Berita · 23 Okt 2026

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka pelaksanaan pemeriksaan Pap smear gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Teluk Lingga, Jalan Yos Sudarso, Sangatta Utara, Jumat (23/10/2026).
Bupati Ardiansyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dini penyakit berbahaya.
Menurutnya, status Universal Health Coverage (UHC) yang telah dicapai Kutai Timur harus dimanfaatkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, terjangkau, dan berkualitas.
Dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkoitmen untuk terus menghadirkan layanan kesahatan yang optimal yang menyasar ke seluruh lapisan masyarakat. untuk itu, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh jajaran kesehatan untuk tidak memberikan perbedaan layanan dalam memberikan pertolongan terutama kepada masyarakat yang tengah membutuhkan layanan kedaruratan.
“Jangan menunggu masyarakat datang meminta bantuan. Jika pelayanan bisa difasilitasi, segera lakukan,” tegasnya.
Berkaitan dengan kegiatan yang di dukung oleh BPJS Kesehatan itu, dirinya berharap pemeriksaan Pap smear tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk melalui edukasi kesehatan reproduksi bagi pelajar perempuan.
“Kesehatan merupakan salah satu program prioritas Pemkab Kutim. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanandan fasilitas kesehatan yang terbaik, sehingga tidak ada lagi kendala bagi masyarakat untuk memperolehlayanan kesehatan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan pemeriksaan Pap smear merupakan salah satu upaya mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Deteksi dini dinilai penting agar pasien yang membutuhkan penanganan dapat segera dirujuk dan memperoleh pengobatan sebelum penyakit berkembang ke stadium lanjut.
Pada tahap awal, pelaksanaan pemeriksaan dipusatkan di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Teluk Lingga, Sangatta Utara, dan Sangatta Selatan. Yuwana menyebutkan, sebanyak 303 perempuan telah terdaftar sebagai peserta pemeriksaan.
Program tersebut selanjutnya direncanakan diperluas secara bertahap ke 21 puskesmas lainnya di Kutim. Pelaksanaannya didukung BPJS Kesehatan, Tirta Medika Laboratorium, serta Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kutim. Yuwana berharap semakin banyak perempuan yang memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, dr. Herman Dinata Mihardja, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memperluas kepesertaan JKN. Ia menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Kutai Timur telah melampaui 100 persen, sedangkan tingkat keaktifan peserta mencapai sekitar 97 persen.
“BPJS Kesehatan berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus meningkatkan angka keaktifan tersebut hingga 100 persen pada 2027,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan kanker leher rahim sekaligus mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin merata di Kutai Timur.
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.
