Situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Berita Pemkab

Tarian Tapan Dayak Basap, Simbol Kehormatan dan Kebersamaan dalam Penyambutan Tim Geopark

SANGATTA – Tarian Tapan yang dibawakan masyarakat Suku Dayak Basap dari Kecamatan Karangan menjadi salah satu rangkaian penyambutan bagi Tim Verifikasi Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat.Salah satu tokoh Dayak Basap Mingu mengatakan, Tarian tradisional ini mengangkat kisah kehidupan masyaraka...

Berita · 8 Jul 2026

Tarian Tapan Dayak Basap, Simbol Kehormatan dan Kebersamaan dalam Penyambutan Tim Geopark


SANGATTA – Tarian Tapan yang dibawakan masyarakat Suku Dayak Basap dari Kecamatan Karangan menjadi salah satu rangkaian penyambutan bagi Tim Verifikasi Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat.


Salah satu tokoh Dayak Basap Mingu mengatakan, Tarian tradisional ini mengangkat kisah kehidupan masyarakat Dayak Basap, khususnya aktivitas mengolah padi. Gerakan menumbuk dan menampi padi ditampilkan secara harmonis sebagai simbol kerja sama, rasa syukur, dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Selain menggambarkan kehidupan agraris, Tarian Tapan juga memiliki makna keseimbangan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Dayak Basap."penghormatan kepada tamu. Gerakan duduk yang diperagakan para penari melambangkan sikap hormat dan sambutan hangat kepada setiap tamu yang datang. 

Momen foto bersama penari, Camat Karangan beserta istri dengan Tim Verifikasi Geopark


Sedangkan untuk jumlah penari harus berjumlah genap. Hal itu juga  memiliki makna
simbol keselarasan, kekompakan, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat setempat.


Tarian Tapan merupakan warisan budaya Suku Dayak Basap yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Hingga kini, tarian tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak Basap di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.


Dalam setiap pertunjukan, Tarian Tapan diiringi alat musik tradisional berupa gong, kendang, dan pemende. Dalam bahasa Dayak Basap, gong dikenal dengan sebutan tabuhan, sedangkan kendang disebut Tewu
.
Para penari juga mengenakan busana tradisional yang terbuat dari kulit kayu. Busana tersebut menjadi ciri khas masyarakat Dayak Basap dan melengkapi penampilan tarian yang sarat akan nilai sejarah, tradisi, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.


"Kalau baju perempuan ada motifnya di bagian belakang sedangkan laki-laki polos," ucap Mingu


Hingga kini, Tarian Tapan masih terus dilestarikan dan kerap ditampilkan dalam berbagai upacara adat, penyambutan tamu kehormatan, maupun perhelatan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Suku Dayak Basap di Kabupaten Kutai Timur.

PPID Kabupaten Kutai Timur

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur — satu pintu layanan informasi publik sesuai UU No. 14 Tahun 2008.

Kantor PPID · Bukit Pelangi, SangattaBuka di Maps

Kontak kami

Jl. Prof. Dr. Sudiatmo (Ex. Dishut), Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur

Telepon
112
Whatsapp
+62 812 7095 1806
Email
ppid@kutaitimurkab.go.id
Jam layanan
08.00 – 16.00 WITA

Tautan

© 2026 PPID Kabupaten Kutai Timur. Hak cipta dilindungi.

Dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kutai Timur.

Tarian Tapan Dayak Basap, Simbol Kehormatan dan Kebersamaan dalam Penyambutan Tim Geopark · PPID Kutai Timur