indonesia. Seharusnya , momentum ini dapat dimanfaatkan produsen batu bara Indonesia untuk menembus pasar Eropa. Meskipun ada beberapa persoalan terkait dengan perbedaan kualitas (kalori) batu bara produksi Indonesia dengan kebutuhan batu bara di pasar Eropa . Selain itu juga ja rak angkut Indonesia dan Eropa dinilai sangat jauh mebuat “ongkos angkut” menjadi lebih mahal dibanding Afrika Selatan, Kolombia dan Amerika Serikat
3.1.2
Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional
Mitigasi perkembangan ekonomi kawasan/regional sangatlah penting dilakukan untuk memahami dampak ekonomi di Kutai Timur. Terutama, uapaya mencermarti perubahan peta
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 7
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
ekonomi kawasan Asia Tenggara yang telah bergeser ke kepentingan ekonomi China. Sejak program OBOR dan berlanjut pada BRI, investasi China sangatla h masif di Asia Tenggara. Berikut beberapa kondisi perekonomian kawsasan yang perlu dicermati:
a.
Jalur Kereta Cepat China - Laos
China sangat berambisi membangun rel kereta cepat di Asia Tenggara. Kawasan ini menjadi target penting bagi perkembangan bisnis dan
energi masa depan China. Salah satu kata kunci adalah “konektivitas” ekonomi untuk membangun kesejahteraan bersama. Jalur kereta cepat China - Singapura yang melewati Laos, Thailand dan Malaysia itu total mencapai 3.600 km
(Antara, 2022) . Proyek ini diawali dengan pembangunan kereta cepat yang beropasi di Laos yang menghubungkan Vientiane ke Boten sejauh 414 Km.
Sebenarnya, China bukan negara pertama yang menginginkan konektivitas ekonomi Asia Tenggara dengan kereta api. Inggris dan Prancis ketika mengkolonisasi Asia Tenggara juga sudah memiliki proyeksi serupa. Namun persoalan politik dan konflik di masing - masing
negara belum tun tas menjadi kendala dalam merealisasikan proyek tersebut.
Sumber : BBC (BBC, 2021)
Gambar 3.5. Proyek Konektivitas Ekonomi Chinda di Asia Tenggara
Lebih jauh lagi, jalur kereta cepat ini dapat dipahami sebagai
kepentingan str a tegis China ingin memperluas pengaruh
ekonomi
dan politiknya di Asia Tenggara. Setelah infrastruktur transportasi ini dibangun ,
selanjut nya
China akan berupaya untuk memperluas akses pasar untuk barang - barang industri
buatan dalam negeri mereka . Harapannya, perluasan akses pasar
akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di sepanjang wilayah yang dilalui
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 8
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
jalur kereta . Konektivitas China - Asia Tenggara pada akhirnya menempatkan posisi
China untuk menjadi pusat ek onomi dunia baru.
b.
Pengaruh Amerika Serikat –
Negara Asean Kembali Menguat
Amerika Serikat kembali membuat komitmen dengan Asia Tenggara
dalam KTT Khusus AS - ASEAN yang diselenggarakan
di Gedung Putih pada pertengahan Mei 2022 . Sebelumnya Presiden Barak Obama juga menginisiasi KTT Khusus AS - ASEAN, namun komitmen ini sempat melemah pada kepemimpinan Presiden Trump. P erluasan p engaruh China yang mulai menguat di Asia Tenggara menjadi tant angan bagi Amerika. Presiden Bidden
berupaya untuk menguatkan kembali posisi Amerika di Asean. Ia
mengaskan dan menggarisbawahi pentingnya kerja sama AS - ASEAN dalam memastikan keamanan, kemakmuran, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia
dalam KTT Kh usus AS - ASEAN (Embassy, 2022) .
KTT atau ASEAN - US Special Summit
berhasil menyepakati secara prinsip peningkatan kemitraan ASEAN - Amerika Serikat dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif
(Kontan, 2022) . Komitmen kedua belah pihak dalam ASEAN - US J oint Vision Statement dituangkan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Komitmen hasil KTT tersebut di antaranya
(Kontan, 2022) : pertama penguatan kerja sama pemulihan pandemi dan keamanan kesehatan guna memperkuat resiliensi atau ketahanan kesehatan kawasan melalui program A SEAN - US Health Futures Initiative . Kedua, peningkatan kerja sama ekonomi dan konektivitas, antara lain untuk memfasilitasi penguatan rantai pasok dan konektivitas kawasan untuk peralatan medis, obat - obatan, vaksin, komoditas pertanian. Ketiga, peningkatan kerja sama dalam menanggulangi perubahan iklim
melalui program US - ASEAN Climate Futures.
Tidak semata urusan ek onomi dan lingkungan, hasil KKT juga menyepakati komitmen yang keempat, peningkatan kerja sama pendidikan termasuk penguatan kolaborasi universitas dan perusahaan. Pogram the Billion Futures
dialokasikan peningkatan pembangunan pendidikan, pelatihan guru, dan promosi pengarusutamaan gender.
Selanjutnya, komitmen yang kelima, peningkatan kerja sama maritim melalui ASEAN - led mechanisms dalam bentuk memperkuat koordinasi antar maritime law enforcement agency
di bidang maritime domain awareness, search and resc ue , keamanan maritim dan pemberantasan IUU ( illegal, unreported, and unregulated) fishing.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 9
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
c.
Rivalitas Produksi dan Pasar antara Indo ne sia dan Malaysia
Malaysia dinilai oleh sejumlah pihak menjadi tolak ukur dunia terkait stok global produk CPO dan turunannya. Sisi lebih dari penilaian ini memahami Malaysia dipandang piawai dalam menyajikan
data - data terkait produksi sawit, harga dan stok yang lebih up - todate dibanding Indonesia . Meskipun, secara luas lahan Indonesia jauh lebih luas dibanding dengan lahan Malaysia.
Tabel 3.1.
perbandingan luas lahan sawit (Ha)
Sumber: (CPOPC, 2021)
Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang mendominasi pasar CPO dunia.
Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pada tahun 2017, total lahan sawit di Indonesia mencapai 14,04 juta Ha (Kementan, 2017) , sedangkan Menurut data The United States Department of Agriculture
(USDA) atau Kementerian Pertanian Amerika Serikat, Malaysia memiliki 5,3 juta Ha
(Triatmojo, 2019) .
Sedangkan data CPOPC (2021)
menyebutkan luas lahan sawit Indonesia pada 2021 sebesar 13,55 juta Ha dan luas lahan Malaysia sebesar 5,740 juta Ha.
Tabel 3.2
P erbandingan produksi sawit (ton)
Sumber: (CPOPC, 2021)
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 10
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Keunggulan luas lahan sawit di Indonesia tidak diimbangi dengan produktivitas lahan yang baik. Malaysia memiliki produktivitas lahan sawit sebesar 3,96 ton/Ha.tahun, sedangkan I ndonesia hanya memiliki produktivitas lahan sawit sebesar 2,70 ton/Ha.tahun (Triatmojo, 2019) . Data pembanding yang tertera pada data CPOPC (2021)
menerangkan meski luas lahan dan produksi sawit Indonesia jauh lebih unggul dibanding Malaysia, namun perbandingan produktivitasnya ber b anding tidak begitu besar perbedaannya. Bahkan, pada tahun 2020, Malaysia mampu mengungguli produktivitas sawit Indon e s ia.
Sumber: diolah kembali (CPOPC, 2021)
Gambar 3.6. P erbandingan produktivitas sawit (jutaton/ha) per tahun
Indonesia dan Malaysia kini terus bersaing ketat guna memenangkan sejumlah pasar atas produksi minyak sawit keduanya yang mencapai 85 persen produksi global. Saat ini , Indonesia dan Malaysia terlibat perang pajak ekspor yang dirancang untuk mendorong penjualan minyak sawit dari masing - masing negara.
Persaingan dua negara produsen minyak sawit terbesar dunia ini diprediksi dapat meningkatkan konsumsi minyak sawit global dalam beberapa tahun
ke depan.
3.1.3
Kondisi Perekonomian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang paling resilien, dimana Bank Dunia meprediksi akan berada ditingkat 5,1 % untuk tahun 2022 atau hanya turun 0,1 pp dari
proyeksi sebelumnya, dimana proyeksi outlook
Pemerintah yakni 4,8 % -
5,5%. Kondis i ini didorong oleh kenaikan harga komoditas. Indonesia merupakan sedikit negara yang dapat mengembalikan output
ke level prapandemi covid 19 sejak tahun 2021. (Kementerian Keuangan, 2022)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III - 2021 berhasil tumbuh positif sebesar 3,51% ( YoY ) atau 1,55% ( Q t Q ), melanjutkan pertumbuhan positif sebelumnya dari Triwulan II -
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 11
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
2021 . Respon cepat Pemerintah dalam mengendalikan lonjakan kasus varian delta pada awal Triwulan III - 2021 dapat memperkuat kembali momentum pemulihan ekonomi nasional.
Pulihnya kepercayaan masyarakat secara cepat dalam melakukan aktivitas ekonomi, menjadikan m omentum pemulihan di sisi demand and
supply
tetap terjaga. Percepatan realisasi dari hasil refocusing
anggaran Program PEN yang mengikuti dinamika pandemi selama Triwulan III - 2021 juga telah mendorong konsumsi Pemerintah untuk tumbuh mencapai 0,66% ( YoY ) .
Selanjutnya, situasi pandemi yang mulai terkendali telah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 1,03% ( YoY ) dan konsumsi Lembaga Non - Profit yang Melayani Rumah Tangga tumbuh sebesar 2,96% ( YoY ). Pembentukan M odal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh sebesar 3,74% ( YoY ) sejalan dengan meningkatnya k apasitas produksi dunia usaha. Efektivitas penerapan kebijakan PPKM dan akselerasi vaksi nasi menjadi penopang utamanya .
Pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas global juga mendorong aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Ekspor tumbuh sebesar 29,16% ( YoY ) dan impor tumbuh sebesar 30,11%
( YoY ) pada Triwulan III - 2021. Neraca perdagangan Indonesia juga terus berlanjut mengalami surplus selama 17 bulan berturut - turut, hingga akhir September 2021. Strategi kebijakan Pemerintah selama pandemi dalam menjaga pasokan ekspor kedua komoditas utama, yakni batubara dan CPO, turut memberikan kontribusi positif. Selain itu, terjaganya ketersediaan pasokan dal am negeri juga menjadi kunci menjaga momentum ekspor di tengah kenaikan harga.
P enguatan permintaan domestik pasca lonjakan kasus varian delta berhasil mendorong kinerja di beberapa sektor utama pada Triwulan III - 2021. Sektor Industri Pengolahan sebagai ko ntributor terbesar Produk Domestik Bruto tumbuh positif sebesar 3,68% ( YoY ). Sektor utama lainnya juga tumbuh signifikan, antara lain Sektor Perdagangan dan Pertambangan yang masing - masing tumbuh sebesar 5,16% (YoY ) dan 7,78% ( YoY ). Sementara, s ektor t rans portasi dan p ergudangan serta a komodasi dan m amin mengalami kontraksi akibat pengetatan kebijakan PPKM sebagai upaya mitigasi lonjakan kasus varian delta di awal Triwulan III - 2021. Sektor informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan yang memiliki peranan penting pada masa pandemi juga kembali melanjutkan penguatan pertumbuhan. Sektor jasa kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi di Triwulan III - 2021, yakni sebesar 14,06% ( YoY ).
Pulihnya berbagai sektor usaha di Triwulan III - 2021 juga mendorong peningk atan penyerapan tenaga kerja. Per Agustus 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 12
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
menjadi 67,80% dan Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 6,49%, lebih baik dibandingkan tahun 2020. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha yang me ngalami peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar. Selain itu, keyakinan dunia usaha untuk mulai merekrut pegawai juga tercermin dari peningkatan persentase komposisi penduduk bekerja di kegiatan formal sebesar 1,02% (dibandingkan Agustus 2020). Sec ara umum, upaya pengendalian pandemi telah berhasil menurunkan jumlah penduduk usia kerja yang terdampak Covid - 19 menjadi sebesar 21,32 juta orang di Agustus 2021, lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Secara spasial, mayoritas wilayah di Indonesia melanjutk an pertumbuhan positif pada Triwulan III - 2021. Pulau Jawa dan Sumatera sebagai kontributor perekonomian nasional masing - masing mampu tumbuh positif sebesar 3,03% ( YoY ) dan 3,78% ( YoY ). Pencapaian ini juga terjadi pada pulau Kalimantan, Sulawesi, serta Malu ku dan Papua. Hanya pulau Bali dan Nusa Tenggara yang masih mengalami kontraksi sebesar - 0,09% ( YoY ) yang diakibatkan belum pulihnya sektor pariwisata sebagai dampak pembatasan aktivitas masyarakat.
Untuk prospek ke depan, sejalan dengan konsistensi penuru nan kasus harian Covid - 19 yang terus terjadi, Pemerintah melakukan pelonggaran PPKM secara lebih luas namun tetap dalam pengawasan dan penerapan protokol Covid - 19 secara disiplin. Kondisi yang kondusif ini memungkinkan permintaan bertumbuh dan perekonomian
terus mengalami pemulihan. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada beberapa indikator utama yang menunjukkan prospek baik bagi ekonomi.
Lebih lanjut, peningkatan efektivitas pengendalian Covid - 19 dan berlanjutnya berbagai program pemulihan ekonomi diperkirakan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi. Dengan demikian, permintaan domestik pada sisa akhir tahun 2021 akan tetap menguat, seperti yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang terus membaik serta penjualan kendaraan bermotor yang dipe rkirakan tetap tumbuh. Sejalan dengan itu, aktivitas dunia usaha juga diperkirakan akan terus membaik, tercermin dari pertumbuhan PMTB yang cukup tinggi, bahkan level Pu rchasing Managers
Index
(PMI) Indonesia pada Oktober 2021 telah menembus rekor tertingg i sejak April 2011 dengan berada di level ekspansif sebesar 57,2. Level PMI Indonesia menggambarkan kondisi aktivitas usaha yang kembali menggeliat di seluruh sektor manufaktur Indonesia. Level PMI Indonesia tersebut juga lebih tinggi dibanding negara - nega ra di ASEAN lainnya, seperti Malaysia (52,2), Vietnam (52,1), Thailand (50,9), dan Myanmar (43,3).
Prospek baik perekonomian Indonesia ke depan juga didukung oleh kerja sama internasional yang terus diupayakan oleh Pemerintah. Dalam serangkaian pertemuan K onferensi
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 13
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma Italia, KTT COP26 di Glasgow - Skotlandia, serta kunjungan kerja ke Persatuan Emirat Arab, Pemerintah terus mendorong pemulihan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Berbagai kerjasama tersebut juga diyakini d apat memicu peningkatan investasi melalui berbagai skenario seperti Sovereign Wealth Fund
INA, kerja sama energi terbarukan, ritel dan infrastruktur pelabuhan dan jalan tol, kerja sama kesehatan, serta teknologi digital.
Memperhatikan berbagai leading indi cator di awal Triwulan - IV 2021 ini, pola pemulihan terlihat menyerupai tren pada Triwulan - II lalu. Ditambah dengan berbagai indikator kesehatan yang terus membaik serta diiringi dengan kebijakan dan strategi Pemerintah yang tepat, pemulihan ekonomi diyakin i memiliki prospek yang positif. Dengan prospek positif tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada di atas level 5% pada Triwulan ke - IV tahun 2021 dan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya. ( Kementer ian Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia) .
Pertumbuhan Ekonomi
Pro vinsi Kalimantan Timur Triwulan III tahun
2021
yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) at as dasar harga berlaku mencapai Rp 179,09
trili un dan atas dasar harga konstan
mencapai Rp 122,24
triliun.
Sumber: BPS Kaltim, 2021
Gambar 3.7. Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
Catatan peristiwa Triwulan III tahun 2021, pada kategori pertanian:
1)
Peningkatan produksi tanaman pangan disebabkan adanya musim panen padi pada Triwulan III - 2021.
2)
Terjadi peningkatan produktivitas tanaman perkebunan pada Triwulan III - 2021 dibandingkan triwulan sebelumnya.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 14
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sumber: BPS
Provinsi Kalimantan Timur, 2021
Gambar 3. 8 . Laju Pertumbuhan Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
Kategori Pertambangan dan Penggalian:
1)
Produksi minyak dan gas alam masih mengalami penurunan alamiah baik secara q - to - q dan Y - on - Y .
2)
Peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok dan India menyebabkan peningkatan produksi batu bara.
3)
Nilai ekspor luar negeri non migas selama Triwulan III - 2021 m engalami kenaikan lebih dari 2 kali lipat jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020, demikian pula dengan nilai ekspor hasil tambang yang meningkat sangat signifikan.
4)
Selain peningkatan permintaan batu bara dari negara tujuan, kenaikan nilai ekspor
hasil tambang ini juga disebabkan HBA yang juga mengalami kenaikan hingga mencapai lebih dari 2 kali lipat.
Kategori Industri Pengolahan
1)
Pada Triwulan III - 2021, terjadi peningkatan produksi CPO, akibat peningkatan pasokan bahan baku kelapa sawit.
2)
Aktivitas masyarakat di berbagai tempat pada Triwulan III - 2021 secara umum menunjukkan tren meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun se belumnya, namun jika dibandingkan Triwulan II - 2021 mengalami tren menurun.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 15
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sektor pariwisata dan sektor lain yang terkait
1)
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Triwulan III - 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya , walaupun wisatawan yang masuk hanya terdapat di bulan Juli 2021.
2)
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Triwulan III - 2021 meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun terjadi penurunan jika dibandingkan triwulan sebelu mnya.
3)
Jumlah penumpang angkutan udara domestik selama periode Triwulan III - 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan dibandingkan Triwulan II - 2021.
4)
Kegiatan sekolah yang masih dilaksanakan secara daring, bekerja dari
rumah (WFH) serta minat masyarakat terhadap layanan hiburan berbasis online menyebabkan kebutuhan data internet yang masih diperlukan oleh masyarakat
5)
Berakhirnya momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri menyebabkan aktivitas masyarakat pada Triwulan III - 202 1 menurun jika dibandingkan triwulan sebelumnya.
6)
Penurunan belanja pemerintah pada Triwulan III - 2021 disebabkan pencairanTHR PNS dan Gaji Ketigabelas yang sudah dicairkan pada triwulan sebelumnya. Masih terdapat belanja pemerintah untuk pelaksanaan
7)
Program
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya penanganan sektor kesehatan dan dukungan UMKM.
8)
Program vaksinasi yang terus didorong, juga meningkatkan kinerja di sektor Kesehatan.
9)
Tercatat peningkatan aktivitas investasi karena kenaikan realisasi PMA dan PMD N pada triwulan ini.
10)
Inflasi Tahun Kalender sampai dengan September 2021 sebesar 1,24 persen, lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2020, yakni sebesar 0,34 persen. Terjadi deflasi atau penurunan harga pada Triwulan III - 2021 sebesar - 1,27 persen jika dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya.
Fenomena perdagangan internasional Kalimantan Timur:
1)
Nilai ekspor luar negeri Januari –
September 2021 sebesar US$15,63 miliar, meningkat sebesar 65,16 persen dibandingkan periode yang sa ma tahun 2020 (US$9,46 miliar).
2)
Nilai ekspor luar negeri Triwulan III - 2021 sebesar US$6,67 miliar, meningkat sebesar 36,49 persen jika dibandingkan periode triwulan sebelumnya.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 16
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
3)
Nilai ekspor luar negeri non migas pada Triwulan III - 2021 sebesar US$6,24 milia r, meningkat jika dibandingkan Triwulan II2021 yakni sebesar US$4,62 miliar. Jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan signifikan hingga lebih dari 2 kali lipat (US$2,50 miliar). Dominasi: hasil pertambangan
4)
Nilai i mpor luar negeri Januari –
September 2021 sebesar US$2,10 miliar, meningkat sebesar 52,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 (US$1,37 miliar).
5)
Nilai impor luar negeri pada Triwulan III - 2021 mencapai US$681,57 juta; menurun jika dibandingkan T riwulan II - 2021 yakni sebesar US$963,32 juta.
6)
Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020, impor luar negeri Kalimantan Timur pada Triwulan III - 2020 mengalami peningkatan sebesar 85,96
persen. Dominasi: migas (minyak mentah dan hasil minyak) dan hasil industry (mesin dan alat berat).
7)
Nilai impor luar negeri migas pada Triwulan III - 2021 sebesar US$248,88 juta, mengalami penurunan sebesar 55,38 persen jika dibandingkan dengan triwulan seb elumnya, namun terjadi peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 51,59 persen.
Tahun 2022 menjadi titik awal pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID - 19 dan peningkatan daya saing perekonomian yang terkoreksi akibat COVID - 19. Ha l ini menjadikan tahun 2022 men j a di tahun kunci dalam mengejar pencapaian target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang , begitu juga untuk tahun 2023 . Stabilisasi ekonomi Kalimantan Timur menjadi fokus perhatian dan diyakini dapat tercapai apabila didukung dengan arah kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi daerah yang tepat. Adapun beberapa strategi
pembangunan ekonomi
yang dapat dirumuska n yaitu:
1.
Op timalisasi belanja konsumsi rumah tangga .
dengan upaya untuk yang dapat dilakukan yaitu melalui pengendalian konsumsi rumah tangga agar tetap terjaga;
2.
Menjaga arus investasi ke daerah .
dengan upaya yang dapat dilakukan yaiu dengan memberikan insentif khusu s bagi rencana investasi pada sektor - sektor usaha yang bersifat padat karya mampu menyerap banyak tenaga kerja (labour intensive);
3.
Meningkatkan kualitas belanja pemerintah; dan
4.
Meningkatkan surplus perdagangan antar wilayah.
Strategi pembangunan yang telah
disusun ini telah mengacu pada arah kebijakan dan strategi pemba ngunan nasional untuk tahun 2023 . Strategi tersebut juga akan menjadi acuan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 17
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
bagi Pemerintah Daerah dan para pihak terkait dalam menyusun perencanaan tahun 2023 .
sehingga tujuan dan sasaran pe mbangunan tahun 2023
dapat terwujud
dan selaras .
3.1.4
Kondisi Ekonomi Kutai Timur Tahun 20 20/2021 dan Perkiraan Tahun 2023
Pada bagian ini akan dipaparkan kinerja perekonomian K abupaten
Kutai Timur selama tahun 2020 dan prediksi 2021 dan p erkiraan perekonomian tahun 2023 . Beberapa indikator pembangunan yang akan disajikan pada bagian ini meliputi kondisi ekonomi makro daerah .
keuangan pemerintah .
stabilitas sistem keuangan daerah .
ketenag akerjaan dan kesejahteraan tahun 2020 dan perkiraan tahun 2021 ,
serta prospek perekonomian ke depan. Situasi ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi pelaku pembangunan yakni para stake holders
terutama yang terkait dalam melakukan perumusan kebijakan serta dunia usaha.
3.1.4.1
Isu - Isu Strategis Ekonomi Kutai Timur
Pembangunan Kabupaten Kutai Timur kedepan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Dibutuhkan perencanaan strategis agar meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan. Isu - isu strategis ini merupakan kompilasi dari isu eksternal dan internal yang memiliki karakteristik bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka menengah atau panjang dan m enentukan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah dimasa datang.
a.
Capaian Investasi
Kutai Timur Rp.
8
Trilyun
Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat sebagai kabupaten/kota dengan target
realisasi investasi tertinggi kedua di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 202 2
dengan nilai investasi sebesar Rp 8.005.433.796.667,00 .
Tahun sebelumnya investasi Kutim ha nya menyapai Rp.
3.319.550.000.000 . Sementara itu, nilai capaian investasi Kalimantan Timur pada
tahun 2021 mencapai Rp. 41,15 Trilyun.
Angka capaian investasi tersebut belum merupakan investasi metanol di Bengalon oleh PT Batuta Chemical Industry Park (BC IP) sebesar Rp. 24 Trilyun. Masuknya investasi ini ke Kutim sangat berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Bupati Kutim menyebut masuknya investasi akan 10 ribu tenaga kerja (Pro.kutaitimurkab.go.id, 2022) . Apabila Kutim mampu menjaga kondusifita s dan keamanan bagi investasi secara konsisten maka pada 2024 nanti mampu men yerap 50 ribu lapangan kerja.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 18
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sumber: diolah dari (KALTIM, 2022)
Gambar 3. 9
Capaian Inve s tasi Kabupatan Kutai Timur
b.
Potensi Sawit Kutim
Investasi di Kutai Timur tahun 2021 naik drastis mencapai Rp . 9 triliun dibandingkan tahun 2020 yang hanya bernilai Rp 3 triliun.
Peningkatan itu dipicu adanya potensi produksi perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur yang sangat besar, mencapai ratusan ribu hektare yang sudah memiliki hak guna usaha (HGU ) (Korankaltim, 2022) .
Gambar 3. 10
Jumlah produksi sawit Kutai Timur
Sumber Data BP S Kutai Timur Dalam Angka, 2021
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 19
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Merespons potensi Sawit di Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meminta pemangku kebijakan dan lembaga swasta berperan memaksimalkan kontribusi bagi daerah melalui produksi sawit
(Korankaltim, 2022) . Pengembangan sawit diperlukan konektivitas dengan dukungan suasana kondusitif yang baik di daerah untuk bisa m enerima investasi besar. Namun, pandangan berbeda dari pihak DPRD Kutim menilai luasan kebun sawit di Kutim yang mencapai 450 hektar ternyata belum dapat memberikan manfaat. Hal itu terbukti kontribusi sektor kelapa sawit pada APBD Kutim tidak sebanding de ngan luas lahan yang dipakai
(Pusaran
Media, 2022) .
c.
KEK Maloy
Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mewujudkan KIPI Maloy yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sangat didukung dengan alasan yang mendasar dan strategis. Lokasi KIPI Maloy pada jalur ALKI II, tidak saja menjadikan Maloy sebagai salah satu jalur bebas internasional yang meng hubungkan bagian Utara dan Selatan Indonesia, tetapi juga berpeluang besar menjadi Hub Port untuk kawasan Asia Timur serta akan menjadi pusat/sentra pengolahan oleochemical berskala internasional, mencakup industri hulu (primer) dan industri hilir (sekunde r dan tersier) (Bappeda 2011).
Gambar
3.1 1
Koridor Ekonomi Kalimantan
Sumber ; Laporan Penyusunan Pengendalian Pemanfaatan Ruang :
Zoning Regulasi KIPI Maloy Di Provinsi Kalimantan Timur, 2020
Sesuai dengan grand strategi pembangunan ekonomi Pemprov Kaltim, proyeksi kegiatan perekonomian KIPI Maloy mengarah pada pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan dengan mengembangkan industri eksisting (minyak bumi, pupuk, gas, crude palm oil
(CPO) dan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 20
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
batubara) dan membangun industri berbasis pertanian dengan pendekatan skala ekonomi dan klaster. Kegiatan - kegiatan perekonomian yang diproyeksikan berlangsung di Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yaitu kegiatan pengapalan, pe ngelolaan batu bara, perkebunan, kelapa sawit, jalan raya, rel kereta dan pembangkit listrik. (Laurensius, Masaji Faiz Dani Agus Setiani, Regil Kentaurus, Abdul Rivai 2021). Lebih specifik lagi, dalam konteks keunggulan Kutai Timur, kehadiran KEK Maloy dis iapkan untuk menjadi pusat pengolahan CPO dan semua produk turunannya yang terintegrasi dengan pelabuhan berskala internasional. Dengan pola Kawasan Ekonomi Khusus ini, diharapkan kelapa sawit bukan hanya dinikmati produk mentahnya saja, namun juga industr i turunan yang memberikan implikasi positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
d.
Pelabuhan Kenyamukan terhadap Isu ALKI 2
Pelabuhan Kenyamukan menempati posisi sangat strategis karena berada pada lintasan Alur Laur Kepulauan Indonesia (ALKI)
2. Wilayah Kutim yang berada di
posisi sangat strategis dan berdekatan dengan selat Makassar memiliki kedalaman laut hingga 50 meter. Hal itu bukan tidak mungkin dijadikan sebagai jalur lalulintas kapal selam asing yang tidak bisa dideteksi oleh pertahana n Indonesia di laut. Posisi ini jelas berpotensi sebagai daya dukung pertahanan Negara.
Selain posisi startegis bagi pertahanan negara. Pelabuhan Kenyamukan tentunya juga mampu berkontribusi menopang perekonomian daerah apabila dikelola dengan baik.
Sebelumnya Pelabuhan Kenyamukan merupakan aset Pemerintah Pusat. Pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui penyerahan jalur causeway
Pelabuhan Laut Kenyamukan yang terletak di Kecamatan Sangatta Utara kepada Pemerintah Kabupaten Kutai
Timur
(Seputar Kaltim, 2019) .
Keberadaan Pelabuhan Kenyamukan memberi nilai lebih dan patut diperhitungkan karena berada di daerah penyangga IKN. Apabila
P elabuhan Kenyamukan ini terealisasi, bisa menjadi fasilitas daya dukung pertahanan kelautan
(Kil as Kaltim, 2021) .
e.
Kutai
Timur
Penyangga IKN
Setelah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia di masa datang, praktis daerah di sekitarnya beruapaya menyesuaikan diri sebagai daerah penyangga. Termasuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang daerahnya memiliki sejumlah pengembangan proyek nasional.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 21
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Percepatan pembangunan infrastruktur perlu dilakukan percepatan seperti pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di
Kecamatan Kaliorang. Demikian juga,
Pelabuhan Kanyamukan yang
wajib diselesaikan hingga beroperasi.
Sebab, dengan adanya pelabuhan pastinya bisa mengurangi disparitas harga barang. Selain itu sebagai daerah penyangga IKN pembangunan
infastruktur yang perlu menjadi prioritas adalah pembangunan terminal tipe A, pembangunan jembatan timbang serta pembenahan bendungan dan drainase. Kutim sebagai salah satu kabupaten penyangga IKN berharap mendapat perlakukan khusus dari Pemerintah Pusat,
sehingga dapat mengejar ketertinggalan daerah lainnya.
f.
Kesiapan Pemilu
dan Pilkada Serentak
2024
Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024
yang akan dilaksanakan Februari 2024, direspon dengan kesiapan Pemkab Kutai Timur dengan menyiapkan (3) tiga solusi anggaran
sesuai arahan Kemendagri yaitu menggunakan dana cadangan, APBD
Kutim
dan persiapan melalui belanja tidak terduga. Selain kesiapan anggaran, Pemerintah Kab upaten Kutai Timur juga melakukan pengecekan dan kesiapan persyaratan serta kantor partai politi k
peserta pemilu 2024.
Sesuai arahan Kemendagri, setiap pemerintah daerah diminta untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada pada waktu sebelumnya,
agar menghasilkan output berupa suksesnya Pemilu dan Pilkada serentak 2024 sebagai upaya dalam menyukseskan urusan pemerintahan umum.
3.1.4.2
Peluang dan Tantangan Pemba n gunan Kabupaten Kutai Timur 2023
Arah pembangunan Kutai Timur kedepan menghadapi sejumlah peluang dan tantangan yang serius. Untuk itu diperlukan upaya serius agar tantangan yang ada bisa menjadi jalan keluar sehingga sejumlah peluang besar sehingga akan mewujudkan ketercapaian visi dan misi pemerintah daerah.
a.
K awasan Ekonomi Khusu s
Maloy
Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) .
Sesuai dengan amanat UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi melakukan proses percepatan, penyebaran dan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia. Guna mencapai sasaran tersebut, pemerintah menyusun dan memfasilitasi pengemba ngan perwilayah industri, yang dimasukkan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 22
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
d alam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015 - 2035 . Sasaran Pengembangan Perwilayahan Industri sampai tahun 2035 (RIPIN) , yaitu :
i.
Peningkatan peran wilayah Luar Jawa dalam penciptaan nilai
tambah sektor industri
pengolahan non - migas menjadi 40% dari
total nilai tambah sektor industri pengolahan non migas nasional;
ii.
Pembangunan 36 kawasan industri dengan prioritas
pengembangan di luar pulau Jawa yang didukung dengan
penyediaan lahan sekitar 5 0.000 ha;
iii.
Pembangunan Sentra IKM baru, sehingga terdapat minimal satu
sentra IKM di setiap kabupaten/kota.
Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri dan
memiliki Perizinan Berusaha Kawasan Industri.
Guna mencapai agenda prioritas nasional yang tercantum dalam Nawacita, diperlukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK)
dengan s asaran yang ingin dicapai dari pengembangan KEK ini adalah:
i.
Meningkatkan penanaman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis;
ii.
Optimalisasi kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekono mi tinggi;
iii.
Mempercepat perkembangan daerah melalui pengembangan pusat - pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah; dan
iv.
Mewujudkan model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwis ata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Kabupaten Kutai Timur yang memiliki sumber daya yang melimpah, terdapat satu Kawasan Ekonomi Khusus, yaitu KEK Maloay Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK). Lokasi KEK MBTK berada pada
koordin at 0°59'3.96“Lintang Utara (LU) dan 118° 0'42.41“Bujur Timur (BT). Pelabuhan Maloy terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional dan berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa dep an (Pacific Rim) merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki KEK
M BTK . Selain itu, KEK MBTK berada dalam KIPI Maloy juga masuk dalam jalur interkoneksitas Kalimantan dan Sulawesi, yang dilalui jalur regional lintas trans Kalimantan dan transportasi penye berangan laut Tarakan –
Toli Toli dan Balikpapan –
Mamuju. Dibentuk dengan Dasar
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 23
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Hukum PP No 85 Tahun 2014 dan beroperasi 1 April 2019, KEK MBTK berjarak 118 km dari Tanjung Bara Airport Sangatta, 280 km dari APT Pranoto Airport Samarinda dan 406 km dari S ultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport Balikpapan.
KEK MBTK dibangun untuk melayani 4 (empat) kegiatan utama, yaitu:
i.
Program h ilirisasi industri kelapa sawit , sehingga sawit tidak hanya diproduksi untuk menghasilkan CPO saja, namun juga produk - produk oleochemical
dengan skala internasional yang akan difokuskan untuk mengolah hasil perkebunan kelapa sawit berupa
Crude Palm Oil
(CPO) beserta dengan industri olah an dan turunannya, seperti minyak goreng, biodiesel, kosmetik, dan lain - lain.
ii.
Industri dan energi
iii.
Logistik
iv.
Industri pengolahan kayu
Gam bar 3.1 2
Koridor Ekonomi Kalimantan
Sumber :
Dinas PTSP Kabupaten Kutai Timur, 2021
Dalam upaya menarik investor, pemerintah telah memberikan beberapa insentif dan kemudahan, diantaranya sebagai berikut:
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 24
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
No
Kegiatan Utama
Insentif
1
A.
Industri Pengolahan Kelapa Sawit
B.
Industri Pengolahan Kayu
▪
Pengurangan PPh
sebesar 20 - 100% selama 10 - 25 tahun untuk nilai investasi lebih dari Rp 1 triliun.
▪
Pengurangan PPh
sebesar 20 - 100% selama 5 - 15 tahun untuk nilai investasi lebih dari Rp 500 miliar.
2
A.
Logistik
B.
Aneka Industri
▪
Pengurangan penghasilan netto sebesar 30% selama 6 tahun;
▪
Penyusutan yang dipercepat;
▪
PPh atas deviden sebesar 10%
▪
Kompensasi kerugian 5 - 10 tahun
Insentif lain yang diberikan kepada investor agar bisa masuk ke KEK MBTK antara lain:
1)
PPh Pasal 22 Impor tidak dipungut
2)
PPN atau PPN dan PPnBM tidak dipungut
3)
Pembebasan bea masuk
4)
Penangguhan bea masuk
5)
Kemudahan perizinan keimigrasian
6)
Kemudahan perizinan pertanahan
7)
Kemudahan perizinan ketenagakerjaan
8)
Fasilitas lalu lintas barang
9)
Kemudahan perizinan penanaman modal (3 jam) meliputi : Izin investasi, Akta Perusahaan dan Pengesahan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA),
Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), Angka Pengenal Importir Produsen (API - P) N omor Induk Kepabeanan (NIK), dan Surat Keterangan Peta Informasi Ketersediaan Lahan (jika diperlukan)
Sejak dibangun sampai dengan saat ini, KEK MBTK telah memperoleh capaian perkembangan sebagai berikut :
1)
Realisasi pembangunan kawasan senilai Rp863 Miliar yang berasal dari APBD Kaltim dan APBD Kutai Timur, serta pembangunan infrastruktur wilayah untuk mendukung KEK MBTK senilai Rp830 Miliar yang berasal dari APBN;
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 25
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
2)
Belum ada realisasi investasi di KEK MBTK, rencana investasi pada April 2022 senilai
Rp
40 Miliar untuk kegiatan usaha tangki timbun CPO;
3)
Serapan tenaga kerja sebanyak 15 orang;
4)
Progres perbaikan manajemen operasional BUPP PT MBTK (konsorsium pengusul PD MBS, PT BCIP, dan PT TKEZ),
5)
PD MBS telah memperoleh pengalihan saham dari PT BCIP dan PT
TKEZ, serta telah
ditentukan Direktur baru PT MBTK;
6)
BUPP tengah menyusun estate regulation
dan prosedur RKL - RPL rinci pelaku usaha
7)
Telah dilakukan PKS pemanfaatan lahan antara Pemkab Kutim dan PT MBTK
Selaian capaian perkembangan, terdapat beberapa tanta ngan, kendala dan issue strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan, diantaranya:
1)
Belum efektifnya BUPP KEK MBTK, PT MBTK yang menyebabkan ketidakpastian bagi calon investor
2)
Pelabuhan Maloy saat ini masih mendapatkan izin operasi sementara, belum sepenuhnya beroperasi
3)
Aset gedung belum dilimpahkan kepada BUPP Investasi pelaku usaha rendah
4)
Sudah dibangun infrastruktur pendukung operasional didalam kawasan KEK MBTK (jaringan air, listrik, internet
dan insta lasi pengolahan air limbah ), namun masih diperlukan kepastian agar sarana tersebut benar - benar mampu mendukung kegiatan operasionalisasi bisnis bagi perusahaan dalam kawasan KEK MBTK.
5)
Perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan KEK MBTK.
6)
Belum dibentuk pe ngelola KEK MBTK, baik Dewan Kawasan, Sekretariat Dewan Kawasan maupun Administrator.
7)
Perlu segera ditetapkannya regulasi terkait sewa lahan dan sarana prasarana dalam lingkungan KEK MBTK.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 26
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Gambar 3.13 Infrastruktur KEK MBTK
Sumber : Dinas PTSP Kabupaten Kutai Timur, 2021
b.
Peran Strategis Pelabuhan Kenyamukan
Pelabuhan Kenyamukan (Pelabuhan Kudungga) adalah salah satu pelabuhan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, yang berlokasi di Kecamatan Sangatta Utara. Status pelabuhan saat ini menjadi pelabuhan pengumpul, merupakan salah satu rute tol laut yang sedang disiapkan pemerintah. L okasi yang strategis di Selat Sulawesi dan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, dengan
kedalaman 9,5 meter, menjadikan Pelabuhan Kenyamukan memiliki keunggulan dibandingkan dengan pelabuhan lain di sekitar, seperti Pelabuhan Bontang dan Pelabuhan Samarinda. Dengan keunggulan komparatif ini, menjadikan Pelabuhan Kenyamukan sangat potensial untuk diberdayakan .
Hadirnya Pelab uhan Kenyamukan akan sangat berdampak dalam memotong arus distribusi barang yang berdampak pada efisiensi harga dan logistik.
Untuk mengembangkan, memanfaatkan dan optimalisasi Pelabuhan Kenyamukan
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah melakukan penandata nganan kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia
(Pelindo) yang telah berpengalaman mengelola pelabuhan - pelabuhan di Indonesia.
Tantangan yang dihadapi oleh Pelabuhan Kenyamukan adalah pembangunan infrastruktur jalan yang masih terkendala beberapa hal, diant aranya adalah :
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 27
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
i.
Belum selesainya pe mbangunan jalan pendekat akses menuju area pelabuhan sepanjang 9,5
KM yang tercatat dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Kaltara.
Namun demikian, permasalahan infrastruktur ini akan digarap bersama pemerintah, melalui APBN dan CSR PT Ka l tim Prima Coal .
ii.
Terjadinya abrasi di
area dermaga yang menyebabkan kerusakan pada bagian causeway .
iii.
Belum tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelabuhan disisi darat diantaranya kantor administrasi pelabuhan dan terminal.
c.
Optimalisasi Potensi Sektor Perikanan
Berdasarkan data Dinas Per ikanan dan Kelautan Kabupaten Kutai Timur 2021, produksi perikanan 2021
sebesar
8085,61 ton.
Dengan luasan laut mencapai 2.641 KM 2 , membuat sektor perikanan dan kelautan sangat potensial untuk dikembangkan. Namun besarnya potensi sektor perikanan dan kelautan ini belum bisa dioptimalkan menjadi sektor andalan kesejahteraan rakyat. Ada beberapa hal yang saat ini menjadi tantangan dalam sektor perikanan dan kelautan, diantaranya:
i.
Belum tersedianya alat tangkap modern
yang dimiliki oleh nelayan
ii.
Pelabuhan Penangkapan Ikan Kenyamukan masih menghadapi beberapa masalah, seperti:
a.
Pendangkalan alur masuk pelabuhan, sehingga menyulitkan kapal merapat ke dermaga.
b.
Rambu - rambu di
laut jumlahnya masih minim.
c.
Dermaga yang masih menggunakan konstruksi kayu ulin dan harus segera diperbaiki.
d.
Turap yang
belum
optimal, sehingga menyebabkan banjir rob di wilayah sekitar
d.
Potensi Penerimaan
Dana Bagi Hasil CPO
Undang - Undang No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah memberikan amanat kepad a pemerintah pusat untuk memberikan Dana Bagi Hasil atas produk Crude Palm Oil
(CPO).
Sebagaimana yang dinyatakan dalam UU ini, dana bagi hasil adalah bagian dari TKD (Transfer ke Daerah), yang dialokasikan berdasarkan prosentase atas pendapatan tertentu dalam APBN dan kinerja tertentu, yang dibagikan ke daerah penghasil dengan tujuan untu k mengurangi ketimpangan fiskal antara pemerintah dengan daerah, serta
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 28
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
kepada daerah lain non penghasil dalam rangka menanggulangi eksternalitas negatif dan atau meningkatkan pemerataan dalam satu wilayah.
Kabupaten Kutai Timur, berdasar data Dinas Perkeb unan Kuta i
Timur 2021, tahun 2020
memiliki
lahan perkebunan kelapa sawit se luas 459.526,27 Ha , dengan produksi sebesar 6.452.834,38 Ton. Dengan luasan lahan dan hasil produksi sebesar ini,
menjadikan sangat potensial untuk menerima pendapatan dari Dana B agi Hasil cukai CPO, yang detail teknis masih d alam proses pembahasan
oleh Kementerian Keuangan RI.
e.
Inovasi Sumber
Pendapatan
Asli Daerah Potensial Lain
Besarnya beban pembangunan dan dampak langsung dari Covid - 19 yang menyebabkan turunnya produktivitas perekonomian dan aktivitas pembangunan, memaksa pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melakukan berbagai upaya agar menggali berbagai sumber keuangan yang dimilikinya. Inovasi pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan segala pote nsi yang dimilikinya untuk dijadikan sebagai sumber penerimaan daerah akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah.
Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah secara jelas meminta kepada daerah untuk bertanggung jawab terhadap pendapatan dan pengeluaran daerahnya. Peraturan lain yang ikut mempengaruhi aspek keuangan daerah adalah Undang - Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang merupakan revisi dari Undang - Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Kedua sumber dana ini merupakan komponen utama dari pendapatan asli daerah.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan, yang potensial untuk menggali sumber pendapatan di Kutai Timur, diantaranya:
i.
Optimalisasi dana CSR dari
perusahaan - perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
ii.
Membentuk UPT Metrologi, sehingga alat ukur dan alat timbang di wilayah Kutai Timur bisa dilakukan kalibrasi/tera ulang sendiri.
iii.
Retribusi terhadap kendaraan - kendaraan yang beroperasi
di Kutai Timur, namun memiliki nomor polisi masih d iluar Kutai Timur.
iv.
Optimalisasi retribusi dari sektor perparkiran.
v.
Uji KIR mobile alat berat
vi.
Optimalisasi retribusi hotel, rumah makan dan tempat hiburan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 29
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
f.
Optimalisasi
Sektor Pariwisata
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 –
2025 , daerah Kutai Timur masuk kedalam Daerah Pariwisata Nasional (DPN) 35, Tenggarong –
Balikpapan dan sekitarny a, dan masuk ke dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) No 153, Bontang –
Sangatta dan sekitarnya. Kabupaten Kutai Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat wisata ECA
( Eco - Cultural - Adventure ) .
Obyek wisata al am yang ada di Kabupaten Kutai Timur yang di unggulkan melingkup antara lain Geowisata (lokasi Karst Sangkulirang –
Gua Pengadan), Wisata Pantai
(pada berbagai pantai di Zona Sangatta), Wisata Bahari
(pulau Birah - Birahan), Ekowisata
(pada berbagai lokasi di Taman Nasional Kutai), Wisata Budaya Tradisional
(desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian
(Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko) , dan Wisata Petualangan
(Monster Sangatta) .
Ke unggulan daya tarik wisata , lukisan -
lukisan berupa gambar negatif cap tangan tiga susun, perhiasan, peralatan, patung bahkan guci - guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan sejauh ini merupakan satu - satunya gua alami di Indon esia yang memiliki peninggalan prasejarah. Gua serupa yang memiliki peninggalan prasejarah dapat ditemui di Thailand, namun khusus untuk motif gambar negatif cap tangan tiga susun hanya dapat dijumpai pada Gua di Kawasan Pengadan. Melihat keunikan daya t arik wisata pada gua di kawasan Pengadan yang memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan wilayah lain, pengembangan produk Research & Geowisata , memiliki peluang yang cukup besar, apalagi kondisi saat ini sudah ada beberapa wisatawan mancanegara yang meng unjungi daerah tujuan wisata tersebut.
Segmen Pasar Wisatawan Minat Khusus -
Ekowisata; potensi pengembangan Geowisata serta wisata alam lainnya di Kutai Timur yang mengandalkan keaslian unsur alam, merupakan daya tarik wisata bagi pangsa pasar untuk segme n wisatawan yang lebih mengapresiasi keaslian alam, jauh dari hiruk pikuk kegiatan perkotaan. Segmen pasar tersebut dikenal pula sebagai wisatawan minat khusus yang dalam lingkup global trend
nya mulai menguat saat ini, sehingga banyak wisatawan mancanegara yang lebih memilih hutan, perdesaan, serta obyek wisata alam lain yang sarat dengan petualangan alam, atau dikenal sebagai ekowisata, daripada wisata masal yang penuh dengan kemewahan dan k elengkapan fasilitas.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 30
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Besarnya potensi wisata yang ada di Kabupaten Kutai Timur masih perlu mendapatkan serius, mengingat masih banyak tantangan yang dihadapi, diantaranya:
i.
Aksesibilitas dan infrastruktur yang masih sangat terbatas. Diperlukan sekitar 5 ja m perjalanan darat ke Sangatta
dan sekitar 7 - 8 jam perjalanan darat dari Balikpapan.
Belum lagi perjalanan dari Kota Sangatta ke objek wisata yang dituju.
ii.
Terbatasnya kualitas SDM yang bergerak dalam bidang pariwisata.
iii.
Keterbatasan data dan informasi tentang obyek pariwisata.
iv.
Keterbatasan sektor - sektor pendukung pariwisata, seperti pemandu wisata, penginapan , rumah makan, biro perjalanan.
v.
Masih rendahnya investasi dan promosi.
Merangkum dari tantangan pembangunan daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2023 , maka dapat dilakukan serangkaian usaha mengelola tantangan pembangunan tersebut menjadi kekuatan ekonomi Kutai Timur ke depan. Berikut ini sasaran tantangan dan upaya pencapaian tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. 3
Tantangan dan Upaya Pencapaian Pembangun an
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
Sasaran Tantangan
Upaya Pencapaian
Inovasi sumber pendapatan asli daerah potensial
•
Optimalisasi Corporate Social Responsilibities (CSR) perusahaan tambang dan Kelapa sawit
•
Melakukan Kajian inovasi peningkatan PAD
•
Membentuk UPT Metrologi
•
Peningkatan retribusi kendaraan bermotor non Kutim
•
Optimalisasi retribusi perparkiran
•
KIR MObile
•
Retrubsu rumah makan dll
Percepatan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai CPO ke Kutim
•
Mendorong komunikasi strategis
DBH dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait.
•
Menyiapkan perencanaan strategis pengelolaan DBH
•
Membangun akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana DBH
•
Memperbaiki kualitas sistem dan SDM pengelola anggaran
Promosi parawisata adalah sail sangkulirang
KEK Maloy
•
Mendorong komunikasi strategis dengan pembangunan infrastruktur dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait.
•
Membentuk Dewan Kawasan dan pengelolaan kawasan KEK Maloy
•
Membuat regulasi administrasi pengelolaan KEK Maloy
•
Membentuk Perusahaan Daerah
•
Menumbuhkan iklim investasi KEK Maloy
•
Promosi KEK Maloy
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 31
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Sasaran Tantangan
Upaya Pencapaian
Pelabuhan Kenyamukan
•
Mendorong komunikasi strategis dengan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Kenyamukan dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait.
•
Melakukan perce patan pembangunan infrastruktur pelabuhan dengan pola pendanaan multiyears contract (MYC) dan kolaborasi CSR dan APBN
•
Membuat pengelolaan Pelabuhan Kenyamukan
Infrastruktur Hub Konektivitas antar kecamatan dan desa
•
Melakukan percepatan pembangunan jalan dan jembatan dengan pola pendanaan multiyears contract (MYC)
Optimalisasi Potensi Sektor Perikanan Tangkap
•
Mendorong provinsi Kaltim untuk optimalisasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kenyamukan
•
Mendorong Provinsi Kaltim untuk melakukan percepatan pengerukan alur laut menuju Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kenyamukan
•
Penataan rambu - rambu di laut
•
Modernisasi alat tangkap dan pemberdayaan nelayan
3.1.4.3
Kondisi Ekonomi Kutai Timur Tahun 2020/2021
a.
Ekonomi Makro Daerah
Situasi perekonomia n daerah K abupaten Kutai Timur pada period e 4 (empat) tahun terakhir yakni 2017 - 202 1
masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian khususnya subsektor pertambangan nonmigas (batubara). Dominasi subsektor ini ditandai dengan masih tingginya peranan sektor pertamban gan batubara pada tahun 2021 yakni sebesar 79,72 %
persen diikuti Sektor Pertanian .
Kehu tanan .
dan Perikanan sebesar 8 . 24
persen dari to tal PDRB Kabupaten Kutai Timur. Sektor lain yang memberikan sumbangan PDRB adalah Indu stri pengolahan sebesar 3,43 %.
Gambar 3.1 4
Persentase Sektor PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Sumber : BPS Kab upaten Kutai Timur, 2021 diolah
8,24 79,72 3,43 0,01 0,01 2,00 2,01 1,13 0,27 0,27 0,17 0,31 0,07 0,85 1,12 0,20 0,19 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pertanian. Kehutanan. Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air Konstruksi Perdagangan. Hotel & Restoran Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi & Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 32
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Secara umum .
kinerja ekonomi Kabupaten Kutai Timur selama tahun 202 1
khususnya pada kuartal - IV 202 1
mengalami perbaikan sejalan dengan situasi perbaikan ekonomi
pada tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur. Perekonomian K abupaten
Kutai Timur dipengaruhi oleh perekonomian Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional yang ditandai oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi serta guncangan ketidakstabilan pilar - pilar perekonomian nasional sebagai dampak pandemi Covid - 19 .
Tabel 3. 4
Nilai Sektor dalam PDRB ADH B
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 202 1
(dalam juta rupiah)
No
Sektor Usaha
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
1
Pertanian. Kehutanan. Perikanan
9.289.040.8
9.731.513.4
10.233.186.6
10.612.353.8
1 1.155.952,8
2
Pertambangan dan Penggalian
98.107.267.8
104.293.209.6
109.015.241.9
90.020.255.8
107.929.139,5
3
Industri Pengolahan
3.620.836.2
3.770.792.1
3.860.822.4
4.107.440.8
4.644.394,6
4
Pengadaan Listrik dan Gas
10.618.3
12.352.3
13.662.9
15.697.3
16.052,2
5
Pengadaan Air
14.157.3
14.296.8
15.430.7
15.845.3
17.485,6
6
Konstruksi
2.248.188.9
2.420.007.3
2.504.525.6
2.570.988.6
2.700.808,9
7
Perdagangan. Hotel & Restoran
2.006.707.9
2.205.001.4
2.395.583.0
2.507.306.0
2.719.778,6
8
Transportasi dan Pergudangan
1.233.178.0
1.337.537.1
1.439.980.7
1.486.444.1
1.534.113,3
9
Penyediaan Akomodasi & Makan Minum
255.438.1
281.520.8
306.518.6
303.061.5
362.434,6
10
Informasi dan Komunikasi
293.890.8
317.298.9
336.875.9
356.188.7
361.688,7
11
Jasa Keuangan
165.483.1
176.845.0
187.387.4
199.006.0
229.051,6
12
Real Estate
318.881.5
346.176.1
366.152.9
381.604.3
421.083,1
13
Jasa Perusahaan
80.051.2
84.294.0
89.829.6
87.889.8
89.920,1
14
Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
1.136.075.4
1.164.269.4
1.175.706.2
1.213.208.1
1.151.449,7
15
Jasa Pendidikan
1.134.357.7
1.239.355.3
1.360.796.3
1.446.821.3
1.516.813,1
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
152.251.2
169.756.8
186.520.7
229.157.4
275.568,6
17
Jasa Lainnya
198.304.4
215.358.6
236.852.5
242.775.2
253.042,3
Jumlah
120.264.728.8
127.779.585.0
133.725.073.9
133.725.073.9
135.378.777,3
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur .
PDRB Kab. Timur Menurut Lapangan
Usaha
Ditinjau dari sisi PDRB pengeluaran .
kondisi
perekonomian Kabupaten Kutai Timur menunjukkan kondisi semakin membaik . Hal ini
terlihat dari PDRB
Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)
yang cenderung meningkat pada tahun 20 20
hingga tahun 2021 karena
mengalami perbaikan sejalan dengan situasi perbaikan ekono mi pada tingkat nasional maupun Provinsi
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 33
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Kalimantan Timur .
PDRB pengeluaran ADH K
menggambarkan perubahan atau pertumbuhan ekonomi secara riil .
utamanya berkaitan dengan peningkatan volume konsumsi akhir
(tanpa perubahan harga) .
Tabel 3. 5
Nilai Sektor dalam PDRB ADHK
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020 (dalam juta rupiah)
PDRB Pengeluaran ADHK
Tahun
2016
2017
2018
2019
2020
2021
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
4.693.946.03
4.862.122.00
4.919.661.00
5
092
463.82
5.086.107.23
NA
Pengeluaran Konsumsi LNPRT
166.481.39
172.758.00
183.390.00
195
699.82
201.506.41
NA
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
1.328.279.73
1.094.360.00
1.233.237.00
1.314.287.89
1.267.350.07
NA
Pembentukan Modal Tetap Bruto
12.900.473.63
13.082.099.00
13
717
431.00
14.396.016.62
14.319.129.00
NA
Perubahan Inventori
354.544.84
355.536.00
336
969.00
128.573.02
118.192.29
NA
Net Ekspor Barang dan Jasa
97.650.718.20
100.961.157.00
102
793
277.00
74.477.433.88
71.593.286.27
NA
PDRB
33.294.218.40
34.069.486.00
34.701
515.00
74.477.433.88
92.585.571.29
NA
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur .
2021
Selama kurun waktu 2016 - 2020 .
seluruh
komponen pengeluaran akhir PDRB ADH K
menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun. Nilai PDRB ADHK
tahun 201 6
sebesar Rp 33.294218 . 40 dan pada tahun 20 20 meningkat menjadi Rp 92.585.571 . 29 .
K omponen terbesar dari PDRB pengeluaran adalah Net Ekspor
dengan nilai
sebesar Rp71.593.286 . 27 atau sebesar
77
persen. Nilai positif pada Net Ekspor menunjukan bahwa Ekspor Kutai Timur lebih besar dari impor. Selanjutnya
pada Gambar 3.2 dapat dilihat bahwa
pengeluaran untuk kapital (P embentukan M odal T etap B ruto ) juga mempun yai peran relatif besar dengan kontribusi sekitar 16
persen. Di sisi lain .
proporsi konsumsi akhir rumah tangga hanya berada pada rentang 6 persen. Konsumsi pemerintah berada pada 1 persen. Hal ini menunjukan bahwa konsumsi pemerintah kurang dari konsumsi rumah tangga dalam menggunakan produk domestik .
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 34
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Gambar 3. 1 5
Proporsi PDRB Pengeluaran ADHK Tahun 2016 - 2020
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. diolah
Perekonomian Kal imantan T im ur
pada triwulan IV 2020 tercatat mengalami kontraksi sebesar 2 . 83
persen
(yoy) .
lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4 . 54
persen
(yoy). Namun demikian .
kinerja perekonomian Kaltim triwulan IV 2020 tersebut tercatat lebih rend ah dibandingkan nasional dan wilayah Kalimantan yang mengalami kontraksi masing - masing sebesar 2 . 19
persen
(yoy) dan 2 . 81
persen (yoy). (Bank Indonesia .
Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Nopember 2020 .
2020).
Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp161 . 53 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118 . 64 triliun. Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 terhadap Triwu lan
I - 2020 turun sebesar 2 . 96 persen (y - on - y). Masih terdapat lapangan usaha/komponen yang tumbuh positif. Dari sisi produksi .
pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh sebesar 22 . 93 persen. Dari sisi pengeluaran .
pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 11 . 19 persen.
Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 dibanding triwulan IV - 2020 turun sebesar 0 . 61 persen (q - to - q). Dari sisi produksi .
penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha .
termasuk Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang merupakan lapangan usaha utama di Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan dari sisi pengeluaran .
penurunan diseba bkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa komponen 6% 0% 1% 16% 0% 77% Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran Konsumsi LNPRT Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Pembentukan Modal Tetap Bruto
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 35
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
pengeluaran seperti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah .
Komponen Ekspor Barang dan Jasa .
Komponan Impor Barang dan Jasa serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT ).
Perkembangan harga batubara acuan (HBA) di pasar internasional pada Oktober 2021 naik sekitar US$11,60
per ton dibandingkan dengan HBA September 2021, yakni US$150,03 per ton. HBA pada bulan Oktober
menembus angka US$ 161,63 per ton, akibat permintaan yang terus meningkat di China, Korea Selatan dan Kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam. Se mpat melandai pada Februari – April 2021, HBA mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei – September 2021. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga Oktober 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.
Sementara itu .
perekonomian Kabupaten Kutai Timur sep erti halnya perekonomian Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan - I 2021 diprakirakan lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya seiring dengan membaiknya ekonomi negara mitra utama .
relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat maupun industri domestik
serta berlanjutnya. Dari sisi pengeluaran .
perbaikan
akan bersumber dari peningkatan kinerja ekspor seiring dengan mulai membaiknya perekonomian di negara tujuan utama seperti Tiongkok .
India .
dan negara Asia lainnya. Selain itu .
perbaikan ekonomi Kaltim diprakirakan juga akan bersumber dari sisi konsumsi m aupun investasi. Di sisi k onsumsi .
perbaikan kinerja akan didorong oleh konsumsi masyarakat yang membaik seiring dengan
dilonggarakannya
aktivitas masyarakat serta membaiknya daya beli masyarakat. Dar i sisi investasi .
perbaikan bersumber dari berlanjutnya proyek - proyek strategis yang sebelumnya terkendala mobilitas tenaga kerja maupun bahan baku.
Telah diterbitkannya Undang - undang Cipta kerja juga diprakirakan mendorong kinerja investasi seiring dengan lebih mudahnya perizinan yang akan dilakukan investor.
Kinerja konsumsi masyarakat pun diprakirakan membaik seiring perbaikan kondisi ekonomi masyarakat dan berlanjutnya pemberian bansos yang bisa mendorong permintaan masyarakat. Sementara konsumsi pemerintah juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi dikarenakan kembali normalnya anggaran belanja modal yang sebelumnya tertahan akibat adanya realokasi anggaran. Di sisi lapangan usaha .
kinerja lapangan usaha pertambangan diprakirakan tumbuh lebih tinggi seiring dengan potensi peningkatan permintaan dari Asia Tenggar a serta prospek penambahan kuota batu bara
perusahaan batu bara di Kaltim yang juga didukung oleh prakiraan cuaca yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 36
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Di sisi lapangan usaha .
perbaikan perekonomia n Provinsi Kal imantan T im ur
pada triwulan - I 2021 d i topang oleh membaiknya kinerja lapangan usaha utama maupun pendukung.
Perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan industri di era kebiasaan baru.
Optimisme arah pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik Provinsi Kalimantan Timur diharapkan akan membawa dampak positif terhadap perekonomian di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021.
b.
Keuangan Pemerintah Daerah
Berdasarkan Laporan Perkemba ngan Ekonomi K abupaten
Kutai Timur 2020 disebutkan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah pada tahun 2020 mengalami penurunan yang bersumber dari rendahnya realisasi pendapatan dan belanja pemerintah. Secara keseluruhan .
realisasi pendapatan pemerintah d i K abupaten Kutai Timur tahun 2020 mencapai Rp3 . 351 triliun. Sementara itu .
realisasi belanja pemerintah Kabupaten Kutai Timur
tahun 2019 tercatat sebesar Rp3 . 376 triliun.
c.
Inflasi Daerah
Perkembangan inflasi daerah kabupaten Kutai Timur tidak lepas dari s ituasi perkembangan inflasi Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan Laporan Perkembangan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur .
Inflasi Kaltim triwulan - II 2020 tercatat sebesar 0 ,10 persen (yoy) , Inflasi Kaltim triwulan - III 2020 tercatat sebesar 0,68 persen (yoy),
inflasi Kaltim triwulan - IV 2020 tercatat pada level yang rendah serta terendah se - Kalimantan .
meskipun mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya. Inflasi Kaltim triwulan - IV 2020 tercatat sebesar 0 . 77
persen
(yoy) .
sedikit mengalami peningkatan dibandingkan capaian 0 . 62
persen
(yoy) periode lalu. Secara tahunan .
capaian ini merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir serta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1 . 68
persen
(yoy) dan rata - rata Kalimantan sebesar 1 . 37
persen
(yoy). Inflasi pada triwulan - IV 2020 disebabkan oleh peningkatan harga pada kelompok makanan .
minuman
dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya seiring
meningkatnya permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan
pada momen
libur HBKN Natal dan Tahun Baru.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 37
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Gambar 3.1 6
Trend Angka Inflasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur
2021 . Diolah
Rendahnya Inflasi Kaltim triwulan IV 2020 terutama bersumber dari deflasi kelompok transportasi akibat terbatasnya mobilitas masyarakat. Masih terbatasnya perjalanan dinas/bisnis akibat masih berlanjutnya tren peningkatan kasus COVID - 19
menjadikan permintaan untuk moda transportasi udara di Kaltim menjadi terbatas. Pengetatan aturan admi nistrasi kesehatan dari penggunaan rapid antibodi menjadi
rapid antigen menjadi faktor penghambat perjalanan luar kota. Sementara itu .
deflasi
pada kelompok pakaian dan alas kaki mencerminkan bahwa masyarakat masih memfokuskan kegiatan konsumsi untuk pemenuhan kebutuhan primer sehingga cenderung menunda pembelian barang lainny a .
Tekan an inflasi Kaltim pada triwulan - I 2021
diprakirakan lebih ren dah dibandingkan triwulan IV 2020 .
terutama akibat moderasi permintaan pasca libur akhir tahun. Masih berlanjutnya peningkatan kasus COVID19 di Kaltim diprakirakan juga kembali menekan permintaan masyarakat pada triwulan - I 2021 khususnya pada kelompok tran sportasi. Lebih lanjut Pemprov Kaltim pada awal tahun 2021 telah mengeluarkan surat edaran kep ada masyarakat untuk mengurangi mobilitas (Kaltim Steril) sehingga berpo tensi kembali menahan aktivitas perekonomian masyarakat.
Selanjutnya .
Inflasi Kaltim pada
triwulan - I 2021 diprakirakan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan pola historisnya dan dibawah rentang target inflasi nasional. Rendahnya inflasi tersebut bersumber dari berlangsungnya musim panen di triwulan - I 2021 yang membuat pa sokan pangan menjadi lebih berlimpah dan juga diiringi oleh distribusi pangan yang semakin lancar. Selain itu .
inflasi
yang lebih rendah juga bersumber dari normalisasi permintaan pasca momen pilkada serentak serta libur HBKN Natal dan Tahun Baru. Tingkat inflasi Kaltim yang lebih rendah pada triwulan - I 2021 juga akan disebabkan oleh tren 2,97 - 2,74 1,62 2,34 2,06 2,97 - 2,74 1,62 2,34 2,06 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 2016 2017 2018 2019 2020
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 38
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
harga emas yang diprakirakan meng alami penurunan setelah pada triwulan - triwulan sebelumnya menjadi penyumbang utama inflasi Kaltim.
d.
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Kondisi ketenagakerjaan di Kaltim pada Agustus 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode Agustus 2019. Penurunan terseb ut ditandai dengan menurunnya jumlah penduduk yang bekerja sekitar 0 . 04
persen
(y.o.y). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2020 sebesar 65 . 5
persen .
mengalami penurunan dibandingkan dengan Agustus 2019 sebesar 65 . 96
persen . Selain itu .
penur unan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 yang menunjukkan kenaikan sebesar 6 . 87
persen
atau lebih tinggi dibandingkan Agustus 2019 yang tercatat 5 . 94
persen . Di wilayah Kalimantan .
TPT Kaltim ter catat merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Sementara provinsi Kalimantan Tengah memiliki TPT yang paling rendah dengan mencatat TPT sebesar 4 . 58
persen
pada Agustus 2020.
Adapun tingkat kesejahteraan di Kabupaten Kutai Timur tercermin da ri tingkat kemiskinan penduduk. Hal tersebut tampak dari tingkat kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur yang mengalami peningkatan. Jika dipresentasikan .
angka kemiskinan di Kabu paten Kutai Timur meningkat 0 . 07 persen. Dari 9 . 48 persen pada 2019 menjadi 9 . 55 persen pada 2020 .
Secara umum .
tingkat kesejahteraan masyarakat perkotaan maupun pedesaan di Provinsi Kalimantan Timur cenderung menurun yang tercermin dari jumlah penduduk miskin perkotaan maupun pedesaan yang meningkat. Tingkat kemiskinan Pr ovinsi Kalimantan Timur tahun 2020 mengalami peningkatan dari 5 . 94
persen
pada tahun 2019 menjadi 6 . 10
persen . Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk miskin dari 220 . 92 ribu jiwa pada tahun 2019 menjadi 230 . 26 ribu jiwa atau naik 4 . 23
persen
(y.o.y). Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan bertambah dari 108 . 16 ribu jiwa pada tahun 2019 menjadi 113 . 27 ribu jiwa pada tahun 2020. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah penduduk miskin di wilayah pedesaan yang menunjukkan peningkatan dari 112 . 25 ribu jiwa pada tahun 2019 menjadi 116 . 99 ribu jiwa pada tahun 2020.
3.1.4.4
Perkiraan Tahun 202 3
Struktur perekonomian K abupaten Kutai Timur selama 5 (lima) tahun terakhir masih dipengaruhi oleh komoditi pertambangan khususnya batubara y ang kontribusinya mencapai 77 . 74
p ersen dari nilai PDRB tahun 2020 . Sektor pertambangan khsususnya batubara masih menjadi andalan Kabupaten Kutai Timur karena produksi dari komoditas tersebut sebagian
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 39
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
besar diekspor ke luar negeri. Hal ini menempatkan Kutai Ti mur sebagai salah satu andalan P rovinsi Kalimantan Timur. Dalam beberapa
tahun sebelumnya harga komoditas batubara pernah mengalami penurunan drastis khususnya tahun 2016 .
maka berakibat pada pertumbuhan ekonomi Kutai Tim ur yang menurun. Namun .
dimulai tah un 2017 hingga 2019 pertumbuhan Sektor Pertambangan Kutai Timur mulai mengalami pertumbuhan positif .
bahkan tumbuh mencapai 8 . 67 persen pada tahun 2019.
Perkiraan perkembangan dinamika perekonomian K abupaten Kutai Timur pada tahun 202 3
diperkirakan masih diwarnai perekonomian nasional dan Provinsi Kalimantan Timur yang baru menapaki pemulihan ekonomi sebagai akibat dari dampak Covid - 19 . Pemerintah pusat (Nasional) telah menuangkan arah kebijakan Perekonomian dalam RKP 202 3
yaitu pemulih an ekonomi dan reformasi struktural melalui pemulihan daya beli dan usaha .
difersifikasi ekonomi.
Beberapa tantangan yang akan dihadapi pada tahun 202 2
serta prospek perekonomian Kabupaten Kutai Timur tahun 202 3
diantaranya adalah:
A.
Pemulihan Ekonomi Daer ah Akibat Pandemi Covid - 19
Hingga awal November
2021 .
pandemi Covid - 19 secara nasional masih mengalami eskalasi dan mengakibatkan tidak kurang 4 . 25
juta orang kasus
dan 144.000
orang meninggal dunia. Provinsi Kalimantan Timur menduduki peringkat ke - 5 setelah DKI Jakarta .
Jawa Barat .
Jawa Tengah .
dan Jawa Timur. Sed ikitnya 158.206 orang terkonfirmasi positif dan lebih dari 5.4 00 orang meninggal dunia ( https://covid19.go.id/peta - sebaran - covid19 .
data diolah). Adapun kondisi pandemi Covid - 19 di Kabupaten Kutai Timur hingga akhir Desember
2021 menunjukkan gejala yang semakin melandai . Sebanyak 18.061
kasus dan 443 orang meninggal dunia dengan tren yang diperkirakan akan semakin melandai .
Dampak Pandemi Covid - 19 sungguh luar biasa .
menggoncangkan berbagai sendi perekonomian .
stabilitas sistem keuangan dan ketahanan sosial masyarakat miskin dan rentan. Tidak dapat dipungkiri .
pandemi Covid - 19 yang mewabah di seluruh Indonesia tidak terkecual i Kabupaten Kutai Timur .
memberikan efek terhadap menurunnya perekonomian masyarakat. Mulai dari pelaku ekonomi berskala makro dan mikro yang mengalami keterpurukan akibat adanya pembatasan aktivitas manusia sehingga menurunkan daya beli .
juga bagi pelaku di sektor pariwisata dan perhotelan yang ikut terpuruk .
hingga banyak karyawan yang dirumahkan bahkan mengalami PHK. Sehingga indikator - indikator tersebut memberikan andil terhadap terpuruknya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur di tahun 2020.
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 40
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Dalam
kurun tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur mengalami pelambatan. Hal ini tercermin pada nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHK dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 lalu mengalami peningka tan yang cukup tajam .
yaitu 1.666 orang atau mengalami persentase peningkatan 0 . 07 persen dengan jumlah total 36.980 orang miskin. Disisi lain indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 sebesar 73 . 00 lebih rendah dari tahun 2019 y ang sebesar 73 . 49. ( K analkaltim.com .
2021). Empat kabupaten/kota lainnya berada di bawah rata - rata provinsi Kalimantan Timur yakni 75 . 43 namun di atas rata - rata nasional .
yakni Kabupaten Berau 74 . 71 disusul Kutai Kartanegara 73 . 59 .
Kutai Timur 73 . 00 persen dan Kabupaten Paser 72 . 04 ( B eritasatu.com .
2021 ).
Oleh karenanya .
upaya pemulihan ekonomi regional dari situasi krisis akibat pandemi menjadi salah satu momentum yang tepat untuk berbenah mengatasi permasalahan struktutral agar fondasi perekonomian
Kabupaten Kutai Timur menjadi lebih kokoh guna menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang berbasis agrobisnis. Tranformasi struktural perlu terus ditempuh dalam rangka peningkatan produktivitas ekonomi .
penguatan daya saing daerah dan peningkata n kapasitas produksi khususnya sektor ekonomi berbasis pertanian.
Dengan demikian ,
(a) program pemulihan ekonomi dalam rangka menjaga tren pemulihan agar tetap berlanjut dan semakin solid. Hal ini ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program perlindunga n sosial untuk menjaga konsumsi dan mencegah kemunduran sosial bagi masyarakat miskin dan rentan .
serta memperkuat daya ungkit UMKM dan dunia usaha agar mampu bangkit menjalankan usahanya.
(b) Upaya untuk mendukung reformasi struktural dalam rangka pening katan kapasitas produksi dan daya saing melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) .
yaitu penguatan kualitas pendidikan dalam mewujudkan SDM unggul yang berdaya saing .
penguatan sistem kesehatan yang terintegrasi dan handal .
serta penguatan program perlin dungan sosial. Sementara itu reformasi struktural juga diarahkan untuk penguatan dukungan infrastruktur ICT .
konektivitas .
energi dan pangan untuk mendukung transformasi ekonomi .
serta
penguatan institusional dan simplifikasi regulasi antara lain melalui reformasi birokrasi
dan penguatan peran
Sovereign Wealth Fund
(SWF).
(c) Mendukung pemulihan dan reformasi struktural melalui berbagai terobosan dan inovasi kebijakan fiskal dalam rangk a optimalisasi pendapatan .
penguatan
spending better
dan inovasi pembiayaan.
Upaya optimalisasi pendapatan ditempuh melalui penggalian potensi .
perluasan basis perpajakan .
peningkatan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi pengelolaan asset dan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 41
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
inovasi la yanan. Sedangkan penguatan
spending better
ditempuh dengan mendorong agar pemanfaatan anggaran benar - benar sesuai kebutuhan dan efektif untuk menstimulasi perekonomian dan meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.
Dalam implementasinya upaya - upaya te rsebut membutuhkan gagasan - gagasan konkrit yang sesuai dengan potensi dan daya saing daerah .
diantaranya adalah program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah pusat akibat pandemi
Covid - 19 .
yakni melalui sektor pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang harus kembali dihidupkan .
apalagi saat pandemi sektor pariwisata ini jelas yang terkena imbas dari pandemi.
Berbagai strategi untuk mendukung kebijakan pemulihan ekonomi daerah
melalui sektor pariwisata ini dirasakan cukup urgen .
karena di
Kabupaten Kutai Timur banyak bermunculan destinasi wisata baru yang dikembangkan oleh desa - desa. Sinergitas yang kuat dari semua pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kualitas inf rastruktur dan destinasi wisata .
ekonomi kreatif serta promosi pariwisata. Dengan demikian upaya akselerasi di sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Timur sebagai sumber ekonomi dan lokomotif pembangunan yang perlu segera diwujudkan. Hal ini didukung oleh berbagai riset bahwa daya serap dan multiplier effect sektor pariwisata terhadap perekonomian telah banyak dibuktikan di berbagai negara (Haryana .
2020; Selimi .
Sadiku .
and Sadiku .
2017; Rasool.
Maqbool .
and Tarique .
2021).
B.
Stabilitas harga hasil tambang khususnya batubara
Mengingat kontribusi tambang batubara bagi perekonomian K abu paten Kutai Timur mencapai 77 . 74
persen .
maka
fluktuasi harga batubara cukup berpengaruh terhadap PDRB Kabupaten Kutai Timur. Gerakan ramah lingkungan akan menjadi sentimen negatif yang menekan harga batubara ke depan. Dengan Amerika Serikat (AS) .
negara - negara Eropa .
dan Asia mulai beralih ke pemban gkit listrik tenaga surya maupun angin .
permintaan batubara bisa menurun tajam ( I nvestasi .kontan. co.id .
2021 ).
Sementara untuk tahun depan .
kenaikan harga batubara masih akan berlanjut. Selama musim dingin belum berakhir .
reli batubara masih akan terjadi .
setidaknya hingga kuartal pertama 2021. Barulah selepas kuartal pertama 2021
seiring menurunnya permintaan .
harga batubara pun berpotensi melandai.
Terdapat tiga faktor yang menyebabkan penurunan produksi dibandingkan tah un lalu. Ketiganya terjadi sebagai dampak pandemi Covid - 19 .
Pertama .
permintaan atau konsumsi batubara mengalami penurunan. Kedua .
terjadi penurunan harga batubara.
Ketiga .
adanya keterbatasan akses atau mobilitas karyawan maupun logistik perusahaan pertam bangan selama
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 42
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
pandemi. Perusahaan yang paling terdampak adalah mereka yang memproduksi batubara dengan kualitas kalori batubara di bawah 4.000 kkal dan tidak mempunyai kontrak jangka panjang. Akibatnya .
produksi pun dikurangi bahkan sempat berhenti.
C.
Pening katan Akses Infrastruktur Penggerak Daya Saing Ekonomi
Salah satu pendongkrak pembangunan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur adalah ketersediaan infrastruktur. Infrastruktur dasar yang cukup relevan dengan pembangunan SDM dan daya saing ekonomi diantaranya a dalah (a) ketersediaan listrik; (b) air bersih; (c) panjang jalan beraspal; dan tower telekomunikasi. Berdasarkan data kelistrikan Kabupaten Kutai Timur tahun 2020
diperoleh informasi ketersediaan listrik di Kabupa ten Kutai Timur sebagai berikut:
Kecamatan Busang , Batu Ampar
dan Sandaran mempunyai rasio elektrifikasi baru 70 an
persen. Selanjutnya Kecamatan Bengalon
mempunyai
rasio elektrifikasi PLN baru 55,21
persen . Ketersediaan listrik
a dalah salah satu komponen dari indikator logistic performance index
(LPI). Oleh karena
itu .
upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi merata di semua kecamatan hendaknya menjadi salah satu prioritas. Hal yang sama berlaku untuk k etersediaan air bersih.
Panjang jalan kecamatan dalam kondisi aspal baik juga merupakan kondisi yang diperhitungkan dalam LPI .
dan perhitungan daya saing daerah. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur tahun 2018 .
Kecamatan Busang dan Long Mesangat mempunyai panjang jalan yang diaspal dibawah 2 km .
K ecamatan Muara Wahau dan Sandaran mempunyai panjang jalan beraspal kurang dari 7 km. Ada dua kecamatan yang mempunyai kondisi panjang jalan dalam kondisi yang berlawanan. Kecamatan Muara Ancalong
tidak mempunyai jalan beraspal (0 km) .
S ementara K ecamatan R antau Pulung telah beraspal hingga 100 km. Variasi ketersediaan panjang jalan ini dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi di masing - masing kecamatan.
Dengan infrastruktur jalan yang baik, maka akan sangat mendukung berputarnya perekonomian daerah. Untuk itu, melalui pola pendanaan Multiyears Contract, Pemkab Kutai Timur memprioritaskan pembangunan jembatan dan jalan sebagai hub / koneksivitas penghubung antar kecamatan/desa.
D.
Kesejahteraan Pendudu k dan Kualitas Sumberdaya Manusia
Aspek kesejahteraan masyarakat dapat ditinjau dari indikator yang menggambarkan kualitas sumberdaya manusia .
diantaranya adalah indeks pembangunan manusia (IPM). IPM merupakan cerminan tingkat kesejahteraan suatu daerah. IPM dinilai dari tiga dimensi .
yaitu (i) umur panjang dan hidup sehat; (2) pengetahuan .
dan (3) standar hidup layak. Umur panjang dan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 43
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
hidup sehat digambarkan oleh Angka Harapan Hidup saat lahir (AHH). AHH adalah jumlah tahun yang diharapkan dapat d icapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup .
dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran.
Indeks pengetahuan diwakili oleh rata - rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS). Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita yang disesuaikan .
yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli. Provinsi Kalimantan Timur mempunyai tujuh kabupaten/kota yang berstatus pembangunan manusia “tinggi” .
yaitu Paser .
Kutai Kartanegara .
Kutai Timur .
Berau .
Balikpapan .
Samarinda .
dan Bontang.
Kondisi IPM Kabupaten Kutai Timur dalam lima tahun terakhir semakin membaik. Hal tersebut menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Kutai Timur di atas rata - rata IPM nasional. Namun .
capaian IPM tersebut belum
merata untuk setiap desa/kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Belum imbangnya capaian komponen pembentuk IPM. Kabupaten Kutai Timur dituntut untuk meratakan capaian IPM di semua wilayah termasuk penyeimbangan komponen pembentuk IPM.
E.
Aspek Daya Saing dan Pr oduk Unggulan
Pengambangan produk unggulan merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Penetapan sekaligus pengembangan produk unggulan daerah terkait erat dengan kemauan politik atau kebijakan dari pemerintah daerah. Karena itu per anan pemerintah daerah sangat penting dalam pengembangan dan pemberdayaan produk unggulan daerah tersebut sebagai salah satu upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi daerah . Muara dari percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi tersebut bermuar a pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Namun hingga saat ini Kabupaten Kutai Timur belum menetapkan produk unggulan atas sektor pertanian yang diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian. Hal ini berdampak pada penyusunan rencana program/kegiatan m enuju daerah yang memiliki daya saing. Penetapan produk unggulan akan mendasari perencanaan program/kegiatan yang diintervensi oleh pemerintah K abupaten Kutai Timur. Program pembangunan tersebut diharapkan mampu mentran s formasi sumberdaya menuju ekonomi de ngan produktivitas dan nilai tambah tinggi didukung infrastruktur memadai dan perluasan inovasi teknologi. Selanjutnya .
pengembangan produk unggulan berbasis agribisnis yang telah ditetapkan tersebut difokuskan di daerah pedesaan. Daerah pedesaan dan sekto r pertanian memiliki keterkaitan yang erat untuk
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 44
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan pengurangan kemiskina n secara signifikan disamping memperkuat daya saing Kabupaten Kutai Timur.
Kabupaten Kutai Timur juga perlu mengembangkan jalur supply chain
yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy melalui percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan baik pelabuhan peti kemas serta pengembangan kawasan pergudangan. Pelabuhan KEK Maloy akan menjadi penyangga utama arus distribusi lalu lintas
produk/ barang. Pengembangan KEK Maloy tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah.
Pelabuhan Kenyamukan dapat juga menjadi sektor unggulan yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah untuk dilakukan percepatan pembangunan. Sehingga fasi litas pelabuhan tersebut mampu menjadi sarana transportasi strategis untuk orang dan barang.
Upaya pengembangan pariwisata merupakan salah satu sektor
strategis juga perlu mendapatkan perhatian secara serius. Apalagi bentang luasan wilayah Kabupaten Kutai Timur terdapat banyak ragam potensi wisata
yang harus dikembangkan . Tentunya hal ini memberikan sumbangsih
pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Pembangunan dan upaya pengembangan pariwisata yang beragam membuat setiap wilayah atau daerah menjadikan k epariwisataan sebagai sektor peningkat kualitas ekonomi . Kondisi demikian dikarenakan pariwisata dapat membuka sumber perkerjaan baru bagi masyarakat, meningkatkan kualitas Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mensejahterakan kualitas hidup masyarakat ya ng ikut berperan dalam kegiatan pariwisata, serta menumbuhkan minat wisata.
Peningkatan pembangunan wilayah yang memiliki potensi pariwisata, menuntut perlu dilakukannya beberapa tindakan peningkatan, seperti perbaikan aksesbilitas wisata baik didalam kaw asan maupun menuju kawasan wisata tersebut, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dibutuhkan untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam mengelola objek pariwisata, sehingga masyarakat dapat memajukan potensi pariwisata yang ada disetiap daerah. Pariwisata yang memiliki potensi dan katakteristik yang menarik menjadi salah
Tidak dipungkiri bahwa sektor unggulan agrobisnis, KEK Maloy dan sektor pariwisata dapat meningkatkan pendapatan bagi daerah dan sektor –
sektor ikutan lainnya. Namun hal
ini dapat menimbulkan euphoria untuk mengeksploitasi lebih dalam lagi terhadap potensi wisata lainnya hingga melupakan dampak –
dampak negatif yang ditimbulkannya, terutama dampak
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 45
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
terhadap kerusakan lingkungan . Sehingga, perlu dipahami pembangunan sektor daya saing tersebut perlu mendapatkan perhatian pada aspek lingkungan yang ketat.
3.2.
Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Berdasarkan amanat Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 9 ayat (2) .
dinyatakan
bahwa urusan pemerintahan konkuren dibagi antara Pemerintah Pusat
dan Daerah Provinsi
dan Daerah Kabupaten/Kota . Urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke Daerah menjadi dasar pelaksanaan otonomi daerah. Otonomi daerah memberi ruang pada p emerintah daerah berperan lebih aktif dalam penyediaan pelayanan publik .
pembangunan infrastruktur dan aktivitas lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan otonomi daerah juga diikuti oleh kebijakan desentralisasi fiskal.
Kebijakan desen tralisasi fiskal ini diarahkan dalam rangka menciptakan aspek kemandirian di daerah.
Sejalan dengan tuntutan otonomi daerah .
dimana semakin banyak kewenangan pemerintah yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah .
maka pemerintah daerah dituntut untuk berpe ran aktif dalam penyediaan pelayanan publik .
pembangunan infrastruktur dan aktivitas lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan berfungsi optimal bila penyelenggaraan urusan pemerintahan didu kung dengan sumber - sumber penerimaan yang cukup berdasarkan peraturan perundang - undangan.
Dinamika keuangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam lima tahun terakhir masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat . Namun pada tahun 2020 .
terdapa t pandemi Covid - 19 yang menyebabkan pemerintah daerah .
tidak terkecuali Kabupaten Kutai Timur .
melakukan penyesuaian anggaran secara menyeluruh untuk menangani pandemi ini. Penyesuaian anggaran ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 119/2813/ SJ dan Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020. Penyesuaian yang dilakukan dapat berupa rasionalisasi belanja barang/jasa sekurang - kurangnya 50 persen dan rasionalisasi belanja modal sebesar 50 persen.
Terdapat dua peraturan Menteri Keuangan yang secara khusus mengatur perubahan kebijakan keuangan daerah pada tahun 2020. Pertama .
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam Rangka Penanganan Co vid - 19 dan/atau Menghadapi Anc aman yang Membahayakan Perekonomian Nasional. Kedua .
Peraturan Menteri Keuangan Republik
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 46
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Indonesia Nomor 72/PMK.02/2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuan gan Nomor 78/PMK.02/2019 Tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2020. Peraturan tersebut menjadi dasar perubahan dokumen perencanaan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Bupati Kutai Timur
merespon beberapa kebijakan tersebut dengan mengeluarkan 4 SK Bu pati dengan tiga tahap.
Tahap satu dikeluarkannya SK Bupati
Nomor 900/K.213/2020 Tentang Penetapan Satuan Kerja Perangkat Daerah Sebagai Pengelola Dana Bantuan Tidak Terduga Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kutai Timur. Tahap dua SK Bupati
Nomor 900/K.501/2020 Tentang Penetapan Alokasi Anggaran Dana Tidak Terduga Tahap Dua Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19). Tahap tiga SK Bupati Nomor 443.2/K.570/2020 Tentang Penetapan Penggunaan Dana Tidak Terduga Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun Anggaran 2020. Pada tahap ini Bupati juga menerbitkan SK Nomor 331/K.603/2020 Tentang Penetapan Penggunaan Dana Tidak Terduga Pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur Tahun Angg aran 2020.
3.2.1.
Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Mengacu pada UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
dalam ketentuan umum
disebutkan bahwa Pendapatan Daerah merupakan hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan . Hak tersebut meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah .
yang menambah ekuitas dana dan tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Adapun sumber Pendapatan Daerah terdiri atas: (i) Pendapatan Asl i Daerah .
(ii) Pendapatan Transfer .
dan (iii) Lain - Lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Pengelolaan Pendapatan Daerah bertujuan untuk mengoptimalkan sumber pendapatan daerah untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Peningkatan tersebut diarahkan untuk mengo ptimalkan penyelenggaraan urusan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Realisasi Pendapatan Daerah tahun 2018 - 202 3
dan Proyeksi/Target Pendapatan Daerah tahun 2023
dapat dilihat pada Gambar 3.17 . Realisasi pendapatan daerah berfluktuasi dari tahun ke tahun. Dalam periode lima
tahun terakhir (2018 - 202 2 ) ,
perolehan Pendapatan Daerah secara umum sempat meningkat pada tahun 2019 dari Rp3 . 159 triliun (tahun 2018) menjadi Rp3 . 9 6 7 triliun (tahun 2019) .
namun
selanjutnya mengalami penurunan menjadi Rp3 . 309 triliun ( tahun 2020 ) dan menjadi 3,116 ( tahun 2020 ).
Adapun proyeksi Pendapatan Daerah tahun 2022 diproyeksikan hanya mencapai 2,954 trilyun . Kemudian pada tahun 2023, Badan Pendapatan
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 47
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Daerah Kabupaten Kutai
Timur memproyeksikan terjadi peningkatan mencapai Rp. 3, 663
Trilyun. Fluktuasi realisasi Pendapatan Daerah ini terjadi pada semua komponen .
yaitu PA D
Pendapatan Transfer .
dan Lain - Lain Pendapatan yang Sah.
Sumber : Bapenda Kabupaten Kutai Timur, 2022, diolah
Gambar 3.1 7 .
Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah 2018 - 2023
Komposisi dari realisasi pendapatan daerah secara lebih det a il dijabarkan dalam penjelasan berikut.
1.
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Selama tahun 201 8 - 202 3
realisasi PAD cenderung mengalami peningkatan .
Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 201 9
mengalami peningkatan dari Rp144 . 59
milyar (tahun 2018) menjadi Rp207 . 99
milyar (tahun 2019) . Realisasi pendapatan ini
selanjutnya mengalami peningkatan kembali
hingga menjadi Rp214 . 01 milyar pada tahun 2020 , dan pada tahun 2021 me ningkat menjadi 262.894.671.402. Pada tahun 2022, diproyeksikan terjadi penurunan mencapai Rp. 203.963.234.505. Sementara proyeksi PAD tahun 20 23
terjadi peningkatan adalah sebesar
Rp
218 . 856 . 455 . 285 .
Terdapat
4 (empat) komponen dalam PAD yang berkontribusi yaitu: pajak daerah; retribusi daerah; hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahkan; dan lain - lain PAD yang Sah. Di antar a
keempat komponen tersebut .
Retribusi daerah memiliki realisasi paling fluktuati f selama tahun 2018 - 2020. Realisasi tahun 2018 adalah sebesar Rp
6 . 987 milyar meningkat secara signifikan menjadi Rp9 . 405 milyar pada tahun 2019. 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Pendapatan 3.159.094.0 3.967.561.4 3.309.865.7 3.116.517.4 2.954.439.7 3.663.886.0 200.000 250.000 300.000 350.000 400.000 450.000 x 10000000
BAB I II
RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3 - 48
Ran cangan Akhir
RKPD Kab. Kutai Timur Tahun 2023
Realisasi ini kemudian menurun signifikan pula pada tahun 2020 menjadi Rp
6,876 Milyar
milyar
dan Kembali menurun pada tahun 2021 sebesar 6.134 Milyar . Adapun Pajak Daerah dan Lain - lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah selama tahun 2018 - 202 1
cenderung me
Teks dipotong karena dokumen ini sangat panjang. Unduh berkasnya untuk versi lengkap.
