Daftar Informasi
Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
Diterbitkan oleh PEMKAB KUTIM pada 23 Okt 2023.
- Kategori
- RPJP, RPJMD, DAN RKPD
- Unit
- PEMKAB KUTIM
- Tanggal terbit
- 23 Okt 2023
- Format
- Ukuran berkas
- 53,3 MB
- Jumlah unduhan
- 9
Pratinjau Dokumen
Pratinjau di halaman hanya tersedia pada layar lebar. Di ponsel, berkasnya dibuka penampil PDF peramban Anda.
Versi Teks Dokumen
Tampilkan isi dokumen sebagai teks
PERUBAHAN
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD)
TAHUN 2022 TAHUN 2022
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
ii
DAFTAR ISI
Halaman Depan
i
Daftar Isi
ii
Daftar Tabel
iv
Daftar Gambar
ix
BAB I PENDAHULUAN
1 - 1
1.1
Latar Belakang
1 - 1
1.2
Dasar Hukum Penyusunan
1 - 4
1.3
Sistematika Dokumen Perubahan RKPD
1 - 9
1.4
Maksud dan Tujuan
1 - 11
BAB 2 EVALUASI HASIL TRIWULAN II (TRIWULAN DUA) TAHUN 2020
2 - 1
2.1
Evaluasi Hasil Pelaksanaan RKPD Tahun Lalu
2 - 1
2.1.1
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2 - 1
2.1.1.1
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
2 - 1
2.1.2
Aspek Pelayanan Umum
2 - 1 4
2.1.2.1
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
2 - 1 4
2.1.2.2
Urusan Wajib Non
Pelayanan Dasar
2 - 2 6
2.1.2.3
Urusan Pilihan
2 - 42
2.1.2.4
U nsur
Penunjang Pemerintahan
2 - 44
2.1.2.5
Unsur Pengawasan Urusan
Pemerintahan
2 - 44
2.1.2.6
Unsur Pemerintahan Umum
2 - 45
2.2
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegaitan RKPD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
2 - 45
2.2.1
Capaian Realisasi Pelaksanaan Semester I Tahun 2022 RPJMD Kabupaten Kutai Timur
2 - 47
2.2.2
Capaian Kinerja Triwulan II RKPD Tahun 2022
2 - 56
2.2.3
Faktor Pendorong dan Faktor Penghemat Pencapaian Kinerja
2 - 59
BAB 3 Kerangka Ekonomi dan Keuangan Daerah
3 - 1
3.1
Perubahan Kerangka Ekonomi Daerah
3 - 1
3.1.1
Perkembangan Perekonomian Global
3 - 1
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
iii
3.1.2
Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional
3 - 5
3.1.3
Kondisi Perekonomian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur
3 - 9
3.1.4
Kondisi E konomi
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020/2021 dan Perkiraan Tahun 2023
3 - 17
3.1.4.1
Isu - Isu Strategi Ekonomi Kutai Timur
3 - 17
3.1.4.2
Peluang dan Tantangan Pembangunan Kabupaten Kutai Timur
Tahun 2021
3 - 22
3.1.4.3
Kondisi Ekonomi Kutai Timur Tahun 2020/2021
3 - 32
3.1.4.4
Perkiraan Tahun 2023
3 - 40
3.2
Perubahan Arah Kebijakan Keuangan Daerah
3 - 48
3.2.1
Perubahan Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
3 - 49
3.2.2
Perubahan Arah Kebijakan Belanja Daerah
3 - 53
3.2.3
Perubahan Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
3 - 5 4
BAB 4 Sasaran dan Prioritas Pembangunan Daerah
4 - 1
4.1
Prioritas dan Sasaran
Pembangunan Nasional Tahun 202 2
4 - 1
4.2
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Prov insi Kalimantan Timur Tahun 202 2
4 - 2
4.3
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 2
4 - 2
BAB 5 Pendanaan Daerah dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
5 - 1
5.1
Rencana Kerja dan Pendanaan Daerah
5 - 1
BAB 6 Penutup
6 - 1
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Nilai Sektor dalam PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2021 (dalam juta rupiah)
2 - 2
Tabel 2.2
Nilai Sektor dalam PDRB ADHK Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020 (dalam juta rupiah)
2 - 3
Tabel 2.3
Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD
2 - 10
Tabel 2.4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pendidikan Tahun 2017 - 2021
2 - 14
Tabel 2.5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kesehatan Tahun 2017 - 2021
2 - 16
Tabel 2.6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 201 7 - 202 1
2 - 18
Tabel 2.7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial Tahun 201 7 - 2021
2 - 2 2
Tabel 2.8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tahun 201 7 - 202 1
2 - 24
Tabel 2.9
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat Tahun 201 7 - 202 1
2 - 2 5
Tabel 2. 10
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja Tahun 2017 - 2021
2 - 26
Tabel 2.1 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Tahun 201 7 - 202 1
2 - 27
Tabel 2.1 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pangan Tahun 2017 - 2021
2 - 27
Tabel 2.1 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertahanan Tahun 2017 - 2021
2 - 28
Tabel 2.1 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2017 - 2021
2 - 2 9
Tabel 2.1 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2017 - 2021
2 - 31
Tabel 2.1 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Bidang
Urusan Pengendalian Penduduk Tahun 2017 - 20 21
2 - 32
Tabel 2.1 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Bidang
Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 20 21
2 - 32
Tabel 2. 18
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Komunikasi dan Informatika, Statistik, Persendian Tahun 201 7 - 202 1
2 - 33
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
v
Tabel 2. 19
Data Blank Spot Telepon Seluler dan Internet Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
2 - 3 4
Tabel 2.2 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2017 - 2021
2 - 3 5
Tabel 2.2 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Penanaman Modal Tahun 2017 - 2021
2 - 37
Tabel 2.2 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kepemudaan
Dan Olahraga Tahun 2017 - 2021
2 - 3 7
Tabel 2.2 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kebudayaan Tahun 2017 - 2021
2 - 3 8
Tabel 2.2 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan
Perpustakaan
Tahun 2017 - 2021
2 - 3 8
Tabel 2.2 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kelautan dan Perikanan Tahun 2017 - 2021
2 - 3 9
Tabel 2. 26
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2021
2 - 40
Tabel 2. 27
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanian, dan Perkebunan Tahun 2017 - 2021
2 - 41
Tabel 2. 28
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perdagangan, dan Perindustrian
Tahun 2017 - 2021
2 - 41
Tabel 2. 29
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Administrasi Pemerintah
Tahun 2017 - 2021
2 - 4 2
Tabel 2.3 0
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perencanaan
Tahun
2017 - 2021
2 - 42
Tabel 2.3 1
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Keuangan
Tahun 2017 - 2021
2 - 43
Tabel 2.3 2
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kepegawaian, Pendidikan Serta Pelatihan
Tahun 2017 - 2021
2 - 4 4
Tabel 2.3 3
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan
Tahun 2017 - 2021
2 - 4 4
Tabel 2.3 4
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Pengawasan
Tahun 2017 - 2021
2 - 4 4
Tabel 2.3 5
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik
Tahun 2017 - 2021
2 - 4 5
Tabel 2. 36
Capaian Realisasi Pelaksanaan Semester I Tahun 2022 RPJMD
Kabupaten Kutai Timur
2021 - 2026
2 - 4 7
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
vi
Tabel 2. 37
Capaian Tujuan dan Sasaran Pembangunan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
2 - 54
Tabel 2.38
Realisasi Keuangan dan Capaian Kinerja Semester I (Triwulan II) Perangkat
Daerah Terhadap RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
2 - 56
Tabel 3.1
P erbandingan Luas Lahan Sawit
3 - 8
Tabel 3.2
Perbandingan Produksi Sawit
3 - 8
Tabel 3.3
Tantangan dan Upaya Pencapaian Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
3 - 3 1
Tabel 3.4
Nilai
Sektor dalam PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2021 (dalam juta rupiah)
3 - 33
Tabel 3.5
Nilai Sektor dalam PDRB ADHK Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020 (dalam juta rupiah)
3 - 52
Tabel 3.6
P erubahan Pendapatan Daerah Kutai Timur Tahun Anggaran
2022 (dalam rupiah)
3 - 25
Tabel 3.7
Perubahan Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 (dalam rupiah)
3 - 54
T abel 3.8
Komp osisi SILPA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah)
3 - 55
Tabel 3.9
Komposisi SILPA Kabupaten Kutai Timur Tahun
2021 (dalam rupiah)
3 - 55
Tabel 4.1
Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
4 - 5
Tabel 4.2
Strategi Pembangunan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 2
4 - 8
Tabel 4.3
Penjabaran Prioritas Pembangunan Daerah Dalam Sasaran dan Program Prioritas
Pembangunan Daerah Tahun 2022
4.29
Tabel 4.4
Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
4 - 38
Tabel 5.1
Rekapitulasi Pagu Indikatif Perubahan RKPD Tahun 2021
Dari Masing - masing Perangkat Daerah
5 - 3
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1
Persentase Sektor PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
2 - 2
Gambar 2.2
Proporsi PDRB Pengeluaran ADHK Tahun 2016 - 2020
2 - 4
Gambar 2.3
Gambaran Tingkat Kemiskinan Tahun 2017 - 2021
2 - 7
Gambar 2.4
Gambaran Sebaran Kemiskinan Berdasarkan
Data DTKS Per Kecamatan Tahun 2021
2 - 8
Gambar 2.5
Gambaran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2017 - 2021
2 - 9
Gambar 2. 6
Kategori Status Desa Kab. Kutai Timur Berdasarkan IPD, 2021
2 - 1 1
Gambar 2.7
Kategori Status Desa Kab. Kutai Timur Baerdasarkan
IDM, 2021
2 - 13
Gambar 2.8
Rasio Ketersidiaan SD/MI Per Penduduk, 2021
2 - 15
Gambar 2.9
Rasio Ketersidiaan SMP/MTS Per Penduduk, 2021
2 - 15
Gambar 2.10
Rasio Perkesmas, Poliklinik, Pus tu Per Satuan Penduduk, 2021
2 - 17
Gambar 2.11
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk, 2021
2 - 18
Gambar 2.12
Dinas Koperasi Kab. Kutai Timur, 2021
2 - 36
Gambar 3.1
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
3 - 2
Gambar 3.2
Harga CPO Internasional
3 - 3
Gambar 3.3
Tren Kenaikan Harga Batu Bara
3 - 4
Gambar 3.4
Proyek Konektivitas Ekonomi Chinda di Asia Tenggara
3 - 6
Gambar 3.5
Perbandingan Produktivitas Sawit (juta
ton/ha) Per Tahun
3 - 9
Gambar 3.6
Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
3 - 13
PERUBAHAN RKPD KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2022
viii
Gambar 3.7
Laju Pertumbuhan Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
3 - 13
Gambar 3.8
Capaian Investasi Kabupaten Kutai Timur
3 - 18
Gambar 3.9
Jumlah Produksi Sawit Kutai Timur
3 - 18
Gambar 3.10
Koridor Ekonomi Kalimantan
3 - 19
Gambar 3.11
Koridor Ekonomi Kalimantan
3 - 24
Gambar 3.12
Infrasturktur KEK MBTK
3 - 26
Gambar 3.13
Presentasi Sektor PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
3 - 32
Gambar 3.14
Proporsi PDRB Pengeluaran ADHK Tahun 2016 - 2020
3 - 35
Gambar 3.15
Trend Angka Inflasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020
3 - 38
Gambar 4.1
Sinkronisasi Prioritas Pembangunan Nasional, Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur
4 - 4
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 1
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kondisi perekonomian Kabupaten Kutai Timur tahun 2021 yang semula diharapkan terjadi pemulihan ekonomi, justru tetap mengalami resesi atau pelemahan ekonomi tetap berlanjut. Kondisi tersebut diprediksi karena pandemi Covid - 19 masih berlangsung dan mengalami lonjakan yang cukup drastis. Namun searah dengan kebijakan percepatan vaksinasi covid 19, diharapkan pemulihan kegiatan ekonomi di tahun 2022 dapat
terwujud khususnya di Kabupaten Kutai Timur.
Berdasarkan gambaran dinamika ekonomi makro hingga semester I tahun 2022 ,
a nalisis kondisi lingkungan global khususnya di bidang ekonomi menjadi aspek penting memahami dinamika ekonomi tahun 2023. Perkembangan ekonomi lokal Kutai Timur sangat terkait dengan dina m ika ekonomi global. Apalagi Kutai Timur memiliki aset ekonomi strategi penghasil CPO dan tambang batubara. Fluktuasi harga CPO dan ekspor batubara sangat sensitif bagi perekeonomi masyarakat Kutai Timur.
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyebutkan produk domestik bruto (PDB) global pada 2022 akan mengalami pertumbuhan sebesar 3 persen pada 2022 (OE CD, 2022a). Sebelumnya, OECD te lah memprediksi pertumbuhan sebesar 4,5 persen pada
Desember 2021. OECD sebagai organisasi yang mewakili 38 negara maju memperkirakan inflasi menyerang negara - negara maju meningkat dua kali lipat. Negara - negara seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, serta beberapa negara - negara Eropa akan mengalami in flasi hingga mencapai 8,5 persen(OECD, 2022b). Kondisi ini menunjukan nilai inflasi tertinggi sejak tahun 1988.
Perlambatan ekonomi global selain akibat pukulan dampak Pandemi Covid - 19 juga sangat terkait d engan invasi Rusia ke Ukraina. Pertumbuhan ekonomi
diperkirakan melambat, sementara inflasi mengalami peningkatan lebih tinggi. Sebelum invasi ini terjadi, prakiraan ekonomi global untuk tahun 2022 - 2023 tampaknya akan membaik (Kemenkeu, 2022).
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 2
Perubahan RKPD Ka bupaten Kutai Timur
tahun 2022
Pertumbuhan ataupun inflasi diperkirakan kembali normal setel ah dunia diterpa pandemi Covid - 19. Laporan World Economic Outlook (WEO) International Monetary Fund (IMF )(2022b) menunjukkan perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4% di 2022 atau turun - 0,5 percentage points dibandingkan WEO Oktober
2021 dan 3,8% di 2023.
Tahun 2022 menjadi titik awal pemulihan
ekonomi pasca pandemi COVID - 19
dan peningkatan daya saing perekonomian yang terkoreksi akibat COVID - 19. Hal ini menjadikan tahun 2022 menjadi tahun kunci dalam mengejar pencapaian target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang, begitu juga untuk tahun 2023. Stabilisasi ekonomi Kalimantan Timur menjadi fokus perhatian dan diyakini dapat tercapai apabila didukung dengan arah kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi daerah yang tepa t. Adapun beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat dirumuskan yaitu:
1.
Optimalisasi belanja konsumsi rumah tangga. dengan upaya untuk yang dapat dilakukan yaitu melalui pengendalian konsumsi rumah tangga agar tetap terjaga;
2.
Menjaga arus investasi ke daerah. dengan upaya yang dapat dilakukan yaiu dengan memberikan insentif khusus bagi rencana investasi pada sektor - sektor usaha yang bersifat padat karya mampu menyerap banyak tenaga kerja (labour intensive);
3.
Meningkatkan kualitas belanja pemerintah; dan
4.
Meningkatkan surplus perdagangan antar wilayah.
Dinamika perkembangan ekonomi Kabupaten Kutai Timur tidak lepas dari pengaruh ekonomi global dan ekonomi provinsi Kalimantan Timur. Pembangunan Kabupaten Kutai Timur kedepan menghadapi tant angan yang tidak mu dah, d ibutuhkan perencanaan strategis agar meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan. Isu - isu strategis ini merupakan kompilasi dari isu eksternal dan internal yang memiliki karakteristik bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka menengah at au panjang dan menentukan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah dimasa datang.
Salah satu bukti perekonomian Kabupaten Kutai Timur mulai membaik adalah meningkatnya capaian investasi mencapai Rp. 8,005 triliun atau meningkat
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 3
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
sebesar tiga kali
lipat dibandingkan tahun 2021 yang hanya mencapai Rp. 3,319 triliun.
Kondisi ini diharapkan terus meningkat sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk meningkatkan kemudahan di
dalam proses penanaman investasi serta upaya untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur strategis daerah dalam menunjang berjalannya roda perekonomian daerah.
Gambaran perkembangan dan dinamika perekonomian diatas melatarbelakangi perlunya penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Da erah (RKPD) perubahan tahun 2 022 . Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Pasal 343 ayat 1 dalam peraturan tersebut menyatakan bahw a Perubahan RKPD dan Renja Perangkat Daerah dapat dilakukan apabila pada
hasil evaluasi pelaksanaannya dalam tahun berjalan terjadi
ketidaksesuaian dengan perkembangan keadaan
yang sedang terjadi. Keadaan tersebut antara lain : a) Perkembangan yang tidak se suai dengan asumsi prioritas pembangunan Daerah, kerangka ekonomi Daerah dan keuangan Daerah, rencana program dan kegiatan RKPD berkenaan; dan/atau; b) Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk tahun ber jalan.
B erdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 ,
terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan keadaan saat ini sehingga perlu dilakukan perubahan RKPD. Berikut adalah beberapa kondisi yang menjadi dasar
dilakukan Perubahan RKPD
tahun 2022 :
a.
Dimulainya percepatan pembangunan infrastruktur strategis daerah yaitu pembangunan jalan dan jembatan, penyelesaian pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, pembangunan drainase penanggulangan banjir, dan penambahan jaringan
air bersih perkotaan;
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 4
Perubahan RKPD Ka bupaten Kutai Timur
tahun 2022
b.
Pemenuhan alokasi belanja gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)
P egawai P emerintah dengan P erjanjian K erja (PPPK)
hasil dari rekrutmen tahun 2021;
c.
Pemenuhan kekurangan TPP Pegawai Negeri Sipil
dan kekurangan gaji Tenaga Kerja Kontrak Daerah ( TK2D ) .
d.
Beberapa faktor penting lainnya yang mengharuskan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan pergeseran kegiatan antar perangkat daerah, perubahan lokasi dan/atau kelompok sa saran, dan penghapusan kegiatan .
Dokumen perubahan RKPD Kab upaten Kutai Timur Tahun 2022
ini menjadi pedoman penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara
Perubahan Tahun 2022
yang selanjutnya mendasari penyu sunan RAPBD Perubahan Tahun 2022 .
1.2
Dasar Hukum Penyusunan
1.
Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
2.
Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
3.
Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaiman a telah diubah dengan Undang - undang Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang - undang (Lembaran Ne gara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);
4.
Undang - Undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik (Lembaran
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 5
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112);
5.
Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
6.
Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional T ahun 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
7.
Undang - Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lemb aran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
8.
Undang - undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
9.
Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2004 te ntang Pembentukan Peraturan Perundang - undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
10.
Undang - Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuan gan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
11.
Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 N omor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
12.
Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Ne gara Republik Indonesia Nomor 4438);
13.
Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 6
Perubahan RKPD Ka bupaten Kutai Timur
tahun 2022
14.
Undang - Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penye lenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
15.
Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pemben tukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang di Provinsi Kalimantan Timur. (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3896);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
17.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20 18 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);
18.
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 144);
19.
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Peraturan Pelaksanaan
Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa sebagaimana telah diubah yang kedua dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapata n dan Belanja Negara;
20.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
21.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomo r 39 Tahun 201 9 Tentang Satu Data Indonesia ;
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 7
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
22.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136);
23.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2014 tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 - 2025;
24.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Republi k Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Perce patan Penanggulangan Kemiskinan;
25.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah;
26.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikas i Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
27.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023;
28.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal;
29.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan R encana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
30.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedo man Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah;
31.
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050 - 5889 Tahun 2021 tentang Hasil
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 8
Perubahan RKPD Ka bupaten Kutai Timur
tahun 2022
Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
32.
Peratura n Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau - Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021 - 2041 (Lembar Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021 Nomor 2, Nomor Peraturan Daerah Provinsi Kalima ntan Timur 2 - 67/2021) ;
33.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 - 2023;
34.
Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 49 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian, Penyaluran Dan Pertanggungjawaban Belanja Bantuan Keuangan Pemerintah Daerah ;
35.
Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 25 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022;
36.
Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 - 2035 (Lembar Daerah Provinsi Kalimantan Tahun 2016 Nomor 1);
37.
Peratur an Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Timur;
38.
Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2006 - 2025 (Lemb aran Daerah Tahun
2010 Nomor 4);
39.
Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupa ten Kutai Timur Tahun 2021 - 2026;
40.
Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 17 Tahun 2021 tentang Rencana Ker ja Pemerintah Daerah Tahun 2022;
41.
Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 08 Tahu n 2022
tentang
Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah.
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 9
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
1.3
Sistematika D okumen Perubahan RKPD
Sistematika dokumen Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur Tahun 20 22 , yang mengimplementasikan perencanaan pembangunan jangka menengah dan penganggaran tahunan
adalah
sebagai berikut:
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Mengemukakan pengertian ringkas tentang Perubahan RKPD, proses penyusunan Perubahan RKPD, kedudukan Perubahan RKPD tahun rencana dalam periode dokumen dokumen RPJMD, keterkaitan antara dokumen RKPD dengan dokumen RPJMD, Renstra SKPD, Renja SKPD serta tindaklanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.
1.2
Dasar Hukum Penyusunan
Memberikan uraian ringkas tentang dasar hukum yan g digunakan dalam penyusunan Perubahan RKPD, baik yang berskala nasional, maupun lokal. Dalam hal ini kalau di daerah telah diterbitkan Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah yang mengatur tentang perencanaan dan penganggaran
1.3
Sist e matika Dokumen RKPD
Mengemukakan organisasi penyusunan dokumen perubahan RKPD terkait dengan pengaturan bab serta garis besar isi setiap bab di dalamnya .
1.4
Maksud dan Tujuan
Menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan perubahan RKPD tahun rencana beserta perubahannya dalam ka itannya dengan dokumen RPJMD dan isu strategis serta kaitannya dengan Visi dan Misi Kepala Daerah.
II.
EVALUASI HASIL TRIWULAN II (TRIWULAN DUA) TAHUN 2022
2.1
Evaluasi Hasil Pelaksanaan RKPD Tahun Lalu
Menguraikan capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 10
Perubahan RKPD Ka bupaten Kutai Timur
tahun 2022
2.2
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Triwulan II Tahun 2022
dan Realisasi RPJMD
Menguraikan hasil evaluasi pelaksanaan perencanaan daerah berupa program dan kegiatan, indikator kinerja program serta capaia n
kinerja RPJMD hingga tahun 2021 .
Hal ini dilakukan untuk:
a)
Mengetahui sejauh mana kemajuan yang telah dicapai terhadap target kinerja yang diharapkan menurut RPJMD, target pembangunan nasional (RPJM Nasional) maupun sektoral;
b)
Mengetahui realisasi capaian progr am dan kegiatan sampai Triwu lan II tahun 20 22 .
III.
KERANGKA EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
3.1
Perubahan Kerangka Ekonomi Daerah
Menguraikan
tentang
kondisi perekonomian yang menjadi dasar perubahan, meliputi:
1)
Kondisi perekonomian global dan nasional ;
2)
Kondisi perekonomian Provinsi Kalimantan Timur ;
3)
Kondisi perekonomian Kabupaten Kutai Timur.
3.2
Perubahan Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Menjelaskan
tentang perubahan arah kebijakan keuangan Daerah, meliputi kebijakan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah.
IV.
SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
Mengemukakan bahwa suatu prioritas pembangunan daerah tahun rencana pada dasarnya adalah gambaran prioritas pembangunan tahun rencana yang diambil dan dikaitkan dengan program pembangunan daerah (RPJMD) tahun rencana.
V.
RENCANA KERJA DAN PENDANAAN
DAERAH
Memuat
pergeseran kegiatan antar SKPD, penghapusan kegiatan, penambahan kegiatan baru/kegiatan alternatif, penambahan atau
BAB I
PENDAHULUAN
1 | 11
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
pengurangan target kinerja, pagu indikatif, lokasi kelompok sasaran yang mengalami perubahan
serta memuat Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang mengalami perubahan .
VI.
PENUTUP
Bagian ini memuat arahan bagi P erangkat D aerah
dalam rangka menyusun dokumen Perubahan Ren cana Kerja
P erangkat D aerah .
1.4
Maksud dan Tujuan
P enyusunan Perubahan RKPD ini bertujuan untuk mewujudkan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan yang selaras , antar sektor pembangunan dan antar tingkat pemerintahan . Dokumen ini juga bertujuan untuk
mewujudkan efisiensi alokasi b erbagai sumberdaya dalam pembangunan daerah. Sehingga Perubahan RKPD 20 22
ini dapat berfungsi sebagai dasar hukum perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan bagi:
1.
Penyusunan Perubahan Renja - Perangkat Daerah, KUPA dan Perubahan PPAS, se rta Perubahan APBD Tahun Anggaran 20 22 ;
2.
Memfasilitasi berbagai potensi sumberdaya masyarakat atau swasta dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 22 .
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 1
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
BAB 2
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN I I
TAHUN 2022
2.1
Evaluasi Hasil Pelaksanaan RKPD Tahun Lalu
Penyusunan RKPD Perubahan Tahun 2021 diperlukan evaluasi atas hasil pelaksanaan RKPD tahun sebelumnya dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan. Evaluasi kinerja ini ditinjau dari: (i) aspek kesejahteraan masyarakat, (ii) aspek pelayanan umum, dan (iii) aspek daya saing daerah. Berikut adalah uraian hasil evaluasi ketiga aspek terse but .
2.1.1
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Aspek kesejahteraan masyarakat mencakup kebijakan yang berfokus pada: pemerataan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, seni budaya dan olahraga .
2.1.1.1
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari proses pembangunan yang berkelanjutan. Menurut Ghani (1978) dan Pettinger (2017), sejahtera secara ekonomi yaitu kondisi terpenuhinya kebutuhan dasar yang terdiri dari: pangan
(makanan), sandang
(pa kaian) dan papan
(rumah untuk berlindung), pendapatan, kepuasan kerja, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dasar ini relevan untuk ukuran di level mikro, yaitu level rumah tangga. Untuk perbandingan antar bangsa, ekonom menggunakan indikator yang bersifat agregat atau ma kro, yaitu tingkat output yang dapat dihasilkan oleh bangsa yang bersangkutan. Hal ini dikenal denga n
Produk Domestik Bruto (Gupton, dkk, 2018). Indikator ini di tingkat regional disebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kesejahteraan masyarakat dikat akan meningkat apabila terdapat pertumbuhan dalam PDRB .
A.
Pertumbuhan PDRB
Situasi perekonomian daerah Kabupaten Kutai Timur pada periode 4 (empat) tahun terakhir yakni 2017 - 2021 masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian khususnya subsektor pe rtambangan nonmigas (batubara). Dominasi
2 | 2
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
subsektor ini ditandai dengan masih tingginya peranan sektor pertambangan batubara pada tahun 2021 yakni sebesar 79,72 % persen diikuti Sektor Pertanian. Kehutanan. dan Perikanan sebesar 8.24 persen dari total PDRB Kabupaten Kutai Timur. Sektor lain yang memberikan sumbangan PDRB adalah Industri pengolahan sebesar 3,43 %.
Gambar 2 .1
Persentase Sektor PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Sumber : BPS Kabupaten Kutai Timur, 2021 d iolah
Secara umum. kinerja ek onomi Kabupaten Kutai Timur selama tahun 2021 khususnya pada kuartal - IV 2021 mengalami perbaikan sejalan dengan situasi perbaikan ekonomi pada tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur. Perekonomian Kabupaten Kutai Timur dipengaruhi oleh perekonomi an Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional yang ditandai oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi serta guncangan ketidakstabilan pilar - pilar perekonomian nasional sebagai dampak pandemi Covid - 19.
Tabel 2 .1
Nilai Sektor dalam PDRB ADHB
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2021 (dalam juta rupiah)
No
Sektor Usaha
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
1
Pertanian. Kehutanan. Perikanan
9.289.040.8
9.731.513.4
10.233.186.6
10.612.353.8
1 1.155.952,8
2
Pertambangan dan Penggalian
98.107.267.8
104.293.209.6
109.015.241.9
90.020.255.8
107.929.139,5
3
Industri Pengolahan
3.620.836.2
3.770.792.1
3.860.822.4
4.107.440.8
4.644.394,6
4
Pengadaan Listrik dan Gas
10.618.3
12.352.3
13.662.9
15.697.3
16.052,2
8,24
79,72
3,43
0,01
0,01
2,00
2,01
1,13
0,27
0,27
0,17
0,31
0,07
0,85
1,12
0,20
0,19
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pertanian. Kehutanan. Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air Konstruksi Perdagangan. Hotel & Restoran Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi & Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 3
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
No
Sektor Usaha
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
5
Pengadaan Air
14.157.3
14.296.8
15.430.7
15.845.3
17.485,6
6
Konstruksi
2.248.188.9
2.420.007.3
2.504.525.6
2.570.988.6
2.700.808,9
7
Perdagangan. Hotel & Restoran
2.006.707.9
2.205.001.4
2.395.583.0
2.507.306.0
2.719.778,6
8
Transportasi dan Pergudangan
1.233.178.0
1.337.537.1
1.439.980.7
1.486.444.1
1.534.113,3
9
Penyediaan Akomodasi & Makan Minum
255.438.1
281.520.8
306.518.6
303.061.5
362.434,6
10
Informasi dan Komunikasi
293.890.8
317.298.9
336.875.9
356.188.7
361.688,7
11
Jasa Keuangan
165.483.1
176.845.0
187.387.4
199.006.0
229.051,6
12
Real Estate
318.881.5
346.176.1
366.152.9
381.604.3
421.083,1
13
Jasa Perusahaan
80.051.2
84.294.0
89.829.6
87.889.8
89.920,1
14
Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
1.136.075.4
1.164.269.4
1.175.706.2
1.213.208.1
1.151.449,7
15
Jasa Pendidikan
1.134.357.7
1.239.355.3
1.360.796.3
1.446.821.3
1.516.813,1
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
152.251.2
169.756.8
186.520.7
229.157.4
275.568,6
17
Jasa Lainnya
198.304.4
215.358.6
236.852.5
242.775.2
253.042,3
Jumlah
120.264.728.8
127.779.585.0
133.725.073.9
133.725.073.9
135.378.777,3
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. PDRB Kab. Timur Menurut Lapangan Usaha
Ditinjau dari sisi PDRB pengeluaran. kondisi perekonomian Kabupaten Kutai Timur menunjukkan kondisi semakin membaik. Hal ini terlihat dari PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang cenderung meningkat pada tahun 2020 hingga tahun 2021 karena mengalami perbaikan sejalan dengan situasi perbaikan ekonomi pada tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur. PDRB pengeluaran A DHK menggambarkan perubahan atau pertumbuhan ekonomi secara riil. utamanya berkaitan dengan peningkatan volume konsumsi akhir (tanpa perubahan harga).
Tabel 2 .2
Nilai Sektor dalam PDRB ADHK
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020 (dalam juta rupiah)
PDRB P engeluaran ADHK
Tahun
2016
2017
2018
2019
2020
2021
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
4.693.946.03
4.862.122.00
4.919.661.00
5
092
463.82
5.086.107.23
NA
Pengeluaran Konsumsi LNPRT
166.481.39
172.758.00
183.390.00
195
699.82
201.506.41
NA
2 | 4
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
PDRB P engeluaran ADHK
Tahun
2016
2017
2018
2019
2020
2021
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
1.328.279.73
1.094.360.00
1.233.237.00
1.314.287.89
1.267.350.07
NA
Pembentukan Modal Tetap Bruto
12.900.473.63
13.082.099.00
13
717
431.00
14.396.016.62
14.319.129.00
NA
Perubahan Inventori
354.544.84
355.536.00
336
969.00
128.573.02
118.192.29
NA
Net Ekspor Barang dan Jasa
97.650.718.20
100.961.157.00
102
793
277.00
74.477.433.88
71.593.286.27
NA
PDRB
33.294.218.40
34.069.486.00
34.701
515.00
74.477.433.88
92.585.571.29
NA
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. 2021
Selama kurun waktu 2016 - 2020. seluruh komponen pengeluaran akhir PDRB ADHK menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun. Nilai PDRB ADHK tahun 2016 sebesar Rp33.294218.40 dan pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp92.585.571.29. Komponen terbesar dari PDRB penge luaran adalah Net Ekspor dengan nilai sebesar Rp71.593.286.27 atau sebesar 77 persen. Nilai positif pada Net Ekspor menunjukan bahwa Ekspor Kutai Timur lebih besar dari impor. Selanjutnya pada Gambar 2 .2 dapat dilihat bahwa pengeluaran untuk kapital (Pembe ntukan Modal Tetap Bruto) juga mempunyai peran relatif besar dengan kontribusi sekitar 16 persen. Di sisi lain. proporsi konsumsi akhir rumah tangga hanya berada pada rentang 6 persen. Konsumsi pemerintah berada pada 1 persen. Hal ini menunjukan bahwa kons umsi pemerintah kurang dari konsumsi rumah tangga dalam menggunakan produk domestik.
Gambar 2 .2
Proporsi PDRB Pengeluaran ADHK Tahun 2016 - 2020
6%
0%
1%
16%
0%
77%
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran Konsumsi LNPRT Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Pembentukan Modal Tetap Bruto
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 5
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. diolah
Perekonomian Kalimantan Timur pada triwulan IV 2020 tercatat mengalami kontraksi sebesar 2.83 persen (yoy). lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4.54 persen (yoy). Namun demikian. kinerja perekonomian Kaltim triwulan IV 2020 tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan nasiona l dan wilayah Kalimantan yang mengalami kontraksi masing - masing sebesar 2.19 persen (yoy) dan 2.81 persen (yoy). (Bank Indonesia. Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Nopember 2020. 2020).
Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 y ang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp161.53 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118.64 triliun. Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 terhadap Triwulan I - 2020 turun sebesar 2.96 pers en (y - on - y). Masih terdapat lapangan usaha/komponen yang tumbuh positif. Dari sisi produksi. pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh sebesar 22.93 persen. Dari sisi pengeluaran. pertumbuhan tertinggi
dicapai oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 11.19 persen.
Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 dibanding triwulan IV - 2020 turun sebesar 0.61 persen (q - to - q). Dari sisi produksi. penurunan disebabkan oleh kontraksi y ang terjadi pada beberapa lapangan usaha. termasuk Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang merupakan lapangan usaha utama di Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan dari sisi pengeluaran. penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa komponen pengeluaran seperti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah. Komponen Ekspor Barang dan Jasa. Komponan Impor Barang dan Jasa serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT).
Perkembangan harga batubara acuan (HBA) di p asar internasional pada Oktober 2021 naik sekitar US$11,60 per ton dibandingkan dengan HBA September 2021, yakni US$150,03 per ton. HBA pada bulan Oktober menembus angka US$ 161,63 per ton, akibat permintaan yang terus meningkat di China, Korea Selatan dan
Kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam. Sempat melandai pada Februari – April 2021, HBA mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei – September 2021. Kenaikan
2 | 6
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
tersebut terus konsisten hingga Oktober 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi ba ru.
Sementara itu, perekonomian Kabupaten Kutai Timur seperti halnya perekonomian Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan - I 2021 diprakirakan lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya seiring dengan membaiknya ekonomi negara mitra utama. relaksas i pembatasan aktivitas masyarakat maupun industri domestik serta berlanjutnya. Dari sisi pengeluaran. perbaikan akan bersumber dari peningkatan kinerja ekspor seiring dengan mulai membaiknya perekonomian di negara tujuan utama seperti Tiongkok. India. dan negara Asia lainnya. Selain itu. perbaikan ekonomi Kaltim diprakirakan juga akan bersumber dari sisi konsumsi maupun investasi. Di sisi konsumsi. perbaikan kinerja akan didorong oleh konsumsi masyarakat yang membaik seiring dengan dilonggarakannya aktivita s masyarakat serta membaiknya daya beli masyarakat. Dari sisi investasi. perbaikan bersumber dari berlanjutnya proyek - proyek strategis yang sebelumnya terkendala mobilitas tenaga kerja maupun bahan baku.
Telah diterbitkannya Undang - undang Cipta kerja juga
diprakirakan mendorong kinerja investasi seiring dengan lebih mudahnya perizinan yang akan dilakukan investor. Kinerja konsumsi masyarakat pun diprakirakan membaik seiring perbaikan kondisi ekonomi masyarakat dan berlanjutnya pemberian bansos yang bisa me ndorong permintaan masyarakat. Sementara konsumsi pemerintah juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi dikarenakan kembali normalnya anggaran belanja modal yang sebelumnya tertahan akibat adanya realokasi anggaran. Di sisi lapangan usaha. kinerja lapangan usah a pertambangan diprakirakan tumbuh lebih tinggi seiring dengan potensi peningkatan permintaan dari Asia Tenggara serta prospek penambahan kuota batu bara perusahaan batu bara di Kaltim yang juga didukung oleh prakiraan cuaca yang lebih baik dibandingkan ta hun sebelumnya.
Di sisi lapangan usaha,
perbaikan perekonomian Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan - I 2021 ditopang oleh membaiknya kinerja lapangan usaha utama maupun pendukung. Perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 diprakirakan tumbuh lebih
tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan industri di era kebiasaan baru. Optimisme arah pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik Provinsi Kalimantan Timur
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 7
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
diharapkan akan membawa dampak positif terhadap pere konomian di Kabupaten
Kutai Timur pada tahun 2021.
B.
Kemiskinan
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang muncul akibat manfaat dari pembangunan tidak dapat dinikmati secara merata. Sebagian dari masyarakat tidak dapat menikmati hasil pembangunan yan g disebabkan oleh ketidaksamaan produktivitas pekerja di masing - masing sektor (Samuelson & Nordhaus, 2009). Hal ini menyebakan kondisi kemiskinan bagi sebagian pekerja dan atau penduduk.
Gambar 2 .3
Gambaran Tingkat Kemiskinan Tahun 2017 - 2021
Sumber: BPS
Kabupaten Kutai Timur. diolah
Penanggulangan kemiskinan secara sinergis dan sistematis terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selama lima tahun terakhir. Gambar
2.3 menunjukkan terjadinya trend peningkatan angka kemiskinan selama lima tahun ter akhir. Pada tahun 2017, angka kemiskinan
Kabupaten Kutai Timur
mencapai 9.29% dan meningkat secara signifikan pada tahun 2021 yang mencapai 9.81%. Peningkatan jumlah penduduk dan persentase penduduk miskin dikarenakan adanya peningkatan garis kemiskinan.
T erdapat beberapa faktor yang menyebabkan kondisi kemiskinan di suatu wilayah meningkat, diantaranya perubahan struktur ekonomi. Sektor - sektor yang berkembang pesat dewasa ini adalah aktivitas ekonomi yang terkait information technology
(IT). Peranan IT mulai bangkit seiring dengan era industri 4.0; sementara sektor - sektor yang selama ini dominan (migas - batubara dan pertanian) 9,29
9,22
9,48
9,55
9,81
9,00 9,20 9,40 9,60 9,80 10,00 2017 2018 2019 2020 2021
2 | 8
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
belum siap mengadopsi teknologi secara cepat. Perubahan arah perdagangan dunia, perubahan pola pasar minyak dan perubahan iklim turut menyumbang tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Adapun salah satu penyebab meningkatnya kemiskinan di Kabup aten Kutai Timur pada tahun 2021
adalah adanya dampak Pandemi Covid - 19 yang berimplikasi pada tingkat kesejahteraan masyara kat dengan menurunnya tingkat pendapatan terutama pada masyarakat menengah ke bawah .
Gambar 2 .4
Gambaran Sebaran Kemiskinan Berdasarkan
Data DTKS Per Kecamatan Tahun 2021
Sumber: Dinas Sosial . Diolah
Berdasarkan gambar 2.4 di atas, menggambarkan sebaran masyarakat miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2021 terbanyak berada di Kecamatan Sangattta Utara yakni mencapai 19.948 jiwa.
C.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
- 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000 BATU AMPAR BENGALON BUSANG KALIORANG KARANGAN KAUBUN KOMBENG LONG MESANGAT MUARA ANCALONG MUARA BENGKAL MUARA WAHAU RANTAU PULUNG SANDARAN SANGATTA SELATAN SANGATTA UTARA SANGKULIRANG TELEN TELUK PANDAN
5.062
11.712
3.640
4.966
1.561
4.504
6.898
4.424
9.946
7.956
5.499
6.311
4.501
10.686
19.948
4.039
3.600
7.796
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 9
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Kesejahteraan yang diukur secara lebih luas diukur melalui
Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memberikan ukuran gabungan dari tiga dimensi tentang pembangunan manusia, yaitu: panjang umur dan menjalani hidup sehat (diukur dari usia harapan hidup), terdidik (diukur dari tingkat ke mampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar, lanjutan, dan tinggi) dan memiliki standar hidup yang layak ( diukur dari paritas daya beli).
IPM juga merupakan salah satu indikator untuk mengukur hasil dari proses pembangunan sela in dengan menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB). IPM Kabupaten Kutai Timur tahun 2021 mengalami peningkatan poin dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini diikuti dengan meningkatnya pengeluaran per kapita dari tahun 2020 sebesar Rp 10.485.000 menjadi Rp 10 .868.000 di tahun 2021. Penurunan pengeluaran per kapita ini disebabkan adanya pandemi Covid - 19 yang terjadi selama tahun 2021. Sementara itu komponen pembentuk IPM lainnya masih menunjukkan peningkatan di tahun 2021.
Gambar 2 .5
Gambaran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2017 - 2021
Sumber: BP S Kabupaten Kutai Timur. diolah
Angka - angka yang tersaji dalam Gambar 2. 5
menunjukkan bahwa selama periode tahun 2017 - 2021 , kinerja pembangunan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kutai Timur telah ber jalan cukup baik. Keberhasilan yang dicapai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat dinilai dari peningkatan IPM secara berkesinambungan setiap tahun. Namun, untuk tahun 2020 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,49 poin. Hal ini disebabkan karena adanya pe nurunan pada 71,43
72,56
73,49
73,00
73,46
71,00 71,50 72,00 72,50 73,00 73,50 74,00 2017 2018 2019 2020 2021
2 | 10
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
salah satu indikator IPM yaitu pengeluaran perkapita yang disesuaikan sebagai dampak pandemi Covid - 19. Meskipun demikian capaian IPM Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 ini telah menunjukkan capaian yang baik, yaitu lebih tinggi dari capaian IPM nasional (71,94).
D.
Indeks Pembangunan Desa
Desa Membangun adalah program pembangunan yang difokuskan dan dilaksanakan mulai dari desa, dengan harapan dapat mewujudkan desa mandiri dan tangguh. Kinerja pembangunan di level desa diukur dengan menggunakan Inde ks Pembangunan Desa (IPD). Berdasarkan nilai indeks komposit dari IPD, desa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Desa Mandiri, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal (Bappenas, 2017). Skor IPD dan jumlah desa per klasifikasi di Kabupaten Kutai
Timur disajikan
dalam tabel 2.3
dan Gambar 2.5 .
Tabel 2. 3
Kategori Desa Berdasarkan Skor dan IPD
Kategori Desa
Skor IPD
IPD
Desa Tertinggal
< 50
Indeks < 0,50
Desa Berkembang
50 - 74
Indeks 0,50 –
0,74
Desa Mandiri
>75
Indeks > 0,75
Sumber: Bappenas
2014
Pada Gambar 2.4 menggambarkan perkembangan status desa di Kabupaten Kutai Timur tahun 2017 –
2021, dimana jumlah desa tertinggal mengalami penurunan dari 6 desa di tahun 2020 menjadi 5 desa pada tahun 2021. Sebaliknya, peningkatan terjadi pada status desa mandiri. Desa mandiri meningkat dari 15 desa pada tahun 2020 menjadi 22 desa pada tahun 2021.
0 20 40 60 80 100 120 2017 2018 2019 2020 2021 Desa Tertinggal 12 9 7 6 5 Desa Berkembang 119 116 117 118 112 Desa Mandiri 8 14 15 15 22 Desa Tertinggal Desa Berkembang Desa Mandiri
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 11
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Gambar 2. 6
Katogori Status Desa Kab. Kutai Timur Berdasarkan IPD, 2021
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur, 2021
Terdapat 5 (lima) variabel atau dimensi utama yang diukur dalam IPD, yaitu:
1.
Pelayanan Dasar . Dimensi ini mewakili aspek pelayanan dasar untuk memenuhi kebutuhan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Variabel penyusun Pelayanan Dasar adalah: 1) Keters ediaan dan akses terhadap fasilitas pendidikan; 2) Ketersediaan dan akses terhadap fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan mencakup: rumah sakit, rumah sakit bersalin, puskesmas/pustu, tempat praktek dokter, poliklinik/balai pengobatan, tempat praktek bid an, poskesdes, polindes dan apotek.
2.
Kondisi Infrastruktur , mewakili aspek Kebutuhan Dasar, Sarana, Prasarana, Pengembangan Ekonomi Lokal dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam secara berkelanjutan. Variabel penyusun kondisi infrastruktur adalah: 1) Ketersediaan infrastruktur ekonomi seperti: kelompok pertokoan, minimarket, toko kelontong, pasar, restoran, rumah makan, warung/kedai makanan, akomodasi hotel/penginapan, serta bank; 2) Ketersediaan infrastruktur energi seperti: listrik, penerangan jalan, dan bahan ba kar untuk memasak; 3) Ketersediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi seperti: sumber air minum, sumber air mandi/cuci, dan fasilitas buang air besar; 4) Ketersediaan dan kualitas infrastruktur komunikasi dan informasi seperti: komunikasi menggunakan te lepon seluler, internet, dan pengiriman pos/barang.
3.
Aksesibilitas dan sarana Transportasi . Hal ini mencakup kekhususan dan prioritas pembangunan desa sebagai penghubung kegiatan sosial ekonomi antar desa. Variabel penyusun aksesibilitas/transportasi adala h: 1) Ketersediaan dan akses terhadap sarana transportasi seperti: lalu lintas dan kualitas jalan, aksesibilitas jalan; 2) Ketersediaan dan operasional angkutan umum dan aksesibilitas transportasi seperti: waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor camat, biaya per kilometer transportasi ke kantor
2 | 12
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
camat, waktu tempuh per kilometer transportasi ke kantor bupati dan biaya per kilometer transportasi ke kantor bupati.
4.
Pelayanan Umum . Hal ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan atas barang, jas a dan atau pelayanan administratif dengan tujuan memperkuat demokrasi, kohesi sosial, perlindungan lingkungan dan sebagainya. Variabel penyusun pelayanan umum adalah: 1) penanganan kesehatan masyarakat seperti: penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada beb erapa jenis penyakit, diantaranya yaitu Coronavirus Disease - 19 , stunting dan penanganan gizi buruk; 2) ketersediaan fasilitas olah raga seperti: ketersediaan lapangan olah raga, dan kelompok kegiatan olah raga.
5.
Penyelenggaraan Pemerintahan . Hal ini menggambarkan kinerja pemerintahan desa dalam bentuk pelayanan administratif. Variabel - variabel penyusun penyelenggaraan pemerintahan adalah: 1) Kemandirian seperti: kelengkapan pemerintahan desa, otonomi desa, dan aset/kekayaan desa; 2) Kualitas sumber da ya manusia seperti: kualitas SDM kepala desa dan sekretaris desa .
E.
Indek Desa Membangun (IDM)
Data Perkembangan status Desa juga dapat digambarkan melalui pengukuran indeks desa membangun (IDM) yang merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.
Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu:
1.
Indeks Ketahanan Sosial, meliputi Pendidikan, Kese hatan, Modal Sosial, Permukiman;
2.
Indeks Ketahanan Ekonomi, meliputi Keragaman Produksi Masyarakat, Akses Pusat Perdagangan dan Pasar, Akses Logistik, Akses Perbankan dan Kredit, Keterbukaan Wilayah;
3.
Indeks Ketahanan Ekologi / Lingkungan, meliputi Kualitas Lingkungan, Bencana Alam, Tanggap Bencana.
Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 13
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, eko nomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.
Gambar 2. 7
Kategori Status Desa Kab. Kutai Timur Berdasarkan IDM, 2021
Sumber: Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kab. Kutai Timur, 2021
Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang - Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa. Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.
Berdasarkan Gambar 2. 7 , menggambarkan bahwa terjadi peningkatan Desa Mandir i pada rentang waktu 2017 hingga 2021 sebanyak 15 Desa pada tahun 2021. Sementara desa yang berstatus Sangat Tertinggal pada tahun 2021 yaitu 0 Desa yang sebelumnya mencapai 9 Desa pada tahun 2017.
2.1.2
Aspek Pelayanan Umum
Aspek
pelayanan umum digambarkan dal am indikator yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 - 2026.
2.1.2 .1 Urusan Wajib Pelayanan Dasar
1.
Pendidikan
2017 2019 2020 2021 Mandiri 0 3 10 15 Maju 12 21 37 55 Berkembang 62 70 68 63 Tertinggal 56 44 24 6 Sangat Tertinggal 9 1 0 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Mandiri Maju Berkembang Tertinggal Sangat Tertinggal
2 | 14
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Indikator pengukur Bidang Urusan Pendidikan meliputi Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun), Persentase Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal, Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk, dan Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk. Berikut penjelasan Capai an Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pendidikan Tahun 2017 - 2021:
Tabel 2.4
Capaian
Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pendidikan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
Tahun
12,45
12,65
12,78
12,89
12,90
Persentase Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
%
Na
Na
Na
SD = 98,67
SD = 98,67
Na
Na
Na
SMP=86,21
SMP=85,23
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
Rasio
53,42
52,91
54,66
56,46
78,78
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk
Rasio
57,1
57,34
57,29
53,06
79,08
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Kutai Timur, 2021
A.
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
Angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 12,90
dibandingkan dengan tahun - tahun sebelumnya.
B.
Persentase Sekolah yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
Berdasarkan Tabel 2.4 , capaian Persentase sekolah yang Menerapkan Kurikulum Muatan Lokal untuk SD memiliki trend stagnan sebesar 98,67. Sementara pada ti ngkat SMP terjadi penurunan pada tahun 2021 sebesar 85, 23 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 86,21 persen.
C.
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk tercatat mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 78,78 dibandi ngkan data empat tahun ke belakang.
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 15
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Gambar 2. 8
Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk, 2021
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Kutai Timur, 2021
D.
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk mengalami peningkatan pada tahun 2 021 sebesar 79,08 dari tahun 2020 sebesar 53,06.
Gambar 2. 9
Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk, 2021
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Kutai Timur, 2021
2.
Kesehatan
Indikator pengukur Bidang Urusan Kesehatan yaitu Tercapaian Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan, Akreditasi RSUD, Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk, Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk. Berikut ini adalah penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kesehatan Tahun 2017 - 2021:
53,42
52,91
54,66
56,46
78,78
40 50 60 70 80 90 2017 2018 2019 2020 2021 Rasio Ketersediaan SD/MI Per Penduduk
57,1
57,34
57,29
53,06
79,08
45 55 65 75 85 2017 2018 2019 2020 2021 Rasio Ketersediaan SMP/MTS Per Penduduk
2 | 16
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 2.5
Capaian
Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kesehatan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Tercapaian Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
%
Na
Na
Na
61,38
67,38
Akreditasi RSUD
Indeks
Utama
Utama
Madya
Madya
Madya
Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
%
Na
Na
Na
56,00
72,33
Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk
Rasio
0,51
0,44
0,49
0,51
0,51
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Rasio
0,02
0,02
0,02
0,02
0,02
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Kutai Timur, 2021
A.
Tercapainya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Persentase indikator Tercapainya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan pada tahun 2021 meningkat sebesar 67,38 dari tahun 2020 sebesar 61,38 persen.
B.
Akreditasi RSUD
Akreditasi rumah sakit merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayanan yang telah ditet apkan oleh lembaga independen akreditasi Kementerian Kesehatan. Berdasarkan Tabel 2. 5 , Akreditasi RSUD sudah mencapai tingkat Madya sejak pada tahun 2019 hingga 2021.
C.
Terselenggaranya Upaya Kesehatan Per Orangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Berdasarkan T abel 2. 5 , persentase Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat meningkat dari tahun 2020 sebesar 56,00 persen menjadi 72,33 persen pada tahun 2021.
D.
Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk
Puskesmas, Poliklini k dan Pustu merupakan salah satu sarana penunjang pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 17
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
masyarakat. Semakin banyak jumlah ketersediannya, maka semakin memudahkan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan. Capaian indikator R asio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk cenderung fluktuatif dalam rentang waktu 2017 hingga 2019. Sementara capaian pada tahun 2020 dan 2021 cenderung stagnan diangka 0,51.
Gambar 2. 10
Rasio Peskesmas, Poliklinik, Pustu Per
Satuan Penduduk, 2021
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Kutai Timur, 2021
E.
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat adalah dengan membangun atau memperbaiki fasilitas kesehatan, diantaranya ketersediaan berbagai sarana kesehatan (misal: Rumah Sakit) di Kutai Timur. Rumah sakit merupakan pelayanan k esehatan pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif. Jika dilihat berdasarkan data pada Tabel 2. 5 , Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk dalam rentang waktu 2017 hingga 2021 cenderung stagnan sebesar 0,02.
0,51
0,44
0,49
0,51
0,51
0,20 0,30 0,40 0,50 0,60 0,70 0,80 0,90 1,00 2017 2018 2019 2020 2021
2 | 18
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Gambar 2. 11
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk, 2021
Sumber: Dinas K esehatan Kab. Kutai Timur, 2021
3.
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Indikator pengukur Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meliputi Persentase Jalan Kondisi Mantap, Capaian Akses Air Minum Layak, Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan, Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 Ha di Kabupaten ditangani, Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi B aik, Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan), Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk, Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik, Rasio Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB, Cakupan Penerbitan IUJ K, Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan, Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana. Berikut penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2017 - 2021:
Tabel 2. 6
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Jalan Kondisi Mantap
%
69,53
45,42
49,77
51,88
54,69
Capaian Akses Air Minum Layak
%
Na
Na
Na
43,43
48,70
Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan
%
Na
Na
Na
73
75,32
Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
%
Na
Na
Na
0,2472
0,2486
0,02
0,02
0,02
0,02
0,02
0 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 2017 2018 2019 2020 2021
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 19
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 Ha di Kabupaten ditangani
%
Na
Na
Na
30,67
30,67
Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik
%
54,96
38,58
44,31
45,03
46,10
Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan)
%
Na
Na
Na
93,6
93,6
Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk
Rasio
0,209
0,008
0,130
0,430
2,648
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik
%
Na
Na
Na
52,19
52,19
Rasio Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB
Rasio
Na
Na
Na
0,306
0,306
Cakupan Penerbitan IUJK
%
Na
Na
Na
30,47
40,78
Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan
%
Na
Na
Na
57,14
94,12
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana
%
Na
Na
Na
0
0
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang Kab. Kutai Timur, 2021
A.
Persentase Jalan Kondisi Mantap
Pembangunan prasarana transportasi di Kabupaten
Kutai Timur memiliki arti terpenting dan strategis untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Di samping akses transportasi yang relatif terbatas, pola sebaran penduduk yang tidak merata dapat memicu kesenjangan dalam proses pembangunan dan m enciptakan disparitas regional. Pembangunan prasarana transportasi sangat berperan sebagai langkah awal dalam upaya pemerataan pembangunan di semua sektor.
Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik Kabupaten Kutai Timur selama lima tahun terakhir
(2017 - 2021) mengalami fluktuatif. Namun, secara umum capaian tahun 2021 lebih tinggi dibanding pada tahun 2020 yaitu sebesar 54,69 persen dari 51,88 persen.
B.
Capaian Akses Air Minum Layak
Berdasarkan Tabel 2. 6 , persentase Capaian Akses Air Minum Layak Kab upaten Kutai Timur meningkat sebesar 48,70 persen pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 sebesar 43,43.
C.
Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan
Angka Persentase Infrastruktur Sampah Perkotaan meningkat pada tahun 2021 sebesar 75,35 persen dari tahun seb elumnya 2021 sebesar 73 persen.
2 | 20
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
D.
Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Berdasarkan Tabel 2. 6 , Berkurangnya Jumlah Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) meningkat tipis pada tahun 2021 sebesar 0,2486 dibandingkan tahun 2020 sebesar 0,2472.
E.
Per sentase Kawasan Permukiman Kumuh Dibawah 10 Ha di Kabupaten Ditangani
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh Dibawah 10 Ha di Kabupaten Ditangani pada tahun 2021 tidak mengalami perubahan dari satu tahun sebelumnya sebesar 30,67.
F.
Persentase Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik
Pembangunan irigasi ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Pembangunan irigasi juga memberikan dampak atau pengaruh terhadap aspek sosial. Jaringan irigasi diperlukan untuk pengaturan air, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya. Ketersediaan jaringan irigasi yang cukup akan meningkatkan produktivitas pertanian. Peningkatan jumlah saluran irigasi mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten K utai Timur.
Kabupaten Kutai Timur memiliki Daerah Irigasi (DI) sebanya 3 (tiga) unit. DI 1 terletak di daerah Pesap (Kecamatan Kongbeng). DI ini sudah mampu mengairi sawah seluas 365 ha dari target area persawahan seluas 430 ha (84,88 persen). DI yang ked ua terletak di Kecamatan Kaubun. DI ini sudah mampu mengairi 1.400 ha dari target luas sawah 2.030 ha (68,97 persen). Selanjutnya, DI yang ketiga adalah DI Tanah Abang (Kecamatan Long Mesangat). DI ini sudah mampu mengairi 100 persen target sawah yang ada di wilayah target, yaitu seluas 215 ha.
Sektor pertanian menjadi tumpuan Kabupaten Kutai Timur untuk menuju kemandirian pangan. Oleh karena itu pembangunan irigasi sebagai pendukung utama sektor pertanian harus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang memiliki potensi cetak sawah baru dan meningkatkan jaringan irigasi yang ada. Hingga tahun 2021 Persentase
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 21
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik mencapai 46,10 persen.
G.
Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan)
Ketersediaan salu ran drainase yang tidak memadai dapat menimbulkan berbagai masalah seperti terjadinya genangan air atau banjir. Genangan air yang terjadi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerugian materiil maupun imateriil, sehingga diperlukan monitoring secara berk ala. Berdasarkan Tabel 2. 6 , Cakupan Wilayah Saluran Drainase Rawan Genangan Air/ Banjir (Perkotaan) pada tahun 2021 sebesar 93,6.
H.
Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk
Rasio tempat ibadah dinyatakan dalam jumlah ketersediaan tempat ibadah per 1.000 pendu duk. Beribadah sangat berguna untuk membentuk kualitas manusia seutuhnya. Berdasarkan Tabel 2.19, rasio tempat ibadah per satuan penduduk Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 2,648 dibandingkan tah un 2020 sebesar 0,430.
I.
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 52,19 persen.
J.
Rasio Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB
Rasio Ruang Terbuka Hijau Persatuan Luas Wilayah Ber HPL/HGB tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 0,306.
K.
Cakupan Penerbitan IUJK
Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) adalah izin usaha yang dikeluarkan Pemerintah Daerah kepada perusahaan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa konstruksi baik sebagai perencana konstruksi (konsultan), pelaksana konstruksi (kontraktor) atau sebagai pengawas dan perencana konstruksi (konsultan) di berbagai bidang seperti: Gedung Sipil, Intalas i Mekanik dan Elektrikal, Jasa Pelaksana lainnya dll. surat ijin usaha konstruksi sebagai surat bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan konstruksi baik di lingkungan pemerintah,
2 | 22
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
BUMN maupun Non Pemerintahan. Berdasarkan Tabel 2. 6 , Cakupan Penerbitan IUJ K di Kabupaten Kutai Timur meningkat 10,31, pada tahun 2021 sebesar 40,78 sementara pada tahun 2020 sebesar 30,47.
L.
Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan
Berdasarkan Tabel 2. 6 , Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan meningkat signifikan pada tahun 2021 yaitu 94,12 dibandingkan tahun 2020 sebesar 57,14.
M.
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bagi Korban Bencana sebesar 0% pada tahun 2021.
4.
Sosial
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial adalah Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan, Persentase PMKS yang Memperoleh Rehabilitasi Sosial, Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sos ial, Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pemuka Agama yang Menerima Insentif, Tokoh Adat yang Menerima Insentif. Berikut penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial:
Tabel 2. 7
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Sosial Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan
%
Na
Na
Na
69,84
66,15
Persentase PMKS yang Memperoleh Rehabilitasi Sosial
%
Na
Na
Na
34,41
51,19
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial
%
Na
Na
Na
33,25
33,25
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial
%
Na
Na
Na
100
100
Pemuka Agama yang Menerima Insentif
Orang
Na
Na
Na
595
595
Tokoh Adat yang Menerima Insentif
Orang
Na
Na
Na
0
0
Sumber: LKPJ Bupati Kutai Timur, 2021
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 23
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
A.
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan
Berdasarkan Tabel 2. 7 , Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial Kelompok Maupun Perorangan mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 66,15, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 69,84.
B.
Persentase PMKS yang Memperoleh Rehabilitasi Sosial
Persentase PMKS yan g Memperoleh Rehabilitasi Sosial mengalami peningkatan, pada tahun 2020 sebesar 43,41 menjadi 51,19 pada tahun 2021.
C.
Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perlindungan Sosial
Berdasarkan Tabel 2. 7 , Persentase PMKS yang Mendapatkan Jaminan dan Perli ndungan Sosial tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 dan 2021 sebesar 33,25.
D.
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang Memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial mencapa i 100 persen pada tahun 2020 dan 2021.
E.
Pemuka Agama yang Menerima Insentif
Pemuka Agama yang Menerima Insentif mencapai 595 orang pada tahun 2020 dan 2021.
F.
Tokoh Adat yang Menerima Insentif
Berdasarkan Tabel 2.20, Tokoh Adat yang Menerima Insentif tidak ada.
5.
Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman meliputi Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum), Persentase Jumlah Rumah
Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik. Berikut ini penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang
2 | 24
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Urusan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Tahun 2017 - 2021:
Tabel 2. 8
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perumahan Rakyat
dan Kawasan Pemukiman Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum)
%
Na
Na
Na
13,71
20,49
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik
%
Na
Na
Na
65,69
76,45
Sumber: Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Permukiman Kab. Kutai Timur, 2021
A.
Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum)
PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas umum) merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan yang sehat, aman dan terjangkau. Dengan demikian ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum merupakan kelengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan perum ahan dan kawasan permukiman. Berdasarkan Tabel 2. 8 , Persentase Perumahan yang Sudah Dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum) meningkat pada tahun 2021 sebesar 20,49 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 13,71 persen.
B.
Persentase Ju mlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik
Berdasarkan Tabel 2. 8 , Persentase Jumlah Rumah Tangga yang Memperoleh Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik pada tahun 2021 meningkat 76,45 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 6 5,69 persen.
6.
Ketentraman dan Keterbiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat adalah Tingkat
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 25
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan W ilayah Manajemen Kebakaran (WMK), Persentase Penegakan Perda. Berikut gambaran Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat Tahun 2017 - 2021:
Tabel 2. 9
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respons Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK)
%
Na
Na
Na
97,83
84,85
Persentase
Penegakan Perda
%
Na
Na
Na
53,99
53,99
Sumber: LKPJ Bupati Kutai Timur, 2021
A.
Tingkat Waktu Tanggap ( Time Respons Limit ) Daerah Layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK)
Waktu Tanggap atau lebih dikenal dengan Respons time adalah total waktu yang dihitung
dari saat berita kebakaran diterima, pengiriman pasukan dan sarana pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran sampai dengan kondisi siap untuk melaksanakan operasi pemadaman. Berdasarkan Tabel 2.22, indikator Tingkat Waktu Tanggap ( Time Respons Limit ) Daerah L ayanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 84,85 dari tahun 2020 sebesar 97,83.
B.
Persentase Penegakan Perda
Persentase Penegakan Perda tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 53,99 persen.
2.1 .2 .2 Urusan Wajib Pelayanan Non Dasar
1.
Tenaga Kerja
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja yaitu Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi, Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat
2 | 26
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Kompetensi.
Berikut ini penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja Tahun 2017 - 2021:
Tabel 2. 10
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Tenaga Kerja Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi
%
Na
Na
Na
65
65
Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi
Rasio
Na
Na
Na
3,94
6,06
Sumber: Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kutai Timur, 2021
A.
Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi
Persentase Lulusan Pelatihan yang Memiliki Keterampilan/ Kompetensi tidak mengalami perubahan dari tahun 2020 hingga 2021 sebesar 65 persen.
B.
Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi
Rasio Tenaga Terampil yang Memiliki Sertifikat Kompetensi mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 6,06 dibandingkan tahun 2020 sebesar 3,94.
2.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perl indungan Anak meliputi Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Istilah Gender digunakan untuk menjelaskan perbedaan peran perempuan dan laki - laki yang bersifat bawaan sebagai ciptaan Tuhan. Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki - laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki - laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat.
I ndeks Pemberdayaan Gender (IDG) merupakan Indikator ya ng menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 27
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
ekonomi dan politik (Sumber: BPS). Berdasarkan Tabel 2. 11 , IDG Kabupaten Kutai Timur tidak mengalami perubahan pada rentang tahun 2020 dan 2021 sebesar 55,72.
Tabel 2. 11
Capaian
Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Indeks
Na
Na
Na
55,72
55,72
Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutai Timur, 2021
3.
Pangan
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pangan diantaranya Ketersediaan Pangan Utama, Penguatan Cadangan Pangan, Skor Pola Pangan Harapan (PPH).
Tabel 2. 12
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pangan
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Ketersediaan Pangan Utama
%
52,26
59,99
42,82
43,66
41,75
Penguatan Cadangan Pangan
%
Na
Na
Na
70
70
Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
%
Na
Na
Na
89,4
88,8
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur, 2021
A.
Ketersediaan Pangan Utama
Ketersediaan pangan utama di wilayah Kutai Timur cenderung menurun pada tahun 2019 dan 2021. Pada tahun 2019 jumlah ketersediaan pangan utama menurun sebesar 42,82 persen, kemudian meningkat pada tahun 2020 sebesar 43,66 persen, dan Kembali menurun sebesar 41,75 persen pada tahun 2021.
B.
Penguatan Cadangan Pangan
Berdasarkan Tabel 2. 12 , Penguatan Cadangan Pangan tidak mengalami
2 | 28
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
perubahan pada tahun 2020 dan 2021 sebesar 70 persen.
C.
Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) merupakan indikator mutu gizi dan keragaman konsumsi pangan sehingga dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan konsumsi pangan.
Berdasarkan 2. 12 , Persentase Skor Pola Pangan Harapan (PPH) mengalami penurunan 0,6 persen pada rentang tahun 2020 hingga 2021. Pada tahun 2020 sebesar 89,4 persen sementara pada tahun 2021 menurun sebesar 88,8 persen.
4.
Pertanahan
Indikator Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanahan meliputi Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian, Ketaatan terhadap RTRW, Jumlah Perkada RDTR.
Tabel 2. 13
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Ur usan Pertanahan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian.
%
Na
Na
Na
86,14
100
Ketaatan terhadap RTRW
%
98,96
98,96
98,96
100
100
Jumlah Perkada RDTR
Dokumen
1
1
1
1
1
Sumber: LKPJ Bupati Kutai Timur, 2021
A.
Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian
Berdasarkan Tabel 2. 13 , Persentase antara luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/ jumlah bidang tanah target ganti kerugian sudah mencapai 100 persen pada tahun 2021.
B.
Ketaatan terhadap RTRW
Berdasarkan Tabel 2. 13 , menunjukkan ketaatan pelaksanaan
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 29
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
pembangunan di Kabupaten Kutai Timur terhadap
RTRW pada tahun 2017 - 2021 telah optimal.
C.
Jumlah Perkada RDTR
Jumlah Perkada RDTR memiliki trend yang stagnan sejak 2017 sampai dengan 2021 sebesar 1 dokumen.
5.
Lingkungan Hidup
Indikator Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup yaitu Indeks Kua litas Lingkungan Hidup Daerah, Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota, Persentase P enanganan Sampah, Hasil Pengukuran Indeks kualitas Tutupan Lahan. Berikut ini capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2017 - 2021
Tabel 2. 14
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Lingkungan Hidup
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah
Indeks
Na
61,67
71,72
69,47
71,62
Pembinaan dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
Jumlah
Na
Na
Na
140
16
Persentase Penanganan Sampah
%
Na
Na
Na
41,47
31,57
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan Lahan
Indeks
Na
77,50
77,50
77,48
80,76
Sumber: Dinas Lin gkungan Hidup Kutai Timur, 2021
A.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah
Kualitas Lingkungan Hidup di Kabupaten Kutai Timur memiliki peran yang sangan strategis. Hal ini mengingat sebagian besar hasil tambang di kabupaten ini didominasi oleh batubara yang cukup berpengaruh
2 | 30
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
terhadap kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan Tabel 2. 14 , capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah mengalami peningkatan pada tahun 202 1 sebesar 71,62.
B.
Pembinaan
dan Pengawasan terkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
Pembinaan dan Pengawasan te rkait ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota menurun pada tahun 2021 sebesar 16 dibandingkan tahun 2020 sebesar 140.
C.
Persentase Penanganan Sampah
Berdasarkan Tabel 2. 14 , Persentase Penanganan Sampah mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 31,57 dibandingkan tahun 2020 sebesar 41,47.
D.
Hasil Pengukuran Indeks kualitas Tutupan Lahan
Hasil Pengukuran Indeks kualitas Tutu pan Lahan mengalami peningkatan sebesar 80,76 pada tahun 2021.
6.
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kualitas layanan bidang kependudukan dan catatan sipil dapat dilihat dari rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk dan cakupan penerbitan akta kelahiran. Indikator capaian bidang kependudukan selama tahun 2017 - 2021 ada yang mengalami fluktuasi dan ada juga yang mengalami peningkatan. Berikut merupakan sajian data dari capaian Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil tahun 2017 - 2021.
Tabel 2. 15
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencataan Sipil Tahun 2017 - 2021
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 31
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Cakupan penerbitan akta kelahiran
%
11,05
41,14
92,12
92,19
100
Rasio penduduk
ber - KTP per satuan penduduk
Rasio
14,27
96,08
82,78
86,95
89,20
Sumber: Dinas Disdukcapil Kutai Timur, 2021
A.
Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran
Persentase Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran dalam tiga tahun terakhir sudah mencapai angka optimal, hingga pada tahun 2021 mencapai sebesar 100 persen.
B.
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
Berdasarkan Tabel 2. 15 , Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk cenderung fluktuatif. Pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 89,20 persen dibandingkan tahu n 2020 sebesar 86,95 persen.
7.
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Aspek kependudukan merupakan faktor yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, sehingga data kependudukan sangat diperlukan sebagai bahan penentuan kebijakan maupun perencanaan
pembangunan. Dalam konteks yang lebih spesifik, data penduduk beserta deskripsi kecenderungannya sangat berguna dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, yang sedang berjalan, bahkan dalam merencanakan bentuk dan volume kegiatan yang akan dilak ukan di masa mendatang. Persoalan kependudukan seperti pertumbuhan penduduk beserta karakteristik faktor yang mempengaruhinya, baik karena tingkat fertilitas dan mortalitas atau karena tingkat migrasi, akan berdampak dalam upaya intervensi kebijakan pemban gunan yang dilaksanakan, seperti: penyediaan infrastruktur dan layanan masyarakat yang memadai serta lapangan pekerjaan yang cukup di masa mendatang. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 4,26 persen jika dibandingkan tahun sebelum. Berikut merupakan sajian data dari capaian Bidang Urusan Pengendalian Penduduk tahun 2017 - 2021.
Tabel 2. 16
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pengendalian Penduduk Tahun 2017 - 2021
2 | 32
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Laju Pertumbuhan Penduduk
%
4,16
4,09
3,99
3,96
4,26
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur, 2022
8.
Perhubungan
Indikator Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan yaitu Jumlah KIR Angkutan Umum, Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis. Berikut ini penjelasan Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2021:
Tabel 2. 17
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perhubungan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Jumlah KIR Angkutan Umum
Unit
8.753
7.791
6.295
3.529
2.556
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
Unit
3 - 2 - 3
3 - 2 - 3
3 - 2 - 3
3 - 1 - 3
3 - 1 - 3
Sumber: Dinas Perhubungan Kutai Timur, 2021
A.
Jumlah KIR Angkutan Umum
Angkutan umum yang berada di Kabupaten Kutai Timur yang akan beroperasi harus melalui uji KIR terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa angkutan umum yang telah beroperasi telah layak digunakan oleh masyarakat. Jumlah uji KIR angkutan umum di Kabupaten Kutai Timur mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir (2020 - 2021). Tahun 2020 jumlah uji KIR sebesar 3.529 - unit menurun menjadi 2.556 pada tahun 2021.
B.
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
Rencana pendirian Ibukota Negara (IKN) di P rovinsi Kalimantan Timur berpengaruh terhadap penyediaan sarana dan prasaran transportasi. Perkembangan jumlah pelabuhan laut, udara, serta terminal darat tidak mengalami pertumbuhan signifikan, namun dapat dipastikan tingkat mobilitasnya semakin tinggi de ngan lonjakan jumlah penumpang yang meningkat setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menargetkan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan baik darat, laut dan udara guna mengantisipasi perkembangan jumlah
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 33
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
penumpang yang meningkat setiap t ahunnya. Data Dinas Perhubungan menampilkan bahwa belum banyak peningkatan jumlah terminal/pelabuhan laut/pelabuhan udara dalam 3 tahun terakhir.
9.
Komunikasi dan Informatika, Statistik, Persandian
Revolusi teknologi 4.0 menuntut keterampilan yang membutuhkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, terutama dalam pengumpulan data maupun diseminasi informasi penyelenggaraan pemerintahan. Bidang layanan ini juga mencakup hasil pembangunan berbasis data mutakhir kepada masyarakat luas. Jaringan ko munikasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur berperan dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat serta menunjang peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan.
Tabel 2. 18
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Komu nikasi dan Informatika, Statis tik, Persandian Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Cakupan Layanan Telekomunikasi
%
Na
Na
Na
58,87
73,76
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
%
Na
Na
Na
17,14
17,14
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
Ada/ Tidak ada
Na
Na
Na
Ada
Ada
Sumber: Dis kominfopersit Kutai Timur, 2021
A.
Cakupan Layanan Telekomunikasi
Berdasarkan Tabel 2. 18 , Cakupan Layanan Telekomunikasi mengalami trend peningkatan pada tahun 2021 sebesar 73,76 dibandingkan tahun 2020 sebesar 58,87.
B.
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optic
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik tidak mengalami perubahan pada tahun 2020 hingga 2021 sebesar 17,14.
C.
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
2 | 34
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi tidak mengalami perubahan sejak 2020 hingga 2021 dengan capaian indikator Ada.
Data tahun 2021 menunjukkan
bahwa dari 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur terdapat 14 Kecamatan dengan 30 desa yang masih dalam keadaan blank spot /tidak tercakup dalam layanan komunikasi. Terdapat 30 desa dari 139 desa atau sebesar 21,58 persen berstatus blank spot dan 78,42 pers en telah tercakup layanan komunikasi menggunakan telepon selular dan jaringan internet, seperti ditunjukkan pada Tabel 2. 19
berikut ini:
Tabel 2. 19
Data Blank Spot Telepon Selular dan Internet
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
No.
Kecamatan
Desa
1
Sandaran
1.
Sandaran
2.
Manubar
3.
Tadoan
4.
Marukangan
5.
Tanjung Mangkalihat
2
Karangan
1.
Batu Lepoq
2.
Ba’ay
3
Sangkulirang
1.
Kerayan
2.
Saka
3.
Mandu Pantai Sejahtera
4.
Kolek
5.
Perupu
6.
Tepian Terap
7.
Mandu Dalam
4
Sanggata Selatan
Teluk Singkama
5
Teluk Pandan
Martadinata
6
Bengalon
1.
Tebangan Lembak
2.
Muara Bengalon
3.
Tepian Langsat
7
Kaubun
1.
Bukit Permata
2.
Pengadan Baru
8
Kaliorang
1.
Bukit Harapan
2.
Bukit Makmur
3.
Selangkau
9
Batu Ampar
1.
Mugi Rahayu
2.
Himba Lestari
10
Muara Bengkal
Mulupan
11
Muara Ancalong
1.
Long Tesak
2.
Muara Dun
12
Busang
1.
Long Bentuq
2.
Rantau Sentosa
13
Telen
1.
Lung Melah
2.
Kernyanyan
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 35
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
No.
Kecamatan
Desa
14
Long Mesangat
1.
Melan
2.
Sika Makmur
3.
Segoy Makmur
Sumber : Dinas Komuni kasi dan Informatika Persandian dan Statistik
Kabupaten Kutai Timur, Tahun 2021
10.
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Tabel 2. 20
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Jumlah UMKM yang difasilitasi
UMKM
Na
Na
Na
15
104
Persentase koperasi yang aktif
%
59,68
55,21
56,00
57,21
55,83
Jumlah UMKM
Unit
7.618
8.248
6.178
6.942
9.627
Sumber: Dinas Koperasi & UMKM Kutai Timur, 2021
A.
Jumlah UMKM yang difasilitasi
Jumlah UMKM yang difasilitasi meningkat signifikan pada tahun 2021 sebanyak 104 UMKM dari tahun 2021 sebanyak 15 UMKM.
B.
Persentase koperasi yang aktif
Keberadaan koperasi menjadi salah satu usaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat, menurunkan angka kemiskinan dan memperluas lapangan pekerjaan. Semakin banyak jumlah koperasi yang aktif, diharapkan sem akin berdaya ekonomi kerakyatan, menurunnya angka kemiskinan dan menurunnya jumlah pengangguran. Koperasi yang mampu menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) menunjukkan keaktifan riil dalam menjalankan koperasi sesuai asas koperasi. Tabel 2. 20
menunju kkan persentase koperasi aktif yang mengalami penurunan dari tahun 2017 yang sebesar 59,68 persen menjadi 55,21 persen di tahun 2018. Capaian ini akhirnya mengalami peningkatan di tahun 2019 dan 2020, yaitu masing - masing sebesar 56,00 persen dan 57,21 pers en, dan menurun Kembali pada tahun 2021 sebesar 55,83 persen.
2 | 36
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Sumber: Dinas Koperasi Kab. Kutai Timur, 2021
Gambar 2.12 Presentas Koperasi yang Aktif
C.
Jumlah UMKM
Berdasarkan Tabel 2. 20 , Jumlah UMKM pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak 9.627 - unit dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 6.942 unit
11.
Penanaman Modal
Penanaman modal di Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan sangat cepat, yang dinilai dari jumlah proyek yang disetujui investor.
Pada tahun 2017, hanya terdapat 11 proyek yang disetujui, namun pada tahun 2020 sudah tercatat sebanyak (Nib) 720 proyek. Dari jumlah ini ada investor yang berskala nasional dan internasional. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Bidang Urusan Pena naman Modal dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagai berikut.
Tabel 2. 21
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Penanaman Modal
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Proyek
11
121
241
Nib 720
1.513
Sumber: Dinas Penanaman Modal Kutai Timur, 2021
59,68
55,21
56
57,21
55,83
54 55 56 57 58 59 60 2017 2018 2019 2020 2021
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 37
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
12.
Kepemudaan dan Olahraga
Kegiatan kepemudaan dan olahraga pembinaan generasi muda dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui penyelenggaraan yang mendorong pemuda untuk lebih produktif dan positif seperti pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat, pen yelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), sehingga diharapkan Kutai Timur menghasilkan pemuda yang berprestasi baik di bidang kepemudaan dan olahraga di tingkat kabupaten hingga internasional. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga ber upaya memenuhi sarana dan prasarana olahraga. Gambaran Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Penanaman Modal Tahun 2017 - 2021 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2. 22
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kepemudaan Dan Olahraga Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Prestasi Olahraga
%
Na
Na
Na
8
61
Sumber: Dinas Pemuda & Olahraga Kutai Timur, 2021
13.
Kebudayaan
Pembangunan kebudayaan bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah serta mempertahankan jati diri dan nilai - nilai budaya daerah. Upaya pelestarian budaya penting untuk dilakukan mengingat semakin derasnya arus informasi dan pengaruh negatif budaya global. Pembangunan seni dan budaya di Kutai Timur terus diupayakan agar dapat meningkatkan pemahaman terhadap nilai budaya. Upaya peningkatan jati diri masyarakat Kutai Timur dalam Penyelenggaraan Festival seni dan budaya, dan Penyelenggaraan Festival keagamaan.
2 | 38
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 2. 23
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang
Urusan Kebudayaan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
Kegiatan
5
6
7
5
6
Penyelenggaraan Festival keagamaan
Kegiatan
1
1
1
1
1
Sumber: Dinas Kebudayaan Kutai Timur, 2021
14.
Perpustakaan
Perpustakaan merupakan sarana yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan milik Kabupaten Kutai Timur juga bertujuan untuk mendorong masyarakat gemar membaca. Hal ini dilakukan dengan menambah jumlah koleksi buku - buku perpustakaan. Upaya tersebut perlu dikembangkan dengan meningkatkan jangkauannya mendekati khalayak sasarannya agar tumbuh budaya literasi di kalangan masyarakat luas. Tabel 2. 24
menunjukkan Persentase Koleksi Judul Buku Agama, Budaya, Sosial di Perpustakaan. Keberadaan
perpustakaan harus ditunjang dengan pengelolaan manajemen secara memadai. Pengelolaan manajemen yang memadai, selain memiliki koleksi pustaka sesuai kebutuhan penggunanya juga harus memiliki dokumentasi aktivitas pokok yang bermanfaat untuk menilai kinerj a perpustakaan dan minat baca masyarakat.
Tabel 2. 24
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Perpustakaan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Koleksi Judul Buku gama, Budaya, Sosial di Perpustakaan
%
Na
Na
Na
70
70
Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur, 2021
2.1.2 .3 Urusan Pilihan
1.
Kelautan dan Perikanan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Kelautan dan Perikanan dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 39
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tabel
2. 25
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Kelautan dan Perikanan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Produksi Perikanan
Ton
8.724,21
9.896,28
10.842,90
8.085,61
6.156
Konsumsi Perikanan
%
40,22
62,26
62,26
40,86
39,15
Jumlah/ jenis bibit/ benih unggul/ komuditi utama
Jumlah
Na
Na
Na
5
3
Sumber: Dinas Kelautan & Perikanan Kutai Timur, 2021
Sektor perikanan adalah salah satu sumber pendapatan masyarakat yang dapat terus ditingkatkan. Hal ini dikarenakan usaha perikanan, mempunyai kaitan luas baik ke industri hulu ( backward linkage ) maupun hilir ( foreword linkage ), dan menyerap banyak tenaga kerja. Perkembangan selama kurun waktu 2 tahun yaitu 2020 hingga 2021, menunjukkan penurunan capaian pada indikator Produksi Perikanan, Konsumsi Perikanan, Jumlah/ jenis bibit/ benih unggul/komoditi utama .
2.
Pariwisata
Pariwisata merupakan salah satu sektor potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dapat memberikan multiplier effect bagi sektor - sektor terkait, seperti pertanian (bunga, buah, perikanan), industri kerajinan, perdagangan (misalnya ruma h makan), dan jasa (penginapan, pemandu wisata, transportasi, dan sebagainya). Berkembangnya sektor tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian yang dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata.
Kabupaten Kutai Timur memiliki beberapa kekayaan alam (hutan, pantai, goa) yang merupakan aset berharga dan potensial untuk dikembangkan, untuk itu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah merencanakan event Sail Sangkulirang 2024 bertema “ Kutai Timur a Mag ic Land and Sail Sangkulirang ” . Selain itu, Kondisi alam Kabupaten Kutai Timur menawarkan berbagai produk wisata yang dapat dikembangkan, antara lain Geowisata
2 | 40
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
(lokasi Karst Sangkulirang - Gua Pengadan), Wisata Pantai (beberapa lokasi yang berada di zona San gatta), Wisata Bahari (pulau Birah - Birahan), Ekowisata (berbagai lokasi di Taman Nasional Kutai), Wisata Budaya Tradisional (desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian (Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko ). Keunggulan daya tarik wisata antara lain lukisan - lukisan berupa gambar, perhiasan, peralatan, patung bahkan guci - guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan. Gua tersebut sejauh ini merupakan satu - satunya gua alami di Indones ia yang memiliki peninggalan pra sejarah. Berdasarkan Tabel 2. 26 , Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2021 pada indikator Objek destinasi wisata meningkat pada tahun 2021 sebanyak 17 obyek wisata.
Tabel 2. 26
Capaian Aspek Pelay anan Umum
Bidang Urusan Pariwisata Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Objek destinasi wisata
Objek
Na
Na
Na
15
17
Jumlah Kelompok Sadar Wisata yang bergerak pada ekonomi kreatif
Kelompok
Na
Na
Na
6
6
Sumber: Dinas Pariwisata Kutai Timur, 2021
3.
Pertanian & Perkebunan
Sektor pertanian dan perkebunan memegang peran penting di Kutai Timur, mengingat sektor tersebut menjadi bagian dari program pemerintah kabupaten yang mengedepankan pengembangan sektor agribisnis. Adapun indikator Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanian, dan Perkebunan meliputi Produksi sektor pertanian, Cakupan Bina Kelompok Tani, Produktivitas Padi, Peningkatan Alat Mesin Pertanian/ peternakan, Produksi sektor perkebunan, Produktivitas perkeb unan.
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 41
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 2. 27
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Urusan Pertanian, dan Perkebunan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Produksi Sektor Pertanian
Ton
Na
Na
Na
37.187
31.365
Cakupan Bina Kelompok Tani
%
23,43
24,43
14,54
21,5
22,05
Produktivitas Padi
%
3,78
3,01
3,5
3,55
4,5
Peningkatan Alat Mesin Pertanian/ peternakan
Unit
Na
Na
Na
0
1.795
Produksi sektor perkebunan
Ton
5.878.728,68
5.279.052,80
5.333.155,44
6.456.662
7.065.173
Produktivitas perkebunan
%
23,62
21,30
19,95
19
20,23
Sumber: Dinas Pertanian, & Dinas Perkebunan Kutai Timur, 2021
Berdasarkan Tabel 2. 27 , Produksi Sektor Pertanian mengalami penurunan sebesar 5.822 ton di angka 31.365 pada tahun 2021. Hal tersebut berbanding terbalik dari Produksi sektor perkebunan yang memiliki trend meningkat setiap tahun mencapai 7.065.173 pada tahun 2021.
4.
Perdagangan dan Perindustrian
Mendorong peningkatan industri kecil dan menengah serta prasarana perdagangan merupakan salah satu cara
dalam menyangga perekonomian di Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan Tabel 2. 28 , Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) meningkat pada tahun 2021 sebesar 1.325 IKM. Adapun indikator Jumlah pasar tidak mengalami perubahan pada rentang waktu 2020 hi ngga 2021 sebanyak 12 pasar.
Tabel 2. 28
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perdagangan, dan Perindustrian Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)
Jumlah
Na
Na
Na
1.265
1.325
Jumlah pasar
Pasar
1
3
10
12
12
Sumber: Dinas Perindustrian & Perdagangan Kutai Timur, 2021
2 | 42
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
2.1.2 .4 Unsur Penunjang Pemerintah
1.
Administrasi Pemerintah
Pada perkembangan tahun 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa capaian Nilai Akuntabilitas Kinerja
berpredikat baik. Berikut merupakan rincian data yang disajikan dalam Tabel 2. 29 .
Tabel 2. 29
Capaian Aspek Pelayanan Umum
Bidang Administ rasi Pemerintah Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Nilai Akuntabilitas Kinerja
Predikat
Na
Na
Na
Baik
Baik
Sumber: Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, 2021
2.
Perencanaan
Dokumen perencanaan daerah diantaranya terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis OPD, Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) dan Rencana Kerja OPD. Gambaran indikator Penj abaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD, dan indikator Tersusunnya dan Terintegrasinya Program Kerja DPRD untuk Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Fungsi Pembentukan PERDA. Dan Fungsi Anggaran dalam Dokumen Rencana 5 Tahunan RPJMD maupun dokumen perenca naan RKPD selama kurun waktu 2017 - 2021 disajikan dalam Tabel 2. 30 .
Tabel 2. 30
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Perencanaan
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD
%
100
100
97,2
83,55
89,5
Tersusunnya dan Terintegrasinya Program Program Kerja DPRD untuk Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Fungsi Pembentukan PERDA. Dan Fungsi Anggaran dalam Dokumen Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
Ada
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 43
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Rencana 5 Tahunan RPJMD maupun dokumen perencanaan RKPD.
Sumber: Bappeda Kutai Timur, 2021
Adanya konsistensi dalam perencanaan pembangunan daerah akan
menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif karena adanya proses pembangunan daerah yang berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga jalan panjang upaya pemerintah untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat akan dapat terwujud secara nyata. Pelaksanaan p erencanaan pembangunan daerah juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
3.
Keuangan
Opini Badan Pemeriksa Keuangan merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang - undangan, dan efektivitas sistem pengendalia n intern. Pada tahun 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa Opini BPK terhadap laporan keuangan berada pada Opini WDP. Berikut merupakan rincian data yang disajikan dalam Tabel 2. 31 .
Tabel 2. 31
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Keuangan Tahun 2017 - 2021
Indikato r
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Opini BPK terhadap laporan keuangan
Opini
WTP
WTP
WTP
WDP
WDP
Sumber: BPKAD Kutai Timur, 2021
4.
Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kutai Timur, pegawai pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus diberikan pelatihan dan peningkatan jenjang pendidikan.
2 | 44
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 2. 32
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kepegawaian, Pendidikan Serta Pelatihan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
%
Na
Na
0,44
1,14
35,00
Rata - rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan
Hari
Na
Na
113
113
260
Sumber: BKPP Kutai Timur, 2021
5.
Penelitian dan Pengembangan
Implementasi
rencana kelitbangan sangat penting, agar dapat memberikan masukan dan solusi guna memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah dalam menetapkan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan implementasi rencana kelitbangan pada tahun - tahun berikutnya.
Tabel 2. 33
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Implementasi Rencana Kelitbangan
%
Na
Na
Na
11,11
50,00
Sum ber: BALIBANG Kutai Timur, 2021
2.1.2 .5 Unsur Pengawasan Urusan Pemerintahan
1.
Pengawasan
Jumlah temuan BPK pada rentang tahun 2020 hingga 2021 mengalami penigkatan masing - masing 15 di tahun 2020 dan 19 temuan pada tahun 2021.
Tabel 2. 34
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Pengawasan Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Jumlah temuan BPK
Jumlah Temuan
Na
Na
Na
15
19
Sumber: Inspektorat Daerah Kutai Timur, 2021
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 45
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
2.1. 2.6
Unsur Pemerintahan Umum
1.
Kesatuan Bangsa dan Politik
Gambaran umum indikator daerah terkait dengan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik dapat dilihat pada Tabel 2. 35 . Indikator Persentase Organisasi Pemuda yang Aktif, dan LSM/Organisasi yang Aktif mengalami peningkatan pada tahun 2021. Sedangkan Persentase Lembaga Kemasyara katan yang aktif pada tahun 2021 sebesar 0 persen.
Tabel 2. 35
Capaian Aspek Pelayanan Umum Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik
Tahun 2017 - 2021
Indikator
Satuan
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
Persentase Lembaga Kemasyarakatan yang Aktif
%
Na
Na
Na
0
0
Persentase Organisasi Pemuda yang Aktif
%
Na
Na
Na
76
82
LSM/Organisasi yang Aktif
Jumlah
345
178
150
260
123
Sumbe r: Kesbangpol Kutai Timur, 2021
2.2
Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD
Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD digunakan untuk melihat capaian tingkat kemajuan dan kesesuaian dengan RPJMD. Hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tersebut dapat dilihat berdasarkan Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program. Urusan Pem erintahan Daerah terdiri dari:
a)
Urusan Wajib Pelayanan Dasar , yaitu:
1)
Pendidikan;
2)
Kesehatan;
3)
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
4)
Sosial;
5)
Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman;
6)
Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat
2 | 46
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
b)
Urusan Wajib Non Pela yanan Dasar , yaitu:
1)
Tenaga Kerja;
2)
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
3)
Pangan;
4)
Pertanahan;
5)
Lingkungan Hidup;
6)
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
7)
Pemberdayaan Masyarakat Desa;
8)
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;
9)
Perhubungan;
10)
Komunikasi dan Informatika
11)
Koperasi dan UKM;
12)
Penanaman Modal;
13)
Kepemudaan dan Olahraga;
14)
Statistik;
15)
Persandian;
16)
Kebudayaan;
17)
Perpustakaan;
18)
Arsip.
c)
Urusan Pilihan , yaitu:
1)
Kelautan dan Perikanan;
2)
Pariwisata;
3)
Pertanian;
4)
Perdagangan;
5)
Perindustrian.
d)
Urusan Penunjang Pemerintahan , yaitu
1)
Administrasi Pemerintahan;
2)
Pengawasan
3)
Perencanaan;
4)
Keuangan;
5)
Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan;
6)
Penelitian dan Pengembangan.
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 47
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
e)
Unsur Pemerintahan Umum
2.2.1.
Capaian Realisasi Pelaksanaan Semester I Tahun 2022 RPJMD Kabupaten
Kutai Timur
2021 -
2026
Secara umum, hasil evaluasi pada setiap misi pembangunan Kabupaten Kutai Timur hingga Semester I tahun 2022 menunjukkan beberapa program telah mulai berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi tersebut akan m enjadi masukan dalam Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 . Evaluasi pelaksanaan program RKPD Kabupat en Kutai Timur hingga tahun 2022
dapat dilihat pada Tabel 2. 36
di bawah ini:
Tabel 2. 36
Capaian Realisasi Pelaksanaan Semester I Tahun 2022 RPJMD Kabupaten Kutai Timur 2021 -
2026
NO
Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Progran (Outcome)
Target Kinerja RKPD Tahun 2022
Realisasi Kinerja RKPD Tahun 2022 Triwulan II
Status Realisasi Kinerja
PD Penanggung Jawab
1
2
3
4
5
6
7
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
Pendidikan
Program Pengelolaan Pendidikan
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
12.9
-
Dinas Pendidikan
Program Pengelolaan Pendidikan
Rata -
Rata Lama Sekolah
9.2
-
Dinas Pendidikan
Program Pengelolaan Pendidikan
Rasio ketersediaan SD/ MI per penduduk
56.48
Dinas Pendidikan
Program Pengelolaan
Pendidikan
Rasio ketersediaan SMP/ MTS per penduduk
53.16
-
Dinas Pendidikan
Program Pengembangan kurikulum
Persentase Sekolah yang menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
Ø SD= 100
-
Dinas Pendidikan
Ø SMP= 91.95
Kesehatan
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Tercapainya Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
100
67,38*
Dinas Kesehatan
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Angka Harapan Hidup
75.11
73.46
Dinas Kesehatan
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Terselenggaranya Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
100
94,81*
Dinas Kesehatan
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Rasio Puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk
0.51
-
Dinas Kesehatan
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
0.02
-
Dinas Kesehatan
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Akreditasi RSUD
Utama
Madya*
RSUD
2 | 48
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
NO
Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Progran (Outcome)
Target Kinerja RKPD Tahun 2022
Realisasi Kinerja RKPD Tahun 2022 Triwulan II
Status Realisasi Kinerja
PD Penanggung Jawab
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Program Pengembangan Jasa Konstruksi
Rasio tenaga terampil yang memiliki sertifikat kompetensi
8.67
6,06*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA)
Persentase irigasi kabupaten dalam kondisi baik
62.28
45,03*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan
Dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Capaian Akses Air Minum Layak
53.81
93,6*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Air Limbah
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang memperoleh layanan pengelolaan air limbah Domestik
76.75
76,45*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengembangan Sistem Dan Pengelolaan Persampahan Regional
Persentase Infrastruktur Pengelolaan Sampah Perkotaan
82.65
75,52*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Drainase
Cakupan wilayah saluran drainase rawan genangan air /Banjir (Perkotaan)
94.86
93,6*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengembangan Permukiman
Rasio Tempat Ibadah per Satuan Penduduk
2.499
2,499*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Penataan Bangunan Gedung
Persentase Bangunan Gedung Perkantoran Kondisi Baik
53.54
52,19*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Penataan Bangunan dan Lingkungannya
Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB
0.346
0,306*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Pengembangan Jasa Konstruksi
Cakupan Penerbitan IUJK
55.73
40,78*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Penyelenggaraan Jalan
Persentase jalan Kabupaten kondisi Mantap
52.84
54,69*
Dinas Pekerjaan Umum
Program Penyelenggaraan Penataan Ruang
Jumlah Perkada RDTR
1 dokumen
1 dokumen*
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
Program Penyelesaian Ganti Kerugian Dan Santunan Tanah Untuk Pembangunan
Persentase antara Luas bidang tanah yang sudah diselesaikan ganti kerugian/jumlah bidang tanah target ganti
kerugian
90
100*
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Program Peningkatan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU)
Persentase perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum)
18.09
13,71*
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Program Peningkatan Pelayanan, Sertifikasi, Kualifiksi, Klasifikasi dan Registrasi Bidang Perumahan Perumahan dan Kawasan Permukiman
Cakupan Penerbitan Ijin Pengembangan
62.86%
94,120*
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Program Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh
Berkurangnya jumlah unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
0.2486
0,2486*
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Program Pengembangan Perumahan
Persentase penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana
0
-
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Program Kawasan Permukiman
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 ha di kabupaten yang ditangani
30,67 % (3 Lokasi SK 2016)
30,67 % (3 Lokasi SK 2016)*
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat
Program Pemberdayaan Dan Pengawasan Organisasi LSM/Organisasi yang Aktif
139
123*
Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 49
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
NO
Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Progran (Outcome)
Target Kinerja RKPD Tahun 2022
Realisasi Kinerja RKPD Tahun 2022 Triwulan II
Status Realisasi Kinerja
PD Penanggung Jawab
Kemasyarakatan
Program Peningkatan Ketenteraman dan Ketertiban Umum
Persentase Penegakan Perda
65.2
57
Satuan Polisi Pamong Praja
Program Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran Dan Penyelamatan Non Kebakaran
Tingkat Waktu
Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
97.83
48.82
Dinas Pemadam Kebakaran
Program Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran Dan Penyelamatan Non Kebakaran
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
97.83
100*
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Sosial
Program Pemberdayaan Sosial
Persentase PMKS yang mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial kelompok maupun perorangan
69.84
66,15*
Dinas Sosial
Program Rehabilitasi Sosial
Persentase PMKS yang memperoleh Rehabilitasi Sosial
34.41
51,19*
Dinas Sosial
Program Perlindungan Dan Jaminan Sosial
Persentase PMKS yang mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial
100
66,15*
Dinas Sosial
Program Penanganan Bencana
Persentase Korban Bencana Kabupaten yang memperoleh perlindungan dan jaminan Sosial
100
100*
Dinas Sosial
Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar
Tenaga Kerja
Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja
Persentase lulusan pelatihan yang memiliki keterampilan/ kompetensi
70
65*
Dinas Tenaga Kerja & Trasmigrasi
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Program Pengarusutamaan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
55.72
55,72*
Dinas Pemberdayaan Perempuan dam Anak
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Program Pemberdaayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat
Persentase Lembaga Kemasyarakatan yang Aktif
20
-
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Pangan
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Penguatan Cadangan Pangan
72
70*
Dinas Ketahanan Pangan
Program Peningkatan Diverisifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Ketersediaan Pangan Utama
44.16
27,41*
Dinas Ketahanan Pangan
Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
90.6
88,8*
Dinas Ketahanan Pangan
Program Peningkatan Diverisifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat
Nilai Tukar Petani (NTP)
109.66
129,93*
Dinas Ketahanan Pangan
Lingkungan Hidup
Program Pengendalian Pencemaran Dan/Atau Kerusakan Lingkungan Hidup
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan
Lahan
77.55
80,76*
Dinas Lingkungan Hidup
Program Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Izin Pembinaan dan Pengawasan terkait 140
16
Dinas Lingkungan Hidup
2 | 50
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
NO
Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Progran (Outcome)
Target Kinerja RKPD Tahun 2022
Realisasi Kinerja RKPD Tahun 2022 Triwulan II
Status Realisasi Kinerja
PD Penanggung Jawab
Lingkungan Dan Izin Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)
ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang
diawasi ketaatannya terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH d yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
Program Pengelolaan Persampahan
Persentase Penanganan Sampah
41.66
31.57
Dinas Lingkungan Hidup
Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil
Program Pendaftaran Penduduk
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
90
89.2
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Program Pencatatan Sipil
Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran 0 - 18 Tahun
92,393,00
92.38
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Program Pengendalian Penduduk
Laju Pertumbuhan Penduduk
4.26
4,2*
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Perhubungan
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)
Jumlah KIR Kendaraan Umum
5000
2556*
Dinas Perhubungan
Program Pengelolaan Pelayaran
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis
4/1/2004
3/ 1/ 3*
Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informasi
Program Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Cakupan Layanan Telekomunikasi
77.37
73,76*
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik
Program Pengelolaan Aplikasi Informatika
Cakupan Layanan Telekomunikasi
77.37
73,76*
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik
Program Penyelenggaraan Statistik Sektoral
Tersedianya sistem data dan statistik yang terintegrasi
ada
-
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik
Program Aplikasi Informatika
Persentase PD yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
25.71
17,14*
Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Program Pengembangan UMKM
Jumlah UMKM yang difasilitasi
50
104*
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Program Pengawasan Dan Pemeriksaan Koperasi
Persentase koperasi yang aktif
57.46
10,00
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil, Dan Usaha Mikro (Umkm)
Jumlah UMKM
7242
9627*
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Penanaman Modal
Program Pengelolaan Data Dan Sistem Informasi Penanaman Modal
investor
berskala nasional (PMDN/PMA)
722
607
Dinas Penanaman Modal dan PTSP
Kepemudaan dan Olahraga
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan
Persentase Organisasi Pemuda yang Aktif
63.49
82*
Dinas Pemuda Olahraga
Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Keolahragaan
Persentase Prestasi Olahraga
38.09
61*
Dinas Pemuda Olahraga
Kebudayaan
Program Pengembangan Kebudayaan
Tokoh Adat yang menerima Insentif
100
-
Dinas Kebudayaan
Program Pengembangan Kesenian Tradisional
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
5
6*
Dinas Kebudayaan
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 51
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
NO
Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Progran (Outcome)
Target Kinerja RKPD Tahun 2022
Realisasi Kinerja RKPD Tahun 2022 Triwulan II
Status Realisasi Kinerja
PD Penanggung Jawab
Program Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Budaya
Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan
43
59*
Dinas Kebudayaan
Perpustakaan
Program Pembinaan Perpustakaan
Persentase Koleksi Judul Buku Agama, Budaya, Sosial di Perpustakaan
73
70%*
Dinas Perpustakaan & Kearsipan
Urusan Pilihan
Kelautan dan Perikanan
Program Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan
Konsumsi Perikanan
41.86
39,15*
Dinas Kelautan dan Perikanan
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Produksi Perikanan
8085.61
6156,004*
Dinas Kelautan dan Perikanan
Pariwisata
Program Peningkatan Daya
Tarik Destinasi Pariwisata
Objek destinasi wisata
15
17*
Dinas Pariwisata
Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jumlah Kelompok Sadar Wisata yang bergerak pada ekonomi kreatif
7
6*
Dinas Pariwisata
Pertanian
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian
Jumlah/ jenis bibit/ benih unggul/ komuditi utama
5
3*
Dinas Pertanian
Program Penyuluhan Pertanian
cakupan bina kelompok tani
21.31
22,05*
Dinas Pertanian
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produktivitas padi
1.71
4,5*
Dinas Pertanian
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Peningkatan Alat Mesin Pertanian/ peternakan
1606
1795*
Dinas Pertanian
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produksi sektor pertanian
40098
31365*
Dinas Pertanian
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produksi sektor perkebunan
6,956,662
2,314,903.00
Dinas Perkebunan
Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian
Produktivitas perkebunan
19
16.34
Dinas Perkebunan
Perdagangan
Program Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan
Jumlah pasar
13
12*
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Perindustrian
Program Perencanaan dan Pembangunan Industri
Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)
1425
1325*
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang
Administrasi Pemerintahan
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Pemuka Agama yang menerima Insentif
595
595*
Sekretariat Daerah
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Penyelenggaraan Festival keagamaan
1
1*
Sekretariat Daerah
Program Dukungan Pelaksanaan Tugas Dan Fungsi DPRD
Tersusunnya dan Terintegrasinya Program Program Kerja DPRD untuk Melaksanakan Fungsi Pengawasan, Fungsi Pembentukan PERDA. Dan Fungsi Anggaran dalam Dokumen Rencana 5 Tahunan RPJMD maupun dokumen perencan aan RKPD
Ada
ada
Sekretariat DPRD
2 | 52
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
NO
Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Progran (Outcome)
Target Kinerja RKPD Tahun 2022
Realisasi Kinerja RKPD Tahun 2022 Triwulan II
Status Realisasi Kinerja
PD Penanggung Jawab
Pengawasan
Program Penyelenggaraan Pengawasan
Jumlah temuan BPK
18
-
Inspektorat Daerah
Perencanaan
Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah
Penjabaran Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD
100
89,50*
Badan perencanaan Pembangunan Daerah
Keuangan
Program Pengelolaan Keuangan Daerah
Opini BPK terhadap laporan keuangan
WTP
-
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
Program Pengelolaan Pendapatan Daerah
Persentase PAD terhadap pendapatan
6.88
3.77
Bapenda
Penelitian dan Pengembangan
Program Penelitian Dan Pengembangan
Persentase implementasi rencana kelitbangan
80
65*
Badan Penelitian dan Pengembengan
Kepegawaian
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
37
10,92*
Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan
Rata - rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan (hari)
260
234*
Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur, 2022
Berdasarkan hasil evaluasi di atas, dari 87 program pri oritas di Kabupaten Kutai Timur
secara keseluruhan masih belum mencapai target. Capaian Program -
program tersebut baru dapat disampaikan pada akhir pelaksanaan dan saat ini baru dalam pro ses tahap kegiatan dari program - program tersebut.
Sedangkan
capaian tujuan dan sasaran pembangunan K abupaten Kutai Timur Tahun 2022 adalah pada tabel berikut :
Tabel 2. 3 7
Capaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
Tujuan /Sasaran
Indikator Kinerja
Target 2022
Capaian Semester I Tahun 2022
Keterangan
Tujuan 1:
Indek Pembangunan Manusia (IPM)
74.56
Menata dan Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mendorong kehidupan masyarakat (SDM) yang berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu (M1.T1)
Sasaran 1:
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
5.73
Meningkatnya taraf hidup masyarakat yang sejahtera (M1.T1.S1)
Tingkat Kemiskinan
9.65
Persentase PAD terhadap pendapatan
6,88
3.37*
Sasaran 2:
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
12,90
Meningkatnya taraf Pendidikan masyarakat (M1.T1.S2)
Rata -
Rata Lama Sekolah
9,2
Sasaran 3:
Angka Harapan Hidup
75,11
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 53
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tujuan /Sasaran
Indikator Kinerja
Target 2022
Capaian Semester I Tahun 2022
Keterangan
Meningkatnya derajat kesehatan (M1.T1.S3)
Sasaran 4:
Persentase Sekolah yang menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
Ø SD= 100
Terwujudnya SDM yang beriman, berakhlak mulia dan Berbudaya (M1.T1.S4)
Ø SMP= 91,95
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
5
Penyelenggaraan Festival keagamaan
1
0
Tujuan 2:
Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB
9.53
Menata Daya Saing Ekonomi Masyarakat berbasis Sektor Pertanian/ Perkebunan/ Perikanan (M2.T1)
Sasaran 5:
Ketersediaan Pangan Utama
44.16
Peningkatan kegiatan perekonomian berbasis sektor pertanian/ perkebunan/ perikanan (M2.T1.S1)
Produksi sektor pertanian
40,098
Produksi sektor perkebunan
6,956,662
Produksi perikanan
8,085.61
Sasaran 6:
Nilai Tukar Petani (NTP)
108,57
Meningkatnya Pendapatan Petani (M2.T1.S2)
Tujuan 3:
Laju Pertumbuhan Ekonomi
2,05
Menata Peran penunjang daya saing ekonomi masyarakat (M2.T2)
Sasaran 7:
Pertumbuhan Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM)
1.425
Meningkatnya Kemampuan Perekonomian di Daerah (M2.T2.S1)
Investor berskala nasional (PMDN/PMA)
722
Tujuan 4:
Indek Pembangunan Desa (IPD)
68,11
Menata semua layanan kebutuhan infrastruktur dasar dan Ekonomi Bagi Masyarakat Secara Proporsional dan Merata (M3.T1)
Indeks Gini
0.344
Sasaran 8:
Persentase jalan Kabupaten kondisi Mantap
52.84
Meningkatnya Konektivitas Antar Wilayah (M3.T1.S1)
Persentase perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum)
18.09%
Sasaran 9:
Capaian Akses Air Minum Layak
53,81
Meningkatnya Infrastruktur Fasilitas Perumahan/ permukiman ) (M3.T1.S2)
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang memperoleh layanan pengelolaan air limbah Domestik
76,75 (1%aman)
Persentase Infrastruktur Pengelolaan Sampah Perkotaan
82,65
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
97,83
Berkurangnya jumlah unit RTLH
0.2486
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 ha di kabupaten yang ditangani
30,67%
(6 Lokasi BA FGD Review SK Kumuh 2021 )
Sasaran 10:
Cakupan Layanan Telekmunikasi
77.37
Meningkatnya Infrastruktur Teknologi dan Informasi (M3.T1.S3)
Sasaran 11:
Rasio ketersediaan SD/ MI per penduduk
56,48
Meningkatnya sarana dan prasarana pendidikan (M3.T1.S4)
Rasio ketersediaan SMP/ MTS per penduduk
53,16
Sasaran 12:
Rasio Puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk
0,51
2 | 54
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Tujuan /Sasaran
Indikator Kinerja
Target 2022
Capaian Semester I Tahun 2022
Keterangan
Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan (M3.T1.S5)
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
0,02
Sasaran 13:
Jumlah pasar
13
Meningkatnya Sarana dan Infrastuktur Pendukung Ekonomi (M3.T1.S6)
Tujuan 5:
Nilai Akuntabilitas Kinerja
Baik
Menata Kelola pemerintahan yang bersih, Efektif, Transparan dan Akuntabel berbasis Elektronik (M4.T1)
Sasaran 14:
Opini BPK terhadap laporan keuangan
WTP
Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan (M4.T1.S1)
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
55,72
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
90,00
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
37,00
Tujuan 6:
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
75,87
Menata kualitas layanan public yang berbasis interoperabilitas (M4.T2)
Sasaran 15:
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
25.71
Meningkatnya kualitas layanan public yang berbasis interoperabilitas dalam pengembangunan wilayah (M4.T2.S1)
Tujuan 7:
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
69.97
Menata dan Mensinergikan Pembangunan yang terintegrasi agar berfungsi optimal (M5.T1)
Sasaran 16:
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan Lahan
77,55
Meningkatnya Sinergitas proses Pengembangan wilayah yang Terintegrasi dan berwawasan lingkungan (M5.T1.S1)
Tujuan 8:
Ketaatan terhadap RTRW
100
100*
Menata dan memanfaatkan ruang secara berkelanjutan (M5.T2)
Sasaran 17:
J umlah Perkada RDTR
1
1*
Meningkatnya Kualitas penyelenggaraan penataan ruang (M5.T2.S1)
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur, 2022
2.2.2.
Capaian Kinerja Triwulan II RKPD Tahun 2022
Capaian kinerja Renstra Perangkat Daerah diperoleh dari pelaksanaan Renja Perangkat Daerah setiap tahun. Oleh karena itu konsistensi pelaksanaan Renstra Perangkat Daerah ke dalam Renja Perangkat Daerah sangat mempengaruhi pencapaian kinerja Renstra Perangkat Daerah.
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 55
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
Table 2.3 8
Realisasi Keuangan dan Capaian Kinerja Semester I (T riwulan II) Perangkat Daerah
terhadap RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
No
Perangkat Daerah
Pagu RKPD
Realisasi RKPD TW I
Realisasi RKPD TW II
Realisasi Keuangan
Realisasi Kinerja
Realisasi Keuangan
Realisasi Kinerja
Rp
%
%
Rp
%
%
1
Dinas Pendidikan
606,052,650,900.00
44,504,766,791.00
7.34
3.00
188,579,848,644.00
31.00
48.00
2
Dinas Kesehatan
402,151,098,038.00
10,942,041,496.00
2.72
-
67,512,646,174.00
28.00
2.00
3
RSUD Kudungga
116,700,000,000.00
6,887,000,445.00
5.90
21,007,220,427.00
4
Dinas Pekerjaan Umum
410,071,281,281.00
3,822,522,098.00
0.93
1.00
29,884,788,109.00
7.00
9.00
5
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
101,764,015,500.00
1,317,785,633.00
1.29
4.00
6,970,101,238.00
6.00
9.00
6
Satuan Polisi Pamong Praja
11,156,600,000.00
971,108,971.00
8.70
1.00
3,062,651,929.00
27.00
50.00
7
Dinas Pemadam Kebakaran
15,348,200,000.00
2,244,551,513.00
14.62
16.00
4,850,412,367.00
31.00
22.00
8
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
99,385,000,000.00
457,452,897.00
0.46
-
2,154,604,053.00
1.00
1.00
9
Dinas Sosial
34,721,200,000.00
1,246,397,948.00
3.59
10.00
3,453,250,676.00
9.00
5.00
10
DinasTenaga Kerja dan Transmigrasi
15,800,000,000.00
908,041,738.00
5.75
-
4,255,989,968.00
29.00
6.00
11
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
7,480,100,000.00
683,915,315.00
9.14
-
2,144,353,893.00
28.00
12.00
12
Dinas Ketahanan Pangan
10,430,075,000.00
974,086,628.00
9.34
1.00
3,513,468,850.00
33.00
8.00
13
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang
45,000,000,000.00
1,279,500,358.00
2.84
-
19,297,814,162.00
3.00
16.00
14
Dinas Lingkungan Hidup
122,544,810,300.00
2,416,615,540.00
1.97
-
8,343,341,859.00
6.00
5.00
15
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
12,156,026,000.00
876,894,862.00
7.21
1.00
2,918,936,164.00
23.00
3.00
16
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
19,348,897,546.00
1,135,866,704.00
5.87
1.00
5,771,534,807.00
31.00
11.00
17
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
14,775,468,600.00
1,081,167,032.00
7.32
-
4,226,906,133.00
7.00
3.00
18
Dinas Perhubungan
18,081,950,000.00
1,474,403,182.00
8.15
3.00
3,881,945,543.00
21.00
15.00
19
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian
18,189,635,160.00
1,262,026,399.00
6.94
44.00
6,517,488,010.00
39.00
44.00
20
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah
9,782,904,000.00
1,153,091,477.00
11.79
12.00
2,639,713,182.00
26.00
34.00
21
Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu
12,223,623,400.00
1,273,007,974.00
10.41
3.00
3,480,426,715.00
28.00
3.00
22
Dinas Pemuda dan Olahraga
19,299,050,000.00
1,360,226,382.00
7.05
3.00
4,353,007,787.00
29.00
5.00
23
Dinas Kebudayaan
10,135,327,940.00
1,055,765,604.00
10.42
5.00
2,627,566,702.00
25.00
5.00
24
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
15,605,800,000.00
1,609,422,909.00
10.31
4.00
4,635,621,056.00
28.00
7.00
25
Dinas Kelautan dan Perikanan
17,597,309,500.00
1,242,444,120.00
7.06
-
4,017,799,019.00
22.00
4.00
26
Dinas
Pariwisata
14,537,134,352.00
692,583,388.00
4.76
-
3,963,653,148.00
40.00
6.00
27
Dinas Pertanian
62,133,457,662.00
5,939,760,927.00
9.56
-
17,929,920,111.00
30.00
-
28
Dinas Perkebunan
15,899,783,160.00
1,160,666,283.00
7.30
1.00
3,745,923,927.00
20.00
5.00
29
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
14,784,466,732.00
1,623,143,924.00
10.98
-
5,380,532,561.00
36.00
3.00
30
Sekretaris Daerah Kab. Kutai Timur
217,458,750,000.00
4,967,683,811.00
2.28
1.00
70,650,489,788.00
37.00
16.00
31
Sekretaris Dewan Sekretariat DPRD
117,088,390,660.00
9,754,816,274.00
8.33
1.00
24,222,251,852.00
26.00
36.00
32
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
34,036,820,236.00
2,360,550,673.00
6.94
13.00
5,734,110,196.00
18.00
8.00
33
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
49,741,507,503.00
9,008,394,697.00
18.11
2.00
86,705,412,912.00
183.00
3.00
34
Badan Pendapatan Daerah
40,547,561,600.00
1,690,079,452.00
4.17
10.00
7,547,046,922.00
17.00
12.00
2 | 56
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
No
Perangkat Daerah
Pagu RKPD
Realisasi RKPD TW I
Realisasi RKPD TW II
Realisasi Keuangan
Realisasi Kinerja
Realisasi Keuangan
Realisasi Kinerja
Rp
%
%
Rp
%
%
35
Sekretariat KORPRI
3,171,603,276.00
252,733,448.00
7.97
1.00
1,044,996,115.00
30.00
30.00
36
Badan Kepegawaian, Pendidikan & Pelatihan
19,220,000,000.00
1,925,585,004.00
10.02
4.00
6,162,468,447.00
28.00
8.00
37
Badan Penelitian & Pengembangan
9,815,000,000.00
613,413,928.00
6.25
-
1,490,078,838.00
16.00
7.00
38
Inspektorat Daerah
20,822,128,280.00
2,171,665,005.00
10.43
6.00
7,102,594,279.00
10.00
8.00
39
Kantor Camat Sangatta Selatan
11,025,404,055.00
706,668,228.00
6.41
13.00
2,217,693,415.00
20.00
16.00
40
Kantor Camat Sangatta Utara
11,166,501,000.00
585,451,658.00
5.24
-
2,807,753,563.00
-
-
41
Kantor Camat Bengalon
5,447,129,510.00
708,910,608.00
13.01
10.00
1,848,120,749.00
44.00
15.00
42
Kantor Camat Kaliorang
5,615,865,145.00
604,152,996.00
10.76
-
1,494,548,686.00
37.00
9.00
43
Kantor Camat Muara Wahau
6,969,942,300.00
719,793,281.00
10.33
3.00
1,819,076,306.00
10.00
-
44
Kantor Camat Kongbeng
5,978,963,760.00
421,861,218.00
7.06
7.00
1,601,828,553.00
14.00
6.00
45
Kantor Camat Muara Ancalong
7,251,953,800.00
555,086,861.00
7.65
8.00
2,457,797,400.00
41.00
21.00
46
Kantor Camat Batu Ampar
4,594,167,300.00
422,322,581.00
9.19
8.00
1,149,200,830.00
-
-
47
Kantor Camat Telen
6,153,457,000.00
372,481,165.00
6.05
3.00
1,726,506,073.00
-
-
48
Kantor Camat Busang
5,068,000,000.00
301,938,427.00
5.96
-
1,290,187,550.00
-
-
49
Kantor Camat Teluk Pandan
6,269,401,800.00
454,183,854.00
7.24
2.00
1,788,687,525.00
35.00
14.00
50
Kantor Camat Rantau Pulung
3,909,480,000.00
328,211,723.00
8.40
3.00
1,581,785,545.00
40.00
11.00
51
Kantor Camat Kaubun
4,340,200,000.00
244,920,677.00
5.64
7.00
1,479,625,706.00
28.00
12.00
52
Kantor Camat Sangkulirang
7,007,630,600.00
760,040,264.00
10.85
4.00
1,799,988,842.00
25.00
9.00
53
Kantor Camat Muara Bengkal
8,777,065,440.00
617,287,666.00
7.03
2.00
2,581,066,884.00
-
-
54
Kantor Camat Long Mesangat
5,008,499,420.00
470,335,076.00
9.39
1.00
1,767,032,727.00
40.00
9.00
55
Kantor Camat Karangan
4,676,719,000.00
261,741,744.00
5.60
13.00
786,383,119.00
-
-
56
Kantor Camat Sandaran
6,151,619,200.00
506,639,214.00
8.24
31.00
1,254,652,321.00
28.00
63.00
57
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
11,386,173,352.00
879,498,724.00
7.72
4.00
3,466,434,709.00
30.00
11.00
Total
2,911,855,799,308.00
144,262,706,795.00
4.95
4.82
686,699,287,066.00
23.58
11.88
Sumber: Bappeda Kabupaten Kutai Timur, 2022
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh gambaran antara lain:
a.
Realisasi keuangan RKPD pada Triwulan I Tahun 2022 adalah Rp.144,262,706,795 atau 4,95%.;
b.
Realisasi keuangan RKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2022 adalah Rp. 686,6 99,287,066.00, -
atau 23.58%;
c.
Capaian kinerja RKPD berdasarkan hasil evaluasi Triwulan I Tahun 2022 adalah 4.82%; dan
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 57
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
d.
Capaian kinerja RKPD berdasarkan hasil evaluasi Triwulan II Tahun 2022 adalah adalah 11,88%.
2.2.3.
Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Pencapa ian Kinerja
Salah satu hasil dari pelaksanaan pengendalian dan evaluasi adalah identifikasi terhadap faktor pendorong dan faktor penghambat pencapaian kinerja. Informasi tentang hal ini menjadi bahan masukan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan da erah di masa mendatang.
1.
Faktor pendorong yang dimuat dalam laporan yang perlu untukdiperhatikan adalah sebagai berikut:
a.
Peningkatan upaya menggali potensi penambahan pendapatan daerah.
b.
Percepatan penyelesaian penetapan status kelembagaan unit pelayanan te knis beberapa perangkat daerah.
c.
Percepatan penyelesaian masalah penanganan Pandemi Covid - 19.
d.
Ketersediaan instrument sistem aplikasi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung proses perencanaan dan penganggaran.
2.
Faktor penghambat yang dirasakan dalam pela ksanaan program/ kegiatan adalah:
a.
Pandemi Covid - 19 yang memberikan dampak disetiap sektor pembangunan dan pelaksanaan program/kegiatan.
b.
Rasionalisasi anggaran untuk penanganan Pandemi Covid - 19 berakibat pada perubahan target capaian program dan kegiatan ya ng akhirnya difokuskan pada penanganan Covid - 19 tersebut.
c.
Keterbatasan waktu dan jumlah SDM pendamping dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran menyebabkan masih terdapat ketidakselarasan beberapa program dan kegiatan antara dokumen RKPD/Renja - PD, APBD dan program dan kegiatan pada dokumen RPJMD/Rens tra - PD.
d.
Adanya perubahan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang mempengaruhi pelaksanaan program kegiatan sehingga menyebabkan inkonsistensi antara perencanaan dengan pelaksanaan, tidak terkecuali pada tahap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
2 | 58
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
e.
Keterlamb atan penerbitan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan program kegiatan dari kementerian terkait.
f.
Keterbatasan sumberdaya aparatur dimasing - masing Perangkat Daerah (PD) dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran dalam perumusan target kinerj a dan evaluasi.
g.
Daya serap anggaran rendah karena masih terdapat permasalahan pergeseran/revisi anggaran, keterlambatan pengadaan barang dan jasa atau lelang, kondisi iklim dan kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan perkiraan pada saat merencanakan, p embebasan tanah atau lahan belum dapat dilaksanakan dengan cepat serta konflik sosial lainnya.
Hasil pengendalian dan evaluasi yang diperoleh menjadi salah satu alasan untuk melakukan perubahan Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 dan Renja Pe rangkat Daerah Tahun 2022, dimana seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur perlu melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan dan melaporkannya secara tertib kepada kepala daerah melalui Bappeda Kabupat en Kutai Timur sebagaimana diamanatkan peraturan perundangan. Bappeda menindaklanjuti hasil pengendalian dan evaluasi untuk memastikan terwujudnya visi dan misi pembangunan daerah.
2.2.4.
Kesimpulan
1.
Kesesuaian program RPJMD/Renstra dengan RKPD/Renja pada tahun 2022 sebesar 86.59%, terdapat 147 program yang konsisten, dan 8
program yang masih inkonsisten ;
2.
Kesesuaian kegiatan RPJMD/Renstra dengan RKPD/Renja pada tahun 2022 sebesar 54.46%, terdapat 251 kegiatan yang konsisten, dan 36 kegiatan yang masih inkonsisten ;
3.
Rata - rata capaian kinerja kegiatan RKPD pada Triwulan II Tahun 2022 sebesar 11,88% untuk pencapaian target output dan realisasi pendanaan/keuangan sebesar 23.58% ;
BAB I I
EVALUASI HASIL PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN 2022
2 | 59
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur
tahun 2022
4.
Penyusunan dokumen perencanaan ditahun 2022 yang disesuaikan dengan kemampuan pendanaan dan
beberapa hal mendasar lainnya, meliputi:
a.
Merencanakan upaya peningkatan potensi penambahan pendapatan daerah, untuk pencapaian target standar pelayanan minimal pada 6 (enam) urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang terdiri
dari bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman, bidang ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, dan bidang sosial;
b.
Penyesuaian arah kebijakan pembangun an daerah yang mendukung prioritas nasional antara lain terkait dengan memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan; mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan; meningkatkan sumber daya man usia berkualitas dan berdaya saing; revolusi mental dan pembangunan kebudayaan; memperkuat infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar; membangun lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim; serta memperkuat stabilitas Polhukhankam dan tra nsformasi pelayanan publik.;
c.
Penyesuaian target kinerja antara untuk Pemenuhan target pembangunan agar dapat mencapai target yang ditetapkan pada RPJMD Kabupaten Kutai Timur 2021 - 2026 .
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 1
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
B AB 3
ARAH KEBIJAKAN EKONOMI
DAERAH
3.1
Perubahan Kerangka Ekonomi Daerah
Pandemi Covid - 19 yang masih terjadi di indones i a
dan mengalami peningkatan di di akhir bulan juni tahun 2021, memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia. T idak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga berdampak pada kestabilan perekonomian . Lembaga internasional memprediksikan bahwa p erekonomian mengalami kontraksi
pertumbuhan jauh lebih parah dibandingkan fluktuasi pertumbuhan pada saat krisis keuangan tahun 1998 . Pandemi ini menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi baik dari sisi supply
(pelaku produsen) maupun dari sisi demand
(pelak u rumah tangga). Keadaan tersebut memerlukan strategi p emulihan ekonomi yang cepat dan tepat .
Berikut merupakan
uraian dinamika perubahan indikator, asumsi makro ekonomi serta pengaruhnya terhadap kerangka ekonomi Kabupaten Kutai Timur.
3.1.1
Pe rkembangan Perekonomian Global
Analisis kondisi lingkungan global khususnya di bidang ekonomi menjadi aspek penting memahami dinamika ekonomi tahun 2023. Perkembangan ekonomi lokal Kutai Timur sangat terkait dengan dinaika ekonomi global. Apalagi Kutai Timur memilik i aset ekonomi strategi penghasil CPO dan tambang batubara. Fluktuasi harga CPO dan ekspor batubara sangat sensitif bagi perekeonomi masyarakat Kutai Timur. Beberapa kondisi perekonomian global yang perlu dicermati sebagai berkut:
a.
Perlambatan
Pertumbuhan Ekonomi Global
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyebutkan produk domestik bruto (PDB) global pada 2022 akan mengalami pertumbuhan sebesar 3 persen pada 2022 (OECD, 2022a) . Sebelumnya, OECD terlah memprediksi pertumbuhan sebesar 4,5
persen pada Desember 2021. OECD sebagai organisasi yang mewakili 38 negara maju memperkirakan inflasi menyerang negara - negara maju meningkat dua kali lipat. Negara - negara seperti
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 2
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Amerika Serikat, Australia, Jepang, serta beberapa negara - negara Eropa akan mengalami inflasi hingga mencapai 8,5 persen (OECD, 2022b) . Kondisi ini menunjukan nilai inflasi tert inggi sejak tahun 1988.
Sumber: Diolah dari Internatio nal Monetary Fund, 2022
Gambar 3.1 . Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Perlambatan ekonomi global selain akibat pukulan dampak Pandemi Covid - 19 juga sangat terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat, sementara i nflasi mengalami peningkatan lebih tinggi. Sebelum invasi ini terjadi, prakiraan ekonomi global untuk tahun 2022 - 2023 tampaknya akan membaik (Kemenkeu, 2022) . Pertumbuhan ataupun in flasi diperkirakan kembali normal setelah dunia diterpa pandemi Covid - 19. Laporan World Economic Outlook
(WEO) International Monetary Fund
(IMF ) (2022b)
menunjukkan perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4% di 2022 atau turun - 0,5 percentage points
dibandingkan WEO Oktober 2021 dan 3,8% di 2023.
b.
Fluktuasi
Harga CPO Global
Harga minyak sawit mentah atau CP O melonjak tinggi hingga mencapai rekor tertinggi pada April 2022. Harga CPO menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa pada perdagangan di level RM7.638,69 per ton. Apabila dibandingakan dengan tahun - tahun sebelumnya harga minyak sawit mentah saat ini me ngalami
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 3
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
tren kenaikan yang sangat berarti. Namun paska April 2022, harga CPO mengalami pelemahan.
Sumber: Investing.com, 2022
Gambar 3.2 . Harga CPO Internasional
Banyak faktor pemicu kenaikan dan penurunan harga CPO ini. Keterbatasan pasokan dari negara - negara produsen utama, seperti Malaysia dan Indonesia menujukan kenaikan harga CPO. Diketahui, harga
CPO sempat menembus lebih dari RM 7.000 per ton saat pemerintah Indonesia mengumumkan larangan ekspor CPO untuk mengamankan bahan baku minyak goreng dalam negeri (IDX, 2022) .
Kondisi lingkungan global juga
turut berpengaruh dalam tren fluktuasi Harga CPO, seperti konflik Rusia - Ukraina, penutupan ekspor minyak bunga matahari, tingginya harga minyak kedelai, dan pemotongan bea masuk impor sawit India (Reuters, 2022) . Sebenarnya, pengaruh global tidak hanya menyasar harga minyak sawit mentah namun fluktuasi juga terjadi pada harga minyak mentah dan gas (migas) serta beberapa komoditas lainnya.
Flutuasi harga CPO membuat kalkulasi keuntungan industri sawit tidak bisa dipastikan. Seperti apa yang terjadi di Indonesia. Meski seriring harga CPO yang terus naik ternyata industri sawit mengeluhkan ongkos produksi ikut menjadi mahal. Kenaikan harga pupuk membuat selisih antara pendapatan dan ongkos produksi tetap tipis (Kompas, 2022) . Ketergantungan bahan baku Pupuk dari luar
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 4
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
negeri membuat Indoensia menjadi sangat tergantung. Harga amonia di Eropa naik akibat beban energinya sebagian besar ditopan g oleh produksi Rusia. Kondisi ini jelas memperparah kondisi pasokan pupuk global.
c.
Tren Kenaikan Harga Batu Bara Dunia
Harga batu bara dunia mengalami lonjakan hingga empat kali lipat seiring kekhawatiran akan dampak perang Rusia ke Ukraina (Databoks, 2022) . Akibat sanksi embargo ekonomi menyebabkan harga batu bara naik 18,8 persen pada awal April 2022 (Bisnis, 2022) . Harga batu bara diproyeksikan akan terus naik pada pertegahan April 2022 hingga melewati level US$300 per ton (Bisnis, 2022) .
Tidak di pungkiri, Eropa sangat bergantung pasokan energi dari Rusia. Dalih invasi Rusia ke Ukraina membuat Eropa sepakat memberikan sanksi embargo ekonomi kepada Rusia. Meski sanksi ini tidak menguntungkan bagi Eropa sendiri, namun komitmen terhadap HAM dan solida ritas kemanusiaan korban perang membuat embargo kepada Rusia harus dijatuhkan. Larangan ekspor batubara Rusia berlaku efektif pada Agustus 2022.
Gambar 3.3
T ren Kenaikan Harga Batu Bara
(sumber; diolah dari Databoks Databoks, 2022)
Rusia mengekspor lebih dari 200 juta ton batu bara pada tahun 2021, menyumbang 17 persen dari ekspor batu bara global dan hampir 50 juta ton ke Eropa (Bisnis, 2022) . Dengan diberlakukannya embargo tersebut, Eropa harus mencari pemasok baru. Embargo batu bara Rusia oleh Eropa berpotensi menguntungkan Indonesia. Seharusnya, momentu m ini dapat dimanfaatkan
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 5
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
produsen batu bara Indonesia untuk menembus pasar Eropa. Meskipun ada beberapa persoalan terkait dengan perbedaan kualitas (kalori) batu bara produksi Indonesia dengan kebutuhan batu bara di pasar Eropa. Selain itu juga jarak angku t Indonesia dan Eropa dinilai sangat jauh mebuat “ongkos angkut” menjadi lebih mahal dibanding Afrika Selatan, Kolombia dan Amerika Serikat
3.1.2
Kondisi Perekonomian Kawasan/Regional
Mitigasi perkembangan ekonomi kawasan/regional sangatlah penting dilakukan unt uk memahami dampak ekonomi di Kutai Timur. Terutama, uapaya mencermarti perubahan peta ekonomi kawasan Asia Tenggara yang telah bergeser ke kepentingan ekonomi China. Sejak program OBOR dan berlanjut pada BRI, investasi China sangatlah masif di Asia Tengg ara. Berikut beberapa kondisi perekonomian kawsasan yang perlu dicermati:
a.
Jalur Kereta Cepat China - Laos
China sangat berambisi membangun rel kereta cepat di Asia Tenggara. Kawasan ini menjadi target penting bagi perkembangan bisnis dan energi masa depan Ch ina. Salah satu kata kunci adalah “konektivitas” ekonomi untuk membangun kesejahteraan bersama. Jalur kereta cepat China - Singapura yang melewati Laos, Thailand dan Malaysia itu total mencapai 3.600 km (Antara, 2022) . Proyek ini diawali dengan pembangunan kereta cepat yang beropasi di Laos yang menghubungkan Vientiane ke Boten sejauh 414 Km.
Sebenarnya, China bukan negara pertama yang menginginkan konektivitas ekonomi Asia Tenggara dengan kereta api. Inggris dan Prancis ketika mengkolonisasi Asia Tenggara juga sudah memiliki proyeksi serupa. Namun persoalan politik dan konflik di masing - masing negara belum tuntas menjadi kendala dalam merealisasikan proyek tersebut.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 6
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Sumber : BBC (BBC, 2021)
Gambar 3.4 . Proyek Konektivitas Ekonomi Chinda di Asia Tenggara
Lebih jauh lagi, jalur kereta cepat ini dapat dipahami sebagai kepentingan strategis China ingin memperluas pengaruh ekonomi dan politiknya di Asia Tenggara. Setelah infrastruktur transportasi ini dibangun, selanjutnya China akan berupaya untuk memperluas akses pasar untuk barang - barang industri buatan dalam negeri mereka. Harapannya, perluasan akses pasar akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di sepanjang wilayah yang dilalui jalur kereta. Konektivitas China - Asia Tenggara pada akhirnya menempa tkan posisi China untuk menjadi pusat ekonomi dunia baru.
b.
Pengaruh Amerika Serikat –
Negara Asean Kembali Menguat
Amerika Serikat kembali membuat komitmen dengan Asia Tenggara dalam KTT Khusus AS - ASEAN yang diselenggarakan
di Gedung Putih pada pertengahan Mei 2022. Sebelumnya Presiden Barak Obama juga menginisiasi KTT Khusus AS - ASEAN, namun komitmen ini sempat melemah pada kepemimpinan Presiden Trump. Perluasan pengaruh China yang mulai menguat di Asia Tenggara menjadi tantangan bagi Amerika. Presiden Bidd en berupaya untuk menguatkan kembali posisi Amerika di Asean. Ia mengaskan dan menggarisbawahi pentingnya kerja sama AS - ASEAN dalam memastikan keamanan, kemakmuran, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam KTT Khusus AS - ASEAN (Embassy, 2022) .
KTT atau ASEAN - US Special Summit
berhasil menyepakati secara prinsip peningkatan kemitraan ASEAN - Amerika Serikat dari kemitraan strategis menjadi
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 7
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
kemitraan strategis komprehensif (Kontan, 2022) . Komitmen kedua belah pihak dalam ASEAN - US J oint Vision Statement dituangkan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Komitmen hasil KTT tersebut di antaranya (Kontan, 2022) : pertama penguatan kerja sama pemulihan pandemi dan keamanan kesehatan guna memperkuat resiliensi atau ketahanan kesehatan kawasan melalui program ASEAN - US Health Futures Initiative . Kedua,
peningkatan kerja sama ekonomi dan konektivitas, antara lain untuk memfasilitasi penguatan rantai pasok dan konektivitas kawasan untuk peralatan medis, obat - obatan, vaksin, komoditas pertanian. Ketiga, peningkatan kerja sama dalam menanggulangi perubahan iklim melalui program US - ASEAN Climate Futures.
Tidak semata urusan ekonomi dan lingkungan, hasil KKT juga menyepakati komitmen yang keempat, peningkatan kerja sama pendidikan termasuk penguatan kolaborasi universitas dan perusahaan. Pogram the Billion Fut ures
dialokasikan peningkatan pembangunan pendidikan, pelatihan guru, dan promosi pengarusutamaan gender. Selanjutnya, komitmen yang kelima, peningkatan kerja sama maritim melalui ASEAN - led mechanisms dalam bentuk memperkuat koordinasi antar maritime law e nforcement agency
di bidang maritime domain awareness, search and rescue , keamanan maritim dan pemberantasan IUU ( illegal, unrepo rted, and unregulated) fishing.
c.
Rivalitas Produksi dan Pasar antara Indonesia dan Malaysia
Malaysia dinilai oleh sejumlah pihak menjadi tolak ukur dunia terkait stok global produk CPO dan turunannya. Sisi lebih dari penilaian ini memahami Malaysia dipandang piawai dalam menyajikan data - data terkait produksi sawit, harga dan stok yang lebih up - to date dibanding Indonesia. Meskipun, secara luas lahan Indonesia jauh lebih luas dibanding dengan lahan Malaysia.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 8
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 3.1.
perbandingan luas lahan sawit (Ha)
Sumber: (CPOPC, 2021)
Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang mendominasi pasar CPO dunia. Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pada tahun 2017, total lahan sawit di Indonesia mencapai 14,04 juta Ha (Kementan, 2017) , sedangkan Menurut data The United States Department of Agriculture
(USDA) atau Kementerian Pertanian Amerika Serikat, Malaysia memiliki 5,3 juta Ha (Triatmojo, 2019) . Sedangkan data CPOPC (2021)
menyebutkan luas lahan sawit Indonesia pada 2021 sebesar 13,55 juta Ha
dan luas lahan Malaysia sebesar 5,740 juta Ha.
Tabel 3.2
Perbandingan produksi sawit (ton)
Sumber: (CPOPC, 2021)
Keunggulan luas lahan sawit di Indonesia tidak diimb angi dengan produktivitas lahan yang baik. Malaysia memiliki produktivitas lahan sawit sebesar 3,96 ton/Ha.tahun, sedangkan Indonesia hanya memiliki produktivitas lahan sawit sebesar 2,70 ton/Ha.tahun (Triatmojo, 2019) . Data pembanding yang tertera pada
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 9
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
data CPOPC (2021)
menerangkan meski luas lahan dan produksi sawit Indonesia jauh lebih unggul dibanding Malaysia, namun perbandingan produktivitasnya berbanding tidak begitu besar perbedaannya. Bahkan, pada tahun 2020, Malaysia mampu mengun gguli produktivitas sawit Indonesia.
Sumber: diolah kembali (CPOPC, 2021)
Gambar 3.5 . Perbandingan produktivitas sawit (jutaton/ha) per tahun
Indonesia dan Malaysia kini terus bersaing ketat guna memenangkan sejumlah pasar atas produksi minyak sawit keduanya yang mencapai 85 persen produksi global. Saat ini, Indonesia dan Malaysia terlibat perang pajak ekspor yang dirancang untuk mendorong penjualan minyak sawit dari masing - masing negara. Persaingan dua negara produsen minyak sawit terbesar dunia ini diprediksi dapat meningkatkan konsumsi minyak sawit global dalam beberapa tahun ke depan.
3.1.3
Kondisi Perekonomian Nasional dan Provinsi Kalimantan Timur
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang paling resilien, dimana Bank Dunia meprediksi akan berada ditingkat 5,1 % untuk tahun 2022 atau hanya turun 0,1 pp dari proyeksi sebelumnya, dimana proyeksi outlook
Pemerintah yakni 4,8 % -
5,5%. Kondis i ini didorong oleh kenaikan harga komoditas. Indonesia merupakan sedikit negara yang dapat mengembalikan output
ke level prapandemi covid 19 sejak tahun 2021. (Kementerian Keuangan, 2022)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III - 2021 berhasil tumbu h positif sebesar 3,51% (YoY) atau 1,55% (QtQ), melanjutkan pertumbuhan positif sebelumnya dari Triwulan II - 2021. Respon cepat Pemerintah dalam mengendalikan lonjakan kasus varian delta pada awal Triwulan III - 2021 dapat memperkuat kembali momentum pemuliha n ekonomi nasional.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 10
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Pulihnya kepercayaan masyarakat secara cepat dalam melakukan aktivitas ekonomi, menjadikan momentum pemulihan di sisi demand and supply
tetap terjaga. Percepatan realisasi dari hasil refocusing
anggaran Program PEN yang mengikuti dinami ka pandemi selama Triwulan III - 2021 juga telah mendorong konsumsi Pemerintah untuk tumbuh mencapai 0,66% (YoY).
Selanjutnya, situasi pandemi yang mulai terkendali telah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 1,03% (YoY) dan konsumsi Lembaga Non - Profit yang Melayani Rumah Tangga tumbuh sebesar 2,96% (YoY). Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh sebesar 3,74% (YoY) sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi dunia usaha. Efektivitas penerapan kebija kan PPKM dan akselerasi vaksinasi menjadi penopang utamanya.
Pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas global juga mendorong aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Ekspor tumbuh sebesar 29,16% (YoY) dan impor tumbuh sebesar 30,11 % (YoY) pada Triwulan III - 2021. Neraca perdagangan Indonesia juga terus berlanjut mengalami surplus selama 17 bulan berturut - turut, hingga akhir September 2021. Strategi kebijakan Pemerintah selama pandemi dalam menjaga pasokan ekspor kedua komoditas utama , yakni batubara dan CPO, turut memberikan kontribusi positif. Selain itu, terjaganya ketersediaan pasokan dalam negeri juga menjadi kunci menjaga momentum ekspor di tengah kenaikan harga.
Penguatan permintaan domestik pasca lonjakan kasus varian delta ber hasil mendorong kinerja di beberapa sektor utama pada Triwulan III - 2021. Sektor Industri Pengolahan sebagai kontributor terbesar Produk Domestik Bruto tumbuh positif sebesar 3,68% (YoY). Sektor utama lainnya juga tumbuh signifikan, antara lain Sektor Perda gangan dan Pertambangan yang masing - masing tumbuh sebesar 5,16% (YoY) dan 7,78% (YoY). Sementara, sektor transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan mamin mengalami kontraksi akibat pengetatan kebijakan PPKM sebagai upaya mitigasi lonjakan kasus varia n delta di awal Triwulan III - 2021. Sektor informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan yang memiliki peranan penting pada masa pandemi juga kembali melanjutkan penguatan pertumbuhan.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 11
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Sektor jasa kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi di Triwulan II I - 2021, yakni sebesar 14,06% (YoY).
Pulihnya berbagai sektor usaha di Triwulan III - 2021 juga mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja. Per Agustus 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 67,80% dan Tingkat Pengangguran Terbuka menu run menjadi 6,49%, lebih baik dibandingkan tahun 2020. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar. Selain itu, keyakinan dunia usaha untuk mulai merekrut pegawai juga tercermin dari penin gkatan persentase komposisi penduduk bekerja di kegiatan formal sebesar 1,02% (dibandingkan Agustus 2020). Secara umum, upaya pengendalian pandemi telah berhasil menurunkan jumlah penduduk usia kerja yang terdampak Covid - 19 menjadi sebesar 21,32 juta orang
di Agustus 2021, lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Secara spasial, mayoritas wilayah di Indonesia melanjutkan pertumbuhan positif pada Triwulan III - 2021. Pulau Jawa dan Sumatera sebagai kontributor perekonomian nasional masing - masing mampu tumbuh positi f sebesar 3,03% (YoY) dan 3,78% (YoY). Pencapaian ini juga terjadi pada pulau Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua. Hanya pulau Bali dan Nusa Tenggara yang masih mengalami kontraksi sebesar - 0,09% (YoY) yang diakibatkan belum pulihnya sektor pariwi sata sebagai dampak pembatasan aktivitas masyarakat.
Untuk prospek ke depan, sejalan dengan konsistensi penurunan kasus harian Covid - 19 yang terus terjadi, Pemerintah melakukan pelonggaran PPKM secara lebih luas namun tetap dalam pengawasan dan penerapan p rotokol Covid - 19 secara disiplin. Kondisi yang kondusif ini memungkinkan permintaan bertumbuh dan perekonomian terus mengalami pemulihan. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada beberapa indikator utama yang menunjukkan prospek baik bagi ekonomi.
Le bih lanjut, peningkatan efektivitas pengendalian Covid - 19 dan berlanjutnya berbagai program pemulihan ekonomi diperkirakan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi. Dengan demikian, permintaan domestik pada sisa akhir tahun 2021 akan tetap menguat, seperti
yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang terus membaik serta penjualan kendaraan bermotor yang diperkirakan tetap
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 12
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
tumbuh. Sejalan dengan itu, aktivitas dunia usaha juga diperkirakan akan terus membaik, tercermin dari pertumbuhan PMTB yang cukup tinggi, bahkan level Purchasing Managers Index
(PMI) Indonesia pada Oktober 2021 telah menembus rekor tertinggi sejak April 2011 dengan berada di level ekspansif sebesar 57,2. Level PMI Indonesia menggambarkan kondisi aktivitas usaha yang kembali menggelia t di seluruh sektor manufaktur Indonesia. Level PMI Indonesia tersebut juga lebih tinggi dibanding negara - negara di ASEAN lainnya, seperti Malaysia (52,2), Vietnam (52,1), Thailand (50,9), dan Myanmar (43,3).
Prospek baik perekonomian Indonesia ke depan ju ga didukung oleh kerja sama internasional yang terus diupayakan oleh Pemerintah. Dalam serangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma Italia, KTT COP26 di Glasgow - Skotlandia, serta kunjungan kerja ke Persatuan Emirat Arab, Pemerintah ter us mendorong pemulihan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Berbagai kerjasama tersebut juga diyakini dapat memicu peningkatan investasi melalui berbagai skenario seperti Sovereign Wealth Fund
INA, kerja sama energi terbarukan, ritel dan infrastrukt ur pelabuhan dan jalan tol, kerja sama kesehatan, serta teknologi digital.
Memperhatikan berbagai leading indicator di awal Triwulan - IV 2021 ini, pola pemulihan terlihat menyerupai tren pada Triwulan - II lalu. Ditambah dengan berbagai indikator kesehatan ya ng terus membaik serta diiringi dengan kebijakan dan strategi Pemerintah yang tepat, pemulihan ekonomi diyakini memiliki prospek yang positif. Dengan prospek positif tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada di atas level 5% pada Tri wulan ke - IV tahun 2021 dan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya. (Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia).
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Triwulan III tahun 2021 yang diukur berdasar kan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 179,09 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 122,24 triliun.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 13
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Sumber: BPS Kaltim, 2021
Gambar 3.6 . Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
Catatan peristiwa Triwulan III tahun 2021, pada kategori pertanian:
1)
Peningkatan produksi tanaman pangan disebabkan adanya musim panen padi pada Triwulan III - 2021.
2)
Terjadi peningkatan produktivitas tanaman perkebunan pada Triwulan III - 2021 dibandingkan triwulan seb elumnya.
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur, 2021
Gambar 3.7 . Laju Pertumbuhan Kalimantan Timur Triwulan III - 2021
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 14
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Kategori Pertambangan dan Penggalian:
1)
Produksi minyak dan gas alam masih mengalami penurunan alamiah baik secara q - to - q dan Y - on - Y.
2)
Peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok dan India menyebabkan peningkatan produksi batu bara.
3)
Nilai ekspor luar negeri non migas selama Triwulan III - 2021 mengalami kenaikan lebih dari 2 kali
lipat jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020, demikian pula dengan nilai ekspor hasil tambang yang meningkat sangat signifikan.
4)
Selain peningkatan permintaan batu bara dari negara tujuan, kenaikan nilai ekspor hasil tambang ini juga disebabkan HBA yang juga mengalami kenaikan hingga mencapai lebih dari 2 kali lipat.
Kategori Industri Pengolahan
1)
Pada Triwulan III - 2021, terjadi peningkatan produksi CPO, akibat peningkatan pasokan bahan baku kelapa sawit.
2)
Aktivitas masyarakat di berbagai tempat pad a Triwulan III - 2021 secara umum menunjukkan tren meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun jika dibandingkan Triwulan II - 2021 mengalami tren menurun.
Sektor pariwisata dan sektor lain yang terkait
1)
Jumlah kunjungan wisatawan manc anegara di Triwulan III - 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, walaupun wisatawan yang masuk hanya terdapat di bulan Juli 2021.
2)
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Triwulan III - 2021 meningkat jika dib andingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun terjadi penurunan jika dibandingkan triwulan sebelumnya.
3)
Jumlah penumpang angkutan udara domestik selama periode Triwulan III - 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan dibandingkan Triwulan II - 2021.
4)
Kegiatan sekolah yang masih dilaksanakan secara daring, bekerja dari rumah (WFH) serta minat masyarakat terhadap layanan hiburan berbasis online
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 15
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
menyebabkan kebutuhan data internet yang masih diperlukan oleh masyarakat
5)
Berakhirnya momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri menyebabkan aktivitas masyarakat pada Triwulan III - 2021 menurun jika dibandingkan triwulan sebelumnya.
6)
Penurunan belanja pemerintah pada Triwulan III - 2021 disebabkan pencairanTHR PNS dan Gaji Ketigabelas y ang sudah dicairkan pada triwulan sebelumnya. Masih terdapat belanja pemerintah untuk pelaksanaan
7)
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya penanganan sektor kesehatan dan dukungan UMKM.
8)
Program vaksinasi yang terus didorong, juga meningkatkan ki nerja di sektor Kesehatan.
9)
Tercatat peningkatan aktivitas investasi karena kenaikan realisasi PMA dan PMDN pada triwulan ini.
10)
Inflasi Tahun Kalender sampai dengan September 2021 sebesar 1,24 persen, lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada Tah un 2020, yakni sebesar 0,34 persen. Terjadi deflasi atau penurunan harga pada Triwulan III - 2021 sebesar - 1,27 persen jika dibandingkan dengan harga pada triwulan sebelumnya.
Fenomena perdagangan internasional Kalimantan Timur:
1)
Nilai ekspor luar negeri Janu ari –
September 2021 sebesar US$15,63 miliar, meningkat sebesar 65,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 (US$9,46 miliar).
2)
Nilai ekspor luar negeri Triwulan III - 2021 sebesar US$6,67 miliar, meningkat sebesar 36,49 persen jika dibandingkan per iode triwulan sebelumnya.
3)
Nilai ekspor luar negeri non migas pada Triwulan III - 2021 sebesar US$6,24 miliar, meningkat jika dibandingkan Triwulan II2021 yakni sebesar US$4,62 miliar. Jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mengalami pen ingkatan signifikan hingga lebih dari 2 kali lipat (US$2,50 miliar). Dominasi: hasil pertambangan
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 16
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
4)
Nilai impor luar negeri Januari –
September 2021 sebesar US$2,10 miliar, meningkat sebesar 52,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 (US$1,37 mil iar).
5)
Nilai impor luar negeri pada Triwulan III - 2021 mencapai US$681,57 juta; menurun jika dibandingkan Triwulan II - 2021 yakni sebesar US$963,32 juta.
6)
Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020, impor luar negeri Kalimantan Timur pada Triwulan III - 2020
mengalami peningkatan sebesar 85,96 persen. Dominasi: migas (minyak mentah dan hasil minyak) dan hasil industry (mesin dan alat berat).
7)
Nilai impor luar negeri migas pada Triwulan III - 2021 sebesar US$248,88 juta, mengalami penurunan sebesar 55,38 persen j ika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, namun terjadi peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 51,59 persen.
Tahun 2022 menjadi titik awal pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID - 19 dan peningkatan daya saing pereko nomian yang terkoreksi akibat COVID - 19. Hal ini menjadikan tahun 2022 menjadi tahun kunci dalam mengejar pencapaian target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang, begitu juga untuk tahun 2023. Stabilisasi ekonomi Kalimantan Timur menjadi fokus per hatian dan diyakini dapat tercapai apabila didukung dengan arah kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi daerah yang tepat. Adapun beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat dirumuskan yaitu:
1.
Optimalisasi belanja konsumsi rumah tangga. dengan upaya
untuk yang dapat dilakukan yaitu melalui pengendalian konsumsi rumah tangga agar tetap terjaga;
2.
Menjaga arus investasi ke daerah. dengan upaya yang dapat dilakukan yaiu dengan memberikan insentif khusus bagi rencana investasi pada sektor - sektor usaha yang
bersifat padat karya mampu menyerap banyak tenaga kerja (labour intensive);
3.
Meningkatkan kualitas belanja pemerintah; dan
4.
Meningkatkan surplus perdagangan antar wilayah.
Strategi pembangunan yang telah disusun ini telah mengacu pada arah kebijakan dan str ategi pembangunan nasional untuk tahun 2023. Strategi tersebut
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 17
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
juga akan menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dan para pihak terkait dalam menyusun perencanaan tahun 2023. sehingga tujuan dan sasaran pembangunan tahun 2023 dapat terwujud dan selaras.
3.1.4
Kondi si Ekonomi Kutai Timur Tahun 2020/2021 dan Perkiraan Tahun 2023
Pada bagian ini akan dipaparkan kinerja perekonomian K abupaten
Kutai Timur selama tahun 2020 dan prediksi 2021 dan perkiraan perekonomian tahun 2023. Beberapa indikator pembangunan yang akan d isajikan pada bagian ini meliputi kondisi ekonomi makro daerah. keuangan pemerintah. stabilitas sistem keuangan daerah. ketenagakerjaan dan kesejahteraan tahun 2020 dan perkiraan tahun 2021, serta prospek perekonomian ke depan. Situasi ini diharapkan dapat
menjadi bahan rujukan bagi pelaku pembangunan yakni para stakeholders
terutama yang terkait dalam melakukan perumusan kebijakan serta dunia usaha.
3.1.4.1
Isu - Isu Strategis Ekonomi Kutai Timur
Pembangunan Kabupaten Kutai Timur kedepan menghadapi tantangan yang t idak mudah. Dibutuhkan perencanaan strategis agar meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan. Isu - isu strategis ini merupakan kompilasi dari isu eksternal dan internal yang memiliki karakteristik bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka mene ngah atau panjang dan menentukan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah dimasa datang.
a.
Capaian Investasi Kutai Timur Rp. 8 Trilyun
Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat sebagai kabupaten/kota dengan target realisasi investasi tertinggi kedua
di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2022 dengan nilai investasi sebesar Rp 8.005.433.796.667,00. Tahun sebelumnya investasi Kutim hanya menyapai Rp. 3.319.550.000.000. Sementara itu, nilai capaian investasi Kalimantan Timur pada tahun 2021 men capai Rp. 41,15 Trilyun.
Angka capaian investasi tersebut belum merupakan investasi metanol di Bengalon oleh PT Batuta Chemical Industry Park (BCIP) sebesar Rp. 24 Trilyun. Masuknya investasi ini ke Kutim sangat berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja.
Bupati Kutim menyebut masuknya investasi akan 10 ribu tenaga kerja (Pro.kutaitimurkab.go.id, 2022) . Apabila Kutim mampu menjaga kondusifitas dan
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 18
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
keamanan bagi investasi secara konsisten maka pada 2024 nanti mampu menyerap 50 ribu lapangan kerja.
Sumber: diolah dari (KALTIM, 2022)
Gambar 3.8.
Capaian Investasi Kabupatan Kutai Timur
b.
Potensi Sawit Kutim
Investasi di Kutai Timur tahun 2021 naik drastis mencapai Rp. 9 tr iliun dibandingkan tahun 2020 yang hanya bernilai Rp 3 triliun. Peningkatan itu dipicu adanya potensi produksi perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur yang sangat besar, mencapai ratusan ribu hektare yang sudah memiliki hak guna usaha (HGU) (Korankaltim, 2022) .
Gambar 3.9.
Jumlah produksi sawit Kutai Timur
Sumber Data BPS Kutai Timur Dalam Angka, 2021
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 19
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Merespons potensi Sawit di Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meminta pemangku kebijakan dan lembaga swasta berperan memaksimalkan kontribusi bagi daerah melalui produksi sawit (Korankaltim, 2022) . Pengembangan sawit diperlukan konektivitas dengan dukungan suasana kondusitif yang baik di d aerah untuk bisa menerima investasi besar. Namun, pandangan berbeda dari pihak DPRD Kutim menilai luasan kebun sawit di Kutim yang mencapai 450 hektar ternyata belum dapat memberikan manfaat. Hal itu terbukti kontribusi sektor kelapa sawit pada APBD Kutim tidak sebanding dengan luas lahan yang dipakai (Pusaran Media, 2022) .
c.
KEK Maloy
Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mewujudka n KIPI Maloy yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sangat didukung dengan alasan yang mendasar dan strategis. Lokasi KIPI Maloy pada jalur ALKI II, tidak saja menjadikan Maloy sebagai salah satu jalur bebas internasio nal yang menghubungkan bagian Utara dan Selatan Indonesia, tetapi juga berpeluang besar menjadi Hub Port untuk kawasan Asia Timur serta akan menjadi pusat/sentra pengolahan oleochemical berskala internasional, mencakup industri hulu (primer) dan industri h ilir (sekunder dan tersier) (Bappeda 2011).
Gambar 3.10.
Koridor Ekonomi Kalimantan
Sumber ; Laporan Penyusunan Pengendalian Pemanfaatan Ruang :
Zoning Regulasi KIPI Maloy Di Provinsi Kalimantan Timur, 2020
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 20
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Sesuai dengan grand strategi pembangunan ekonomi Pemprov Kaltim, proyeksi kegiatan perekonomian KIPI Maloy mengarah pada pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan dengan mengembangkan industri eksisting (minyak bumi, pupuk, gas, crude palm oil
(CPO) dan ba tubara) dan membangun industri berbasis pertanian dengan pendekatan skala ekonomi dan klaster. Kegiatan - kegiatan perekonomian yang diproyeksikan berlangsung di Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yaitu kegiatan pengapalan, pengelolaan bat u bara, perkebunan, kelapa sawit, jalan raya, rel kereta dan pembangkit listrik. (Laurensius, Masaji Faiz Dani Agus Setiani, Regil Kentaurus, Abdul Rivai 2021). Lebih specifik lagi, dalam konteks keunggulan Kutai Timur, kehadiran KEK Maloy disiapkan untuk menjadi pusat pengolahan CPO dan semua produk turunannya yang terintegrasi dengan pelabuhan berskala internasional. Dengan pola Kawasan Ekonomi Khusus ini, diharapkan kelapa sawit bukan hanya dinikmati produk mentahnya saja, namun juga industri turunan yan g memberikan implikasi positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
d.
Pelabuhan Kenyamukan terhadap Isu ALKI 2
Pelabuhan Kenyamukan menempati posisi sangat strategis karena berada pada lintasan Alur Laur Kepulauan Indonesia (ALKI) 2. Wilayah K utim yang berada di posisi sangat strategis dan berdekatan dengan selat Makassar memiliki kedalaman laut hingga 50 meter. Hal itu bukan tidak mungkin dijadikan sebagai jalur lalulintas kapal selam asing yang tidak bisa dideteksi oleh pertahanan Indonesia d i laut. Posisi ini jelas berpotensi sebagai daya dukung pertahanan Negara.
Selain posisi startegis bagi pertahanan negara. Pelabuhan Kenyamukan tentunya juga mampu berkontribusi menopang perekonomian daerah apabila dikelola dengan baik. Sebelumnya Pelabuhan Kenyamukan merupakan aset Pemerintah Pusat. Pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo (Joko wi) telah menyetujui penyerahan jalur causeway
Pelabuhan Laut Kenyamukan yang terletak di Kecamatan Sangatta Utara kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Seputar Kaltim, 2019) .
Keberadaan Pelabuhan Kenyamukan memberi nilai lebih dan patut diperhitungkan karena berada di daerah penyangga IKN. Apabila Pelabuhan
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 21
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Kenyamukan ini terealisasi, bisa menjadi fasilitas daya dukung pertahanan kelautan (Kilas Kaltim, 2021) .
e.
Kutai
Timur
Penyangga IKN
Setelah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia di masa datang, praktis daerah di sekitarnya beruapaya menyesuaikan diri sebagai daerah penyangga. Termasuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang daerahnya me miliki sejumlah pengembangan proyek nasional.
Percepatan pembangunan infrastruktur perlu dilakukan percepatan seperti pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (M BTK) di
Kecamatan Kaliorang. Demikian juga, Pelabuhan Kanyamukan yang wajib diselesaikan hingga beroperasi. Sebab, dengan adanya pelabuhan pastinya bisa mengurangi disparitas harga barang. Selain itu sebagai daerah penyangga IKN pembangunan infastruktur yang perlu
menjadi prioritas adalah pembangunan terminal tipe A, pembangunan jembatan timbang serta pembenahan bendungan dan drainase. Kutim sebagai salah satu kabupaten penyangga IKN berharap mendapat perlakukan khusus dari Pemerintah Pusat, sehingga dapat mengejar
ketertinggalan daerah lainnya.
f.
Kesiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 yang akan dilaksanakan Februari 2024, direspon dengan kesiapan Pemkab Kutai Timur dengan menyiapkan (3) tiga solusi anggaran sesuai arah an Kemendagri yaitu menggunakan dana cadangan, APBD Kutim dan persiapan melalui belanja tidak terduga. Selain kesiapan anggaran, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga melakukan pengecekan dan kesiapan persyaratan serta kantor partai politik peserta pemilu 2024. Sesuai arahan Kemendagri, setiap pemerintah daerah diminta untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada pada waktu sebelumnya, agar menghasilkan output berupa suksesnya Pemilu dan Pilkada serentak 2024 sebagai upaya dalam menyukseskan urus an pemerintahan umum.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 22
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
3.1.4.2
Peluang dan Tantangan Pembangunan Kabupaten Kutai Timur 2023
Arah pembangunan Kutai Timur kedepan menghadapi sejumlah peluang dan tantangan yang serius. Untuk itu diperlukan upaya serius agar tantangan yang ada bisa menjadi jalan keluar sehingga sejumlah peluang besar sehingga akan mewujudkan ketercapaian visi dan m isi pemerintah daerah.
a.
Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) .
Sesuai dengan amanat UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi melakukan proses percepatan, penyebaran dan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia. Guna mencapai sasaran tersebut, pemerintah menyusun dan memfasilitasi pengembangan perwilayah industri, yang dimasukkan dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015 - 2035. Sas aran Pengembangan Perwilayahan Industri sampai tahun 2035 (RIPIN) , yaitu :
i.
Peningkatan peran wilayah Luar Jawa dalam penciptaan nilai
tambah sektor industri
pengolahan non - migas menjadi 40% dari
total nilai tambah sektor industri pengolahan non migas nasional;
ii.
Pembangunan 36 kawasan industri dengan prioritas
pengembangan di luar pulau Jawa yang didukung dengan
penyediaan lahan sekitar 50.000 ha;
iii.
Pembangunan Sentra IKM baru, sehingga terdapat min imal satu
sentra IKM di setiap kabupaten/kota.
Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri dan memiliki Perizinan
Berusaha Kawasan Industri. Guna mencapai agenda prioritas nasional yang tercantum dalam Nawacita, diperlukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan sasaran yang ingin dicapai dari pengembangan KEK ini adalah:
i.
Meningkatkan penanaman modal melalui
penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis;
ii.
Optimalisasi kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi;
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 23
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
iii.
Mempercepat perkembangan daerah melalui pengembangan pusat - pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah; dan
iv.
Mewujudkan model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Kabupaten Kutai Timur yang memiliki sumber daya yang melimpah, terdapat satu Kawasan Ekonomi Khusus , yaitu KEK Maloay Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK). Lokasi KEK MBTK berada pada
koordinat 0°59'3.96“Lintang Utara (LU) dan 118° 0'42.41“Bujur Timur (BT). Pelabuhan Maloy terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional dan berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan (Pacific Rim) merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki KEK
M BTK . Selain itu, KEK MBTK berada dalam KIPI Maloy juga masuk dalam jalur interkoneksitas Kalimantan dan Sulawesi, yang dilalui jalur regional lintas trans Kalimantan dan transportasi penyeberangan laut Tarakan –
Toli Toli dan Balikpapan –
Mamuju. Dibentuk
dengan Dasar Hukum PP No 85 Tahun 2014 dan beroperasi 1 April 2019, KEK MBTK berjarak 118 km dari Tanjung Bara Airport Sangatta, 280 km dari APT Pranoto Airport Samarinda dan 406 km dari Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport Balikpapan. KEK MBTK dibangun untuk melayani 4 (empat) kegiatan utama, yaitu:
i.
Program hilirisasi industri kelapa sawit, sehingga sawit tidak hanya diproduksi untuk menghasilkan CPO saja, namun juga produk - produk oleochemical
dengan skala internasional yang akan difokuskan untu k mengolah hasil perkebunan kelapa sawit berupa
Crude Palm Oil
(CPO) beserta dengan industri olahan dan turunannya, seperti minyak goreng, biodiesel, kosmetik, dan lain - lain.
ii.
Industri dan energi
iii.
Logistik
iv.
Industri pengolahan kayu
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 24
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Gambar 3.11.
Koridor Ekonomi Kalimantan
Sumber : Dinas PTSP Kabupaten Kutai Timur, 2021
Dalam upaya menarik
investor, pemerintah telah memberikan beberapa insentif dan kemudahan, diantaranya sebagai berikut:
No
Kegiatan Utama
Insentif
1
A.
Industri Pengolahan Kelapa Sawit
B.
Industri Pengolahan Kayu
Pengurangan PPh
sebesar 20 - 100% selama 10 - 25 tahun untuk nilai investasi lebih dari Rp 1 triliun.
Pengurangan PPh
sebesar
20 - 100% selama 5 - 15 tahun untuk nilai investasi lebih dari Rp 500 miliar.
2
A.
Logistik
B.
Aneka Industri
Pengurangan penghasilan netto sebesar 30% selama 6 tahun;
Penyusutan yang dipercepat;
PPh atas deviden sebesar 10%
Kompensasi kerugian 5 - 10 tahun
Insentif lain yang diberikan
kepada investor agar bisa masuk ke KEK MBTK antara lain:
1)
PPh Pasal 22 Impor tidak dipungut
2)
PPN atau PPN dan PPnBM tidak dipungut
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 25
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
3)
Pembebasan bea masuk
4)
Penangguhan bea masuk
5)
Kemudahan perizinan keimigrasian
6)
Kemudahan perizinan pe rtanahan
7)
Kemudahan perizinan ketenagakerjaan
8)
Fasilitas lalu lintas barang
9)
Kemudahan perizinan penanaman modal (3 jam) meliputi : Izin investasi, Akta Perusahaan dan Pengesahan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPT KA),
Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), Angka Pengenal Importir Produsen (API - P) Nomor Induk Kepabeanan (NIK), dan Surat Keterangan Peta Informasi Ketersediaan Lahan (jika diperlukan)
Sejak dibangun sampai dengan saat ini, KEK MBTK telah memper oleh capaian perkembangan sebagai berikut :
1)
Realisasi pembangunan kawasan senilai Rp863 Miliar yang berasal dari APBD Kaltim dan APBD Kutai Timur, serta pembangunan infrastruktur wilayah untuk mendukung KEK MBTK senilai Rp830 Miliar yang berasal dari APBN;
2)
Belum ada realisasi investasi di KEK MBTK, rencana investasi pada April 2022 senilai Rp 40 Miliar untuk kegiatan usaha tangki timbun CPO;
3)
Serapan tenaga kerja sebanyak 15 orang;
4)
Progres perbaikan manajemen operasional BUPP PT MBTK (konsorsium pengusul PD MBS, PT BCIP, dan PT TKEZ),
5)
PD MBS telah memperoleh pengalihan saham dari PT BCIP dan PT TKEZ, serta telah ditentukan Direktur baru PT MBTK;
6)
BUPP tengah menyusun estate regulation
dan prosedur RKL - RPL rinci pelaku usaha
7)
Telah dilakukan PKS pemanfaatan laha n antara Pemkab Kutim dan PT MBTK
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 26
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Selaian capaian
perkembangan, terdapat beberapa tantangan, kendala dan issue strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan, diantaranya:
1)
Belum efektifnya BUPP KEK MBTK, PT MBTK yang menyebabkan ketidakpastian bagi calon investor
2)
Pelabuhan Maloy saat ini masih mendapatkan izin operasi sementara, belum sepenuhnya beroperasi
3)
Aset gedung belum dilimpahkan kepada BUPP Investasi pelaku usaha rendah
4)
Sudah dibangun infrastruktur pendukung o perasional didalam kawasan KEK MBTK (jaringan air, listrik, internet dan instalasi pengolahan air limbah), namun masih diperlukan kepastian agar sarana tersebut benar - benar mampu mendukung kegiatan operasionalisasi bisnis bagi perusahaan dalam kawasan KEK MBTK.
5)
Perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan KEK MBTK.
6)
Belum dibentuk pengelola KEK MBTK, baik Dewan Kawasan, Sekretariat Dewan Kawasan maupun Administrator.
7)
Perlu segera ditetapkannya regulasi terkait sewa lahan dan sarana prasarana
dalam lingkun gan KEK MBTK.
Gambar 3.12
Infrastruktur KEK MBTK
Sumber : Dinas PTSP Kabupaten Kutai Timur, 2021
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 27
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
b.
Peran Strategis Pelabuhan Kenyamukan
Pelabuhan Kenyamukan (Pelabuhan Kudungga) adalah salah satu pelabuhan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, yang berlokasi di Kecamatan Sangatta Utara. Status pelabuhan saat ini menjadi pelabuhan pengumpul, merupakan salah satu rute tol laut yang sedang disiap kan pemerintah. Lokasi yang strategis di Selat Sulawesi dan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, dengan kedalaman 9,5 meter, menjadikan Pelabuhan Kenyamukan memiliki keunggulan dibandingkan dengan pelabuhan lain di sekitar, seperti Pelabuhan Bont ang dan Pelabuhan Samarinda. Dengan keunggulan komparatif ini, menjadikan Pelabuhan Kenyamukan sangat potensial untuk diberdayakan. Hadirnya Pelabuhan Kenyamukan akan sangat berdampak dalam memotong arus distribusi barang yang berdampak pada efisiensi harg a dan logistik. Untuk mengembangkan, memanfaatkan dan optimalisasi Pelabuhan Kenyamukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang telah berpengalaman mengelola pelabuhan - pelabuha n di Indonesia.
Tantangan yang dihadapi oleh Pelabuhan Kenyamukan adalah pembangunan infrastruktur jalan yang masih terkendala beb erapa hal, diantaranya adalah :
i.
Belum selesainya pembangunan jalan pendekat akses menuju area pelabuhan sepanjang 9,5 KM yang tercatat dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Kaltara. Namun demikian, permasalahan infrastruktur ini akan digarap bersama pemerintah, melalui APBN dan CSR PT Kaltim Prima Coal.
ii.
Terjadinya abrasi di area dermaga yang menyebabkan kerusak an pada bagian causeway .
iii.
Belum tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelabuhan disisi darat diantaranya kantor administrasi pelabuhan dan terminal.
c.
Optimalisasi Potensi Sektor Perikanan
Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kutai Ti mur 2021, produksi perikanan 2021 sebesar 8085,61 ton. Dengan luasan laut mencapai 2.641 KM 2 , membuat sektor perikanan dan kelautan sangat potensial untuk
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 28
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
dikembangkan. Namun besarnya potensi sektor perikanan dan kelautan ini belum bisa dioptimalkan menjadi sektor andalan kesejahteraan rakyat. Ada beberapa hal yang saat ini menjadi tantangan dalam sektor perikanan dan kelautan, diantaranya:
i.
Belum tersedianya alat tangkap modern yang dimiliki oleh nelayan
ii.
Pelabuhan Penangkapan Ikan Kenyamukan masih menghadapi beberapa masalah, seperti:
a.
Pendangkalan alur masuk pelabuhan, sehingga menyulitkan kapal merapat ke dermaga.
b.
Rambu - rambu di laut jumlahnya masih minim.
c.
Dermaga yang masih menggunakan konstruksi kayu ulin dan harus segera diperbaiki.
d.
Turap yang b elum optimal, sehingga menyebabkan banjir rob di wilayah sekitar
d.
Potensi Penerimaan Dana Bagi Hasil CPO
Undang - Undang No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah memberikan amanat kepada pemerintah pusat untuk memberikan D ana Bagi Hasil atas produk Crude Palm Oil
(CPO). Sebagaimana yang dinyatakan dalam UU ini, dana bagi hasil adalah bagian dari TKD (Transfer ke Daerah), yang dialokasikan berdasarkan prosentase atas pendapatan tertentu dalam APBN dan kinerja tertentu, yang dibagikan ke daerah penghasil dengan tujuan untuk mengurangi ketimpangan fiskal antara pemerintah dengan daerah, serta kepada daerah lain non penghasil dalam rangka menanggulangi eksternalitas negatif dan atau meningkatkan pemerataan dalam satu wilayah.
K abupaten Kutai Timur, berdasar data Dinas Perkebunan Kutai Timur 2021, tahun 2020 memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 459.526,27 Ha, dengan produksi sebesar 6.452.834,38 Ton. Dengan luasan lahan dan hasil produksi sebesar ini, menjadikan sangat
potensial untuk menerima pendapatan dari Dana Bagi Hasil cukai CPO, yang detail teknis masih dalam proses pembahasan oleh Kementerian Keuangan RI.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 29
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
e.
Inovasi Sumber Pendapatan Asli Daerah Potensial Lain
Besarnya beban pembangunan dan dampak langsung dari Covid - 19 yang menyebabkan turunnya produktivitas perekonomian dan aktivitas pembangunan, memaksa pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melakukan berbagai upaya agar menggali berbagai sumber keuangan yang dimilikinya. Inovasi pemerintah daerah dalam men ggali dan mengembangkan segala potensi yang dimilikinya untuk dijadikan sebagai sumber penerimaan daerah akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah.
Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah secara jelas meminta kepada daerah untuk bertanggung jawab terhadap pendapatan dan pengeluaran daerahnya. Peraturan lain yang ikut mempengaruhi aspek keuangan daerah adalah Undang - Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang merupakan revisi
dari Undang - Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Kedua sumber dana ini merupakan komponen utama dari pendapatan asli daerah.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan, yang potensial untuk menggali sumber pendapatan di Kutai Timur, dian taranya:
i.
Optimalisasi dana CSR dari perusahaan - perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
ii.
Membentuk UPT Metrologi, sehingga alat ukur dan alat timbang di wilayah Kutai Timur bisa dilakukan kalibrasi/tera ulang sendiri.
iii.
Retribusi terhadap kendaraan - kendaraan yang beroperasi di Kutai Timur, namun memiliki nomor polisi masih diluar Kutai Timur.
iv.
Optimalisasi retribusi dari sektor perparkiran.
v.
Uji KIR mobile alat berat
vi.
Optimalisasi retribusi hotel, rumah makan dan tempat hiburan
f.
Optimalisasi
S ektor Pariwisata
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 –
2025, daerah Kutai Timur masuk kedalam Daerah Pariwisata Nasional (DPN) 35, Tenggarong –
Balikpa pan dan sekitarnya, dan masuk ke dalam Kawasan
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 30
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) No 153, Bontang –
Sangatta dan sekitarnya. Kabupaten Kutai Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat wisata ECA
( Eco - Cultural - Adventure ).
Obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Kutai Timur yang di unggulkan melingkup antara lain Geowisata (lokasi Karst Sangkulirang –
Gua Pengadan), Wisata Pantai
(pada berbagai pantai di Zona Sangatta), Wisata Bahari
(pulau Birah - Birahan), Ekowisata
(pad a berbagai lokasi di Taman Nasional Kutai), Wisata Budaya Tradisional
(desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian
(Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko) , dan Wisata Petualangan
(Monster Sangatta).
Keunggu lan daya tarik wisata , lukisan -
lukisan berupa gambar negatif cap tangan tiga susun, perhiasan, peralatan, patung bahkan guci - guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan sejauh ini merupakan satu - satunya gua alami di Indonesia
yang memiliki peninggalan prasejarah. Gua serupa yang memiliki peninggalan prasejarah dapat ditemui di Thailand, namun khusus untuk motif gambar negatif cap tangan tiga susun hanya dapat dijumpai pada Gua di Kawasan Pengadan. Melihat keunikan daya tarik wisata pada gua di kawasan Pengadan yang memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan wilayah lain, pengembangan produk Research & Geowisata , memiliki peluang yang cukup besar, apalagi kondisi saat ini sudah ada beberapa wisatawan mancanegara yang mengunjun gi daerah tujuan wisata tersebut.
Segmen Pasar Wisatawan Minat Khusus -
Ekowisata; potensi pengembangan Geowisata serta wisata alam lainnya di Kutai Timur yang mengandalkan keaslian unsur alam, merupakan daya tarik wisata bagi pangsa pasar untuk segmen wis atawan yang lebih mengapresiasi keaslian alam, jauh dari hiruk pikuk kegiatan perkotaan. Segmen pasar tersebut dikenal pula sebagai wisatawan minat khusus yang dalam lingkup global trend
nya mulai menguat saat ini, sehingga banyak wisatawan mancanegara yan g lebih memilih hutan, perdesaan, serta obyek wisata alam lain yang sarat dengan petualangan alam, atau dikenal sebagai ekowisata, daripada wisata masal yang penuh dengan kemewahan dan kelengkapan fasilitas.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 31
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Besarnya potensi wisata yang ada di Kabupaten Kutai Timur masih perlu mendapatkan serius, mengingat masih banyak tantangan yang dihadapi, diantaranya:
i.
Aksesibilitas dan infrastruktur yang masih sangat terbatas. Diperlukan sekitar 5 jam perjalanan darat ke Sangatta dan sekitar 7 - 8 jam perjalanan darat dari Balikpapan. Belum lagi perjalanan dari Kota Sangatta ke objek wisata yang dituju.
ii.
Terbatasnya kuali tas SDM yang bergerak dalam bidang pariwisata.
iii.
Keterbatasan data dan informasi tentang obyek pariwisata.
iv.
Keterbatasan sektor - sektor pendukung pariwisata, seperti pemandu wisata, penginapan, rumah makan, biro perjalanan.
v.
Masih rendahnya investasi dan promos i.
Merangkum dari tantangan pembangunan daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2023, maka dapat dilakukan serangkaian usaha mengelola tantangan pembangunan tersebut menjadi kekuatan ekonomi Kutai Timur ke depan. Berikut ini sasaran tantangan dan upaya pencapa ian tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. 3
Tantangan dan Upaya Pencapaian Pembangunan
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2023
Sasaran Tantangan
Upaya Pencapaian
Inovasi sumber pendapatan asli daerah potensial
Optimalisasi Corporate Social Responsilibities (CSR) perusahaan tambang dan Kelapa sawit
Melakukan Kajian inovasi peningkatan PAD
Membentuk UPT Metrologi
Peningkatan retribusi kendaraan bermotor non Kutim
Optimalisasi retribusi perparkiran
KIR MObile
Retrubsu rumah makan dll
Percepatan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai CPO ke Kutim
Mendorong komunikasi strategis DBH dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait.
Menyiapkan perencanaan strategis pengelolaan DBH
Membangun akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana DB H
Memperbaiki kualitas sistem dan SDM pengelola anggaran
Promosi parawisata adalah sail sangkulirang
KEK Maloy
Mendorong komunikasi strategis dengan pembangunan infrastruktur dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait.
Membentuk Dewan Kawasan dan pengelolaan kawasan KEK Maloy
Membuat regulasi administrasi pengelolaan KEK Maloy
Membentuk Perusahaan Daerah
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 32
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Sasaran Tantangan
Upaya Pencapaian
Menumbuhkan iklim investasi KEK Maloy
Promosi KEK Maloy
Pelabuhan Kenyamukan
Mendorong komunikasi strategis dengan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Kenyamukan dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait.
Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan dengan pola pendanaan multiyears contract (MYC) dan kolaborasi CSR dan APBN
Membuat pengelolaan Pelabuhan Kenyamukan
Infrastruktur Hub Konektivitas antar kecamatan dan desa
Melakukan percepatan pembangunan jalan dan jembatan dengan pola pendanaan multiyears contract (MYC)
Optimalisasi Potensi Sektor Perikanan Tangkap
Mendorong provinsi Kaltim untuk optimalisasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kenyamukan
Mendorong Provinsi Kaltim untuk melakukan percepatan pengerukan alur laut menuju Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kenyamukan
Penataan rambu - rambu di laut
Modernisasi alat tangkap dan pemberdayaan nelayan
3.1.4.3
Kondisi Ekonomi Kutai Timur Tahun 2020/2021
a.
Ekonomi Makro Daerah
Situasi perekonomian daerah K abupaten Kutai Timur pada periode 4 (empat) tahun terakhir yakni 2017 - 2021 masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian khususnya subsektor pertambangan nonmigas (batubara). Dominasi subsektor ini ditandai dengan masih tingginya peranan sektor pertambangan batubara pada tahun 2021 yakni sebesar 79,72 % persen diikuti Sektor Pertanian. Kehutanan. dan Perikanan sebesar 8.24 persen dari total PDRB Kabupaten K utai Timur. Sektor lain yang memberikan sumbangan PDRB adalah Industri pengolahan sebesar 3,43 %.
8,24
79,72
3,43
0,01
0,01
2,00
2,01
1,13
0,27
0,27
0,17
0,31
0,07
0,85
1,12
0,20
0,19
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pertanian. Kehutanan. Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air Konstruksi Perdagangan. Hotel & Restoran Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi & Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 33
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Gambar 3.1 3
Persentase Sektor PDRB ADHB Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
Sumber : BPS Kabupaten Kutai Timur, 2021 diolah
Secara umum. kinerja ekonomi Kabupaten Kutai Timur selama tahun 2021 khususnya pada kuartal - IV 2021 mengalami perbaikan sejalan dengan situasi perbaikan ekonomi pada tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur. Perekonomian K abupaten
Kutai Timur dipengaruhi oleh perekonomian Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional yang ditandai oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi serta guncangan ketidakstabilan pilar - pilar perekonomian nasional se bagai dampak pandemi Covid - 19.
Tabel 3. 4
Nilai Sektor dalam PDRB ADHB
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017 - 2021 (dalam juta rupiah)
No
Sektor Usaha
Tahun
2017
2018
2019
2020
2021
1
Pertanian. Kehutanan. Perikanan
9.289.040.8
9.731.513.4
10.233.186.6
10.612.353.8
1 1.155.952,8
2
Pertambangan dan Penggalian
98.107.267.8
104.293.209.6
109.015.241.9
90.020.255.8
107.929.139,5
3
Industri Pengolahan
3.620.836.2
3.770.792.1
3.860.822.4
4.107.440.8
4.644.394,6
4
Pengadaan Listrik dan Gas
10.618.3
12.352.3
13.662.9
15.697.3
16.052,2
5
Pengadaan Air
14.157.3
14.296.8
15.430.7
15.845.3
17.485,6
6
Konstruksi
2.248.188.9
2.420.007.3
2.504.525.6
2.570.988.6
2.700.808,9
7
Perdagangan. Hotel & Restoran
2.006.707.9
2.205.001.4
2.395.583.0
2.507.306.0
2.719.778,6
8
Transportasi dan Pergudangan
1.233.178.0
1.337.537.1
1.439.980.7
1.486.444.1
1.534.113,3
9
Penyediaan Akomodasi & Makan Minum
255.438.1
281.520.8
306.518.6
303.061.5
362.434,6
10
Informasi dan Komunikasi
293.890.8
317.298.9
336.875.9
356.188.7
361.688,7
11
Jasa Keuangan
165.483.1
176.845.0
187.387.4
199.006.0
229.051,6
12
Real Estate
318.881.5
346.176.1
366.152.9
381.604.3
421.083,1
13
Jasa Perusahaan
80.051.2
84.294.0
89.829.6
87.889.8
89.920,1
14
Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
1.136.075.4
1.164.269.4
1.175.706.2
1.213.208.1
1.151.449,7
15
Jasa Pendidikan
1.134.357.7
1.239.355.3
1.360.796.3
1.446.821.3
1.516.813,1
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
152.251.2
169.756.8
186.520.7
229.157.4
275.568,6
17
Jasa Lainnya
198.304.4
215.358.6
236.852.5
242.775.2
253.042,3
Jumlah
120.264.728.8
127.779.585.0
133.725.073.9
133.725.073.9
135.378.777,3
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur.
PDRB Kab. Timur Menurut Lapangan
Usaha
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 34
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Ditinjau dari sisi PDRB pengeluaran. kondisi
perekonomian Kabupaten Kutai Timur menunjukkan kondisi semakin membaik. Hal ini terlihat dari PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang cenderung meningkat pada tahun 2020 hingga tahun 2021 karena mengalami perbaikan sejalan dengan situasi perbaikan ekono mi pada tingkat nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur.
PDRB pengeluaran ADHK menggambarkan perubahan atau pertumbuhan ekonomi secara riil. utamanya berkaitan dengan peningkatan volume konsumsi akhir (tanpa perubahan harga).
Tabel 3.5
Nilai Sektor dalam PDRB ADHK
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020 (dalam juta rupiah)
PDRB Pengeluaran ADHK
Tahun
2016
2017
2018
2019
2020
2021
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
4.693.946.03
4.862.122.00
4.919.661.00
5
092
463.82
5.086.107.23
NA
Pengeluaran Konsumsi LNPRT
166.481.39
172.758.00
183.390.00
195
699.82
201.506.41
NA
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
1.328.279.73
1.094.360.00
1.233.237.00
1.314.287.89
1.267.350.07
NA
Pembentukan Modal Tetap Bruto
12.900.473.63
13.082.099.00
13
717
431.00
14.396.016.62
14.319.129.00
NA
Perubahan Inventori
354.544.84
355.536.00
336
969.00
128.573.02
118.192.29
NA
Net Ekspor Barang dan Jasa
97.650.718.20
100.961.157.00
102
793
277.00
74.477.433.88
71.593.286.27
NA
PDRB
33.294.218.40
34.069.486.00
34.701
515.00
74.477.433.88
92.585.571.29
NA
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. 2021
Selama kurun waktu 2016 - 2020. seluruh
komponen pengeluaran akhir PDRB ADHK menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun. Nilai PDRB ADHK tahun 2016 sebesar Rp33.294218.40 dan pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp92.585.571.29. Komponen terbesar dari PDRB pengeluaran adalah Net Ekspor dengan nilai
sebesar Rp71.593.286.27 atau sebesar 77 persen. Nilai positif pada Net Ekspor menunjukan bahwa Ekspor Kutai Timur lebih besar dari impor. Selanjutnya pada Gambar 3.2 dapat dilihat bahwa pengeluaran untuk kapital (Pembentukan Modal Tetap Bruto) juga mempun yai peran relatif besar dengan kontribusi sekitar 16 persen. Di sisi lain. proporsi konsumsi akhir rumah tangga hanya berada pada rentang 6 persen. Konsumsi pemerintah berada pada 1 persen.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 35
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Hal ini menunjukan bahwa konsumsi pemerintah kurang dari konsumsi rumah tangga dalam menggunakan produk domestik.
Gambar 3.14
Proporsi PDRB Pengeluaran ADHK Tahun 2016 - 2020
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur. diolah
Perekonomian Kalimantan Timur pada triwulan IV 2020 tercatat mengalami kontraksi sebesar 2.83 persen (yoy). lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4.54 persen (yoy). Namun demikian. kinerja perekonomian Kaltim triwulan IV 2020
tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan nasional dan wilayah Kalimantan yang mengalami kontraksi masing - masing sebesar 2.19 persen (yoy) dan 2.81 persen (yoy). (Bank Indonesia. Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Nopember 2020. 2020).
Pere konomian Provinsi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp161.53 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118.64 triliun. Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I - 2 021 terhadap Triwulan
I - 2020 turun sebesar 2.96 persen (y - on - y). Masih terdapat lapangan usaha/komponen yang tumbuh positif. Dari sisi produksi. pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh sebesar 22.93 persen. Dari 6%
0%
1%
16%
0%
77%
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran Konsumsi LNPRT Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Pembentukan Modal Tetap Bruto
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 36
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
sisi pengeluaran. pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 11.19 persen.
Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan I - 2021 dibanding triwulan IV - 2020 turun sebesar 0.61 persen (q - to - q). Dari sisi produksi. penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. termasuk Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang merupakan lapangan usaha utama di Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan dari sisi pengeluaran. penurunan d isebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa komponen pengeluaran seperti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah. Komponen Ekspor Barang dan Jasa. Komponan Impor Barang dan Jasa serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga ( LNPRT).
Perkembangan harga batubara acuan (HBA) di pasar internasional pada Oktober 2021 naik sekitar US$11,60 per ton dibandingkan dengan HBA September 2021, yakni US$150,03 per ton. HBA pada bulan Oktober
menembus angka US$ 161,63
per ton, akibat permintaan yang terus meningkat di China, Korea Selatan dan Kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam. Sempat melandai pada Februari – April 2021, HBA mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei – September 2021. Kenaikan terseb ut terus konsisten hingga Oktober 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.
Sementara itu. perekonomian Kabupaten Kutai Timur seperti halnya perekonomian Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan - I 2021 diprakirakan lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya seiring dengan membaiknya ekonomi negara mitra utama. relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat maupun industri domestik serta berlanjutnya. Dari sisi pen geluaran. perbaikan akan bersumber dari peningkatan kinerja ekspor seiring dengan mulai membaiknya perekonomian di negara tujuan utama seperti Tiongkok. India. dan negara Asia lainnya. Selain itu. perbaikan ekonomi Kaltim diprakirakan juga akan bersumber d ari sisi konsumsi maupun investasi. Di sisi konsumsi. perbaikan kinerja akan didorong oleh konsumsi masyarakat yang membaik seiring dengan dilonggarakannya aktivitas masyarakat serta membaiknya daya beli masyarakat. Dari sisi investasi. perbaikan bersumber
dari berlanjutnya proyek - proyek strategis yang sebelumnya terkendala mobilitas tenaga kerja maupun bahan baku.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 37
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Telah diterbitkannya Undang - undang Cipta kerja juga diprakirakan mendorong kinerja investasi seiring dengan lebih mudahnya perizinan yang akan dilakukan investor. Kinerja konsumsi masyarakat pun diprakirakan membaik seiring perbaikan kondisi ekonomi masyarakat dan berlanjutnya pemberian bansos yang bisa mendorong permintaan masyarakat. Sementara konsumsi pemerintah juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi dikarenakan kembali normalnya anggaran belanja modal yang sebelumnya tertahan akibat adanya realokasi anggaran. Di sisi lapangan usaha. kinerja lapangan usaha pertambangan diprakirakan tumbuh lebih tinggi seiring dengan potensi peningkatan permintaa n dari Asia Tenggara serta prospek penambahan kuota batu bara perusahaan batu bara di Kaltim yang juga didukung oleh prakiraan cuaca yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lapangan usaha. perbaikan perekonomian Provinsi Kalimantan Timur pad a triwulan - I 2021 ditopang oleh membaiknya kinerja lapangan usaha utama maupun pendukung.
Perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan in dustri di era kebiasaan baru. Optimisme arah pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik Provinsi Kalimantan Timur diharapkan akan membawa dampak positif terhadap perekonomian di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2021.
b.
Keuangan Pemerintah Daerah
Berdasarkan La poran Perkembangan Ekonomi K abupaten
Kutai Timur 2020 disebutkan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah pada tahun 2020 mengalami penurunan yang bersumber dari rendahnya realisasi pendapatan dan belanja pemerintah. Secara keseluruhan. realisasi pendapata n pemerintah di K abupaten Kutai Timur tahun 2020 mencapai Rp3.351 triliun. Sementara itu. realisasi belanja pemerintah Kabupaten Kutai Timur
tahun 2019 tercatat sebesar Rp3.376 triliun.
c.
Inflasi Daerah
Perkembangan inflasi daerah kabupaten Kutai Timur tida k lepas dari situasi perkembangan inflasi Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan Laporan Perkembangan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur. Inflasi Kaltim triwulan -
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 38
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
II 2020 tercatat sebesar 0,10 persen (yoy), Inflasi Kaltim triwulan - III 2020 tercatat sebe sar 0,68 persen (yoy), inflasi Kaltim triwulan - IV 2020 tercatat pada level yang rendah serta terendah se - Kalimantan. meskipun mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya. Inflasi Kaltim triwulan - IV 2020 tercatat sebesar 0.77 persen (yoy). sedikit m engalami peningkatan dibandingkan capaian 0.62 persen (yoy) periode lalu. Secara tahunan. capaian ini merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir serta lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1.68 persen (yoy) dan rata - rata Kalimantan sebesar 1.37 persen (yoy). Inflasi pada triwulan - IV 2020 disebabkan oleh peningkatan harga pada kelompok makanan. minuman
dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya seiring
meningkatnya permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan
pada mome n
libur HBKN Natal dan Tahun Baru.
Gambar 3.15
Trend Angka Inflasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016 - 2020
Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur 2021. Diolah
Rendahnya Inflasi Kaltim triwulan IV 2020 terutama bersumber dari deflasi kelompok transportasi akibat terbatasnya mobilitas masyarakat. Masih terbatasnya perjalanan dinas/bisnis akibat masih berlanjutnya tren peningkatan kasus COVID - 19 menjadikan perminta an untuk moda transportasi udara di Kaltim menjadi terbatas. Pengetatan aturan administrasi kesehatan dari penggunaan rapid antibodi menjadi rapid antigen menjadi faktor penghambat perjalanan luar kota. Sementara itu. deflasi pada kelompok pakaian dan alas
kaki mencerminkan bahwa masyarakat masih memfokuskan kegiatan konsumsi untuk pemenuhan kebutuhan primer sehingga cenderung menunda pembelian barang lainnya.
2,97
- 2,74
1,62
2,34
2,06
2,97
- 2,74
1,62
2,34
2,06
-4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 2016 2017 2018 2019 2020
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 39
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan - I 2021 diprakirakan lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2020. terutama akibat moderasi permintaan pasca libur akhir tahun. Masih berlanjutnya peningkatan kasus COVID19 di Kaltim diprakirakan juga kembali menekan permi ntaan masyarakat pada triwulan - I 2021 khususnya pada kelompok transportasi. Lebih lanjut Pemprov Kaltim pada awal tahun 2021 telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas (Kaltim Steril) sehingga berpotensi kembali menahan ak tivitas perekonomian masyarakat.
Selanjutnya. Inflasi Kaltim pada triwulan - I 2021 diprakirakan lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan pola historisnya dan dibawah rentang target inflasi nasional. Rendahnya inflasi tersebut bersumber dari berlangsungnya musim panen di triwulan - I 2021 yang membuat pasokan pangan menjadi lebih berlimpah dan juga diiringi oleh distribusi pangan yang semakin lancar. Selain itu. inflasi yang lebih rendah juga bersumber dari normalisasi permintaan pasca mome n pilkada serentak serta libur HBKN Natal dan Tahun Baru. Tingkat inflasi Kaltim yang lebih rendah pada triwulan - I 2021 juga akan disebabkan oleh tren harga emas yang diprakirakan mengalami penurunan setelah pada triwulan - triwulan sebelumnya menjadi penyum bang utama inflasi Kaltim.
d.
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Kondisi ketenagakerjaan di Kaltim pada Agustus 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode Agustus 2019. Penurunan tersebut ditandai dengan menurunnya jumlah penduduk yang bekerja sekitar 0.04 persen (y.o.y). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2020 sebesar 65.5 persen. mengalami penurunan dibandingkan dengan Agustus 2019 sebesar 65.96 persen. Selain itu. penurunan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari Tingkat Pengangguran Te rbuka (TPT) pada Agustus 2020 yang menunjukkan kenaikan sebesar 6.87 persen atau lebih tinggi dibandingkan Agustus 2019 yang tercatat 5.94 persen. Di wilayah Kalimantan. TPT Kaltim tercatat merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Sementara provinsi Kalimantan Tengah memiliki TPT yang paling rendah dengan mencatat TPT sebesar 4.58 persen pada Agustus 2020.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 40
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Adapun tingkat kesejahteraan di Kabupaten Kutai Timur tercermin dari tingkat kemiskinan penduduk. Hal tersebut tampak dari tingkat kemiski nan di Kabupaten Kutai Timur yang mengalami peningkatan. Jika dipresentasikan. angka kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur meningkat 0.07 persen. Dari 9.48 persen pada 2019 menjadi 9.55 persen pada 2020.
Secara umum. tingkat kesejahteraan masyarakat perkotaa n maupun pedesaan di Provinsi Kalimantan Timur cenderung menurun yang tercermin dari jumlah penduduk miskin perkotaan maupun pedesaan yang meningkat. Tingkat kemiskinan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2020 mengalami peningkatan dari 5.94 persen pada tahun 2019 menjadi 6.10 persen. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk miskin dari 220.92 ribu jiwa pada tahun 2019 menjadi 230.26 ribu jiwa atau naik 4.23 persen (y.o.y). Jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan bertambah dari 108.16 ribu jiwa pada tahun 2019 menjadi 113.27 ribu jiwa pada tahun 2020. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah penduduk miskin di wilayah pedesaan yang menunjukkan peningkatan dari 112.25 ribu jiwa pada tahun 2019 menjadi 116.99 ribu jiwa pada tahun 2020.
3.1.4.4
Perkiraan Tahun 2023
Struktur perekonomian K abupaten Kutai Timur selama 5 (lima) tahun terakhir masih dipengaruhi oleh komoditi pertambangan khususnya batubara yang kontribusinya mencapai 77.74 persen dari nilai PDRB tahun 2020. Sektor pertambangan khsususnya batuba ra masih menjadi andalan Kabupaten Kutai Timur karena produksi dari komoditas tersebut sebagian besar diekspor ke luar negeri. Hal ini menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu andalan Provinsi Kalimantan Timur. Dalam beberapa tahun sebelumnya harga komod itas batubara pernah mengalami penurunan drastis khususnya tahun 2016. maka berakibat pada pertumbuhan ekonomi Kutai Timur yang menurun. Namun. dimulai tahun 2017 hingga 2019 pertumbuhan Sektor Pertambangan Kutai Timur mulai mengalami pertumbuhan positif. bahkan tumbuh mencapai 8.67 persen pada tahun 2019.
Perkiraan perkembangan dinamika perekonomian K abupaten Kutai Timur pada tahun 2023 diperkirakan masih diwarnai perekonomian nasional dan Provinsi Kalimantan Timur yang baru menapaki pemulihan ekonomi seb agai akibat
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 41
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
dari dampak Covid - 19. Pemerintah pusat (Nasional) telah menuangkan arah kebijakan Perekonomian dalam RKP 2023 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural melalui pemulihan daya beli dan
usaha. difersifikasi ekonomi.
Beberapa tantangan ya ng akan dihadapi pada tahun 2022 serta prospek perekonomian Kabupaten Kutai Timur tahun 2023 diantaranya adalah:
a.
Pemulihan Ekonomi Daerah Akibat Pandemi Covid - 19
Hingga awal November 2021. pandemi
Covid - 19 secara nasional masih mengalami eskalasi dan mengakibatkan tidak kurang 4.25 juta orang kasus dan 144.000 orang meninggal dunia. Provinsi Kalimantan Timur menduduki peringkat ke - 5 setelah DKI Jakarta. Jawa Barat. Jawa Tengah. dan Jawa Timur. Sedi kitnya 158.206 orang terkonfirmasi positif dan lebih dari 5.400 orang meninggal dunia ( https://covid19.go.id/peta - sebaran - covid19 . data diolah). Adapun kondisi pandemi Covid - 19 di Kabupaten Kutai T imur hingga akhir Desember 2021 menunjukkan gejala yang semakin melandai. Sebanyak 18.061 kasus dan 443 orang meninggal dunia dengan tren yang diperkirakan akan semakin melandai.
Dampak Pandemi Covid - 19 sungguh luar biasa. menggoncangkan berbagai sendi pe rekonomian. stabilitas sistem keuangan dan ketahanan sosial masyarakat miskin dan rentan. Tidak dapat dipungkiri. pandemi Covid - 19 yang mewabah di seluruh Indonesia tidak terkecuali Kabupaten Kutai Timur. memberikan efek terhadap menurunnya perekonomian ma syarakat. Mulai dari pelaku ekonomi berskala makro dan mikro yang mengalami keterpurukan akibat adanya pembatasan aktivitas manusia sehingga menurunkan daya beli. juga bagi pelaku di sektor pariwisata dan perhotelan yang ikut terpuruk. hingga banyak karyaw an yang dirumahkan bahkan mengalami PHK. Sehingga indikator - indikator tersebut memberikan andil terhadap terpuruknya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur di tahun 2020.
Dalam kurun tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur mengalami pelamb atan. Hal ini tercermin pada nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHK dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 lalu mengalami peningkatan yang cukup tajam. yaitu 1.666 orang atau mengalami persentase peningkata n 0.07 persen dengan jumlah total
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 42
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
36.980 orang miskin. Disisi lain indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 sebesar 73.00 lebih rendah dari tahun 2019 yang sebesar 73.49. (Kanalkaltim.com. 2021). Empat kabupaten/kota lainnya ber ada di bawah rata - rata provinsi Kalimantan Timur yakni 75.43 namun di atas rata - rata nasional. yakni Kabupaten Berau 74.71 disusul Kutai Kartanegara 73.59. Kutai Timur 73.00 persen dan Kabupaten Paser 72.04 (Beritasatu.com. 2021).
Oleh karenanya. upaya pe mulihan ekonomi regional dari situasi krisis akibat pandemi menjadi salah satu momentum yang tepat untuk berbenah mengatasi permasalahan struktutral agar fondasi perekonomian Kabupaten Kutai Timur menjadi lebih kokoh guna menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang berbasis agrobisnis. Tranformasi struktural perlu terus ditempuh dalam rangka peningkatan produktivitas ekonomi. penguatan daya saing daerah dan peningkatan kapasitas produksi khususnya sektor ekonomi berbasis pertanian.
Dengan demikian, (a) program pemulihan ekonomi dalam rangka menjaga tren pemulihan agar tetap berlanjut dan semakin solid. Hal ini ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial untuk menjaga konsumsi dan mencegah kemunduran sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. serta memperkuat daya ungkit UMKM dan dunia usaha agar mampu bangkit menjalankan usahanya.
(b) Upaya untuk mendukung reformasi struktural dalam rangka peningkatan kapasitas produksi dan daya saing melalui penguatan sumber day a manusia (SDM). yaitu penguatan kualitas pendidikan dalam mewujudkan SDM unggul yang berdaya saing. penguatan sistem kesehatan yang terintegrasi dan handal. serta penguatan program perlindungan sosial. Sementara itu reformasi struktural juga diarahkan unt uk penguatan dukungan infrastruktur ICT. konektivitas. energi dan pangan untuk mendukung transformasi ekonomi. serta penguatan institusional dan simplifikasi regulasi antara lain melalui reformasi birokrasi dan penguatan peran
Sovereign Wealth Fund
(SWF). (c) Mendukung pemulihan dan reformasi struktural melalui berbagai terobosan dan inovasi kebijakan fiskal dalam rangka optimalisasi pendapatan. penguatan
spending better
dan inovasi pembiayaan.
Upaya optimalisasi pendapatan ditempuh melalui penggalian pote nsi. perluasan basis perpajakan. peningkatan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi pengelolaan asset dan inovasi layanan. Sedangkan
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 43
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
penguatan
spending
better
ditempuh dengan mendorong agar pemanfaatan anggaran benar - benar sesuai kebutuhan dan efektif untu k menstimulasi perekonomian dan meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.
Dalam implementasinya upaya - upaya tersebut membutuhkan gagasan - gagasan konkrit yang sesuai dengan potensi dan daya saing daerah. diantaranya adalah program pemulihan ekonomi na sional yang dicanangkan pemerintah pusat akibat pandemi
Covid - 19 . yakni melalui sektor pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang harus kembali dihidupkan. apalagi saat pandemi sektor pariwis ata ini jelas yang terkena imbas dari pandemi.
Berbagai strategi untuk mendukung kebijakan pemulihan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata ini dirasakan cukup urgen. karena di
Kabupaten Kutai Timur banyak bermunculan destinasi wisata baru yang dikemban gkan oleh desa - desa. Sinergitas yang kuat dari semua pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur dan destinasi wisata. ekonomi kreatif serta promosi pariwisata. Dengan demikian upaya akselerasi di sektor pariwisata di Kabupate n Kutai Timur sebagai sumber ekonomi dan lokomotif pembangunan yang perlu segera diwujudkan. Hal ini didukung oleh berbagai riset bahwa daya serap dan multiplier effect sektor pariwisata terhadap perekonomian telah banyak dibuktikan di berbagai negara (Har yana. 2020; Selimi. Sadiku. and Sadiku. 2017; Rasool. Maqbool. and Tarique. 2021).
b.
Stabilitas harga hasil tambang khususnya batu
bara
Mengingat kontribusi tambang batubara bagi perekonomian K abupaten Kutai Timur mencapai 77.74 persen. maka
fluktuasi harga batubara cukup berpengaruh terhadap PDRB Kabupaten Kutai Timur. Gerakan ramah lingkungan akan menjadi sentimen negatif yang menekan harga batubara ke depan. Dengan Amerika Serikat (AS).
negara - negara Eropa. dan Asia mulai beralih ke pemban gkit listrik tenaga surya maupun angin. permintaan batubara bisa menurun tajam ( Investasi .kontan. co.id. 2021).
Sementara untuk tahun depan. kenaikan harga batubara masih akan berlanjut. Selama musim dingin belum berakhir.
reli batubara masih akan terjadi.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 44
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
setidaknya hingga kuartal pertama 2021. Barulah selepas kuartal pertama 2021
seiring menurunnya permintaan. harga batubara pun berpotensi melandai.
Terdapat tiga faktor yang menyebabkan penurunan produksi dibandingkan tah un lalu. Ketiganya terjadi sebagai dampak pandemi Covid - 19.
Pertama . permintaan atau konsumsi batubara mengalami penurunan. Kedua . terjadi penurunan harga batubara.
Ketiga . adanya keterbatasan akses atau mobilitas karyawan maupun logistik perusahaan pertam bangan selama pandemi. Perusahaan yang paling terdampak adalah mereka yang memproduksi batubara dengan kualitas kalori batubara di bawah 4.000 kkal dan tidak mempunyai kontrak jangka panjang. Akibatnya. produksi pun dikurangi bahkan sempat berhenti.
c.
Peningkatan Akses Infrastruktur Penggerak Daya Saing Ekonomi
Salah satu pendongkrak pembangunan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur adalah ketersediaan infrastruktur. Infrastruktur dasar yang cukup relevan dengan pembangunan SDM dan daya saing ekonomi diantaranya adalah (a) ketersediaan listrik; (b) air bersih; (c) panjang jalan beraspal; dan tower telekomunikasi. Berdasarkan data kelistrikan Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 diperoleh informasi ketersediaan listrik di Kabupaten Kutai Timur sebagai berik ut: Kecamatan Busang, Batu Ampar dan Sandaran mempunyai rasio elektrifikasi baru 70an persen. Selanjutnya Kecamatan Bengalon mempunyai rasio elektrifikasi PLN baru 55,21 persen. Ketersediaan listrik adalah salah satu komponen dari indikator logistic perfor mance index
(LPI). Oleh karena itu. upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi merata di semua kecamatan hendaknya menjadi salah satu prioritas. Hal yang sama berlaku untuk ketersediaan air bersih.
Panjang jalan kecamatan dalam kondisi aspal baik juga me rupakan kondisi yang diperhitungkan dalam LPI. dan perhitungan daya saing daerah. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur tahun 2018. Kecamatan Busang dan Long Mesangat mempunyai panjang jalan yang diaspal dibawah 2 km. Kecamatan Muara Waha u dan Sandaran mempunyai panjang jalan beraspal kurang dari 7 km. Ada dua kecamatan yang mempunyai kondisi panjang jalan dalam kondisi yang berlawanan. Kecamatan Muara Ancalong tidak mempunyai jalan beraspal (0 km). Sementara Kecamatan Rantau Pulung telah beraspal hingga 100
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 45
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
km. Variasi ketersediaan panjang jalan ini dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi di masing - masing kecamatan.
Dengan infrastruktur jalan yang baik, maka akan sangat mendukung berputarnya perekonomian daerah. Untuk itu, melalui pola pen danaan Multiyears Contract, Pemkab Kutai Timur memprioritaskan pembangunan jembatan dan jalan sebagai hub/koneksivitas penghubung antar kecamatan/desa.
d.
Kesejahteraan Penduduk dan Kualitas Sumberdaya Manusia
Aspek kesejahteraan masyarakat dapat ditinjau d ari indikator yang menggambarkan kualitas sumberdaya manusia. diantaranya adalah indeks pembangunan manusia (IPM). IPM merupakan cerminan tingkat kesejahteraan suatu daerah. IPM dinilai dari tiga dimensi. yaitu (i) umur panjang dan hidup sehat; (2) pengeta huan. dan (3) standar hidup layak. Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Angka Harapan Hidup saat lahir (AHH). AHH adalah jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup. dengan asumsi bahwa pola angka kematian menu rut umur pada saat kelahiran.
Indeks pengetahuan diwakili oleh rata - rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS). Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita yang disesuaikan. yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita
dan paritas daya beli. Provinsi Kalimantan Timur mempunyai tujuh kabupaten/kota yang berstatus pembangunan manusia “tinggi”. yaitu Paser. Kutai Kartanegara. Kutai Timur. Berau. Balikpapan. Samarinda. dan Bontang.
Kondisi IPM Kabupaten Kutai Timur dalam li ma tahun terakhir semakin membaik. Hal tersebut menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Kutai Timur di atas rata - rata IPM nasional. Namun. capaian IPM tersebut belum merata untuk setiap desa/kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Belum imbangnya capaian komponen pemb entuk IPM. Kabupaten Kutai Timur dituntut untuk meratakan capaian IPM di semua wilayah termasuk penyeimbangan komponen pembentuk IPM.
e.
Aspek Daya Saing dan Produk Unggulan
Pengambangan produk unggulan merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan eko nomi daerah. Penetapan sekaligus pengembangan produk
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 46
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
unggulan daerah terkait erat dengan kemauan politik atau kebijakan dari pemerintah daerah. Karena itu peranan pemerintah daerah sangat penting dalam pengembangan dan pemberdayaan produk unggulan daerah t ersebut sebagai salah satu upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi daerah. Muara dari percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi tersebut bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Namun hingga saat ini Kabupaten Kutai Timur belum menet apkan produk unggulan atas sektor pertanian yang diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian. Hal ini berdampak pada penyusunan rencana program/kegiatan menuju daerah yang memiliki daya saing. Penetapan produk unggulan akan mendasari perencanaan progra m/kegiatan yang diintervensi oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Program pembangunan tersebut diharapkan mampu mentransformasi sumberdaya menuju ekonomi dengan produktivitas dan nilai tambah tinggi didukung infrastruktur memadai dan perluasan inovasi te knologi. Selanjutnya. pengembangan produk unggulan berbasis agribisnis yang telah ditetapkan tersebut difokuskan di daerah pedesaan. Daerah pedesaan dan sektor pertanian memiliki keterkaitan yang erat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan pengurangan kemiskinan secara signifikan disamping memperkuat daya saing Kabupaten Kutai Timur.
Kabupaten Kutai Timur j uga perlu mengembangkan jalur supply chain
yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy melalui percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan baik pelabuhan peti kemas serta pengembangan kawasan pergudangan. Pelabuhan KEK Maloy akan
menjadi penyangga utama arus distribusi lalu lintas produk/barang. Pengembangan KEK Maloy tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah.
Pelabuhan Kenyamukan dapat juga menjadi sektor unggulan yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah untuk dilakukan percepatan pembangunan. Sehingga fasilitas pelabuhan tersebut mampu menjadi sarana transportasi strategis untuk orang dan barang.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 47
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Upaya pengembangan pariwisata merupakan salah satu sektor strategis juga perlu mendapatkan perhatian se cara serius. Apalagi bentang luasan wilayah Kabupaten Kutai Timur terdapat banyak ragam potensi wisata yang harus dikembangkan. Tentunya hal ini memberikan sumbangsih
pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Pembangunan dan upaya pengembangan pariwisata yang beragam membuat setiap wilayah atau daerah menjadikan kepariwisataan sebagai sektor peningkat kualitas ekonomi. Kondisi demikian dikarenakan pariwisata dapat membuka sumber perkerjaan baru bagi masyarakat, meningkatkan kualitas Produk Domestik Regiona l Bruto (PDRB), mensejahterakan kualitas hidup masyarakat yang ikut berperan dalam kegiatan pariwisata, serta menumbuhkan minat wisata.
Peningkatan pembangunan wilayah yang memiliki potensi pariwisata, menuntut perlu dilakukannya beberapa tindakan peningkatan, seperti perbaikan aksesbilitas wisata baik didalam kawasan maupun menuju kawasan wisata tersebut, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dibutuhkan untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam mengelola objek pariwisata, sehing ga masyarakat dapat memajukan potensi pariwisata yang ada disetiap daerah. Pariwisata yang memiliki potensi dan katakteristik yang menarik menjadi salah
Tidak dipungkiri bahwa sektor unggulan agrobisnis, KEK Maloy dan sektor pariwisata dapat meningkatkan p endapatan bagi daerah dan sektor –
sektor ikutan lainnya. Namun hal ini dapat menimbulkan euphoria untuk mengeksploitasi lebih dalam lagi terhadap potensi wisata lainnya hingga melupakan dampak –
dampak negatif yang ditimbulkannya, terutama dampak terhadap
kerusakan lingkungan. Sehingga, perlu dipahami pembangunan sektor daya saing tersebut perlu mendapatkan perhatian pada aspek lingkungan yang ketat.
3.2.
Perubahan Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Berdasarkan amanat Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Peme rintah Daerah pasal 9 ayat (2). dinyatakan bahwa urusan pemerintahan konkuren dibagi antara Pemerintah Pusat
dan Daerah Provinsi
dan Daerah Kabupaten/Kota . Urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke Daerah
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 48
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
menjadi dasar pelaksanaan otonomi daerah. Oto nomi daerah memberi ruang pada p emerintah daerah berperan lebih aktif dalam penyediaan pelayanan publik. pembangunan infrastruktur dan aktivitas lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan otonomi daerah juga diikuti oleh kebija kan desentralisasi fiskal.
Kebijakan desentralisasi fiskal ini diarahkan dalam rangka menciptakan aspek kemandirian di daerah.
Sejalan dengan tuntutan otonomi daerah. dimana semakin banyak kewenangan pemerintah yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah. m aka pemerintah daerah dituntut untuk berperan aktif dalam penyediaan pelayanan publik. pembangunan infrastruktur dan aktivitas lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan berfungsi optimal bil a penyelenggaraan urusan pemerintahan didukung dengan sumber - sumber penerimaan yang cukup berdasarkan peraturan perundang - undangan.
Dalam pelaksanaan APBD Kabupaten Kutai Timur TA. 2022, terjadi perubahan kebijakan dalam pelaksanaan ya. Terjadi pergeseran anggaran yang terjadi pada beberapa Perangkat Daerah. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pergeseran anggaran yang mendahului proses perubahan APBD 2022 adalah :
1.
Masuknya tambahan pendapatan daerah yang berasal dari Bantuan Keua ngan Provinsi Kalimantan Timur TA. 2022 sebesar Rp. 39.050.000.0000, - , sebagaimana Surat Gubernur : 978/5934/1453 - III/BPKAD Tanggal 24 Juni 2022 tentangAlokasi Belanja Bantuan Keuangan Pada APBD TA. 2022 setelah klarifikasi.
2.
Perangka t Daerah melakukan pergeseran alokasi anggaran terhadap rekening belanja pada DPA yang bersifat mendesak
3.
Pergeseran anggaran untuk membiayai Gaji PPPK pada Perangkat Daerah Dinas Pendidikan.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 49
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
3.2.1.
Perubahan Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan perubahan terhadap proyeksi pendapatan daerah sebagai kebijakan peyesuaian anggaran. Hal tersebut dilakukan berdasarkan perkembangan realisasi Pendapatan Daerah selama semester pertama tahun 202 2
dan kebijakan transfer daerah dari pemerintah pusat. Selain itu, adanya penambahan pendapatan dari Bantuan Keuangan Provinsi Kalimantan Timur TA. 2022 . Tujuan dari penyesuaian proyeksi pendapatan daerah tersebut untuk mengoptimalkan pendapatan yang sesuai
dengan potensi dan kondisi daerah.
Untuk meningkatan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021, perlu dilakukan pengembangan dan inovasi, salah satunya melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berikut merupakan beberapa upaya Peningkata n Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kutai Timur, diantaranya:
a)
Melakukan pemantauan dan meneliti serta mengevaluasi jenis pajak dan retribusi daerah yang sudah ada dan potensial untuk dipungut melalui berbagai metode seperti observasi langsung ke wajib paja k;
b)
Melibatkan kaum milenial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pajak daerah;
c)
Peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat berbasis layanan online, dengan menyederhanakan prosedur;
d)
Menghitung potensi pajak daerah seperti pajak hotel , restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral batuan non logam, parkir, air bawah tanah, sarang burung walet, PBB sektor P2, dan BPHTB serta retribusi daerah untuk jasa umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu;
e)
Memelihara database melalui database management system (DBMS) terkait objek pajak dan retribusi daerah;
f)
Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang didukung dengan sistem administrasi perpajakan/retribusi yang jelas. Untuk meningkatkan efisiensi pemungutan Pajak dan Retrib usi Daerah pemerintah Kabupaten Kutai Timur hendaknya memanfaatkan teknologi informasi;
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 50
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
g)
Melaksanakan sosialisasi dan pemberian penyuluhan yang memadai kepada masyarakat khususnya para pengusaha mengenai ketentuan pajak dan retribusi daerah;
h)
Memberikan inse ntif pajak daerah berupa pemutihan kepada wajib pajak yang terlambat membayar, dan pengurangan besaran pajak daerah bagi wajib pajak yang membayar tepat waktu.
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 , memproyeksikan peningkatan
pendapatan daerah j ika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya. Berikut merupakan rincian dari perubahan proyeksi Pendapatan Daera h pada perubahan RKPD Tahun 2022 :
1.
Pendapatan Asli Daerah
(PAD)
Pendapatan Asli Daerah diproyeksikan tidak mengalami perubahan dari sisi target .
2.
Pendapatan
Transfer
Pendapatan
Transfer
p ada Perubahan RKPD Tahun 20 22
diproyeksikan juga mengalami kenaikan
sebesar 23,71
persen dari sebelum perubahan sebesar Rp 2 . 737 . 239 . 370 . 948 ,00
menjadi sebesar Rp3.386.289.370.948 ,00
( naik
sebesar Rp 649 . 050 . 000 .000,0 0 ) . K enaikan tersebut karena meningkatnya komponen Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat -
Dana Perimbangan
dari sebelumnya sebesar Rp 2 . 325 . 239 . 370 . 948 ,00 menjadi sebesar Rp 2 . 825 . 239 . 370 .948, 00 . peningkatan tersebut sebesar 21,50
persen atau sebesar Rp500.000.000 .000,00.
Komponen Pendapatan Transfer Pemerintah Daerah mengalami Peningkatan
sebesar 26,70
persen atau sebesar Rp110.000.000.000 ,00. Disamping itu, terjadi penambahan alokasi belanja bantuan keuangan Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp39.050 .000.000,00.
3.
Lain - Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Lain - lain Pendapatan Daerah yang Sah dibentuk oleh beberapa komponen, yaitu: (i) Pendapatan Dana Kapitasi JKN dan FKTP ; (ii) Dana Pendapatan BLUD .
Lain - Lain Pendapatan Daerah Yang Sah pada perubahan RKPD Tahun 20 2 2 tidak mengalami perubahan
yakni dari sebesar Rp 13.237.121.551, 00 .
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 51
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Secara lebih rinci Perubahan Pendapatan Daerah Tahun 20 22
dapat di lihat pada Tabel 3. 6 berikut.
BAB I II ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH
3 | 52
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 3. 6
Perubahan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2022 (dalam rupiah)
JENIS PENERIMAAN
2022
Perubahan (Bertambah/Berkurang)
Sebelum Perubahan
Setelah Perubahan
Rp
%
PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
203,963,234,505.00
203,963,234,505.00
-
-
Pendapatan Pajak Daerah
102,332,804,000.00
102,332,804,000.00
-
-
Pendapatan Retribusi Daerah
5,610,068,000.00
5,610,068,000.00
-
-
Pendapatan Hasil Pendapatan Daerah Yang Dipisahkan
4,258,758,750.00
4,258,758,750.00
-
-
Lain - Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
91,761,603,755.00
91,761,603,755.00
-
-
PENDAPATAN TRANSFER
2,737,239,370,948.00
3,386,289,370,948.00
649,050,000,000.00
23.71
Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat -
Dana Perimbangan
2,325,239,370,948.00
2,825,239,370,948.00
500,000,000,000.00
21.50
Dana Bagi Hasil Pajak
1,282,018,782,948.00
1,682,018,782,948.00
400,000,000,000.00
31.20
Dana Bagi Hasil Bukan Pajak
-
-
-
-
Dana Alokasi Umum (DAU)
558,995,500,000.00
658,995,500,000.00
100,000,000,000.00
17.89
Dana Alokasi Khusus (DAK)
339,469,163,000.00
339,469,163,000.00
-
-
Dana Desa
144,755,925,000.00
144,755,925,000.00
-
-
Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat –
Lainnya
-
-
-
-
Dana Penyesuaian
-
-
-
-
Pendapatan Transfer Pemerintah Daerah
412,000,000,000.00
522,000,000,000.00
110,000,000,000.00
26.70
Pendapatan Bagi Hasil Pajak
412,000,000,000.00
522,000,000,000.00
110,000,000,000.00
26.70
Bantuan Keuangan
-
39,050,000,000.00
39,050,000,000.00
-
Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah Provinsi Lainnya
-
39,050,000,000.00
39,050,000,000.00
-
LAIN - LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH
13,237,121,551.00
13,237,121,551.00
-
-
Lain - Lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Perundang -- Undangan
13,237,121,551.00
13,237,121,551.00
-
-
Pendapatan Lainnya
-
-
-
-
Jumlah Pendapatan
2,954,439,727,004.00
3,603,489,727,004.00
649,050,000,000.00
21.97
Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur, 2022
3 | 53
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
3.2.2.
Perubahan Arah Kebijakan Belanja Daerah
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus tetap berpegang pada prinsip money follows program
dalam menyusun kebijakan belanja daerah . Prinsip tersebut bermakna bahwa
yang dibiayai hanya program yang benar - benar bermanfaat dan bukan sekedar karena tugas fungsi Perangkat Daerah ( PD) yang bersangkutan. Alokasi anggaran belanja untuk program/kegiatan prioritas lebih penting dibandingkan
dengan tugas pokok dan fungsi PD.
Pemanfaatan B elanja Daerah Tahun 2022 menganut prinsip akuntabilitas, efektif dan efisien dalam rangka mendukung penerapan anggaran berbasis kinerja . Kebijakan Bel anja Daerah pada RKPD perubahan tahun 2022 secara umum diarahkan sebagai berikut:
a.
Pembiayaan tahun pertama multy years contrac
(MYC), dalam rangka percepatan penyelesaian infrastruktur strategis daerah, diantaranya: Pembangunan Jalan dan Jembatan, Penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan, Pembangunan Jaringan Air Bersih Perkotaan, dan Penangan an Banjir;
b.
Pembayaran sisa hutang daerah tahun 2020 dan 2021;
c.
Pelaksanaan kegiatan Bantuan Keuangan Provinsi;
d.
Pemenuhan kekurangan belanja TPP PNS, kekurangan gaji TK2D, dan pembayaran gaji dan TPP PPPK;
e.
Pemenuhan Program yang prioritas
atau OPD prioritas;
f.
Mengoptimalkan pemanfaatan belanja yang bersumber dari sumber - sumber pemanfaatan khusus (DAK, Dana Bagi Hasil cukai hasil tembakau dan BLUD) untuk menstimulasi target kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Timur .
Sehubungan dengan adanya evaluasi capaian rata - rata serapan anggaran pada semester I Tahun 2022 , diperoleh informasi anggaran yang terserap secara optimal atau sesuai dengan perencanaan, selain itu juga informasi mengenai anggaran yang tidak mungkin direal isasikan hingga akhir semester II tahun 2022 . Anggaran yang memiliki peluang tidak dapat terserap tersebut harus segera dialokasikan untuk anggaran lainnya yang diperlukan saat ini. Perubahan anggaran tersebut mengikuti mekanisme peraturan perundangan yang
mengatur pengelolaan keuangan daerah.
Perubahan RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 mem proyeksikan bahwa belanja
daerah mengalami kenaikan
dari proyeksi sebelumnya. Kenaikan
3 | 54
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
tersebut sebesar
32, 09 persen dari sebelum perubahan sebesar Rp 2 . 954 . 439 . 727 .004,00 menjadi sebesar Rp 3 . 902 . 625 . 612 .627, 00 .
3.2.3.
Perubahan
Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
Penerimaan pembiayaan adalah surplus atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya .
Penerimaan pembiayaan s ebelum perubahan RKPD tahun 2022
adalah R p 0,00. Adapun setelah dilakukan audit BPK , Penerimaan Pembiayaan
Daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2022 yang bersumber dari s urplus adalah sebesar Rp 539.665.228.850,43 atau sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
tahun 2021 . Selanjutnya, SiLPA tersebut dipergunakan untuk P enyertaan Modal (Investasi) Daerah
di Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) sebesar Rp5.000.000.000,00 sebagai Pengeluaran Pembiayaa n . Dengan demikian Pembiayaan Net o yang merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan denga n pengeluaran pembiayaan adalah Rp267.605.644.806,00 .
Berikut Perubahan Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
dapat dili hat pada Tabel 3. 7
di bawah ini.
Tabel 3. 7
Perubahan Pembiayaan Daerah
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
(dalam rupiah)
KODE
URAIAN
Sebelum Perubahan
Setelah Perubahan
LEBIH/KURANG
Rp
%
1
2
3
4
5
6
6.1
Penerimaan Pembiayaan
0
271.834.893.004,75
271.834.893.004,75
6.1.1
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya
0
271.834.893.004,75
271.834.893.004,75
Jumlah Penerimaan Pembiayaan
0
271.834.893.004,75
271.834.893.004,75
6.2
Pengeluaran Pembiayaan
5.000.000.000
5.000.000.000
0
6.2.2
Penyertaan Modal Daerah
5.000.000.000
5.000.000.000
0
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan
5.000.000.000
5.000.000.000
0
Pembiayaan Netto
(5.000.000.000)
266.834.893.004,75
271.834.893.004,75
Surplus 2021
0
272.830.335.845,68
272.830.335.845,68
6.3
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA)
0
539.665.228.850,43
539.665.228.850,43
Sumber: BPKAD
Kabupaten Kutai
Timur Tahun 20 22
3 | 55
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Berdasarkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA)
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 dapat dirinci sebagai berikut:
Tabel 3. 8
Kompo sisi SILPA
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
(dalam rupiah)
No
Uraian
Jumlah (Rp)
1
Kas di kas daerah
466.073.198.810,15
2
Kas di bendahara penerimaan
41.588.900,00
3
Kas di BLUD
70.984.843.969,56
4
Kas dana BOS
183.963.565,01
5
Kas dana kapitasi pada FKTP
2.381.633.605,71
Jumlah
539.665.228.850,43
Sumber: BPKAD
Kabupaten Kutai
Timur Tahun 20 22
Kemudian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA)
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021, juga terdapat sisa dana transfer yang sifatnya terarah sebesar R p166.937.313.186,94
sebagaimana
Tabel 3.9
dibawah ini:
Tabel 3. 9
Kompisisi SILPA
Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021
(dalam rupiah)
No
Uraian
Jumlah (Rp)
1
Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik
4.562.502.705,24
2
Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik
4.670.153.359,00
3
Dana Bagi Hasil Pajak Rokok
18.331.694.189,00
4
Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi
123.732.300.217,00
5
Bantuan Keuangan Provinsi
15.640.662.716,70
Jumlah
166.937.313.186,94
Sumber: BPKAD
Kabupaten Kutai
Timur Tahun 20 22
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 1
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
BAB 4
SASARAN DAN PRIORITAS
PEMBANGUNAN DAERAH
4.1
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 20 22
Perumusan s asaran dan p rioritas pembangunan daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 202 2
dalam rangka mencapai target visi dan misi
Bupati dan Wakil Bupati terpilih sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 - 2026 .
D alam bagian
ini memuat kebijakan turunan dari prioritas pemb angunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana K erja Pemerintah (RKP) Tahun 2022 , yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangk a Menengah Nasional (RPJMN) 202 0 - 202 4 , khususnya tujuh agenda pembangunan nasional .
Tahun 202 2 , p r i o ritas dan sasaran
pembangunan nasional menggunakan asumsi adanya pandemi Covid - 19 dan skenario agenda pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid - 19. Tema pembangunan yang diusung Rencana Kerja Pemerintah
(RKP)
tahun 2022 ,
yait u:
“ Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural ”
T ema pembangunan sebagaimana tertuang dalam RKP tahun 2022 , dapat di jabar kan menjadi 7 (tujuh) Prioritas Nasional (PN) sebagai berikut:
1.
Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan ;
2.
Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan ;
3.
Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing;
4.
Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan;
5.
Mempekuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar;
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 2
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
6.
Membang un Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim;
7.
Memperkuat Stabilitas Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukhankam) dan Transformasi Pelayanan Publik.
Penyusunan RKPD Ka bupaten Kutai Ti mur Tahun 2022
berpedoman pada RPJMD
tahun 20 21 - 2026 . Dokumen ini juga mempertim bangkan kebijakan RKP tahun 2022
dan RKPD Prov insi Kalimantan Timur tahun 202 2 .
4.2
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN PROVINSI
KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2022
Tahun 2022
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan tema pembangunan , yaitu:
“ Reformasi Struktural dan Penguatan Daya Saing Daerah Dalam Rangka Menyambut IKN”
Tema pembangunan tersebut diarahkan pada dijabarkan kedalam proritas dan sasaran pembangunan tahun 2022 , antara lain :
1.
Peningkatan ketahanan kesehatan masyarakat serta reformasi sistem
pendidikan keterampilan yang mendukung daya saing SDM ;
2.
Penguatan pelaku dan lembaga ekonomi kerakyatan dalam rangka
peningkatan daya beli masyarakat ;
3.
Peningkatan kemudahan berinvestasi di sektor pengelolaan sumber
daya alam terbarukan dalam rangka penguatan ekspor komoditi unggulan ;
4.
Penguatan konektivitas antar daerah, kawasan dan IKN ;
5.
Percepatan reformasi birokrasi dalam pelayanan publik dan
administrasi pemerintahan berbasis elektronik ;
4.3
PRIORITAS DAN SASAR AN PEMBANGUNAN KABUPATEN KUTAI TIMUR 20 22
RPJMD 2021 - 2026 , mem p edomani penetapan t ema pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 , yaitu:
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 3
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
“Pening katan Infrastruktur Dasar untuk Mendukung Daya Saing Ekonomi Daerah”
Berdasarkan tema pembangunan tersebut dapat dirumuskan prioritas pembangunan Kabupaten Kutai Timur tahun 2022 dengan berdasa r
pada
tema tersebut. P rioritas pembangunan tahun 2022 mempertimbangkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kutai Timur 2021 - 2026 . Penetapan prioritas pembangunan tahun 2022 juga diselaraskan
dengan RKP Nasional dan RKPD Provi nsi Kalimantan Timur Tahun 2022 . H asil evaluasi kinerja pemb angunan Kutai Timur tahun 2020 juga menjadi pertimbangan penetapan p rioritas pembangunan tahun 2022 .
Prioritas Nasional RKP Tahun 2022
Prioritas RKPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022
Prioritas RKPD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadilan
Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataaan
Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing
Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan
Memperkuat Infrastuktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar
Membangun Lingkungan Hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan
iklim
Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik
Peningkatan Ketahanan Kesehatan Masyarakat Serta Reformasi Sistem Pendidikan Ketrampil an Yang Mendukung Daya Saing SDM
Penguatan Pelaku Dan Lembaga Ekonomi Kerakyatan Dalam Rangka Peningkatan Daya Beli Masyarakat
Peningkatan Kemudahan Berinvestasi di Sektor Pengelolaan Sumber Daya Alam Terbarukan Dalam Rangka Penguatan Ekspor Komoditi U nggulan
Penguatan Konektivitas Antar daerah, Kawasan dan IKN
Percepatan Reformasi Birokrasi Dalam Pekayanan Publik Dan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik
Peningkatan kualitas layanan pendidikan
Peningkatan aksesibilitas, pemerataan dan kualitas layanan kesehatan yang terstandarisasi
Penguatan kualitas SDM menghadapi era Revolusi Industri 4.0 guna membentuk karakter berbasis budaya lokal
Kesiapsiagaan dan mitigasi berbagai bencana serta pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid - 19
Peman tapan triple - agro
( agribisnis, agroindustri, dan agrowisata )
menuju daya
saing daerah
Penyediaan infrastruktur listrik, air, teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk mendukung pengembangan green - economy
dan pemenuhan pelayanan dasar
Tata kelola pembangunan daerah yang adaptif menuju smart city
& pembangunan berkelanjutan
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 4
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Gambar 4.1
Sinkronisasi Prioritas Pembangunan Nasional, Provinsi Kalimantan Timur
dan Kabupaten Kutai Timur
P rioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2022 yang dapat dikelompokkan dalam pembangunan infrastruktur dasar
(3 prioritas) dan penciptaan daya saing ekonomi daerah
(5 prioritas) seperti berikut.
1.
Pembangunan infrastruktur dasar, dengan prioritas antara lain:
a.
Pen yediaan infrastruktur listrik, air, teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk mendukung pengembangan green - economy
dan pemenuhan pelayanan dasar
b.
Peningkatan aksesibilitas, pemerataan dan kualitas layanan kesehatan yang terstandarisasi
c.
Peningkatan kualitas layanan
pendidikan
2.
Penciptaan Daya Saing Ekonomi Daerah
a.
Pen ingkatan kualitas SDM menghadapi era Revolusi Industri 4.0 guna membentuk karakter berbasis budaya lokal serta mendorong inovasi dan kreativitas;
b.
Penguatan triple - agro: agribisnis, agroindustri, dan agrow isata menuju daya saing daerah;
c.
Peningkatan ketahanan pangan berkelanjutan berbasis masyarakat dan produk lokal untuk mendukung akselerasi penanggulangan stunting;
d.
Tata kelola pemerintah daerah yang adaptif menuju smart city dan pembangunan berkelanjutan; dan
e.
Kesiapsiagaan dan mitigasi berbagai bencana serta pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid - 19.
Berdasarkan tujuan dan prioritas pembangunan yang telah dijabarkan, maka sasaran pembangunan Kabupaten Kutai Timur tahun 2022 dapat dirumuskan dengan memperhat ikan misi yang ada sebagaimana tampak pada Tabel 4.1. Pada dasarnya rumusan visi, misi,
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 5
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
tujuan, dan sasaran merupakan suatu rangkaian dalam hirarki tujuan. Penjabaran misi ke dalam tujuan dan sasaran ini dapat digunakan dasar penyusunan perencanaan dan sek aligus evaluasi pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Evaluasi tersebut dilakukan dengan menilai capaian dari indikator yang telah ditetapkan. Indikator yang tercantum pada Tabel 4.1 merupakan indikator capaian sasaran pada tingkat Pemerintah Kabup aten Kutai Timur untuk tahun 2022, bukan capaian indikator pada tingkat Perangkat Daerah.
Tabel 4.1
Sasaran Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 20 2 2
Misi
Tujuan/ Sasaran
Indikator Kinerja Tujuan/ Sasaran
Satuan
Target
2022
Misi 1:
Mewujudkan Masya - rakat yang Berakhlak Mulia, Berbudaya, dan Bersatu
Tujuan 1:
Menata dan Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mendorong kehidupan masyarakat (SDM) yang berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu (M1.T1)
Indek Pembangunan Manusia (IPM)
Indek
74.56
Sasaran 1:
Meningkatnya taraf hidup masyarakat yang sejahtera (M1.T1.S1)
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
%
5.73
Tingkat Kemiskinan
%
9.65
Persentase PAD terhadap pendapatan
%
6,88
Sasaran 2:
Meningkatnya taraf Pendidikan masyarakat (M1.T1.S2)
Angka Harapan Lama Sekolah (Tahun)
Tahun
12,9
Rata - Rata Lama Sekolah
Tahun
9,2
Sasaran 3
Meningkatnya derajat kesehatan (M1.T1.S3)
Angka Harapan Hidup
Tahun
75,11
Sasaran 4:
Terwujudnya SDM yang beriman, berakhlak mulia dan Berbudaya (M1.T1.S4)
Persentase Sekolah yang menerapkan Kurikulum Muatan Lokal
(%)
SD= 100
SMP= 91,95
Penyelenggaraan Festival seni dan budaya
Kegiatan
5
Penyelenggaraan Festival keagamaan
Kegiatan
1
Misi 2:
Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Ma - syarakat berbasis Sek - tor Pertanian
Tujuan 2:
Menata Daya Saing Ekonomi Masyarakat berbasis Sektor Pertanian/Perkebunan/Perikanan (M2.T1)
Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB
%
9.53
Sasaran 5:
Peningkatan kegiatan perekonomian berbasis sektor pertanian/ perkebunan/ perikanan (M2.T1.S1)
Ketersediaan Pangan Utama
%
44.16
Produksi sektor pertanian
Ton
40,098
Produksi sektor perkebunan
Ton
6,956,662
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 6
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Misi
Tujuan/ Sasaran
Indikator Kinerja Tujuan/ Sasaran
Satuan
Target
2022
Produksi perikanan
Ton
8,085.61
Sasaran 6:
Meningkatnya Pendapatan Petani (M2.T1.S2)
Nilai Tukar Petani (NTP)
rasio
108,57
Tujuan 3:
Menata Peran penunjang daya saing ekonomi masyarakat (M2.T2)
Laju Pertumbuhan Ekonomi
%
2,05
Sasaran 7:
Meningkatnya Kemampuan Perekonomian di Daerah (M2.T2.S1)
Pertumbuhan Jumlah IKM
unit
1.425
Investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Proyek
722
Misi 3:
Mewujudkan Pelayanan Dasar Masyarakat Secara Proposional dan Merata
Tujuan 4:
Menata semua layanan kebutuhan infrastruktur dasar dan Ekonomi Bagi Masyarakat Secara Proporsional dan Merata (M3.T1)
Indek Pembangunan Desa (IPD)
Indeks
68,11
Indeks Gini
Indeks
0.344
Sasaran 8:
Meningkatnya Konektivitas Antar Wilayah (M3.T1.S1)
Persentase jalan Kabupaten kondisi Mantap
%
52.84
Persentase perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum)
%
18091%
Sasaran 9:
Meningkatnya Infrastruktur Fasilitas Perumahan/ permukiman (M3.T1.S2)
Capaian Akses Air Minum Layak
%
53,81
Persentase Jumlah Rumah Tangga yang memperoleh layanan pengelolaan air limbah Domestik
%
76,75 (1%aman)
Persentase Infrastruktur Pengelolaan Sampah Perkotaan
%
82,65
Tingkat Waktu Tanggap (Time Respon Limit) Daerah Layanan Wilayah Manajemn Kebakaran (WMK)
%
97,83
Berkurangnya jumlah
unit RTLH
0.2486
Persentase Kawasan Permukiman Kumuh dibawah 10 ha di kabupaten yang ditangani
%
30,67% (6 Lokasi BA FGD Review SK Kumuh 2021)
Sasaran 10:
Meningkatnya Infrastruktur Teknologi dan Informasi (M3.T1.S3)
Cakupan Layanan Telekomunikasi
%
77.37
Sasaran 11:
Meningkatnya sarana dan prasarana pendidikan (M3.T1.S4)
Rasio ketersediaan SD/ MI per penduduk
Rasio
56,48
Rasio ketersediaan SMP/ MTS per penduduk
Rasio
53,16
Sasaran 12:
Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan (M3.T1.S5)
Rasio Puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk
Rasio
0,51
Rasio rumah sakit per satuan penduduk
Rasio
0,02
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 7
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Misi
Tujuan/ Sasaran
Indikator Kinerja Tujuan/ Sasaran
Satuan
Target
2022
Sasaran 13:
Meningkatnya Sarana dan Infrastuktur Pendukung Ekonomi (M3.T1.S6)
Jumlah pasar
13
Misi 4:
Mewujudkan Pemerintahan yang partisipatif berbasis Penegakan Hukum dan Teknologi Informasi
Tujuan 5:
Menata Kelola pemerintahan yang bersih, Efektif, Transparan dan Akuntabel berbasis Elektronik (M4.T1)
Nilai Akuntabilitas Kinerja
Predikat
Baik
Sasaran 14:
Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan (M4.T1.S1)
Opini BPK terhadap laporan keuangan
Predikat
WTP
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Indek
55,72
Rasio penduduk ber - KTP per satuan penduduk
Rasio
90
Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
%
37
Tujuan 6:
Menata kualitas layanan public yang berbasis interoperabilitas (M4.T2)
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Indek
75,87
Sasaran 15:
Meningkatnya kualitas layanan publik yang berbasis interopera - bilitas dalam pengembangunan wilayah (M4.T2.S1)
Persentase Perangkat Daerah yang terkoneksi dengan jaringan fiber optik
Persen (%)
25.71
Misi 5:
Mewujudkan Sinergitas Pengembangan Wilayah dan Integrasi Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan
Tujuan 7:
Menata dan Mensinergikan Pembangunan yang terintegrasi agar berfungsi optimal (M5.T1)
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Indek
69.97
Sasaran 16:
Meningkatnya Sinergitas proses Pengembangan wilayah yang Terintegrasi dan berwawasan lingkungan (M5.T1.S1)
Hasil Pengukuruan Indeks kualitas Tutupan Lahan
Indek
77,55
Tujuan 8:
Menata dan memanfaatkan ruang secara berkelanjutan (M5.T2)
Ketaatan terhadap RTRW
%
100
Sasaran 17:
Meningkatnya Kualitas penyelenggaraan penataan ruang (M5.T2.S1)
Jumlah Perkada RDTR
Dokumen
1
Berdasarkan p rioritas
dan beberapa sasaran pembangunan daerah ,
maka dirumuskan
strategi pembangunan Kabupaten Kutai Timur agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Berikut adalah strategi yang diperlukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2022.
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 8
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
Tabel 4.2
Strategi Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022
No
Prioritas
Strategi
1
Pen yediaan infrastruktur listrik, air, teknologi informasi & komunikasi (TIK) untuk mendukung pengembangan green - economy
dan pemenuhan pelayanan dasar
a.
Pengembangan jaringan irigasi dan drainase
b.
Peningkatan akses infrastruktur dasar: air baku , air bersih, listrik, pengembangan sanitasi lingkungan, dan pasar desa
c.
Peningkatan aksesibilitas dan mobilitas transportasi serta keterhubungan antar des a
d.
Peningkatan infrastruktur perumahan rakyat dan kawasan permukiman
e.
Pengembangan infrastruktur dasar telekomonikasi dalam rangka mendukung Revolusi Industri 4.0
f.
Pengelolaan limbah rumah tangga (plastik), limbah pasca tambang, dan limbah pasca panen sawit dengan mempromosikan gerakan 3R ( Reduce, Reuse, Recycle )
2
Peningkatan aksesibilitas, pemerataan dan kualitas layanan kesehatan yang terstandarisasi
a.
Penguatan dan pemerataan layanan serta peningkatan sumber daya kesehatan
b.
Peningkatan status kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup
c.
Peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat
d.
Peningkatan imunisasi dalam Standar Pelayanan Minimal
e.
Peningkatan cakupan penerima BPJS PBI untuk kelompok masyarakat yang rentan dalam garis kemiskinan
3
Peningkatan kualitas layanan pendidikan
a.
Pemetaan
dan peningkatan
kompetensi dan kualifikasi guru
sesuai kebutuhan
per sekolah
b.
Memperbaiki s arana dan p rasarana p endidikan g una m eningkatkan k ualitas p elayanan p endidikan
c.
Meningkatkan bantuan pembiayaan pendidikan bagi masyarakat
d.
Penyediaan sarana pembelajaran online
e.
Penyediaan infrastruktur perpustakaan fisik untuk daerah yang belum terjangkau BTS
4
Pen ingkatan kualitas SDM menghadapi era Revolusi Industri 4.0 guna membentuk karakter berbasis budaya lokal serta mendorong inovasi dan kreativitas
a.
Memfasilitasi SDM memiliki pengetahuan substansial, kontekstual, mental, sosial, dan verbal yang memadai berbasis budaya lokal
b.
Memfasilitasi SDM memiliki kemampuan vokasi
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 9
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
No
Prioritas
Strategi
c.
Memfasilitasi SDM memiliki kemampuan literasi teknologi dan informasi
d.
Penciptaan lapangan kerja baru yang bersifat padat karya serta mampu menyerap tenaga kerja terdidik dan kurang terdidik
5
Pe nguatan
triple - agro : agribisnis, agroindustri, dan agrowisata menuju daya saing daera h
a.
Revitalisasi komponen agribisnis secara simultan dan terintegrasi
b. Mendorong p eran agroindustri sebagai Leading Sector
c.
Pengembangan triple - agro berbasis teknologi informasi
d. Penguatan dukungan pendanaan terhadap pengembangan triple - agro
e.
Pengembangan strategi pemasaran
agroindustri
f.
Pengembangan p usat p ertumbuhan triple - agro berbasis partisipasi masyarakat
g. Pengembangan agribisnis berskala kecil
h. Penguatan kualitas SDM untuk mendukung pengembangan triple - agro
dan ekonomi
i.
Menguatkan agribisnis hilir pengolahan hasil
j.
Pengembangan sarana dan prasarana penunjang pariwisata termasuk mengakomodasi pariwisata kekinian berbasis agroindustri sesuai dengan tren pariwisata
6
Peningkatan k e mandirian
pangan berkelanjutan berbasis masyarakat dan produk lokal untuk mendukung akselerasi pen urunan
stunting
a.
Ketersediaan pangan
b.
Keterjangkauan pangan
c.
Pemanfaatan pangan
d.
Penyediaan regulasi untuk mempercepat kemandirian pangan
7
Tata kelola pemerintah daerah yang adaptif menuju smart city
dan pembangunan berkelanjutan
a.
Peningkatan kompetensi dan mental ASN
b.
Optimalisasi tata kelola pemerintahan
berbasis TI
c.
Optimalisasi pemanfaatan hasil kajian untuk pengambilan kebijakan
d.
Memperkuat pelayanan publik yang berbasis partisipasi masyarakat
8
Kesiapsiagaan dan mitigasi berbagai bencana serta pemulihan ekonomi
pasca pandemi Covid - 19
a.
Penguatan legislasi, kebijakan dan pembiayaan untuk kegawatdaruratan kesehatan masyarakat
b.
Peningkatan advokasi dan komunikasi
c.
Peningkatan program pencegahan resistensi antibiotika, penyakit zoonosis , keamanan pangan, manajemen biorisiko
d.
Penguatan sistem laboratorium nasional
e.
Penguatan reporting
dan real time surveillance
f.
Membangun sistem kewaspadaan dini
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 10
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
No
Prioritas
Strategi
g.
Membangun kemampuan fasyankes untuk respon cepat
h.
Peningkatan kemampuan SDM
Berikut adalah p enjelasan strategi pembangunan Kabupaten Kutai Timur t ahun 20 2 2:
1.
Pen yediaan infrastruktur listrik, air, teknologi informasi & komunikasi (TIK) untuk mendukung pengembangan green - economy
dan pemenuhan pelayanan dasar .
Ketersediaan
sarana prasarana dan infrastruktur dasar
berperan penting
dalam meningkatkan output sektor lain. I nfrastruktur juga
dapat
meningkatkan pertumbuhan sektor hulu dan hilir
yang mempunyai dampak
besar terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi. Menurut Bank Dunia
upaya percepatan pembangunan fasilitas air bersih, listrik dan sanitasi lingkungan di perdesaan dapat menunjang pr ogram pengentasan kemiskinan, serta ditunjang dengan ketersediaan TIK .
Kemiskinan akan berkurang apabila sarana prasana telah tersedia secara memadai. Program selanjutnya adalah percepatan pembangunan yang mendukung sistem agribisnis secara berkelanjutan ( green economy ). Berdasarkan target di atas, maka ditetapkan strategi pembangunan sebagai
berikut:
a.
Pengembangan jaringan irigasi dan drainase
Produktivitas pertanian dapat diupayakan meningkat melalui adanya belanja modal atau i nvestasi untuk irigasi. Hal ini dikarenakan dapat menurunkan ketergantungan pada faktor alam sehingga memudahkan petani dalam pengaturan dalam pengaturan produksinya.
Pembangunan jaringan irigasi akan menjamin keberlangsungan ketersediaan air yang cukup dan merata. Air sangat penting dalam kegiatan bidang pertanian dan memiliki manfaat strategis terhadap pemenuhan kebutuhan air bidang lainnya dalam kehidupan masyarakat sehari - hari. Perluasan jaringan irigasi lebih diarahkan pada usaha -
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 11
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
usaha pertanian yang telah dirintis oleh ma syarakat petani, termasuk pengembangan lahan tadah hujan daripada membuka area baru.
Capaian pembangunan drainase
masih dibawah 90 persen. Disamping itu drainase yang berfungsi masih sangat rendah.
b.
Peningkatan akses infrastruktur dasar: air baku , air be rsih, listrik, pengembangan sanitasi lingkungan, dan pasar desa.
Negara berkewajiban menyediakan infrastruktur dasar sebagaimana diamanatkan UUD 1945 pasal 33. Kebutuhan air bersih di Kabupaten Kutai Timur telah t erpenuhi sekitar 64,45 persen oleh PDAM. Se jak tahun 2017 pemenuhan kebutuhan air bersih telah dilakukan melaluui program PAMSIMAS yang tersebar di 13 kecamatan.
Data kelistrikan di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan bahwa
76 persen RT telah memperoleh fasilitas listrik dan 24 persen sisanya belum terlayani listrik. Sebanyak 40.978 RT memperoleh layanan listrik dari PLN dan 36.477 RT memperoleh listrik non PLN.
Sanitasi lingkungan yang mencakup penyediaan air minum, fasilitas buang air besar, pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran air, dan lain - lain di Kabupaten Kutai Timur secara umum masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, kualitas kesehatan, pendidikan, produktivitas masyarakat akan meningkat.
Pasar desa memiliki peran yang sangat penting untuk memasarkan produk - produk yang di hasilkan oleh masyarakat desa. Diharapkan dengan dibangunnya pasar desa dapat meningkatkan pendapatan bagi pemerintah desa maupun masyarakat desa itu sendiri.
c.
Peningkatan aksesibilitas dan mobilitas transportasi serta keterhubungan antar des a
Infrastruktur
berupa jalan merupakan faktor penentu konektivitas antar wilayah dan memperluas penyebaran manfaat pembangunan. Berdasarkan data Dinas PU (201 9 ) diperoleh informasi bahwa jalan yang beraspal didominasi di Kecamatan Sangatta Utara. Sedangkan
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 12
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
jalan tanpa as pal atau makadam masih tersebar di 18 kecamatan lainnya, dan yang terparah adalah di Kecamatan Sandaran.
d.
Peningkatan infrastruktur perumahan rakyat dan kawasan pemukiman
Rumah layak Huni merupakan salah satu kebutuhan masyarakat dan salah satu indikator ke sejahteraan rakyat. Salah satu permasalahan di Kabupaten Kutai Timur yang utama adalah kewenangan penanganan Rumah Layak Huni (RLH) dan kawasan kumuh serta kemampuan penganggaran untuk menangani backlog
(kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun denga n jumlah yang dibutuhkan). Dengan demikian, perlu dilakukannya pembangunan rumah layak huni guna menangani permasalahan tersebut di atas.
e.
Pengembangan infrastruktur dasar telekomonukasi dalam rangka mendukung Revolusi Industri 4.0
Partisipasi Kabupaten Kutai Timur sebagai salah satu smart city
mengharuskan integrasi teknologi informasi kedalam segenap aspek kehidupan kota (aparatur sipil, sosial, ekonomi, dan lingkungan) terhubung ke seluruh aktivitas masyarakat dengan mudah dan men dukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Keterpaduan tersebut akan memudahkan Kabupaten Kutai Timur melayani dan memberi kemudahan masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari - hari sebagai perwujudan smart city .
f.
Pengelolaan limbah rumah tangga (pl astik), limbah pasca tambang, dan limbah pasca panen sawit dengan mempromosikan gerakan 3R ( Reduce, Reuse, Recycle )
Saat ini penanganan limbah yang mencakup limbah pasca tambang dan limbah pasca panen sawit belum dikelola dengan baik. Hal ini akan menyebabkan terganggunya lingkungan. Perlu adanya pengelolaan limbah melalui gerakan 3R ( reduce, reuse, recycle ), sehingga akan mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Salah satu upaya untuk
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 13
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
mengurangi limbah plastik adalah dengan pembatasan timbulan samp ah plastik sekali pakai melalui Peraturan Bupati.
2.
Pemantapan aksesibilitas, peningkatan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan yang terstandarisasi
Aksesibilitas layanan kesehatan yang belum merata, salah satu penyebabnya adalah sebaran penduduk yang
kurang merata. Selain itu, penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di Kabupaten Kutai Timur masih dihadapkan tantangan diantaranya penyediaan tenaga dokter, terutama kuantitas dan keragaman (spesialisasi dokter) masih perlu diting katkan jumlah maupun pendistribusiannya. Dokter dan tenaga medis lebih banyak terpusat di ibukota kabupaten dan daerah penyangganya sehingga diperlukan adanya pendistribusian yang lebih merata guna mengurangi disparitas kualitas pelayanan antar wilayah di Kutai Timur. Disisi lain, sumber pembiayaan juga merupakan faktor penting aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, termasuk masyarakat miskin. Oleh karena itu perlu strategi yang difokuskan pada:
a.
Penguatan
dan pemerataan layanan serta peningkatan sumber daya kesehatan
Penyelenggaraan upaya kesehatan diperlukan layanan kesehatan yang memadai dan sumberdaya manusia Kesehatan. Sebaran layanan puskesmas di Kabupaten Kutai Timur masih terdapat disparitas, dianta ranya karena rasio SDM Kesehatan yang belum memadai juga pendistribusian tenaga medis antar wilayah puskesmas. Beberapa puskesmas di wilayah sekitar kota kabupaten relati f
banyak dan beragam, namun di beberapa wilayah masih terbatas jumlah dan keragamanya.
Dengan demikian, perlu upaya pemerataan layanan puskesmas dan perencanaan kebutuhan (pola pendidikan dan diklat) SDM Kesehatan untuk pemenuhan SDM Kesehatan sesuai standar guna
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 14
Perubahan RKPD Kabupaten
Kutai Timur
tahun 2022
antisipasi serta akomodatif terhadap perkembangan terkini di era normal baru.
b.
Peningkatan status kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup
Strategi ini terutama diarahkan untuk menurunkan kematian maternal dan neonatal serta meningkatnya status gizi anak. Masalah Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neon atal (AKN) di Indonesia, termasuk di Kutai Timur, selain dikarenakan ketersediaan data akurat dan/atau effektivitas Program. Oleh karena itu diperlukan kesiapan Pelayanan Kebidanan berkualitas yang berkesinambungan setiap saat (24jam/7hari) untuk menurunka n kematian ibu (dan neonatal). Adapun, upaya penurunan masalah gizi pada anak, terutama stunting yang menjadi focus dilakukan melalui pencegahan dan intervensi gizi dengan pendekatan
siklus hidup ( lifecycle ). J umlah bayi lahir dengan berat badan rendah (BLBR) di Kutai Timur berdasarkan wilayah cukup tinggi dan variatif. Masih tingginya angka BLBR berpotensi menimbulkan masalah gizi buruk dan resiko stunting. Kasus gizi buruk dan stunting menunjukkan bahwa pentingnya penanganan masalah kesehatan secara ko mprehensif sejak bayi dalam kandungan.
Selain fokus pada penduduk usia 0 - 14 tahun, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga harus fokus pada kelompok usia produktif (15 - 64 tahun) dan penduduk lansia (65 tahun keatas). Jika kelompok penduduk produktif dan lans ia sering menderita sakit, maka kondisi ini juga akan semakin membebani anggaran daerah, dalam jangka panjang akan menunda manfaat bonus demografi. Oleh karena itu Pelayanan kesehatan lanjut usia perlu
memperhatikan
life
cycle
approach
(pendekatan Siklus H idup) .
Karena proses penuaan
merupakan proses sepanjang hayat
dimulai
semenjak dalam kandungan dan berlanjut sampai memasuki usia lanjut.
BAB IV SASARAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4
| 15
Teks dipotong karena dokumen ini sangat panjang. Unduh berkasnya untuk versi lengkap.
